Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini758
Kemarin622
Minggu Ini759
Bulan Ini12994
Total Pengunjung587542

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 55 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
ALLAH ORANG MUSLIM DAN KRISTENA, SAMA?
 
 
 
APAKAH ORANG KRISTEN DAN MUSLIM MENYEMBAH ALLAH YANG SAMA?
Penulis: Nabil Quraish
Diterjemahkan oleh:  Assaf Imanuel
 
■ Kontroversi Kampus Wheaton
 
Pada tanggal 15 Desember 2015, Sekolah Tinggi Wheaton, sebuah Kampus Injili yang tersohor, telah men-cuti-kan salah satu dosen pengajarnya akibat dari "statemen teologis yang inkonsisten dengan doktrin yang kami pegang." 5 hari sebelumnya, ketika beliau terlibat dalam kontroversi mengenai penggunaan hijab dan isu-isu kontroversial lainnya, Larycia Hawkins menulis status pada akun Facebooknya, "Saya berdiri dalam solidaritas bersama kaum Muslimin. Oleh karena sama seperti saya (seorang Kristen), mereka pun adalah umat dari Kitab Suci. Senada dengan pernyataan Paus Fransiskus minggu lalu yang berkata, kita menyembah Allah yang sama."
 
Keputusan Kampus Wheaton untuk memberikan Dr. Hawkins "waktu lebih banyak untuk merenungkan implikasi teologis dari statemen yang ia buat secara publik" telah menyulut gemuruh kontroversi yang hebat. Salah satu keberatan yang paling kuat muncul dari Harian Chicago Tribune, yang menyebut tindakan Kampus Wheaton tersebut sebagai, "fanatisme sempit yang berkedok teologi." Penyataan ini didasarkan pada masukan dari salah satu dosen di Yale, yaitu Profesor Miroslav Volf, seorang teolog yang dihormati dalam upaya dialog Kristen-Muslim, yang berkata, "Tidak ada alasan teologis apapun yang membenarkan cuti-administratif yang dikeluarkan Wheaton. Tindakan mereka tidaklah didasarkan oleh upaya ortodoksi teologis, melainkan oleh kebencian terhadap muslimin." Pernyataan yang menghakimi ini sangatlah mengejutkan, karena dikeluarkan oleh seorang akademisi ternama. Namun hal ini menunjukkan kepada kita betapa besar ketegangan yang ada dalam hubungan Kristen-Islam pada saat-saat ini, saat dimana penduduk negara kita terbelah antara dua pendapat perihal masuknya imigran muslim ke daerah Staten Island dan teroris muslim yang melakukan pembantaian massal di daerah San Bernadino.
 
Dalam seminggu terakhir, saya menerima lusinan permohonan agar saya memberikan pendapat saya mengenai hal ini, terutama dari mereka yang tahu betul bahwa saya tidak memiliki "kebencian terhadap kaum muslim." Sebagai mantan muslim, saya memiliki banyak teman dan anggota keluarga yang masih muslim, dan menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Dan saya pun sering mengajak banyak saudara seiman yang Kristiani untuk juga menunjukkan sikap solidaritas kepada mereka, dengan harapan agar kasih ini dapat juga menular kepada saudara-saudara muslim saya. Saya pun menyatakan agar saudari-saudari Kristiani mempertimbangkan untuk mau mengenakan hijab pada acara-acara tertentu, dan saudara-saudara Kristiani saya mau berpuasa bersama rekan-rekan muslim mereka pada bulam ramadhan, dengan catatan bahwa tindakan ini didasarkan semata oleh Kasih Kristus, dan bukan karena penundukkan diri terhadap Islam.
 
 
■ Apakah orang Islam dan Kristen Menyembah Allah yang Sama?
 
