Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini504
Kemarin647
Minggu Ini1797
Bulan Ini13139
Total Pengunjung728096

IP Kamu 54.81.158.195 Wednesday, 20 June 2018

Guests : 87 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PERTEMUAN AKU DAN aku yang lain

Pdt. Timotius Bakti Sarono

 

Matius 4:1-11

Seorang pertapa berkata : “selalu saja ada orang berlebih di dekatku,” Selalu yang pertama itu satu, tapi lambat laun akan menjadi dua!” 

     Sang Pertapa hendak bertutur ringkas namun penuh makna bagi siapapun yang ingin belajar kejernihan jiwa. Banyak orang selalu belajar dari diri orang lain tetapi tidak mau belajar dari dirinya sendiri entah itu kegagalan atau keterpurukan yang dialaminya dalam hidup kesehariannya.

        Harus disadari bahwa bincang-bincang dengan orang lain bisa mendapatkan pengetahuan tetapi orang harus menyadari percakapan dengan dirinya sendiri akan menghasilkan kekuatan dan keindahan. Allah yang Ajaib tidak sedang bertahta di singgasanaNya saja tetapi Ia menyatu didalam jiwa ciptaanNya yang unggul yakni umat tebusanNya! Setiap orang bercaya harus bisa membangkitkan gairah keintiman dengan Dia yang melekat dalam jiwa yakni AKU yang bersemayam dalam roh yang paling dalam.

    Tidak jarang orang yang selalu berkata dengan akunya sendiri akan mengalami pengalaman spiritual yang indah apalagi bila berjumpa dengan si AKU yang besar akan mengalami pengalaman spiritual yang spektakuler! Manusia pada dasarnya makluk roh yang hanya diselimuti daging. Jadi jika ia ngeroh maka pengalaman spiritualnya akan muncul namun kalau ia hanya melulu birahi dan nafsu bejat yang dikejar maka yang ada hanyalah kekeringan jiwa. Sekalipun kenikmatan dapat direguk tetapi durasinya hanya sesaat yang menghasilkan produk-produk malapetaka berkepanjangan.

Dalam kolam kehidupan ini orang tidak akan menemukan pengalaman spiritual bila menjadi pemuja uang dan penjilat kekuasaan serta gila hormat. Orang harus berani mengubur kebisingannya dan mau hening dan berdiam diri maka ia akan menemukan jati diri yang sebenarnya. Lebih dari itu perjumpaan antara aku dan diriku sendiri dapat dijumpai dengan perbincangan yang apik tanpa prasangka antara jiwa dan tubuh yang saling menuduh dan mendakwa. Pemazmur pernah bertutur santun dalam nyanyiannya : “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu (Maz 116:7).

Pemazmur hendak bertutur ringkas bahwa didalam diri seseorang harus saling menyapa antara aku dan diriku, ngomong.....aku mau ngomong..... ngomong donk sayang.... itulah cuplikan diri yang hendak menyapa jiwa dengan sapaan indah, menyuruhnya tenang.... adem ayem... tidak grasak-grusuk alias kacau. Bicara donk ayo kami menanti engkau bicara?. Siapapun pengkotbah yang berbicara ketenangan jiwa tidak akan mempan didalam diri siapapun, kecuali orang yang mendengarnya menyuruh jiwanya untuk teduh sendiri dan sejuk diarena keindahan hadirat Tuhan! Namun dibalik percakapan jiwa dan diri sendiri masih ada AKU yakni Tuhan yang bersemayam di lubuk hati paling dalam! Keteduhan jiwa itu muncul dalam padang gurun ditengah-tengah kesepian, sendiri dan tanpa seorang sahabatpun! Orang yang sudah akur dengan dirinya sendiri, tidak gampang plintat-plintut dalam menjalani sang kehidupan!

Input data dalam jiwa itu terletak kata ngomong donk yakni kemampuan seseorang untuk berbincang-bincang dengan jiwanya. Meski tanpa suara dialog kemesraan antara diri sendiri dan aku ini akan terus didalam alur-alur keintiman diri sendiri. Orang yang akrab dengan dirinya dan tidak ada masalah dalam jiwanya akan lebih mudah menjangkau Tuhan. Namun bila seseorang trouble sendiri dalam dirinya akan sangat susah menemukan AKU yang besar didalam jiwanya. Yesus sering kali mengatakan setiap orang percaya memperkatakan firman dalam dirinya! Ia menantang kalau kamu memiliki iman sebesar biji sesawi “katakan” kepada gunung ini! Ingat akan katakan alias bicara saja jangan diam dan jangan hanya melihat tapi sekali lagi katakan maka ia akan berpindah! Katakan kepada diri segera, gunung kesusahan, dendam dan akar pahit pergi .... maka ia akan segera pergi!

