Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini56
Kemarin1184
Minggu Ini6091
Bulan Ini16721
Total Pengunjung1236905

IP Kamu 3.91.106.44 Saturday, 16 November 2019

Guests : 13 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

LIBIDO MENUJU TAHTA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Alkitab memang berbicara tentang menginginkan jabatan rohani itu memang baik[1] namun yang perlu dipermasalahkan adalah libido dalam menggapainya. Jabatan rohani harus dicapai dengan hal-hal rohani bukan dengan manifestasi keduniawian. Hanya orang gila saja yang pongah di atas tahta menggunakan jabatannya untuk menyengsarakan banyak orang. Luarnya senyum manis namun realitasnya ciuman Yudas iskariot tersungging dibibirnya. Karena ia memproduksi orang-orang yang terluka, marah dan puluhan orang-orang yang hengkang dari organisasi dari jabatan yang dipimpinnya. Ini pertanda kegagalan sang pemimpin  menjaga kawanan domba karena dia bukanlah gembala domba melainkan  merupakan gembala kambing bandot[2].

Mau dikata apa, bila orang sudah duduk lupa berdiri, orang harus melawan lupa akan banyaknya skandal buruk selagi berkuasa, harus terungkap dan supaya tidak terjadi lagi di esok hari. Banyak orang  gagal paham dibuatnya sehingga wadah organisasi besar yang seharusnya menyemarakkan semerbak wewangi harum bunga sebaliknya anyir menyengat bau kotoran bangkai menusuk hidung. sahabat pernah bertutur kata : kalau lihat wajahnya rasanya aku mau muntah, ....sadis kali . Orang yang sehat seharusnya tidak berkubang memilih yang kotor dan najis tetapi bersih suci sesuai aroma kebenaran. Namun tetap praduga tidak bersalah harus diterapkan namun orang suci tahu dirinya suci sementara orang bejat akan tahu dirinya bejat[3]. Jangan juga kita menghakimi orang yang benar menjadi salah namun jangan pernah mengatakan orang salah itu menjadi benar. Namun yang paling tepat ialah jangan pernah menghakimi[4] siapapun baik pemimpin atau rekan sejawat dalam pelayanan. Apalagi memvonis aneka kesesatan demi syahwat kekuasaan.

Lihatlah pemilihan pemimpin duniawi yang menggunakan kebenaran yang bernuansa ayat dan mayat selalu gagal mempersepsikan kebenaran dalam langkah-langkah kepemimpinannya. Hasil sudah pasti tidak akan pernah mengkhianati proses, jika prosesnya buruk maka hasilnya juga demikian. Ranah rohani adalah Tuhan yang memilih dan bukan manusia yang menentukan atau team suksesi dengan bergulat mati-matian mempertahankan kedudukan demi prestise sekalipun tanpa prestasi. Hanya karena fasilitas mewah dan gaji besar orang rela mengkhianati teman sejawat demi syahwat jabatan. Seluruh jabatan yang dipercayakan kepada orang percaya harus untuk kepentingan Tuhan, orang lain bukan kepentingan diri sendiri dan kelompok[5]

Orang karismatik yang sering menuduh gereja Roma Katolik yang tidak menggunakan Roh Kudus, harus malu cara pemilihan mereka jauh lebih sakral dibanding hiruk pikuk pemilihan di gereja aliran-aliran Pentakosta walau tidak semua. Pemilihan pemimpin gereja katolik jauh dari hingar bingar promosi sosial media. Menyitir prosesi pemilihan Paus yang diungkap oleh majalah Tribune, Di dalam Misa ini, ujud utama yang dikedepankan adalah memohon bantuan Allah Tritunggal agar memberkati upacara konklaf[6] dan memohon bantuanNya melalui penerangan Roh Kudus agar para Kardinal pemilih dapat memilih seorang Paus yang sungguh-sungguh tepat sesuai kehendak Tuhan sendiri[7]. Dalam prosesi akhir pemilihan dalam ruangan semua sinyal hp dimatikan dari luar, seluruh kontak dari luar yang dianggap keduniawian tidak diijinkan masuk, dan para Kardinal masih bisa berjabatan tangan tapi tidak untuk berbicara balon mana yang akan dipilih. Suasana begitu sakral dalam doa dan permohonan kepada Allah supaya tidak salah dalam memilih pejabat rohani yang memimpin semua umat.

