Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini504
Kemarin647
Minggu Ini1797
Bulan Ini13139
Total Pengunjung728096

IP Kamu 54.81.158.195 Wednesday, 20 June 2018

Guests : 85 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MENJADI PEMENANG ARUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Gebyar Pilkada dengan segala hiruk pikuknya telah usai walau belum resmi dari KPU. Walau banyak orang meradang karena ketidakadilan, fitnah, intimidasi hingga mayat tidak dimandikan pengikut paslon saingan, semuanya telah pupus ditelan waktu dengan kemenangan calon gubernur baru. Memang mau dikata apa Indonesia dengan carut marut multi dimensi ini, masih juga mempertontonkan hal-hal yang menjijikkan dan pongah atas keberhasilan semu. Ini Pilkada yang seolah-olah berhak menghalalkan segala cara, dengan mengangkat Issu sara dan agama padahal dua-duanya dari GEN yang bukan asli Indonesia, satu Arab satu China. Cuma yang membedakan adalah agama dan ras yang dianggap halal dan haram! Yang satu seolah-olah distempel kafir dan yang lain adalah original dari Allah. Mosok sih? Bukankah keduanya makluk ciptaan Tuhan? Mana ada yang buruk dan mana ada yang baik? Selesaikan saja dalam kekekalan. Banyak nurani yang tumpul, sebenarnya mereka sadar bahwa apa yang dilakukan salah, namun berusaha sendiri membunuh nuraninya! Ingat kita adalah bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur,!

Celakanya Pemangku Jabatan  yang seharusnya  bertindak sebagai fasilitator meredam mulut yang mengkafir-kafirkan orang via demo, tidak bergeming bagaikan mayat kaku tanpa dimandikan, melainkan duduk manis sebagai penonton sinetron menunggu happy endingnya siapa yang keluar sebagai juara. Menang dan kalah memang  hal yang lumrah tapi caranya harus dimentoring supaya tidak melukai anak bangsa yang akan tercatat dalam sejarah dunia sekaligus buku kehidupan di akhirat nanti alias telanjang di mata Tuhan.  Kalau saja hal-hal yang buruk mengakibatkan malapetaka maka Jakarta harus menunggu apa yang sudah ditabur oleh sang Pemimpin. Jika Sang Pemenang berenang di arus yang dirasa kebaikan dan kejujuran dalam meraihnya maka berkat dan sejahtera akan mengalir deras bagaikan aliran sungai namun sebaliknya jika berhasil karena tipu daya, fitnah dan kekejian serta intimidasi maka malapetaka, ratapan akan mengalir menggenangi kota. Orang harus siap-siap melihat darah tertumpah dan air mata dukacita bagaikan air mancur Monas atau grand Indonesia yang meliuk-liuk mengikuti irama.  Karena siapa yang menabur angin akan menuai badai (Hosea 8:7). Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal 6:7).

Mungkin dalam sejarah Indonesia berdiri ini PILKADA yang paling mahal, dengan mengerahkan ribuan bahkan ratusan ribu massa untuk menjatuhkan pihak lawan. Berapa modal yang harus dikeluarkan? Tidak cukup hitungan ratusan juta melainkan ratusan milyard! Banyak masyarat ketakutan dengan adanya demo yang bertubi-tubi dengan tanggal cantik sehingga masyarakat harus mengalah kalau memenangkan paslon tertentu pasti demo semakin membabi buta. Inilah terror terselubung dalam negeri yang dipenuhi badut-badut bernuansa spiritual. Yang dengan slogan keagamaan berani melawan pemerintah resmi dari Tuhan, ini baru terjadi sekarang orang terang-terangan mengatakan nama binatang terhadap pejabat tinggi, kalau dulu sudah pasti diciduk… entah perhitungan apa terus membiarkan sang pelaku berkeliaran bebas sekalipun sudah ada tuduhan!