 

 

God is dead

 

Banyak orang membunuh Tuhan melalui timbunan sampah kejahatan yang merasuki hidupnya. Bahkan Tuhan yang berada dalam singgasanaNya di hati sengaja di lengserkan oleh tingkah polah yang amburadul tanpa sedikitpun santun dengan mempersilahkan Ia terus berada di tahta hati memerintah sang kehidupan. Bias-bias kemuliaanNya tidak lagi tampak pada wajah anak-anak Tuhan tetapi tenggelam di dasar lautan jiwa yang tidak dapat diukur kedalamanNya. Pada permukaan kehidupan anak-anak Tuhan hanya berenang di arena kesulitan hidup dan tenggelam didalam pencarian duit yang tidak ada habisnya. Tuhan sungguh-sungguh diabaikan oleh kesemrawutan memburu nafkah, kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala, persis ubur-ubur! Manusia tidak lagi ditempatkan sebagai makluk mulia sebab sudah menjadikan dirinya sendiri budak mamon sehingga menyulap dirinya menjadi ubur-ubur binatang yang tidak ada nilainya!

Ketika Nietze berkata : God is dead Allah yang mati, dirinya tidak sedang meniadakan eksistensi Allah Sang Pencipta! Nietze frustasi melihat tingkah polah orang-orang Kristen yang memiliki Tuhan yang hidup tetapi tingkah polahnya seolah-olah tanpa Tuhan. Orang-orang Kristen tidak sedikitpun menyiratkan hidupnya bahwa ada Tuhan didalam hatinya. Hidupnya amburadul tidak seperti Allah yang teratur dan disiplin. Ia yang bersemayam dalam kekudusan dalam hati tetapi kenajisan dengan pikiran ngesek melulu mengelilingi kehidupan orang-orang percaya! Tuhan telah mati dilingkungan gereja Tuhan. Ia hanya ada dalam musium Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Akhirnya karena ulah anak-anak Tuhan inilah si Nietze ini sungguh-sungguh lari dari hadirat Tuhan menjadi deretan pemberontak yang membunuh Tuhan sungguh-sungguh dalam hatinya! Nitze tidak lagi menemukan AKU disamping akunya yang seharusnya membutuhkanNya.

Berbeda dengan Khalil Gibran seorang Kristen Libanon yang sangat taat kepada TuhanNya. Dalam buku-buku syairnya menyiratkan betapa frustasinya melihat pemimpin-pemimpin gereja yang hidup oleh peraturan gereja bukan hidup karena imannya kepada Tuhan. Kritik pedasnya kepada para pemimpin gereja yang hidup ceroboh tanpa Tuhan menyakiti hati jemaat dengan dokma gereja dan seribu satu peraturan gereja membuat khalil Girbran nek muntah-muntah dan segera hengkang dari atmosfer kepemimpinan rohani yang duniawi! Yang ada didalam benak para hamba Tuhan hanya jabatan dan theologi, serta merasa dirinya hebat. Mereka menampilkan kehebatan dirinya tanpa membiaskan kemuliaan kasih Tuhan terpancar dari tutur kata dan tingkah polahnya!

Yermia telah mengatakan akan tingkah polah pemimpin yang tidak lagi memiliki Tuhan didalam dirinya! Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai (Yer 10:21) . Lebih lanjut sesama nabi Yehezkiel juga mengkritik pedas para pemimpin rohani yang amburadul, "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? (Yeh 34:2)

Mahatma Gandhi yang terkagum-kagum akan pribadi Yesus dalam kotbahnya di bukit. Ia sudah belajar melangkahkan kakinya ke gereja Tuhan dan tertarik apa yang disampaikan Yesus dalam kotbah dibukitNya. Namun di depan gereja ia di hadang orang yang tidak simpatik dengan warna kulitnya dan menolak mentah-mentah dengan alasan tidak ada bangku lagi di gereja itu. Si tokoh pendamai tanpa kekerasan itu segera meninggalkan gereja dengan suatu tekad tidak akan menjadi kristen, sebab banyak orang gereja sudah kehilangan Kristus dalam hidupnya. Ketika dalam suatu perjalannya ada seorang pendeta menginjilinya dengan bercerita tentang Yesus Kristus dengan segudang kefasihan lidahnya.... bla...bla..blanya... Mahatma Gandhi hanya berdiam diri saja! Sang Pendeta dengan keyakinannya ingin mempertobatkan Gandhi berkata, apakah bapak mau menerima Yesus Kristus? Dengan berpura-pura kaget sang tokoh ini berkata : oh... maaf pak .... bapak bicara tentang Yesus ya? Saya berpikir bapak sedang berbicara raja-raja minyak atau konklomerat di negara Amerika! Mahatma Gandhi hanya membawa pengajaran Yesus dan mengaguminya tanpa mengimani keselamatannya karena ulah anak-anak Tuhan yang tidak santun dalam bertutur kata tentang Tuhan. Bagaimana mereka bisa menceritakan Tuhan kalau tidak pernak berkata dengan Tuhan dalam hatinya?

 

Ia menanti didalam

 

Eksistensi Tuhan tidak lagi tampak dalam keseharian seperti para murid Yesus ketika membiarkan gurunya tidur nyenyak di buritan kapalnya. Secara tidak sengaja para murid meniadakan kehadiranNya ditengah-tengah geliat kehidupan yang sedang dijalaninya. Ego yang terlalu sombong memberikan kontribusi setan dalam mematikan Tuhan dalam setiap inci kehidupan siapapun. Tuhan segera lengser dari singgasananya oleh ulah selera rendah dan duniawi! Memang harus diakui secara logika para murid lebih piawai dalam menghadapi kehidupan laut karena mereka memiliki sertifikat nelayan sementara Yesus sebagai tukang kayu yang tidak ada sangkut pautnya dengan a b c nya pelayaran!