Berbeda dengan pemilihan denominasi di gereja-gereja aliran Pentakosta tertentu. Sering memalukan seperti Pilkada atau Pilpres dengan team sukses yang sadis lebih sadis dari jabatan duniawi. Jika melihat balon berpotensi menggoyang jabatannya maka apapun caranya ditumbangkan sebelum pemilihan. Seorang sahabat bercerita bagaimana trik politik keji dibuatnya dengan tuduhan balon lain divonis sesat. Bak para Yahudi berkumpul di Mahkamah Sanhedrin untuk menyalibkan Yesus demikian mereka berkumpul untuk membuat skenario kesesatan sang competitor. Dikumpulkannya para teolog-teolog yang berseberangan bahkan barisan sakit hati para pembenci sang competitor, untuk mengulas tuntas kesesatan yang direkayasa. Ada anak buah sang pendeta dengan membawa segudang buku untuk menunjukkan bahwa dirinya doktor siap menghantam mantan pendetanya. Padahal sang pendeta pernah merawat dia dengan memberi uang saku kuliah, mengontrakkan rumah, anaknya sakit dibiayai dan masih segudang kebaikan dilupakannya asal ikut arus mempermalukan pendetanya, Herannya ada beberapa pendeta yang duduk juga pernah menikmati  “manna” terbaik dari sang mantan pendetanya yang sebentar lagi dicincang di eksekusi  dan disalibkan di media sosial.  

Apakah  artinya semua pengetahuan dan gelar doctor dan professor bila ilmunya dipakai untuk menjahati orang lain? Semula praduga kesesatan pendeta balon yang damai-damai saja, tiba-tiba disetting dan  terkuak seolah-olah bejat seperti bidat yang bisa meracuni kawanan domba diungkap dengan pengajaran doctrinal yang dipotong-potong. Orang harus paham jika orang dicari kesalahannya maka hanya Yesus yang tidak pernah ditemukan. Nurani para pendeta-pendeta sudah tumpul karena menutupi skandal lokal mengorbankan sahabat baik dan rekan sejawat demi syahwat kekuasaan. Saya heran mengapa banyak orang tidak takut Tuhan? Dengan skenario jika dia menjadi pemimpin pasti gereja besar akan hengkang dari organisasi yang dipimpinnya[8] maka dengan menggunakan orang-orang yang dipikir cerdik cendekia maka kesesatan diviralkan hingga menjadi trending topik.

Hingar bingar kesesatan muncul di masmedia dengan vonis detil-detil kesesatan sang kompetiter sederhana saja agar dia mengundurkan diri dari balon tapi justru sang terdakwa malah hengkang dari organisasi yang membesarkannya. Mereka lupa bahwa dibelakang sang pendeta yang dianggap sesat memiliki segudang pengacara dan hakim yang marah bukan kepalang. Mereka membuat tuntutan, somasi  perbuatan tidak menyenangkan oleh orang-orang yang sudah memperlakukan tidak adil, tuntutan balikpun, dirancang untuk segera diluncurkan. Sayangnya sang pendeta terdakwa melarangnya  jika tidak seluruh organisasai besar akan malu atau pejabat organisasi dan banyak orang masuk penjara. Damai yang dibuat bukan supaya saling penuh pengertian tapi supaya tidak ada tuntutan pengadilan. kelihatannya doa bersama tapi hati mereka panas bagaikan api neraka.

Untuk mengembangkan libido mempertahankan jabatannya, sang pemimpin main pecat orang-orang yang dianggapnya menyebarkan skandal dirinya.  Sang Majikan tukang pecat ini tidak sadar dibalik orang-orang yang dipecat ada anak istri yang menikmati hidup dari pekerjaan suaminya. Betapa berdosanya tetesan air mata anak dan istri yang meratap dan berduka karena perlakuan tidak adil. Tanpa surat peringatan atau tegoran secara lisan dan tulisan. Jangankan kasihilah musuhmu[9], rekan sekerja didepaknya karena dianggapnya tidak sejalan. Organisasi duniawi dikalangan orang-orang kafirpun tidak sejahat itu bro [10].

