Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini276
Kemarin692
Minggu Ini1748
Bulan Ini11969
Total Pengunjung623188

IP Kamu 54.90.237.148 Wednesday, 24 January 2018

Guests : 11 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 10.00 WIB
(MULAI JANUARI 2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

IBU 11 ANAK TEWAS DI RACUN KARENA PERCAYA YESUS

 

 

 

Perbedaan keyakinan masih menjadi sebuah masalah besar di beberapa negara di Afrika. Di timur Uganda, seorang ibu dari 11 anak, tewas diracun karena dirinya bersama sang suami memilih pindah keyakinan menjadi seorang Kristen. Ibu itu bernama Namumbeiza Swabura yang anak terkecilnya masih berusia 5 bulan.

Swabura bersama sang suami Mugoya Muhammad yang tinggal di desa Nabuli, distrik Kibuku, tadinya adalah seorang sheikh (guru agama). Keputusan mereka untuk meninggalkan keyakinannya semula dan memilih percaya kepada Yesus Kristus membuat banyak saudara dan lingkungannya menjadi marah dan sering melakukan ancaman-ancaman. Hal itu menjadi sebuah tragedi setelah Swabura diracun, oleh hidangan makanan ringan dengan bahan baku pisang yang didaerah itu disebut Matoke. Ironisnya, yang mempersiapkan hidangan ini tak lain adalah kakak ipar Swabura, Jafaran Wowa.

Wowa yang berasal dari desa Kanyolo mengunjungi Swabura pada pukul 4 sore. Dan selama satu jam mempersiapkan makanan. Menurut Mugoya, Wowa yang tidak memakan hidangan itu segera meninggalkan rumahnya setelah Swabura memakan seluruh hidangan tersebut. Mugoya yang baru tiba dirumah, menemukan istrinya yang sedang mengeluh kesakitan di bagian perutnya. Swabura menjelaskan bahwa dirinya baru saja memakan hidangan yang disajikan oleh Wowa. Sakit perutnya bertambah buruk hingga Swabura mulai muntah dan dari hidungnya mengeluarkan darah. Nyawa Swabura tak tertolong lagi meski sang suami sedang mengusahakan untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Sang kakak ipar diketahui melarikan diri. Karena tak mampu untuk menanggung biaya jalur hukum dalam kasus ini, Mugoya memilih untuk mengubur sang istri keesokan harinya.

Kepada Morning Star News, Mugoya mengatakan bahwa semenjak mereka mengimani Yesus Kristus, ancaman pembunuhan selalu dilontarkan kepada mereka. “Kami takut untuk tinggal di lingkungan dimana mereka mengancam akan membunuh kami ika kami terus meyakini iman Kristen,” katanya.

Sebuah sumber di daerah itu mengatakan bahwa kemungkinan besar sang kakak ipar sengaja untuk membunuh Swabura bersama sang suami dengan imbalan uang yang besar dari beberapa pihak yang berkepentingan. “Kami menduga bahwa adik Mugoya diberi uang yang banyak untuk melakukan tindakan keji ini. Racun dalam makanan itu sangat mematikan. Seperti racun tikus atau sejenis Bromethalin.”

Sementara itu James Kalaja, pendeta dari New Hope Church di Nabuli, gereja dimana Mugoya dan mendiang sang istri beribadah, mengatakan bahwa di desa tersebut memang bermukim orang-orang yang berbeda keyakinan yang sangat memusuhi umat Kristen. Kalaja mengakui bahwa dirinya bersama keluarga memutuskan untuk pindah dari desa itu setelah anak gadisnya diperkosa oleh penduduk setempat karena perannya sebagai seorang pemimpin Kristen. “Saya hanya bepergian jika melakukan pelayanan pada ibadah minggu saja. Umat Kristen disini mengHadapi ancaman. Pemeluk keyakinan mayoritas disini tidak ingin melihat gereja berdiri. Sangat menyedihkan  bahwa kita baru saja kehilangan saudarai kami (Swabura). Tentu umat Kristen disini sangat terguncang oleh kematiannya. Kami telah berdoa untuk Mugoya, terutama terhadap hidupnya yang kini tengah diancam untuk dibunuh,” jelasnya.

Uganda telah mengalami kekerasan berlatar belakang agama sejak tahun 1980-an. Hingga saat ini negara itu sedang berjuang melawan penyebaran penyakit AIDS, kemiskinan, separatisme dan juga tindak korupsi yang banyak dilakukan pejabat negara.

 

SUMBER : jawaban. com

Sumber : gospelherald | Daniel Tanamal

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.