Seolah-olah para murid hendak berkata : “tanpa Yesus, kami bisa sampai tujuan.” Namun realitasnya berbicara lain ditengah badai dan gelombang mereka baru sadar bahwa profesionalisme selama ini tidak sanggup meneduhkan gelora danau Kineret dan akalnya mentok menghadapi ganasnya laut Galilea dan kecanggihnya pupus ketika amuk gelombang besar danau Tiberias! Para murid baru siuman masih ada seorang pribadi dibawah sana yang perlu diajak berembuk atau bicara dalam menata keteduhan gelora yang mengancam. Sang Guru Agung yang membangun tahtaNya di lubuk hati yang paling dalam menghargai detak-detak kehidupan yang mau menyapaNya!

Jujur saja Dia akan terus tidur dan berdiam diri, bila tidak ada yang menyapaNya! Ia tidak cukup puas bila diberi kesempatan berdiri didepan pintu dan mengetok (Wah 3:20) tanpa suara keras atau teriakan paksa supaya dibukakan! Namun kebanggaanNya bila ada secercah harapan sapaan dari dalam oleh pribadi yang merindukanNya! Kidung agung telah menceritakan kesabaran yang kekasih jiwa menanti di depan pintu, ..... Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!" (Kid 5:2). Ungkapan ini adalah gambaran sang kekasih jiwa kita menanti didepan pintu dengan harapan ada aku kecil yang mau menyapaNya! Sang “AKU” rindu bercumbu dengan si aku untuk bercengkerama berdua semakin dalam dan asyik!

Bagaikan sulamit yang menggambarkan kehidupan orang percaya terlalu banyak alasan untuk membiarkan Tuhan singgah diruang pelaminan jiwa dan mencumbui kemesraan rohani kita! Sulamit berkata : "Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?" ( Kid 5:3). Apa sih susahnya memakai baju dan menyambut sang kekasih? Anak-anak Tuhan yang telah menanggalkan jubah kekudusannya dan menggantikan dengan pakaian dosa dan noda, harus menggenakannya lagi! Dan menyambut sang mempelai jiwa kita yakni Yesus Kristus! Tidak ada alasan tidak layak, masih berdosa dan sederetan alasan yang tidak beralasan untuk kembali bertobat dan mengajak bersentuhan dengan Tuhan dalam aneka tutur kata yang manis dan penuh keintiman! Yesus menghargai orang yang mengundangNya dan Iapun akan bertindak dengan segera, Markus 4:39 mengatakan Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Ada sejuta ke indahan dari 2 kata yang Yesus ucapkan, kata pertama Ia berkata diam, kata ini berasal dari kata siopao di ucapkan see-o-pah'-o artinya diam, bisu, penuh ketenangan dan keteduhan! King James menterjemahkan dengan kata damai! Orang yang memiliki kejernihan jiwa akan bisa tenang ditengah hiruk pikuknya persoalan yang hilir mudik dengan berbagai macam kemacetannya. Siapapun yang belajar berdiam diri akan mendapat kekuatan baru! Yesaya 41:1 mengatakan Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk beperkara! Sang nabi ingin memastikan kepada semua orang indahnya berdiam diri dihadapan Tuhan menghasilkan kekuatan ekstra untuk bertarung menjalani kehidupan ini! Lebih lanjut nabi zakharia hendak mengatakan dengan berdiam diri maka Tuhan akan bangkit dari singgasanaNya untuk memberi pertolongan, Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediamanNya yang kudus (Zakh 2:13)

Kata kedua Yesus ucapkan hampir senada dengan yang pertama adalah tenanglah phimoo diucapkan fee-mo'-o artinya suatu alat yang dipakai untuk memberangus, King james menterjemahkan dengan muzzle (bisu). Setiap orang harus belajar bisu terhadap apa yang dunia katakan dan mulai berikhtiar untuk berbicara dengan Tuhan “AKU” yang ada didalam sana! Selama celoteh terus berkumandang di bibir manusia dengan segala sumpah serapah dan ketidak puasan, jangan harap AKU yang ada didalam sana mau bicara! Nasehat dari Nehemia agar semua orang tenang karena didalam ketenangan ada sukacita dan tidak dihantui kesusahan ! Nehemia 8:12 ....orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!" (Neh 8:12).

Ketika para murid menghadapi ketakutan dan mengira hantu laut sedang menghampirinya maka Yesus berkata : tenanglah, Aku ini jangan takut (Mat 14:27). Petrus yang belajar dari ketenangan didalam diri Yesus memberi kesimpulan dengan manisnya, Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa ( 1 Pet 4:7). Adakalanya doa menjadi semrawut karena sikap pendoa yang tidak tenang. Hidup yang penuh kegelisahan tidak akan mampu mendatangkan doa yang penuh kuasa sebab doa yang penuh kuasa dapat diperoleh dari iman dari jiwa yang penuh ketenangan!

