Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini357
Kemarin1180
Minggu Ini1537
Bulan Ini10915
Total Pengunjung1267215

IP Kamu 3.229.122.219 Tuesday, 10 December 2019

Guests : 20 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Masihkah Yesus Kristus satu-satunya Juru selamat?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

       Jawaban dari pertanyaan masihkan Yesus Kristus satu-satunya juru selamat mengandung konsekwensi theologis bahkan lebih dari itu mengandung konsekwensi kekekalan.  Jika seseorang menjawab ya maka ia harus hidup seperti Yesus hidup jika tidak maka sia-sialah seluruh perjalanan kekristenannya. Jika jawabannya tidak maka pasti ada yang salah dalam mindsetnya, entah itu theologia yang salah atau kebenaran menyesatkan yang diperolehnya. Dampak negative dari jawaban itu berarti semua agama yang ada di dunia ini hanya menghantarkan para pemeluknya ke neraka[1]. Karena agama adalah lembaga yang tidak mungkin mengangkat makluk hidup ke Sorga. Jika dipaksakan jawabannya tetap ya maka konsekwensinya adalah semua ajaran para nabi dan rasul tentang sorga adalah penyesatan yang membuat penduduk mayoritas tanpa Kristus akan terjerumus dalam kegelapan yang menyakitkan [2]. Jutaan doa-doa supaya orang masuk sorga adalah kesia-siaan bagaikan menjaring angin karena terhambat pintu sorga yang tidak akan terbuka. Jawabannya jelas  karena Yesus satu-satunya pribadi yang berhak membuka dan menutupnya.
 

Tapi mau dikata apa? Yesus mengatakan demikian, bahwa Dialah  adalah satu-satunya jalan ke sorga[3] apakah Dia sedang berbohong dengan ucapanNya? Sangat mustahil karena tidak pernah sedikitpun Ia berdosa[4]. Dimanakah letak kemampuanNya bisa menyelamatkan manusia dari dosa dan membawa penduduk dunia ini menjadi penghuni Sorga?  Bukankah banyak orang-orang hebat sekelas Yesus Kristus di zaman dahulu seperti Musa yang sanggup membelah laut, Elia yang sanggup menurunkan api dari langit? Masih banyak deretan nabi-nabi besar seperti Yesaya, Yermia, Yehezkiel dan Daniel yang spektakuler? Mereka tidak kurang dalam melakukan mujizat-mujizat seperti yang Yesus lakukan. Namun mengapa mereka tidak mengidentikkan dirinya sebagai penyelamat dunia?

            Petrus dan Yohanes ketika di Mahkamah Agama tempat yang paling sacral di lingkungan Yahudi, saat di hakimi tentang imannya, Petrus berkata dengan lantang, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga  selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." [5] Apakah terdengar Petrus dan Yohanes sedang kehilangan ingatan, mabuk atau kesurupan? Tidak demikian halnya Petrus sedang berada dalam kepenuhan  Roh Kudus[6]. Jika apa yang Petrus katakan benar maka semua pendiri agama apapun tidak akan pernah terindikasi membawa keselamatan. Dengan demikian para pemeluknya akan terlempar di alam tanpa batas di luar tembok Sorga.  Realitasnya Petrus tidak ada tendensi berbohong atau menipu melainkan sedang menyampaikan rencana Ilahi dalam rangka keselamatan umat manusia.

Mari kita simak secara cermat.  Gelar juru selamat yang disematkan di dalam diri Yesus bukanlah rekayasa para murid atau claim dari Yesus sendiri melainkan Malaikat Gabriel yang menginformasikan kepada Maria bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi Juru selamat  bagi orang-orang yang berdosa[7]. Nama Yesus yang disandangnya adalah nama pemberian Malaikat langsung bagaikan perintah dari Yang Maha Tinggi. Nama Yesus identik dalam bahasa Ibrani Yosua yang artinya keselamatan[8].

