Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini19
Kemarin646
Minggu Ini665
Bulan Ini12007
Total Pengunjung726964

IP Kamu 54.162.227.37 Tuesday, 19 June 2018

Guests : 32 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Tolak pernikahan sejenis, pendeta masuk penjara

Gara gara menolak pernikahan sejenis, dua orang Hamba Tuhan yang memiliki sebuah usaha kapel pernikahan di Idaho Amerika Serikat dituntut untuk segera melangsung-kan pernikahan sesama jenis atau akan di penjara dengan denda $ 1.000,-  sesuai dengan gugatan yang diajukan Jumat sebelumnya di pengadilan federal.

Aliansi Pembela Kebebasan yang diwakili Donald dan Evelyn Knapp, sudah memerintahkan hal ini kepada pemilik Kapel Pernikahan “Hitching Post” di Coeur d’Alene. “Sekarang mereka beresiko dituntut, dan ancaman hukuman-nya juga tidak ringan” kata pengacara ADF mereka, Jeremy Tedesco

Menurut gugatan itu, kapel pernikahan milik pasangan ini memang terdaftar di negara sebagai “perusahaan agama” yang aktivitasnya terbatas pada menyediakan tempat dan melangsungkan “pernikahan satu orang laki laki dengan satu orang perempuan seperti yang didefinisikan oleh Alkitab.”

Tapi kapel itu juga terdaftar sebagai usaha nirlaba yang menyediakan tempat pernikahan, bukan sebagai gereja atau tempat ibadah, dan pejabat kota mengatakan bahwa pemilik harus tunduk pada peraturan pemerintah, dan sesuai dengan peraturan pemerintah mereka tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual. Dan undang undang ini juga berlaku terhadap semua perusahaan, termasuk property, perusahaan tenaga kerja dan penyedia akomodasi publik.

Menurut Jaksa Penuntut Umum Warren Wilson, chapel Hitching Post adalah tempat yang bisa di akses dan digunakan oleh masyarakat umum dan mereka diwajibkan tunduk pada peraturan yang berlaku, dan hal ini juga sebagai peringatan buat yang lain, apabila ada chapel pernikahan yang menolak menikahkan pasangan sejenis maka mereka dinyatakan melanggar hukum. Pemilik chapel “Hitching Post” akan menghadapi tuntutan hukuman penjara selama 180 hari dan denda sebesar $1.000,-

Tedesco berkata “tidak seharusnya pemerintah memaksakan seorang pendeta atau pelayan Tuhan untuk melakukan hal yang bertolak belakang dengan iman-nya dan menghadapi ancaman hukuman penjara. Tuntutan ini seharusnya dinyatakan cacat hukum karena pendeta dan pelayan Tuhan ini wajib dilindungi karena menaati iman dan kepercayaan mereka seperti yang tercantum dalam Amendemen Pertama”

Sungguh sulit untuk dipercaya hal seperti ini bisa terjadi di Amerika Serikat, mereka sekarang dalam keadaan takut bahwa mereka mungkin akan masuk penjara dan membayar denda yang cukup besar, dan juga kemungkinan besar mereka akan kehilangan bisnis yang Tuhan telah percayakan selama ini dan telah mereka kerjakan dengan setia selama 25 tahun. ”

Kenapa seorang Evangelis, Pendeta, Gembala dan pelayan Tuhan harus dipaksa untuk menyelenggarakan dan turut merayakan pernikahan sejenis yang jelas jelas bertolak belakang dengan iman percaya mereka ? kita sekarang hidup dalam kondisi dimana para pendukung pernikahan tradisional (satu orang laki laki dengan satu orang perempuan) akan mengalami ancaman dan tuntutan hukum.

Memang tidak ada seorang pun yang pantas mendapatkan diskriminasi, namun apakah anda menyadari bahwa larangan diskriminasi terhadap kaum LGBT ini malah menimbulkan diskriminasi yang baru ? ya, diskriminasi terhadap orang kristen.

Sumber :
foxnews.com

- See more at: http://www.timeofgod.net/tolak-pernikahan-sejenis/#sthash.u8fDwkHN.dpuf

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.