Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini504
Kemarin647
Minggu Ini1797
Bulan Ini13139
Total Pengunjung728096

IP Kamu 54.81.158.195 Wednesday, 20 June 2018

Guests : 86 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
 Pengadilan Judas Iskariot   
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
 


tim2a.jpg
           Di Alam Roh digelar sidang Yudas Iskariot, tanggal, bulandan tahunnya,entah kapan tidak jelas sebab disana tidak lagi ada aturan waktu! Sidang istimewa ini  sudah pasti sangat menarik para penghuni alam roh, sebab semua ingin menyaksikan kasus unik yang belum pernah ditemukan sejak dunia diciptakan sampai kiamat yang akan datang. Media cetak, elektronik dan digital semua memberikan headline  yang besar dengan judul beraneka ragam, ada yang tidak sopan dan ada juga yang sedang-sedang saja.
             Persis mas media di kota Jakarta ini yang satu tidak sopan dan yang lain sopan santun, dengan kata lain koran kita sebagian memberitakan dan yang lainnya memberitahi masyarakat. Judul-judul yang disuguhkan tersebut beraneka judulnya seperti Pengadilan Pengkhianat, Ciuman Beracun, Buah dari 30 Keping Perak, Akibat Matrek, Strategi Ciuman Yudas, Ciuman Paling Mahal, Neraka untuk Yudas Iskariot! Dan masih banyak headline surat kabar yang beraneka ragam menyambut sidang  istimewa ini!

Tempat diselenggarakan gelar pengadilan Yudas Iskariot tidak begitu jelas, sebab disana sudah tidak ada alamatnya seperti di bumi ini yang memakai RT dan RW, mungkin saja di Paradise, sheol, Gehenna atau yang lain tidak jelas yang pasti sidang ini sangat dijejali para penghuni alam roh. Persis juga kasus-kasus pengadilan Indonesia yang mengadili para selebritis dan tokoh politik dengan korupsi buloggate akibat budeggatenya itu alias tuli terhadap kebenaran.
                  Kasus yang hebat dengan hukuman yang ringan dan sepele saja, itulah “sudah tradiri” di bumi tercinta ini! Nampak di sana mantan penduduk sodom dan gomora, serta gengnya Korah, Datan dan Abiram yang melawan Musa itu. Belum lagi orang-orang yang menyalibkan Yesus, mereka yang memilih Barabas, yang menancapkan mahkota duri, yang meludahi, dan semua gerombolan yang berteriak berteriak : “salibkan.... salibkan... lengkap anak cucunya yang tidak bertobat itu ikut memadati sidang pengadilan sambil meratapi  nasibnya... kenapa dulu gua ikut-ikutan.... “demikian penyesalannya”.
                   Tidak ketinggalan 12 murid Yesus juga ada disana, sebagian di antaranya menjadi saksi sidang pengkhianatan Yudas Iskariot. Nampak juga nampak Paulus  dengan dua pembantunya Timotius anak dari Eunike juga Erastus bendara dari Korintus serta Efaproditus, Titus dan sederetan nama yang ngetrend dalam Alkitab menyaksikan jalannya sidang dari kejauhan melalui siaran langsung.

Walau tidak ada suap menyuap dan jual beli hukum dan vonis pengadilan seperti kita, entah alasan apa tidak jelas,  Hakim dan Pembela clien dirahasiakan, demi menjaga stabilitas alam roh. Sedangkan bertindak sebagai Jaksa penuntut umum berasal dari Geng Iblis, sebagaimana ia getol mengadakan demo kecil-kecilan di hati Yudas waktu di bumi ini dan juga bertindak sebagai provokator pada waktu menyalibkan Yesus Kristus dengan membujuk ribuan orang supaya teriak “salibkan Yesus dan bebaskan Barabas”. 
                Biang kerok ini didaulat sebagai jaksa penuntut umum. Sebenarnya  peran utama Pembela iblis ini sebagai  provokator tunggal di bumi yang bisa disogok untuk mengadakan demo anti kemapanan dan pendukung kemaksiatan, namanya saja iblis nggak disogok saja bisa nyodok dan membengkokkan segala sesuatu yang berbau kebenaran. Yudas sendiri bukan saja ahli dibidang keuangan tetapi juga ahli strategi mematahkan lawan dengan kefasihan lidahnya yang kayak silet itu, Yesus saja dilawan apalagi kelas malaikat beserta dedengkotnya!