Demo Damai tapi hati yang tidak damai dengan isi tuntutan dan dakwaan dan caci maki. Demokrasi katanya orang berhak mengeluarkan pendapat! Namun berbekal demokrasi mengerahkan massa dan membabi buta yang membuat orang takut? Itu berarti demokrasi kebablasan, over load. Kalau sekarang ini jaman Orba sudah pasti orang tidak berani keluar rumah karena ketegasan dijalankan oleh Pemerintah. Tentara akan segera bertindak melakukan apa yang Alkitab katakan,  …. karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah  atas mereka yang berbuat jahat (Rom 13:4). Jaman Orba sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah dengan menggunakan pedang ! Jika pemerintah sekarang tidak segera menggilas kejahatan maka akan sangat terlambat dan akan segera tergilas! Arus yang semakin deras dapat menyeret apapun, jika derasnya bak Tsunami dengan kecepatan 900 km maka dapat meluluhlantakan segala yang ada,ini warning bagi Pemerintah!

Pernah ada pepatah jamane jaman edan yen ra eda ra keduman  yang berarti jamannya sekarang jaman gila jika tidak gila tidak mendapat bagian. Ambisi menggapai pucuk pimpinan tertinggi akan sangat kotor bila disertai kecurangan dan intimidasi. Kata damai seharusnya tidak berarti secara fisik saja melainkan secara batiniah. Bagaimana orang bisa menjadi tenang memilih seorang paslon bila paslonnya menang sudah terbayang demo besar-besaran, huru hara dan ancaman mengerikan untuk etnis tertentu. Dengan legowo maka beberapa etnis golput sekalipun memilih harus memilih yang tidak sesuai dengan kata hatinya.  Banyak orang merasa tampil santun bersih dan tidak ada tercela sehingga dapat menelanjangi orang lain dan selalu membuat rendah hasil kerja saingannya supaya dapat mencelikkan kepada banyak orang bahwa akulah yang terbaik. Yesus sendiri mengatakan : “ Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan (Mat 23:24)

Kebenaran Alkitab adalah jelas : “ Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (Rom 13:1-2) Tuhan sendiri mengatur siapa yang jadi pemimpin. Namun harus disadari bahwa terkadang Tuhan sekedar mengijinkan bukan menghendaki. Kehendak Allah adalah seorang pemimpin yang takut akan Tuhan menjahui ketidak adilan, kesombongan dan kelicikan. Itulah Pemimpin yang dipilih oleh Allah, Namun Ia akan membiarkan pemimpin yang bukan kehendakNya dan diijinkan demi memuaskan masyarakat luas.

Kita ambil contoh Pemimpin Israel adalah Theokrasi yakni dipimpin oleh Allah Sang Pencipta sendiri! Namun Israel keras kepala ingin memiliki pemimpin seperti bangsa-bangsa kafir (goyim) yakni bangsa diluar Israel. Bangsa Israel berteriak secara massal meminta seorang raja. Israel ingin mengubah Pimpinan Theokrasi menjadi demokrasi! Allah sudah memberikan sinyal berulang kali melalui nabiNya bahwa raja-raja yang mereka minta akan membawa kesengsaraan. Namun bangsa ini sepertinya demo besar-besaran meminta seorang raja maka dengan sedih dan terluka Allah mengijinkan seorang pemimpin seperti Saul, sekalipun merupakan pilihan Tuhan, karena seijinnya bukan kehendakNya! Maka Raja Saul memerintah dan membawa kehancuran untuk Israel namun berbeda dengan pilihan Allah sendiri dengan kehendakNya yakni Daud maka Raja Daud membawa Israel dalam masa-masa kejayaan. Sesuai kehendak Allah saja Daud masih jatuh kedalam dosa apalagi Cuma sekedar diijinkan!

Ini Pilkada yang memilih calon yang bisa bisa menggerakkan massa dan meraih simpati masyarakat dengan berbagai tekanan dan ketakutan. Orang tidak lagi memandang track record melainkan focus issu yang sedap dinikmati dan masyarakat sesungguhnya masih bodoh digaris kemiskinan dengan doyan menyantap nuansa agama dan ras. Arus  deras mayoritas tentang ketakutan bagaimana tidak dimandikan mayatnya nanti dan tidak boleh ibadah di tempat-tempat tertentu sangat membuat miris. Mau tidak mau orang dipaksa memilih paslon tertentu. Orang yang berenang dalam arus comberan sudah pasti keluar dengan berbagai macam kotoran. Untuk membersihkan diri saja butuh waktu apalagi menunjukkan dirinya mampu berkarya perlu kerja keras.