Dengan kasih yang sama, sekarang saya mau mencoba menjawab pertanyaan ini: Apakah kaum muslim dan kristen menyembah Allah yang sama? Sama seperti banyak pertanyaan baik lainnya, jawabannya seringkali lebih rumit dari yang diinginkan orang. Sekalipun demikian posisi saya sudah jelas: muslim dan kristen TIDAK menyembah Allah yang sama. Tetapi oleh karena kompleksnya hal ini, kita semua haruslah berhenti mengutuki mereka yang tidak sependapat dengan kita.
 
Ijinkan saya mulai menjawab dengan menceritakan hal ini:  bertahun-tahun setelah meninggalkan Islam dan menerima Yesus sebagai Tuhan, saya tetap meyakini bahwa kaum Muslimin juga menyembah Allah yang sama dengan orang kaum Kristiani, hanya saja mereka punya pandangan yang keliru tentang seperti apa Allah sesungguhnya, dan tentang hal-hal yang sudah diperbuat-Nya. Lagipula, sejak kecil toh saya sudah diajar bahwa kami pun menyembah Allah yang menciptakan Adam dan Hawa, yang menyelamatkan Nuh dari air bah, yang menjanjikan banyak keturunan kepada Abraham, yang menolong Musa keluar dari Mesir, yang menjadikan perawan Maria mengandung, yang mengutus Yesus ke dunia, dan yang menolong para murid menang, dan yang masih Maha Kuasa sampai hari ini. Bukankah itu juga adalah Allah yang ada di Alkitab?
 
Bahkan Al-Quran juga menegaskan bahwa Taurat dan Injil adalah juga Kitab Suci Allah, dan bahwa kaum Yahudi dan Kristiani adalah umat dari Kitab Suci tersebut. Dan bahwa Al-Quran memerintahkan kaum Muslimin untuk berkata kepada mereka, "...Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri." (Al-Quran, surah 29:46). Jika Al-Quran mengatakan bahwa Muslimin menyembah Allah yang sama dengan kaum Yahudi dan Kristen, bukankah masalahnya sudah selesai?
 
Bertahun-tahun kupikir memang sudah, tapi kini saya tidak lagi berpikir demikian. Statemen yang berkata bahwa "Kaum Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama" hanyalah berlaku untuk hal-hal yang tidak kontroversial, seperti: bahwa memang ada Satu pribadi Sang Pencipta yang kepada-Nya umat Muslim dan Kristen berusaha menyembah. Terlepas dari analisa yang dangkal ini, umat Muslim dan Kristen tidaklah menyembah Allah yang sama. Saya tidak menyerang mereka yang berpendapat demikian, tetapi semakin saya mendalami iman Kristiani, semakin saya sadari bahwa pendapat ini bukan hanya tidak benar, tetapi juga lebih mengarah kepada pandangan iman Islam daripada Kristen.
 
Mari mulai dari fakta yang sudah jelas:  Umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Allah, sedangkan Quran sangat menentang hal ini dan mengatakan bahwa mereka yang menyembah Yesus adalah kafir dan akan dibuang ke neraka (Al-Quran, surah 5:72). Untuk orang Kristen, Yesus jelas Allah. Untuk Muslim, Yesus jelas bukan Allah. Lantas jika demikian, bagaimana bisa dikatakan bahwa orang Kristen dan Muslim menyembah Allah yang sama? Fakta satu ini saja sudah dapat menyelesaikan pertanyaan ini. Dengan demikian seharusnya tidak ada seorang pun yang dapat berkata seperti Volf yang berkata bahwa, "tidak ada pembenaran teologis" yang mengatakan bahwa umat Kristen dan Muslim menyembah Allah yang berbeda. Sebaliknya, memang ada dasar teologisnya, apalagi jika kita sungguh-sungguh memperhatikan perihal pribadi Yesus.
 
