Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini752
Kemarin894
Minggu Ini1646
Bulan Ini13657
Total Pengunjung748806

IP Kamu 54.161.40.41 Tuesday, 17 July 2018

Guests : 50 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Sudah sejak lama agama menciptakan orang-orang fanatik, arogan dan ambisi mencaplok agama lain demi memperluas kepercayaan yang dianutnya. Agama seharusnya penuh dengan ajaran moral justru sebaliknya memformat para pengikutnya menjadi bar-bar yang menciptakan ladang pembantaian sesama ciptaan. Salib yang melambangkan Kasih Kristus telah berubah banjir darah oleh pedang perang salib, yang menewaskan sepuluh juta nyawa melayang yang hampir separo penduduk Eropa tengah. Salib yang melambangkan kasih Allah telah dinodai orang-orang biadab yang membantai sesamanya diberbagai penjuru dunia sehingga menjadi agama horor yang sangat menakutkan.

Read more: KEKRISTENAN TANPA KRISTUS

MENYINGKAP MATA KE TIGA

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Selain panca indera (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecap) yang kasad mata manusia memiliki indera lain yang tersembunyi di dalam,  orang menyebutnya sebagai indra rohani yakni indra esoteric[1] indra ini sebagi lawan dari eksotorik.[2] Indra esoteric tidak biasa diajarkan banyak orang hanya orang-orang tertentu saja sementara eksorik hal-hal yang tidak menjadi rahasia umum. Kemampuan seseorang melakukan segala sesuatu melalui indra yang tidak terjangkau oleh panca indera orang menyebutnya indra ke enam yang disebut disebut sebagai ESP (Extra Sensory Perception) atau orang menyebutnya sebagai indra intuisi atau sixth sense. Jika memverifikasi panca indra seseorang akan sangat mudah namun untuk indra ke enam ini akan sangatlah sulit karena tidak dimiliki semua orang. Sebagian orang masih alergi terhadap indra ini, namun sebenarnya hal ini bukan mitos melainkan sebuah realitas yang ada diantara kita. Untuk beberapa orang didapati memperoleh karunia khusus sehingga dapat melakukan segala sesuatu di luar jangkauan panca indra. Sebagian lagi dapat melakukannya karena mempelajarinya sehingga mendapat porsi yang sama seperti orang yang memiliki karunia tersebut.

Read more: Menyingkap mata ketiga

MENGUBAH DNA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Keturunan manusia ditentukan dari DNA-nya. DNA itu sendiri berasal dari   singkatan  Deoxyribonucleic Acid yakni unit dasar hereditas yang terutama ditemukan pada kromosom dalam inti sel atau dalam organel lainnya. Secara sederhana pada umumnya di Indonesia DNA ini dikenal sebagai gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang melekat/berada di suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Dengan gen atau cetak biru ini setiap orang bisa bereksistensi diri dalam kehidupannya. Apapun yang dilakukan dan diucapkan tergantung dari gen-nya masing-masing. Gen ini yang menentukan nasib dan cara hidup pandang seseorang dalam bertingkah laku. Orang yang menyebutnya DNA sebagai takdir dari Tuhan. Jika boleh berandai-andai Tuhan, agama dihapus dari muka bumi maka manusia dikendalikan oleh DNA-nya yang merupakan takdir atau kendali Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat!