            Orang harus sadar tidak pernah satupun manusia yang lahir di dunia ini berasal dari Roh Allah dan satu-satunya hanya Yesus Kristus[9]. Benih yang ada di dalam kandungan Maria bukan berasal dari benih kedagingan dan Hawa nafsu sehingga tidak terkontaminasi oleh dosa Adam. Jika ada nabi dan rasul yang lahir dari benih Illahi maka Ia layak menyandang gelar Juru selamat tetapi realitasnya tidak ada bukan? Jika Yesus Kristus lahir dari seorang janda Maria maka dapat diragukan kesuciannya sebab segala kemungkinan bisa terjadi. Malaikat memilih Maria yang masih perawan (dan ini diakui oleh kitab suci yang lainnya), ini terindikasi bahwa wanita muda ini masih suci dan tidak hidup dalam perzinahan. Untuk itulah kehidupan Yesus memiliki kesucian totalitas, tidak pernah satu kalipun berzinah dengan siapapun.

Satu kali saja Yesus jatuh dalam dosa perzinahan maka Ia tidak layak menyandang gelar penyelamat dunia. Mengapa demikian? Orang yang berdosa tidak mungkin menyelamatkan orang berdosa. Dimanapun sapu yang kotor tidak akan bisa membersihkan tempat yang kotor. Bila mau membersihkan tempat yang kotor maka dibutuhkan sapu yang bersih bukan? Demikian logikanya. Semua nabi yang tercantum di seluruh Alkitab adalah nabi-nabi hasil dari hawa nafsu kedagingan sehingga harus diakui Alkitab menelanjangi para nabi yang sering kali jatuh dalam dosa perzinahan, tukang kawin tidak peduli Musa sampai Salomo.

            Secara logika bahwa yang bisa menyelamatkan manusia adalah Tuhan sendiri sementara klaim banyak orang mengikuti konsep orang Yahudi bahwa Yesus Kristus hanya sebagai utusan. Harus dipahami bahwa Yesus Kristus adalah utusan berstandar sorga, karena utusan dari Sorgalah yang mampu menyelamatkan manusia dari dosa. Kategori utusan diungkapkan oleh Yohanes, Sebab siapa yang diutus  Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya  dengan tidak terbatas[10].

Orang yang sungguh di utus oleh Allah adalah penyampai Firman Allah bukan karena pewahyuan melainkan dari dirinya sendiri. Yesus tidak membutuhkan pewahyuan dari siapapun dan dimanapun. Firman yang disampaikan YA dan Amin dampak dari kebenaran yang disampaikan akan membebaskan[11] dan menyelamatkan orang berdosa[12].  Para nabi yang di utus Allah oleh karena menerima pewahyuan di sepanjang Alkitab tidak ada satupun yang berani menjamin keselamatan hanya Yesus Sang Firman itu sendiri yang berani mengklaim bahwa kebenaran yang disampaikan menyelamatkan manusia dari dosa. Kerugian besar dan celaka menimpa jika orang percaya menggantungkan imannya kepada utusan nabi-nabi besar dalam Alkitab walau sehebat apapun mujizat dan pewahyuanNya.

            Hal ke dua bahwa pribadi yang di utus Allah dengan standar sorga adalah Dia yang menerima Roh yang tidak terbatas, Yesus berdiri dan berkata : “"Roh Tuhan ada pada-Ku ,  oleh sebab Ia telah mengurapi Aku , untuk menyampaikan kabar baik  kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."[13] Henok dan Elia yang tidak mati melainkan diangkat ke Sorga saja tidak pernah mengatakan demikian. Satu-satunya pribadi yang berani mengatakan bahwa hidupnya penuh Roh Tuhan hanya Yesus Kristus sehingga kehadiranNya menggenapi seluruh nubuatan yang Allah sampaikan melalui para nabi-nabiNya[14]. Dengan demikian tidak dibutuhkan nabi siapapun dan kapanpun karena Yesus Kristus yang memiliki Roh yang tidak terbatas sebagai utusan Allah telah datang[15] untuk menggenapi dan menyelamatkan manusia dari dosa.