Salah satu perbedaan lain yang sangat personal bagi saya tentang Allahnya Islam dan Allahnya Kristen adalah perihal Ke-Bapa-an-Nya. Menurut Yesus, Allah adalah Bapa kita, sedangkan Al-Quran dengan spesifik menyangkal bahwa Allah adalah Bapa (Al-Quran, surah 112:1-4). Bahkan dalam surah 5:18, Al-Quran memerintahkan kaum Muslim untuk menentang kaum Yahudi dan Kristen karena mereka menganggap Allah sebagai Bapa mereka yang mengasihi mereka, padahal manusia hanyalah salah satu dari makhluk ciptaan-Nya.
 
Begitu juga dengan masalah Doktrin Trinitas. Islam sangat tegas menolak konsep penyembahan Allah Tritunggal (Al-Quran, surah 5:73), dan dengan kontras menegaskan prinsip dasar mereka, yaitu: Tauhid, konsep mutlak bahwa Allah itu Satu. Konsep Tauhid secara spesifik menentang konsep Trinitas, sedemikian rupa hingga dapat dikatakan bahwa doktrin Kristen tentang Allah adalah antitesis dari doktrin Islam tentang Allah. Bukan hanya berbeda, tapi juga saling berlawanan satu sama lain.
 
Ada banyak hal lain yang bisa kita kemukakan tentang perbedaan antara Allah-nya Kristen dan Islam, tetapi hal ini saja sudah membuat kita dapat berkata dengan penuh keyakinan, bahwa: Allah-nya umat Kristen, baik perihal apa (Tritunggal) dan siapakah Dia (Bapa, Putera, dan Roh) bukan hanya berbeda dengan Allah-nya umat Muslim, namun juga secara fundamental tidak kompatibel. Menurut Islam, menyembah Allah-nya umat Kristen bukan hanya salah, tapi juga dosa besar yang bisa membuat masuk neraka. Keduanya bukanlah Allah yang sama.
 
 
■ Mengapa Orang Berkata Bahwa Umat Muslim dan Kristen Menyembah Allah yang Sama?
 
Lantas, bagaimana orang bisa tetap saja kekeh berpendapat bahwa umat Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama? Dengan cara memaksakan pandangan Islam yang berkata bahwa memang Allah-nya sama. Al-Quran berkata bahwa Allah mereka adalah Allah yang sama dalam Alkitab, jika demikian maka itu pasti benar.
 
Al-Quran berkata bahwa Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama, jadi pastilah Allah-nya sama. Inilah pandangan dari mereka (sama seperti juga saya dahulu) yang percaya bahwa Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama, padahal pandangan ini keliru.
 
Pandangan bahwa Allah-nya Islam dan Kristen itu sama adalah pandangan yang dangkal dan hanya semantik. Sekalipun Islam mengklaim bahwa Allah mereka pernah pula melakukan hal-hal seperti yang dicatat Alkitab Kristen dan mengutus nabi-nabi yang sama seperti dalam Alkitab, tapi hal itu tidaklah cukup membuktikan bahwa kaum Muslim menyembah Allah yang sama yang disembah umat Kristen. Persamaan-persamaan cerita ini bukanlah hal yang esensial jika dibandingkan dengan betapa fundamental berbedanya natur dan pribadi Allah tersebut. Kisah-kisah perihal apa yang pernah Dia perbuat atau siapa-siapa yang pernah Dia utus bukanlah karakteristik yang menentukan jika dibandingkan perihal apa & siapa Dia. Sekalipun nampaknya banyak kesamaan antara Islam dan Kristen perihal kisah-kisah di masa lampau, namun mereka berdua sangatlah berbeda secara fundamental pada perkara-perkara di masa kemudian.
 
Pernyataan Volf adalah respon terhadap umat Kristen yang percaya bahwa mereka menyembah Allah yang sama dengan orang Yahudi, padahal orang Yahudi tidak menyembah Allah Tritunggalnya Kristen. Bagaimana bisa umat Kristen mendakwa bahwa umat Muslim menyembah Allah yang berbeda tanpa juga mendakwa umat Yahudi melakukan hal yang sama? Ini namanya tidak konsisten, atau munafik.
 
