Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini761
Kemarin622
Minggu Ini762
Bulan Ini12997
Total Pengunjung587545

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 101 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

TUHAN YANG GALAU BENARKAH JADI GILA?

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

Sang Khalik yang seharusnya duduk di singgasana Sorga menjadi galau karena ulah manusia yang jatuh dalam dosa! Hal yang paling paten “esssensi” di dalam diri Allah yakni “Demut dan Tselem” alias citra dan gambar-Nya yang telah di benamkan di dalam diri manusia telah rusak parah. Keinginan Sang Pencipta yang selalu memadu kasih dengan ciptaanNya komunikasinya tidak bisa komunikatif sehingga manusia tidak bisa lagi on air di hadapan hadiratNya. Hal itu terjadi sebab frekwensi Illahi di dalam diri manusia telah diacak oleh iblis sehingga ciptaan termulia tidak mampu menangkap sinyal sorga akibatnya dua pribadi yang mesra antara Allah dan ciptaanNya terpisah sejauh langit dengan bumi.

Betapa terluka hati Tuhan dengan perpisahan yang menyakitkan ini sebab manusia diciptakan untuk tidak jauh dari Tuhan melainkan menyatu dan intim serta bagi kemulianNya. Kini hati Illahi yang membara bagaikan kobaran api tidak bisa membakar hati manusia sebab elemennya sudah berbeda bagaikan air es dingin dan membeku, jika dibakarpun hanya bisa meleleh tidak mungkin berubah menjadi api. Semula ketika Adam di hampiri dan disapa maka tidak ada rasa takut atau kecewa. Bagaikan mempelai pria menyambut kehadiran kekasihnya demikian Adam dan hawa menyambutNya. Namun sekarang peristiwanya berbeda, iblis telah membuat manusia pertama itu lari tunggang langgang, bersembunyi dan takut tidak jelas suasana hati, padahal Adam dan hawa baru mendengar langkah suara Tuhan. Sekali lagi bukan divine purpose atau tujuan IllahiNya untuk itu manusia diciptakan.

Orang harus sadar bahwa spesifikasi manusia sebenarnya hanya dari seonggok tanah yang tidak berarti apapun, alias benda mati yang no action tanpa bisa aktifitas, bergerak dan menghasilkan apapun termasuk suara sekecil apapun. Bahan baku dari debu itu bisa menjadi makluk hidup yang istimewa karena Allah telah mengisinya dengan menghembuskan nafas ke dalamnya (kej 2:7). Jadi komponen manusia yang sebenarnya sejernih kristal dan sebening kaca. Seharusnya di atas kertas, de facto dan de Jure-pun tidak boleh terkontaminasi dengan polusi iblis apalagi mengikuti patronnya. Namun mau di kata apa passion atau gairah manusia pertama telah gagal sehingga menjadi manusia jauh di bawah standar alias super zero.

Harus di akui Iblis telah mengambil chip yang dibenamkan Allah di dalam diri manusia dan di ganti chipnya sendiri. Bagaikan Handphone dua kartu yang tidak bisa berfungsi double maka manusia memilih chip-nya iblis dan dengan demikian secara otomatis chipnya Tuhan sama sekali tidak berfungsi. Dengan chip yang jahat itulah manusia bertutur kata dan bertindak mengikuti pola providernya yakni setan dan iblis.

Jadi sebenarnya dosa bukanlah kumpulan kesalahan, kejahatan dan  aneka perbuatan buruk manusia melainkan natur iblis. Iblis telah mentransfer karakter sejatinya ke dalam diri manusia dan menghapus seluruh kemuliaan Allah di dalam diri manusia (Rom 3:23). Jangan heran manusia sekarang sudah jadi setengah iblis dan tiga perempatnya setan dalam bertingkah laku dan bertutur kata. Untuk itu manusia cepat menjadi doctor kejahatan  dan tetap menjadi taman kanak-kanak dalam segala perkara yang menyangkut kemuliaan Allah!   