            Sidang segera dimulai, para hadirin dipersilahkan berdiri, Hakim Agung (yang pasti bukan Syarifuddin) memasuki ruangan “demikian suara panitera sidang berkumandang. Dengan tertib semua berdiri sebab Hakim yang hadir memiliki kewibawaan khusus dari pancaran wajahnya tidak sedikitpun nampak kecurangan, nggak kayak hakim di bumi ini! Sesudah prosesi selesai maka dimulailah sidang Yudas Iskariot dengan tuduhan pengkhianatan terhadap Yesus Kristus juru selamat dunia.

 

Hakim                           :   Hari ini dihadapan saya duduk seorang terdakwa sdr. Yudas Iskariot, seorang laki-laki yang berasal dari Galilea, pekerjaan rasul, jabatan bendahara dari kelompok 12 Rasul yang dipilih Yesus Kristus. Apakah benar?

Yudas Iskariot             :   Benar yang mulia

Hakim                           : Apakah saudara terdakwa dalam keadaan sehat sehingga dapat mengikuti sidang dengan baik?

Yudas Iskariot             :    sehat walafiat

Hakim                           :    Saudara jaksa silahkan membacakan tuntutannya 

Jaksa Penuntut          :    Trimakasih Yang Mulia, saudara Yudas telah melakukan kesalahan fatal   melanggar hukum ke enam dari kitab Undang-Undang Taurat yakni menghilangkan nyawa orang lain dalam hal ini gurunya sendiri. Padahal ia sendiri sudah mendengar dari gurunya secara langsung bahwa pembunuhan itu tidak boleh, jangankan membunuh, marah saya sudah dapat dikategorikan dengan membunuh  (Mat 5:21,22).

Pembela                   :  Keberatan yang mulia, saudara jaksa sudah memberikan tafsirannya sendiri yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini!

Hakim                       :    Keberatan ditolak, saudara jaksa penuntut lanjutkan...

Jaks penuntut         :    Trimakasih yang mulia, perbuatan saudara terdakwa betul-betul telah direncanakan secara rapi dan itu merupakan pelanggaran serius.  Hal ini dapat dibuktikan  akal liciknya dengan 30 keping perak, dengan saksi-saksi orang-orang Farisi dan Ahli Taurat yang juga ada disini! Karena bersekongkolan ini maka nyawa Yesus Kristus melayang!

Pembela                  :     Keberatan yang mulia, saudara jaksa telah memberikan penilaian subyektifnya dengan mengatakan bahwa Yudas sudah bersekongkol dengan ahli Taurat, yang terjadi sebenarnya tidak demikian sdr. Yudas Iskariot tidak tahu bahwa ahli Taurat memiliki rencana untuk membunuh dengan cara menyalibkannya....

Hakim                      :     Keberatan diterima saudara jaksa boleh melanjutkan ...

Jaksa                       :     Menanggapi keberatan saudara pembela, kalau sdr. terdakwa tidak mengerti maksud tujuan menyerahkan Yesus untuk disalibkan lantas untuk apa?  Bikin sate... (ger.... ha....ha..... hadirin tertawa terkekeh-kekeh)

Hakim                      :     Tok...tok... tok..... (bunyi palu yang diketok dengan keras, “ini sidang pengadilan alam roh, jangan gaduh kayak sidang di Indonesia saja dengan demo segala  :”demikian suara lantang hakim, lanjutnya” Saudara jaksa boleh melanjutkan

Jaksa                        :    Yang Mulia  terdakwa Yudas Iskariot juga melanggar hukum fasal 8 dari hukum Taurat Musa yakni mencuri, karena ia sering kali mengggunakan uang yang bukan miliknya untuk kepentingannya sendiri.  Saudara Iskariot tidak menghargai kepercayaan gurunya yang  sudah berbaik hati memberikan jabatan sebagai bendahara dan pengelola keuangan dalam pelayanan. Padahal ia bukan lulusan sekolah akuntansi dan bergelar Sarjana ekonomi, dan sampai sekarang tidak jelas status laporan keuangannya, sebab dalam Alkitab tidak dijelaskan. Bahkan ia sering kali korupsi tentang keuangan yang menjadi tanggung jawabnya itu berarti ia juga dikenakan pelanggaran fasal ke 9 dari kitab Undang-Undang Hukum Taurat Musa! Mengingini milik orang lain! Yakni uang kolekte

Pembela                  :  Keberatan yang mulia! Karena saudara jaksa penuntut tidak seusi dengan kasus yang ada sebab pencurian dan menginginkan milik orang lain tidak ada dalam berita acara soal pembunuhan! Dan disamping itu saudara jaksa sudah memberikan vonis salah, padahal dipengadilan ini menghormati azas praduga tidak bersalah!

