Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1273
Kemarin875
Minggu Ini1273
Bulan Ini11451
Total Pengunjung858890

IP Kamu 54.198.205.192 Monday, 12 November 2018

Guests : 19 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

AYAT SETAN DALAM ALKITAB (2)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Pendahuluan

 

 Setan sangat tahu kehendak Allah karena sudah milyaran tahun hidup bersama Sang Pencipta dalam keabadian.[1] Kebersamaan yang sudah lama tersebut membuat iblis tahu pasti apa yang dikerjakan oleh Allah. Bukan sekedar  mengetahui tetapi iblis benar-benar paham tentang kepribadian, karakter dan cara kerja Allah yang menjadi majikannya. Allah selalu memiliki pola yang tidak pernah berubah sesuai dengan kesempurnaanNya. Di dalam pola tersebut ada rencana, dialog, tindakan yang nyata. Dalam kesempurnaan tindakanNya Ia memiliki beberapa opsi yang tidak pernah mengikat manusia. Ia tidak pernah menjadikan robot atau boneka melainkan makluk yang memilikifree will  yakni kehendak bebas. Dengan kata lain Allah tidak pernah memaksa manusia, sekalipun ada perintah dan larangan serta hukumannya, manusia bisa saja menolak karena Allah telah menanamkan kebebasan tersebut dalam jiwa umat ciptaanNya apalagi makluk yang termulia yakni manusia. Segala yang dilakukanNya tidak pernah asal-asalan atau ngawur dan ceroboh. Ia sangat teliti dalam bertindak, memiliki urutan yang jelas dan sangat akurat. 

            Dari sinilah iblis bisa memutar balikkan fakta akan kebenaran. Iblis memperhatikan cara kerja dan kepribadian Allah. Salah satunya adalah Allah suka berbincang-bincang dengan ciptaanNya. Ada dialog, kemesraan, interaksi dan keintiman antara Allah dan ciptaanNya. Ini adalah hal yang paling menyenangkan Allah sehingga tidak jarang Allah mengunjungi manusia hanya sekedar berbincang-bincang layaknya seorang sahabat. Lihat saja tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan Baru seolah-olah Allah “ada banget” yakni realitas kehadirin dirinya sangat membumi, alias  nyata sekali. Abraham pernah disebut sebagai sahabat Allah.[2] Tidak kurang dari dua ribu tahun setelah skandal Taman Eden Allah tidak pernah mengunjungi manusia. Allah ingin sekali bertemu dengan manusia dan berbincang-bincang sebagai seorang sahabat. Ia “inkoqnito” [3] sebagai tiga orang yang datang kepada Abraham dan berbincang-bincang tentang kehamilan Sara istrinya dan kehancuran Sodom Gomora. [4] Bahkan Yesus sendiri mengatakan untuk orang yang percaya :” Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.[5]

            Agama yang benar tidak terjadi satu pihak melainkan interaksi antara yang natural dan supranatural, yang Illahi dan Insani. Berbeda dengan Iblis yang hanya satu pihak berbicara tentang kebenaran dan kemudian ditinggal tidak bertanggung jawab. Buktinya sesudah Hawa makan pengetahuan baik dan jahat maka iblis meninggalkan mereka dan manusia menanggung akibatnya. Adam terlalu mengagumi dan mempercayai perkataan iblis (ayat setan) sehingga fanatisme kebenaran tersebut tidak membawa mereka lebih intim kepada Allah malah justru terlepas dari Sang kebenaran itu sendiri dan sebagai akibatnya malapetaka besar bagi kemanusiaan.