Didalam kehidupan manusia terdapat aku dan diriku yang harus sinkron dalam tatanan kehidupan! Dengan kata lain seseorang tidak akan menemukan aku yang sebenarnya dengan segala kekuatan yang dimilikinya kalau orang tersebut hanya larut dan tenggelam dalam padatnya jadwal kerja dan keletihan yang merontokkan tulang belulang. Ditengah-tengah kebisingan arus informasi yang canggih, ekonomi pasar saham yang naik turun serta suhu politik yang semakin membusuk orang dibawa kedalam persaingan diri dengan orang lain disekitarnya bukan dengan Tuhan dan dirinya sendiri!

Seorang guru pernah berucap manis dengan kalimat filsafat bahwa : “Aku tidak dapat hidup tanpa aku yang lain”. Kalimat itu menyiratkan bahwa setiap orang harus ingat bukan saja ada aku kecil didalam sana tetapi juga ada AKU besar yang terus menanti untuk bertanya dan menjawab segala keruwetan kehidupan ini! Terkadang ada konflik berkepanjang didalam jiwa, tidak pernah akur, saling memaki, menganggap satu dengan yang lainnya tidak waras karena kurang harmonisnya diri sendiri dengan akunya. Bila masalah seseorang terletak bukan diluar tetapi didalamnya maka ia termasuk orang yang sedang bermasalah, kalau ia tidak damai dengan dirinya pasti ia akan perang dengan apa yang ada diluar! Ini belum termasuk tidak akur dengan AKU yang besar dalam jiwa sehingga dapat dipastikan ketidak harmonisan aku dengan AKU yang besar akan memunculkan kekacauan dalam segala tatanan kehidupan!

Seseorang yang mengasingkan diri dari hiruk pikuknya kota yang sarat dengan berbagai beban dan tekanan hidup akan menemukan dirinya sendiri ditengah-tengah kesepian, rasa lapar dan tanpa sahabat dan handai taulan! Orang baru sadar dan menemukan aku yang sebenarnya saat-saat berlalunya kesibukan tanpa dering Handphone, fax dan sms, saat-saat menyendiri maka seseorang akan menemukan jati diri yang sesungguhnya! Yesus sendiri mengajarkan tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Mat 6:6) Orang tidak lagi bertanya dimana Allah atau siapakah aku yang sebenarnya tetapi setiap orang dituntut untuk eksis ditengah-tengah persaingan globalisasi. Jangankan mengadakan perjalanan kedalam jiwa dan mencari AKU yang tersembunyi disana tetapi orang sudah penat akan berbagai persoalan hidup ini!

 

Sinyal Padang gurun

 

Padang gurun akan memberikan sinyal-sinyal kerohanian yang sejati. Petikan kecapi terdengar dari perut yang kosong memberikan nuansa kehausan akan Tuhan. Disinilah adanya pertemuan antara aku dan AKU yang besar yakni Allah sendiri! Musa seorang pemimpin besar bangsa Israel menemukan akunya saat membunuh orang Mesir yang menganiaya orang Ibrani. Namun aku kecilnya sudah terkontaminasi dengan kemewahan Mesir dan kebanggaan diri akan anak Firaun! Hati nurani yang murni yang berasal dari keturunan Israel telah diselimuti oleh keagungan raja Firaun! Berangkat dari kemampuan kuasa yang dimiliki maka ia melakukan pembunuhan orang Mesir yang menganiaya orang Israel!

Namun kebanggaan diri menjadi pahlawan kesiangan berubah menjadi hinaan dan ketakutan terhadap diri sendiri (KEL 2:11-14). Penemuan akunya Musa tidak dikehendaki Tuhan, Musa harus menemukan Allah yang sebenarnya. Untuk itulah Musa harus menyingkir dulu ke Padang gurun selama 40 tahun dan kemudian ia menemukan aku kecilnya yakni dirinya sendiri yang sejati dengan didampingi AKU yang besar yakni AKU ADALAH AKU yaitu Allah YHWH yang memberikan kuasa untuk memimpin bangsa Israel dari perbudakan Mesir! Daud telah menyelesaikan konflik batin oleh karena “kecelakaan” kehidupan yang dibuatnya. Kemudian ia baru mampu menuliskan syairnya dengan manis, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku (maz 23:4).

Yesus seorang yang telah lulus dari akademi padang gurun! PribadiNya, tubuh, jiwa dan RohNya tidak pernah ditemukan celah ketidak harmonisan, kejernihan hatinya bagaikan simponi yang indah! Iblis tidak pernah bisa memasuki wilayah kehidupan Yesus karena ditemukan Yesus bersih dalam setiap lorong-lorong jiwanya, isinya penuh kemuliaan, hadirat Allah, kasih Bapa meluap-luap bagaikan lautan yang gelombang yang siap menghempaskan apapun yang menghadangnya! Sementara orang banyak kalah ditemukan bahwa jiwanya yang lembut bertentangan dengan sikapnya yang kasar karena keadaan yang memaksa! Paulus sendiri memiliki pertentangan batin dengan tingkah polahnya yang digambarkan sebagai orang-orang yang berdosa! Roma 7:26 Menyatakan : “Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Yesus memiliki pribadi yang sempurna yang akur dengan dirinya sendiri si aku kecil bergabung dengan AKU yang besar sehingga tidak ditemukan celah sedikitpun sehingga iblis dapat memasukinya! Yesus tahu siapa dan apa yang akan dihadapinya! Yesus satu-satunya pribadi yang damai dengan dirinya sendiri sehingga Iblis tidak memiliki hak sedikitpun memasuki dan menaklukkan wilayah yang yang dimiliki oleh Yesus. Dalam pelayananNya Yesus mengatakan : “Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Yesus sendiri meyakinkan dirinya bahwa : "Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Luk 4:18-19). Seluruh gerak pelayananNya dimulai dari BapaNya dan oleh pimpinan Roh maka semua karya keselamatan diselesaikanNya.

