Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini417
Kemarin506
Minggu Ini3245
Bulan Ini9681
Total Pengunjung620900

IP Kamu 54.83.81.52 Saturday, 20 January 2018

Guests : 51 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 10.00 WIB
(MULAI JANUARI 2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
 
DEMAM YOBEL
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
 
 
 
IMAMAT 25:10
 
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
 
 

Perayaan Yobel adalah pesta 50 Tahunan  bangsa Israel kuno yang punya arti rohani penting bagi kehidupan orang percaya. Namun demikian kita tidak boleh “lebay’ dalam menyikapinya. Beberapa Hamba Tuhan sok latah dengan perayaan Yudaism, semua berbau Yahudi. Mereka tergolong “maniac” Israel dengan menggunakan berbagai assesoris Yahudi, baik tarian, murchandise, dupa, pakaian imam-imam dan segudang tata cara ibadah di jaman Taurat. Ibadah yang mempertontonkan perayaan Taurat murni dengan dana milyaran rupiah seolah-olah menghidupkan kembali imam-imam kemah pertemuan, tabut Allah dan tarian-tarian Yahudi di bumi Indonesia ini supaya berkenan kepada Allah, untuk hadir merestui   acara tersebut. Spektakuler memang , namun  akibatnya menjadi lelucon dikalangan orang-orang kudusnya Tuhan, di bbm beredar penjualan murchandise Yobel yang bisa dibeli untuk “zimat” keberkatan ala pesugihan dan perlindungan karpet dan wall paper yobel untuk perlindungan rumah. Candaan menggelikan, entah benar atau tidak, semua itu dikarenakan oleh ulah hamba Tuhan yang mengsinkritismekan kekristenan dan Yudaism.  Banyak hamba  Tuhan sekarang sudah salah kaprah, ingin mengibranikan semua orang Kristen dalam tata ibadah penyebutan nama YHWH dan assesoris Ibadah seperti mengarabkan semua orang islam di seluruh dunia.
Tidak salah kita mengacu kebenaran melalui Israel sebab memang harus diakui adanya Tuhan Sang Pencipta langit bumi karena adanya bangsa Israel. Bukti Allah ada kalau Israel ada, karna Allah Pencipta langit dan bumi adalah Allahnya Abraham Ishak dan Yakub,  Allahnya Alkitab dan Allahnya orang Kristen dan tidak boleh ada Allah lain (kel 20:3). Dapatkah kita membayangkan Allah lain yang diperkenalkan di luar  Yesus? Allah model apakah Dia? Tentu tidak ada. Yohanes mencatat kebenaran penting : “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak (2 Yoh 1:9), …. sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi (Yoh 4:22). Secara biologis Yesus Kristus merupakan keturunan orang Yahudi.
 
Sinyal – sinyal suara Tuhan dari alam yang lain (sorga)  pertama-tama, di dengar dan dipraktekkan oleh nenek moyang Israel dan karya Allah terus progressip melalui Israel dengan disain “maket” atau blue print” Taurat sampai dalam kebenaran yang hakiki kasih karunia dalam kemasan Alkitab. Orang Kristen harus sadar kita tidak lagi hidup di jaman Taurat melainkan hidup di jaman kasih karunia oleh karya Kristus yang sudah menyelamatkan kita.Galatia 2:16 mengatakan dengan jelas “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
 
Dengan kata lain ketika kita kembali menghidupkan ibadah-ibadah Taurat maka kita melecehkan akan karya grafirat Kristus. Seharusnya  kita menjauhkan dari segala sesuatu yang bernuansa ibadah Taurat sebab semua persembahan dalam imamat sudah digenapi di dalam Kristus. Orang harus tahu kitab imamat, orang yahudi menyebutkan:WAYYIQRA artinya: Dia memanggil. Buku Imamat ini disebut juga buku yang berisi tentang hukum Imam-imam. Juga disebut “Sefer kohamim” artinya: Hukum persembahan. Mungkin pengertian ini dikutip dari tugas-tugas dari para Imam yang mempersembahkan Kurban di dalam Bait Allah. Buku Septuaginta(LXX) menyebutkan  buku Imamat ini: ‘leuitikon” . Alkitab yang berbahasa Latin menuliskan :” LEVITICUS” . Seluruh aturan-aturan imam tidak berlaku di area kasih karunia. Tidak salah kita memetik pelajaran soal perayaan Yobel namun harus dimengerti kita tidak boleh melecehkan Tuhan dengan menampilkan seolah-olah Pendeta adalah imam besar yang kehadirannya harus disambut dengan cara khusus, bak Tuhan Yesus memasuki Yerusalem dengan teriakan Hosana-Hosana …..kemudian Yesus disalibkan
 
 
Yobel adalah Puncak sabat
 
Yobel adalah perayaan tahun ke lima puluh sesudah double sabat. Biasanya kalau 50 tahun memang besar-besaran seperti perkawinan 50 tahun disebut perkawinan emas. Demikian perayaan sabat, baik sabat mingguan, tahunan, sampai sabat yang 49 (7x7) tahun dan perayaan ke 50 tahun. Sabat adalah tradisi ibadah Yahudi yang menjadikan seluruh Yahudi menyembah Allah sepanjang abad, namun Kristus adalah Tuhannya hari sabat (matius 12:8). Sementara ibadah para tebusan tidak ada kaitannya dengan sabat, entah itu harian, bulanan dan tahunan bahkan lima puluh tahunan, kekristenan berfocus kepada Kristus centris yang ibadahnya bukan  hari sabat (sabtu) melainkan hari minggu seperti ajaran rasul-rasul (Kisah rasul  20:7). 
 
