Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1213
Kemarin875
Minggu Ini1213
Bulan Ini11391
Total Pengunjung858830

IP Kamu 54.198.205.192 Monday, 12 November 2018

Guests : 22 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

AYAT SETAN DALAM ALKITAB

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

kemurnian Alkitab tidak akan pernah pudar hanya gara-gara perkataan setan bertebaran dalam deretan pasal dan ayat di dalamnya. Walau perkataan setan  itu begitu jelas dan tidak dapat disangkal namun ucapan tersebut  tidak boleh disebut ayat setan. Setan memang diberi kesempatan untuk berbicara atas namanya sendiri yang bukan untuk keselamatan manusia melainkan untuk kehancurannya. Allah ingin membuktikan bahwa kinerja setan yang tercatat sejak semula sangat bertolak belakang dengan kehendak Allah. Alkitab ingin menunjukkan jika ada kebenaran yang asli pasti ada kebenaran yang palsu. Allah yang Maha paradok itu ingin mempertontonkan akan kasih dan kelembutanNya sementara dimana iblis tampil dalam ayat-ayat Alkitab tidak ada satupun yang menyiratkan sedikitpun tentang kebaikan dan kasih untuk umat manusia. Kebenaran yang berasal dari Allah merupakan standar moral yang sempurna sesuai dengan gambar Allah namun sebaliknya setan selalu memanifestasikan kehancuran moral  dan karakter akan umat mansusia. Yesus sendiri berkata :


 

“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.

Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran,

sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta,

ia berkata atas kehendaknya sendiri,

sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”[1]

 

Roh Kuduslah sebagai Pribadi Allah yang mengkoordinir orang-orang pilihan untuk menulis pewahyuan adikodrati atau menyelidiki, mewancarai dan menjadikan mereka sebagi  kolektor pengalaman-pengalaman kebersamaan dengan Tuhan. Para penulis yang memiliki kehidupan yang teruji dalam moralitas dan kerohanian itu secara aktif merespond kehendak Allah dalam kekudusan. Sekalipun mereka orang yang lemah yang bisa jatuh dalam dosa penulis Alkitab diberi kemampuan untuk menulis perkataan-perkataan Illahi yang orang sebut sebagai kebenaran. Namun demikian mereka tidak berani menyebut dirinya sebagai kebenaran karena hanya sebagai alat menyampaikan isi hati Allah. Pewahyuan dari Roh Kebenaran itu berhenti sampai datang Sang Kebenaran itu sendiri yakni Yesus Kristus Sang Khalik yang hadir menggantikan peran Roh Allah dalam memberikan pewahyuan karena Ia sendiri telah datang sebagai kebenaran.

Roh Allah tidak akan lagi datang memberikan pewahyuan kepada siapapun untuk menuliskan kebenaran apapun yang berasal dari sorga sebab Sang kebenaran sudah datang. Ia akan datang usai Yesus berkarya untuk kembali mengingatkan apa yang sudah dikerjakannya selama ini mewahyukan kebenaran kepada semua nabi dan rasulnya yang menghantarkan Yesus Kristus datang ke dunia sebagai akhir dari pewahyuan kebenaran dari Allah yang benar.

 

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita

dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya,

yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.

Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar,

di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat,

sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.[2]

 

Roh Kudus sungguh transparan dalam mengungkapkan kebenaran.  Ia sering kali  menelanjangi seluruh dosa dan kesalah para penulis Alkitab, dari Musa sampai Daud, Salomo sampai dalam Petrus dan Paulus. Mereka yang hidup dalam kubangan dosa sexsualitas yang menjijikkan , tukang membunuh dan membantai diungkapkan secara gamblang tidak ditutup-tupi. Semua disajikan bukan untuk dimuliakan atau dikagumi namun untuk melihat bahwa mereka memiliki kelemahan dan tidak layak disanjung. Karena yang layak disanjung adalah Allah sendiri. Tidak pernah satupun dalam Alkitab seorang nabi maupun rasul meminta penghormatan dan sanjungan bahkan malaikatpun yang di sembah menolak disembah karena Allah saja yang layak menjadi junjungan dan sanjungan dari umatNya.

