Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini5
Kemarin821
Minggu Ini5
Bulan Ini19270
Total Pengunjung837664

IP Kamu 54.166.130.157 Monday, 22 October 2018

Guests : 13 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

Shalom,

Kami mempunyai dua bidang pilihan bagi anda, yaitu :
Konselor bagi anda yang mempunyai masalah.
Webmaster bagi anda yan mempunyai kesulitan dengan website ini, hasil pengumuman akan kami sampaikan di bagian pengumuman di sebelah kanan paling bawah.

   

No. Nama Telepon Ponsel Fax.
1. Webmaster - - -
2. Pdt. Timotius Bakti Sarono, M.Th 0817 677 1900 0816 706 262 -

 

FISIOLOGI DARAH

 

 

Membicarakan darah,  merupakan hal yang  sangat pokok dalam Alkitab. Karena demikian pentingnya pokok ini, sehingga Alkitab mencatatnya sebanyak 312, belum segala sesuatu yang berhubungan dengan darah.

    Mengapa darah menjadi begitu penting dalam Alkitab? Tentu kita semua tahu, bahwa tanpa darah, tidak ada kehidupan dari segala yang hidup, baik manusia maupun binatang. Perjanjian Lama sudah jauh-jauh menyinggung tentang darah, baik yang tersurat maupun yang tersirat (Kej. 3:21). Penumpahan darah pertama dilakukan oleh Kain terhadap Habel. Darah Habel terus berteriak di hadapan Allah, sehingga Allah harus menuntut hukuman terhadap Kain. Allah menuntut setiap pertumpahan darah, terutama darah orang tidak bersalah.

Read more: FISIOLOGI DARAH

DINAMIKA PUASA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Puasa merupakan ritual spiritual paling kuno dalam peradaban manusia bahkan diantara aliran kepercayaan menjadikan puasa sebagai yang paling essensial dalam kerohanian. Beberapa agama menempatkannya sebagai sesuatu yang paling vital untuk menggapai kedalaman rohani yang lebih dalam. Aura kehidupan tidak akan memancarkan keindahan bahkan sang kehidupan membuahkan produk-produk menyebalkan, jengkel, ngotot dan sial melulu bila seorang hanya menekankan kenyangnya perut dan nikmatnya tidur oleh letihnya tubuh ini!

Bertutur lebih lanjut soal puasa, ritual spiritual ini bukanlah sekedar menghempaskan makanan dan minuman dari lidah dan kerongkongan. Nuansanya terlalu dangkal bila hanya menyangkut pencernakan dan tenggorokan saja melainkan kedalamannya menyentuh roh dan jiwa yang membuat Tuhan menjadi nyata dalam merengkuh sang kehidupan dengan pernik-pernik beban yang menumpuk. Puasa yang tidak mampu mewujudkan Tuhan dalam lini kehidupan ini adalah pekerjaan sia-sia yang perlu dihindarkan oleh anak-anak Tuhan. Buanglah kamus puasa dalam sang kehidupan kalau tidak tahu artinya sama sekali! Tuhan tidak menuntut puasa tetapi Ia menuntut iman seseorang. Namun orang yang tahu puasa dengan benar maka ia mampu mendatangkan iman yang memindahkan gunung!

Read more: DINAMIKA PUASA

KUTUK MESIR MELANDA DUNIA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Bumi yang kita pijak sekarang ini sedang berjalan di atas tragedi demi tragedi dengan kendaraan malapetaka dan penghan-curan yang melindas kesejahteraan penghuninya. Kalau ini tidak di-hentikan maka pilar-pilar kehidupan akan musnah dan dunia menyisakan orang-orang yang hidup dalam ketakutan menghadapi wabah dan penyakit kronis Cobalah lihat SAR belum kunjung selesai dari benak yang secuil ini, ulah nyamuk anopeles mampu membantai ratusan orang dalam hitungan bulan. Manusia dengan segala kemampuan otaknya yang brillian yang sanggup pergi ke bulan dan menciptakan kecanggihan alat-alat kedokteran belum juga bisa menghentikan gigitan nyamuk penyebar virus demam berdarah. Ini memang memalukan, ketidakberdayaan dan kebodohan  manusia dipertontonkan sekaligus dipermalukan. “Ngurus nyamuk saja kagak becus, udah bisa sombong dan melawan Tuhan!” 

