Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini759
Kemarin622
Minggu Ini760
Bulan Ini12995
Total Pengunjung587543

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 72 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

IMAN KRISTEN DALAM SILA PERTAMA PANCASILA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Sila Pertama dari Pancasila bukanlah milik satu agama melainkan seluruh agama! Jangan pernah mencoba memonopoli dan menjadi bar-bar bagi kepercayaan lain. Negeri multidimensi agama di nusantara ini memiliki Tuhannya masing-masing entah sama atau tidak itu urusan theologi dan doktrin si empunya agama. Jika kita tidak smart  dokma kepercayaan lain lebih baik bungkam dari pada bersuara tapi tong kosong nyaring bunyinya. Jangan pernah menciptakan tranding topik murahan dengan menyebut agamanya sendiri yang sinron dengan Sila Pertama. Pernyataan itu bukan saja arogan melainkan menjadikan agama lain bodong alias tidak terhisab dalam melaksanakan Sila pertama.

Dalam ranah pengetahuan kebenaran KeTuhanan yang Maha Esa sudah sangat valid dan indikatornya sudah tepat untuk keharmonisan berbangsa dan bernegara! Jika ada yang menganggap agama Kristen tidak BerkeTuhanan Yang Maha Esa”. Anggapan itu bukan saja keliru tapi fatalistik, bila kita turut  mengatakannya maka kita dapat digolongkan type manusia yang tidak memiliki kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Ucapan itu hanya merusak sendi-sendi Kebhinekaan dan toleransi di negeri yang penuh multidimensi agama, budaya, ras dan suku! Tuduhan tidak berkeTuhanan yang Maha Esa itu menunjukkan sikap intoleran dan cikal bakal perpecahan di negeri yang tertatih-tatih dalam eksistensi diri jika tidak melibatkan Yang Maha Esa.

Seharusnya orang yang sungguh-sungguh hidup beragama harus focus melakukan kebenaran bukan mengumbar kebodohan! Karena memang ujaran kebencian merupakan tiket yang gratis untuk menjadi terkenal dalam waktu singkat! Fakta yang ada sekarang bahwa carut marut di negeri ini terjadi karena disebabkan banyak  orang  suka bicara tapi tidak mengerti sementara yang mengerti tidak mau bicara. Dalam kemarahan yang Kudus penulis ingin mengungkapkan betapa iman Kristen berada dalam sila pertama dengan sangat tepat dan kebenarannya tidak dapat diragukan sama sekali.

Essensi Sila Pertama

Apapun alasannya sila pertama dikumandangkan dengan sebutan “KeTuhanan Yang Maha Esa”  adalah karya Roh Kudus yang mengilhami para pendiri negeri ini. Karena dapat dipastikan Allah Sang Pencipta langit dan bumi sangat mengasihi Indonesia dan Dia sendiri intervensi dalam penyusunan pondasi negeri tercinta ini.  Jika bukan berasal dari Roh yang baik maka tidak akan tercipta tentang adanya Tuhan yang Esa. Sekali lagi “Ketuhanan yang Maha Esa bukan Keallahan yang Maha Esa. Ini berarti Soekarno dan pendiri sejarah telah mengakomodir seluruh masyarakat untuk mempercayai Tuhannya masing-masing bukan Allahnya masing-masing.

Soekarno sendiri mengatakan dalam pidatonya : “Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang berTuhan!

Latar belakang Allah

Kata Allah dalam bahasa Ibrani Elohim yang ditulis dengan identitas  maskulin, yang memiliki arti: Allah, ilah-ilah, dewa, hakim-hakim, dan malaikat-malaikat. Kata El tidak seharusnya dikaitkan dengan kelompok penyembah tertentu. ‘El’ mengandung makna yang sifatnya netral. ‘El’ bukanlah sebuah nama, tetapi ‘el’ menunjuk pada kuasa supranatural yang impersonal yakni suatu kekuasaan yang ilahi. Oleh karena itu, kata ‘el’ dalam bahasa Ibrani tidak menggunakan kata sandang (seperti, ‘ha’ dalam bahasa Ibrani atau ‘the’ dalam bahasa Inggris) yang konkrit. Namun, ada kata sifat atau kata benda yang diimbuhkan ke dalam kata ‘el’. Hal itu diperuntukkan dalam rangka memperlihatkan hubungan antara kuasa tertentu yang disembah dan penyebut nama itu sendiri. Misalnya, ‘el-elyion’ (Allah Maha Tinggi) dalam Kejadian 14:22 dan ‘el-elohei-yisrael’ (Allah, Allahnya Israel) dalam Kejadian 33: 20.