Mereka yang sudah mempelajari ketiga agama Abrahamik ini akan dapat melihat dengan jelas bahwa: doktrin Trinitas adalah sebuah elaborasi dari Teologi Yahudi, dan bukanlah sebuah perlawanan terhadapnya. Sedangkan kebalikannya, Tauhid, adalah penolakan mutlak terhadap konsep Trinitas, terhadap ketuhanan Yesus, dan terhadap ke-Bapa-an Allah, yang sejatinya adalah doktrin-doktrin yang tertanam dalam lembaran-lembaran Perjanjian Baru dan yang sudah mantap baku berabad-abad sebelum kelahiran Islam. Para penganut Kristen mula-mula adalah orang-orang Yahudi, yang menggabungkan pengalamam perjumpaan mereka dengan Yesus kedalam teologi Yahudi mereka. Berbeda dengan Muhammad, yang bukan orang Yahudi dan bukan pula Kristen. Islam tidak mengelaborasi doktrin Trinitas, melainkan menolaknya dan menggantinya.
 
Asumsi Volf bahwa kaum Yahudi tidak menyembah Pribadi yang sama dengan Allah Tritunggal adalah tuduhan yang tidak berdasar. Banyak orang Yahudi yang memegang kuat monoteisme mereka percaya akan pribadi ilahi yang jamak. Sekalipun istilah "Tritunggal" barulah muncul pada abad ke-2 Masehi, tetapi prinsip-prinsip dasar dari doktrin ini sudah ada dalam iman Yahudi sejak jaman pra-Kristen. Barulah dikemudian hari, Yahudi dan Kristen berpisah jalan, ketika Yahudi memilih untuk percaya pada Allah yang monadik (satu, bukan esa). Tuduhan bahwa Kekristenan sebuah bentuk kesesatan dari agama Yahudi adalah tuduhan yang anakhronistik (salah jaman).
 
 
■ Kesimpulan
 
Pertanyaan apakah Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama adalah pertanyaan yang rumit. Keputusan Sekolah Tinggi Wheaton  memberikan waktu kepada Hawkins untuk merenungkan implikasi dari pernyataan yang dia buat adalah keputusan yang terhormat. Sebab Hawkins telah mengijinkan pandangan Islam menumbangkan pentingnya doktrin Kristen yang esensi. Sekalipun demikian, janganlah ada seorangpun yang dengan kasar menyalahkan beliau atas kesalahan ini, karena perkara ini memang rawan. Yang bahaya adalah sikap yang ditunjukkan Volf, yang menuduh pihak yang tidak setuju dengan Hawkins sebagai kaum fanatik, yang dengan demikian menutup adanya ruang diskusi yang valid. Kita bisa dengan tegas berkata bahwa umat Muslim menyembah Allah yang berbeda dengan yang disembah umat Kristen, tapi sambil TETAP TERUS MENGASIHI mereka. Bisa.
 
Umat Kristen menyembah Allah yang Tritunggal: Bapa yang mengasihi kita tanpa syarat, Putera yang berinkarnasi yang rela mati demi kita supaya kita bisa menerima pengampunan, dan Roh Kudus yang hidup didalam kita. Ini bukanlah Allah-nya umat Muslim; ini bukanlah pribadi Allah-nya Umat Muslim; dan ini bukanlah perbuatan Allah-nya umat Muslim. Sungguh, Trinitas memanglah antitesis dari Tauhid, yang inkompatibel secara fundamental, dan hanya nampak sama jika dilihat secara dangkal dan semantik. Muslim dan Kristen tidak menyembah Allah yang sama.
 
 
[Nabeel Qureshi adalah Penulis buku "Seeking Allah, Finding Jesus," yang meraih predikat New York Times best-seller, dan salah seorang Pembicara di Ravi Zacharias International Ministries]
 
Sumber artikel:
http://rzim.org/global-blog/do-muslims-and-christians-worship-the-same-god
 
 
KIRIMAN : Pdt. Assaf Imanuel via bbm

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.