Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini844
Kemarin811
Minggu Ini844
Bulan Ini17396
Total Pengunjung779241

IP Kamu 54.81.110.186 Monday, 20 August 2018

Guests : 10 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PERJALANAN ARWAH ORANG MATI

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

(Artikel ini ditulis untuk mengenang Pdm. Matius Maddin Simorangkir

yang telah dipanggil Tuhan 28 Juli 2018)

Manusia hidup untuk mati jadi siapa yang berani hidup harus berani mati namun jika tidak berani mati jangan pernah hidup. Namun persoalan mendasar banyak orang tidak mau menyadari bahwa kematian itu seiring sejalan dengan kehidupan. Bak sepasang sepatu kematian dan kehidupan berjalan beriringan.  Jika kehidupan sudah lelah atau selesai tidak berdaya maka kematian akan melanjutkan tugasnya menjalani kehidupan di alam yang berbeda. Jadi harus disadari bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa ditawar-tawar akan datang menjemput siapapun juga.

Sebagaimana orang hidup di bumi ini harus dilahirkan maka untuk bisa mencapai keabadian orang harus mengalami proses kematian. Jalan yang terbentang luas dan tanpa batas di alam sana membuktikan betapa sempitnya kehidupan di bumi ini. Orang akan sadar bila dipertontonkan peti mati dan realitas penyakit membahayakan. Namun mereka yang hidup serba mewah sering kali melupakan inti dari kehidupan itu sendiri yakni kematian. Salomo mengingatkan bahwa : Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.[1]

Lembah kematian terbentang luas dihadapan semua orang dan akan segera hadir bila usai tutup usia. Untuk memasuki lembah tersebut orang tidak perlu bersusah payah berusaha kesana dengan caranya sendiri. Setiap orang memiliki porsinya sendiri dan waktu yang sudah ditentukan dan tidak pernah menginformasikan terlebih dahulu kecuali mereka yang divonis hukuman mati dan sudah berada di depan regu tembak. Namun pada dasarnya penjemputan kendaraan kematian menuju lembah kekelaman tersebut tinggal nunggu waktu seperti antri tiket di loket. Orang yang sadar ini akan memperhitungkan hidupnya dengan kebenaran dan kehidupan yang berkenan kepada Allah sebagai bekal dalam keabadian. Allah tidak bisa dijumpai oleh orang-orang yang menjalani kehidupan di jalan yang salah melainkan saleh.

Pelajaran kehidupan di bumi ini begitu dominan sementara pengetahuan kematian dan persiapannya sangat minim. Orang-orang Tibet banyak mendengar guru-guru rohani mereka tentang pokok pengajaran yang selalu disampaikan yakni kematian. Para guru atau lama sering mengajar umatnya untuk siap menghadapi kematian. Orang diajar setiap hari berkaca di depan cermin kematian sehingga secara otomatis berhati-hati dalam bertingkah polah dan bertutur kata. Sebagai akibatnya mereka tahu kapan detik-detik terakhir rohnya berubah jadi arwah meninggalkan jasadnya menuju alam baka.

Namun pada dasarnya penjemputan kendaraan kematian menuju lembah kekelaman tersebut tinggal nunggu waktu seperti antri tiket di loket. Orang yang sadar ini akan memperhitungkan hidupnya dengan kebenaran dan kehidupan yang berkenan kepada Allah sebagai bekal dalam keabadianPengajaran untuk menghadapi kematian hanya tidak serumit berbagai macam theologia,  para lama lebih mengkonsentrasikan diri dengan hidup sederhana yakni hidup disiplin. Dalam bahasa Tibet istilah disiplin adala tsul trim. Tsul berarti “sesuai atau adil” dan trim berarti aturan atau jalan. Jadi disiplin berarti melakukan apa yang sesuai dan adil.[2] Orang yang hanya menghabiskan waktu untuk memikirkan hidup yang rumit, ceroboh dan tidak sesuai dengan aturan main yang ada maka mereka tidak disiplin dan itu berarti tidak tahu jalan kearah kematian selanjutnya.

Mereka tidak mempersiapkan umatnya dengan berbagai doktrin dan teori melainkan praktek kehidupan sehingga ketika ajal menjemput mereka berada dalam kategori sudah sangat siap. Baginya kematian bukan sebuah hal yang menakutkan bahkan diantara guru-guru spiritual yang sudah matang dapat mengumpulkan para murid-muridnya untuk berpamitan akan mati. Sang guru memegang tangan murid yang dikasihinya dan hilang dalam keheningan kematian menjemputnya.

