Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini255
Kemarin686
Minggu Ini2922
Bulan Ini14264
Total Pengunjung729221

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 30 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

SEGITIGA BERMUDA

 

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terletak di bagian barat samudera Atlantik, Luasnya 1.140.000 km persegi. Adapun istilah Segitiga Bermuda, karena garis yang ditarik pada peta dihitung dari Bermuda - ke Puerto Rico, - ke Florida, dan kembali ke Bermuda.

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) terletak di bagian barat samudera Atlantik, Luasnya 1.140.000 km persegi. Adapun istilah Segitiga Bermuda, karena garis yang ditarik pada peta dihitung dari Bermuda - ke Puerto Rico, - ke Florida, dan kembali ke Bermuda.

Itulah batas-batas pusat wilayah tersebut yang membentuk segitiga yang akhirnya menjadi namanya sampai kini. Wilayah ini paling dikenal sebagai wilayah yang paling banyak memakan korban di belahan bumi ini, baik kapal-kapal laut, maupun pesawat-pesawat udara. Di sekitar Bermuda memang luar biasa berbahaya, dan di tempat-tempat tertentu membentang ....sampai lebih dari 10 mil dari daratan.... Batu-batu karang tersebut mengurung kepulauan itu pada tiga sisinya dan membahayakan jalan masuk dan keluarnya. Mitos keangkeran laut ini sudah berlangsung selama lima abad lalu, waktu Columbus mengadakan pelayaran melewati kawasan laut Sargasso. Karena seringnya memakan korban, laut ini juga sering disebut "Segitiga Iblis." (Devil's Triangle). Mengapa demikian? Tentu ada alasan-alasan tersendiri.

Kapal-kapal besar yang sedang berlayar tiba-tiba saja raib tanpa meninggalkan jejak. Pesawat-pesawat yang sedang terbang, bahkan pesawat- pesawat tempur dengan pilot-pilot yang terlatih dan berpengalaman, juga mendadak lenyap. Demikian juga dengan pesawat penyelamat yang dikirimkan, turut raib. Arah jarum kompas berputar tak beraturan. Hubungan radiopun terputus tiba-tiba. Padahal cuaca dalam keadaan cerah. Demikian seterusnya kejadian-kejadian misteri di kawasan Segitiga Bermuda terjadi sampai sekarang.

Di kedai-kedai makanan, pelabuhan-pelabuhan, para pelaut menceritakan keangkeran kawasan tersebut. Apakah masih kurang tumbal yang dipersembahkan? Apakah di sana ada kerajaan iblis yang secara tersembunyi telah mengendalikan dan melenyapkan kapal-kapal dan pesawat-pesawat? Sebagian memang percaya demikian. Apakah ada serangan oleh makhluk dari planet lain atau UFO? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang demikian mengenai misteri kawasan tersebut sampai kini.

Selama satu setengah abad yang lalu, lebih dari 40 kapal dan 20 pesawat terbang telah membawa hampir 1000 manusia masuk ke lembah kabut kesenyapan, dan hampir tidak diketemukan mayat dari para korban. Meskipun pada dasarnnya para pilot tidak percaya kekuatan-kekuatan yang tak dikenal, namun para pilot telah menjumpai banyak fenomena yang aneh. Kompas yang berputar tidak karuan, turbulensi yang hebat dalam cuaca yang sangat cerah, isyarat-isyarat radio yang tidak jelas, giroskop yang tidak jelas jalannya, kaca depan dan panel-panel instrumen yang berkilau, dan banyak penyimpangan yang bahkan lebih ganjil telah terbukti kebenarannya. Para ahli penerbangan dan kelautan menduga keras bahwa suatu fenomena di daerah itulah yang menjadi penyebabnya , dan bukan serangkaian kemalangan yang "kebetulan terjadi". 

Mitos Segitiga Bermuda terlanjur mengakar bagi banyak orang di dunia ini, terutama para pelaut dan penerbang. Kejadian-kejadian aneh seperti raibnya kapal-kapal laut, maupun pesawat-pesawat terbang, semakin menciptakan image keangkeran Segitiga Bermuda. Setiap peristiwa kecelakaan tidak sedikit yang menyimpulkan sebagai tumbal dari penguasa kegelapan di wilayah tersebut sebelum menelitinya lebih seksama. Kalaupun penelitian dilakukan dengan melibatkan teknologi canggih, namun tokh tetap saja nada miring keangkeran Segitiga Bermuda lebih saja menonjol. Pemberitaan pers juga turut membentuk opini publik bahwa kawasan tersebut memang benar-benar angker dan misterius. Orang-orang seperti dibawa ke dalam situasi yang mencekam, membuat para pilot dan awak kapal dirudung rasa ngeri melewati kawasan tersebut. Orang tidak lagi mau berpikir dengan nalar dan logika yang sehat dan akurat. Demikianlah sindrom keangkeran Segitiga Bermuda terus menerus merasuki para awak kapal dan pilot sampai hari ini.

