Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini260
Kemarin686
Minggu Ini2927
Bulan Ini14269
Total Pengunjung729226

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 82 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

CINTA DALAM BOM

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Tragedi bom di tengah kusuknya orang sembahyang di minggu pagi, membuat jantung berdetak kencang dan langsung  viral menjadi tranding topik diseluruh negeri. Alunan pujian dan penyembahan diganti dengan tangisan, jeritan yang histeris para korban. Segalanya luluh lantak diterjang amukan bom yang diledakkan manusia setengah setan tiga perempat iblis. Baginya nyawa tidak ada artinya, bahkan secara berjemaah mati bunuh diri bersama satu keluarga. Gereja yang terletak  di pinggir jalan dibeberapa kota di Indonesia langsung sepi jemaat karena mereka takut  di bom.  Pertanyaan klasik mulai bertebaran  di benak si atheis, masih adakah Tuhan? Kalau Ia ada mengapa Ia membiarkan bom itu meledak di tengah-tengah orang yang menyembahnya? Jika demikian masih layakkah Dia disembah? Mengapa Dia tidak menahan kejahatan yang menghancurkan orang lain? Ketidakpuasan akan Tuhan yang Maha Kasih yang membiarkan orang jahat membantai sesamanya perlu diragukan integritasnya  “demikian pikiran orang bodoh yang sok kepo”.[1] Pertanyaan  HOTS (higher order thinking skills)[2] yang model seperti ini tidak bisa sekedar dijawab antara ya dan tidak melainkan membutuhkan pemahaman jawaban yang jauh lebih sekedar dari pengetahuan, alias pikiran tingkat tinggi yang sudah mengarah ke pamahaman dan penalaran.

Orang harus sadar, masih ada segudang penderitaan yang tidak bisa terdeteksi oleh sempitnya nalar dan keterbatasan manusia. Bumilah tempatnya semua hal yang buruk seperti penyakit, kecelakaan, musibah dan air mata, bom, kerusuhan dan malapetaka. Belum lagi ketidakadilan, kebencian, kepahitan, dendam dan kecewa siap-siap mendarat di kalangan orang-orang yang hidup di atas planet ini. Fakta sepanjang zaman mengatakan bahwa manusia manapun dan kapanpun tidak pernah kebal terhadap segala yang buruk. Namun dibalik segala sesuatunya Tuhan MAHA TAHU dan mengerti apapun yang terjadi dan tetap pegang kendali atas alam ini termasuk planet bumi. Berbagai persoalan dan musibah akan terus berjalan yang ada dan yang belum ada dan akan tetap ada hilir mudik menghampiri makluk yang berada di bumi ini.  

                Sejak awal ciptaan Allah menaruh “chips” atau gen terbaik dalam diri manusia yakni segala yang ada di dalam diri Allah baik sifat, karakter, pengetahuan, kuasa  dibenamkan di dalam manusia sebagai makluk termulia. Seharusnya manusia bertindak, berkata dan bereksistensi seperti Allah. Bahkan sebelum manusia jatuh alam dosa Allah memerintahkan manusia untuk mengusahakan dan memelihara Taman Eden.[3] Ini berarti etos kerja manusia harus sinkron sesuai dengan patron yang sudah ditetapkanNya. Kata mengusahakan diambil dari bahasa Ibrani “abad” yang memiliki arti bekerja, melayani, menempa dan masih banyak lagi. Sementara kata mengusahakan diambil dari kata “shamar”  memiliki arti usaha untuk melindungi, mengawasi, berhati-hati.[4]  Tidak ada pekerjaan dan tindakan  yang Allah perintahkan untuk merusak apapun yang telah diciptakannya. Jadi dengan kata lain jika orang menerima doktrin pengajaran yang merusak makluk ciptaan yang lain bukan berasal dari Allah yang benar.

                Allah menghendaki setiap orang menemukan DIRINYA dalam makluk ciptaan sehingga tahu menghargai dan menghormati karyaNya. Jika seseorang tidak bisa menemukan Tuhan dalam diri orang lain jangan pernah mencari Tuhan di buku apapun termasuk kitab suci karena tidak akan pernah menemukannya. Mengasihi Tuhan dapat dilihat dari perlakuan seseorang terhadap  sesamanya. Pengebom yang merasa mencintai keluarganya supaya mati sahid, adalah cinta dalam bom yang kosong sekaligus gosong. Tidak  pernah ditemukan rasa kasih apapun dalam tindakan konyol  sebaliknya kenistaan serta aib terpatri dalam dunia dadn akhirat.  Namun sebenarnya Allah mengasihi keluarga ini entah berapa kali Ia mengingatkan dengan caraNya sendiri kita tidak tahu. Namun dari mereka sengaja yang memiliki telinga tidak mau mendengar, dan memiliki mata tidak mau melihat. Menjadi bebal, keras kepala seperti Firaun lebih suka mendengar  suara bapa penipu sejak semula yakni iblis yang hanya mencuri, membunuh dan membinasakan.[5]

