Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini197
Kemarin937
Minggu Ini1134
Bulan Ini11032
Total Pengunjung892945

IP Kamu 35.175.182.106 Tuesday, 11 December 2018

Guests : 35 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MERDEKA ITU IDENTIK DENGAN DARAH 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Galatia  5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

                                                   

Kemerdekaan itu identik dengan darah yang tercurah! Tidak sedikit nyawa yang dikorbankan demi sebuah kemerdekaan. Ini realitas yang berlaku disepanjang sejarah kehidupan manusia di belahan bumi manapun. Setiap bangsa atau manusia  yang menginginkan sebuah kemerdekaan maka harus rela berdarah-darah. Memang ada kemerdekaan yang dihasilkan dari pemberian atau hadiah dari negara dan kelompok tertentu namun tidak seindah dengan negara dan bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan tetesan darah. Para Pahlawan pejuang kemerdekaan tahu pasti apa artinya berdarah-darah demi menggapai sebuah tekad mulia yakni kemerdekaan dengan slogan merdeka atau mati! Perlu diingat bahwa persoalan kemerdekaan bukan persoalan yang mudah dan ringan karena menyangkut nyawa, kehidupan dan kematian. Kemerdekaan harus dimulai dari penjajahan atau perbudakan dan Pahlawan yang merintis dan  menciptakan kemerdekaan. Kemerdekaan yang tidak berasal dari penjajahan sudah dapat dipastikan berasal dari Allah sejati.

Sejarah manusia dimulai dari kehidupan yang sungguh-sungguh merdeka di Taman Eden yang durasinya tidak diinformasikan oleh Alkitab. Manusia memiliki sebuah kehidupan yang sungguh-sungguh merdeka baik kepada sesama, diri sendiri, binatang, alam dan Allah secara langsung.  Kehidupan yang spekatakuler ini informasinya tidak banyak diceritakan secara detil hanya selintas pandang  dua fasal dalam Alkitab. Manusia semula berada dalam area kemuliaan Allah seratus persen, karyanya nyata dengan memberi nama semua binatang serta hidup mapan dengan tingkat kesejahteraan yang super maksimal tidak ada bandingnya. Manusia mampu mengelola Taman Eden yang tentu tidak sekecil taman-taman di Ibu kota negara manapun.  Kehidupan yang super mewah kelas jet set tanpa kekurangan, tidak tersentuh penyakit dan hidup bersama Allah bagaikan sorga di bumi. Itulah kemerdekaan sejati yang berasal dari Sang Pencipta!

Namun Iblis si ular tua itu datang membawa petaka dengan menyeret manusia dengan skandal pemberontakan kepada Sang Pencipta! Sejak Manusia jatuh dalam dosa, ia sudah terjerat, masuk area kutukan! Manusia sudah jatuh bukan saja dalam penjajahan lebih parah dari itu manusia mengalami kematian secara rohani yakni Neshamah (the smart of soul) yakni Roh yang di dalam manusia  yang berperan menghubungkan manusia akan pengenalan  Allah yang sejati. Secara rohani Adam sudah mati total sesuai vonis Allah. Kejadian 2:17 mengatakan : “  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Kasus Adam ini bukan persoalan ringan karena memiliki durasi yang panjang sampai seluruh generasi manusia sepanjang jaman. Kematian yang di vonis Alkitab inilah yang tidak pernah tersentuh oleh siapapun dan agama apapun. Iblis sudah mengendalikan essensi manusia dan tidak ada yang sekelas iblis mampu mengambil alih manusia yang sudah jatuh dalam genggamannya. Sekalipun ada jutaan agama dan milyaran amal kebajikan manusia dimanapun dan kapanpun maka  tidak akan sanggup menghidupkan kembali neshamah yang sudah mati. Ini merupakan vonis Allah dan harus diselesaikan sekelas Allah bukan tindakan manusia manapun sampai kehadiran Allah sendiri dengan menjelma menjadi manusia di kandang domba di kota Betlehem yang kita sebut sebagai Tuhan yang bisa menyelesaikan neshamah manusia.

Sejak jatuh dalam dosa kesadaran manusia akan Allah bukan lagi secara roh melainkan secara fisik. Adam mulai menggunakan telinganya untuk mendengar Allah berjalan dalam taman itu. Hatinya mulai takut dan perasaan malunya karena telanjang mendominasi dirinya sebagai akibatnya maka Adam dan Hawa berusaha bersembunyi dari hadapan Allah. Kejadian 3:8-10 mengatakan : “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.