Orang-orang yang penuh kelemahan ini diijinkan menulis kebenaran tapi tidak pernah mengakui bahwa dirinya sebagai kebenaran selain pribadi Yesus Kristus yang berkata,: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.[3] Dengan kata lain genaplah sudah seluruh kehendak Allah tercurah secara penuh di dalam diri Yesus Kristus karena kebenaran itu sudah di depan mata dan tidak ada lagi pewahyuan tentang kehendak Allah bagi manusia. Bila dianalogikan seorang yang selalu menulis surat untuk kekasihnya yang jauh di seberang lautan tidak akan dibutuhkan surat lagi bila sudah berhadapan muka. Roh Kudus tidak lagi memberikan kepada siapapun sesudah Kristus Yesus jika ada yang mengaku mendapat wahyu dari Allah maka itu hanya kepalsuan belaka. Jika ada pewahyuan setelah Sang Kebenaran yang sudah datang maka dapat dipastikan berasal dari Iblis yang membawa kematian, lihat saja para bidat-bidat yang membawa kematian seperti David Kores, Jim Jones yang mengaku mendapat pewahyuan dari Allah sehingga membawa kebinasaan banyak orang.

Perjanjian lama sampai Perjanjian baru berisi perkataan-perkataan Allah yang dikemas tanpa dikurangi sedikitpun. Namun diantara perkaatan Allah juga perkataan-perkataan iblis yang menyusuf di dalamnya. Roh Kudus juga mengungkapkan pekerjaan iblis yang masuk ya dalam ayat-ayat dalam Alkitab. Secara rinci dan detil tipu daya iblis di telanjangi oleh Roh Kudus agar setiap orang sadar apa yang menjadi pekerjaannya. Beberapa kebenaran yang disusupi oleh perkataan iblis ini akan menjadi pelajaran penting bagi orang percaya bahwa apa yang iblis kehendaki  jauh bertentangan dari apa yang menjadi kehendak Allah Sang Khalik. Mengapa Allah mengijinkan iblis ikut andil dalam deretan-deretan perkataan Tuhan? Allah memiliki otoritas penuh Ia bisa memakai siapa saja termasuk iblis untuk menghukum, atau menunjukkan perbedaan tentang yang benar dan yang salah.

Sering kali iblis terlibat dalam menghalangi rencana Allah. Sekalipun iblis bukan maha tahu namun Ia mengamat-amati rencana Allah untuk manusia. Iblis merasa iri bahwa usai dia di usir dari singgasana sorga maka Allah menggantikannya dengan menciptakan manusia yang sesuai dengan gambar dan citranya. Manusia adalah saingan utama iblis sehingga manusia akan digoda supaya menjadi pengikutnya. Harus dipahami bahwa pekerjaan iblis selalu bertentangan dengan rencana Allah. Ketika Yesus mengatakan : Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.[4] Perkataan Yesus ini menyiratkan bahwa ada dua pekerjaan besar di dunia ini yang pertama adalah pekerjaan Allah yang dinyatakan sepenuhnya oleh Yesus Kristus sebagai kebenaran yang membebaskan manusia dari ikatan dosa dan memberikan sebuah kehidupan yang merupakan standarnya Allah yakni zoe yakni hidup yang sesuai dengan blue printnya Tuhan, menjadi maksimal dan berkenan kepada Allah. Bukan bios yakni hidup yang dimiliki oleh semua mahluk hidup, baik manusia, binatang, dan tumbuhan.  

Sementara iblis hanya berkonsetrasi merusak manusia di bumi ini dengan cara mencuri pelan-pelan sampai membunuh dan kemudian setiap orang yang sudah dicuri serta dibunuh akan menemaninya dalam kebinasaan. Sangat berbeda dengan Kristus Yesus yang datang memberikan hidup yang berkelimpahan, arti kata kelimpahan yang dimaksud adalah perissos yakni superabundant high kuality  yakni super luber akan apa yang terbaik yang dibutuhkan oleh manusia. Kata perissos ini dipakai untuk para gembala yang akan membawa domba-dombanya ke padang rumput yang hijau. Sejak semula Allah memberikan kepada Adam dan Hawa kelimpahan di Taman Eden. Allah sering menjumpai Adam dan Hawa di hari sejuk walau tidak diceritakan setiap hari Allah menjumpai mereka. Namun kebahagiaan terbesar Adam dan Hawa bukan indahnya Taman Eden melainkan bisa berbincang-bincang dengan Allah Sang Pencipta.