Keangkeran Segitiga Bermuda memang sangat beralasan. Bagaimana tidak! Kompas yang masuk pada kawasan ini tidak berfungsi semestinya, dan ini bisa menyebabkan salah arah yang fatal bagi seorang nahkoda kapal. Juga sekonyong-konyong terjadi malafungsi radio komunikasi di tempat itu, gelombang besar yang tiba-tiba datang, badai, pusaran air yang kuat, kabut pekat, dsb. Dalam hitungan detik, kapal-kapal dan pesawat-pesawat terbang raib tanpa meninggalkan jejak.

Awal Mula Mitos

Tahayul keangkeran Segitiga Bermuda sebenarnya sudah berlangsung lima abad lalu, dimulai sejak pelayaran pertama oleh Christoper Colombus. Ia berlayar melalui laut Sargasso dan Segitiga Bermuda pada pelayarannya ke dunia baru pada tahun 1492. Anak-anak buahnya dihantui oleh keanehan laut Sargasso dan dilemahkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi sewaktu mereka melintasi Segitiga Bermuda; panah api yang jatuh ke laut (mungkin meteor?), gerakan-gerakan kompas yang tidak biasa, dan cahaya aneh yang tampak di tempat yang jauh pada suatu malam. Cerita-cerita aneh tersebut terus beredar di mana-mana. Sejak waktu itulah daerah itu mendapat reputasi sebagai tempat yang angker hingga kini.

Laut Sargasso, suatu wilayah di mana angin, hujan, dan awannya tidak sebanyak wilayah samudera lainnya, berada di tengah-tengah samudera Atlantik Utara, yang membentang dari 30 derajad sampai 70 derajad bujur barat dan dari 20 derajad sampai 35 derajad lintang utara. Luasnya hampir sama dengan daratan Amerika Serikat, panjangnya lebih dari 2000 mil dan lebarnya 1000 mil, dan semua sisinya dibatasi oleh arus-arus yang membuatnya berputar berlahan-lahan menurut arah putar jarum jam. Namanya berasal dari kata Portugis, sargaco, yang berarti rumput laut.

Wajar sejak awal para pelaut takut bila kapal yang melintasinya akan kandas, karena rumput laut yang sangat lebat menandakan bahwa daratan sudah dekat. Akan tetapi, di seluruh wilayah itu samudera masih beberapa mil dalamnya. Meskipun Columbus melaporkan perihal rumput laut itu dengan cermat, orang-orang yang mengikutinya menyebarkan cerita-cerita yang menimbulkan rasa takut pada diri semua pelaut. Para pelaut pada waktu itu merasa tidak enak apabila berlayar jauh dari pantai, mereka tidak terbiasa untuk tidak melihat daratan terlalu lama. Rumput-rumput laut berwarna kuning, coklat, dan hijau yang dipenuhi makhluk-makhluk aneh yang merayap dan membentang sejauh pandangan mata terlihat sangat mengerikan bagi orang-orang yang berlayar melaluinya.

Cerita-cerita dengan cepat berkembang, lebih-lebih setelah banyak kapal macet tidak dapat bergerak. Ternyata, bukan tidak adanya  angin yang menghentikannya, melainkan , menurut dongeng-dongeng itu, lapisan-lapisan tebal rumput laut yang di duga tumbuh merambat ke sisi kapal, sampai ke tali-tali dan rantainya . Rumput laut menahan kapal erat-erat di bawah terik matahari sampai semua yang ada di atas kapal mati karena kehausan dan kelaparan, dan kapal tinggal berupa lambung busuk yang di tumpangi kerangka-kerangka dan tidak tenggelam karena ditahan oleh sulur-sulur rumput laut. Cacing-cacing pembuat lubang yang merajalela di perairan tropis kadang-kadang mengubah sisi-sisi kapal yang macet itu menjadi gumpalan kayu yang busuk. Binatang-binatang kecil yang merayap di atas lapisan-lapisan rumput laut dalam certa-cerita di ubah menjadi makhluk-makhluk aneh yang menyeramkan atau cumi-cumi raksasa yang seram.

Pada minggu kedua bulan Oktober, awak kapal mendesak Columbus untuk pulang, dan hal ini membuat keadaan sangat gawat. Selama berminggu-minggu mereka melihat burung-burung dan tumbuh-tumbuhan daratan sehingga besar kemungkinan untuk mendarat. Namun setiap pagi yang mereka temukan hanyalah lautan luas yang menghempaskan harapan mereka untuk bisa mendarat. Pada suatu malam Columbus melihat tampak nyala lampu yang memberikan harapan, namun ternyata lampu tersebut lenyap dari pandangannya. Para ahli sampai sekarang terus berspekulasi dan tidak sepakat mengenai apa yang sebenarnya lampu yang terlihat itu; obor di atas perahu nelayan atau yang dibawa orang di pantai, atau sekelompok ikan yang bercahaya adalah beberapa dari kemungkinan-kemungkinan yang dikemukakan. Teori yang dapat diterima bahwa itu adalah ilusi yang ditimbulkan oleh ketegangan yang amat sangat dan wishful thinking (kepercayaan bahwa sesuatu akan menjadi nyata hanya karena diinginkan).