Dalam vonis pengadilan Sorga bahwa kematian adalah kepastian, pada hari kamu memakannya pastilah kamu mati.[3] Manusia memang ditakdirkan untuk mati satu kali dan sesudah itu dihakimi.[4] Maut yang merupakan hukuman dosa[5] akan selalu bergerak dari dalam menanti kapan akan datang menjemputnya.[6] Setiap hari orang berada dalam bayang-bayang kematian, untuk menunggu kehadirannya orang tidak perlu terkena sakit parah terbaring di ruang ICCU rumah sakit. Orang mendadak bisa meninggal dalam kesehatan prima karena kecelakaan atau tiba-tiba terkena serangan jantung pada waktu mengendari mobil atau sedang berdiri jadi pembicara di depan khalayak ramai.

Untuk itulah setiap orang harus menyadari bahwa ajal menjemput dimana saja tanpa pandang bulu. Menjadi pengalaman penulis melihat jemaat yang meninggal pada waktu di toilet, ia sedang jongkok “pelepasan” membuang sesuatu rutinitasnya. Selama dua jam tidak keluar, sontak saja istrinya kebingungan, memanggil-manggil tanpa jawaban, dan terpaksa membongkar pintu kamar mandi bersama dua satpam. Mengingat wcnya adalah jongkok maka kedua kakinya susah diluruskan sudah hampir dua jam meninggal dalam posisi jongkok. Maut mengintip dimanapun kita berada untuk itulah berhati-hati bertindak dalam segala hal dan selalu mencari perkenananNya Tuhan. 

Namun demikian kematian bukanlah akhir dari sebuah kehidupan melainkan awal dari perjalanan dalam kekekalan. Satu menit setelah orang meninggal maka ia memasuki kekekalan atau kebinasaan. Kekekalan itu adalah sebuah kehidupan yang permai bersama Sang Khalik sementara kebinasaan adalah neraka bersama malaikat-malaikat terbuang yang dipimpin oleh Lucifer. Tidak pernah ada opsi ketiga, jalan pertigaan, perempatan dan perlimaan, hanya satu arah saja  yakni menuju pelabuhan kebahagiaan atau jurang ratapan. Silahkan memilih dan memilah keputusan di tangan setiap individu.  Bila seseorang memilih kebahagiaan maka ia akan beralamat sorga kekal, RT kelimahan, RW keberkatan dan nomor sukacita. Sebaliknya jalan satunya berujung sampai alam Jalan neraka kekal, RT Kebinasaan, RW malapetaka dan nomor ratapan! Siapapun mereka yang pernah lahir di muka bumi akan melewati jalan-jalan tersebut saat hidup ini harus berakhir! Tidak ada satupun yang bisa memilih jalan tersebut.

Dunia yang berbeda

            Seorang sahabat masuk ruang operasi untuk dibedah kepalanya karena tumor. Pada waktu proses operasi yang ada maka rohnya keluar dari tubuhnya. Ia menyaksikan dirinya sedang di operasi dengan dokter-dokter yang mengelilingi tubuhnya yang tergolek! Ia sendiri merasa asing dalam sebuah dunia yang ia tidak ketahui. Memang satu menit sesudah orang meninggal maka rohnya yang mirip bentuk tubuh dan wajahnya keluar dari dalamnya bagaikan sebuah kaos tangan yang dicabut dan meninggalkan tangannya demikian sesudah orang meninggal.  Ia tidak bisa kembali ke tubuhnya melainkan ia berjalan menapaki sebuah dunia yang baru. Di alam roh ia menemukan dirinya berjumpa dengan papanya dan sederetan teman-teman dan keluarga besarnya yang telah lama  meninggal.  Dalam kebingunan seperti ini ada seorang ahli rohaniawan menunjukkan mantra untuk mendoakannya. Seorang rohaniawan menghampirinya dan mengatakan, lihat tubuhmu sudah tidak berdaya. Memang sahabat ini melihat kepalanya sedang dibedah untuk diambil tumornya, ia juga menyaksikan bahwa perutnya seperti di tusuk-tusuk oleh beberapa setan di ruang operasi. Memang hampir tidak ada pertolongan maka sang rohaniawan ini menawarkan mau nggak kamu saya doakan dengan cara saya?

            Dengan terpana ibu ini melihat tubuhnya yang tergolek, namun ia masih sadar bahwa ia memiliki iman di dalam Yesus. Doa-doa yang selama ini dipanjatkan seolah-olah juga tidak membawa kesembuhan. Sang rohaniawan ini berkata, lihat ‘kan doamu tidak menolong engkau? Mari aku doakan “ demikian celetuk sang rohaniawan tersebut. Dengan sigap ibu ini berkata tidak! Di bumi saya sudah di doakan, dalam nama Yesus! Namun mereka memaksa supaya di doakan dengan caranya mereka!  Sepintas sahabat ini mengatakan dalam nama Yesus Kristus pergi dan enyahlah maka semua yang telah meninggal itu termasuk rohaniawan yang menawarkan doa tersebut hilang mendadak dan dalam sekejap rohnya kembali dalam tubuhnya. Ia hidup dan masih mengalami sakitnya sampai 3 tahun kemudian meninggal! Namun ia memiliki kisah bahwa di alam roh sana ada jalan dan ada cara-cara bagaimana mempertahankan eksistensinya. Namun nama Yesus nama yang berkuasa di tiga alam yakni bumi, dibawah bumi bahkan di sorga. 