Hakim                     :  Keberatan diterima ... saudara pembela diberi kesempatan!

Pembela                 :  Saudara terdakwa apakah saudara sudah lama mengenal dengan pasti guru saudara? Yesus Kristus yang mati disalibkan itu.

Yudas                      :  Tidak, ......... hanya tiga setengah tahun

Pembela                 :  Jika demikian ceritakan bagaimana saudara dapat bertemu dengan Dia?

Yudas Iskariot        :   Pada waktu itu setelah Yesus berdoa semalam-malaman pada pagi hari ia mengumpulkan saya, dengan Petrus, Andreas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Yohanes dan masih ada sahabat-sahabat saya yang lain dan Ia sendiri yang menetapkan kami sebagai murid-murid yang menyertai pelayananNya.

Pembela                  :  Tindakan apa saja yang Yesus Kristus lakukan kepada saudara? Sehingga melatarbelakangi kasus penyaliban?

Yudas Iskariot         :  Yesus Kristus, guru dan tabib yang saya ikuti sejak dari galilea itu tidak pernah sekalipun berlaku tidak sopan kepada saya. Ia pribadi yang sangat lemah lembut dan rendah hati, Ia sekalipun tidak pernah berbuat kasar atau marah karena pekerjaan saya.

Pembela              :  Jadi saudara tidak punya niat memusuhi guru saudara atau membunuh?

Yudas Iskariot     :  Tidak sama sekali

Pembela              :  Yang Mulia hakim Agung, clien saya memang tidak pernah memiliki permusuhan dengan gurunya, jadi ia harus dinyatakan tidak bersalah sebab dari semula ia tidak pernah memiliki niat untuk membunuh gurunya!

Jaksa                   :  Keberatan yang mulia, saudara pembela kembali memberikan kesimpulan pribadinya sehingga tidak layak didengarkan jadi harap bapak hakim mengabaikan pernyataan tersebut!

Hakim                 :  Keberatan diterima, saudara jaksa sekarang boleh melanjutkan.

Jaksa Penuntut     :  Saudara terdakwa apakah saudara tahu bahwa Yesus Kristus guru saudara memiliki hubungan yang kurang baik dengan para ahli Taurat dan orang Farisi itu?

Yudas Iskariot     :  Tahu “demikian jawaban Yudas perlahan karena sudah kelelahan

Jaksa Penuntut     :   Kurang jelas

Yudas Iskariot     :   Tahu pasti!

Jaks Penuntut      :   Cukup Yang Mulia

Hakim                 :   Saudara pembela dipersilahkan!

Pembela              :   Apakah ada hubungan khusus antara saudara dengan para ahli Taurat dan orang Farisi tersebut?

Yudas  Iskariot    :  Tidak!

Pembela              :  Lantas apa hubungan saudara dengan mereka?

Yudas Iskariot     :  Hubungan saya dengan orang-orang Farisi itu tidak ada sesuatu yang istimewa, hanya mereka selalu datang saat guru saya mengajar dan menyembuhkan.

Pembela              :  Jadi perselisihan Yesus dan para ahli Taurat itu bukan dikarenakan saudara?

Yudas Iskariot     :  Jelas bukan sama sekali, orang-orang Farisi itu tidak menyukai ajaran guru saya bahkan mereka sering kali menyindir dan memojokkan Yesus tetapi Yesus tidak pernah terpojok.

Pembela              :  Jadi kesimpulannya bahwa saudara tidak ikut andil dalam permusuhan antara guru saudara dengan musuh-musuhnya?

Jaksa Penuntut     :  Keberatan Yang mulia, Yesus tidak pernah memiliki musuh tetapi sering kali ia dimusuhi! Saudara pembela ingin membelokkan fakta yang ada!

Hakim                 :  Keberatan diterima saudara jaksa boleh melanjutkannya.

Jaksa Penuntut     :  Saudara terdakwa apakah saudara dengan sengaja atau tahu bahwa saudara sedang menjual guru saudara?

Yudas Iskariot     :  e.....em.......

Pembela              :  Keberatan yang mulia, kembali saudara jaksa mengintimidasi clien saya, ia tidak seharusnya menggunakan kata menjual, emangnya barang supermarket dijual,... (ha.... he...he... demikian para penghuni alam roh tertawa.... sementara sidang semakin seru)

Hakim                 :  Keberatan diterima.... saudara jaksa dapat melanjutkan..

