Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini258
Kemarin686
Minggu Ini2925
Bulan Ini14267
Total Pengunjung729224

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 62 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

AHOK LEBIH BAIK JADI NABI BUKAN  NAPI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Seorang nabi adalah penyambung lidah Allah. Nuansa perkataannya sering kali keras, kasar bahkan membabi buta bila melihat ketidak adilan, korupsi dan kebejatan moral diseluruh kolong langit ini. Tidak pernah ada nabi dalam Alkitab berkarakter sopan santun, lemah lembut dan pencitraan bila melihat budaya dosa yang sudah mengkarat dari generasi ke genarasi. Bukan menjadi rahasia umum bahwa semua nabi bermulut cablak, kadang melantur seenaknya sendiri tanpa menjaga etika, ketika menyaksikan kebrobrokan karakter yang susah diubahkan. Sebaliknya berbeda dengan napi diam tanpa kata-kata tapi menilep uang rakyat, korupsi secara personal maupun berlembaga yang akhirnya di buka di atas sotoh rumah dan dikumandangkan dan penjara menantinya

Model nabi dimanapun akan selalu banyak perlawanan. Musuh yang bagaikan singa kelaparan yang siap menerkam melumat habis dan mencabik-cabiknya  sampai titik darah penghabisan. Yesus Kristus mengingatkan posisi orang percaya itu seperti domba bahkan anak domba di tengah-tengah serigala (Mat 10:16,Luk 10:3) Serigala yang dimaksud adalah tokoh-tokoh agama yang bergelar nabi tapi bertingkah laku seperti napi yakni penjahat yang berjubahkan pakaian keagamaan. Luarnya putih bersih bak batu nisan tetapi di dalamnya tulang belulang dan berbagai macam kotoran (Mat 23:27)  alias karakter yang menjijikkan

Peringatan Yesus itu masih berlaku sampai sekarang, : “mengatakan : "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas (Mat 7:15). Yesus Kristus mengingatkan bahwa jubah putih yang dipakai para nabi – nabi palsu itu hanya pencitraan, symbol-simbol agama dan perayaan-perayaan yang diadakannya merupakan hal yang menjijikkan di mata Tuhan (Yeh 7:20). Dari mulut mereka akan keluar nama Tuhan namun tingkah lakunya akan memanifestasikan setan sehingga penolakan dalam kekekalan langsung dikumandangkan oleh Yesus sendiri (Matius 7:21-23). Suaranya menggelegar : ‘ enyahlah daripadaKu kamu semua pembuat kejahatan! Matilah kau….

Cirikhas nabi palsu adalah hidup dengan menjilat para pejabat dan berkata lembut dalam bertutur kata. Jabatan segudang tapi tidak berdampak! Kemampuannya hanya membuat dalil dan maklumat demi kepentingannya sendiri. Ketika melihat korupsi berjemaah dan perzinahan yang meraja lela, reaksinya minim tanpa kepekaan berarti. Kebenaran yang harus ditegakkan tiba-tiba disunat habis. Maklumat dokma yang harus dikumandangkan bisu seribu bahasa. Namun bila menyangkut harga diri dan kepentingan politik sesaat maka segera suara kitab sucinya dikumandangkan atas nama Tuhan dengan mencari-cari ayat pendukungnya. Nabi-nabi palsu selalu ada dalam pemerintahan sebagai orang-orang yang carmuk alias cari muka dan gampang galau. Biasanya model-model seperti ini berada dalam institusi yang diakui pemerintah dan banyak pengikutnya. Lihat saja ahli-ahli Taurat memiliki lembaga yang kuat untuk menyidangkan Yesus Kristus sebagai penista agama dan menjilat pemerintah pusat untuk menjatuhkan vonis mati dengan di salib. Kebejatan dan pembunuhan karakter berasal dari tokoh-tokoh agama yang tidak pernah mau bertobat dan memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus.

 

Di jaman Yesaya dan Yermia nabi-nabi palsu ada disekeliling pejabat tinggi dan pucuk pimpinan pemerintahan. Nuansa politik dan bernegara sudah sangat kotor dan najis. Korupsi dan Nepotisme meraja lela seantero negeri untuk itu Yermia tampil nuansa pertobatan agar Tuhan tidak menjatuhkan hukuman yang lebih berat lagi. Yesaya  1:4 Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia. Tuhan sendiri telah memalingkan muka kepada bangsa-bangsa yang didominasi pemimpin-pemimpin korup yang meraja lela sehingga Tuhan tidak lagi mau mendengar doa mereka. Yeremia  7:16 mengatakan : "Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau. Nabi Yermia sekalipun sendiri tidak pernah pantang menyerah sekalipun fitnah, kekejian di alamatkan kepadanya dan hamper setiap hari menangisi bangsanya. Yermia menderita dalam tahanan namun ia tidak gentar melawan para penista-penista agama yang sesungguhnya  (Yermia 23:21-40)