Kisah  kedua dari seorang sahabat yang penulis kunjungi di rumah sakit. Ia seorang ibu dengan kesusahan hidup yang mendera sehingga menutup akal sehatnya! Ia ingin segera mengakhiri penatnya hidup dengan minum obat yang over dosis. Sebenarnya ibu ini seorang yang takut akan Tuhan! Namun sekali lagi terkadang orang memiliki sisi gelap yang tiba-tiba muncul dan menggelayuti seluruh hidupnya. Terang Tuhan yang selama ini diterimanya mulai redup, sebagai gantinya  yang ada di pelupuk matanya adalah mati itu bebas dari masalah. Orang tidak sadar sesudah mati kita masih bertanggung jawab untuk keputusan yang tidak bertanggung jawab untuk dipertanggunjawabkan!

            Sesudah ia minum obat yang over dosis itu, kontan saja tubuhnya tidak bisa menerima tindakan ini, hukum alam mulai bekerja tubuhnya mulai kejang, dan dibawa ke rumah sakit! Dalam keadaan sekarat ia bersaksi bahwa rohnya di bawa ke sebuah tempat yang mengerikan! Tempat itu asing, binatang yang paling menjijikkan ada disana! Dalam kengerian ini, ibu ini seolah-olah dibawa berjalan-jalan ke setiap lorong. Lorong-lorong yang paling gelap itu di huni seseorang yang merintih dan meratap bagai gertak gigi yang sangat menyedihkan sekaligus menakutkan.

            Ada Percikan-percikan darah ditembok neraka  dan daging-daging berceceran disana serta bau amis yang menyengat! Keadaan ini menambah hal yang paling menakutkan! Dalam keadaan seperti ini maka ia berteriak, Yesus tolonglah aku ampuni aku telah salah Tuhan? Bawa aku kembali untuk aku mengabdi kepadamu! Dalam hitungan detik Tuhan Yesus mengabulkannya dan rohnya kembali, ia baru sadar bahwa dirinya berada  di ruang rumah sakit.  Inilah kisah nyata dari sahabat penulis yang memiliki pengalaman spiritual usai kematian menjemput namun puji Tuhan keduanya hidup kembali.

Dari kedua kisah di  atas mengajarkan hidup ini jangan putus semangat dengan mengambil jalan pintas. Kematian bukanlah akhir dari segala sesuatunya melainkan awal kehidupan panjang berdurasi kekal dan penyesalan tidak berlaku disana, untung saja sahabat saya masih dapat menikmati kehidupan karena memang waktunya belum dikehendaki oleh Allah. Yesus masih bisa menjadi penolong di alam kekekalan sekalipun, itupun jika Ia berkenan atas kehidpan seseorang untuk dapat menjadi saksiNya.

Peta  jalan

 

Text Box: Namun secanggih apapun teknologi di dunia ini tidak ada yang bisa menunjukkan arah ke dalam kekekalan.Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini orang tidak perlu dipusingkan dengan arah jalan yang akan ditempuh. Dalam waktu singkat orang bisa menemukan alamat yang akan dituju melalui wase atau google map. Namun secanggih apapun teknologi di dunia ini tidak ada yang bisa menunjukkan arah ke dalam kekekalan. Jika kita mau bertanya atau melihat peta alam sana maka mau tidak mau harus mencari orang yang telah mati dan hidup kembali yang pernah mengalami kehidupan dalam kekekalan. Satu-satunya pribadi yang berasal dari kekekalan dan hidup di bumi mati kemudian hidup selamanya maka layaklah Ia berkata soal sorga dan neraka. Pribadi itulah Yesus Kristus yang telah memberikan peta tersebut untuk setiap orang percaya dapat menikmati perjalanan indah dalam sorga nanti.

 

Bila dianalogikan seorang yang akan berpergian dan tinggal di negara lain maka setidaknya memiliki persiapan dan gambaran kehidupan disana. Tata cara kehidupan disana harus dipelajari terlebih dahulu sebelum pemberangkatan walau tinggal beberapa bulan dan tahun maka dibutuhkan persiapan yang matang. Setiap orang akan menempati tempat yang kekal usai kematian dan persiapannya seharusnya sepanjang hayat selama hidup di bumi bukan nanti. Untuk itulah orang bukan sekedar tahu jalan tapi cara bagaimana hidup disana. Tidak akan pernah orang bisa masuk dalam kemuliaan bila hidupnya selama di bumi tidak benar. Kehidupan yang jahat tidak ada tempat dalam kemuliaan sorga kecuali neraka.