            Ayat-ayat yang mendatangkan celaka yang tidak menghasilkan hubungan yang indah dengan Allah dan sesama merupakan produk iblis bak perkataan si ular tua tersebut. Lihat saja di era modern bukan karena alat-alat semakin canggih orang mulai rusak melainkan masyarakat dididik dengan menghafal kebenaran mengaguminya dan tidak ada kaitannya dengan kasih Allah. Dampaknya ayat-ayat yang membawa kesengsaraan bagi banyak umat manusia. Tragedi kemanusia sering kali tidak terjadi karena ekonomi dan politik tetapi sering kali karena ayat-ayat yang dipraktekkan dengan diselewengkan oleh iblis.  Kebenarannya memang dari Allah tetapi kelakuan orang-orang yang menterapkannya seperti iblis. Mengapa demikian karena Allah tidak mengiri firmanNya. Roh kudus tidak terlibat di dalamnya.

            Salah satu ciri kebenaran yang Allah miliki Ia selalu mendampingi dan menyertainya. Bila Firman Tuhan dilecehkan maka Ia akan bertanggung jawab membalasnya karena Ia tidak perlu dibela. Ia adalah Allah yang perkataannya penuh kuasa melebihi siapapun juga sehingga FirmanNya akan menjadi Hakim selama kebenaran itu nyata di atas bumi. Amsal mengatakan : “siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.[6] Yesus sendiri berkata : “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.[7]

            Allah sendiri bertanggung jawab atas apa yang diucapkan dan menyertainya tidak meninggalkan seperti setan yang sudah berkata dan membiarkan manusia menanggung akibatnya. Harus dipahami Hawa benar-benar menganggap apa yang diucapkan oleh iblis ini adalah sebuah kebenaran yang akan membawa mereka seperti Allah yang punya Sorga. Anggap saja Hawa ingin memiliki sorga dengan mengagumi kebenaran yang telah diucapkan oleh iblis tersebut namun dampaknya yang dianggapnya lurus tapi ujungnya menuju maut. Berbeda dengan Allah sekalipun Ia telah menjadikan perkataanNya hakim yang akan membalas siapapun yang menolaknya dan menghukumnya. Jadi dengan perkataan lain bila ada kebenaran yang diselewengkan atau dilecehkan maka kebenaran itu mampu memberi balasan sendiri karena Allah yang Maha Kuasa akan sanggup membalas dan tidak butuh siapapun yang membantunya.

            Orang akan merasa lebih pintar dari Allah mau menambah dan mengurangi kebenaran maka vonis Allah sudah jelas “ku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat  ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.[8] Sangat jelas bahwa Allah ada dibalik FirmanNya sehingga tidak butuh bantuan manusia manapun untuk membelanya.

            Yesaya dengan jelas mengatakan bahwa : Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.[9] Kebenaran ini menyatakan bahwa Allah sendiri akan menyertai FirmanNya dan akan membuatnya berhasil. Keberhasilan Allah adalah membawa kebenaran itu mendarat dalam kehidupan manusia sehingga setiap orang akan mengalami keselamatan dan damai sejahtera. Perkataan Allah mendatangkan rencana yang indah. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.[10]

            Perkataan Allah bila mendarat dalam keluarga maka keluarga itu akan mendapati keharmonisan berkeluarga yang seirama dengan Allah. Jika kebenaran itu menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara maka didapati negara itu menjadi negara maju. Lihat saja Amerika yang berlandaskan dengan kalimat kami percaya Allah dimana Kristus dimuliakan dan menjadi pedoman sejak awal. Negara ini menjadi maju dan super power namun berjalannya waktu Amerika sudah mulai meninggalkan kebenaran Alkitab dengan melegalkan perkawinan sejenis dan masih banyak dosa-dosa yang menguasai seluruh negara maka lihat cepat atau lambat keruntuhan akan terjadi.

            Demikian juga negara – negara Eropa yang dahulu menjadi bangsa yang bar-bar suka membunuh orang lain, mafia yang ditakuti semua orang. Namun ketika Paulus masuk memberitakan kebenaran maka seluruh Eropa diberitakan Injil dan menerima kebenaran maka negara-negara Eropa menjadii negara maju. Demikian juga berjalannya waktu negara-negara ini mulai melawan Tuhan dengan melegalkan banyak peristiwa yang dilarang Alkitab maka cepat akan lambat juga mengalami kehancuran. Kebersamaan Tuhan selalu berpihak kepada semua umat ciptaan yang mau taat akan kebenaran dari Allah. Sebagai bukti penyertaan Tuhan terhadap FirmanNya maka manifestasinya ada di bangsa Israel. Sekalipun ada begitu banyak bangsa yang akan menghancurkan Israel maka sampai ini Israel masih menjadi negara yang eksis bahkan lebih dari itu bahwa negara ini sudah termasuk negara maju dengan tingkat kemakmuran yang sejajar dengan negara-negara maju.