                 Naluri cinta yang membabi buta terhadap ayat-ayat setan yang tidak pernah muncul dalam kitab suci agama manapun telah merasuk di dalam diri orang-orang yang sudah mengalami brain wash alias cuci otak. Yang ada di benaknya adalah kegilaan melakukan kebenaran yang dianggapnya benar padahal palsu dan menjijikkan. Delematis memang, ajaran yang salah saja orang berani taruhan nyawa dengan seluruh keluarga sementara ajaran yang benar sering kali dianggapnya ringan dan tanpa pengorbanan dalam melakukannya. Walau teroris tidak patut diteladani dalam bentuk apapun namun nekadnya melakukan kebenaran demi imannya menurut versi diri sendiri perlu dicari celahnya. Sementara orang yang beragama melakukan yang baik saja di tunda-tunda padahal hanya sekedar korban waktu, tenaga dan pikiran belum harta dan nyawa.

                Esensi dari pengorbanan standarnya apa yang Yesus ucapkan : “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya[6]. Pengorbanan yang benar adalah mati demi kebahagiaan banyak orang sementara para teroris mati untuk kesengsaraan banyak orang. Ini bukanlah pengorbanan melainkan menimbulkan kesengsaraan banyak orang. Orang harus belajar melakukan kebenaran dengan berkorban waktu, harta, tenaga dan nyawa sekalipun demi kebahagiaan orang lain. Namun ini hampir mustahil di tengah-tengah dunia yang semakin egois, mementingkan diri sendiri dan kasih yang semakin suam-suam kuku tidak panas atau tidak dingin.

Realitas yang ada sekarang orang menganggap agamanya the best of the best [7] dan sempurna dan menganggap agama lain dianggapnya ajaran jelmaan setan. Menganggap agamanya terbaik harus namun tidak boleh merendahkan kepercayaan lain seolah-olah menjijikkan yang perlu dijahui sejauh mungkin, kalau bisa bersentuhan saja tidak.  Inilah cikal bakal radikalisme kebablasan[8] dan celakanya di dunia pendidikan bertebaran guru-guru yang demikian. Pemerintah harus menahan laju radikalisme ngawur dari dunia pendidikan jika tidak demikian akan gagal total berapapun biaya, tenaga dan waktu yang telah dibuang! Bila sejak dini guru-guru (terutama agama dan PKN) yang sejati mengajarkan hal-hal terbaik dalam karakter, keharmonisan, dan toleransi dalam pengajarannya sesuai kurtilas[9] maka tidak akan mengundang iblis lebih banyak turun menyengsarakan banyak orang. Amsal berucap : Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.[10]

Dunia ini seolah-olah miliknya iblis sejak kejatuhan manusia pertama. Hal ini terbukti iblis berani memberikan dunia ini kepada Yesus SANG PENGUASA jagad raya pada waktu mencobaiNya[11] Paulus menegaskan bahwa musuh yang utama setiap orang percaya adalah penguasa di udara.[12] Sementara itu Yesus menerangkan bahwa eksistensinya bukan berasal dari dunia ini melainkan dari atas.[13] Lebih lanjut Ia  mengingatkan dengan jelas kedudukan orang percaya seperti domba di tengah-tengah serigala[14] untuk itu dunia akan membencinya[15] ini berarti bahwa orang-orang yang mengikut Kristus akan mengalami aniaya dan ketidak adilan. Inilah kebenaran yang Alkitab katakan yang sudah digenapi satu persatu dimana penganiayaan, intimidasi dan bom. Untuk itu tidak perlu heran, marah, kecewa dan mengutuk. Namun demikian terroris tidak memilah-milah korbannya, tidak peduli agama apapun dihajarnya demi eksistensi yang narsis.[16] Mengingat dunia ini merupakan markasnya kuasa kegelapan maka apa yang terjadi lebih dominan dari iblis. Namun demikian di tempat yang sama Allah melimpahkan kasih karuniaNya menyelamatkan orang-orang yang mau percaya. Mari kita menyadari dengan peristiwa ini untuk hidup berkenan kepada Allah dan mencari hikmat daripadaNya.