Read more: MENGUBAH DNA

MENGGUGAT KEBENARAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kebenaran sejati adalah ungkapan isi hati Allah yang dimodifikasi dalam Sebuah kitab suci. Tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengandung makna spiritual sebagai barometer kehidupan yang sempurna bagi seluruh makluk ciptaan (2 Sam 22:31). Bila seseorang merenungkan firmanNya, ia akan  menemukan eksistensi Tuhan dalam kuasa, kasih, keadilan dan kebijaksaan Allah sejati. Pengalaman demi pengalaman indah akan didapatkan seseorang ketika bersedia melakukan FirmanNya. Kebenaran itu bukan sebuah perantara atau mediator untuk berjumpa dengan Tuhan karena setiap kata dan kalimat yang ada di dalamnya  adalah pribadiNya sendiri yakni Firman Yang Hidup (Yoh 1:1). Rangkaian perkataan Allah yang dihimpun di dalamnya memiliki kuasa yang melebihi apapun karena identik dengan  kekuatan supranatural (Rom 1:16). Faktanya bahwa isi Alkitab memiliki kepribadian yang hidup bisa bertindak dan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia melainkan membawa keberhasilan (Yes 55:11). Kebenaran itu bukan hanya sekedar kalimat dan hukum yang mematikan melainkan menghidupkan (2 Kor 3:6). Standar Operasional Prosedurnya Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa kebenaran miliknya harus menjadikan manusia hidup dari Taman Eden menuju ke Eden Sorgawi  atau dari planet bumi yang fana ini menuju langit dan bumi baru (Wah 21:1). Bila ada kebenaran bertentangan dengan maksud Allah tersebut maka dapat dipastikan itu bukan berasal dari Allah sejati.

Read more: MENGGUGAT KEBENARAN

IMAN KRISTEN DALAM SILA PERTAMA PANCASILA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Sila Pertama dari Pancasila bukanlah milik satu agama melainkan seluruh agama! Jangan pernah mencoba memonopoli dan menjadi bar-bar bagi kepercayaan lain. Negeri multidimensi agama di nusantara ini memiliki Tuhannya masing-masing entah sama atau tidak itu urusan theologi dan doktrin si empunya agama. Jika kita tidak smart  dokma kepercayaan lain lebih baik bungkam dari pada bersuara tapi tong kosong nyaring bunyinya. Jangan pernah menciptakan tranding topik murahan dengan menyebut agamanya sendiri yang sinron dengan Sila Pertama. Pernyataan itu bukan saja arogan melainkan menjadikan agama lain bodong alias tidak terhisab dalam melaksanakan Sila pertama.

Dalam ranah pengetahuan kebenaran KeTuhanan yang Maha Esa sudah sangat valid dan indikatornya sudah tepat untuk keharmonisan berbangsa dan bernegara! Jika ada yang menganggap agama Kristen tidak BerkeTuhanan Yang Maha Esa”. Anggapan itu bukan saja keliru tapi fatalistik, bila kita turut  mengatakannya maka kita dapat digolongkan type manusia yang tidak memiliki kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Ucapan itu hanya merusak sendi-sendi Kebhinekaan dan toleransi di negeri yang penuh multidimensi agama, budaya, ras dan suku! Tuduhan tidak berkeTuhanan yang Maha Esa itu menunjukkan sikap intoleran dan cikal bakal perpecahan di negeri yang tertatih-tatih dalam eksistensi diri jika tidak melibatkan Yang Maha Esa.

Read more: IMAN KRISTEN DALAM SILA PERTAMA PANCASILA

ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

……. SEBAB ANAK DOMBA PASKAH KITA JUGA TELAH DISEMBELIH, YAITU KRISTUS (1 KORINTUS 5:7)

 

Harus diakui bahwa penyembelihan binatang sebagai korban sudah ada sejak awal manusia diciptakan. Dimulai bagaimana Adam gagal menutupi dosanya dengan Daun Ara (kej 3:7), maka Allah menggantinya dengan kulit binatang yang berarti ada korban binatang yang disembelih (Kej 3:7). Kebenaran ini terus bergulir sampai menjadi pola hidup bagi bangsa Israel. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah harus ada korban darah dari binatang. Hadirnya Taurat memberikan aturan yang jelas, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani  9:22).  Sejak Awal Israel berdiri maka ketetapan korban penyembelihan domba dan lembu sapi  itu berlaku sepanjang jaman (Kel 12:12-13), yang harus dirayakan turun temurun (Im 23:5-8), hingga menjadi upacara keagamaan dimana Imam masuk ke Bait Allah dengan korban bakaran sebagai penghapus dosa setahun sekali. Keluaran 30:10 mengatakan : “Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."