Kecelakaan Beruntun

Keangkeran Segitiga Bermuda semakin terbukti dengan terjadinya kecelakaan demi kecelakaan di tahun-tahun selanjutnya sampai sekarang. Setiap kecelakaan, baik kapal maupun pesawat, selalu menjadi perhatian dunia. Hal yang tragis dialami oleh empat kapal Angkatan Laut Amerika yang hilang tanpa penjelasan antara tahun 1781 dan 1812. Tahun 1840. Rosalie, kapal Perancis yang besar, ditemukan terlantar dekat Nassau, layar-layarnya masih terpasang, muatan barang masih utuh, dan keadaan dalam kapal masih teratur. Bella, kapal yang ditinggalkan secara misterius, ditemukan pada tahun 1854. Lotta, kapal Swedia bertiang layar empat, lenyap dekat Haiti pada tahun 1866, disusul dua tahun kemudian oleh Viego, sebuah kapal dagang Spanyol.

Misteri yang terbesar ialah hilangnya secara aneh kapal Atlanta pada tahun 1880. Kapal itu meninggalkan Bermuda pada bulan Januari menuju Inggris dengan awak kapal yang berjumlah 300 orang kadet dan perwira dan tidak pernah terlihat lagi. Bahkan pecahan-pecahan kapal, sekoci ataupun tiang kapal.

Kejadian-kejadian misterius terus mewarnai kawasan itu. Pada tahun 1884 ketika Miramon, kapal layar Italia bertiang dua yang menuju New Orleans, diam-diam meluncur ke dalam perangkap. Demikian juga dengan kapal Jerman bertiang empat, Freya, ditemukan terlantar pada tahun 1902.

Cyclops, kapal pertama yang diperlengkapi dengan radio, kapal pengangkut batu bara yang panjangnya 346 meter, berlayar dari Barbados menuju Baltimore dengan 345 orang hilang tidak ketemukan rimbanya. Yang lebih seram lagi, tahun 1941 dengan lenyapnya dua kapal seangkatannya, Proteus dan Nereus dengan rute yang hampir identik.

Kapal api Jepang Raifuku Maru (1928), sebelum tenggelam sempat mengirim SOS dan diterima oleh kapal lain. Laporan yang diterima mengatakan: "Seperti belati! Dan terdengar suara panik. "Datanglah, kami tidak bisa lari." Kemudian teriakan-teriakan dari kapal tersebut hilang. Kiriman SOS tentu membuat bingung para awak kapal lainnya: "Mengapa ditengah-tengah laut yang tenang terjadi ada kapal yang mengirimkan pesan demikian?" Benar, kapal tersebut tidak nampak lagi sampai sekarang.

Pada tahun 1935, kapal La Dahama terlihat di Segitiga Bermuda, beberapa hari kemudian sebuah kapal lain melaporkan telah melihatnya tenggelam. Pada tahun 1946, kapal City Belle ditemukan terlantar di dekat kepulauan Bahama. Rubicon, sebuah kapal hantu, terapung-apung dekat pantai Florida pada tahun 1944 dalam kondisi yang sangat bagus. Hanya seekor anjing yang ada di atas kapal itu. Tahun 1940 kapal Gloria Colita ditemukan terlantar dengan kondisi yang sangat baik di dekat pantai barat Florida di teluk Meksiko.

Bukan kawasan lautnya saja yang menelan korban, namun juga di wilayah udaranya. Lima pesawat pembom terpedo Navy Avenger tinggal landas dari Ford Lauderdale Naval Air Station melakukan patroli rutin, mengalami hal yang misterius, di mana dinyatakan hilang pada tangal 5 Desember 1945 dengan membawa korban sebanyak 27 orang. Kemudian dikirim pesawat penyelamat ke wilayah yang diduga jadi tempat kecelakaan, namun pesawat penyelamat tersebut juga turut lenyap. Seorang perwira Angkatan Laut Amerika mengatakan: "Pesawat-pesawat itu benar-benar lenyap seakan-akan telah terbang ke Mars". Padahal menurut laporan yang ada setiap pesawat sudah diperiksa dengan teliti sebelum terbang dan diisi dengan bahan bakar yang penuh. Semua perlengkapan, mesin-mesin dan kompas-kompas dan instrumen lainnya berada dalam kondisi kerja yang baik. Alat pemancar radio yang canggih terdapat di setiap pesawat terbang , termasuk sepuluh saluran komunikasi dan peralatan penunjuk arah yang harus dituju untuk kembali ke pangkalan. Setiap pesawat terbang membawa perahu karet dan setiap orang memakai jaket pelampung Mae West. Sedang para pilot dan awak sudah ahli semua. Juga cuaca sangat cerah.

