Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini831
Kemarin994
Minggu Ini2833
Bulan Ini27041
Total Pengunjung1069422

IP Kamu 34.228.185.211 Wednesday, 26 June 2019

Guests : 23 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

ALASAN YESUS BUKAN TUHAN

                          Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

 

           IMG_5365.JPG Harus dipahami kehadiran Kristus Yesus di bumi ini sangatlah unik dan problematis. Ciri dari pola kehidupanNya tidak ada duanya dimanapun sampai kapanpun. Sementara kehadiranNya akan selalu menjadi masalah bagi mereka yang tidak dapat memahamiNya. Ini terjadi bukan saja di ranah makluk-makluk hidup di bumi, melainkan makluk supranatural[1] ikut andil yakni malaikat dan setanpun intervensi akan kehadiranNya. AjaranNya sangat kontroversial yang mampu membangkitkan andrealin yang membuat orang tergila-gila mencintaiNya dan rela menyerahkan nyawanya demi mengikut Dia. Namun tidak sedikit juga yang marah dan menjadi  brutal yang ingin membantaiNya tanpa belas kasihan.

Realitas yang ada di zamanNya para ahli Taurat dan Orang Farisi yang merupakan orang terpandang, tokoh masyarakat, kelas eksekutif dan ahli-ahli Sorga dibuatnya tidak berdaya  di hadapanNya. Mereka orang-orang yang hafal titik komanya kebenaran Taurat, jubah-jubah dan assesoris agamanya begitu melekat di tubuhnya, eksekutif dan bergengsi. Dengan Pendidikan setingkat Profesor namun dibuatnya seperti Taman Kanak-kanak, mereka selalu “kicep”[2] atau “speechless” alias terdiam seribu bahasa bila diperhadapkan dengan setiap perkataan  Yesus Kristus.

                     Orang harus sadar bahwa di zaman Yesus, seluruh masyarakat Yahudi sedang menantikan Mesias[3] yang akan datang, yang diharapkan  membawa restorasi[4]  Israel kembali kepada masa-masa ke keemasan pemerintahan Raja Daud. Konsepsi global tentang eskatologis[5] yang keliru terlanjur melekat bertahun-tahun  menjadi konsumsi public berskala nasional bahwa Mesias datang sebagai pahlawan yang tak terkalahkan melawan Romawi.

Mindset  yang sudah beratus-ratus tahun melekat ditengah masyarakat Yahudi menciptakan rasa curiga. Setiap kehadiran tokoh atau pribadi dengan ciri-ciri yang unik akan selalu dianggapnya sebagai Mesias yang akan datang. Kehadiran Yohanes Pembaptis dengan penampilan nyentrik dianggapnya sebagai Mesias. Para tokoh agama di  Yerusalem mengirimkan orang-orang khusus untuk menginterogasinya dan meminta kepastian apakah dia Mesias yang dinantikan? Yohanes menuliskannya : “Dan inilah kesaksian Yohanes  ketika orang Yahudi  dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"  Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias[6]. 

                  Karya yang spektakuler yang hanya bisa dikerjakan oleh Allah, dipertontonkan oleh Yesus melalui hikmat tiada tanding,  yang tidak bisa dibantah oleh para ahli agama di zamanNya. Demontrasi mujizat, kesembuhan, kebangkitan orang mati menjadi kisah nyata. Apa yang tidak pernah dilihat menjadi kenyataan bagaimana Ia berjalan di atas air, membuat mujizat lima roti dan dua ekor ikan membangkitkan detak kagum yang luar biasa. Kesan mereka dapat disimpulkan bahwa : “ yang begini belum pernah kita lihat[7].

Perdebatan terjadi di antara mereka, beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud  dan dari kampung Betlehem,  tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan  di antara orang banyak karena Dia[8].