Seorang sahabat pernah bertutur kata yang tidak sopan, dan membuat penulis marah besar, katanya : “ kalau mau belajar jahat belajarlah sama Pendeta. Perkataan sadis dan sangat  mengerikan.  Orang model ini sangat terluka oleh pendeta, Katanya pendeta membawa “chiong”[11] perkataan  yang terlalu tendensius melukai profesi Pendeta.  Realitasnya sudah puluhan tahun kata-kata itu penulis lupakan, tetapi terjadi dikalangan para hamba Tuhan. Sebuah contoh yang membuat miris di hati ini sebuah realitas bukan cerita bohong yang terjadi di pusat dan daerah, karena tulisan ini dalam pimpinan Roh Kudus untuk sharing kebenaran.

Berawal dari pemilihan pilkada rohani disuatu kota besar. Terdapatlah seorang balon yang memiliki kesempatan untuk menang. Sang petahana dengan trick licik memutar otak untuk menjatuhkan sang pendeta Somad (samaran) ini  supaya tidak ikut dalam kancah pemilihan orang nomor satu di dunia spiritual di kotanya. Gerakan fitnah diluncurkan dengan vonis pendeta Somad berzinah dengan seorang pejabat sebut saja ami (Samaran).

Sang pemimpin pusat segera diberi informasi bohong, bahwa si pendeta somad melakukan perzinahan. Padahal kisah ini rekayasa sang pemimpin wilayah tersebut yang tidak suka terhadap pendeta somat diwilayahnya, agar yang bersangkutan tidak ikut periode pemilihan pilkada rohani. Dengan sikap tegas bak tentara mengambil alih komando majikan pusat langsung saja memecat pendeta somad dari jabatan Pendeta. Sang terdakwa perzinahan marah besar, meminta pertanggungjawaban fitnah untuk dapat menunjukkan perzinahan tersebut. Seperti orang farisi dan ahli Taurat yang menangkap perempuan yang berzinah tanpa laki-lakinya demikian juga orang ini menangkap pendeta yang berzinah tanpa wanitanya[12]

Realitasnya pemerintah daerah dan pusat tidak bisa menghadirkan wanita tersebut. Arogansi pemangku jabatan pusat sang majikan memecat sembarang orang tanpa dilihat delik perkaranya dengan cermat maka menghasilkan penghakiman duniawi. Pendeta somat segera meluncurkan somasi dua kali tidak digubris oleh pusat sampai tiga kali somasi diluncurkan sekaligus sidang pengadilan Negeri Republik Indonesia juga terlibat memanggil somasi ketiga. Pendeta Somat hanya ingin membuktikan dua alat bukti dipersidangan jika ternyata ada ia rela dipecat. Dalam persidangan selama enam bulan bergulir yang tidak pernah dari sang majikan pusat datang sekalipun.

Hakim dunia ini berkata : “ ini orang tidak bagus tidak pernah menghormati supremasi hukum di Indonesia. Pembela dan saksi kontan saja sepakat sang majikan pusat bukan saja tidak menghormat supremasi hukum di Indonesia tapi juga menginjak-injak tata gereja dan banyak dilanggarnya. Ngeri benar Ahok saja sekalipun difitnah, dan sangat diperlakukan tidak adil, dia bersikap tegar gentlemen datang ke persidangan sebagai tanggung jawabnya. Ini pemimpin rohani lari tunggang langgang akan keputusan yang dibuatnya. Persidangan terus bergulir selama enam bulan setiap hari selasa menyelesaikan sengketa keputusan pemecatan pendeta.

Baru dalam sejarah organisasi besar keputusan gereja soal perzinahan muncul kepermukaan diadili oleh pengadilan duniawi baru kali ini. Ngeri benar, orang harus bijak memimpin  serta mengambil keputusan. Harusnya cek and ricex dan  kabar kabari terlebih dahulu sekalipun tidak setajam silet jangan main pecat saja donk. Mekanisme yang benar harus dijalankan dan SOP harus ditegakkan jangan main pecat dulu.  Maka sang Pendeta somatpun  menuntut ke pengadilan duniawi untuk menyelesaikannya. Sebenarnya Alkitab melarang secara jelas bahwa perkara-perkara rohani harus bijak diselesaikan secara rohani. Karena orang-orang mabuk kekuasaan dan sewenang-wenang maka terpaksa pengadilan dunia dijalankan[13].  

Penulis sendiri bertanya kepada pendeta Somat bro ngga salah menuntut di pengadilan? Biar saja karena sudah terlalu arogan, saya ingin membuktikan di pengadilan bahwa saya tidak salah karena tidak cukup bukti. Dipersidangan tolong hadirkan orang yang saya selingkuhi dan dimana saya selingkuh, di hotelkah, di rumah dan dimana? Logikanya jika pendeta somad benar-benar selingkuh, maka ia  tindak mungkin berani menuntut di pengadilan. Disamping malu, ia harus menyewa pengacara sementara dia bukan gereja besar, gereja kecil dan hidup sederhana bersama istrinya yang merupakan sahabat baik dengan majikan pusat.