Jaksa                   :  Saudara terdakwa apakah saudara dengan  sengaja menyerahkan Yesus kepada orang Farisi?

Yudas                 :   em.... em...

Jaksa                   :   Membentak .... ya atau tidak, jangan e..em emangnya saudara sakit gigi (ger..... ha.....he.....he... riuh suara orang tertawa sebab memang Yudas kelabakan mendengar suara Jaksa yang keras dengan sedikit membentak tersebut)

Yudas Iskariot     :  tahu

Jaksa                   : Yang mulia, sudah jelas bahwa saudara terdakwa mengakui perbuatannya menjual atau menyerahkan gurunya. Maka kami mohon sidang ini memutuskan untuk saudara terdakwa dihukum dengan hukuman “kematian kekal”

Hakim                 :  Untuk memutuskan hukuman bagi terdakwa, sidang dirasa perlu melihat barang bukti dan saksi-saki maka sidang ditunda sampai menunggu gerakan roh, waktu mendatang ! Dengan demikian sidang ditutup!

 

Yudas kembali dirantai dan dimasukkan dalam selnya menunggu sidang pengadilan selanjutnya. Nampak Yudas Iskariot sudah pasrah total ia tidak berdaya dengan rantai dikaki dan ditangan. Wajahnya kusut, tubuhnya kering kerontang seperti tidak terawat, nampaknya ia stress berat. Tidak ada satupun dari 12 murid Yesus yang merupakan sahabat-sahabatnya dikala di bumi ini menyertai Yudas. Inilah yang membuat Yudas menderita sengsara sebagai pesakitan tidak ada sahabat atau keluarga yang mendampinginya. Pembela yang ada nampaknya sadar ia akan mengalami kekalahan.

Namun yang menarik adalah ulasan para komentator yang beraneka ragam. Salah seorang kementar mengatakan Yudas Iskariot adalah satu diantara dua belas rasul yang nekrofilik artinya cinta kematian. Sebenarnya Yudas harus memilih biofilik yang bermakna cinta kehidupan. Yesus sendiri kehadiranNya di bumi memberikan makna kehidupan yang sudah terhilang dari manusia! Makna hakiki cinta kehidupan ialah menumbuhkembangkan kehidupan secara utuh lengkap yang meliputi biopsikososiospiritual (jasmani, jiwani, kemasyarakatan dan rohani). Sementara Yudas Iskariot mengembangkan hakiki cinta kematian yaitu “menghambat atau mematikan kehidupan biopsikososiospitiual”. Yesus anti kematian kekal sehingga selama di bumi ini Ia berusaha supaya manusia bertobat sehingga jika manusia bertobat dan percaya kepadaNya maka dapat dipastikan beroleh hidup kekal bukan kematian kekal!

Komentator yang lain berasal dari salah satu aliran yang menyetujui perbuatan Yudas Iskariot. Ia mengatakan :”Yudas adalah satu-satunya manusia di bumi yang paling berjasa, sebab melalui perbuatannya Yesus disalibkan dan semua manusia yang percaya kepadanya diselamatkan.” Coba bayangkan kalau Yudas Iskariot tidak menjual Yesus maka Yesus “kan tidak disalibkan? “demikian ide ngawurnya! Kontroversial, ini ide gila, “demikian celetuk para theolog yang ada disana! Mulai debat hebat antar theolog dan para komentator yang dipandu oleh stasiun TV alam roh!

 

Moderator        :    Saudara pemirsa hadir disini bapak Paulus  selanjutnya  ia seorang theolog yang dapat dipastikan mengerti benar kisah Yudas Iskariot dalam Alkitab. Dan juga hadir disini seorang pengamat masalah kerohanian dari salah satu aliran kepercayaan di bumi bapak  Hino selanjutnya disebut komentaror 2! Pertanyaan pertama saya kepada nyleneh menurut Bapak apakah tindakan Yudas Iskariot dapat dikategorikan berjasa bagi umat Kristen khususnya dan semua orang di bumi pada umumnya?