            Jangan pernah mempercayai ayat yang menghacurkan orang lain. Jangan pernah merasa tersakiti jika kebenaran seolah-olah dilecehkan karena kebenaran Allah yang empunya dan sanggup membalaskannya. Allah tidak butuh bantuan tangan manusia. Ia terlalu sanggup untuk menyelesaikan mereka-mereka yang “underestimate”[11] terhadap firmanNya. Kebenaran yang Allah miliki akan berkuasa bagaikan Allah sendiri karena perkataan Allah identik dengan pribadinya sehingga Ia berkuasa melakukan apa yang Ia mau. Namun berbeda dengan perkataan setan yang dibungkus dalam kebenaran semu seperti skandal Taman Eden, iblis berbicara dan kemudian meninggalkannya sehingga manusia kehilangan arah kehidupan. Taman Eden menjadi kacau demikian juga keluarga, masyarakat dan negara akan menjadi kacau jika didasarkan dengan kebenaran semu.

            Allah ingin menunjukkan disepanjang Alkitab bahwa persahabat dengan diriNya adalah puncak kebahagiaan manusia. Karena di dalam persahabat dengan Allah manusia memperoleh kekuatan, kenyamanan dan manusia sungguh-sungguh dimanusiakan. Manusia yang salah dan tidak berdaya bisa memperoleh kekuatan Allah, dipulihkan serta dipermuliakan sehingga manusia bisa sama seperti Allah sesuai dengan rencanaNya. Namun persahabat dengan iblis dimanapun kisah dalam Alkitab tidak pernah mendatangkan kedamaian melainkan kehancuran dan kebinasaan.

Jurus pertama yang iblis pakai adalah “sok akrab” menyapa tanpa perkenalan dan langsung pada inti masalahnya. Bahkan Ia menambai kebenaran yang Allah tidak ucapkan sehingga Hawa bisa terpesona dengan perkataan penghujatan dan pemberontakan yang iblis tawarkan. Namun semua dikemas dengan kesantunan sehingga perkataan itu mendatangkan keindahan bagi seorang wanita. Iblis langsung memberi tahu tiga hal kebenaran kepada Hawa, dua diantaranya sangat bertentangan dengan kebenaran Allah dan bonus perkataan yang menantang supaya Hawa mengambil keputusan. Pertama  semua pohon boleh dimakan, padahal tidak demikian ada satu larangan, hal ini sengaja ditutupi dan  diabaikan oleh iblis. Ke dua Hawa tidak akan mati padahal perintahnya jelas bahwa : “pada hari kamu memakannya kamu pasti mati”.[12]  Ketiga iblis memberi bonus pengetahuan bahwa sesudah makan maka mereka akan seperti Allah. Inilah jebakan yang mematikan, karena seolah-olah Allah sebagai pembohong, karena menyembunyikan kebenaran setelah makan maka manusia akan menjadi seperti Allah. Inilah yang paling menarik dari Hawa sehingga Dia tunduk kepada iblis dan menyeret suaminya dalam skandal pertama di Taman Eden.