            Yesus tidak pernah menunjukkan jati dirinya sebagai Mesias yang datang, bahkan cenderung menghalang-halanginya sendiri. Beberapa orang yang disembuhkan dilarang untuk memberitahukan siapa yang menyembuhkannya. Bahkan ketika Petrus berhasil menjawab pertanyaan Yesus tentang diriNya adalah Mesias maka Yesus berkata : Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan  kepada siapapun bahwa Ia Mesias[9]. Pola pikir yang selalu natural tidak akan pernah menangkap hal-hal yang supranatural. Yesus Kristus dan kerajaanNya berasal dari dunia yang tidak kasad mata alias dunia yang di atas yakni dunia supranatural.  Konsepsi yang salah dalam diri Pilatus tidak mungkin memahami kerajaan dimana Yesus menjadi Raja. Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya"[10] .

            Yesus dianggapnya sebagai Raja orang Yahudi di bumi, padahal Yesus sendiri mengatakan bahwa kerajaanNya bukan berasal dari dunia ini[11]. Sebenarnya Yesus mulai membuka diri akan jati diriNya yang berasal dari dunia yang lain yakni Kerajaan Allah. ~sebuah kerajaan yang tidak terdiri dari darah dan daging. Hal inipun tidak dipahami oleh para muridNya sampai saat-saat terakhir Dia akan terangkat ke Sorga[12]. Ia mengajarkan hal-hal yang di luar batas pola pikir di zamanNya. Maka kata Yesus kepada mereka: 

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging  Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku , ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati.  Barangsiapa makan  roti ini, akan hidup selama-lamanya. "[13]

 

Lihatlah ajaranNya menggoncangkan iman bukan saja pendengarNya melainkan para murid-muridpun bereaksi keras[14] dan Yesus menantang mereka dengan kalimat : apakah kamu tidak pergi juga?[15] Cara kerja Yesus Kristus yang selalu “buka tutup” tentang jati diriNya yang sesungguhnya membuat hanya beberapa orang menemukan esensi[16] dari KeilahianNya seperti Zakheus, Maria, perempuan Samaria dan beberapa orang sederhana lainnya. Substansi[17] dari kehadiranNya tidak pernah ditemukan para tokoh agama bahkan sebagian besar para murid yang mendampinginya gagal paham sampai kematianNya di atas salib.  

Bangsa yang pertama-tama menolak keIlahian  Yesus adalah bangsa Yahudi sendiri. Apapun yang dikerjakan Yesus demi keselamatan umat manusia ditolaknya mentah-mentah dengan klaim bahwa Dia bukan mesias karena menurut mereka, bahwa Tuhan itu bukan manusia[18].  Di dunia modern pada abad ke empat Arius dengan unitariannya yang tidak mengakui trinitas menolak mentah-mentah tentang Yesus Kristus sebagai Tuhan[19]. Selain itu adanya mitos tentang Kristus bukan realitas yang pernah hadir juga menutup iman akan keIlahian Yesus[20]. Demikian juga saksi Yehova menolak mentah-mentah pribadi Yesus sebagai Tuhan yang bersumber dari tradisi kekristenan awal[21]. Selanjutnya, Apollinarisme yang mengajarkan bahwa Kristus tidak memiliki roh manusia, tetapi Logos menggantikannya. Sementara Eutychianisme yang mengajarkan bahwa Yesus tidak memiliki tubuh manusia, karena kemanusiaan Yesus hilang ditelan Logos. Sedangkan Monothelistime mengajarkan bahwa Kristus tidak memiliki kemauan insani, tetapi hanya kemauan Allah[22]

Pengajar Gnostik lainnya adalah Cerinthus yang hidup sekitar akhir abad pertama sampai awal abad kedua mengajarka bahwa Kristus dilahirkan secara wajar dari hubungan Yusuf dan Maria, yang pada saat pembaptisan Kristus sejati turun kepada Yesus, dan meninggalkan Dia ketika penyaliban[23]. Rekan sejawatnya Basilides mengajarka bahwa bukan Kristus yang menderita sengsara, melainkan Simon. Ia terpaksa menanggung salib Kristus sebagai ganti-Nya dan orang itulah yang disalibkan akibat kekhilafan dan kekeliruan, sebab muka Simon telah diubah oleh Kristus, supaya orang-orang mengira bahwa dialah Yesus. Padahal Yesus sendiri memakai rupa Simon[24]. Masih banyak ajaran-ajaran yang menolak keIlahian Yesus, sampai di abad modern dengan karya Da vince Code serta Injil Yudas dan pengajaran Quran yang menolak dengan tegas keTuhanan Yesus sengaja tidak dikupas dalam pembahasan ini.

