Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini17
Kemarin1177
Minggu Ini2267
Bulan Ini21532
Total Pengunjung839926

IP Kamu 54.224.118.247 Wednesday, 24 October 2018

Guests : 32 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KEADILAN YANG TIDAK ADIL

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ratapan  3:36

…. orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya,

masakan Tuhan tidak melihatnya?

 

Entah apa yang membuat Ibu Kota berderai air mata sejak Hakim memvonis 2 Tahun bagi yang dianggap Penista agama. Para wanita dari majikan sampai pembantu rumah tangga menjerit histeris, pria-pria tegar meneteskan air  dan para pendukung sang terdakwa dan terpidana tidak mau beranjak dari lapas hingga malam demi cintanya kepada dia yang dianggap sangat diperlakukan tidak adil. Bahkan ada yang mati mendadak kaget ketika mendengar Hakim dengan keputusan yang tidak sesuai tuntutan Jaksa, hakim mengambil inisiatif sendiri dengan dakwaan yang berbeda terus memvonis sang terpidana. Benar-benar nyleneh. Tidak heran dari PBB, UNI EROPA minta Pemerintah menangguhkan keputusan Hakim yang entahlah….Baru kali ini keputusan sidang untuk seseorang menggegerkan dunia. Tidak mungkin Eropa dan PBB dan HAM dunia ikut campur tangan jika keputusan itu adil!

 

Orang Percaya  harus merasakan akan ketidakadilan seperti apa yang Alkitab katakan! “Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan (Pek 3:16). Tuhan sendiri mengutuk akan mereka yang memiliki ambisi menjadi pemimpin dengan cara ketidak adilan,Yermia mengatakan :  “Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya (Yermia 22:13). Selanjutnya … kekuatan mereka adalah ketidakadilan (Yer 23:10)

Hati sedih memang tapi mau dikata apa ketok palu Hakim sudah mengantar si pesakitan ke jeruji besi. Namun ada satu Hakim Agung yang tidak akan berdiam diri. Sekalipun seolah-olah “slow motion” tapi tidak akan pernah terlambat. Dia akan menimbang-nimbang bak pemerintahan Raja Belzasar di Babilonia dengan tulisan di tembok, mene-mene tekel ufarsin  dalam arti para pejabat negeri ini khususnya hakim dunia ini ditimbang-timbang dari jabatan yang dimilikinya rupanya terlalu ringan tidak sesuai dengan bobot jabatannya. Manusia Indonesia dari gembel sampai Pejabat tinggi yang duduk di tempat-tempat terhormat sudah tidak lagi sadar ada Hakim segala Hakim yakni Hakim Agung yang yang akan bertindak tanpa kompromi. Hanya orang goblok saja yang tidak bisa membedakan antara makan pakai sendok dan makan sendok! Kata pakai membuat konotasi yang sangat berbeda sangat jauh, hanya orang buta yang tidak bisa melihat jarak tersebut! Namun kalau orang bodoh disuruh menterjemahkan makan sendok dan makan pakai sendok, maka akan diterjemahkan dengan peristiwa dan tindakan sama! Kalau makan sendok artinya sendoknya yang dimakan sementara makan pakai sendok berarti bukan sendoknya yang bukan dipakai tetapi sebagai alat untuk makan apapun juga! Dasar orang goblok kalau diajak ngomong nggak ngerti lebih baik bicara sama monyet saja karena sama-sama nggak ngerti! Saya jujur tidak mengerti selama ini mereka belajar apa?

Dalam Pemerintahan Jokowi inilah, huru hara SARA mencuat keranah tulang sumsung Ibu kota, celakanya didiamkan mengembang sehingga masyarakat menelannya mentah-mentah. Mabuk dan muntah-muntah dan kotorannya berserakan dengan bau amis dimana-mana. Memang grand disain dan sponsor demo ujaran kebencian dan dendam kesumat seolah-olah mereka yang punya Indonesia itulah yang paling berdosa di hadapan Tuhan. Mereka telah menggunakan uang dan tenaganya untuk ambisi semu, menggulingkan pemerintahan yang sah yang dari Tuhan. Mereka kelak tidak cukup masuk neraka tapi septitank-nya neraka!