Hina                 :    Jelas, bukan menjadi rahasia umum bahwa Yudaslah yang paling berjasa sebab melalui tindakannya maka Yesus disalibkan dan akibat penyaliban itulah maka keselamatan turun terhadap bangsa-bangsa! Coba apakah ada cara lain dari Yesus untuk menyelamatkan selain Ia disalib yang merupakan lambang pencurahan darahNya? Tidak ada bukan? “demikian ulasan ngawurnya”. Selanjutnya ia mengatakan “Nah orang harus berpandangan bahwa Yudas Iskariot patut dimuliakan bukan dicap sebagai pengkhianat? Banyak orang sudah salah kaprah?”

Moderator        :   Tapi Pak, Yesus sendiri memang tahu pasti bahwa ia akan disalibkan, apakah ia mendorong Yudas untuk melakukan tindakannya?

Hina                 :   Ya benar sebab Yesus mengizinkan apa yang Yudas akan lakukan, jadi dengan kata lain Yesus merestui perbuatan Yudas.

Moderator        :    Sekarang bagaimana dilihat dari segi theologia, kepada bapak moderator pertama, menurut bapak apakah Yudas sebagai orang yang berjasa?

Paulus              :    Tidak sama sekali, Yudas bukanlah orang yang berjasa malah justru Yudas Iskariot sebagai orang yang berkhianat kepada gurunya! Seorang pengkhianat is pengkhianat titik dan tidak ada koma “demikian argument kemarahannya”.

Paulus              :   Tapi Pak kata bapak Hina  tadi bahwa justru oleh karena ulah  Yudas Iskariot ini maka banyak orang memperoleh keselamatan benarkah demikian?

Hina                 :   Tidak sama sekali, tanpa Yudas Iskariotpun Yesus akan disalibkan tetapi caranya kita tidak tahu, Yesus sudah dapat dipastikan mati naik, keatas dan menebus manusia dari dosa mereka! Nah dari 12 murid Yesus, Yudas memiliki kemampuan dipakai oleh iblis untuk menyerahkan Yesus!

Moderator        :    Jadi Yudas dapat dikategorikan iblis?

Paulus              : Ya, sebab Yesus sendiri menyebutnya ia sebagai iblis sejak semula! Perhatikan perkataan Tuhan, Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." (Yoh 6:70). Dengan kata lain bahwa Yudas adalah iblis ditengah-tengah para rasul, waktu ia dipanggil ia sudah menjadi iblis, waktu menghitung uang kolekte selagi menjadi bendahara ia tetap iblis, waktu berjalan bersama Yesus, Yudas iblis sehingga iblislah yang menyebabkan Yesus menderita!

Hina                 :  Kalau saya tidak sependapat dengan bapak Paulus, menurut hemat saya Yudas termasuk berjasa sebab dalam pelayanannya ia seorang yang paling dihargai dan dipercayai sebagai bendahara. Jika Yudas iblis maka Yesus tidaka akan memberinya kepercayaan sebagai bendahara!

Paulus     :   Ya, Yesus memberi kesempatan kepada Yudas Iskariot sebagai pribadi lahiriahnya untuk bertobat, sudah berulang kali Yesus memperingatkan supaya ia bertobat tetapi tidak juga bertobat! Petrus juga ditegor oleh Yesus dan diberi julukan iblis (Mark. 8:33) sama persis dengan Yudas bahwa Petrus dan Yudas memiliki persamaan kedua-duanya sebagai pengkhianat tetapi Petrus menyelesaikan pengkhianatannya dengan cara bertobat dan berpaling kepada Yesus Kristus tetapi sebaliknya Yudas menyelesaikannya dengan caranya sendiri!

Moderator        : Demikianlah perdebatan singkat dari dua aliran kepercayaan yang sampai sekarang belum menemukan titik temunya. Kita berjumpa di acara berikutnya.

 

            Rumor yang beredar dalam masyarakat alam roh mengatakan Yudas Iskariot mendapat pengampunan karena korbannya adalah seorang yang penuh kasih dan tidak pernah balas dendam. Namun itupun juga menjadi perdebatan yang serius sebab dapat dipastikan bahwa  seandainya Yudas Iskariot dihukum dengan kematian kekal atau neraka itu belum cukup sebab yang menjadi korbannya adalah orang yang tidak pernah berdosa sedikitpun sehingga kesalahannya sangat fatal! Seandainya ia melakukan kesalahan terhadap orang yang  juga bersalah mungkin masih ada toleransinya tetapi ini tidak sama sekali dan yang pasti Alkitab berkata bahwa : “TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setiaNya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat”. (Bil. 14:18).