Tidak bisa ditutupi bahwa Yesus sendiri mengakui dan berkata bahwa dirinya seorang Nabi. Matius mencatat dengan jelas bahwa ketika Yesus berkotbah di kampungnya sendiri namun mendapat penolakan, sehingga ia berkata : “Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya  sendiri dan di rumahnya."[25] Ketika Ia berdiri di bait dan membaca kitab Lukas 4:16-21, ketika Yesus mengutip kitab Yesaya 61:1-2 dan mengamini bahwa Dia adalah seorang utusan yg dicatat (dimaksud) untuk menggenapi apa yang tertulis dalam nabi Yesaya. Penulis Ibrani dengan jelas memberitahukan bahwa Yesus Kristus adalah imam dan Rasul[26]

Sering kali informasi penolakan KeIllahian Yesus di dapat dari perkatan Yesus yang kurang dicermati banyak orang, Ia berkata : “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,  lebih besar dari pada siapapun,  dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa[27]. Yesus memastikan di utus oleh Bapa, Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi  Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku  untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan[28]. Yesus mengajarkan bahwa Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya[29].  

Jadi jika disimpulkan bahwa penolakan Ketuhanan Yesus bersumber dari dalam Alkitab sendiri yang salah dimengerti dan para tokoh-tokoh gereja dan bidat-bidat yang mengajarkan kebenaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan baik secara hermeneutika[30] maupun homelitik[31]nya. Sebenarnya alasan Yesus bukan Tuhan bukanlah sebuah alasan yang beralasan bagi ketidakpengertian akan esensi dari subtansi Kristus Yesus. Kalau saja setiap theologia atau para hamba Tuhan yang mau membuka diri untuk mengerti kebenaran maka seluruh eksistensinya di penuhi kebenaran. Namun yang terjadi sebaliknya ketika seorang theolog memandang kebenaran maka ia memasukkan ide dan pendapatnya dalam kebenaran. Dampaknya doktrin dan theologia yang diajarkan tidak sesuai dengan patron kebenaran sejati.

Jika orang membuka diri dari kebenaran maka harus dipahami sejak kehadiranNya di muka bumi ini, Ia datang dari benih Roh Allah[32] ini berarti benih dari Allah adalah Allah sendiri. Bila dibuat para meter benih jagung akan bertumbuh jagung, benih binatang akan melahirkan anak binatang. Demikian juga benih dari Allah adalah Allah sendiri. Namun  Yesus Kristus hadir menggunakan Janin Maria maka Ia manusia sepenuhnya karena lahir dari manusia. Hal ini perlu pemahaman serius bahwa objek yang akan ditolong oleh manusia maka Allah harus hadir dalam bentuk rupa manusia (inkarnasi). Firman itu telah menjadi daging[33] agar dapat mengerti seluruh beban manusia yang akan ditanggungnya[34]. Maka Ia harus mati menggantikan upah dari dosa [35]Untuk itulah Ia memiliki jabatan sebagai rasul nabi dan Imam bukanlah hal yang salah tapi itu tidak berarti menghapus keIllahian yang dimilikinya. Seorang utusan dari Bapa ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati[36] namun demikian esensi yang sesungguhnya Ia dan Bapa satu. Dalam keberadaannya sebagai manusia Ia memberi teladan orang percaya bagaimana menghormati Bapa di sorga. Walaupun Ia mengatakan lebih rendah dari Bapa atau seorang murid tidak melebihi gurunya itu bukan berarti menghilangkan Keilahian Kristus Yesus.