Seorang sahabat bercerita bahwa sahabatnya  dulu hidupnya berkurangan namun sesudah ada kebijakan baru dari Sang Gubernur untuk mensejahterakan pegawai maka dilipatkaligandakan TKD (tunjangan kerja daerah) hidupnya mulai mapan, bisa kredit rumah dan mobil. Namun ia sendiri membenci paslon yang menyuapinya dengan kesejahteraan, ia berujar jangan takut TKD yang penting kita memilih seiman. Padahal bila TKD terlambat sebulan saja maka gelisahnya tingkat  dewa dan maki-maki sana-sini. Seekor anjing diberi tulang oleh majikannya maka anjing itu setia mengikuti sang majikan kemana ia pergi, sementara manusia sekarang berbeda,  diberi daging empuk dan makanan lezat sama majikannya masih juga menggigit dan mencakar. Jadi manusia lebih rendah dari anjing bukan? Paulus mengingkatkan Jemaat Roma :”Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. (Rom 13:7): Namun apa mau dikata, agama di Indonesia ini seola-olah lebih penting dari Tuhannya. Kebenaran sejati tidak akan pernah mengajarkan membenci orang lain apapun latar belakangnya. Jika ada kebenaran yang memerintahkan kita membenci sesama maka perlu dipertanyakan kebenarannya?

Jika saja negeri ini setiap Pilkada maupun Pilpres tidak membawa-bawa agama, nuansa sungguh-sungguh fair tanpa intimidasi, hanya adu program kesejahteraan umat sudah dapat dipastikan sejarahnya berbeda dan cepat maju dari Negara berkembang yang banyak hutang akan meningkat menjadi Negara maju. Namun apa mau dikata bangsa yang masih membanggakan agama dan ras sebagai tolok ukur, tidak peduli “iming-iming” sorga yang  “short time”  maka akan mencipta hal-hal yang mengerikan.  Apa tidak kurang kisah Suriah, irak, Taliban? Porak poranda bukan? Apakah Indonesia tercinta sedang mengarah kesana?  Sebab mulai Arusnya mengerikan, di Jaman Soekarno Presiden RI issu yang dialirkan adanya PKI dan berapa darah tertumpah? Dan sekarang radikalisme arusnya begitu deras? Jika Pemimpin berganti dengan tumbal darah tercecer dimana-mana maka radikalisme tidak ubahnya seperti PKI yang sebentar lagi akan dibabat habis jika Sang Maestro sudah berdiri di atas singgasannya. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir darah! Apakah ini goro-goro itu yang akan memunculkan ratu adil?

Saya berdoa buat gubernur baru, tidak muluk-muluk, atau bisa melebihi dari gubernur lama, kalau diberi kekuatan Tuhan bisa setingkat dalam nyali memberantas korupsi, memberi TKD lebih dari mantan gubernur serta menyejahterakan masyarakatnya sesuai janjinya dan mempercantik kota dan iklim usaha yang mapan, yang pasti itu benar-benar kehendak Tuhan dipilih menjadi pemimpin kota. Allah sendiri menghendaki untuk semua pemimpin negeri : “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan (Hosea 10:12)

Namun sebaliknya jika hanya sekedar diijinkan karena ambisinya maka yang terjadi Tuhan yang akan mempertontonkan kebodohannya di muka umum. Bersiaplah buka mata dan telinga untuk menjadi pemenang arus! Sederhana saja jika arusnya indah dan cantik engkau akan keluar menjadi Juara yang mempesona dengan Panorama keindahan, namun sebaliknya jika arusnya busuk bak comberan engkau akan keluar seperti mayat kotor  yang tidak dimandikan!  

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.