    Wabah yang menjalar seperti anak sungai menyebar ke semua wilayah. Alirannya  berbau kematian tanpa bisa dibendung, bagaikan angin yang bisa dihirup oleh siapapun dan di manapun. Segala petaka itu  siap mencabik-cabik sang kehidupan dari usia muda sampai mereka yang renta. Sementara para dokter pusing memikirkan obat penawar, dan sibuk merawat para korban yang masih terkapar di ruang gawat darurat, sang nyamukpun masih berlenggang-lenggang kang-kung menebar maut ke manapun ia suka, santai tapi mematikan. Inilah realitas yang terjadi sekarang, di depan mata berskala nasional dan masih banyak deretan wabah yang belum terungkap yang tanpa mengetok pintu masuk via udara bebas dan menguasai seluruh penghuni rumah.
    Kisah penghukuman Allah kepa-da Mesir tidaklah dengan mudah terhapus dalam ingatan sejarah. Peristiwa kutukan yang mencapai puncaknya membantai anak sulung dari kolong rumah bobrok sampai istana raja, termeterai dalam Alkitab dan tidak bisa dihapus siapapun juga. Peristiwa demi peristiwa tidak pernah terdeteksi oleh ahli-ahli purbakala dan kaum cendekiawan Mesir sehingga seluruh bangsa kelabakan tanpa ampun menerima tulah satu demi satu dengan sayatan hati yang memilukan. Mesir sebagai negara adidaya yang bentengnya tidak bisa ditembus oleh bangsa manapun, ditunggangbalikkan hanya dengan sebuah tongkat Musa!  Lalat, belalang, nyamuk dan masih ada rentetan yang lain bagaikan pasukan yang mampu membuat rakyat Mesir luluh-lantak tidak berdaya. Allah ingin menunjukkan kehebatan namaNya sendiri bukan ingin men-demontrasikan kekuatan makhluk ciptaanNya melalui ragam binatang pengacau kehidupan. Namun perlu menjadi renungan bahwa wabah pada waktu itu jumlahnya begitu banyak tetapi tidak membunuh kecuali kutuk anak sulung. Sekarang wabah itu sedikit tetapi menghabisi nyawa ratusan orang dalam skala nasional dan ribuan orang skala internasional.
    Allah sedang menghancurkan sendi-sendi vital aset negeri Mesir pada waktu itu. Kebanggaannya akan Sungai Nil yang bagaikan dewa sumber kehidupan dihancurkanNya menjadi darah dan tidak bisa lagi diminum dan menjadi kejijikan setiap orang. Sumber komoditas negeri yang mendatangkan devisa negara diluluhlantakkan. Dewa-dewa Mesir yang menjadi pujaan bangsa, diagung-agungkan bagaikan dewa Rama ternyata bisa juga rontok, justru membuat sengsara rakyat. Dulu patung-patung ini bagaikan dewa kesuburan yang diharapkan bisa membuat loh jinawi atau makmur sekali, ternyata  ditemukan tak berkutik di hadapan Allah. Bagaimana tidak kepala lalat atau nyamuk dan belalang yang disembah kini berbalik menyerang dengan jumlah yang ribuan dan jutaan, sangat menakutkan sekali.
    Sebagai binatang darat yang adanya di kebun dan di kolam dan sangat menjijikkan di kalangan orang tertentu, kini naik pangkat ada di meja istana dan piring permaisuri raja sampai di bantaran sungai. Orang-orang melarat, semua  tidak luput dari amukan katak dan belalang. Binatang darat ini lambang kenajisan.
    Wahyu 16:13 menyatakan Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan  dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai  katak. Roh kena-jisan; prilaku seksual sekarang menjadi komoditas yang laris tanpa kenal resesi. Dampak dari roh katak ini menghasilkan AIDS dan segudang penyakit yang lainnya. Beberapa pelajaran penting untuk direnungkan bagi kita adalah:
  