Yesus lebih banyak  menampilkan tindakan daripada pengakuan bahwa dirinya seorang Mesias. Ketika Yohanes dalam penjara Ia mulai ragu-ragu akan Mesias yang dipersiapkan jalannya maka Ia mengutus orang untuk menjumpai Yesus dan memastikan dengan pertanyaan adakah Ia adalah Mesias yang dinatikan itu ?[37]. Bagaimanakah jawaban Yesus? Ia tidak mengatakan ya dan tidak melainkan perbuatan-perbuatan besar yang hanya bisa dilakukan oleh sekelas Mesias[38]

Tuduhan Yesus bukanlah Tuhan bersumber dari pemahaman yang keliru tentang bagaimana Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Mari kita lihat sumber Keilahian Kristus dari peristiwa yang menyangkut Yesus dan perkataanNya secara langsung. Sebelum memulai pelayananNya Yesus berpuasa selama 40 hari untuk memulai pelayananNya.

Pencobaan pertama menguji ke “Mesias”an Yesus apakah Dia pribadi yang gagal seperti Hawa di Taman Eden. Pertemuan di Padang gurun adalah pertemuan dua makluk adikodrati. Sekalipun Yesus Kristus adalah manusia sepenuhnya namun Ia adalah pribadi supranatural. Iblis mengulang skandal yang sama dalam mencobai dengan sistimatis dan terstruktur dengan rapi. Dalam pandangan Yahudi bahwa kehadiran Mesias atau Juru selamat akan membawa perubahan besar padang gurun akan menjadi tempat kegirangan.

Yesaya mengatakan : Padang gurun  dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak  dan berbunga;   seperti bunga mawar   ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai.  Kemuliaan Libanon  akan diberikan kepadanya, semarak Karmel  dan Saron;  mereka itu akan melihat kemuliaan  TUHAN, semarak Allah kita.[39] Kehadiran Mesias adalah bagaikan gembala yang baik yang memberi makanan dan minuman dan membawa domba ke rumput yang hijau. Itulah standar operasional presedur sebagai seorang gembala. Jika ia memiliki tugas memberi makan dan minum, bagaimana mungkin ia kelaparan dan tidak mampu menyediakan makanan untuk dirinya sendiri? Inilah trick jahat iblis kepada Anak Manusia yang identik dengah kehadiran Allah seperti kisah Sadrak Mesak Abednego ketika masuk dapat peleburan api yang menyala-nyala terdapat 4 orang salah satunya Anak Dewa[40]

Iblis sudah tahu pasti bahwa yang dihadapannya adalah Anak Allah[41]. Namun strategi yang iblis gunakan persis seperti menghadapi Hawa di Taman Eden membalikkan kebenaran atau meragukan eksistensi Allah sendiri. Ia tidak mengakui jati diri Yesus sebagai Anak Allah iblis menambahkan dengan kata jika. Jika Engkau Anak Allah? Perkataan ini bukan saja merendahkan karena yang iblis hadapi memang Anak Allah.

Hal ini seharusnya membuat seseorang marah dengan sikap yang merendahkan. Namun Yesus tidak bereaksi, dan perintahnya jadikan batu ini menjadi roti? Bukankah Ia pencipta alam semesta[42]? Jangankan batu secuil? Bulatan bumi diubah menjadi roti saja bisa. Jawaban Yesus mengajarkan bahwa setiap "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Yesus berkata : Akulah roti hidup  yang telah turun dari sorga.  Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia[43]. Secara tersirat Yesus menjawab iblis dengan menunjukkan jati dirinya yakni Tuhan pemberi hidup, tanpa roti hidup tidak akan ada orang yang selamat.