 

Dalam keyakinan umat muslim, sebagaimana dijelaskan dalam sumber hukum islam, jembatan shiratal mustaqim terbentang panjang di atas neraka yang menghubungkan dengan surga. Al-quran dan Hadist menggambarkan banyak orang yang jatuh ke neraka dan tidak sedikit dari mereka yang bisa melewatinya dalam kedipan mata ataukah secepat kilat. Kalimat shirathal mustaqim sendiri diambil dari kata bahasa Arab, yang banyak dijumpai kosakatnya di Al quran. Bahkan, kalimat ini berbunyi di setiap nafas diucapkan umat islam saat membaca surat Al-fatihah yang tiba pada bacaan “ihdinas shiratal mustaqim yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang bermakna (tunjukilah kami ke jalan yang lurus).[7]

 

Kematian dalam ajaran Buddhis biasa disebut lenyapnya indra vital terbatas pada satu kehidupan tunggal dan bersamaan dengan fisik kesadaraan proses kehidupan. Kematian merupakan transformasi arus kesadaran seseorang yang terus mengalir dalam satu bentuk kehidupan ke bentuk kehidupan yang lain. Hal ini dapat disebabkan oleh kebodohan batin ataupun kemelekatan.

 

Pada akhir kehidupan fisik, pada saat bersamaan terdapat pemutusan hubungan antara proses mental dan tubuh, yang dengan cepat fisik akan mengalami kelapukan. Tetapi kelahiran lagi dengan cara yang tepat terjadi dengan segera pada beberapa alam kehidupan. Dalam buddhis tidak dikenal adanya sosok entitas abadi yang “mungkin” juga kita kenal sebagi roh abadi yang tidak bertransformasi ataupun satu sosok entitas kehidupan tunggl.

 

Kematian dalam pandangan Buddhis bukanlah akhir dari segalanya, namun kematian berarti putusnya seluruh ikatan yang mengikat kita terhadap keberadaan kita yang sekarang. Semakin kita dapat tidak terikat pada dunia ini dan belenggunya, akan semakin siap kita dalam menghadapi kematian dan pada akhirnya akan semakin dekat kita pada jalan menuju “keadaan tanpa kematian”. Dalam Buddhis, sesungguhnya kematian tidak dapat dipisahkan dari kelahiran, dan juga sebaliknya dimana setiap yang mengalami kelahiran akan juga mengalami kematian.[8]

 

Text Box: Sebagaimana semua agama dan aliran kepercayaan mengajarkan hidup dibalik kehidupan dan menyiapkan jalannya masing-masing supaya bisa mencapai sorga. Namun adakah agama yang merupakan rekayasa manusia mampu membuka jalan dalam kekekalan? Itu sangat diragukan.Bagi orang Hindu harapan usai kehidupan adalah moksa yakni Nirwana, arti moksa itu sendiri adalah “Moksa/mukti berarti kebebasan atau kemerdekaan” dalam Mahanirvana Tantra Moksa dikatakan “Bebas dari ikatan samsara dengan berakhir persatuan dengan jiwatman dengan paratman”, dalam lain buku disebutkan bahwa “Emansipasi libration realize from deat final or eternal emancipation” lain pula yang ditemukan dalam salah satu lontar bali “Niyan tutur pamoka margining mulih pitara ring sunya loka” Artinya ; inilah tutur pamoksa jalan atma menuju alam sunia. Oleh Sir. Monier Williams, kamus Sanskrit-inggris disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Moksa adalah Ingin untuk membebaskan diri sendiri, mencari kebebasan.[9]

 

Selanjutnya dalam hindu mempercayai bahwa usai kematian ada dua jalur yang bisa dilaluinya Uttarayana dan Daksinayana. Salah satu jalur (Uttarayana) adalah jalur terang atau jalur dewa.[10] Dalam keterangannya lebih lanjut Uttarayana adalah yakni mereka yang hidup baik kelas dewa yang bisa menjumpai brahma sementara daksinaya adalah kehidupan kegelapan sehingga ia harus dilahirkan kembali

 

