Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini754
Kemarin1143
Minggu Ini6371
Bulan Ini20446
Total Pengunjung809457

IP Kamu 54.162.159.33 Saturday, 22 September 2018

Guests : 26 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Bincang-bincang imaginer

 

Wawancara Terroris di Alam Roh
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Satu detik setelah kematian, seseorang memasuki dunia roh. Roh orang tersebut keluar seperti siluet atau bayangan meninggalkan tubuhnya. Terbang ke atas memasuki awan permai atau meluncur ke bawah memasuki alam kematian. Perjalanan dimulai dengan dua jalan yang harus dipilih salah satu, yakni jalan yang lebar yang menuju neraka kekal atau jalan sempit yang berakhir di sorga kekal, sesuai pilihannya selagi hidup.[1] Jika seseorang melakukan bom bunuh diri maka ia beralamatkan Jalan neraka kekal, RT. Kegelapan RW Malapetaka nomor kebinasaan. Sementara bagi mereka yang hidup dalam perkenananNya  akan beralamat Jalan Sorga kekal, RT Kelimpahan RW keberkatan Nomor sukacita kekal. 

Read more: wawancara teroris di alam roh

CINTA DALAM BOM

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Tragedi bom di tengah kusuknya orang sembahyang di minggu pagi, membuat jantung berdetak kencang dan langsung  viral menjadi tranding topik diseluruh negeri. Alunan pujian dan penyembahan diganti dengan tangisan, jeritan yang histeris para korban. Segalanya luluh lantak diterjang amukan bom yang diledakkan manusia setengah setan tiga perempat iblis. Baginya nyawa tidak ada artinya, bahkan secara berjemaah mati bunuh diri bersama satu keluarga. Gereja yang terletak  di pinggir jalan dibeberapa kota di Indonesia langsung sepi jemaat karena mereka takut  di bom.  Pertanyaan klasik mulai bertebaran  di benak si atheis, masih adakah Tuhan? Kalau Ia ada mengapa Ia membiarkan bom itu meledak di tengah-tengah orang yang menyembahnya? Jika demikian masih layakkah Dia disembah? Mengapa Dia tidak menahan kejahatan yang menghancurkan orang lain? Ketidakpuasan akan Tuhan yang Maha Kasih yang membiarkan orang jahat membantai sesamanya perlu diragukan integritasnya  “demikian pikiran orang bodoh yang sok kepo”.[1] Pertanyaan  HOTS (higher order thinking skills)[2] yang model seperti ini tidak bisa sekedar dijawab antara ya dan tidak melainkan membutuhkan pemahaman jawaban yang jauh lebih sekedar dari pengetahuan, alias pikiran tingkat tinggi yang sudah mengarah ke pamahaman dan penalaran.

Read more: Cinta Dalam Bom

PENISTAAN AGAMA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Bilangan 16:30 Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN."

Read more: PENISTAAN AGAMA DI INDONESIA

IBU 11 ANAK TEWAS DI RACUN KARENA PERCAYA YESUS

 

 

 

Perbedaan keyakinan masih menjadi sebuah masalah besar di beberapa negara di Afrika. Di timur Uganda, seorang ibu dari 11 anak, tewas diracun karena dirinya bersama sang suami memilih pindah keyakinan menjadi seorang Kristen. Ibu itu bernama Namumbeiza Swabura yang anak terkecilnya masih berusia 5 bulan.

Swabura bersama sang suami Mugoya Muhammad yang tinggal di desa Nabuli, distrik Kibuku, tadinya adalah seorang sheikh (guru agama). Keputusan mereka untuk meninggalkan keyakinannya semula dan memilih percaya kepada Yesus Kristus membuat banyak saudara dan lingkungannya menjadi marah dan sering melakukan ancaman-ancaman. Hal itu menjadi sebuah tragedi setelah Swabura diracun, oleh hidangan makanan ringan dengan bahan baku pisang yang didaerah itu disebut Matoke. Ironisnya, yang mempersiapkan hidangan ini tak lain adalah kakak ipar Swabura, Jafaran Wowa.

Read more: IBU 11 ANAK TEWAS DI RACUN KARENA PERCAYA YESUS

Tolak pernikahan sejenis, pendeta masuk penjara

Gara gara menolak pernikahan sejenis, dua orang Hamba Tuhan yang memiliki sebuah usaha kapel pernikahan di Idaho Amerika Serikat dituntut untuk segera melangsung-kan pernikahan sesama jenis atau akan di penjara dengan denda $ 1.000,-  sesuai dengan gugatan yang diajukan Jumat sebelumnya di pengadilan federal.

Read more: Tolak pernikahan sejenis pendeta masuk penjara

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.