Fakta membuktikan Adam membuat seluruh  generasi manusia di bumi mewarisi dosa turunan, siapapun, dimanapun dan kapanpun semua orang yang pernah dilahirkan dari rahim seorang wanita dipastikan sudah tercemar. Seperti singa sudah punya karakter buas sejak lahir demikian manusia yang lahir sudah punya benih dosa di dalam dirinya.  Jadi bayi yang lahir di muka bumi ini adalah suci berarti salah besar. Vonis oleh Allah tetap berlaku semua telah berdosa! Sebab  Tidak perlu ada sekolah bohong dan tukang tipu, orang di dunia manapun tidak perlu belajar hal itu mereka akan langsung bisa berbohong dan menipu. Mengapa demikian ? karena benih di dalam diri manusia adalah benihnya iblis (Roma 5:12-20). Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa semua orang yang berdosa menjadi hamba iblis, 1 Yohanes  3:8 mengatakan : “ barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Orang harus bisa membedakan tabiat dosa dan perbuatan dosa. Untuk Tabiat dosa maka semua orang mewarisinya dan akan menerima hukuman Allah yakni maut (Rom 6:23). Berbeda dengan perbuatan dosa maka siapapun yang berdosa akan dihukum. 2 raja-raja 14:6 mengatakan : “ Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati olehnya, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri."

Jadi tidak ada cerita dosa bisa di tebus dengan segudang amal dan perbuatan. Untuk menjadi renungan contoh sederhana saja, apapun yang di hasilkan dari beras entah menjadi nasi, lontong, bubur, arem-arem kerupuk gendar dan masih banyak lagi tetaplah berbahan beras tetaplah beras! Apapun yang di hasilkan orang berdosa di mata Tuhan tetaplah berdosa. Yesaya berkata : Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin (Yesaya 64:6). Jika yang paling esensi yakni chip-Nya Tuhan alias demut dan tselemnya tidak di on air kan maka semua perbuatan manusia tetap di vonis menjijikkan di mata Tuhan.

Undang-undang Kerajaan Allah menyatakan bahwa setiap orang yang lahir dari seorang wanit oleh benih laki-laki maka berdosa! Apapun yang di hasilkan orang berdosa tetaplah dosa di mata Tuhan. Tidak peduli amal kebajikan dan perbuatan saleh segudang sekalipun tidak akan berpengaruh apapun di hadapan Allah. Perbuatan baik yang bukan berangkat dari hati yang sudah diubahkan akan tetap najis di mata Tuhan. Untuk itulah di butuhkan hati yang baru, Yehezkiel 11:19 menyatakan, Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat. Hati yang baru merupakan hal yang paling utama yang harus diperoleh siapapun dan agama apapun, Paulus menamakan ciptaan baru ( 2 Korintus 5:17) 

Jika dosa hanya merupakan kumpulan perbuatan buruk maka bisa ditebus dengan perbuatan baik juga dan Kristus Yesus tidak perlu mati di salib! Untuk itu tidak ada cerita nanti kalau mati dosa dan kebaikan akan di timbang di alam sana. Bila berat dosa maka masuklah kawanan pendosa itu ke neraka sebaliknya bila banyak amal perbuatannya maka masuklah sang pembuat kebajikan itu ke dalam sorga! Itu berita yang tidak Alkitabiah, teori dari mana entahlah… bahkan ada yang cerita kalau di alam baka nanti berjalan di jalan yang lebarnya serambut dibelah tujuh kalau banyak dosanya tidak akan mampu menyeberangi… dan jatuh di neraka kekal!

Solusi terbaik masalah dosa bukan berasal dari bumi atau sesuatu yang keluar dari diri manusia melainkan dari sorga. Bagaimana dari bumi? Bumi sudah di kutuk, dapatkah diselesaikan dengan sesuatu yang keluar dari manusia? Tentu tidak sebab manusia hakekatnya sudah berdosa! Dari iblis apalagi si biang kerok trouble maker ini, jelas sebagi bapak pendusta dari semula (Yoh 8:44), seperti asal dosa yang berasal dari Lucifer yang teriliminasi dari sorga (Yes 14:12) maka harus diselesaikan dengan DNA Allah. Hal itu merupakan “harga mati” sebuah kepastian dan tidak ada way out yang lain! Mau amal kebajikan, puasa atau sembahyang seribu kali sehari dan rajin puasa sekalipun tidaklah menggoyahkan hukuman Allah! Bila manusia di lahirkan di bumi ini sudah berdosa maka manusia harus dilahirkan dari Roh Allah, jika tidak maka jangankan masuk melihatpun merupakan larangan (Yoh 3). 

1 Yohanes 3:9 mengatakan: “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah maklumat kerajaan Allah bahwa orang yang lahir dari Allah tidak lagi berdosa. Sekalipun orang yang percaya Kristus Yesus masih bisa berdosa, namun di mata Allah yang lahir dari Allah dosanya telah diampuni! Dia menyediakan pengampunan bagi siapapun yang di tebus dengan Grafirat penyaliban. Ibarat menulis atau mengetik orang percaya sudah disediakan tip ex atau fasilitas delete. Jadi apakah karena sudah ada alat hapus maka kita mencoba selalu salah mengetik dan menulis? Hanya orang-orang bodohlah yang melakukannya.