Bagi orang katolik masih ada satu langkah soal kematian yakni api penyucian. Dalam bahasa Latin, api penyucian disebut purgatorium, artinya pembersihan. Sebenarnya bahasa resmi Gereja tidak menyebutnya sebagai api, tetapi hanya penyucian saja, artinya tahap terakhir dalam proses pemurnian sebelum masuk surga. Dalam KGK 1030 dikatakan bahwa ”Api penyucian” adalah keadaan yang harus dialami oleh orang yang mati dalam rahmat dan persahabatan dengan Allah namun belum secara sepenuhnya disucikan. Keselamatan abadi sudah jelas baginya, namun dia harus menjalani penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu agar diperkenankan masuk ke dalam kebahagiaan surgawi. Dengan demikian Api penyucian bukanlah tempat antara surga dan neraka, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai proses untuk masuk surga. Santo Gregorius Agung mengatakan:

 

”Kita harus percaya bahwa sebelum pengadilan masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa, kalau seseorang menentang Text Box: Untuk itu setiap agama melakukan kebenaran sebagai jalan yang lurus untuk mencapai sorga namun banyak orang menyangka jalannya lurus tapi ujungnya menuju maut   sementara orang mengharapkan kebenaran tetapi kebenarannya sudah dipalsukan menjadi terkutuk.Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, ’di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak’ (Mat 12:32). Dari ungkapan ini nyatalah bahwa beberapa dosa dapat diampuni di dunia ini, beberapa dosa yang lain diampuni di dunia lain” (Gregorius Agung, dial. 4,39). Bapa-Bapa Gereja lainnya yang menulis tentang proses pemurnian sesudah kematian dan perlunya mendoakan orang yang sudah meninggal adalah: St. Klemens dari Aleksandria (150-215), Origenes (185-254), S. Yohanes Krisostomus (347-407), Tertulianus (160-225), St. Cyprianus (meninggal th 258), St. Agustinus dari Hippo (354-430). Dari banyaknya tulisan para Bapa Gereja, terbukti bahwa keyakinan akan adanya api penyucian sudah dimiliki dan diajarkan oleh Gereja Katolik sejak abad-abad pertama.[11]

 

Alkitab mencatat secara rinci langkah jalan menuju dalam kekekalan. Seperti hidup ini dapat diibaratkan sebagai pengembara di dunia ini tapi tidak demikian untuk kehidupan usai kematian. Maka kekekalan adalah kepastian bukan pengembaraan atau fata morgana melainkan lebih nyata dari kehidupan di bumi ini. Sebagaimana orang hidup menuju kematian maka kematian dipersiapkan untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Sebagaimana semua agama dan aliran kepercayaan mengajarkan hidup dibalik kehidupan dan menyiapkan jalannya masing-masing supaya bisa mencapai sorga. Namun adakah agama yang merupakan rekayasa manusia mampu membuka jalan dalam kekekalan? Itu sangat diragukan.

 

Untuk itu setiap agama melakukan kebenaran sebagai jalan yang lurus untuk mencapai sorga namun banyak orang menyangka jalannya lurus tapi ujungnya menuju maut[12]  sementara orang mengharapkan kebenaran tetapi kebenarannya sudah dipalsukan menjadi terkutuk.[13] Jika demikian jalan tidak ditemukan dan kebenaran tidak dapat menjamin maka tidak akan mungkin mendapat kehidupan dan dapat dipastikan akan memperoleh kematian. Untuk itu Yesus Kristus berkata :

 

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.[14]

 

            Sejauh mana Alkitab memberikan petunjuk dalam kekekalan nanti? Alkitab adalah komplit dalam isinya bukan saja memberitakan sorga tetapi juga memberi peringatan akan neraka! Setiap orang harus memiliki peta selama ada di bumi dan memperhatikan peta tersebut untuk menjauhi jalanan yang membuat tersesat! Yesus Kristus adalah specialis jalan-jalan di alam roh tersebut. Ia memang berasal dari sana, sudah tidak terhitung waktu Yesus bersama bapaNya tinggal disana, sehingga Ia berani berkata bahwa sebelum Abraham ada Aku sudah ada[15]

Yesus sendiri terlibat penciptaan alam semesta ini, itu berarti Ia berada dalam kekekalan sebelumnya. Ia menamakan dirinya sendiri Akulah Alfa dan Omega! Pada waktu Yesus mati langsung menjelajah dunia kematian, menguasainya dan kemudian memberikan kunci alam maut kepada orang percaya!  Yesus sudah menjelajahi alam maut dan keluar sebagai pemenang!

 “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia   membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam   keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan   menurut Roh,dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada    roh-roh yang di dalam penjara,yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak   taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar  waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya  sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah    itu.[16] Kematian Kristus di atas kayu salib menunjukkan kemampuanNya menembus alam maut dan memproklamirkan kemenanganNya selama di bumi. Dia tidak tersentuh oleh dosa dan kenajisan sehingga siapapun yang mengikutiNya layak hidup bersamanya dalam kekekalan sorga dan bukan neraka yang dihuni oleh orang-orang berdosa. Karena ia tahu pasti jalan kesana maka Ia memberitahukan jalan yang pasti.