Bukankah organisasi rohani ada mekanismenya bagaimana ada tegoran, pembinaan dan skorsing bukan main pecat saja bukan? Saya ngeri melihat pejabat-pejabat tinggi yang merasa dirinya Tuhan yang main pecat seenaknya,. jabatan tinggi bukan sebagai bos tetapi sebagai pelayan demikian pengajaran Yesus[14].  Apa orang sudah lupa akan prinsip-prinsip Alkitab?  Menyitir sidang pengadilan negeri tentang gugatan fitnah. Pembela, mengatakan : Yang Mulia pemecatan ini tidak sah sebab tidak ada dua alat bukti yang dapat dihadirkan di persidangan. Disamping itu ini adalah fitnah supaya yang mulia memerintahkan untuk membatalkan pemecatan sepihak dan mengembalikan pendeta somad kembali ke dudukannya. Pembela dari pusat berkata : Kami memiliki tata gereja sebagai payung hukum dalam mengatur kependetaan dan memberikan sangsi-sangsi. Segera Pembela pendeta Somad berkata : interupsi majels hakim “ tata gereja gereja ini harus tunduk kepada undang-undang Republik Indonesia. Hakim berkata : diperkenankan selanjutnya dipersilahkan. Sidang bergulir terus selama enam bulan tanpa bisa menghadirkan saksi kunci dan alat bukti. Pengadilan negeri tidak menemukan kesalahan. Namun lucu akhir dari kisah pengadilan ini dengan keputusan bahwa pendeta somad dikembalikan kepada gereja dimana ia bernaung.

Seorang saksi dua bulan sesudah keputusan persidangan berjumpa dengan pembela pendeta somad berkata : “gimana itu sidang kok akhirnya dikalahkan? “ entah benar atau tidak ini kisah diantara mereka, si pembela berkata : “ biasa dibelakang ratusan juta bro.. bahkan ada beberapa pengacara yang ingin supaya pendeta somad naik banding tapi ditolaknya biar pengadilan Tuhan sendiri. Jujur saja sedih mendengarnya. Berita dari majikan pusat berkata : “ bro somad sekarang direhabilitasi dulu ya? Maka ditolaknya karena kalau saya direhabilitasi berarti saya salah tunjukkan dengan siapa saya berzinah dan dimana? Persoalan ini satu tahun berlangsung “menggantung” tanpa arah, sehingga dengan kepahitan dan luka menganga pendeta somad berpindah ke denominasi lainnya.

Kisah ini lebih miris dari kisah di atas tanpa solusi pejabat terkait. Penulis menyaksikan seorang gembala sidang membawa kabur song leadernya hidup dalam perzinahan yang lama. Suaminya dengan anak masih balita kebingungan mengapa sang istri tercinta yang dibawa gembalanya ke Israel tidak pulang-pulang sementara sang gembala sudah kembali lebih dari dua minggu tetapi istrinya belum kembali. Rupanya sang istri juga kasmaran dengan gembalanya. Jika sang gembala ditanya dimana istri saya pak? Sang gembalanya dengan wajah tanpa dosa berkata masih membantu saya? Pinjam barang sih boleh tetapi pinjam istri seharusnya dikembalikan? Dan itupun kan tidak boleh bukan? Suami yang kehilangan istri ini berjumpa dengan penulis menerangkan secara rinci bahwa sang istri selingkuh dengan gembalanya dan tidak pulang-pulang minta tolong dilaporkan ke pejabat terkait.

Karena emosi memuncak sang suami tetap ibadah dan mendengarkan kotbah sang pendeta, walau hatinya gundah gulana bercampur kebencian dan dendam. Pada waktu jeda pengumuman maka sang suami lari ke depan mimbar dan berkata di depan seluruh jemaat yang hadir sekitar 300 orang itu “ bapak gembala kembalikan istri saya anak saya kangen sama mamanya” sontak saja geger itu ibadah. Namun pendeta dengan bersilat kata dapat menghentikan laju sang suami dengan perkataan manis dan lembut.