Banyak orang menemukan dirinya sendiri saat ia marah besar, ia sadar telah menemukan siapa dia sesungguhnya. Yang lainnya menemukan dirinya saat ia pesta pora dalam kemewahan, rasanya bangga jati dirinya telah ditemukan. Ini belum termasuk mereka yang merasa puas dan menemukan dirinya saat hidup dalam kenajisan dengan gonta ganti pasangan. Rasanya semuanya telah ditemukan dirinya identik dengan apa yang terburuk yang dilakukannya. Namun Yesus menemukan diriNya sendiri saat sejati saat ia berdiam diri menemukan BapaNya!

Pertemuan dengan sesuatu yang Illahi tidak terletak pada keramaian kota dan tumpukan dollar tetapi ada dalam derita dan jeritan hati! Ayub bapak penderitaan mengatakan dengan sederhana dalam bahasa kefrustasiannya, “Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. (Ayub 23:8-10). Keadaan serupa disambung oleh Pemazmur dengan ucapan, Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (Maz 73:26).

Terkadang Allah tidak membiarkan ditemukan oleh beberapa orang tertentu sebab Allah sedang menempatkan orang tersebut dalam padang gurun! Ia akan menjadikannya orang yang “sakti” tidak akan tersentuh oleh kuasa kegelapan. Ia tidak mudah dengan mengobral pertolonganNya sehingga menjadikan seseorang kolokan dan gampang merengek-rengek seperti anak kecil! Terkadang Ia memperlambat kiriman pertolonganNya sampai seseorang betul-betul tahu hanya bergantung hanya kepadaNya saja sebab dipadang gurun tidak pernah ada siapapun juga selain dirinya sendiri dan Tuhan! Tipe orang yang lulus dari padang gurun akan menghancurkan kuasa kegelapan dengan aneka godaan apapun juga!

Lihat saja Elia, satu-satunya nabi yang mampu mendatangkan api turun dari langit! Seusai demontrasi mujizat spektakuler Elia masih mereguk kemenangan dengan menyembelih nabi-nabi Baal yang berjumlah 450 orang itu! Suatu angka yang belum pernah diraih siapapun dalam membantai lawan-lawan Allah melalui pembantaian yang membabi buta dan mengalirkan darah seperti sungai tersebut! Setiap orang percaya tidak boleh hanya tenggelam dalam urapan yang mampu menarik kuasa Allah untuk demontrasi mujizat tetapi bila setiap orang percaya terus berada dalam kegersangan padang gurun dengan Tuhan maka akan terus mendapati kemenangan tanpa rasa frustasi dan kegelisahan.

 

Penyakit Dalam

 

Orang yang hidupnya mudah linglung dan gampang kagetan sudah pasti trouble dari dalam. Mau dikata apa yang namanya rusak didalam maka perlu ada pembenahan si aku kecil untuk lebih lagi di format kedalam AKU yang besar. Selama aku belum pernah berjumpa dengan AKU yang sesungguhnya maka dapat dipastikan sang kehidupan mudah gelisah, lupa diri dan gampang sombong kalau kaya dan mudah nervouse kalau miskin. Terkadang over confidence yakni percaya diri yang berlebihan sehingga gampang juga underistimate terhadap orang lain. Kayaknya semua orang dibawah dirinya sebab dia menganggap dirinya sudah berada dalam titik kulminasi yang paling super sendiri! Inilah penyakit yang tidak dianggap sakit yang tidak membutuhkan dokter manapun. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan penyakit jiwa yang akan meruntuhkan apapun juga! Obatnya sederhana saja siapapun orangnya harus menurunkan akunya dan menaikkan bendera AKU yakni Yesus bertahta dalam hatinya!

Kerusakan didalam menimbulkan stress dan gampang gugup, ngomel dan menggerutu bila ada kelelahan, atau sesuatu yang menekan dirinya. Walau tekanan ini sangat kecil orang tersebut sudah menganggap gempa bumi dan gelombang tsunami datang. Model ini tidak siap dengan perubahan sekecil apapun juga, perubahan sedikit saja rasanya dunia ini kiamat dan habis sampai tuntas! Jiwanya terlalu rapuh karena siakunya selalu dimanja oleh dirinya sendiri sehingga kalau saja ada orang lain yang menyentuh sangkar emas yang dibangunnya maka ia akan memberikan reaksi keras. Namun sebaliknya kalau perlakuan orang lain itu menyukakan dirinya ia akan tertawa terbahak-bahak. Coba saja ada suatu peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginannya maka ia akan “mencak-mencak” alias marah sampai murka yang besar, kemudian diam stress sendiri! Stress berkepanjangan yang menghasilkan depresi dan saudaranya trauma akan membuahkan penyakit menaun yang sulit disembuhkan sebab tidak ada obat bermerk manapun sebagai antibiotik dan obat penenangnya sebab penyakit tersebut disebabkan oleh karena akunya yang sakit didalam hati yang paling dalam.

