Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini504
Kemarin647
Minggu Ini1797
Bulan Ini13139
Total Pengunjung728096

IP Kamu 54.81.158.195 Wednesday, 20 June 2018

Guests : 82 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 REALITAS ALAM ROH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

      vanny228.jpgAlam roh adalah dunia yang jauh lebih nyata dibanding dunia yang kasat mata sekarang ini! Namun realitasnya sangat diabaikan dan ditengok sedikitpun saja tidak! Alkitab memberitahu secara jelas keadaan disana bukan saja untuk kebutuhan kita sesudah mati melainkan untuk kehidupan sekarang karena secara jujur kita bisa menjadi kaya, miskin, sakit dan sehat tergantung hubungan kita dengan Dia yang tinggal disana baik iblis maupun Tuhan sendiri!  Dalam Alkitab kata “roh” berasal dari bahasa Ibrani “ruahk”, atau “nefesy”. Kata “ruahk” dalam Per-janjian Lama muncul paling tidak 378 kali. Kata ini dipakai mengacu kepada manusia, tetapi yang terbanyak adalah yang berkaitan dengan yang supra-alami. Semen-tara dalam Perjanjian Baru padanan kata “ruakh”, adalah “pneuma”, bahasa Yunani. Muncul sekitar 220 kali, dipakai mengacu kepada manusia, namun kebanyakan untuk menyatakan yang supra-alami, yaitu Roh Kudus.

       Roh artinya bukan materi, tidak berwujud, dan melintasi ruang dan waktu. Namun dalam keberadaannya, Allah yang Roh bisa ada di mana pun pada waktu yang bersamaan, sementara malaikat maupun setan, tidak bisa ada di berbagai tempat pada waktu yang bersamaan. Ke dua pribadi inilah yang dikejar oleh manusia namun naluri manusia di muka bumi ini selalu mencari Sang Pencipta. Entah itu siapa namaNya yang pasti semua orang memburunya demi sebuah kata tentram dan damai serta imbalan sorga kelak bila sudah tutup usia. Namun perlu disadari Dia yang bertahta di singgasanaNya sudah pasti Universal artinya YOU itu versal Dia milik semua makluk di bumi ini dengan aneka suku, bahasa, ras dan aneka mungkinkah Ia memiliki satu nama? untuk semua bangsa? atau Ia membiarkan diriNya disebut aneka bahasa mengingat diriNya juga milik semua bangsa?
            Kita harus jernih berpikir bukan apriory atau syak prasangka, Ia tidak boleh mendominasi satu suku atau satu agama, sebab Dia mau bertahta di hati setiap orang yang sungguh-sungguh mencariNya dan mengaplikasikan kebenaran dalam tatanan hidupnya.

       Bertutur tentang kehidupan iblispun hadir menjadi sahabat yang membantai, untuk itu tidak perlu didekati apalagi diberi hati! Allah tidak mau bicara banyak tentang jin, iblis dan setan sebab kita tidak membutuhkan jasa-jasanya. Sekalipun iblis menawarkan gratis tanpa agunan, cepat tersaji tanpa administrasi berbelit-belit pertolongannya kelihatan  lunas sesaat tetapi menyengsarakan selama-lamanya. Orang perlu tahu bahwa setan tidak pernah gratis beneran yang ada tumbal mematikan anak bini dan tujuh turunan!
     Orang harus melihat apa yang Allah kerjakan dan menutup mata untuk apa yang Allah tidak kerjakan! Sebab sekalipun di jaman digital ini rupanya, sesajen dan ilmu-ilmu klenik masih laris bak kacang goreng untuk memberi solusi dalam hidup duniawi. Inilah bentuk kebodohan yang mengkarat  tidak lagi memiliki nalar lurus.  Seharusnya setiap orang harus all out untuk Tuhan sampai menyentuh pencerahan sehingga hidup ini enjoy disini  dan happy dalam kekekalan nanti tanpa takut, orang dapat  menyapa sahabat si maut itu welcome!