Serigala yang Yesus maksudkan adalah penguasa lalim, yang mau berkuasa dengan fitnah kekejian dan segudang perbuatan busuk. Lukas  13:32 Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Yang dimaksud serigala itu adalah Herodes, seorang raja yang menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kedudukan dan membuat rakya sangat sengsara oleh karena ulahnya. Lihatlah politikus busuk sekarang tidak pernah memperdulikan rakyat asalkan ambisinya tercapai dengan membuat produk-prudak sianida yang dibungkus dengan warna-warni coklat dan kembang gula ditawarkan ke masyarakat luas. Hasilnya kekacauan bahkan sampai mayat dibawa-bawa. Mayat itu bangkai kalau diucapkan itu barasal dari otak yang bernuansa bangkai juga sehingga menghasilkan hal-hal yang busuk. Demi kekuasaan ala Herodes orang sekarang lebih keji dan sadis, membantai sesama dan menari-nari di atas mayat orang lain.

Biasanya nabi tidak pernah tampil mencari perkenanan sekitarnya dengan mulut manis, tidak peduli institusi resmi dan abal-abal jika kedapatan salah diterjangnya tanpa ampun dengan kata-kata kasar bahkan frontal. Nalurinya untuk berbuat korupsi berjemaat dan personal sudah tumpul, untuk itu  ia berani tampil melawan arus tidak peduli mendapat caci maki, sumpah serapah dan seribu satu umpatan yang tidak enak didengar di telinga apalagi dinikmati dihati. Perkataannya setajam silet melukai orang sekaligus membakar mereka yang suka  bermain api.  

Memang sedikit nabi yang menikmati happy ending tapi karyanya layak di tulis dengan tinta emas dan dinikmati begitu banyak orang. Pekerjaan puluhan tahun oleh orang biasa sanggup dikerjakannya dalam beberapa saat karena hikmat yang dari Tuhan akan mengawal perjalanan karirnya. Biasanya berupa terobosan yang nyata dan kelihatan di depan mata. Lihat menurunkan hujan namun tampilnya Elia seorang nabi Allah sanggup menurunkan hujan (1 raja-raja 18:42,43). Seharusnya ada garis yang jelas bukan abu-abu melawan kejahatan atau menerima kejahatan. Bagi Elia ia tidak peduli tampil sendiri melawan 850 nabi-nabi Baal. Prinsipnya “one man with is always majority”  tidak peduli sejuta orang melawan kalau ia bersama Tuhan maka akan selalu mayoritas.

Lihat saja Yesus Kristus tampil sering kali memakai perkataan kasar, ular beludak, bodoh dan seolah-olah rasis mengatakan anjing kepada perempuan kanaan yang datang kepadaNya (Mat 15:26). Mengapa Yesus mengatakan anjing kepada perempuan kanaan tersebut? Sebab dimata orang Yahudi bangsa-bangsa lain adalah kafir (goyim) sementara umat pilihan hanya untuk orang Yahudi, dan kafir identik dengan anjing. Yesus menggunakan kebudayaan tersebut untuk menguji iman perempuan tersebut dan ternyata berhasil. Sehingga Yesus dapat memberikan acungan jempol dengan berkata : “ besar imanmu ibu ! Naluri kehidupan mungkin kita tidak dituntut sebagai nabi yang all out buat Tuhan. Namun itu bukan berarti kita sebagai napi yang jahat, arogan dan mau menang sendiri dengan berbagai trick busuk yang sekali waktu terbongkar sampai dengan terali besi. Lihat orang-orang santun bertutur kata, manis pemandangan mata, rajin ibadah dan pejabat tinggi Negara berakhir sebagai napi! Namun lihatlah orang benar dimana Tuhan ikut andil dalam setiap ucapan dan kata-katanya ia akan terus membela.

Pemazmur berkata : “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu (Maz 91:7)  dengan jelas bahwa TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya (Maz 37:23-24). Ada perbedaan yang jelas antara orang yang berharap kepada Tuhan dan dirinya sendiri tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yes 40:31)

Ahok bukanlah Nabi atau Napi namun di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya (efesus 1:11) dan kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (rom 8:28)Namun yang pasti ketetapan dan “divine purpose” tujuan illahinya Tuhan Yesus Kristus di kota Jakarta tidak akan dapat diganggu gugat oleh siapapun juga

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.