Pada saat di mana mereka seharusnya sudah kembali ke pangkalan, justru malah mengirimkan pesan aneh: "Menara pengawas, ini keadaan darurat," suaranya terdengar cemas. "Sepertinya kami keluar dari jalur. Kami tidak dapat melihat daratan....diulangi....kami tidak dapat melihat daratan." "Di mana posisi anda?" tanya menara. "Kami tidak yakin dengan posisi kami." Jawab pemimpin patroli. "Sepertinya kami tersesat." Kemudian terdengar pemimpin patroli yang jelas menyiratkan adanya bahaya, "Kami tidak tahu barat ada di sebelah mana. Semuanya salah....aneh....kami tidak yakin dengan arah-arahnya. Bahkan samuderanya pun tidak tampak seperti samudera." Pemimpin patroli menyerahkan komando penerbangan kepada pilot lain. Namun pemimpin baru tersebut mengirim pesan "Kami tidak yakin kami berada di mana. Mestinya kami berada sekitar 225 mil sebelah timur laut pangkalan...tampaknya kami..." Lalu tidak ada suara.

Segera dikirim pasawat terbang Martin Mariner raksasa dengan awak 13 orang langsung lepas landas menuju posisi terakhir. Diperlengkapi dengan perlengkapan penyelamatan, kapal terbang itu dapat mendarat di lautan yang paling berbahaya. Namun juga hilang dan tak kembali. Pencarian dilakukan dengan melibatkan 300 pesawat terbang dan 21 kapal menjelajahi udara dan lautan selama berminggu-minggu, namun tidak menemukan sepotong bekas pesawat-pesawat tersebut.

Dua tahun kemudian (1947), sebuah pesawat pembom Amerika Superfortres lenyap secara aneh 100 mil di lepas Bermuda. Setelah penyelidikan intensif gagal menemukan jejak, para pejabat Angkatan Udara berspekulasi bahwa arus udara naik yang amat dahsyat dekat awan komulonimbus mungkin telah mengancurkan pesawat pembom tersebut.

Setahun kemudian (1948) sebuah pesawat penumpang Super Tiger yang dimiliki dan dioperasikan oleh British South American Airway telah kehilangan secara misterius di kawasan Segitiga Bermuda. Padahal cuaca sangat baik. Penyelidikan dilakukan, dan tidak ditemukan baik ceceran minyak, tubuh manusia, atau pecahan pesawat. Nasib Star Tiger sampai sekarang tetap misterius.

Pada tahun yang sama sebuah pesawat terbang penumpang DC-3 dengan membawa penumpang sebanyak 27 orang, lenyap tanpa meninggalkan jejak. Para penumpang sedang berada dalam suasana Natal dan sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Mendekati pendaratan, pesawat mengirim pesan tentang posisinya dan siap-siap menerima petunjuk pendaratan. Ketika pesawat hampir mendekati daratan, mendadak hilang. Dalam keadaan cuaca yang ideal, pencarian dilakukan. Lautnya jernih dan tenang, dan begitu dangkalnya sehingga benda-benda di mana diperkirakan pesawat itu jatuh, tampak jelas. Namun tak diketemukan bekas-bekas pecahan pesawat atau benda-benda lainnya.

Tahun 1949, Star Ariel, pesawat penumpang perusahaan British Saouth American Airways, lenyap dengan kondisi yang serupa dengan yang dialami oleh Star Tiger yang hilang tahun sebelumnya. Pesawat terbang bermesin empat itu tinggal landas dari Kindley Field, Bermuda, dengan tujuh awak dan 13 penumpang menuju ke Jamaika. Pilot mengirim pesan tentang keadaan cuaca yang bersih dan keadaan pesawat yang dalam kondisi beres. Setelah pesan itu diterima, pesawat lenyap tanpa meninggalkan jejak. Padahal kondisi cuaca sangat bagus. Kalau pesawat itu mengalami kerusakan struktural dan hancur, reruntuhannya akan sudah tersebar meliputi wilayah yang luas.  Kalau tercebur di laut yang diketahui sangat tenang, mestinya ada beberapa orang yang selamat. Paling tidak, kedua rakit penolongnya secara otomatis akan keluar dari tempatnya di sayap dan akan bisa ditemukan. Namun usaha pencarian tetap saja sia-sia, tidak ada jejak dari pesawat atau penumpangnya yang pernah ditemukan.
Kecelakaan-kecelakaan misterius lain terus bergulir di kawasan ini. Baik kapal-kapal, maupun pesawat terbang. Bila dimuat dalam artikel ini, tentu akan terlalu banyak memakan tempat.