1. Mesir Membatasi     Ibadah
  
   Pokok utama kemarahan Allah kepada bangsa Mesir adalah dibrangusnya kebebasan beribadah kepada Yahweh, yakni Allah Pencipta langit dan bumi yang sekarang dikenal melalui dan di dalam Yesus Kristus. Keluaran 5:1 menyatakan: Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah  umatKu pergi untuk mengadakan perayaan bagiKu di padang gurun.”
    Allah tidak ingin siapapun, baik penguasa atau rakyat manapun menghalangi bangsa pilihanNya beribadah kepadaNya. Ibadah dan perayaan pemujaan terhadap Tuhan merupakan kebutuhan pokok secara rohani yang harus dipenuhi oleh semua orang. Apabila didapati ada seorang yang merampas sepiring nasi dari si fakir miskin, dan kemudian menganiaya dan membunuhnya  maka hal tersebut sudah masuk dalam kategori pelanggaran HAM yang berat. Demikianlah lebih lagi bila seorang yang memiliki kerinduan dan kehausan akan Allah diberangus tanpa mempedulikan kelaparan mereka, maka Tuhan pasti hadir membela kaum lemah itu dan memposisikan diriNya menjadi musuh siapapun yang menghalangi umat pilihanNya dalam beribadah.  Korelasi dari kebenaran ini akan terjadi kepada penguasa manapun yang membatasi bahkan melarang umat tebusan Kristus dalam beri-badah kepada Tuhan.
    Pembatasan ibadah ini terjadi karena berbagai macam faktor! Pertama-tama kemungkinan besar sang pemimpin negara tidak butuh Tuhan! Kekuasaan, hormat dan kekayaan bagaikan balok yang menutupi matanya sehingga tidak dapat melihat Tuhan!  Pemimpin ini bisa menindas siapapun juga yang dianggap menghalangi lajunya politik dan kekuasaannya. Secara kasat mata terkadang ia beribadah dalam agamanya, tetapi dalam praktek kepimpimpinannya ia menampilkan dirinya sendiri.
    Ia selalu berangkat dari otoritas yang dimiliki bukan dari hasil ibadahnya. Model seperti ini lebih jahat dari seorang pemimpin atheis yang kafir. Baginya apapun termasuk agama yang tidak tunduk kepadanya diberantasnya tidak kepalang tang-gung! Takut agama lain berkembang maka ia akan menghancurkan pesaingnya dengan membatasi ibadah yang ada, akibatnya tidak disadari harus dibayar dengan mahal!
    Di masa silam Kaisar-kaisar Roma yang bengis takut kehilangan popularitas dan kehormatan. Para Kaisar yang bengis menjadikan dirinya sendiri Tuhan dan meminta penyembahan dari siapapun juga. Akibatnya tempat-tempat ibadah ditutup, dan anak-anak Tuhan dipaksa murtad dan tentara-tentara kerjaan Roma mengkuliti hidup-hidup orang-orang Kristen.Tuhan juga tidak bisa tinggal diam, Ia menghancurkan Roma tanpa peperangan. Kebesaran Kaisar Roma hancur tanpa pergantian kerajaan yang lain sampai sekarang. Keme-gahan Roma hilang dengan ber-lalunya waktu tanpa ada kebanggaan yang patut di pertontonkan.
    Hukum kerajaan Allah menyatakan bahwa barang siapa berlaku benar terhadap orang-orang pilihan Allah atau yang kemudian disebut sebagai orang Kristen yang benar, maka mereka akan mendapatkan upah dan berkat yang berkepanjangan. Sebaliknya hukum selanjutnya mengatakan barang siapapun memperlakukan orang-orang percaya dengan semena-mena akan mendapat murka Allah yang berakibat keseng-saraan dan penderitaan. Malapetaka tersebut tidak akan pernah selesai tanpa adanya pengakuan dan pertobatan serta memulihkan kembali keadaan orang-orang percaya dengan memberikan kebebasan sepenuhnya untuk orang percaya menyembah Tuhan semesta.
  