Ibadah kekristenan berpusatkan kepada kebangkitan Kristus bukan Taurat dengan sabatnya. Ketika kita mau merayakan Sabat maka kita harus konsekwen menggunakan seluruh assesoris Taurat, kandil, bejana, pakaian imam dan korban-korban, jangan hanya mengambil sebagian dan menganggapnya itu merupakan seluruh perintah Alkitab, dan kemudian mendoktrinalkan untuk dilakukan jemaat. Jika hal itu terjadi  maka itu merupakan penyesatan dalam gereja Tuhan dan pelecehan terhadap karya Kristus. Orang yang telah berani menerima karya Kristus di atas salib harus membuang jauh-jauh segala sesuatu yang bernuansa Taurat sebab jika rumah itu sudah dibangun dengan rapi untuk apa kita kembali membolak-balik disain rumah tersebut? Bukankah hal yang bodoh? Taurat adalah “blue print” kehadiran Kristus, ketika Kristus telah mati disalib itu merupakan Yobel yang sesungguhnya. Yobel yang berarti tanduk domba jantan, yang memperdengarkan sangkakala pembebasan itu melambangkan sangkakala yang ditiup Kristus di atas golgota bahwa orang yang percaya kepadaNya sudah terbebas dari hukuman (Roma 8:1) yang timpang berjalan (5:8), buta melihat (Mat 9:30). Yesus sendiri memproklamirkan diri sebagai yobel sejati , Ia berkata : Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4:18-19). Karya Kristus sempurna, dosa diampuni, lemah dikuatkan, sakit disembuhkan,miskin diperkaya, mati masuk sorga. Selesai kurang apa? Kita kurang ajar tidak menghargainya ingin mengembalikan karya keselamatan kepada Taurat. Padahal Paulus mengingatkan dengan jelas, kita diselamatkan oleh anugerah (efe 2:8-9) bukan karena melakukan Taurat  (roma 3:20,28)
 
Tahun Yobel mengarah ke rohani bukan lahiriah
 
Yobel tidak harus diperingati sebagai perayaan secara jasmani dengan masif. . Alkitab jelas mengatakan bahwa : Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah (Roma 2:29). Mencoba menampilkan kembali keyahudian secara kasat mata itu sudah bertentangan dengan kebenaran dan tidak mendatangkan kemuliaan Allah. Sebab kita umat pilihan jauh melebihi bangsa Israel yang telah menolak juru selamat. Setiap orang percaya bukan saja di bebaskan dari perbudakan dosa melainkan telah menjadi yang paling istimewa oleh karena kasih karunia “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib ( 1 Petr 2:9). Kita menjadi keturunan Abraham yang sama dengan Ishak anak Perjanjian (Gal 4:28)
 
Yobel Pertanda Sinyal kedatangan Tuhan
 
Memang harus diakui sinyal kedatangan Tuhan Yesus barometernya adalah Israel. Seluruh peristiwa yang menyangkut Israel adalah disain akan kehadiran Tuhan yang kedua kalinya seperti nubuat Daniel, Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus (Daniel 9:24). Orang percaya memang tidak boleh menentukan tanggal tepatnya Tuhan datang namun seluruh nubuatan berbicara waktu yang sudah disetting dengan akurat.
 
Kita tidak mempersiapkan diri untuk perayaan Yobel yang merupakan Yobel besar melainkan mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan Yesusnya. Ketika seseorag menunjukkan jari telunjuknya ke bulan kepada anak balita maka orang dewasa akan melihat bulannya bukan telunjuknya. Demikian orang percaya harus mempersiapkan diri dengan seksama untuk menyambut kedatangan Tuhan bukan merayakan apa yang sedang terjadi sebab semua peristiwa merupakan telunjuk sekaligus petunjuk untuk  kedatangan Tuhan. 
 
Memang harus diakui Yobel tahun ini bertepatan dengan bloodmoon, Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu (Kis Ras 2:20). Yobel besar bukan tidak boleh diperingati melainkan sebagai tanda yang sangat jelas bahwa hari Tuhan akan segera tiba sehingga setiap orang percaya harus menguduskan dirinya untuk menyambut kehadiranNya. Menguduskan diri ini berarti kita harus memiliki pola hidup yang sungguh-sungguh terpisah dengan dunia ini (roma 12:2) dan hidup serupa Kristus Yesus. Kehadiran Yesus menjadi rumah sakit untuk orang-orang sakit, menjadi restauran untuk orang-orang lapar, menjadi bank untuk mereka yang butuh duit, menjadi perusahaan untuk mereka yang mau bekerja. Ketika Yesus hadir Ia memberikan pemulihan untuk orang-orang yang terikat (Mat 11:28-29) demikian kita seharusnya menjadi sumber berkat bagi orang lain. 
 
 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.