Teori-Teori Dan Spekulasi

Apa gerangan yang menyebabkan kecelakaan demi kecelakaan begitu besar dan misterius? Sedangkan rata-rata kejadian baik pesawat maupun kapal berada dalam cuaca yang baik. Berbagai spikulasi mulai terangkat ke permukaan dengan berbagai macam versi dan kesimpulan yang subyektiv, baik dari kalangan Angkatan Laut itu sendiri, para pilot dan nahkoda pada umumnya, para ahli kelautan, bahkan sampai paranormal.
Beberapa penyelidik lebih umumnya mengesampingkan bahaya-bahaya yang biasa, seperti badai tropis mendadak, dan lebih menduga pada penyimpangan-penyimpangan di atmosfir dan gangguan-gangguan gravitasi elektromagnetiklah yang mungkin menjadi penyebab kecelakan-kecelakaan itu. Mereka menganggap kekuatan-kekuatan tertentu seperti itu mungkin telah mempengaruhi kompas dan meredam radio. Para pilot memberi gambaran mengenai laut yang aneh dan ketidakmampuan melihat matahari, penyimpangan di atmosfir, atau "lubang di langit", daerah yang hingga kini belum diketahui, di mana pesawat terbang bisa masuk ke dalamnya tetapi tidak bisa keluar dari situ.

Sebagian lagi berpendapat bahwa penyimpangan itu mungkin suatu belokan ruang, dan bahwa kapal-kapal yang hilang itu mungkin terperangkap dalam dimensi ke empat. Seorang peramal telah meramalkan bahwa suatu hari nanti belokan itu akan membebaskan semua kapal itu, dan kapal-kapal itu akan kembali ke pelabuhan-pelabuhan asalnya dengan kerangka-kerangka awaknya. Ada yang bahkan mengatakan bahwa para awak kapal itu mungkin masih hidup, sama umurnya dengan ketika mereka pergi, dan mereka akan dapat mengungkapkan rahasia apa yang ada di Segitiga Bermuda.

Beberapa ilmuwan merasa bahwa gempa laut, pergeseran dasar samudera yang mendadak sehingga menimbulkan ombak sampai setinggi 200 kaki, sehingga ombak itu menelan kapal-kapal dan akan menyebabkan tidak adanya SOS dan reruntuhan. Namun bagaimana dengan pesawat-pesawat terbang yang juga mengalami kecelakaan? Diduga pesawat-pesawat yang hilang disebabkan disapu oleh gelombang-gelombang atmosfir raksasa yang tidak kelihatan dan yang tidak beda dengan yang ada di samudera. Namun masalahnya cuaca di udara cukup baik, dan kalau pesawat hancur, tentu akan ditemukan reruntuhan-reruntuhannya.

Ada pendapat lain yang mengaitkan dengan adanya ketidakteraturan magnetis. Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi penyelidikan yang disebut Project Magnet, dan melakukan penyelidikan geomagnetik yang luas, yang memperbaharuhi banyak ukuran yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Diduga proyek ini juga melaksanakan tugas-tugas laut, temasuk mendengarkan pesan-pesan dari luar angkasa dan menyelidiki teori "ikatan yang hilang".
Pemerintah Kanada pernah mengadakan penelitian mengenai magnetis dan gravitasi, dengan mendeteksi daerah-daerah di atmosfir tempat terdapatnya apa yang disebut dengan "ikatan yang hilang". Daerah-daerah itu sekitar 1000 kaki garis tengahnya dan tidak diketahui sampai seberapa tingginya' daerah-daerah itu bergerak atau hilang, kemudian muncul lagi di lokasi lain. Medan-medan "ikatan yang hilang" sering ada di tempat terjadinya kecelakaan-kecelakaan yang tidak dapat dijelaskan. Mungkin kekuatan-kekuatan itu tidak hanya mempengaruhi pesawat terbang dan kompas, serta radionya saja, tetapi juga mengganggu indera manusia, dan menimbulkan kepeningan serta kehilangan orientasi ruang.

Telah dikemukakan bukti bahwa Segitiga Bermuda hanyalah sebagian dari daerah bermasalah yang lebih luas. Daerah ini, yang dikenal sebagai Limbo of the Lost (tempat semayam mereka yang hilang), meliputi batu kontinental di sebelah utara New Jersey, teluk Meksiko, dan samudera Atlantik di sebelah timur kepulauan Azores.
Para peneliti lain telah menemukan bahwa Segitiga Bermuda dan Laut Setan (bagian lautan Jepang yang sering kali menenggelamkan kapal-kapal dan tanpa ditemukan jejaknya) hanyalah dua dari sejumlah wilayah tidak normal yang terbesar di bumi. Para ahli matematika dan insinyur telah mendapatkan dua belas kawasan seperti itu, yang diberi nama "Vile Vortices" (Pusaran-Pusaran Jahat). Pusaran-pusaran itu katanya terjadi di kutub utara dan kutub selatan serta di lima lokasi pada setiap belahan bumi. Jarak pusaran itu satu dengan yang lain ternyata sangat jauh. Dan garis yang ditarik pada peta dari setiap pusaran ke putaran lain yang berdekatan membentuk segitiga sama sisi. Para ilmuwan belum mengetahui arti pola ini.