Read more: ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

MERDEKA ITU IDENTIK DENGAN DARAH 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Galatia  5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

                                                   

Kemerdekaan itu identik dengan darah yang tercurah! Tidak sedikit nyawa yang dikorbankan demi sebuah kemerdekaan. Ini realitas yang berlaku disepanjang sejarah kehidupan manusia di belahan bumi manapun. Setiap bangsa atau manusia  yang menginginkan sebuah kemerdekaan maka harus rela berdarah-darah. Memang ada kemerdekaan yang dihasilkan dari pemberian atau hadiah dari negara dan kelompok tertentu namun tidak seindah dengan negara dan bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan tetesan darah. Para Pahlawan pejuang kemerdekaan tahu pasti apa artinya berdarah-darah demi menggapai sebuah tekad mulia yakni kemerdekaan dengan slogan merdeka atau mati! Perlu diingat bahwa persoalan kemerdekaan bukan persoalan yang mudah dan ringan karena menyangkut nyawa, kehidupan dan kematian. Kemerdekaan harus dimulai dari penjajahan atau perbudakan dan Pahlawan yang merintis dan  menciptakan kemerdekaan. Kemerdekaan yang tidak berasal dari penjajahan sudah dapat dipastikan berasal dari Allah sejati.

Read more: MERDEKA ITU IDENTIK DENGAN DARAH

TAHTA DI ATAS KOTORAN

Rev. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Segala kearogansian si ambisius tampak jelas ketika ia berhasrat  menggapai kekuasaan dengan cara kelicikan dan kebusukannya. Baginya  tidak lagi membutuhkan kemewahan, harta dan uang, karena memang sudah berlimpah ruah bagaikan sampah tercecer disetiap sudut negeri, bertaburan di sanak, keluarga dan handai tolan. Semua hasil korupsi yang berdurasi panjang, tanpa kesadaran mengeruk uang rakyat jelata mengendusnya, menjilat, mengunyah dan menelannya dengan serakah dan membabi buta hingga terhisapnya uang lendir trilyunan rupiah. Baginya ketenaran tidak dibutuhkan lagi karena memang semua TV, wartawan dalam dan luar negeri sering kali menampilkannya di setiap media  baik, analog, elektronik dan digital. Tranding topik sering kali diraihnya karena ulah perkataan dan sepak terjangnya di percaturan kancah politik di negeri yang sedang caruk marut multi dimensi.

Kekuasaan baginya bagaikan harta Salomo yang harus diraih, dikejar dan digapai  apapun caranya. Tidak peduli halal dan haram yang pasti harus bisa bersinggasana di tampuk pimpinan tertinggi. Banyak orang tutup mata akan ulahnya yang sangat busuk bernuasa septitank, anyir dan memuakkan telinga dan menyebalkan mata. Namun sebagian kecil pengamat dan mereka yang peduli terhadap negeri ini membuka mata  lebar-lebar dan frontal akan tingkah lakunya yang bersalutkan domba dibalik serigala buas yang siap memangsa.

Read more: Tahta di atas Kotoran

KEADILAN YANG TIDAK ADIL

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ratapan  3:36

…. orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya,

masakan Tuhan tidak melihatnya?

 

Entah apa yang membuat Ibu Kota berderai air mata sejak Hakim memvonis 2 Tahun bagi yang dianggap Penista agama. Para wanita dari majikan sampai pembantu rumah tangga menjerit histeris, pria-pria tegar meneteskan air  dan para pendukung sang terdakwa dan terpidana tidak mau beranjak dari lapas hingga malam demi cintanya kepada dia yang dianggap sangat diperlakukan tidak adil. Bahkan ada yang mati mendadak kaget ketika mendengar Hakim dengan keputusan yang tidak sesuai tuntutan Jaksa, hakim mengambil inisiatif sendiri dengan dakwaan yang berbeda terus memvonis sang terpidana. Benar-benar nyleneh. Tidak heran dari PBB, UNI EROPA minta Pemerintah menangguhkan keputusan Hakim yang entahlah….Baru kali ini keputusan sidang untuk seseorang menggegerkan dunia. Tidak mungkin Eropa dan PBB dan HAM dunia ikut campur tangan jika keputusan itu adil!

 

Read more: KEADILAN YANG TIDAK ADIL

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.