Namun Ada masa dimana Adam dan Hawa berjalan berdua sebagai suami istri atau Adam sendiri demikian juga Hawa melakukan aktifitasnya dengan bersantai sendiri di Taman Eden. Dengan siapa kita bergaul merupakan hal yang sangat penting. Ketika Paulus berkata : Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik dan Daud katakan … tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh[5] telah dipraktekkan oleh Hawa. Memang harus disadari bahwa orang yang dekat dengan kita yang akan mengangkat sekaligus menjatuhkan. Kebersamaan Hawa dengan ular itu mengubah semua ekosistem dan habitat manusia. Dari manusia yang nabati menjadi hewani, puncak kenikmatan bersama Tuhan menjadi ratapan yang dirasakan selagi manusia hidupa sampai kematian.

Sebelum skandal Taman Eden terjadi manusia pertama hidup dalam kelimpahan yang Yesus maksudkan, Semua yang Allah miliki Adam dan Hawa miliki. Seperti Pemazmur berkata Tuhan adalah gembalaku dan aku tidak butuh apapun[6] dan Paulus berkata : “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.[7] Semua itu sudah dinikmati oleh Adam dan Hawa selama di Taman Eden. Manusia tidak kekurangan makan, tidak pernah ada penyakit atau kelemahan. Diperkirakan manusia sesehat Allah yang sempurna dalam kehidupannya. Mungkin selama ribuaan atau milyaran tahun di Taman Eden sebelum jatuh dalam dosa manusia telanjang dan tidak pernah memakai baju. Tubuh manusia pertama penuh kemuliaan, kemungkinan besar daging yang sekarang dimiliki manusia tersembunyi di dalam sehingga manusia tidak pernah terbesit sekalipun hidup dalam kedagingan dan dosa.

Iblislah yang melucuti seluruh kemuliaan Allah yang melaminating manusia pertama. Perintah pada waktu kamu memakannya akan mati, bukanlah nefes atau nafas kehidupan manusiawi karena adam  masih hidup sampai berumur 930 tahun[8] (Kej 5:5). Namun kematiannya adalah kematian neshama yakni percikan Allah (nafas dari Allah) yang hilang di dalam diri manusia.  Kematian ini bukan berarti matinya daging, lebih tepatnya adalah hilang dan manusia dianggap mati oleh Allah karena tidak memiliki lagi gambar dan rupa yang Allah berikan sesuai dengan standarnya yakni penuh kemuliaan Kristus[9]  di luar Kristus di hadapan Allah manusia dianggapnya mati karena tidak memiliki Neshama yang Allah berikan sejak semula. Iblis tidak keberatan orang memiliki ritual agama apapun dan menghafal ayat-ayat suci dalam irama apapun. Namun yang iblis kuatirkan manusia menemukan kembali neshama yang dibawa oleh Kristus sehingga manusia memiliki kembali hubungan yang kembali ke standar semula.

Ketika Allah menghembuskan Neshama maka sebagai ciri kebiasaan Allah yang tidak pernah tanggung-tanggung dalam memberi yakni selalu kelimpahan maka Neshama yang identik dengan energy Allah melaminating seluruh tubuh manusia hingga tidak tampak. Allah melihat dirinya sendiri bagaikan di cermin ketika berhadapan dengan manusia. Inilah yang membuat antara Allah dan manusia memiliki kelekatan bagaikan pinang dibelah dua. Harus dipahami Allah ingin membuat panas hati lucifer karena selama ini Allah hanya berdampingan dengan Lucifer yakni malaikat yang diberi kepercayaan dan keindahan penuh. Namun demikian Lucifer tidak memiliki daging, ia hanya hidup dalam kekekalan sementara manusia disamping memiliki kekekalan yakni rohnya tetapi juga memiliki kefanaan yang lusifer tidak miliki. Dari sinilah dendam kesumat si lusifer akan membantai manusia habis-habisan sehingga manusia tidak memiliki kekekalan melainkan kebinasaan di neraka bersamanya.