            Sesuatu yang paling mengejutkan adalah beberapa orang disana sudah melihat bahwa Yudas sudah ditetapkan untuk binasa kekal. Sekalipun ia menjadi salah satu rasul yang terhormat dan terpercaya dengan jabatan bendaharanya tetapi sebenarnya ia iblis yang menyamar ditengah-tengah pelayanan Yesus. Seperti pertemuan antara Allah dan anak-anakNya maka iblis juga hadir disitu seperti kisah ayub (Ayub 1:6). Yesus menyebutnya serigala berbulu domba (Mat. 7:15). Sebab ibadah dan pelayanan yang baik tidak menjadikan seseorang kebal terhadap dosa. Sejauh mana seorang mendengar suara Roh Kudus maka dapat dipastikan sejauh itulah ia berkenan kepada Allah. Sebab predikat jabatan anak Tuhan dan umat pilihan, Hamba Tuhan Pendeta bukanlah jaminan iblis takut dan tidak bisa menembusnya. Yesus sebenarnya tidak salah pilih terhadap Yudas Iskariot sebab semua orang memiliki kesempatan untuk bertobat dan diajar tentang kebenaran, tetapi untuk yang satu ini Yudas Iskariot bukan saja mendukakan dan memadamkan roh tetapi ia telah menyangkal Roh Kudus. Matius 12:31 menyatakan : “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.   

            Di alam roh tidak ada PK atau grasi sebab dapat dipastikan keputusan sidang oleh Hakim Agung tidak akan pernah salah seincipun sebab Hakim Agung disana sangatlah bijaksana dan tidak pernah memandang bulu juga tidak dapat disuap oleh apapuan dan siapapun. Kesalahan dan dosa serta pemberontakan akan memperoleh hukumannya sedangkan kebaikan dan kasih dan pengorbanan yang sesuai dengan kehendakNya akan memperoleh mahkota atau pahala! 

            Sidang lanjutan yang melihat barang bukti dan para saksi sekaligus mendengar putusan Majelis Hakim akan segera dimulai. Nampak sudah lengkap para pengunjung yang memadati bangku persidangan, pembela sudah siap ditempat duduknya, sementara terdakwa berada di depan meja hijau, dan jaksa penuntut umum siap dengan dakwaan setebal buku yang paling tebal disana. Adapun barang-barang bukti berupa, salib, mahkota duri, cawan, cambuk, paku, 30 keping perak, tombak dan masih banyak lagi yang membuat persidangan ini sangat akurat. Adapun saksi-saksi begitu banyak, penduduk Yerusalem, wanita-wanita yang menangisi Yesus, para murid dan Pilatus serta istrinya juga menjadi saksi yang hidup dialam roh. Namun kesemuanya tidak akan menjadi saksi sebab dua atau tiga saksi saja sudah sah  (Mat 12:31,   Ibr 10:28). Sidang segera di buka yang mulia Hakim Agung memasuki ruangan seluruh  pengunjung sidang diharapkan berdiri. Sesudah prosesi selesai maka dimulailah sidang lanjutan memeriksa para saksi dan bukti sakaligus putusan hakim.

           

Hakim                 :  Hari ini kembali dimulai lagi sidang pengkhianatan Yudas Iskariot dengan terdakwa tunggal sdr. Yudas Iskariot, apakah saudara terdakwa dalam keadaan sehat walafiat dapat mengikuti sidang ini dengan baik? Sebab di bumi sekarang sudah bukan rahasia umum lagi para pesakitan beralasan sakit supaya tidak dapat menjalani pemeriksaan. Sebenarnya mereka tidak sakitpun sudah sakit! Bagaimana saudara Yudas Iskariot?

Yudas Iskariot     :  Sehat yang mulia.

Jaksa                   :  Bapak Hakim saya akan menghadapkan dihadapan persidangan ini dengan barang-barang bukti yang telah dikumpulkan oleh para penyidik. Saya mengharapkan pembela untuk memeriksa barang bukti yang ada dan dapat mengecek keakuratan keasliannya. (kedua orang baik jaksa, pembela memeriksa keaslian barang-barang bukti, sesudah semuanya sepakat maka sidang dilanjutkan). Saksi pertama adalah Markus. Saudara matius apakah saudara mengenal terdakwa?

Matius                 :  Ya

Jaksa                   :   Berapa lama saudara mengenalnya?

Markus               :   Lama sih, tetapi nampak akrab setelah kami berada dalam satu wadah 12 rasul Yesus Kristus.

Jaksa                   :   Jadi kalau saudara akrab berarti saudara terlibat  dalam persekongkolan Yudas dengan orang farisi itu ?