 

Kebenaran yang menyengsarakan

            Harus diakui perkataan yang iblis sampaikan kepada Hawa merupakan sebuah kebenaran yang menyengsarakan. Hawa menjadi terpenjara, terikat dan diperbudak oleh dosa sepanjang generasi manusia ada di muka bumi. Harus dipahami bahwa kebenaran yang iblis sampaikan sungguh-sungguh mencuri dan membunuh dan membinasakan seperti apa yang Yesus katakan.[13] Kebenaran adalah ranahnya Allah yang mendatangkan sukacita, pemulihan, berkat dan kedamaian bagi manusia. Namun kebenaran yang iblis sampaikan kepada Hawa seolah-olah paling sempurna dan Up to date melebihi kebenaran sebelumnya yang Allah sampaikan. Patronnya Allah sudah jelas tidak boleh makan dan akan menghadapi kematian. Namun sebaliknya iblis mengucapkan kebenaran sebaliknya ditambahi “akan menjadi Allah” seolah-olah kebenaran sebelumnya adalah kurang dan perlu disempurnakan.

            Dampak dari ucapan iblis yang dikemas dalam kebenaran aktual membuat manusia terikat dengan ayat-ayat setan sehingga terbuang jauh dari hadapan Allah sendiri. Lihatlah tokoh-tokoh agama yang menjadikan ayatnya untuk kesengsaraan orang lain tidak ada bedanya bisikan Lusifer kepada Hawa. Ingat  Pendeta James Warren Jones (Jim Jones) seorang hamba Tuhan Protestan  di Jonestown, Guyana, pada 18 November 1978  merasa menerima pewahyuan dari Tuhan dan mengajak seluruh jemaatnya bunuh diri secara massal.[14] Inilah kisah dimana umat menganggap Pendetanya menjadi seorang panutan sempurna dengan istilah Bapa Penyayang. Jika ayat-ayat digunakan oleh seorang yang sudah terlalu fanatik maka hal itu identik dengan keterlibatan setan yang merusak tatanan keharmonisan.

            Ini juga termasuk David Koresh di Texas, Amerika Serikat, Februari 1993 seorang hamba Tuhan sempalah gereja Adven hari ke tujuh melawan aparat ke Polisian yang menewaskan 86 jemaatnya bunuh diri massal sementara sang pendeta menembakkan kepalanya.[15] Jemaat yang terlanjur jatuh cinta dengan pendetanya maka kotbah yang mengidoktrinasi dunia ini semakin kacau harus siap sedia masuk sorga. Perlawanan terhadap kepolisian yang menyita hampir dua bulan tidak mendatangkan hasil. Perlawanan sengit gereja Tuhan dengan pemerintah menghasilkan tragedi kemanusiaan. Kebenaran yang dipakai untuk mengindoktrinasi orang akan berakibat fatal bila mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan. Semua ucapan si ular tua itu secara kalimat tidak ada yang salah, semua benar dan tidak didapati cela. Namun jika diberhadapkan dengan kebenaran sejati, cirinya jelas bahwa perkataan Allah mendatangkan damai sejahtera sementara perkataan iblis mendatangkan penderitaan secara berkelanjutan. Jangan pernah mempercayai ayat yang merusak keharmonisan hidup bersama Allah, walau itu disampaikan oleh seorang tokoh spiritual yang penuh hikmat seolah-olah dari Allah sendiri.

            Lihatlah hasil dari perkataan-perkataan iblis kepada Hawa tidak ada satupun yang menghasilkan hidup yang baik. Bukan saja manusia terbuang dari kenyamanan dan keindahan Taman Eden tetapi mereka menjadi manusia yang sangat sengsara dalam kutukan Allah. Kutukan yang diterima oleh Hawa,  Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."[16] Demikian Adam yang bertanggung jawab penuh sebagai kepala rumah tangga, seharusnya Hawa tidak jatuh bila Adam mencegahnya, namun dalam informasi Alkitab Adam hanya mengikuti perintah istrinya untuk makan pohon pengetahuan tersebut dan menurutnya.