Seseorang yang rusak didalam sudah pasti gampang tersinggung tetapi ia tidak sadar suka menyinggung orang lain. Ketika melihat orang berbisik-bisik dan mata orang tersebut kebetulan mengarah kepada dirinya, kontan saja memvonis bahwa orang yang berbisik-bisik sedang menyindir dirinya. Langsung marah dan mengambil sikap untuk menjauh. Biasanya orang jelek suka menjelekkan orang, sebab apa yang ada didalam sudah sangat jelek maka yang keluar bisanya hanya menjelekkan orang. Padahal sesama orang jelek dilarang mendahului dan dilarang sombong. Kalau orang pintar dan kaya sombong masih ada yang dibanggakan walau sebenarnya tidak boleh. Namun orang yang sakit didalam maka sudah miskin dan goblok sombong lagi dalam bahasa lainnya, nggak ada prestasi namun yang meleket arogansi diri membludak nggak karuan!

Orang yang ‘nervouse” alias minder adalah orang yang memiliki tingkat kesombongan yang tersembunyi. Orang model ini susah diformat kedalam kebenaran Allah. Ketika Adam jatuh dalam dosa (Kej 3) adam mengalami ketakutan sekaligus minder menghadapi Allah. Adam terlalu berkubang dalam suasana dirinya, yang melingkupinya hanyalah ketakutan, focus utama hidupnya hanya pelanggaran. Allah datang sebenarnya tidak akan menghukum, tidak ada tanda-tanda Allah membawa tsunami dan gempa bumi, bahkan Ia membawa kesegaran dan keindahan. Alkitab mencatat : “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman (Kej 3:8).

Seperti rumah sakit sekarang yang tidak menimbulkan kesan sebuah rumah sakit maka rumah sakit dibangun dengan asesoris seperti hotel. Semua diperuntukkan agar para pasien tidak mengalami trauma memasuki rumah sakit yang seperti kamar mayat! Tidak jarang ada orang betah dirumah sakit karena lingkungannya yang asri. Sering didapati orang yang mengikuti asuransi rawat nginap, walaupun sakitnya bisa berobat jalan tetapi mengingat asuransi yang mengcover maka ia memohon untuk dapat masuk rumah sakit dan tinggal disana walau beberapa waktu. Tuhan ketika ingin memformat Adam dan Hawa dalam keadaan akunya yang rusak berat Ia tidak membawa jarum suntik, tabung oksigen tetapi mereka dibawa kedalam alunan angin yang sejuk dan menyegarkan.

Orang yang minder kesombongannya mengarah kepada dirinya sendiri, yang dilihat hanya berhala-berhala egoismenya sendiri. Lantunan nyanyian : andaikan Kau datang kemari, jawaban apa yang akan ku beri. Tidak dilantunkan sebab tidak ada jawaban yang memuaskan Allah karena bersumber dari dirinya sendiri. Lihat saja kisah kejatuhan manusia, Allah sudah datang baik-baik dengan suasana angin sejuk, seharusnya manusia nyaman....eh malah ketakutan. Dilihat dari kasad mata saja sudah berbeda apalagi didalamnya. Jawaban Adam kepada Allah tidak sinkron, Allah bertanya kepada jawabannya kemana tidak jelas. Inilah dialog yang tidak sinkron yang diakibatkan akunya yang sudah rusak!

 

Allah : Adam dimana engkau?

(seharusnya berkata, aku disini Tuhan-tetapi sebaliknya ia berkata mengeluarkan seluruh apa yang menimpa dirinya dan keadaan yang melingkupi dirinya sendiri panjang lebar, allah tidak sedang membutuhkan keterangan tetapi jawaban singkat-Ia tidak suka bertele-tele)

Adam : "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." (Kej 3:10)

Allah : FirmanNya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" (kej 3:11)

(Seharusnya Adam berkata : nggak tahu Tuhan tiba-tiba saja aku merasa telanjang, dan Ia harus jujur berkata aku sudah maka pohon pengetahuan baik dan jahat- sebaliknya jawabannya langsung menghakimi istrinya)

Adam : Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (Kej 3:12)

 

Jawaban yang tidak selalu sinkron ini justru mendatangkan murka Allah sehingga muncullah berbagai macam kutuk yang melekat pada bumi ini! Kalau saja Adam santun dan tenang dalam menjawab dan jujur maka Tuhan akan memberi pengampunan. Karena kerusakan yang ada dalam hati Adam ini sejarah manusia akan tercipta booming malapetaka terus menerus! Perlu disadari setiap orang bahwa kerusakan didalam selalu diakibatkan dosa yang berbuahkan mudah tersinggung, gila hormat, minder dan sederetan segala sesuatu yang buruk!

