Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini329
Kemarin886
Minggu Ini329
Bulan Ini15110
Total Pengunjung949002

IP Kamu 54.235.55.253 Monday, 18 February 2019

Guests : 30 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

JARI TUHAN MEMPORAK-PORANDAKAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ngeri benar melihat realitas gempa Donggala, Palu dan  Mamuju. Peristiwanya singkat namun menyisakan kepedihan yang mendalam menembus ke tulang sumsum sampai luka hati dan akar pahit. Kekuatan gempa yang berkuatan magnitude 7,4 yang setara 200 kali Bom Hiroshima, meluluhlantakkan segala sesuatu termasuk jembatan kuning Ponulele[1]. Orang mulai mereka-reka penyebab mengapa Allah menjungkirbalikkan sedemikian hebat? Analisa penyebab terjadinya gempa dan tsunami, terlalu membias ke ranah penghakiman, ngga jelas dan kurang valid. Seharusnya orang datang untuk membalut luka, memberi makan yang lapar dan memberi minum yang haus. Bukan malah nyinyir, menyindir pemerintah, kurang tanggap, dan segudang lontaran hoaks menjijikkan digelontorkan pihak lawan. Keterlaluan memang, orang sudah kena musibah malah menjadi komoditas politik!

Pengamatan sebab dan musabab gempa yang beredar di medsos adalah prediksi terlalu subyektifitas dan  keliru lagi. Argumentasinya tidak argumentatif, ngawur yang hanya menambah  luka menganga di hati orang-orang yang masih hidup yang kehilangan sanak family, kerabat, harta dan benda. Setidaknya orang datang untuk menghibur, tidak “nyerocos”[2] persis senapan mesin yang nggak jelas. Orang jika tidak tahu lebih baik diam, sebab akan menambah kepedihan. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk membahas lebih lanJut terjadi penyebabnya melainkan refleksi rohani dari malapetaka yang ada dari sudut pandang kebenaran Alkitab.

Orang harus tahu bahwa peristiwanya murni bencana alam bukan dampak  laknat, kutukan atau azab dari Allah. Allah tetap mengasihi Donggala, Mamuju  dan Palu serta penduduknya, dan hatinya melekat ingin menyelamatkannya sebab Ia tidak menghendaki kematian orang fasik.[3] Ia ijinkan itu terjadi sebagai misteri dari kehendakNya agar orang-orang yang masih hidup menyadari betapa dasyat dan luar biasa Dia yang bersemayam di SinggasanaNya. Sekali Ia menggerakkan jariNya maka satu pulau bisa luluh lantak dan berpindah dari porosnya. Ia mampu menggerakkan tanah yang bisa berjalan beberapa kilometer seperti sungai[4]. Gempa yang menyemburkan  lumpur dan menenggelamkan satu kelurahan atau menyeret satu kampung ke dasar laut,  jelas bukan kerja atau rekayasa manusia.

Di zaman purba Allah pernah mengangakan tanah dan menelan kelompok pemberontak yang tidak menghormati Musa dan TUHAN. Mereka Korah, Datan dan Abiram ditelah hidup-hidup ke lubang kubur. Kelompok ini digolongkan sebagai orang yang menistakan Tuhan[5]. Jika mengaca peristiwa jauh sebelumnya, Allah juga meluluhlantakkan  bumi ini dengan kisah Nuh beserta tiga orang anak dan mantunya. Kisahnya rinci dan detil. Bagaimana Tuhan mengirimkan tsunami yang besar dan tanah mengangakan mulutnya dan memancarkan air dan menenggelamkan seluruh makluk hidup yang ada kecuali Nuh beserta keluarganya.[6] Beberapa ratus tahun kemudian Allah kembali murka dengan menjungkirbalikkan kota Sodom dan Gomora. Tuhan turun untuk meluluhlantakkannya dengan api dan belerang[7]. Semua murka Allah terjadi selalu dipicu oleh karena kejahatan manusia bahkan alasan Tuhan melakukannya karena nurani orang sudah mati untuk kebaikan yang ada hanya kejahatan semata[8].

Namun Tuhan bukan Pribadi yang asal menghukum dan mengirimkan bencana ke atas bumi ini. Ia Tuhan yang selalu merancang masa depan yang gilang gemilang bukan mendatangkan kecelakaan[9]. Seringkali manusia sendiri yang menggagalkan rencana indah Tuhan dengan melakukan hal-hal yang menyakiti Dia. Orang harus tahu bahwa sebelum menghukum satu kota maka Ia selalu memilih seseorang untuk diajak sharing. Ketika tsunami di dunia purba yang pertama kali, Tuhan mengajak bicara dengan Nuh dan berharap bisa menyelamatkan bangsa purba waktu itu dengan pemberitaan kebenaran yang Nuh sampaikan. Kemudian di zaman Abraham bagaimana Allah mengasihi kota Sodom dan Gomora sehingga harus bernegosiasi terlebih dahulu dengan Abraham sebelum menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora.