         Realitas dunia roh telah dihapus dari memori dalam benak orang-orang  di jaman digital ini  dan seolah-olah keberadaannya disingkirkan dan dianggap  tidak begitu penting dalam kaca mata kehidupan ini. Padahal gonjang-ganjing atmosfer dalam dunia supranatural dapat memporak-porandakan tatanan kehidupan ini dan kisah Ayub mengkisahkan secara jelas. Janganlah heran kekacauan dan malapetaka yang bertubi-tubi yang terjadi di lingkungan orang hidup ini  karena atmosfer alam roh yang  terlalu keruh oleh dosa dan kejahatan yang fluktuatif sekali!
         Setiap manusia memiliki mata batin untuk menerawang hal-hal supranatural. Namun supranatural seseorang terpendam jauh didalam jiwa seseorang oleh karena banyaknya keinginan dan nafsu dosa yang meledak-ledak ingin dipuaskan.  Naluri spirit seseorang atau orang bilang indera ke enam, sering kali disebut intiusi dapat diolah semakin hari semakin cemerlang atau bila tidak diolah semakin hari semakin tumpul!
       Dikalangan para murid Tibet, calon-calon rahib dari murid Dalai Lama  menyebutnya dengan mata ketiga disamping indera 2 mata yang sudah ada! Mata  ketiga ini dapat membaca pikiran orang dan melihat hal-hal yang metafhisik. Baik orang lain sedang gembira atau susah bahkan penyakit yang sedang diderita. Namun untuk mendapatkan mata ketiga ini melalui proses perjalanan spiritual yang bukan main sulitnya. Disiplin kerohanian yang setinggi langit bukan didapat dari hidup yang ceroboh.
kotbah 4.jpg
       Untuk test masuknya harus bersila ditengah lapangan kuil dari matahari belum terbit sampai matahari terbenam tanpa bergerak seincipun belum lagi ditambah kerja keras dan kemudian belajar sepanjang siang hari. Disiplin ini merupakan keharusan agar Roh Yang Maha Tinggi mengkikis habis selera daging dan menghancurkan semua dosa. Terkadang banyak orang tidak sanggup menghadapi tantangan yang menghancurkan kedagingannya. 
         Biasanya sang kehidupan gampang rapuh bila tidak tahan lagi menanggung beban  yang digendong dipundaknya. Badai yang bertubi-tubi menghempaskan jiwa dalam ketidakberdayaan dan rasa frustasi. Tidak jarang orang-orang ini identik dengan persoalan dan bebannya. Mereka  tidak dapat membedakan antara beban dan kehidupan itu sendiri, semua dianggap sama,  hidup dan kesulitan merupakan hal yang identik. Padahal kenyataan sebenarnya seharusnya sejauh timur dari barat. Yesus Kristus menetapkan bahwa sang kehidupan berdiri sendiri dan seharusnya tidak boleh digoncang oleh kesusahan hidup  baik persoalan makanan,  pakaian atau apapun juga (Mat 6:25).
 Bukan dilarang untuk pandai dalam mencari solusi terhadap berbagai beban yang segudang  itu, namun ujung-ujungnya akan didapati rasa frustasi yang dililit  depresi  berhiaskan traumatik. Orang sekarang rapuh akan kemampuan juang dan maunya mencari jalan pintas dalam menggapai harapan. Tidak sedikit orang memasuki alam roh yang berdurasi kekekalan alias mati bunuh diri hanya gara-gara tidak sanggup mengurai beban yang melilit dan persoalan sepele yang menindisnya.
 Otak yang dangkal dan terkadang cupet ini hanya bisa memproduksi  jalan buntu karena keterbatasannya. Secanggih-canggihnya kecerdasan pasti akan mengalami menthok dalam banyak hal yang merupakan kunci kehidupan ini. Itulah model  orang-orang yang hanya mencari solusi dengan yang kasad mata saja. Orang sekuler yang sudah tidak berdaya menghadapi hempasan beban yang menggunung akan mencari solusi dari specialis supranatural  berupa dukun dengan ilmu santet dan  serta pesugihannya! 
 Ilmu klenik, sesajian kembang dan menyan merebak dalam paket istimewa memanjakan mata dalam layar kaca.  Tontonan-tontonan yang berbau spirit, seperti tusuk jelangkung, santet, di sini ada setan dan horor-horor yang membuat jantung berdetak seolah-olah tetap eksis setiap detiknya. Semua menyiratkan bahwa setan adalah makhluk dari alam roh yang menawarkan solusi cepat  bagaikan mie instan saja!  Para produser TV tidak pernah kehabisan setan dengan sederetan cerita seramnya. Hal-hal yang mistis disajikan dan dikemas dalam hidangan yang bisa disantap setiap saat pembayaran belakangan bak kartu kredit, puas didepan celaka belakangan, kalau tidak pandai-pandai berhemat mengkonsumsi makanan jiwa!  
        Iblis menawarkan solusi setiap jalan buntu  dalam waktu singkat dan cepat tanpa agunan. Orang yang cupet berpikir dan kuper dalam kehidupan sosialnya, akan mencari jalan pintas  bukan berasal dari Holy Spirit, melainkan unclean spirit, yakni kuasa setan dan bukan kuasa Roh Kudus. Seorang sahabat pernah bertutur ringkas  bahwa keberhasilan seseorang ada tiga faktor penting yakni dengan 3 H yakni Hopeng, Hoky, Holy Spirit (sahabat, keberuntungan, dan Roh Kudus).
 Dua hal pertama ada di di dunia ini tetapi faktor yang paling menentukan keberhasilan adalah Holy Spirit! Namun harus juga disadari  hopeng yakni sahabat bisa menjadi pengkhianat dan penipu kalau sudah menthok masalah duit, jabatan dan wanita. Sementara hoky atau keberuntungan datangnya sewaktu-waktu saja tetapi kalau orang mendapat perkenananNya Tuhan maka sepanjang hidupnya akan dapat bersaksi bahwa kebajikan dan kemurahan mengikuti aku seumur hidupku (Maz 23:6) seperti apa yang Daud sudah alami.
        