Belum lama ini disadari bahwa ciri-ciri geografis yang sama dari sektor kecil samudera yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda yang membuatnya jadi jalan yang ideal bagi peluncuran roket-roket, mungkin juga membuatnya jadi saluran yang ideal untuk pendaratan kendaraan-kendaraan dari angkasa luar. Barang kali suatu sumber kekuatan atau alat sinyal yang ditinggalkan di wilayah itu berabad-abad yang lalu oleh regu pengintai dari planet lain terus mengirimkan sinyal-sinyal ke ruang angkasa, yang memberikan petunjuk kepada para pengikut penjelajah-penjelajah terdahulu tentang pendaratan yang paling baik di planet bumi ini. Alat itu mungkin hanya kadang-kadang beroperasinya, yang kiranya menjelaskan fakta bahwa kebanyakan kapal dan pesawat terbang yang melintasi kawasan itu bisa lewat tanpa mengalami suatu insiden. Tetapi sewaktu alat itu aktif, sinar-sinarnya yang berkekuatan besar mungkin sekali cukup untuk mempengaruhi alat-alat pelayaran dan pikiran manusia, bahkan mungkin bisa menghancurkan sama sekali setiap kapal yang berada di situ.

Bertambahnya bukti bahwa peradaban-peradaban masa lalu telah memiliki pengetahuan dan mampu melakukan tindakan-tindakan besar yang jauh melampaui apa yang sebelumnya dianggap mungkin oleh para ilmuwan, mendukung teori bahwa pada zaman dahulu bumi dikunjungi oleh makhluk-makhluk dari angkasa luar. Jadi, tidak mungkin bila prestasi-prestasi sedemikian banyak itu dicapai tanpa bantuan intelegensi yang amat tinggi.
Menurut Coast Guard, bahwa insiden-insiden di Segitiga Bermuda hanya kebetulan saja terjadi dan tidak misterius. Keadaan cuaca, kegagalan perlengkapan, dan kesalahan manusialah yang menjadi penyebabnya, bukan sesuatu dari alam supranatural. Namun bagaimana dengan pesawat-pesawat di atas yang turut lenyap juga? Kemana pecahan-pecahan kapal atau pesawat berada, atau mayat ?

Alam Supranatural

Bila mengamati dengan seksama, peristiwa-peristiwa kecelakaan yang terjadi di kawasan Segitiga Bermuda, ada hal-hal yang ganjil, di mana kasus-kasusnya hampir rata-rata memiliki kesamaan berulang-ulang, seperti: cuaca yang baik ketika kapal-kapal atau pesawat-pesawat terbang lenyap tanpa meninggalkan jejak, radio komunikasi yang tiba-tiba terputus, kiriman SOS yang memberikan gambaran ketakutan, ada kebingungan dari para pilot dan nahkoda, tidak ditemukannya baik reruntuhan pesawat, kapal, atau manusia, memang mengundang pertanyaan yang memerlukan jawaban. Ke mana lenyapnya mereka? Apakah mungkin kapal-kapal dan pesawat tiba-tiba saja hancur menjadi abu?

Kesimpulan tentang jawaban-jawaban dari berbagai pihak, harus dihargai walaupun tidak sepenuhnya pendapat-pendapat itu disetujui begitu saja. Sebab siapapun yang berusaha untuk mengungkap, tentu berangkat dari pemikiran yang murni dan manusiawi dan penuh tanggung jawab. Baik itu dari pihak-pihak, atau instansi-instansi yang terkait, baik badan-badan Angkatan Laut, pihak pelabuhan, bandara, para pilot dan nahkoda, para ahli kelautan, bahkan paranormal sekalipun. Karena memang siapapun yang mencoba untuk menjawab, tetap saja ada kelemahan-kelemahannya, baik ketepatan atau keakuratannya. Sebab memang kapal-kapal dan pesawat yang mengalami kecelakaan selalu raib tanpa meninggalkan jejak, sehingga tidak ada saksi hidup yang bisa dikorek informasinya. Bila ada saksi hidup yang ditemukan, pihak penyelidik tentu akan memperoleh gambaran yang pasti tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan. Namun kenyataannya, jangankan manusia hidup, yang mati saja tidak pernah diketemukan.