Manusia tidak kekurangan karunia, karena dari berbagai sumber sebelum jatuh dalam dosa  manusia memiliki 260 indera dan 365 cakra sehingga bisa memberi nama semua binatang di seluruh dunia dan menjaga Taman Eden serta mengusahakannya. Orang harus tahu bahwa Taman yang Adam tempati bukan sebesar Taman yang ada di bumi melainkan satu negara yang besar yakni dunia pada waktu itu. Tidak mungkin manusia hanya memiliki 5 indera dan bisa memberi nama seluruh binatang laut, darat dan udara. Karunia-karunia ini dimiliki oleh orang-orang yang sekaliber Allah seperti Musa bisa hidup dan tidak makan dan minum 40 hari dan  40 malam, bagaimana bisa hidup di alam yang berbeda tanpa asupan makanan selama itu.[10]

Cakra adalah karunia yang dimiliki manusia untuk berhubungan dengan hal-hal yang tidak kelihatan terutama Allah.  Karunia tersembunyi untuk bertemu dengan Allah inilah yang jauh lebih berharga dari indera-indera jasmai. Indera jasmani hanya berhubungan dengan alam sekitar sementara indera rohani yang disebut cakra tersebut menghubungkan manusia dengan alam semesta yang tidak kelihatan yakni Allah, malaikat dan setan. Untuk itulah hawa bisa langsung bertatap muka dengan setan dalam bentuk ular. Adam dan Hawa juga melihat langsung akan adanya malaikat yang menjaga pohon kehidupan sesudah jatuh dalam dosa.[11] Kehadiran setan menciptakan hilangnya selera akan Allah sehingga manusia lebih menyukai ayat-ayat suci daripada hidup dalam kesucian. Manusia lebih menyukai ayat-ayat yang berbicara soal damai sejahtera namun hidup dalam dendam kesumat.

Hilangnya mata ketiga yakni mata yang dipakai untuk melihat Allah seperti yang Elisa miliki dan bukan bujangnya [12] membuat manusia semakin menderita karena hidup dalam hal-hal yang kasat mata. Paulus mengajarkan bahwa sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.[13] Dibalik tubuh jasmani ini ada tubuh kemuliaan, tubuh kemuliaan inilah dipakai oleh Adam dan Hawa hidup di hadapan Tuhan. Tanpa tubuh kemuliaan tidak ada seoranpun yang bisa berkenan kepada Allah. Di hadirat Allah kedagingan tidak boleh masuk, bahkan hidup dalam daging sudah pasti tidak akan berkenan kepada Allah.[14]

Jikalau boleh berandai-andai Hawa langsung meninggalkan ular tersebut maka tidak akan ada kisah panjang dalam Alkitab. Mengapa Hawa tertarik akan ular yang melilit di pohon? Bukankah biasanya wanita takut akan ular? Mengapa bukan binatang yang lain yang berbicara dengan Hawa seperti rusa, anjing atau kucing? Orang harus tahu bahwa iblis bukanlah bodoh, ia sudah milyaran tahun tinggal di sorga dan tahu kelemahan akan manusia yang diciptakan Allah yang tersembunyi. Iblis tahu selera seorang wanita.

Wanita biasa menggunakan perhiasan-perhiasan yang indah dan gemerlap. Wanita menyukai warna, dandanan yang cantik atau emas, mutiara dan assesoris yang indah. Tentu iblis tidak datang melalui ular yang hitam, kotor dan menjijikkan,  serta menakutkan ia datang dengan kemolekannya yang membelit pohon di Taman Eden, ia datang dengan kemolekannya. Ia datang penuh Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.[15] Ular yang panjang mengkilat dan penuh keindahan datang menghampiri wanita pertama itu yang merupakan ibu dari segala yang hidup. Wanita dimanapun sampai kapanpun rata-rata menyukai apa yang Hawa sukai.

Iblis dengan keahliannya memutarbalikkan kebenaran membuat manusia terlena dari hadapan Allah. Saat ketidakhadiran Allah Hawa sedang menikmati jalan sendiri, kata ini muncul karena iblis langsung berbicara kepada hawa, Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"[16] Orang harus mengerti yang mengatakan semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan? ini seolah-olah ayat setan, dimana setan yang bicara! Padahal realitasnya tidak seperti hal tersebut, iblis mengerti bahwa ketika Allah berbicara kepada Adam,

 

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya,

sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."[17]

 