Jadi jika ada ajaran agama yang bisa menjamin keselamatan maka itu penipuan secara terstruktus, sistimatis, massif dan brutal karena ujung-ujungnya adalah malapetaka. Apakah tidak kasihan terhadap para pemeluk yang diberi berbagai macam aturan dan hukum dengan janji-janji sorga sementara semua itu hanya tipuan belaka? Dr. Jack Hyeles dalam kotbahnya mengatakan : Lebih baik tidak memiliki agama daripada agama yang salah. “Agama adalah hal yang paling menyedihkan yang saya tahu di dunia ini. Ini cara paling populer untuk pergi ke Neraka. Jalan menuju Neraka ditaburi dengan agama. Tidak ada yang berbahaya seperti agama! ... Agama Anda tidak akan pernah menyelamatkan Anda, tetapi Yesus akan melakukannya! “demikian ungkapan seorang penginjil Ev.  Lester Roloff[16]. Orang harus sadar tidak ada agama yang dipakukan di atas salib namun celakanya banyak orang Kristen tidak menyadari anugerah besar tentang keselamatan. Mereka cukup merasa diri menjadi religious padahal sikap religious inilah alat setan. Pastor Max D. Younce mengatakan bahwa " Kegiatan favorit roh iblis adalah membuat seseorang merasa religius tanpa memahami Firman Tuhan." 

Titus menuliskan hal yang terpenting dalam hal keselamatan dengan hubungannya dengan agama : “ Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat.  Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.  Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga  dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan[17].

            Harus dipahami penolakan Yesus Kristus sebagai Juru selamat berangkat dari konsepsi yang salah. Pemahaman Kristology yang ngawur berdampak kebinasaan kekal. Penerimaan bahwa Yesus Kristus hanya sekedar nabi dan manusia biasa tidak akan pernah menghantarkan seseorang memasuki kemuliaan Sorga. Mengapa demikian? Karena maindset yang salah tidak akan pernah ada pengakuan akan iman yang mendatangkan keselamatan[18] Kekristenan mempercayai Yesus memang manusia dan nabi seperti konsep orang-orang di luar Kristen. Namun satu hal yang hilang bahwa mereka tidak percaya Yesus adalah Tuhan[19]. Memang mindset yang menyelamatkan adalah Tuhan sendiri tidaklah salah namun kebenaran yang salah telah membutakan banyak orang untuk tidak memiliki kekekalan sorga. Yesus Kristus memang tidak banyak menyatakan dirinya sebagai Tuhan karena sedang mengosongkan dirinya sama seperti manusia. Namun bukan berarti Itu tidak pernah, Ia lebih tertarik membuktikan dirinya Tuhan dalam tindakan daripada perkataan (baca artikel layakkah Yesus disebut Tuhan?)

            Kehadiran Yesus sebagai Juru selamat ditunjukkan lebih dominan dalam perbuatan bukan perkataan. Menurut konsep agama Yahudi hanya Tuhanlah yang mengampuni dosa. Yesus Kristus ketika menyembuhkan orang lumpuh Ia berkata : “Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka , lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia  berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"[20] Yesus lebih tepat menunjukkan keIllahianNya dalam tindakan daripada perkataan. Masih banyak contoh-contoh yang Alkitab buktikan bahwa Mesias anak Allah adalah pribadi Tuhan sendiri. Masihkan Yesus Kristus satu-satunya Juru selamat?

            Ia tidak berakhir di kuburan dan karyaNya habis atau selesai selama di bumi. Namun Ia bangkit serta naik ke Sorga. Itu berarti Ia Hidup dan tetap berkarya memberikan kesempatan setiap orang untuk percaya kepadaNya. Keselamatan adalah inti kehadiran Kristus di bumi karena itulah manifestasi kasih Allah. Yesus Kristus rela menghabisi dirinya sendiri di atas salib demi menyelamatan orang berdosa. Dengan dipakukanNya di atas salib maka saat itu juga seluruh dosa orang percaya diselesaikanNya[21]. Itulah harga yang di bayar dan terlalu mahal darah harus dicurahkan demi dosa manusia. Bisa saja Bapa berteriak sudah AnakKu dosa manusia saya hapuskan dan Yesus diangkat ke Sorga demi kasihNya kepada Yesus sebagai putra tunggal Bapa. Namun tidak demikian karena itu bukan integritas Allah!