Pertama orang harus sadar bahwa Allah tidak menghendaki bom meledak tapi Ia mengijinkan itu terjadi karena free will manusia yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Bisa saja Tuhan menghalangi para pengebom itu dan membuat sumbunya tidak meledak namun itu tidak dikerjakan oleh Allah karena Ia tidak mau bertentangan dengan karakter yang sudah ditanamkan di dalam diri manusia yakni kehendak bebas. Jika Allah selalu ikut campur dalam free will manusia maka lama-lama manusia seperti robot yang hanya di remote control saja. Segala sesuatu yang berada di luar Tuhan adalah kendali dari si jahat dan iblis yang memiliki kemampuan hampir mirip seperti Allah mampu menggerakkan siapapun untuk memanifestasikan kejahatannya. Meledaknya bom yang ada bukanlah kehendak Allah melainkan dukacita Allah. Ia ijinkan terjadi karena Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hatinya yang jahat.[17] Analoginya demikian Allah menghendaki bangsa Israel di bawah pimpinan yang Theokrasi yakni dipimpin oleh Allah secara langsung. Namun bangsa Israel menghendaki pimpinan demokrasi yakni raja yang memimpin. Sekalipun itu bukan kehendak Allah namun Allah mengijinkan karena ketegaran hati dari bangsa Israel.

Hal yang kedua bahwa sesungguhnya Allah tetap layak disembah karena Ia memiliki rencana dibalik segala sesuatu yang terjadi. Ayub mengalami sebuah peristiwa yang melebihi bom, dimana hartanya ludes habis tidak tersisa, sepuluh anaknya meninggal serta istrinya mengkhianatinya. Sementara kesehatan yang dimiliki satu-satunya hilang hanya nyawa yang tersisa. Bagaimanakah sikap Ayub? Ayub tetap menyembah Allah tanpa memiliki alasan apapun. Ayub menyadari bahwa ia lahir telanjang dan akan kembali dengan telanjang juga.[18] Menyembah dan menganggungkan Dia karena kebaikanNya semua itu bisa dilakukan namun ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan tetap harus memuji Tuhan. Dalam keadaan yang paling susah Ayub berkata kepada istri yang meninggalkannya : “Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.[19]Manusia dalam keadaan apapun layak menyembah Tuhan karena memang untuk itulah manusia diciptakannya.     

Hal ketiga yang penting bahwa kasih harus mengalir untuk siapapun karena mereka umat ciptaan, termasuk para teroris namun harus membenci perbuatannya. Seperti Yesus memberikan pengampunan kepada mereka yang telah menganiaya dirinya dengan perkataan : "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."…..[20]. Kasih harus mengalir kepada para pengebom yang memang mereka tidak memiliki cinta. Untuk mengutuki mereka percuma sebab mereka sudah mati. Dari pada sumpah serapah lebih baik mengalirkan kasih yang mendalam melalui pengampunan yang dialirkan kepada mereka. Sakit memang tapi standar Alkitab harus mengasihi siapapun termasuk orang yang menganiaya kamu. Yesus Kristus mengajarkan : “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.[21] Sakit dan terluka memang namun tidak ada artinya menyimpan kepahitan dalam hati. Semua itu akan menjadi penyakit yang silih berganti menyiksa diri sendiri. Namun bila melepaskan pengampunan seperti Yesus Kristus maka kita belajar hidup serupa Kristus oleh Pimpinan Roh Kudus.



[1]     KEPO adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya.

[2]     Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Adi Saputra, M.Pd (Sumber)

[3]     Kejadian  2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

[4]    E-sword

[5]    Yohanes 10.10a 0 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan….

[6]    Yohanes 15:13

[7]    Terbaik diantara yang terbaik

[8]     Arti kebablasan : terlewat dr batas atau tujuan yg sudah ditentukan; keterlaluan

[9]     Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

[10]    Amsal 22:6 dan amsal 29:17

[11]  Matius 4:8-9 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

[12] Efesus  6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

[13] Yohanes  8 :23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

[14] Matius  10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

[15]  Yohanes  15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

[16] Narsis sebenarnya berasal dari kata “Narsisisme” (dari bahasa Inggris) atau “Narsisme” (dari bahasa Belanda), adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis.

[17] Rom 1:24

[18] Ayub  1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

[19] Ayub 2:10

[20]  Lukas 23:24

[21] Matius 5:44

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.