Iblis sengaja memutarbalikkan fakta dari yang semua boleh dimakan menjadi semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya. Hawa mendapat informasi boleh makan semua tumbuhan kecuali Pohon pengetahuan baik dan jahat dari orang kedua yakni Adam. Allah berbicara kepada Adam karena Hawa belum diciptakan dari tulang rusuk. Keahlian iblis memanfaatkan situasi tersebut sebagai jerat bagi umat manusia. Tidak salah menerima kebenaran dari pihak kedua atau ketiga tapi lebih baik jika mendapat sumber dari yang utama yakni Allah sendiri. Jika kebenaran langsung dari Allah sebagai konfirmasi maka kita tidak akan mudah jatuh ke dalam dosa. Iblis mengetahui bahwa hal pertama yang membuat jatuh adalah sebuah ketertarikan hati. Jika seseorang sudah tertarik hatinya apapun juga mau di dengarnya. Tidak ada satu binatangpun yang punya tubuh panjang seperti ular. Bisa dibayangkan jika Lusifer datang kepada Hawa dengan gemerlapnya mutiara yang sangat panjang berkilau-kilau siapa yang tidak tertarik? Untuk itulah Hawa jatuh dalam dosa, karena yang terlintas dalam diri Hawa bahwa semua yang dihadapannya adalah baik termasuk buah yang ada dihadapannya.[18] Yakob mengatakan orang yang tertarik dan bersahabat dengan dunia adalah musuh Allah.[19] Kemewahan dunia menjadi modal iblis untuk menjatuhkan manusia. Hal ini juga dipakai oleh iblis ketika menggoda Yesus,

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"[20]

Disinilah iblis terlihat sangat cerdik tetapi tidak menyadari siapa yang dihadapannya. Yesus memang sedang ada di dunia tetapi Dia pemilik alam semesta dan bumi ini di banding alam semesta hanya bagaikan satu butir debu saja. Untuk menempatkan diri sebagai orang yang tidak berkenan kepada Allah iblis dengan mudah menjadikan manusia sangat duniawi, memuaskan mata, hidup dalam dalam kedagingan dan karakter kesombongan. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.[21] Unsur-unsur inilah yang dipakai untuk menggoda Hawa, karena hawa sudah tertarik kemewahan dunia dengan gemerlapnya lusifer yang menjelma menjadi ular yang sangat indah di matanya.

Hawa hidup dalam kedagingan ingin memuaskan hiudp di bumi dengan menjahui  kematian karena tawaran iblis pasti tidak akan mati. Milyaran dollar dipakai orang untuk menjahui kematian dengan berusaha keras umur panjang dan menyembuhkan penyakitnya. Dan unsur ketiga yakni keangkuhan hidup, unsur inilah yang menjadi faktor penolakan Allah karena disinilah Hawa sudah ingin seperti Allah, memberontak seperti Lusifer. Semula Lusifer diberi segalanya di sorga dan yang tidak dimilikinya adalah tahta Allah. Lusifer tidak kurang apapun di Sorga seperti Adam dan Hawa yang ada di Taman Eden. Hanya satu yakni kehormatan dan kemuliaan yang merupakan Hak Allah karena Dia yang bertahta.

"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi,

hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit,

aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya,

ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.[22]

            Rupanya Hawa ingin menyamai Allah seperti karakter lusifer dengan memberontak melanggar kebenarannya. Namun bukankah manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakannya sama seperti Allah? Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.[23]

Kemiripan antara Allah dan manusia adalah seratus persen bersumber kepada Allah sehingga manusia memiliki karakter dan sifat seperti Allah dan tidak boleh ada sumber yang lain. Karena ketika manusia memiliki sumber yang lain maka itu akan menjadi malapetaka yang luar biasa di dalam diri manusia. Ke”sam”an Allah dan manusia tidak lagi original.untuk itulah maka Allah marah, Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.[24]

Ke”sama”an umatNya dengan Allah hanya berada dalam format kebenaran Kristus karena iblis memiliki kemampuan mirip seperti Allah. Kebenaran yang bukan berasal Kristus adalah kebenaran yang bukan berasal dari Allah. Yohanes dengan jelas mengatakan : “

Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah.

Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini,

janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

            Mengapa Yohanes mencatat bahwa siapapun yang membawa kebenaran yang bukan berasal dari pengajaran Kristus harus ditolak? Karena kebenaran itu memang baik, sopan dan indah tetapi tidak sesuai dengan patronnya Allah. Manusia yang berdosa tidak cukup untuk dibetulkan tetapi dirombak secara totalitas. Manusia harus diberi DNA baru yakni segambar dan serupa Allah dan hal itu tidak bisa dilakukan oleh iblis. Iblis hanya bisa “seolah-olah” memberi kebenaran yang aspal yakni asli tapi palsu. Orang harus melalui kelahiran kembali melalui karya Roh Kudus. Kisah Nekodemus dalam percakapannya dengan Yesus membuat orang sadar bahwa kebenaran tanpa DNA yang baru hanya membetulkan karakter sementara mereka masih memiliki gen-nya Adam yakni sama seperti Allah dari Iblis. Nikodemus adalah guru orang Yahudi yang tentu menjadi ahli Taurat, hafal ayat-ayat suci dan deretan makanan halal dan haram, tahu bagaimana harus berdoa dan berkiblat di Yerusalem. Namun menurut ukuran Kristus Yesus semua itu masih belum bisa melihat kerajaan Allah. Melihat saja tidak bisa apalagi masuk? Maka orang harus lahir baru yakni sebuah pekerjaan yang tidak bisa iblis lakukan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. Ayat-ayat setan hanya membuat manusia jatuh ke dalam kebinasaan karena tidak bisa melihat kerajaan Allah. Karena neraka sangat tertutup untuk kemuliaan Sorga.