 

 

Penyakit luar

 

Realitas ini sering terjadi dilingkungan anak-anak Tuhan dan tidak jarang mengalir didalam diri para pelayan Tuhan bahwa akitivis dan pejabat gereja banyak yang cuma petangtang-petenteng di gereja! Kelihatan dimata jemaat, mereka semua masih punya peran tapi sebenarnya tidak lagi berfungsi apapun juga! Ada diantara mereka yang seolah-olah menjadi pahlawan, gagah perkasa dan tidak ditemui satu kelemahan sedikitpun padahal sebenarnya yang ada adalah dirinya pengecut dan pecundang yang tidak layak menyandang gelar seorang hamba Allah yang hidup. Bagaimana bisa disebut hamba Tuhan? Kalau sepanjang pelayanannya mereka hanya mengurusi urusan dirinya sendiri dan bukan mengurusi urusannya Tuhan! Sehingga Tuhan tidak mau mengurus urusannya, sebab sudah diurus sendiri! Untuk itu belajarlah mengurus urusannya Tuhan jangan dipusingkan urusan sendiri sampai Tuhan malu hati! Dia adalah model Allah yang tidak pernah berhutang akan ganti mengurus urusan orang yang mengurusNya! (Mat 6:33)

Kalau didapati hamba Tuhan dan anak Tuhan tidak lagi berdoa dan kurang interes terhadap kebenaran maka ia sedang mengurusi urusannya sendiri! Kalau dibedah tubuhnya yang ada hanya kekuatiran dan kesulitan, kesusahan yang menggunung dan masalah yang se cargo maka sudah pasti si aku sedang bersahabat dengan urusannya sendiri dan bukan urusannya Tuhan! Inilah yang menimbulkan penyakit yang disebabkan bukan virus tetapi sesuatu yang lainnya. Akibanya orang-orang ini hanya memproduksi orang yang sakit hati. Barisan sakit hati yang memunculkan sumpah serapah saling bertaburan di gereja Tuhan yang mengeringkan urapan Allah mengalir ditengah-tengah ibadah. Banyak hamba Tuhan hanya menciptakan orang yang menghormati dirinya sendiri dan sangat underestimate terhadap orang lain. Kalau kehadirannya bisa dihormati orang belum tentu orangnya bisa menghormati kehadiran Tuhan Yesus diwilayahnya. Pesakitan ini sudah memiliki mainan akunya sendiri yang dimodifikasi menjadi dewa yang disembah dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. Ampun deh! Tinggalkan urusanmu dan uruslah Tuhan!

Namun kalau seorang anak Tuhan mau mengurus Tuhan maka yang ada dibenaknya dan hatinya adalah satu kerinduan intim dengan Tuhan sepanjang malam dan puas hingga ia dapat tersenyum digelanggang kehidupan sepanjang siang hari! Kalau si aku tidak puas intim dengan Tuhan dalam gelap malam pasti rewel sepanjang siang bahkan dijamin main mata dan selingkuh dengan dunia ini! Orang kalau tidak puas dengan urusannya maka ia akan mencoba mengurusi urusan orang lain. Jika seseorang tidak puas dengan Tuhan maka ia akan mendapat tambahan urusannya dunia ini! Ketika Paulus mengatakan : namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi akudan menyerahkan diriNya untuk aku (Gal 2:20). Paulus telah meletakkan urusannya sendiri kedalam urusannya Tuhan. Hampir-hampir ia tidak punya hak untuk hidupnya sendiri. Paulus sudah jual diri dan harganya sudah lunas dibayar ( 1 Kor 6:20; 7:23).

 

Menyalibkan Aku bersama AKU

 

Anak-anak Tuhan dan para pelayanNya yang mengurus urusannya sendiri akan didapi dia seorang hamba dari si aku yang hidup bukan Allah yang “AKU ADALAH AKU” yang hidup. Padahal semua hamba Tuhan harus berani menyalibkan si akunya bukan lagi bisa mondar-mandir dibawah salib. Kalau orang masih bisa mondar-mandir dibawah salib itu berarti bukan sedang disalib bersama Kristus tetapi mereka itu adalah tentara Roma yang menyalibkan Yesus dan hampir bisa dipastikan akan menjadi trouble maker dalam tatanan gereja Tuhan! Setiap orang harus sadar tidak bisa menghargai apa yang telah dibuangnya! Seperti peri bahasa tidak menjilat ludah sendiri demikian anak Tuhan tidak bisa membiarkan akunya menjadi besar tanpa disalibkan terlebih dahulu! Alkitab mengatakan jangan sampai anak-anak Tuhan identik seperti yang diungkapkan oleh Petrus : “Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya." ( 2 Petrus 2:22). Orang model seperti inilah yang terkadang dianggap pensuplay rohani, suci, kudus, tiada bercela tetapi sebenarnya ia adalah vampire pengisap darah jemaat tanpa ampun. Bisa menikmati steak termahal hotel berbintang bahkan kelas diamond dari perpuluhan janda dan fakir miskin yang makan saja susah setengah mati!