            Kutukan Allah kepada Adam adalah Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."[17]

            Perkataan-perkataan iblis tidak pernah sedikitpun membawa kebahagiaan manusia berstandar Allah sehingga manusia akan selalu hidup terpisah jauh dari hadapan Allah. Harus dipahami Hawa jauh lebih tertarik kepada perkataan iblis yang membawa kesengsaraan. Banyak kebenaran yang dikemas dan dikagumi banyak orang namun membawa kesengsaraan yang besar untuk umat manusia yang ada di muka bumi. Tidak peduli pewahyuan yang mengklaim terbaik dan tercanggih serta paling sempurna tetapi bila kebenaran itu membawa kerusakan dan kesengsaraan banyak orang maka dapat dipastikan adalah kebenaran tersebut berasal dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang.[18]

            Semua kitab suci berhak mengklaim dirinya yang paling baik dan sempurna namun bila tidak mendatangkan manfaat bagi banyak orang percuma. Karena kebenaran dari Allah pada dasarnya mendatangkan manusia hidup dalam Taman Eden. Keindahan dan keharmonisan antar sesama, alam dan binatang merupakan sebuah ekosistem yang sangat luar biasa bak seperti di sorga. Namun sejak kehadiran ular tua tersebut dan manusia mempraktekkan “kebenaran” yang iblis tawarkan maka seluruh ekosistem yang ada menjadi kacau balau. Harus dipahami kebenaran awal tentang larangan makan pohon pengetahuan baik dan jahat mendatangkan kedamaian dan sukacita namun seusai di revisi oleh iblis semua menjadi kacau. Memang harus dipahami seolah-olah kebenarannya aktual karena ada penambahan dan janji yang indah tidak akan mati sementara Allah berkata pasti mati. Bahkan mendapat bonus akan sama seperti Allah. Dampaknya kerusakan DNA originalnya manusia dan kutukan terhadap alam dan seluruh isinya.

            Pola yang iblis gunakan adalah menyamai kebenaran Allah, sehingga Ia dapat membutakan manusia begitu fanatik dengan berbagai assesoris agama tanpa mempedulikan tindakan yang sesuai dengan kehendak Allah. Ada banyak kebenaran yang dipuji-puji namun tidak berdampak. Orang yang berselimutkan ayat-ayat setan biasanya fasih lidah dan gampang menghakimi orang lain padahal dirinya nihil kesucian dan amal perbuatan. Banyak hamba-hamba Tuhan di mimbar berbicara soal kebenaran tetapi ia sendiri melawan kebenaran itu sendiri. Model seperti ini terdapa di dalam kehidupan orang Yahudi, mereka lebih bangga ayat-ayatnya sekalipun sering juga menabraknya.

 

Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak, dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."[19]

 

Harus dipahami kebenaran yang berasal dari setan hanya indah dalam kata dan kalimat serta liturgi namun tidak ada manfaat sama sekali akan kehidupan manusia pada umumnya. Lihat saja orang-orang Yahudi di zaman Jesus yang sering kali menunjukkan dirinya sebagai seorang agamawi dengan assesoris pakaian, topi dan masih banyak dengan ayat-ayat yang dilantunkan sambil menari-nari tapi tidak pernah membuat damai sejahtera orang-orang sekelilingnya. Mereka yang kelaparan tetap kelaparan dan yang miskin tetap miskin. Namun sebaliknya mereka menggunakan agama untuk kompromi dengan penguasa demi melegalkan segala hal untuk kepentingan agama mereka sampai pada puncaknya Yesus Kristus disalibkan (Bersambung)



[1]  Yehezkiel 28:11-19

[2]  Yakub 2:21-24

[3]  Inkoqnito : tidak kenali, penyamaran

[4]  Kejadian 18:1-32

[5]  Yohanes 15:15

[6]  Amsal 13:13

[7]  Yohanes 12:48

[8]  Wahyu 22:18-19

[9]  Yesaya 55:11

[10]  Yermia 29:11

[11]  underestimate adalah menaksir terlalu rendah atau meremehkan seseorang,

[12] Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat  itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

[13]  Yohanes 10:10a

[14]  https://id.wikipedia.org/wiki/Kenisah_Rakyat

[15]   https://historia.id/sains-teknologi/articles/tragedi-bunuh-diri-massal-voRKp

[16]  Kejadian 3:16

[17]  Kejadian 3:17-19

[18] 2 korintus 11:14

[19]  Roma 2:17-24

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.