Namun sebenarnya ketetapan Tuhan tetap tidak kompromi akan dosa! Dosa adalah dosa, harus di hukum dan Dia tidak pernah menganggap rendah akan dosa. Tidak ada dispensasi manusia manapun. Tuhan tidak berlambat-lambat atau mempercepat hukuman. Semua sesuai dengan vonisNya untuk dihakimi. Namun hebatnya orang-orang yang telah menerima pengampunan Kristus telah di vonis dibenarkan oleh Allah (Roma 5:1) dan tidak akan memperoleh hukuman kekal (Roma 8:1). Ada satu hukum yang masih berlaku di sepanjang sejarah peradaban manusia yakni apapun yang di tabur orang pasti akan dituainya (Gal 6:7). Kapanpun dan dimanapun anak Tuhan berdosa, jika dia minta ampun akan segera diampuni dari dosanya, karan Allah itu setia dan adil (1 Yoh 1:9), namun demikian jika tidak mau bertobat bukan saja diampuni tetapi juga diamputasi.

Paulus mengatakan : “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Rom 5:8). Bila diibaratkan vaksin cacar sudah di temukan oleh para ahli puluhan tahun yang silam, saat kita kena cacar kita mengambil vaksin itu maka kita tidak akan terjangkit. Orang yang menyadari dirinya jatuh dalam berdosa tidak akan mampu menyelesaikan dosanya dengan cara apapun selain ia harus datang kepada Yesus Kristus sebagi pribadi sebagi vaksin pengampunan. Matius 9:6 mengatakan : “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurun, pernah di kisahkan umat Allah di gigit ular tedung, maka mereka menggelepar dan mati. Namun demikian Allah memberikan way out yang satu-satunya, “Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup" (Bil 21:4-9). Dengan indahnya Yohanes mengatakan : “ Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:14-15)

Tuhan menjadi gila karena cintaNya

Dosa membuat Allah bukan saja sekedar galau dan pusing kepala melainkan berbuat di luar nalar, “gila” Dia tidak lagi memperhitungkan nyawa dan pengorbananNya. Salah satu naluri Allah bahwa ia sungguh-sungguh mencintai manusia. Di satu sisi sifat keadilanNya menyatakan manusia harus di hukum di sisi yang sama yang Allah miliki bahwa Ia adalah kasih dimana manusia mau tidak mau harus di kasihi. Ini perkara yang tidak mudah bila manusia memiliki sifat sisi satu adil maka sisi lain ada sifat kasih namun Allah tidak memiliki sifat yang bertentangan, Ia begitu sempurnaNya! Maka KeadilanNya tetap menghukum sementara kasihNya tetap menjangkau dan menyelamatkan manusia.

Maka Allah berinisiatif menghilangkan jati dirinya dan turun ke bumi. Ini bukan pekerjaan mudah. Bila menciptakan alam semesta ini cukup Dia bersabda namun ketika menyelamatkan manusia Dia rela bertindak di luar nalar manusia.

Sebagai Ilustrasi kisah cerita Pangeran Edward dari Inggris benar-benar gila karena Demi cintanya pada Wallis Simpson, Pangeran Edward rela mengorbankan kekayaan dan kekuasaannya. Pangeran Inggris ini jatuh cinta pada Wallis Simpson yang berkebangsaan Amerika dan sudah bersuami. Wallis Simpson akhirnya menceraikan suaminya dan memulai hidup barunya dengan Pangeran Edward. Wallis tentu saja tidak dapat menjadi ratu Inggris karena berkebangsaan Amerika. Pangeran Edward sendiri naik tahta pada tahun 1936, namun segera turun tahta agar dapat menikahi kekasihnya itu. Pangeran Edward akhirnya meninggal pada tanggal 28 may 1972. Wallis kemudian menyendiri dan akhirnya meninggal 14 tahun kemudian pada tanggal 24 April 1986. Bayangkan cintanya rela mengorbankan segala hal, itu tidak seberapa di banding Sang Maha Kuasa yang turun dari Sorga dan meninggalkan segala sesuatunya.