Larry Kusche, seorang peneliti yang tidak mau percaya begitu saja mitos keangkeran tersebut, membantah mentah-mentah mitos yang selama ini berkembang, dan mencoba untuk berpikir dengan nalar yang sehat. Bantahan-bantahannya ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul "The Bermuda Triangle Mystery Solved" (Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan). Buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terbitan Grasindo.
Ia telah mengadakan investigasi yang melelahkan, dengan mengadakan perjalanan napak tilas ke kawasan tersebut. Ia juga mencari sebanyak-banyaknya sumber informasi melalui kepustakaan dan instansi-instansi yang terkait dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Antara lain pihak-pihak bandara, pelabuhan, Angkatan Laut, dll. Penelitiannya yang akurat mengajak orang-orang untuk berpikir dengan rasio yang wajar, sehingga isu keangkeran Segitiga Bermuda tidak untuk ditelan bulat-bulat oleh masyarakat. Demikian juga hendaknya orang-orang jangan terlalu terhanyut dengan pendapat pers semata. Usaha Kusche dalam bukunya tersebut sah-sah saja dan harus dihargai, sebab dengan segenap tenaga dan pikiran, ia mencoba membuka takbir di belakang Misteri Segitiga Bermuda.

Apakah Alkitab bisa memberi jawaban terhadap fenomena-fenomena ganjil seperti Segitiga Bermuda dari sudut pandangnya? Jawabnya "bisa". Alkitab memang membicarakan rahasia-rahasia tentang dunia yang tampak, maupun dunia yang tidak tampak (supranatural). Harus diakui, bahwa apa yang terjadi di dunia natural, selalu ada kaitannya dengan erat dengan dunia yang supranatural. Dunia natural bisa diteliti secara natural juga, seperti melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui riset, dan data-data. Namun perkara-perkara yang tidak kasat mata, juga harus diselidiki dengan cara supranatural. Karena keterbatasan indera manusia untuk melihat dimensi supranatural, maka juga banyak spekulasi-spekulasi.

Ketika Musa memimpin orang-orang Israel keluar dari Mesir, mereka sampai di ujung daratan, dan harus berhadapan dengan laut Tiberau. Secara natural, bagaimana caranya untuk bisa menyeberangkan ratusan ribu umat? Namun kemudian alam supranatural campur tangan, sehingga lautan yang ganas diubah menjadi jalan raya. Dengan demikian ratusan ribu orang Israel bisa menyeberang. Cerita ini sudah menjadi cerita abadi seluruh manusia di dunia ini sampai sekarang.

Ketika perahu Yesus dan para murid dihantam badai (sakal) dan perahu mulai penuh dengan air, maka Yesus menghardik gelombang dahsyat tersebut, dan seketika danau menjadi tenang. Yesus melakukannya dengan kekuatan-kekuatan supranatural. Hal seperti ini tentu sulit untuk diteliti dan dipahami dari segi ilmu pengetahuan. Dan masih terlalu banyak kisah-kisah dalam Alkitab yang melibatkan kekuatan supranatural.
Di alam supranatural terbagi menjadi dua kubu. Kubu yang satu dikuasai oleh roh-roh jahat yang memang mempunyai kerajaan dan daerah-daerah kekuasaan. Dan hal ini bukan menjadi rahasia lagi bagi banyak orang di dunia ini. Dari pusat kerajaan gelap inilah teror-teror dilakukan oleh pasukan-pasukan gelap. Mereka bisa bekerja melalui berbagai fenomena alam, membuat kebingungan seseorang, menyeret orang untuk mati bunuh diri, membuat seseorang gila dan sakit, membuat seseorang mau melakukan teror bom yang memakan korban jiwa, merusak sistem pada mekanik, mengacaukan sistim kerja sel-sel dalam tubuh manusia sehingga manusia menjadi sakit, dan masih banyak perbuatan kegelapan lainnya.

Dunia supranatural yang lain dikuasai oleh pihak Tuhan dan para malaikatNya. Kerajaan kegelapan lebih inferior dan terbatas cara kerja dan kemampuannya, sedang dunia Tuhan tidak terbatas kemampuannya. Oleh sebab itu, harus ada campur tangan kerajaan Tuhan untuk membendung dan menghancurkan kerajaan kegelapan, artinya pekerjaan-pekerjaan kuasa gelap tidak seenaknya dan bebas melakukan kehendaknya. Oleh sebab itu Yesus sering menghardik roh-roh jahat pada orang-orang yang sakit, dan setelah roh itu pergi, maka keadaan orang yang sakit tadi menjadi sembuh. Hal ini sulit dipahami dengan cara kedokteran. Tapi itu harus diakui dan diterima.

Oleh sebab itu jika paranormal menganggap memang kawasan Segitiga Bermuda merupakan tempat pos-posnya roh-roh jahat, ya sah-sah saja. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa zaman dahulu penduduk kepulauan Atlantik, yang kepulauannya terkubur oleh samudera, adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan mereka menguasai berbagai ilmu sihir. Walaupun jasad mereka sudah tiada, namun ilmu-ilmu sihir yang pernah mereka buat masih terus berlaku sampai sekarang. Itulah sebabnya banyak kecelakaan baik kapal maupun pesawat secara misterius. Sekali lagi pendapat yang demikian sah-sah saja.