Kisahnya jelas dan detil, “Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?  Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?  Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian,  membunuh orang benar  bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama  dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim  segenap bumi tidak menghukum dengan adil?  " 

TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.  " Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.  Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."  Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?"

Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."  Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."  Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."  Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh  itu."  Lalu pergilah  TUHAN, setelah Ia selesai berfirman  kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya[10].

Kisah ini mengajarkan kepada setiap generasi bahwa Tuhan bisa diajak bargaining alias tawar menawar. Allah selalu ingin mencari orang yang mau diajak bicara untuk menyelamatkan dunia ini. Murkanya pasti turun akan segala kejahatan, dimana ada kejahatan disana sudah pasti Tuhan turun dengan murkaNya. Manifestasi murka Tuhan bisa dalam berbagai bentuk, entah itu gempa, tsunami, bencana alam, kecelakaan dan masih banyak lagi namun demikian dalam kemarahanNya juga terselip kasihNya tanpa batas. Ia mampu menggerakkan apapun dan siapapun untuk memberikan pemulihan.  Orang harus sadar hanya Dia yang berkuasa membangun dan menghancurkan.

Jika ada lima orang saja yang benar dan berkenan kepada Tuhan, maka Sodom dan Gomora tidak dijungkirbalikkan oleh Tuhan. Realitas yang ada dari seluruh penduduk yang ribuan itu, tidak memenuhi target orang benar, dibawah lima orang maka layaklah kota itu dijungkirbalikkan oleh Tuhan sendiri. Tuhan merelakan diri turun dari singgasana Surga dan mengingatkan kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Ketika Kain membunuh adiknya Habil maka Tuhan terlebih dahulu mengingatkan bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu dan Kain harus berkuasa atasnya[11].

Kain hutang darah maka sejak saat itu darah tertumpah dengan sia-sia. Mengapa Allah mengangakan tanah dan menyeret kelompok penista Tuhan? Karena mereka orang-orang tidak tahu menghormati pemimpinnya. Entah benar atau tidak Indonesia termasuk negeri yang para elite politiknya dan genk-nya sangat tidak menghargai dan menghormati pemimpinnya. Mereka selalu mencela, kritik tanpa dasar, nyinyir dan segudang sumpah serapah untuk para pemimpin yang sudah diangkat oleh Tuhan[12].Jika demikian maka Palu dan Donggala mempresentasikan  cerminan Indonesia di mata Tuhan. Itupun belum disadari banyak orang.

Yudas yang bukan Iskariot mengatakan : … sesungguhnya Tuhan hendak menghakimisemua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.[13] Yesaya sendiri mengatakan bahwa “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya;  baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.[14] Ini berarti Tuhan masih memberi kesempatan bagi siapapun mereka yang menyaksikan berbagai bencana supaya tidak keras hati melainkan memberi diri untuk bertobat.

Menjadi pelajaran penting pertama bahwa kita bisa menahan amarah Tuhan dengan tidak melakukan kejahatan. Ia muak terhadap kejahatan yang dilakukan manusia dalam lintasan tahun generasi apapun dan dimanapun juga. Sejak pembunuhan awal Tuhan sendiri Turun dan menuntut hutang darah harus dibayar darah, demikian di akhir zaman ini banyak orang mati atau menderita karena ketidakadilan oleh keputusan pengadilan yang korup oleh para hakimnya. Kemarahan Tuhan dipicu oleh satu hal ini yakni kejahatan dan ketidakadilan. Kesombongan orang bak Menara Babel[15] juga membuat Tuhan memporak-porandakan sedemikian rupa sebuah bangsa.

Setiap bangsa harus tahu menghormati Tuhan dengan selalu mencari perkenananNya. Harus disadari murka Tuhan terhadap Niniwe kota yang besar itu, sirna berubah menjadi kasih setia dan Tuhan membatalkan murkaNya karena pemerintah setempat mengadakan pertobatan usai mendengar kotbah dari Yunus[16]. Jika orang masih bisa mendengar pemberitaan kebenaran dari para pengkotbah, maka Tuhan masih menahan murkanya jika tidak lagi mau mendengar,  jangan salahkan Dia Sang Pencipta jika bumi tempat kita berpijak diporakporangdakannya. Harus diakui bahwa menjelang kedatangNya yang ke dua kali maka Ia akan menggoncangkan segala sesuatu yang bisa digoncangkan[17].

Fakta membuktikan bahwa ada satu hal yang tidak dapat tergoncangkan dan orang harus tinggal di dalamnya yakni Kerajaan Allah[18]. Orang akan dipaksa melihat realitas goncangan yang mengerikan sebelum dunia ini diganti dengan bumi dan langit yang baru. Orang yang terus berada dalam dunia dengan segala kemegahannya akan digoncangkan oleh Tuhan sampai mereka tidak berdaya dan sadar serta merindukan ketenangan jiwa. Hal itu tidak di dapat dari yang lain selain di dalam Kerajaan dimana Yesus Kristus menjadi rajanya.