Mengapa hal-hal miring bisa terjadi dalam pekerjaan Tuhan yang nota bene berada dala kontrol pengurapan Roh Kudus dan hadirat Tuhan yang terus mengalir diperdengarkan oleh lantunan lagu dan kotbah-kotbah keras dan terhebat di akhir zaman ini? Semua kembali karena si aku kecil telah melarikan diri dari Aku yang besar dan kembali kerutinitas attitude miliknya yakni sifat atau habits karakter lamanya! Mereka pikir seolah-olah hidup ini tidak akan menjadi hidup kalau tidak egois dan menghalalkan segala cara dalam merengkuh kehidupan ini! Tidak jarang masih sikut sana dan sikut sini demi sebuah jabatan yang tidak berarti apapun juga. Jauh lebih baik tanpa jabatan tetapi memberikan bau harum dan sedap dalam aroma kenikmatan daripada berkedudukan dan jabatan segudang tapi berbau menyan yang menyengat hidung yang membuat orang merinding dan menakutkan serta mengakibatkan muntah karena tingkah polah yang najis kelewat batas!

Belum lagi orang yang merasa tidak butuh orang lain dengan slogan I can do without you!. Udah hebat rupanya! Kekayaannya segunung yang mendongkrak prestisenya ingin meraup penghargaan dari orang lain sekalipun dirinya nggak punya prestasi apapun juga! Predikat orang yang prestise mulai memiliki kebutuhan merasa diri dibutuhkan orang! Semua orang harus bermuara didalam dirinya, ia lupa bahwa semua orang harus bermuara bukan dari aku kecil tetapi AKU yang besar yakni Allah sendiri! Prototipe kehidupan ini bukan dirinya tetapi Allah sendiri! Perkataan yang tidak santun itu bukan berarti berkata kasar dan kotor tetapi arogansi diri yang termanifes dalam perkataan yang merasa diri the best of the best merupakan fatalistik dalam dunia rohani! Dilingkungan anak-anak Tuhan yang ada satu saudara, satu keluarga dan satu roh saling membutuhkan menguatkan dan tidak saling membuang! Tegur sapa yang santun dan tutur kata yang manis merupakan ciri khas keindahan dirumah Tuhan!

Paulus menuliskan dengan jelas Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus ( Efe 4:3-7). Lebih lanjut Paulus mengingatkan agar setiap orang tidak lagi hidup dalam ego, perasaan dan pikirannya sebab orang yang mau serius dengan Tuhan hidupnya dipimpin oleh Roh Tuhan (Roma 8:4) sehingga mampu memiliki kemampuan menaruh pikiran dan perasaan Kristus (fil 2:5). Keindahan itu terformat dalam kehidupan anak-anak Tuhan dimana AKU dapat memformat total si aku yang tidak berdaya apapun juga!

Namun bila didapati siaku memiliki sistem sendiri yang tidak bisa diformat maka dapat dipastikan ia menyingkirkan diri dari kelompok besar yang penuh urapan dari Yesus Kristus yang selalu berkata sesungguhnya AKU berkata kepadamu itu, seperti yang diungkapkan : “Marilah kepadaKu, semua orang yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Mat 11:28,29). Jiwa yang tenang adalah sebuah jiwa yang membiarkan Yesus memberi kelegaan. Nilai tertinggi dalam kehidupan ini adalah bila seseorang merasa diri fres beres yang ada didalam sehingga dengan mudah akan menikmati yang ada diluar. Bila didalam sakit makanan seenak apapun juga akan terasa hambar dan tidak berarti apapun juga!

 

Berenanglah di sungai kehidupan

Seperti bangkai ikan mati ditanah kering, demikian orang akan mati dengan urusannya sendiri. Kalau ikan itu mau hidup ia harus kembali ke air dan berenang kian kemari dengan berbagai macam rintangan, baik sampah, arus air ataupun gelombangnya. Demikian juga orang harus kembali ke hatinya masing-masing dan disana menemukan aliran sungainya Tuhan. Seperti Pemazmur berkata : Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai (maz 46:5).

Sebenarnya Yesus Kristus sendiri ketika bertahta dihati seseorang maka Ia memberikan mata air kehidupan. KataNya : Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yoh 7:38). Yesus berani menjamin siapapun aku yang menemukan diriNya sebagai AKU disampingnya maka ia akan memberikan suatu atmosfer baru dalam tatanan kehidupan. Orang tidak lagi mati frustasi dengan urusannya sendiri tetapi dijamin menikmati yang terbaik yakni mata air kehidupan. Banyak orang menikmati masalahnya yang selalu muncul seperti mata air yang tidak pernah selesai. Akibatnya orang frustasi dan mati muda.

Hidup ini berharga untuk dihidupi bersama Yesus. Tanpa Yesus hidup ini tidak layak dihidupi (1 Yoh 5:12). Orang dunia akan mengalami kehidupan sejak lahir menderita akibat dosa, selama hidupnya menderita karena bertindak sebagai pendosa terus bahkan matipun menderita akibat menuai dosa. Kehidupan yang seperti itulah yang tidak layak dihidupi tetapi Yesus mengubah dunia baru ketika seseorang mempercayaiNya (Yoh 3) dan mengubahnya menjadi status anak Allah (Yoh 1:12) . Semuanya akan menjadi hidup bila seseorang menemukan AKU sebagai sumber mata air.

Dimana ada sungainya Tuhan maka disana ada kehidupan : Yeheskiel 47:8 mengatakan : “ Ia berkata kepadaku: "Sungguh ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hdup. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat." ( Yeh 47:8-12)

(t This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.