            Yesus harus menapaki step by step perjalanan karya keselamatan sebagai domba yang disembelih. Ia memang ditakdirkan untuk disalibkan, walau Ia minta di jauhkan cawan penderitaan tetapi kehendak Bapa terus harus digenapi. Yesus disalib itu fakta sejarah dan kebangkitanNya adalah kemenangan serta kenaikanNya adalah kemuliaan. Jadi secara singkat bila timbul pertanyaan masihkah Yesus Kristus satu-satunya Juru selamat? Jika ada dan memiliki kapasitas seperti Yesus Kristus maka tunjukkan kepada saya namun sampai kapanpun dan dimanapun engkau tidak akan pernah menemukannya memang DIALAH SATU-SATUNYA JURU SELAMAT DUNIA SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA.   



[1] Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang  lurus , tetapi ujungnya menuju maut

[2] Matius 13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

[3] Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah  jalan dan kebenaran dan hidup.  Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

[4] Yohanes 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

[5] Kisah Rasul 4:12

[6] Kisah rasul 4: 8 Maka Petrus penuh Roh Kudus….

[7] Matius 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,  karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa  mereka." 

[8] Menarik sekali untuk mempelajari kedua nama ini: Yosua dan Yesus. Yosua bin Nun, adalah cucu Elisama,salah satu pimpinan dari bani Efraim ( 1 Tawarikh 7:20-27; Bilangan 1:10). Yosua di panggil nama "Hosea" oleh keluarganya (Bilangan 13:8). Hosea artinya "keselamatan". Musa membuat nama Hosea menjadi nama yang mengandung arti rohani yang lebih dalam,dengan memanggil "Hosea" menjadi "Yosua" atau "Yehosua" (Bilangan 13:16). Setelah pembuangan di Babel, sebutan Yosua menjadi "Yesua" (Nehemia 3:19), yang artinya "Yehova menyelamatkan". Kata "Yesus" yang di terjemahkan dari kata bahasa Yunani " Iesous", berasal dari kata "Yesua" ini. Yesus adalah nama yang umum hingga abad kedua Masehi. Kata "Yosua" dalam kitab Kisah Para Rasul 7:45 dan ibrani 4:8, di dalam tex aslinya ditulis sebagai "Iesous". Kata : Yesus" di dalam Lukas 3:29, juga di tulis sebagai "Iesous" di dalam tex aslinya Jadi, kesamaan pertama yang segera dapat terlihat antara Yosua dan Yesus adalah kesamaan kata Yosua dan Yesus,yang satu bahasa aram,yang terakhir dalam bahasa Yunani, keduanya mempunyai arti "Yehova menyelamatkan"..(sumber : https://gsjabansel.blogspot.com/2012/02/typologi-persamaan-yosua-dengan-yesus.html)

[9] Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus,  sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

 

[10] Yohanes 3:34

[11] Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan  kamu.

[12] Efesus 1:13 Di dalam Dia  kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran,  yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan  dengan Roh Kudus,  yang dijanjikan-Nya itu.

[13] Lukas 4:18-19

[14] Lukas 4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah  nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

[15] Ibrani 1:1-2 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara  berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir  ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak  menerima segala yang ada. Oleh Dia  Allah telah menjadikan alam semesta.

[16] http://www.jesus-is-savior.com/False Religions/false_religions.htm

[17] Titus 1:10-11

[18] roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

[19] Dalam dunia Helenistik, sebutan Kyrios pada mulanya tidak hanya dikaitkan dengan konsep-konsep religius tertentu, namun juga digunakan dalam pemakaian umum sebagai sapaan penghormatan kepada seseorang. Kata ini secara umum berarti "tuan" (master) dan "pemilik" (owner). Jadi sebutan ini hanyalah suatu bentuk tata krama yang maknanya tidak lebih dari istilah Perancis Monsieur atau Sir dalam bahasa Inggris. yaitu merupakan gelar atau sapaan untuk seorang yang terhormat seperti bangsawan. Sumber : Oscar Culmann, The Christology of The New Testament (Philadelphia: The Westminster Press. 1959) 196. Lihat juga Leon Morris, New Testament Theology (Grand Rapids: Academic Zondervan Books, 1990) 40, dan I.H. Marshall, Jesus the Saviour Studies in New Testament Theology (Downers Grove: IVP. 1990) 198.

[20]Lukas  5:22-24

[21] Kolose 2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan  hukummendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.