Dikisahkan iblis datang dalam pencobaan yang ke dua, Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci  dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,  lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis, Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu"[44]  Mesias-mesias palsu selalu mencari sensasi [45] dan menuntut pengkultusan karena keajaiban-keajaibannya. Yesus adalah Mesias yang tidak terjebak seperti mesias palsu yang mendemontrasikan mujizat untuk menunjukkan esensinya. Pencobaan ini sama disaat Yesus di salib,  agar Yesus turun dari dari salib dan menyelamatkan dirinya[46]. Yesus bukan tidak bisa turun dari salib, itu pekerjaan yang terlalu mudah. Hal ini sama dengan Yesus tidak bukan tidak bisa loncat dari Bait Allah. Semua yang iblis tawarkan terlalu mudah dilakukan namun itu adalah sensasi yang sia-sia. Iman kepada Mesias tidak membutuhkan sensasi tetapi keteguhan hati, rela tidak dikultuskan dan tetap rendah hati. Itulah Mesias sejati.

Jawaban Yesus yang ke dua ini lebih telak  sekalipun mengambil ayat dalam ualngan 6:16 "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai  Tuhan, Allahmu![47]. Yesus mengambil ayat ini adalah ayat dimana bangsa Israel mencobai Tuhan di Masa. Kontek ayat ini antara Israel dan Allah, sekarang ayat ini digunakan dalam kontek antara iblis dan Yesus sendiri. Memang Yesus tidak frontal dan mengatakan Akulah Tuhan Allahmu dan jangan mencobai Aku. Iblis tidak menolak atau menyanggah perkataan ini dan mengatakan : “engkau bukan Tuhan Allah dan aku layak mencobai engkau”. Prototipe pencobaan di Taman Eden termanifes kembali di bukit pencobaan namun iblis gagal total sebab Tuhan Allah tidak bisa dicobai dan tidak mencobai[48]. Yesus secara terbuka mengatakan bahwa dirinya Tuhan Allah yang tidak boleh dicobai.

Dalam pencobaan yang ke tiga Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan duniadengan kemegahannya,  dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."[49] Iblis mengerti pasti bahwa Yesus adalah Raja dari Kerajaan Allah. Kerajaan yang berasal dari atas bukan dari dunia ini. Iblis menawarkan kerajaan duniawi dengan segala kemegahannya tanpa harus berjuang mewujudkannya dengan penderitaan dan salib. Yesus sendiri mengajarkan : “Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus men derita  dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga dan lagi: dalam nama-Nya  berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa  harus disampaikan kepada segala bangsa,  mulai dari Yerusalem[50].

Percobaan yang benar-benar tersruktur dalam arti terencana dan sangat sistimatis sesuai dengan kebutuhan seorang Mesias yang akan menjadi Raja maka ditawarkan seluruh kemegahan dunia ini. Iblis lupa Yesus Kristus Penguasa bukan saja bumi ini melainkan alam semesta. Bumi ini terlalu kecil tidak ada sebutir debu dibanding alam semesta. Yesus adalah raja dari Kerajaan Allah bukan dari kerajaan dunia ini. Ia adalah Mesias yang harus menderita dalam mendirikan kerajaanNya agar seluruh bangsa dapat diselamatkan memasuki kerajaanNya.

Jawaban Yesus paling telak terakhir dengan pengusiran "Enyahlah, Iblis f  Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti![51]. Yesuslah yang layak disembah dan kepadanyalah engkau berbakti. Iblis tahu otoritas yang dimiliki Yesus sehingga Ia meninggalkannya. Tanpa otoritas sekelas Allah iblis tidak akan beranjak dari percobaan tersebut. Dalam perjalanan selanjutnya iblis menyadari Keillahian Kristus yang akan menghukumnya[52].

Yesus berterus terang kepada para muridNya bahwa Dialah Mesias namun melarang Petrus dan murid yang lain memberitahukan kepada orang banyak supaya tujuan pengajarannya selesai tanpa hambatan.  Beberapa kali Yesus membuka dirinya secara tidak langsung dengan tindakan-tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah. Bagi orang Yahudi yang bisa memberikan pengampunan adalah Allah sendiri. Yesus menunjukkan dirinya mampu mengampuni dosa manusia dan membuktikan hasilnya seperti seorang pria yang lumpuh[53].