Tuhan sendiri yang rela menjadi manusia bukanlah peristiwa biasa saja, melainkan luar biasa. Orang sekarang berkata benar-benar gila. Ia turun “Atribut” tanpa embel-embel, atau membawa predikat statusnya sebagai Yang Maha Kuasa, Ia kosongkan diri dan sepenuhnya menjadi manusia. Kata kosong dalam bahasa yunaninya Kenosis yang artinya mengosongkan diri  dari istilah kenoo ("mengosongkan diri") yang memiliki arti 1) mengosongkan; 2) menghapuskan, membuat tidak berpengaruh (make of no effect); atau 3) kehilangan pembenaran-(nya). Apa yang dikosongkan oleh Kristus Yesus? Yakni Morphe arti keserupaan dengan Allah.

Memang tidak mudah mengartikan morphe demikian pengakuan para ahli theologia, namun jika di telaah secara sederhana maka arti morphe adalah karakteristik Illahi, Yesus adalah essensi Allah sendiri dan merupakan penampakan eksternal Allah. Jadi Morphe tersebut memiliki arti bahwa Yesus Kristus menunjuk pada modus keberadaan ( a mode of being).  Jadi, Kristus dalam prainkarnasiNya bukan saja berada "dalam rupa Allah," tapi ada dalam modus keberadaan Allah yang ilahi. Berulang kali Yesus Kristus menyatakan bahwa diriNya adalah pribadi yang bukan sekedar keberadaanNya saat penampilanNya. Ia berkata : sebelum Abraham ada Aku sudah ada ( Yoh 8:58)

Dalam kamus bahasa Indonesia kata gila tidak hanya sakit ingatan melainkan juga terlanda perasaan sangat suka, arti yang adalah tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yg bukan-bukan. Dalam bahasa Inggris arti gila ini adalah  insanity atau madness) adalah istilah umum tentang  yang parah. Secara historis, konsep ini telah digunakan dalam berbagai cara. Di lingkungan dunia lebih sering digunakan istilah gangguan jiwa. Allah yang sangat sempurna terganggu karena ulah manusia maka Ia turun membuat dirinya menjadi sesuatu yang fana “manusia” di muka bumi agar karyaNya dapat di mengerti oleh orang tebusanNya. Memang Ia tidak pernah bekerja keras sejak penciptaan selain menyelamatkan manusia dengan cara yang tepat, perhitungannya akurat dengan waktu yang tepat (Gal 4:4). Allah yang Sang Pencipta memanusia diri menjadi Tuhan yang bisa di pahami oleh manusia. Dia tidak menggendong atribut sorga, Dia kosongkan secara total (Pilipi 2:7) dan berinkarnasi dalam diri manusia yang akan menanggung dosa seluruh manusia.

Mengapa bukan nabi dan rasul saja yang menyelamatkan manusia? Tidak mungkin bisa sebab siapapun yang di lahirkan dari benih manusia sama juga mewarisi benihnya iblis. Sementara berbeda dengan Yesus Kristus, Ia sendiri saja yang di lahirkan bukan dari benih manusia melainkan benihnya dari Roh Allah (Mat 1:18). Satu-satunya manusia yang dilahirkan dari benih Roh Allah hanyalah Isa Almasih atau Yesus Kristus. Karena sejak kelahiranNya saja Dia sudah kudus tidak terkontaminasi dengan dosa manusia. Jika Yesus dilahirkan hasil perkawinan antara Yusuf dan Maria maka Yesus tidak layak mati di salib dan membayar mahal seluruh dosa manusia. Paulus mengatakan: “ … sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: (Kolose 2:13-14)

Tuhan menjadi gila ini bukan tidak waras, Ia tetap waras namun sudah tidak lagi memenuhi standar yang normal. Untuk itulah orang tidak percaya Yesus sebagai penebus manusia dari dosa. Sebagian menertawakannya padahal karya Yesus bagaikan obat kekekalan untuk penyakit yang dosa membinasakan. Paulus oleh pimpinan Roh Kudus mengatakan : Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa ( Roma 5:6-8).

Kecintaan Allah kepada manusia melampui pikiran. Ia sangat tergila-gila dan tidak terlepas bagaimana menjangkau manusia kembali menjadi milikNya. Kalau boleh di katakan Ia menjadi gila alias berbuat di luar jalur kewarasan. Bukankah Ia bisa menghukum manusia, menghancurkan dan kemudian membinasakannya?  Terlalu mudah bagi Allah untuk menciptakan makluk yang lebih hebat dari manusia. Wajarnya kan begitu? Namun tidak demikian, Allah memiliki Divine purpose yakni tujuan Illahi yang luar biasa, Ia mau menebus manusia dari dosa dengan bayaran yang sangat mahal. Benar-benar gila nih…Siapakah manusia dihadapan Allah? Hampir-hampir tidak ada artinya bagaikan setetes air dibanding dengan lautan luas. 