Seseorang baru bisa mendapat perkenananNya Tuhan kalau pribadinya intim dengan Roh Kudus setiap saat. Roh manusia yang terletak didasar kehidupan itu sendiri bila berreuni dengan Roh Allah maka akan melakukan perkara-perkara besar yang melebihi solusi apapun juga. Roh manusia yang sudah terkontaminasi dengan bujuk rayu iblis  menjadi impoten bila menyangkut hubungan dengan Tuhan. Kemampuannya loyo perlu doping untuk menjalin hubungan intim dengan Tuhan.   Doping itu adalah Tuhan sendiri yakni Roh Kudus.
 Lebih dasyat lagi bahwa pertemuan Roh Allah sejati dan roh manusia akan menghapus kesialan yang sudah berkarat puluhan tahun didalam diri seseorang! Roh Kudus dapat mengerjakan dalam waktu singkat! Pelepasan seseorang dan pemulihannya bisa terjadi dalam hitungan detik tetapi tidak untuk karakter seseorang. Hal pertumbuhan dan kepribadian seseorang dibutuhkan waktu yang lama dan terus menerus dibutuhkan naluri anak-anak Tuhan yang harus mencari Tuhannya.
 Sebuah naluri yang ngeroh ditaruh oleh Allah didalam diri setiap orang. Ini dapat dibuktikan didalam diri seorang pembunuh,  ia  bisa lepas dari kejaran polisi bertahun-tahun tetapi ia tidak dapat lepas dari rasa bersalahnya. Demikian juga sebenarnya setiap orang tidak bisa dilepaskan dari naluri bahwa ia butuh Tuhan atau setan. Jika seseorang tidak dapat menemukan Tuhan yang benar maka dapat dipastikan ia akan menemukan setan yang menyeramkan.
 Ke dua p
ribadi ini yakni Allah dan setan  menempati alam roh yang memberikan kesempatan manusia untuk meraihnya dalam waktu yang sama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Orang harus memiliki nyali untuk mengungkapkan nalurinya menemukan Tuhan atau menolak setan atau sebaliknya menolak Tuhan dan bersekutu dengan setan. Setiap orang tidak bisa abu-abu tidak putih atau hitam hanya berdiri ditengah-tengah saja, Orang harus memanifestasikan nalurinya untuk meraih Kerajaan Sorga atau mendiami neraka kekal semuanya berpaling dari keputusan manusia untuk mengungkapkan nalurinya secara benar!  Naluri yang sering juga disebut insting merupakan karakter dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir. Seharusnya sejak lahir orang sudah menginginkan Tuhan saja dan tidak butuh yang lain namun realitasnya ada begitu banyak keinginan sehingga kerinduan akan Tuhan terlindas habis tidak berbekas secuilpun.