Ketika Yesus menjumpai perempuan Samaria, Ia berkata bahwa Akulah Mesias yang sedang berkata-kata kepadamu[54]. Yesus sungguh-sungguh membuka jati dirinya kepada perempuan Samaria. Sebagai dampak perkataan ini perempuan Samaria memanggil seluruh kota untuk datang mendengar pengajaran Kristus dan banyak orang percaya bukan karena perkataan wanita itu tetapi sudah berjumpa dengan Yesus.

Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu."[55] Beberapa pernyataan di atas adalah ucapan Yesus sendiri bahwa Ia adalah Mesias atau Tuhan. Namun Yesus lebih banyak membuktikan KeilahianNya bukan melalui dokma dan perkataan melainkan dalam tindakan nyata melalui berbagai mujizat yang dikerjakanNya. Tomas sendiri mengakui: "Ya Tuhanku dan Allahku[56]       

Penulis sengaja tidak menuliskan keIlahian Yesus menurut Paulus atau bukti-bukti kematian dan kebangkitan dan kenaikanNya. Namun harus disadari alasan Yesus bukan Tuhan merupakan sebuah alasan yang tidak ditemukan alasannya karena memang Dialah Tuhan dengan berbagai istilah di zamannya seperti Mesias, Anak Allah yang kesemuanya sinkron dengan jati dirinya berkarya dan melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan orang berdosa. KehadiranNya sebagai Mesias menjadi dampak buruk bagi orang yang tidak mempercayaiNya sementara mendatangkan kemuliaan bagi orang yang mempercayaiNya. Dialah Tuhan dan Juru selamat dilihat dari sudut manapun tidak punya alasan menolak kecuali orang yang tegar tengkuk seperti bangsa Israel. Amin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 



[1] Adikodrati atau supranatural ("supra" berarti "atas", dan "nature" yang berarti alam, pertama kali digunakan pada 1520 - 1530 M) adalah sebutan untuk kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam, atau berada di atas dan di luar alam. https://id.wikipedia.org/wiki/Adikodrati

[2] Kicep masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia. arti dari "kicep": ArtiKicep biasanya kalau orang udah adu Bacot langsung kalah. Sumber https://apaarti.com/arti-kata/kicep.html

[3] Mesias (berasal dari bahasa Ibrani mashiah) berarti "yang diurapi".Di dalam bahasa Yunani, kata mesias diterjemahkan dengan kata kristos, dan dari situlah dikenal sebutan Kristus yang menjadi salah satu gelar Yesus. Sebutan mesias berakar dari pengertian Yahudimengenai seorang tokoh pada masa depan yang akan datang sebagai wakil Allah untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi. Konsep mesianik ini dikenal juga di dalam agama-agama yang berakar dari Abraham, yakni kekristenan dan Islam. Di dalam kekristenan, Yesus Kristus dipercaya sebagai mesias yang telah dinanti-nantikan untuk membawa keselamatan dari Allah kepada manusia. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mesias

               [4] restorasi1/res·to·ra·si/ /réstorasi/ n pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula (tentang gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); pemugaran;

[5] Eskatologi (dari bahasa Yunani σχατος, Eschatos yang berarti "terakhir" dan -logi yang berarti "studi tentang") adalah bagian dari teologidan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa pada masa depan dalam sejarah dunia, atau nasib akhir dari seluruh umat manusia, yang biasanya dirujuk sebagai kiamat (akhir zaman). Dalam mistisisme, ungkapan ini merujuk secara metaforis kepada akhir dari realitas biasa, dan kesatuan kembali dengan Yang Ilahi. Dalam banyak agama tradisional, konsep ini diajarkan sebagai kejadian sesungguhnya pada masa depan yang dinubuatkan dalam kitab suci atau cerita rakyat. Dalam pengertian yang lebih luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep terkait seperti, misalnya Era Mesianik atau Mesias, akhir zaman, dan hari-hari terakhir. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Eskatologi

[6] Yohanes 1:19-20

[7] Mak 2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah,katanya: "Yang begini c  belum pernah kita lihat."