Pelajaran penting yang kedua adalah orang benar dapat menahan murka Tuhan turun untuk membinasakan kota manapun juga. Keberadaan Antikris yang akan menyengsarakan orang percaya saja bisa ditahan dengan adanya gereja Tuhan[19] apalagi hanya sekedar gempa dan tsunami serta malapetaka, Allah sanggup untuk hal tersebut.

Jika didapati jumlah orang benar sesuai yang ditentukan oleh Tuhan maka amanlah kota tersebut. Untuk itulah orang harus bertindak dan berkata benar sehingga ketika Ia menemukan kita maka kita menjadi terhisab menjadi orang benar. Lihatlah sekarang para elite politik yang haus akan jabatan menghalalkan segala cara. Menggunakan agama untuk kepentingan sesaat demi jabatan dan kekuasaan. Agama seharusnya dipakai untuk penyembahan dan pengagungan kepada Allah, namun sekarang sudah diselewengkan.  Maka jangan salahkan Tuhan jika murka Tuhan itu turun membinasakan orang-orang yang sengaja melakukannya untuk melawan kehendak Tuhan[20]. Tinggal tunggu waktu saja karena Tuhan tidak pernah membiarkan kesalahan itu tanpa hukuman[21]. Setiap orang tidak mungkin tidak mengalami dosa dan kesalahan namun dosa dan kesalahan yang disengaja maka itu menunjukkan kekerasan hati dan kebebalan jika dilakukan berulang kali. Jika suara kebenaran yang disampaikan hamba Tuhan sudah tidak bisa di dengar maka Ia akan menghajar setiap orang dengan keadaan, malapetaka dan bencana yang mengerikan sampai orang tidak sanggup lagi menyangkalNya.

Pelajaran penting yang ketiga adalah bencana dan malapetaka bukanlah kehendak Allah melainkan Ia ijinkan terjadi karena kasihNya kepada manusia. Bisa dibayangkan jika ALLAH menghendaki bencana dan tsunami adalah kerangka keinginan hatinya? Betapa Ia Allah yang kejam dan sangat mengerikan. KehendakNya umat manusia tetapi tinggal di Taman Eden bukan di dunia yang edan. Bagaimana mungkin hal-hal yang edan yang orang lakukan akan membuahkan hal-hal yang baik? Semua malapetaka dan bencana merupakan rangkaian yang telah ditenun oleh kejahatan, kesombongan, ketidakadilan dan pembunuhan serta banyak hal lagi yang membuat Tuhan berduka. Manusia memiliki kehendak bebas namun kehendak bebas yang Allah berikan tidak dipakai oleh manusia untuk berbuat kebaikan yang bisa mendatangkan belas kasihan Tuhan dan anugerahNya. Sebaliknya manusia menggunakannya untuk hal-hal yang bisa menghimpun dan mendatangkan malapetaka. Ibarat deposito yang sudah terkumpul berpuluh dan bertahun yang jatuh tempo demikianlah kehendak bebas yang dilakukan untuk berbuat dosa akan berbunga malapetaka.

 

 

 

 



[1] http://style.tribunnews.com/2018/09/29/5-fakta-baru-gempa-donggala-dan-tsunami-palu-jumlah-korban-meningkat-kekuatan-200x-bom-hirosima

[2] nye·ro·cos v cak berkata terus-menerus dng lancar dan cepat sehingga orang lain tidak sempat menyela

[3] Yeheskiel 33:11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasikitu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? 

[4] fenomena likuifaksi

[5] Bilangan 16:30 Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN."

[6] Kejadian 6 - 8

[7]  Kejadian 19:24-25 "Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit. Dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah."

[8]   Kejadian 6:6-7 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,  maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi,  baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka. 

[9]  Yermia 29:11Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.

[10]  Kejadian 18:23-33

[11] kejadian 4

[12] Roma 13:1-2 tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah  yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.  Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan  Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.

[13] Yudas 1: 14, 15

[14]  Yesaya 55:7

[15]  Kejadian 11

[16]  Yunus 3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

[17]  Ibrani 12:7 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

[18]   Ibrani 12:8 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan,  marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 

[19]   2 Tesalonika 2:7,8 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja , tetapi sekarang masih ada yangmenahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,  pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,  tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya  dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. 

[20] Yermia 18:23 Tetapi Engkau, ya TUHAN, Engkau mengetahui segala rancangan mereka untuk membunuh aku. Janganlah ampuni kesalahan mereka, dan janganlah hapuskan dosa mereka dari hadapan-Mu, tetapi biarlah mereka tersandung di hadapan mata-Mu; bertindaklah pada hari murka-Mu terhadap mereka!

[21] Nahum 1:3 TUHAN itu panjang sabar  dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman  orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai,  dan awan  adalah debu kaki-Nya. 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.