Fenomena Alam
  
    Alam yang kelihatan ini selalu tunduk dengan apa yang alam yang tidak kelihatan. Kalau ada makluk alam roh yang datang maka mau tidak mau alam tunduk kepadanya. Tercatat sejak kelahiranNya, fenomena alam ikut menyambut kehadiran sang Mesias ini! Bintang-bintang bertebaran dengan penuh sukacita memberikan kompas bagi orang majus untuk datang mempersembahkan mas, mur dan kemenyan (Mat. 2:1-12).   Dalam tahapan pelayanan selanjutnya angin, dan gelombang serta badai di Galilea menjadi teduh oleh sepatah kata dari Yesus sendiri (Mat. 8:23-27). Ini membuktikan kemampuan Yesus melebihi segala sesuatu yang terlihat. Bahkan air tidak mampu menerima berat badan Yesus sehingga Ia sanggup berjalan di atas air (Mat. 14:26).
        Alam menyambut pribadi yang spesial ini, sebab pada waktu kematian dan kebangkitanNya, maka terjadi gempa bumi yang sangat hebat. Fenomena alam yang tidak pernah terjadi, bahkan tidak akan terjadi dalam menyambut siapapun juga kecuali kedatanganNya yang ke dua kali. Pada waktu kematianNya, matahari menyembunyikan wajahNya, seakan-akan tersipu malu sebab terang sebenarnya  yakni Yesus redup dalam kematianNya(Yoh. 8: 12; 9:5)!
       Tabir bait Allah yang dipakai sebagai lambang pembatas antara Allah dan manusia robek sehingga kematian Kristus tidak lagi memberikan jarak antara Allah dan manusia. siapapun dan kapanpun setiap orang dapat menjumpaiNya! Matius 27:51 menyatakan: “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah  meninggal bangkit.” Orang-orang yang mati ribuan tahun, bangkit menyambut kehadiran Yesus di dunia orang mati! Luar biasa! (bnd. Mat 27:53).
    Kontroversi kematianNya terus bergulir, dalam kematianNya masih diberitakan, Ia pergi ke alam maut memberitakan Injil. Bila manusia lumrah mati maka selesailah sejarah yang ada tetapi berbeda dengan Yesus. KematianNya merupakan tidur hanya 3 hari saja, karyaNya masih berlanjut. Pada waktu kematianNya  Ia memberitakan Injil kepada mereka yang ada dalam penjara-penjara di alam roh (1 Petrus 3:19). 
    Namun satu ayat saja tidak bisa menjadi doktrin untuk menginjili orang mati! Anggap saja benar kita boleh menginjili orang-orang yang sudah mati tetapi perlu diingat bahwa Yesus memberitakan kebenaran itu berada dalam posisi dalam kematian bukan pada waktu ia sedang jalan-jalan di bumi ini. Jika  mau mati dulu bolehlah menginjili.  Artinya orang mati hanya bersentuhan dengan orang mati sementara orang hidup harus bersentuhan dengan orang yang sudah hidup. Tidak pernah sekalipun Yesus dalam hidupnya memanggil arwah orang mati untuk diinjili! Kalau Ia panggil arwah orang mati tidak lain hanya ingin supaya orang itu hidup kembali seperti Lazarus, anak Yairusan dan Pemuda di Nain.

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.