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,

ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan,

kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,

ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.[25]

            Hanya kebenaran sejatilah yang memampuan seseorang lahir baru disini dan hidup selamanya di sorga. Mengapa kebenaran Kristus memampuan seseorang lahir baru sementara perkataan setan membuat manusia tidak memiliki kemampuan apapun untuk area Sorga. Karena kebenaran Kristus berasal dari pribadi Allah secara langsung bukan sekedar pewahyuan atau berasal dari malaikat dan sumber yang lainnya. Tidak akan pernah ada ayat-ayat setan yang memampuan seseorang punya kepastian soal sorga yang ada hanyalah kebinasaan dalam api neraka.

Ayatnya memang lurus tetapi ujungnya menuju maut,[26] sangatlah membahayakan kebenaran yang bukan berasal dari Allah karena hanya merupakan tipuan yang hampir mirip kebenaran. Karena antara kamu boleh makan semua pohon dalam taman ini tapi pohon dalam pengetahuan baik dan jahat jangan kamu makan buahnya, diubah oleh iblis dengan perkataan menjadi kamu tidak boleh makan semua pohon dalam taman ini bukan? Dengan kata lain yang dominan kamu boleh makan semua pohon tidak diucapkan tetapi ia hanya mengambil jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat yang hanya sebagian kecil dari kebenaran menjadi mayoritas! Untuk sementara Hawa bisa memberi jawaban dengan jelas bahwa semua boleh dimakan tetapi pohon pengetahuan tidak boleh dimakan. Dalam hal ini Hawa masih berada dalam jalur yang benar.

Iblis mencari celah yang tepat sehingga ketika Hawa mengucapkan pada waktu memakannya pasti mati maka selama ribuan tahun Hawa tidak pernah melihat itu apa kematian. Bagi mereka manusia yang penuh kemuliaan Allah kematian bukanlah sebuah hal yang menakutkan. Bahkan mungkin tidak pernah terbesit di dalam diri manusia pertama itu bagaimana seseorang kalau mati karena mereka tidak pernah melihat hal yang buruk seperti itu terjadi di Taman Eden. Namun ketika Hawa di tawari bisa menjadi seperti Allah maka hal ini membuat Hawa tertarik. Karena selama ini manusia pertama hanya melihat kegemilangan Allah jika datang berkunjung. Manusia hanya melihat kemuliaan Allah yang dasyat yang membuat Adam dan Hawa sungguh-sungguh terpesona. Kehadiran Allah tidak pernah membuat mereka takut. Ada suasana sukacita dan damai seperti semilirnya angin sepoi-sepoi di Taman Eden ketika Allah berkunjung untuk bercengkerama dengan mereka.  (bersambung)

 


[1] Yohanes 8:44

[2] Ibrani 1:1-4

[3]  Yohanes 14:6

[4] Yohanes 10:10

[5]  1korintus 15:33 dan mazmur 1:1

[6]  Mazmur 23:1

[7]  Filipi 4:19

[8]    Kejadian 5:5

[9]    Efesus 1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu

[10]  Keluaran 34:28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam  lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air,  dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

[11]  Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

[12] 2 raja-raja 6:17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

[13]  2 korintus 5:7

[14]  Roma 8:8

[15] Yehezkiel 28:13

[16]  Kejadian 3:1

[17]  Kejadian 2:16-17

[18] Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

[19] Yakobu 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

[20] Matius 4:8-10

[21] 1 yohanes 2:15-17

[22] Yesaya 14:12-15

[23] Kejadian 1:26-27

[24]  Kejadian 3:22-24

[25] Yohanes 3:3-7

[26]  Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang k  lurus  , tetapi ujungnya menuju maut. 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.