Untuk menutupi rasa malu tersebut maka Adam dan Hawa berusaha keras menyelesaikan masalahnya sendiri dengan agama (a = tidak dan gama = kacau) supaya hidupnya tidak kacau dengan ketelanjangan dan dipermalukan maka ia membuat cawat! Kejadian  3:7 mengatakan : “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Apakah usaha manusia ini membuahkan hasil? Tentu tidak sama sekali, perasaan yang timbul masih tidak ada damai sejahtera maka Adam dan Hawa  lari dari hadapan Tuhan dan tetap tersembunyi.  Adam hanya menyelesaikan persoalannya secara lahiriah saja yakni pakaian luarnya padahal persoalan batinnya tidak dapat diselesaikan dengan hal tersebut! Adam dan hawa ingin merdeka dengan sekedar membuat cawat.  Pemberontakan kepada Allah harus diselesaikan dengan cara Allah! Bukan cara-cara manusia sekelas agama yang bagaikan “cawat” yang dibuat Adam untuk menutupi dosanya. Kita tidak bisa merdeka hanya karena membuat “cawat”  yakni agama yang dibuat dengan  cara-cara manusia. Yesaya  29:13 mengatakan : “Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan. Untuk itulah agama manapun tidak akan bisa memerdekaan atau menghidupkan neshamah, sebaik apapun itu agamanya. Yang menghidupkan roh manusia (neshamah) adalah “Ruah” (Roh Allah) sendiri yang hadir di dalam Yesus Kristus. Manusia dengan nefesnya yakni kehidupan alami manusia harus menerima Roh Allah untuk menerima kemerdekaan sejati dalam Kristus Yesus.

Kemerdekaan paling awal adalah kemerdekaan yang Allah buat dengan menyembelih binatang untuk membuat pakain manusia pertama tersebut. Kejadian  3:21 mengkisahkan : “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka”. Inilah penumpahan darah pertama demi kebebasan manusia dari rasa takut dan malu. Usaha Allah ini sebagai bayangan akan kehadiran Kristus yang juga berdarah-darah untuk memerdekaan manusia terutama neshama yakni roh yang menghubungkan manusia dengan Allah dihidupkan kembali bukan sekedar agama yang bisa membuat cawat untuk menutupi ketelanjangan Adam!

Paulus memberikan informasi dengan jelas bahwa Kristuslah yang memiliki kemampuan mengambil alih kemerdekaan yang telah direbut oleh Lucifer. Pribadi Yesus Kristus adalah pribadi yang jauh lebih berkuasa dari si iblis yang menjatuhkan manusia dalam perangkap perbudakan dosa! Mengapa Yesus Kristus dengan darahNya layak menghapus dosa manusia bukan manusia sekelas rasul, nabi atau orang suci manapun? Karena darah Yesus Kristus tidak pernah tercemar oleh dosa generasi Adam. Kelahirannya tidak dikandung dari benih manusia melainkan dari Roh Kudus (Mat 1:18), darah suci yang tercurah inilah yang memampukan mengangkat semua dosa manusia. Kalau ada manusia mau menebus orang lain dengan dosanya walau di salib seribu kali dengan darah yang tercurah di atas salib tidak mungkin dilayakkan karena darah tersebut sudah terkontaminasi dengan darah manusia pertama. Namun berbeda dengan Kristus Yesus darahNya murni dan kesucianNya selagi hidup yang tidak pernah bersentuhan dengan dosa memampukan manusia yang percaya kepadaNya sungguh-sungguh merdeka! Yohanes  8:32 mengatakan : “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Kemerdekaan yang Kristus telah lakukan di atas salib memampukan kita dapat berdiri kokoh di hadapan Allah sebagai orang yang sudah dilayakkan. Penulis Ibrani mengatakan :  “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni (ibrani 10:19-22). Kita dapat berdiri kokoh di hadapan Allah bukan karena segala usaha untuk dilayakkan melainkan karya Allah sendiri di dalam Kristus Yesus! Seperti Adam dan Hawa ketika membuat cawat untuk layak bertemu dengan Tuhan sendiri itupun gagal total, mereka masih takut, malu dan tersembunyi!  Demikian kita tidak akan mampu berdiri di hadapan Allah bila hanya menutupi segala kelemahan kita dengan sekedar membuat  cawat! Allah harus menyelubungi kita dengan pakaian kebenaran. Efesus  4:24 mengatakan : “ dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Orang yang merdeka tidak menghendaki untuk di jajah kembali bahkan terbesit dalam benaknyapun tidak akan pernah. Orang yang merdeka akan mengisi kemerdekaannya dengan kerja nyata yang dapat dinikmati banyak orang. Tidak ada hasil kerja yang nyata dalam perbudakan karena semua di kendalikan dan dirampas oleh sang penjajah. Demikian secara rohani orang yang merdeka tidak boleh lagi hidup dalam perbudakan dosa. Memang Kristus telah mengampuni dosa. Dosa apapun diampuni kecuali menghujat Roh Kudus dan dosa yang tidak mengampuni dosa orang lain! Setiap dosa apapun mendapat pengampunan namun bila terus menerus berdosa bukan saja diampuni namun juga mendapat bonus diamputasi! Ketika Yesus berjumpa dengan ahli-ahli Taurat yang menyeret wanita yang berzinah untuk dilempari dengan batu. Yesus berkata senderhana untuk orang yang menghakimi wanita tersebut dengan kalimat hikmat tingkat dewa yang tidak pernah terbesit sekalipun diantara orang-orang yang canggih dalam Taurat, kataNya : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yoh 8:7). Mereka meninggalkan perempuan tersebut karena mereka sadar bahwa dirinya juga berdosa.