Ketika sang suami berkata dengan linangan air mata kepada penulis dan minta tolong maka dengan nurani sebagai hamba Tuhan maka penulis memberikan laporan kepada pejabat pemangku jabatan terkait? Walau melalui proses yang panjang dengan pertanyaan apakah bapak menyaksikan sendiri? Saya katakan suaminya saya suruh menghadap bapak? Setelah pertemuan suami kepada pejabat terkait maka dipanggillah sang pendeta. Sang gembala sidang ini berkelit luar biasa tidak ada bukti?  Sang suami membawa saksi dokter yang masih kasihan kepada balitanya supaya bertemu mamanya rela datang dan menceritakan kronologi yang sebenarnya. Tapi mau dikata apa sang dokter diancam oleh sang pendeta pembawa lari song leader ini.

Pejabat terkait tidak berani menjatuhkan vonis kepada pendeta yang besar ini sebab banyak jemaatnya.  Namun yang lebih mengerikan yang terjadi, pada sore harinya, sejak pemanggilan pemangku jabatan, sang pendeta mengirimkan preman-preman untuk melempari rumah sang suami ini dengan batu. Suami yang menggendong si balita lari tunggang langgang. Sementara organisasi ini masih mencari bukti-bukti melalui proses yang panjang yang membutuhkan lebih 5 tahun sehingga kasusnya terlupakan begitu saja sang pendeta melaju tetap menjadi pendeta dengan wajah tanpa dosa.  Kedua masalah di atas adalah contoh yang mengerikan dan itu realitas kehidupan.

            Bergulat menuju pemimpin tertinggi sah-sah saja, mempertahankan jabatan itu baik. Namun libido keduniawian mengerikan akan berakibat kekekalan. Bukankah jika Tuhan mengangkat tidak ada satupun yang akan menurunkan? Jika Dia sudah menurunkan tidak akan ada satupun yang mengangkat?[15] Kursi panas jabatan prestis  kerohanian bukan diraih dengan trik-trik kotor, ingat tanggung jawab kepada Tuhan. Sekali kelak kita akan berdiri di persidangan kekekalan dan mempertanggunjawabkan segala sesuatu yang telah kita kerjakan[16].  Namun yang pasti belajar rendah hati karena kerendahan hati adalah contoh keteladan terbaik sebagai pemimpin. Orang yang memiliki kerendahan hati dapat menyatukan kawanan domba bukan menceraiberaikan. Tuhan sendiri muak atas pemimpin-pemimpin yang sok berkuasa demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya,

 

Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel,

bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu:

Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri!

Bukankah domba-domba  yang seharusnya 

digembalakan oleh gembala-gembala itu?[17]

 

            Tanpa kerendahan hati akan ada banyak korban arogansi kepemimpinan. Lihatlah terceraiberainya keharmonisan karena ulah sang conductor simpony yang tidak tahu menentukan mayor dan minor dari suatu nada dan suaranya sendiri fals. Kerendahan hati adalah faktor penting untuk dipilih menjadi pemimpin organisasi apapun. Pembaca tulisan ini dimanapun engkau berada jangan pernah memilih orang yang arogan engkau akan membuat orang jahat berdiri dan engkau hidup tidak sinkron dengan kebenaran. Tandanya sederhanya untuk menentukan pemimpin itu rendah hati dan tidak. Lihat saja setiap keputusan yang diambil apakah untuk kepentingan umat atau untuk kepentingan diri sendiri? Kesombongan hanya menghasilkan murka Tuhan, "Celakalah para gembala  yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku   hilang dan terserak!  " --demikianlah firman TUHAN . Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala  yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku  terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat,  demikianlah firman TUHAN[18].

            Hal kedua yang perlu menjadi bahan renungan bahwa jadi orang jangan pernah  jahat sebab kejahatan merupakan produk lusifer yang hanya menyengsarakan orang lain. Seharusnya kejahatan tidak boleh ada di ranah para pemimpin-pemimpin rohani. Hiruk pikuk pemilihan pejabat kerohanian sekarang sudah terkontaminasi dan terdegradasi oleh arogansi diri sehingga suasananya keruh. Atmosfernya menang-menangan dan mencari masssa bukan mencari perkenanan Tuhan. Tidak heran dalam sosial media masing-masing promosi diri seolah-olah dirinya paling layak memimpin. Bukan itu saja fitnah dan cercaan dilontarkan   untuk sang kandidat lain agar KO sebelum berada dalam ring pertandingan. Tolok ukur kejahatan sang pemimpin seharusnya ditanyakan apa yang sudah diproduksinya. Berapa banyak orang-orang yang hengkang dari kepemimpinannya?  berapa banyak orang yang sudah dipecat? Berapa banyak orang-orang terluka, akar pahit, dendam dan amarah? Pertanyaan yang benar berapa banyak orang miskin diberi makanan? Berapa banyak orang berdosa diselamatkan? Dan berapa banyak orang terluka dibalut? Itulah pertanyaan yang diajukan.