 

Matius 7:13  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu  dan luaslah jalan yang menuju kepada kebiasaan,

dan banyak  orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah  pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada  kehidupan,

dan sedikit orang yang mendapatinya."[17]

 

Text Box: Perlu diingat kendaraan menuju neraka cukup dengan satu dosa saja sanggup menenggelamkan seseorang dalam perapian yang menyala-nyala.  Sementara mereka yang memasuki wilayah kemuliaan sorga, dibutuhkan hanya satu saja yakni iman di dalam Kristus.

Penempatan garis start di alam roh bukan ditentukan atau ditakdirkan oleh Tuhan melainkan dibentuk oleh tindakan iman dalam tutur kata dan sikap hidup yang menyenangkan Tuhan. Sekalipun sempit namun berakhir dengan kepermaian, di jalan ini tidak banyak orang karena sangat tidak bersahabat dengan kedagingan, kemelekatan akan dunia, mabok jabatan, rakus uang dan hidup berselimutkan kejahatan.  Hidup yang bertentangan dengan kebenaran sejati akan membuka jalan lebar usai kematian. Karena memang harus disadari bahwa di jalan ini tidak ada rambu-rambu berarti. Semua kendaraan hidup tanpa aturan main yang jelas dan boleh melakukan apa saja  yang mereka mau lakukan.

Orang yang menempatkan dirinya di garis awal kehidupan kekal dapat dipastikan ciri khas hidupnya akan ketahuan jelas, santun bertutur kata, dan indah bertingkah polah dan memiliki iman yang benar karena banyak iman yang salah kaprah! Tidak ada iman yang membawa seseorang ke sorga selain iman di dalam Kristus Yesus

               Sebaliknya mereka yang menempatkan dirinya di garis kematian kekal (neraka) biasanya orang ini hidup akan arogan, cuek terhadap kebenaran dan hidup dalam dendam kesumat, yang ada di matanya hanya harta dan kemewahan. Orang-orang ini rela menghalalkan segala cara agar dapat eksis dalam kehidupan tetapi lupa ia gagal dalam kematiannya. Biasanya orang yang tidur selalu gelap maka tidak akan tahan bila melihat terang yang menyilaukan. Demikian juga ketika seseorang hidup dalam dosa dan kuasa kegelapan tidak mungkin menempatkan  arwahnya di start kehidupan tetapi berada dalam kebinasaan.

           Mereka yang sudah memasuki wilayah jalan kebinasaan dapat dipastikan tidak mungkin bisa berbelok di jalan yang penuh kemuliaan. Demikian juga sebaliknya seseorang yang sudah menempatkan dirinya dijalan kekekalan tidak akan pernah sedikitpun memiliki kerinduan untuk memasuki wilayah kebinasaan. Mereka yang sudah memasuki jalan kebinasaan, akan terus digelayuti dengan dosanya yang menggunung. Roh kekalnya mengetahui bahwa jalan itu adalah jalan yang tepat dan cocok, sesuai dengan cara-cara  yang telah diukir selama di bumi. Sebab kenajisan, arogansi dan kejahatan, sikap penolakan akan Kristus merupakan perbuatan yang  seakan-akan membentuk jari-jari kaki yang pas untuk perjalanannya.

               Perlu diingat kendaraan menuju neraka cukup dengan satu dosa saja sanggup menenggelamkan seseorang dalam perapian yang menyala-nyala.  Sementara mereka yang memasuki wilayah kemuliaan sorga, dibutuhkan hanya satu saja yakni iman di dalam Kristus. Maka orang yang hidup dalam iman kepada Kristus akan  mengukir jejak-jejak kakinya dalam kebenaran sejati selama di bumi ini. Kesetiaan ibadah, kesuciannya dan amal perbuatannya di dalam Yesus akan ditemukan kembali bagaikan deposito yang telah dikumpulkan bertahun-tahun selama di bumi ini, pas jatuh tempo!