Orang Farisi menggunakan kemerdekaan yang ia buat sendiri seperti Adam membuat cawat dan merasa diri sebagai orang-orang yang merasa sudah menjadi benar karena melakukan hukum Tuhan dan menganggap layak  dan bisa menghakimi dan menghukum orang lain! Memang Hukum Taurat dari Allah namun orang Yahudi menambahkannya dengan deretan hukum yang baik menurut pandangannya sendiri sehingga agama lebih banyak yang diciptakannya sendiri!  Agama yang diajarkan dan dibuat manusia akan dengan mudahnya menghakimi orang lain seolah-olah yang lainnya adalah kafir, bejat dan kotor yang layak dihukum dan dibunuh sementara agama dirinya dari Allah yang benar! Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu ( 2 Timotius 3:5). Model agama seperti ini sekarang bertaburan dimanapun juga hati-hatilah!

Yesus kemudian memperhatikan wanita yang sedang berada dalam ketakutan diambang kematian karena dosa yang sudah dilakukannya. Namun demikian Yesus sendiri mengatakan : "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."(Yoh 8:11). Kata-kata yang sama diucapkan oleh Yesus untuk orang yang sudah disembuhkan dari lumpuhnya selama 38 tahun, Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."(Yoh 5:14). Paulus mengatakan kepada jemaat Korintus dengan nada yang sama, Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.( 1Kor 15:34). Saatnya orang harus sadar bahwa kata kemerdekaan bukan lagi merdeka dari melainkan merdeka untuk! Kita harus menggunakan waktu, tenaga dan kesempatan yang masih ada untuk melakukan yang terbaik. Roma 6:19 mengatakan : Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

 

Merdeka atau mati merupakan pilihan! Bila kita mau merdeka dengan sungguh hanya ada satu pribadi yang membebaskan manusia dari kutuk agama yang direkayasa manusia dengan berbagai dalil dan hukum yang merusak manusia itu sendiri. Baik merusak diri sendiri, sesama dan alam yang diciptakan oleh Allah yang benar. Lihatlah dunia sudah terbuka dan Allah akan membuktikan agama yang hanya menjerat manusia dan memperbudaknya dengan ayat-ayat sehingga mereka melakukan kelaliman dan kejahatan diluar batas kemanusiaan namun demikian masih ada kebenaran dalam Injil yang memberitakan kemerdekaan sejati yang dilakukan oleh Kristus Yesus! Percaya dan nikmati yang anugerah yang telah dikerjakan! Tidak sulit percaya saja dan terima serta menyerahkan hidup kepadaNya sehingga kita sungguh-sungguh dimerdekakan oleh pribadi bukan ayat-ayat yang suci. Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan ( 1 Kor 15:45). Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan (2 Kor 3:6). Merdeka !

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.