Alkitab mengatakan bahwa kuasa jahat menggenggam dan menguasai seluruh dunia. "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat." (1 Yoh. 5:19). Iblis dan kerajaannya berkuasa atas darat, laut dan udara. Mereka juga punya angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara. Cuma tidak memiliki angkatan kepolisian, sebab mereka tidak pernah mempunyai hukum kebenaran. Tidak usah heran bila kecelakaan di Segitiga Bermuda terjadi baik di lautnya, maupun di atmosfirnya. Para dukun mengenalnya sebagai tumbal penguasa setempat.

Semua aktivitas yang dilakukan anak-anak manusia tidak lepas dari bayang-bayang kuas kegelapan. Daud banyak menulis dalam Mazmurnya, bahwa sepanjang hari terancam nyawanya (Maz. 22:21; 31:14; 38:13, dsb). Siapapun juga, apapun juga, tidak perduli siang atau malam, nyawa kita selalu terancam. Kalau tidak mati oleh pedang, oleh penyakit, atau oleh bencana. Paulus merasakan benar akan kekuatan kegelapan yang selalu mengintai nyawanya sepanjang hari, sehingga ia mengumpamakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum siap menerkam siapa saja yang dapat ditelan. "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. hari." (1 Pet. 5:8).

Kuasa gelap memanfaatkan keterbatasan indera manusia agar ia bisa melumat nyawa manusia, bukan di Segitiga Bermuda saja, tetapi di mana-mana. Kebetulan kawasan tersebut memang yang paling banyak menelan kapal-kapal dan pesawat-pesawat. Iblis bisa menanamkan rasa takut yang berlebihan pada pikiran seseorang, sehingga seseorang bisa mati dalam katakutannya. Roh jahat bisa membuat seseorang putus asa dalam hidupnya dan akhirnya bunuh diri. Roh jahat sanggup mengacaukan pikiran seseorang, sehingga seseorang tidak bisa lagi menghitung sesuatu secara akurat. Bila ia seorang pilot, maka pesawatnya akan menabrak gunung, bila ia seorang nahkoda, maka kapalnya akan menabrak gunung es. Roh jahat bisa memberikan pandangan palsu (paktamorgana) sehingga sebuah mobil yang dikendarai masuk ke dalam jurang dan penumpangnya tewas, dan jadilah tumbal di tepat itu. Dan biasanya tumbal-tumbal akan terus berjalan pada tahun-tahun mendatang. Terkenalah tempat itu sebagai tempat yang angker. Masih banyak perbuatan kegelapan yang tidak terhitung banyaknya.

Namun Alkitab memberi penghiburan kepada anak-anak Tuhan dari berbagai celaka. Malaikat Tuhan selalu berkemah di tengah-tengah orang yang takut akan Tuhan  dan sanggup meluputkan dari bahaya (Maz. 34:8). Perlindungan Tuhan sempurna, bahkan alam yang ganaspun tidak akan sanggup mengusik kita. "Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam." (Maz.121:6). Namun bukan berarti kalau ada anak-anak Tuhan yang mengalami kecelakaan terus menuduh bahwa Allah tidak sanggup melindungi anak-anakNya. Kadang beberapa orang percaya, bahkan banyak, (hamba Tuhan sekalipun) bisa mengalami kecelakaan di darat, laut dan udara. Dalam hal ini ada batas-batas tertentu yang Allah ijinkan untuk maksud dan rencananya. Dan kita tidak perlu terlalu jlimet untuk mengetahui rahasia-rahasia maksud Allah dalam hal ini, sebab rahasia tersebut hanya milik Allah. Seperti yang dikatakan dalam Ulangan 29:29:

"Hal-hal tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi
hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala
perkataan hukum Taurat ini."

Segitiga Bermuda terus saja membuat kebingungan para pejabat. Teori-teori baru dicoba dan dibuang hampir sama cepatnya dengan hilangnya kapal-kapal. Tampaknya satu-satunya kaitan yang ada di antara kapal-kapal yang hilang itu adalah semuanya terperangkap dalam wilayah geografis yang sangat terbatas itu. Semua penjelasan gagal menjelaskan mengapa puing-puing atau mayat tidak pernah ditemukan dan mengapa kehingan-kehilangan itu selalu terjadi dalam cuaca yang cerah. Mungkin manusia belum terlalu maju untuk memahami kekuatan-kekuatan yang ada di Segitiga Bermuda. Mungkin rahasia itu akan tetap tersembunyi, sampai kerajaan kegelapan dikalahkan total di akhir zaman. Tuhan yang tahu persis. (Diambil dari buku "Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan" Larry Kusche, terbitan Grasindo dan sumber-sumber lainnya - AS) Disadur dari Majalah Sola Gracia

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.