               Pembentukan jalan ke abadian dibentuk sendiri sampai titik terakhir sorga atau neraka. Dalam Alkitab ada kisah dimana orang kaya dan lazarus yang kedua-duanya mati. Namun yang menjadi perbedaan Lazarus mati dibawa oleh malaikat sementara orang kaya mati dikubur demikian nats Alkitabnya. Apa yang membuat perbedaan? Orang kaya ini memilih jalan dalam neraka melalui kuburan sementara Lazarus memilih jalan sorga melalui malaikat. Namun dalam alam kekekalan Yesus memberikan kisah pertemuan mereka yang masih terdapat komunikasi tetapi tidak ada transportasi. Demikian percakapan tersebut:

 

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.[18]

 

              Memang harus diakui Yesus tidak memberikan secara rinci mengapa orang kaya ini bisa masuk neraka sementara si Lazarus masuk sorga. Namun secara tersirat sudah jelas bahwa orang kaya ini hidup berfoya-foya tanpa memikirkan sorga. Ia berfocus soal duniawi dan tingkat kemelekatan soal harta dan kemewahan tingkat dewa. Orang yang  bersahabat dengan dunia merupakan musuh Allah[19] Yesus sendiri mengecam praktek hidup yang duniawi dan Ia berkata : “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.[20] Sementara Paulus menambahkan bahwa : Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan,   jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.[21]

              Menjelang kedatangan Tuhan dimana semua orang harus menghadapNya Petrus mengatakan :

…supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan

penyembahan berhala yang terlarang. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka

di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup

dan yang mati. Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati supaya mereka,

sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.[22]

 

Hal kedua yang membuat parah di dalam diri orang kaya ini adalah ia selalu hidup dalam pakaian jubah ungu dan kain halus setiap hari. Orang normal menggunakan pakaian bagus dan sutra ungu hanya sekali-kali waktu kondangan atau pertemuan besar. Jika ini setiap hari menggunakan sudah merupakan pertanda kelainan. Hidup dalam kemewahan tidak ditunjukkan tapi dipamerkan, ini merupakan sinyal kesombongan yang dibenci oleh Allah. Ayub mengatakan Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur  seperti Dia? Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak! Luapkanlah marahmu yang bergelora; amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah diaAmat-amatilah setiap orang yang congkak , tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya! Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi.[23]

Berpakaian tidak salah, menggunakan baju bagus tidak menjadi persoalan namun jubah yang sebenarnya adalah keluhuruan, kemegahan, keagungan dan semarak. Ini baru pakaian calon-calon penghuni sorga. Kesombongan membuat Tuhan murka dan Ia menentukan hari dimana hukuman kepada kecongkaan itu ditimpakan kepada semua orang tidak terkecuali. Yesaya mengatakan dengan jelas :

 

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan

dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.

Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak

dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;

untuk menghukum semua pohon aras di Libanon yang tumbuh meninggi

dan tetap menjulang, dan menghukum semua pohon tarbantin di Basan;

untuk menghukum semua gunung yang tinggi-tinggi dan semua bukit  yang menjulang ke atas;

untuk menghukum semua menara yang tinggi-tinggi dan semua tembok yang berkubu;

untuk menghukum semua kapal  Tarsis dan semua kapal yang paling indah. Manusia yang sombong akan ditundukkan

dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.[24]

 

Orang yang hidup dalam kesombongan sedang membuat jalan yang lebar dalam kekekalan. Biasanya orang sombong merasa diri memiliki prestise melalui berbagai prestasi yang ada. Namun mereka lupa semua berasal daripada Tuhan sendiri. Musa mengingatkan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan dan tidak boleh melupakannya, Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.[25]

 

              Langkah ketiga dimana orang kaya ini membuat jalan lebar adalah memiliki ego luar biasa, pelit alias kikir sampai matinya. Bisa dibayangkan bahwa ia hidup dalam kemewahan makanan yang melimpah selalu dalam pesta pora namun ia lupa ada seorang miskin disampingnya tetap miskin sampai matinya. Ini berarti bahwa orang kaya ini tidak pernah menjadi berkat buat sesamanya. Orang harus sadar bahwa tidak ada kikir dilingkungan sorga, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.[26]  Selanjutnya dalam suratnya Paulus mengatakan tidak boleh duduk dan makan serta harus meninggalkan orang-orang kafir.[27] Yesus Kristus mengidentikan orang yang melihat orang miskin namun tidak bereaksi sama dengan orang terkutuk sehingga mereka layak mendapat api yang menyala-nyala. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. " [28]

 

Hidup di dunia yang hanya satu kali harus menjadi berkat buat sesama. Ayub memiliki data berbagai kebajikan dan kemurahan hati yang diberikan kepada sesama bahkan ia rela dihukum oleh Allah jika tidak membagi hidupnya buat sesama. Ia berkata :

 

Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan, ketika mereka beperkara dengan aku, apakah dayaku,

kalau Allah bangkit berdiri; kalau Ia mengadakan pengusutan,   apakah jawabku kepada-Nya?

Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang itu juga? Bukankah satu juga yang membentuk kami dalam rahim?

Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar,   

atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya  --

malah sejak mudanya aku membesarkan dia seperti seorang ayah, dan sejak kandungan ibunya aku membimbing dia,

jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut,

dan pinggangnya tidak meminta berkat bagiku, dan tidak dipanaskannya tubuhnya dengan kulit bulu dombaku;

jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku,

maka biarlah tulang belikatku lepas dari bahuku, dan lenganku dipatahkan dari persendiannya.[29]

 

Orang kaya ini menggenapi jalan lebar dalam kekekalan karena tidak pernah melayani orang lain ia selalu memerintah sebagaimana gaya hidup seorang bos besar. Ini termemori sampai di nerakapun ia masih memerintah-merintah. Sampai tingkat kekurangajaran berani memerintah bapak Abraham suruhlah Lazarus! Siapa dia berani menyuruh bapak Abraham sebagai bapak orang beriman? Sangat kurang ajar bukan? Karakter seperti ini adalah karakter orang-orang yang tidak memiliki jalan sempit yang penuh rambu-rambu bagaiaman harus menghormati orang tua. Namun hal yang paling fatal di dalam diri orang kaya ini sehingga ia menempati jalan yang lebar adalah penolakannya akan Kristus Yesus sendiri. Ia menolak kesaksian Musa dan Para nabi.

 

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka  dengan sungguh-sungguh,

agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi;

baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham,

tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi,

mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."[30]

 

Ketika Abraham menawarkan di bumi ada kesaksian Musa (Taurat) dan kesaksian para nabi adalah tulisan-tulisan dalam Perjanjian Lama maka Ia sontak berakata : tidak.. tidak bapak Abraham. Seluruh Taurat dan Mazmur serta tulisan para nabi mengarah kepada satu pribadi kehadiran Yesus Kristus di dunia ini, penolakan terhadapnya adalah vonis neraka! Mengapa demikian karena Yesus Kristus adalah jalan lurus itu sendiri! Orang yang mendapati diri percaya kepada Kristus ada jembatan dari dunia ini langsung dalam keabadian sorga, bukan via neraka, dengan jembatan panjangnya atau penyucian dan lahir kembali usai kematian.Namun orang harus lahir baru di bumi ini melalui iman dan hidup dalam perkenanNya setiap hari.

Jadi yang menjadi kesimpulan perjalanan arwah orang mati ini mengingatkan bahwa setiap orang akan menghadapi satu titik kematian yang bukan berakhirnya hidup melainkan awal kehidupan baru yang berdurasi panjang. Sudah dapat dipastikan bahwa untuk menuju tempat terakhir yang bukan di liang lahat melainkan di Sorga atau neraka membutuhkan jalan! Jalan itu bisa diperoleh bukan saat usai kematian melainkan selagi hidup. Jalan yang terbentang itu adalah Kristus Yesus yang mengajarkan jalan lurus.

Kehidupan di dalam diri Kristus bukan type orang kaya dan lazarus melainkan hidup dalam hidup serupa Kristus oleh Pimpinan Roh Kudus. Hidup ini sederhana menerima apa yang Tuhan berikan, dan tidak hidup dalam kesombongan yang dipamerkan melainkan dapat menjadi berkat buat sesama. Amin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.



[1] Pengkotbah 7:2

[2] Segyal rinponce, buku tibet tentang kehidupan dan kematian,Ehipassiko foundation, 2103 hal 55

[3] Kejadian 2:7 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

[4]  Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

[5]  Roma 6:23 ebab upah dosa ialah maut;  tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal p  dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

[6]  2 Korintus 4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

[7] https://medium.com/@adzimatuludzma1/pengetian-dan-gambaran-jembatan-sirotol-mustaqim-28a95ddae304

[8]  https://www.buddha.id/2017/01/ajaran-buddha-tentang-kematian.html

[9] https://id-id.facebook.com/notes/hindu-bali/tutur-kamoksan-jalan-menuju-penyatuan-atma-mengenal-ciri-ciri-orang-akan-meningg/477803692242282/

[10] http://hinduismbali.blogspot.com/2016/05/kehidupan-setelah-kematian-dalam-hindu.html

[11] https://katolikmenjawab.wordpress.com/2010/06/23/ajaran-gereja-katolik-mengenai-surga-api-penyucian-dan-neraka/

[12] Amsal 14:12

[13]  Galatian 1:8-9

[14]  Yohanes 14:6

[15]  Yohanes 8:58

[16] 1 Petrus 3:18-20

[17]  Matius 7:13

[18] Lukas 16:24-28

[19] Yakub 4:4

[20]  Lukas 21:34

[21]  Roma 13:13

[22] 1 Petrus 4:2-6

[23] Ayub 40:9-13

[24]  Yesaya 2:11-17

[25]  Ulangan 8:17

[26]  1 Korintus 6:10

[27]  1Korintus 5:10-11

[28]  Matius 25:41-46

[29] Ayub 31:13-22

[30] Lukas 16: 27:31

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.