Untuk makluk yang diciptakan ini, Ia mengkondisikan diri dalam sebuah kondisi yang sangat tidak terkondisi, datang dan ditolak oleh miliknya sendiri yang sangat di kasihi (Yoh 1:11), bahkan tersiksa sampai mati yang tidak wajar, antara langit dan bumi yakni salib! Dia yang kekal rela membumi sama seperti makluk ciptaan. Bermilyar-milyar tahun hidup dalam kekekalan yang diselimuti kemuliaan dan keagungan kini hadir di bumi diselimuti dengan persoalan beban tekanan dan kelemahan. 

Allah yang memang tidak terjangkau oleh manusia rela berinkarnasi dan manusia menyebutnya sebagai Tuhan yang layak di sembah. Hampir-hampir Yesus Kristus menjadi gila. Saat tekanan demi tekanan mendera, Ia minta para murid menemaniNya barang satu jam saja namun tidak ada satupun yang sanggup. Di tengah-tengah pusat kegalauanNya ia berucap, : “lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya (Mark 14: 34B). Track record orang mati disembuhkan, orang timpang berjalan, buta melihat dan sederetan perbuatan spektakuler membuat nyali Tuhan hampir-hampir defisit dan Ia mengakui sangat stress, depresi rasanya sudah mau mati.

Ketakutan yang mendera, membuat seluruh susunan syaraf yang ada di dalam diri Yesus bergerak tidak normal, pecah dan keluar dari lewat pori-porinya. Jika orang stress keluar keringat dingin namun Yesus Kristus ketika di Getsemane keringatnya seperti darah (Lukas 22:44). Bila manusia normal maka orang sudah menjadi gila. Yesus Kristus tetap tenang, masih melakukan aktifitas berdoa sampai episode terakhir penyaliban. Saat di puncak penderitaan Yesus berteriak : ““Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46). Bukankah Yesus Kristus itu Tuhan yang selalu menyatu dengan BapaNya yakni Allah Sang Pencipta? Mengapa merasa diri ditinggalkan?

Tidak mudah memang, Yesus Kristus yang sedang hijrah ke bumi, dari kekekalan menjadi kekinian, dari Sang Pencipta menjadi makluk ciptaan “manusia”, Dia yang bersih tanpa noda dosa sejak lahirnya, bahkan setiap tutur kata dan perbuatan tidak terdapat titik noda dosa sedikitpun. Yesus pernah menantang setiap orang yang menyaksikan kehidupannya secara on air, : “ Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” (Yoh 8:46). Dalam kemurnian yang tanpa noda Yesus Kristus di atas salib menerima tumpahan dosa seluruh dunia (2 Korintus 5:21). Di mata Bapa Sang Khalik, melihat bagian dari pribadiNya yakni Sang Firman yang hadir di bumi sedang mengemban tugas keadilanNya menghukum seluruh dosa di dunia, sekaligus menunjukkan cintanya yang luar biasa menyelamatkan manusia.

Saat-saat dosa seluruh dunia di tumpahkan di seluruh badan Yesus di atas Salib maka Bapa memalingkan mukaNya sebab mataNya terlalu suci untuk melihat kejahatan (Hab 1:13). Perpisahan ini membuat Yesus berteriak, sudah miliaran tahun ia bersama-sama namun saat ini Ia meninggalkannya. Mengapa harus ada kata Allahku-Allahku? Orang berdosa akan selalu meminta pengampunan dari Allah sebab Allahlah yang sanggup mengampuni.Tidak pernah orang meminta ampun dosanya saat berdosa kepada temanku-temanku bukan?

Kata Allahku-Allahku tidak menunjukkan Yesus Kristus bukan Tuhan, hanya otak bodoh saja yang mengatakan demikian, tanpa pengertian yang akurat asal asbun saja berkata demikian. Yesus Kristus sedang berada dalam sebuah kondisi manusia seutuhnya yang sedang menanggung seluruh dosa dunia dan butuh pengampunan Allah. Manusia tidak bisa terpisah dari Allah teriakan Yesus Kristus di atas salib harus menjadikan kita sadar betapa Dia sangat tergila-gila mencintai kita. Untuk itu renungkan Tuhan yang sedang galau apakah benar-benar gila? 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.