2. Menghilangkan     identitas
  
   Pada dasarnya eksistensi Israel yang merupakan umat pilihan Allah ditiadakan dengan tidak hormat. Keberadaan tanah Gosyen tanah perkampungan Israel tidak lagi tempat kehormatan seperti pada zaman Yusuf, tetapi menjadi tempat kumuh yang ditinggalkan oleh rakyat Mesir.
      Perlakuan sewenang-wenang itulah yang membuat Tuhan murka dan menulahi bangsa Mesi (Kel 3:7)  Mata Tuhan tidak tahan melihat penyiksaan yang dilakukan kepada umatNya. Tuhan telah mengambil keputusan mengidentikkan diri sama dengan umatNya. Ketika Saulus menganiaya orang-orang Kristen, maka kemarahan Tuhan nampak melalui dialog antara Yesus Kristus dengan Saulus (Kis 9:3-5).
    Kalau saja semua bangsa mengerti bahwa Tuhannya orang Kristen mengidentik-kan diriNya sendiri dengan umatNya, ma-ka mereka tidak akan berani memandang sebelah mata. Kenya-taan yang sekarang ada adalah orang-orang dunia maupun pengu-asa-penguasa dunia ini tetap terus menerus melalukan teror dan berusaha keras bukan hanya menghalangi perkembangan Injil, tetapi juga ingin menghapus kehidupan Kristus di dalam hidup berbangsa dan bernegara. Di negara-negara tertentu yang menganiaya kekristenan dan menghancurkan iman Kristen, cepat atau lambat akan menerima tulah dari Tuhan, entah itu banjir, bencana alam atau segudang kutuk yang Allah persiapkan untuk me-nunjukkan bahwa biji mataNya tidak boleh ‘dicolek’ oleh siapapun (Zak 2:8) 
    Mengapa banyak orang Kristen teraniaya tidak membalas? Gereja dibakar, tidak membalas dengan membakar tempat ibadah yang lain? Apakah orang-orang Kristen sudah tidak punya nyali ala perang salib? Tidak punyakah kekuatan dan senjata? Pertanyaan itu salah besar, Yesus tidak pernah membalaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kasih dan doa. Tampar pipi kanan berikan pipi yang kiri, pembalasan bukan di tangan manusia, tetapi hakNya Tuhan! Tetapi bukan saja itu alasan yang utama, orang-orang  percaya sadar benar bahwa orang yang melakukannya sedang menimbun kutuk di atas kepalanya.
   Suku bangsa manapun yang membenci anak-anak Allah atau umat pilihan itu berarti berhadapan dengan Tu-han, dan perlu disadari sampai keturunan ke tiga dan ke empat kutuk tersebut belum lalu dari keturunan mereka. Membahayakan sekali
   Tuhan tidak pernah mentorerir musuhnya siapa yang sering kali membuat ulah ketidak tenangan dalam wilayah kerajaan Allah maka Tuhan akan membabat habis dengan caraNya. Wilayah kerajaan Allah di muka bumi ini ada dalam lingkungan anak-anak Tuhan yang setia. Gereja yang memuliakanNya diidentikkan dengan surga siapa berani mengaduk-aduk kutuk Mesir akan menghampirinya

PERTEMUAN AKU DAN aku yang lain

Pdt. Timotius Bakti Sarono

 

Matius 4:1-11

Seorang pertapa berkata : “selalu saja ada orang berlebih di dekatku,” Selalu yang pertama itu satu, tapi lambat laun akan menjadi dua!” 

Read more: Pertemuan Aku dan aku

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.