Pembela              :   keberatan yang mulia, saudara jaksa tidak sopan dengan kata persekongkolan tersebut!

Hakim                 :  Keberatan diterima saudara jaksa tidak boleh menggunakan kata yang menyudutkan para saksi!

Jaksa                   :  Trima kasih yang mulia, Saudara saksi apakah saudara melihat indikasi terdakwa dengan sengaja menyerahkan gurunya dengan 30 keping perak!

Markus               :  Semula  kami tidak tahu sebab memang urusan yang menyangkut uang adalah urusan saudara Yudas Iskariot tetapi terakhir kami mengetahui bahwa Yudas telah menerima uang 30 keping perak dari para ahli Taurat!

Jaksa                   :  Dengan demikian benar bahwa Yudas telah memperoleh uang tersebut dengan menyerahkan Yesus?

Markus               :   Ya

Jaksa                   :   Trimakasih cukup yang mulia.

Pembela              :   Saudara saksi darimanakah saudara tahu, uang 30 keping perak itu? Jangan asal mendengar rumor dari masyarakat yang ada! Terus saudara   memberikan kesimpulan seakan-akan itu sudah terbukti

Markus               : Jujur saudara Yudas tidak menunjukkan uang itu kepada kami tetapi semua masyarakat Yerusalem tahu dan menjadi bukti. Saudara Lukas mencatatnya sebagai bukti autentik dalam Alkitab yang tidak bisa dihapuskan disepanjang sejarah manusia. Hal ini diketahui semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah – (Kis. Ras 1:19). Kalau tidak percaya tanyakan kepada saudara ahli taurat yang menjadi saksi!

Jaksa                   : Interupsi Bapak Hakim mengingat saudara pembela minta bukti tentang pengadaan uang yang 30 keping perak itu maka perlu diperhadapkan disini salah satu orang ahli Taurat yang hadir disini!

Hakim                 : Permohonan dikabulkan, harap dihadapkan dipersidangan salah seorang saksi kunci dari ahli Taurat!

Pembela              :  Saudara saksi apakah saudara dapat memastikan bahwa saudara Yudas meminta uang 30 keping perak?

Ahli Taurat          :   Ya

Pembela              : Dari mana anda dapat memastikan bahwa saudara Yudas meminta uang 30 keping perak itu?

Ahli Taurat          : Karena itu sudah menjadi kesepakatan kami bahwa Yudas akan bertanggung jawab sebagai pihak dari dalam untuk menyerahkan Yesus dan memberikan keberadaannya!

Pembela              : Kalau demikian Yudas apakah saudara terdakwa mengetahui bahwa karena 30 keping perak itu gurunya akan disalibkan?

Ahli Taurat          : Tidak sebab soal penyaliban itu adalah rekayasa kami yang itu tidak menjadi kesepakatan antara Yudas dan para ahli Taurat!

Pembela              : Jadi dapat dipastikan Yudas tidak tahu bahwa dirinya menjadi kambing hitam dalam penyaliban itu?

Ahli Taurat          :  Tidak sama sekali!

Pembela              : Yang mulia jelas disini bahwa Yudas tidak bersalah sebab ia tidak terlibat dalam rekayasa penyaliban itu! Jadi harap Yudas dibebaskan dari segala tuntutan ini!

Jaksa penuntut     : Keberatan yang mulia, Saudara pembela sudah memberikan kesimpulan yang mengindoktrinasi sidang ini akan ketidakbersalahan terdakwa!

Hakim                 :  Keberatan diterima silahkan pembela melanjutkannya

Pembela              : Sepengetahuan saya Yesus dari Nazaret itu adalah seorang yang mampu melakukan perkara besar, ia sendiri tahu penderitaan yang akan dialaminya. Jadi tidak seorangpun dapat menyerahkan Dia ketangan siapapun. Sebab setahu saya tidak ada seorangpun yang lebih kuat, hebat dan berkuasa dari Dia. Seandainya Yudas bisa menyerahkan Yesus maka Yudas lebih berkuasa dari Yesus itu tidak mungkin, menurut kesimpulan saya Yesus menyerahkan diriNya sendiri untuk disalibkan!

Hakim                 :  Apakah saudara punya bukti Yesus menyerahkan diriNya sendiri.

Pembela              : Sering kali Yesus mengatakan waktunya belum tiba, seperti contoh kasus pertama kali Ia membuat mujizat Ibunya sendiri tidak berhak bila waktunya belum tiba!