            Para hamba Tuhan yang masih murni melayani jangan terseret oleh hiruk pikuk pemilihan pemimpin rohani dengan trick duniawi. Dengan tidak memiliki motivasi yang lain mari kembali kepada Alkitab, Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat ,  suami dari satu isteri,  dapat menahan diri,  bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan,  cakap mengajar  orang,  bukan peminum,  bukan pemarah   melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,  seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati  oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat  Allah?  Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong  dan kena hukuman Iblis.  Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat,  agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis[19].

            Masih ada segudang syarat-syarat yang perlu diperhatikan. Memang kita tidak akan menemukan seorang pemimpin yang sempurna tetapi setidaknya tidak memilih orang-orang yang melawan Tuhan dengan menginjak-injak firmanNya dengan arogansi dan kejahatan yang dipraktekkan secara terselubung. jika saja orang sadar pemimpin rohani adalah jabatan ilahi yang bernuansa supranatural yakni pekerjaan untuk jiwa-jiwa dalam hubungannya dengan Sang Khalik maka mereka akan menjauhkan diri dari kemelekatan keduniawian. Namun jika mata ini sudah dirubah jabatan rohani menjadi jabatan prestis dan menghasilkan banyak uang, koneksi dan kemewaan maka Tuhan sendiri akan turun menyelesaikannya. Orang harus ingat bahwa pendeta bukan profesi melainkan profetik[20] bukan soal kepercayaan melainkan soal kesetiaan kepada Tuhan. Jika kita hanya kagum akan kepemimpinan Tuhan maka itu wajar tapi jia Tuhan yang kagum akan kepemimpinan kita maka itu baru luar biasa. Untuk itu perlu kerendahan hati dalam menerima jabatan rohani. Shalom

 



[1] 1 Timotius 1:3 Benarlah perkataan ini:   "Orang yang  menghendaki jabatan penilik jemaat  menginginkan pekerjaan yang indah." Sebagai penilik jemaat lokal saja dikatakan indah apalagi sebagai ketua sinode, jabatan prestise, gaji tinggi dan bergengsi.

[2] Yeheskiel 34:2 Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba  yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?

[3] Titus 1:15 Bagi orang suci semuanya suci ;  tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci,  karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 

[4] Yakobus 4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah !  Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, z  ia mencela hukum  dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimihukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.

[5] 1 korintus 10:24 Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain

[6] Makna etimologi konklaf, berasal dari bahasa Latin: Cum dan Clave. Cum artinya: dengan, dan Clave artinya kunci. Jadi cum clave artinya: Dengan Kunci atau dalam keadaan tertutup. Kemudian ditempah menjadi kata baku: Conclave atau Konklave atau Konklav, dan diindonesiakan dengan Konklaf. (www.tribunnews.com)

[9] Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

[10] Galati 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

[11] Dalam budaya Tionghoa, terdapat istilah ciong untuk sesuatu yang berlawanan atau bertentangan. Ciong, berasal dari dialek Hokkian yang bersumber dari bahasa Mandarin, Chōng (冲), yang berarti tabrakan alias clash.( https://www.gramedia.com/blog/hindari-ciong-shio-shio-ini-sebaiknya-dihindari/#gref) juga memiliki arti tidak selaras sehingga mendatangkan sial dan celaka

 

[12] Yohanes 8: 3-4 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

[13] 1 korintus 6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?  Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

[14] Markus 9:45 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."

[15] Wahyu 3:7 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia  :  Inilah firman dari Yang Kudus, YangBenar, yang memegang kunci Daud;  apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

[16] Roma 14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

 

[17] Yehz 34:2

[18] Yermias 23:1-2

[19] 1 Timoitus 3: 2-7

[20] profetik/pro·fe·tik/ /profétik/ a berkenaan dengan kenabian atau ramalan: semangat -- sastra sufi dalam dunia modern dipandang masih relevan (https://kbbi.web.id/profetik)

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.