Jokowi sadar banyak pengkhianat di dalamnya, bahkan ada orang yang kebelet mau jadi Presiden dengan cara menggulingkannya namun seperti biasa prinsip orang solo, yang memiliki alon-alon waton kelakon diterapkan dalam arti pelan-pelan agar terlaksana.  Namun ia lupa hidup di jaman digital sekarang ini, kita berpacu dengan waktu dan itu sangat berharga. Sementara menakar siapa kawan dan lawan biar bermunculan. Sang munafik dan ambisius menekuk pelan-pelan dan susah melurusnya sehingga terbukti dengan tersingkirnya orang baik-baik.  Pemerintah tidak sadar kekalahan orang baik, bijak, kerja keras dan jujur terpental dengan sendirinya, pertanda Pemerintah tidak bisa menjaga asset terbaik yakni orang yang mau bekerja keras, mau ngomong apa, sudah terlambat! Entah skenario apa untuk obat, mau diangkat menteri, wakil, itu hanya konpensasi dari keterlambatan menjaga yang terbaik.

Kegarangan Pemerintah menenggalamkan ratusan kapal, dan membunuh para koruptor tiba-tiba menjadi jerami dalam membantai ide musuh-musuhnya dalam menggunakan SARA. Pemerintah ini seolah-olah impoten terhadap nuansa yang menggunakan SARA giliran sudah berhasil, baru ada maklumat  tempat ibadah tidak boleh dipakai untuk hal-hal politik! Terlambat PAK DE. Pemerintah sudah kehilangan kairos yakni momen-momen penting yang seharusnya tidak ditinggalkan, ia hanya hidup dalam kronos dengan keinginan membangun jembatan, jalan raya, bandara dan lain-lain. Sebenarnya itu bisa dilakukan para menteri tetapi momen Pilkada saat orang mengkafir-kafirkan orang lain, sudah tidak bisa diulang lagi. Semua sudah terpateri di hati dan sangat melukai anak bangsa dan tercatat dalam sejarah bahwa PILKADA tahun 2017 di DKI orang berjualan ayat dan mayat ! Ancaman dan intimidasi masuk ketempat-tempat ibadah yang seharusnya suci menjadi najis karena politik kotor! Untuk mengobatinya sekarang tidaklah mudah dan sampai kapanpun tidak bisa terulang kembali

Sebenarnya Pemerintah tahu bahwa Ahok tidak menista agama, namun demi menjaga stabilitas negeri maka memang harus dikorbankan! Disamping itu untuk memuaskan para sumbu pendek dan bumi datar, maka ditetapkanlah sebagai tersangka. Lagi-lagi ini sebagai bahan lelucon di mata dunia. Pemerintah pikir bergulirnya waktu orang lupa, namun si jahat terus mensponsori mereka untuk berteriak penjarakan – penjarakan bak tokoh agama Yahudi yang mensponsori rakyat yang berkata salibkan… salibkan …untuk Mesias, niat hati yang menjijikkan para tokoh agama Yahudi di jaman Yesus Kristus atau Isa Almasih membuat orang baik dan benar masuk dalam tuntutan hukuman mati!

Lihat saja pengadilan busuk pernah terjadi ketika Yesus Kristus mendapat vonis penista agama di hadapan Pilatus. Sang Hakim sendiri sebenarnya tahu bahwa tuduhan yang disematkan kepada pribadi Yesus Kristus adalah rekayasa para tokoh agama Yahudi yang busuk karena kalah pamor dibanding Sang Mesias! Mengingat pendemo yang begitu banyak dikerahkan maka Pilatus yang memvonis Yesus mengikuti arus keadaan yang ada karena takut akan tekanan massa yang luar biasa.