Jaksa                   : Keberatan yang mulia, saudara pembela berbelit-belit dan mencoba membelokkan permasalah yang ada. Air Anggur yang Yesus buat tidak ada hubunganNya dengan penyalibanNya. Emangnya para prajurit mabuk dalam menyalib Yesus (ger...ger....he....he... riuh suara gaduh) Jaksa marah, hampir-hampir tidak bisa mengendalikan emosinya.

Hakim                 :  keberatan ditolak, pembela silahkan melanjutkan...

Pembela              :  Saudara saksi ahli taurat, apakah saudara pernah ingin melempari Yesus?

Ahli Taurat          :  Ya...

Pembela              :   Dalam kasus apa?

Ahli Taurat          :   Yesus mengaku diriNya lebih tua dari Abraham. Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada." (Yoh 8:58)

Pembela              :  Lalu apa yang terjadi?

Ahli Taurat          :  Yesus menghilang ditengah-tengah kami (Yoh 8:59)

Pembela              :  apakah Dia semacam makluk halus begitu?

Ahli Taurat          : Tidak, jangankan menghilang, Ia bisa berjalan diatas air, orang mati dibangkitkan dan orang sakit disembuhkan. Mungkin tidak ada orang yang lebih hebat dari Dia waktu itu!

Pembela              : Kebenaran yang saya ungkapkan merupakan realitas dilapangan bahwa Yesus memiliki kekuatan supranatural Ia bisa pergi kapanpun Ia mau. Jadi tidak ada seorangpun yang bisa menjamahnya sehingga dapat dipastikan memang waktunya sudah tiba Yesus untuk disalibkan. (YOH 17:1). Jadi menurut anggapan saya Yesus menyerahkan dirinya tanpa perlawanan karena memang Rencana Allah sudah demikian, jadi dalam hal ini Yudas tidak ikut terlibat dalam kejahatan penyaliban. Demikain Pak Hakim!

Hakim                :  Mungkin jaksa Penuntut ada yang akan diutarakan?

Jaksa                  : Ya, Saya sependapat dengan saudara pembela Yesus Kristus yang merupakan guru dari saudara terdakwa memang memiliki kekuatan yang melebihi siapapun. Namun harus dimengerti bahwa penyebab penyaliban yang memang sudah merupakan rencana Allah itu dipicu bukan karena Yesus menyerahkan dirinya sendiri tetapi karena ulah saudara terdakwa. Harus dimengerti bahwa tidak seorangpun dapat menyerahkan Yesus sebab kalau saja Yesus mau Ia mampu mendatangkan ribuan Malaikat sebab Ia sendiri berkata : Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada BapaKu, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (Mat. 26:53). Jadi Kesimpulan saya bahwa Memang Yesus seorang pribadi kuat yang tidak dapat dijamah oleh siapapun, itu dari sisi Illahinya bahwa Ia dengan Bapa yang merupakan Allahnya begitu kuat. Jika tidak sesuai dengan waktu BapaNya Yesus tidak akan menyerahkan dirinya Namun Yudas terlibat dalam kejahatan penyaliban ini karena ia telah menyerahkan Yesus Kristus! Hal yang kedua yang saya harap dapat menguatkan putusan sidang ini sudah dimengerti bahwa Yudas telah bunuh diri ini pelanggaran hukum ke 6 dari Undang-Undang Taurat Musa dan seluruh Alkitab mengatakan jangan membunuh. Sementara Yudas disamping telah menghabisi nyawa orang lain ia telah menghabisi nyawanya sendiri. Demikian yang mulia

Hakim              :  Menimbang dari seluruh dakwaan saudara jaksa dan memperhatikan seluruh bukti-bukti autentik dari kasus pengkhianatan saudara terdakwa maka sidang menyimpulkan bahwa saudara terdakwa terbukti dengan jelas dan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dalam hal ini gurunya dan juga nyawanya sendiri. Saudara terdakwa telah menyangkal dalam hatinya pimpinan Roh Kudus untuk terus berada dalam anugerah Tuhan sebaliknya ia dengan sengaja keluar dari kasih karunia didalam Yesus Kristus. Dengan demikian sidang memutuskan saudara Yudas Iskariot dikenakan hukuman kematian kekal!

Yudas Iskariot  :   Keberatan pak Hakim, saya naik banding

Hakim              : Di alam roh ini tidak ada naik banding, emangnya kasus bulog gate, sidang selesai!

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.