[8] Yohanes 7: 40-43

[9] Matius 16:20

[10] Lukas 23:3

[11] Yohanes 18:36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.

[12] Kisah rasul 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

[13] Yohanes 6:53-58

[14]  Yohanes 6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid p  Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?

[15] Yohanes 6:67 aka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: z  "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 

[16] esensi esensi/esen·si/ /ésénsi/ n hakikat; inti; hal yang pokok: -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah pertentangan ideology  (https://kbbi.web.id/esensi)

[17] substansi : watak yang sebenarnya dari sesuatu; isi; pokok; inti;( https://jagokata.com/arti-kata/substansi.html)

[18] Yesus ditolak di Yudaisme sebagai pengklaim Mesias Yahudi yang gagal dan nabi palsu. Kepercayaan akan keilahian manusia siapapun adalah bertentangan dengan Yudaisme:  Taurat mengatakan "Allah bukanlah manusia (איש : ['iysh]) bahwa Ia harus berdusta, Ia juga bukan anak manusia (בןאדם : [ben-'adam]) bahwa Ia harus menyesal. Masakan Ia berfirman dan berbicara dan tidak menepatinya?"[16] (Kitab Bilangan 23:19).

[19] Unitarianisme adalah salah satu cabang teologi Kristen, yang menyatakan bahwa Allah adalah Esa (Monotheis) berbeda dengan doktrin Trinity (Allah sebagai tiga pribadi yang satu) dan bahwa Allah bukanlah Yesus. Sementara Yesus hanyalah seorang Nabi dan Hamba Allah. Dalam pandangan Trinity, Unitarian adalah kelompok Protestan yang liberalyang mempercayai satu Tuhan dan menolak Trinitas https://id.wikipedia.org/wiki/Unitarianisme 

[20] Teori mitos Yesus (juga dikenal sebagai teori mitos Kristus atau hipotesis ketidakberada an Yesus) sebenarnya terdiri dari dua pendapat:

1.     Yesus dari Nazaret bukan tokoh historis yang benar-benar ada, tetapi merupakan karakter mitologis yang diciptakan oleh komunitas Kristen awal, atau

2.     Yesus memang ada, tetapi riwayat hidupnya tidak seperti yang ditulis di dalam Alkitab.

Beberapa pendukung teori ini berargumen bahwa peristiwa atau perkataan yang berhubungan dengan figur Yesus dalam Perjanjian Baru mungkin berasal dari gabungan atribut atau cerita dari satu atau lebih tokoh-tokoh lain, baik yang benar ada maupun yang diambil dari mitos lain, untuk membentuk satu rangkaian riwayat hidup Yesus.  Keraguan mengenai cerita hidup Yesus Kristus pernah diutarakan oleh seorang pengarang non-Kristen (pagan) pada awal abad ke-2, Celsus. Sebagai seorang filsuf Yunani, Celcus membandingkan riwayat Yesus dengan riwayat Zalmoxis dan Orpheus. Dengan bangkitnya kekuasaan Gereja Katolik di Kerajaan Romawi dan penghancuran kuil-kuil pagan pada abad ke-4, pemikiran dan keraguan keberadaan Yesus tidak dibicarakan secara terbuka. Malahan banyak cerita karangan ditambahkan, sehingga mengaburkan kenyataan dan khayalan atau mitos.(sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_mitos_Yesus)

[21] Kristen Saksi Yehuwa tidak menganut ajaran Tritunggal, sehingga Yesus tidak diimani sebagai Tuhan. Ia adalah Juru Selamat, ”Putra Allah”, dan ”yang sulung dari antara semua ciptaan” (Yohanes 1:34; Kolose 1:15; Kisah 5:31). Ia adalah ciptaan atau makhluk. Sebagai makhluk yang diciptakan, Yesus bukan bagian dari Tritunggal. ”Bapak lebih besar daripada aku,” demikian kata-kata Yesus dalam Yohanes 14:28 yang dipercaya Saksi-Saksi Yehuwa sebagai bukti teologis atas penolakan Tritunggal. Mereka memang percaya Yesus Kristus sebagai “suatu allah”, yaitu sebagai ciptaan Allah, tidak satu hakekat dengan Allah Bapa alias bukan Allah sejati. (Jurnal http://ejournal.uinsuka.ac.id/ushuluddin/SosiologiAgama/article/download/112-08/1194