Sekalipun sang hakim Pilatus sendiri tahu bahwa yang ditangani adalah perkara rekayasa dan dia sendiri mengerti bahwa Yesus Kristus karyaNya luar biasa dan memiliki karakter yang baik banyak menolong orang  namun demikian tekanan massa sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Akhirnya Yesus di vonis hukuman mati! Ketidak adilan terjadi orang baik divonis penjara oleh tekanan massa. Jadi Yesus Kristus atau Isa Almasih di bunuh oleh Pemerintah yang takut akan arus massa, tentara yang hanya melakukan tugasnya tanpa nurani, terutama para tokoh agama Yahudi yang najis hatinya

Di jaman Pemerintahan Ahab, ketika Izebel menginginkan kebun anggur nabot maka ia memfitnah Nabot dengan saksi-saksi bayaran palsu! 1 Raja-raja 21:10  mengatakan : “Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati. Para saksi ini tidak menyaksikan secara langsung, hanya dibayar untuk memberatkan terdakwa dan akhirnya nabot di hukum mati. Memang manusia lebih kejam daripada serigala demi kekuasaan uang dan birahi! I Raja-raja  21:15 mengkisahkan akhir keputusannya, Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."

Tuhan sebagai Hakim Agung tetap memperhitungkan kelakuan para hakim yang memvonis seedak udelnya sendiri! Tuhan kirimkan nabinya untuk berbicara.  1 Raja-raja 21:17-19 mengatakan : “ Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu.

Sangat di sayangkan di Indonesia ini tidak ada nabi dengan suara lantang untuk para petinggi negeri ini dengan kelakuan yangnyleneh alias miring! Disamping mengingatkan supaya murka Tuhan tidak turun setidaknya ada instutisi rohani yang menegor dengan keras, karena instutisi agama di Indonesia ini hanya mengeluarkan kutukan dan ultimatum penistaan dan pelecehan. Sementara kalau ada tempat perzinahan di tutup tidak ada dukungan, pengadilan korupsi kitab suci dibiarkan begitu saja! Menjijikkan memang

Jadi jangan heran kalau eksistensinya gereja  dipandang sebelah mata oleh dunia sebagai “silent majority” yang sudah mati! Gereja terlalu lama berdiam diri, para pejabatnya berada di zona nyaman, jago kandang seolah-olah punya akses langsung dengan Tuhan! Sementara buta akan ketidakadilan yang terjadi di negeri seandainya saja pucuk pemimpin gereja kompak mengerahkan massa untuk berkata damai di bumi dan damai di sorga maka demo-demo yang lalu hanya setengahnya. Karena memang gereja terlanjur pada patron kebenaran harus mendoakan musuh, tampar pipi kanan berikan pipi kiri maka lebih nyaman berdiam diri! Ngga segitunya kales…

Akibat ketidak adilan yang  dianggap sepele, akibatnya sangat fatal! Dampak pengadilan yang tidak adil terhadap Isa Almasih atau Yesus Kristus, dimana-mana orang Yahudi dibantai pada waktu itu, Tahun 70 yakni 40 tahun usai Yesus menghembuskan Nafas di atas Salib Jendral Titus membakar Bait Allah dan Prajuritnya membantai orang-orang Yahudi. Jendral ini sudah melarang namun kebencian yang laur biasa Prajurit Roma terhadap Yahudi, maka mereka disembelih dan dibantai sehingga darah sampai sekekang kuda! Banjir darah! Karena ketidak adilan! Belum lagi di Jaman Hitler Yahudi di bantai dengan gas beracun lebih dari enam juta orang! Mengerikan sekali!  Orang-orang yang berteriak akan kebencian tidak ingat saudara-saudara dan keturunnya. Tuhan tidak bisa dipermaikan sebab ketidak adilan merupakan hutang darah yang membuat Tuhan turun sendiri dari singgasananya dan memberikan hukuman! Nabi Yehezkial mengatakan : ……sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya (Yeh 9:9).

Orang tidak sadar ketidakadilan dan kecurangan dalam mencapai pucuk Pimpinan tertinggi ini akan menuai berbagai macam malapetaka, sebagai hutang darah yang harus dibayar dengan darah. Kalau saja menengok sejarah di masa  lalu betapa banyak malapetaka yang terjadi. Namun berbeda dengan Pemerintah sekarang, mencapai puncaknya dengan baik sehingga malapetaka tidak sebanyak yang lalu namun sangat disayangkan pemerintah sekarang membiarkan ketidakadilan merajalela. Jujur saya ngeri apa yang Tuhan akan lakukan untuk negeri yang hutang darah karena ketidakadilan yang tercipta!

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.