[22] http://www.sarapanpagi.org/bidat-ajaran-sesat-vt331.html

[23] http://www.ccel.org/ccel/schaff/anf01.ix.ii.xxvii.html

[24] Th. Van den End,  Harta Dalam Bejana, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999),43-44

 

[25] Matius 14:57

[26] Ibrani 3:1 Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

[27] Yohane 10:29

[28] Yohanes 12:49

[29] Matius 10:24

               [30] Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi maknaNama hermeneutika diambil dari kata kerja dalam bahasa Yunani hermeneueinyang berarti, menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan. Jika dirunut lebih lanjut, kata kerja tersebut diambil dari nama Hermesdewa Pengetahuan dalam mitologi Yunani yang bertugas sebagai pemberi pemahaman kepada manusia terkait pesan yang disampaikan oleh para dewa-dewa di Olympus. Fungsi Hermes adalah penting sebab bila terjadi kesalahpahaman tentang pesan dewa-dewa, akibatnya akan fatal bagi seluruh umat manusia. Hermes harus mampu menginterpretasikan atau menyadur sebuah pesan ke dalam bahasa yang dipergunakan oleh pendengarnya. Sejak saat itu Hermes menjadi simbol seorang duta yang dibebani dengan sebuah misi tertentu. Berhasil-tidaknya misi itu sepenuhnya tergantung pada cara bagaimana pesan itu disampaikan. Oleh karena itu, hermeneutik pada akhirnya diartikan sebagai ‘proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti’ (https://id.wikipedia.org/wiki/Hermeneutika)

[31]  Homiletika berasal dari kata Yunani  "Homilia" yang mempunyai arti dasar;  perundingan, penguraian atau khotbah.  Homiletika dapat didefinisikan sebagai berikut;  Ilmu Berkhotbah atau pelajaran berbicara di hadapan orang banyak supaya pokok yang disampaikan dapat disajikan dengan cara yang terang, nyata dan berkuasa.  Tekanan dalam kata ini adalah bagaimana cara memberitakan pengajaran Kristen secara teratur, sistimatis dan sedap didengar agar pendengar dapat menerima dengan baik serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (jurnal https://www.academia.edu/10363538/DASAR_-_DASAR_HOMILETIKA

[32] Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus,  sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

[33] Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia ,  dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,  yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

[34] Ibrani 4:15 Sebab Imam Besar  yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa

[35] Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut;  tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal  dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

[36] Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

[37] Matius 11:2-3  Di dalam penjara  Yohanes  mendengar tentang pekerjaan Kristus,  lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu  atau haruskah kami menantikan orang lain?"

[38] Matius 11:4-6 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin  diberitakan kabar baik.  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

[39] Yesaya 35:1-2

               [40] Daniel 3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

[41] Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga  yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan

[42]  Yohanes 1:13 mencatat Yesus Sang Firman itu memiliki kodrat sama seperti Allah, kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu , yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Bdk Maz 33:6

[43] Yohanes 6:51

[44] Matius 4:5-6

[45] Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, d  sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

[46] Markus 15:30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!"

[47] Matius 4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

[48] Yakub 1:13 Apabila seorang dicobai 1 , janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

[49] Matius 4:8-9

[50] Lukas 24:46-47

[51] Matius 4:10

[52]  Matius 8:29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami,  hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?

[53] Markus 2:9-11 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia  berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

[54] Yohanes 4:25-26 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus;  apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia,  yang sedang berkata-kata dengan engkau."

[55] Yohanes 13:12-14

[56]  Yohanes 20:28

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.