Dalam Alkitab Elohim ini juga dipakai sebagai utusan,dewa-dewa baal (1 Sam 5:7). Orang yang menyembah Allah yang benar adalah Allah  Elohim Sang Pencipta! Namun perlu dipahami bahwa Elohim juga dipakai bangsa-bangsa kafir untuk objek penyembahan baal mereka! Mereka juga fanatik menganggap dewanya adalah Allah yang satu-satunya dan tidak ada Tuhan selain Allahnya sendiri. Allah adalah objek penyembahan seluruh manusia di bumi bahkan dewa-dewa diterjemahkan dengan God, mereka yang menyembah patung-patung menganggap patungnya adalah Allah mereka.  Konsep tentang pribadi Allah masih samar-samar dalam keberadaanNya! Model seperti apakah Dia? Bagaimanakah pribadiNya? Siapakah namaNya? Semua masih tersembunyi dari pandangan mata! Agama bukan saja rabun jauh melainkan hampir buta dalam meneropong tentang Allah.  Allah yang Maha itu hanya dikenal melalui pernyataanNya, bentuk pernyataan itu sebagai ribuan pewahyuan ayat-ayat suci melalui nabi, malaikat, rasul, orang awam dan masih banyak lagi. Mereka memperoleh informasi dari nabi-nabi yang telah menjadi debu dalam sejarah! Nabi dalam Perjanjian lamapun tidak pernah berjumpa Allah selain Musa namun demikian mereka mengatakan Allah yang pernah hadir melalui MUSA yakn YHWH yang sering disebut sebagai Tuhan. Mengapa Allah yang umum milik aneka bangsa-bangsa tiba-tiba disebut sebagai TUHAN (ADONAI) sebab Ia telah hadir secara khusus (penyataan) kepada manusia bukan sekedar pernyataan (kata-kata) saja kepada manusia. Sehingga orang Israel dapat menyembut sebagai Allah sebagai sesembahan dengan konsep TUHAN yang hadir ditengah-tengah mereka.

Realitas Tuhan

Siapakah Tuhan itu? Tidak seoranpun pernah menjumpaiNya apalagi Pribadi Allah yang Maha Agung tidak seorangpun dapat menjangkaunya ( 1 Tim 6:16) Pengertian manusia sempit dan nalarnya tidak akan sanggup mendeteksi secara detil (1 kor 2:16). Allah yang akbar adalah pribadi yang penuh keMahakuasaaan dan hikmatNya melampui batas dan tidak membutuhkan nasehat siapapun (Yes 4:13-14). Tuhan adalah wujud tertinggi satu pribadi yang penuh kemuliaan sementara Allah terlalu transenden, Maha Besar tak terhingga untuk dipahami dengan pola pikir yang terbatas.

Fakta akan eksistensi Tuhan hadir melalui penyataannya bukan pernyataanNya. Penulis Ibrani Jelas mengatakan :  “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (Ibr 1:1-2).

Penyataan adalah manifestasi kehadiranNya ke bumi untuk beranjangsana datang supaya dikenal, dikagumi dan didekati (Yoh 1:9-12). Bila  berbicara Tuhan maka tendensinya adalah penyataan Allah secara personal atau kelompok tertentu. Tuhan adalah pribadi Allah yang datang ke bumi “incognito” hadir menjelma menjadi manusia! Manusia dalam kebutaannya akan Allah dicelikkan dengan kehadiran Pribadi Allah yang tidak terbatas yang datang membumi menjadi manusia yang sangat terbatas. Melalui kehadiran Tuhan semua teka-teki tentang Allah, tentang nama, pribadi, keberadaan, modelnya semua terjawab secara akurat!  Untuk itu serapan kata Tuhan dalam bahasa Yunaninya adalah Kyrios bersumber dari YHWH yakni Allah yang menyatakan diri kepada Musa (Kel 3:14). Elohim yakni Allah yang tidak dikenal itu hadir dalam diri Musa untuk menggenapi rencana Illahi akan pemilihan bangsa pilihan. Orang Yahudi bila Tahu Allah menjelma menjadi manusia seutuhnya akan terkaget-kaget sebab konsepnya Allah adalah YHWH yang terlalu suci dan terlalu jauh dijangkau. Diucapkan namanya saja terlalu kudus sehingga harus diganti nama lain Jehova, adonai dll. Didalam diri Yesus Allah hadir sepenuhnya sehingga Yesus Kristus memperkenalkan Sang Pencipta sebagai Bapa yang penuh kasih. Bahkan Ia menyebut : “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.Kehadiran Tuhan di muka bumi (Yoh 4:24)

Jika saya   berkata saya adalah Presiden Indonesia maka orang tidak percaya? Mengapa? Karena tidak ada faktor pendukungnya bukan? Jika Presiden datang maka fenomena berbeda tentu akan hadir. Paspampresnya sudah hadir dulu memeriksa seluruh ruangan dan tempat dimana Sang Presiden akan datang! Penyambutan yang dipersiapkan, makanan yang dihidangkan semua sangat berbeda! Kecuali Sang Presiden tidak menggunakan jabatan yang disandangnya dan hadir ditengah-tengah rakyat biasa, itupun masih berada dalam pengawalan yang sangat ketat!

Satu-satunya manusia yang lahir dari di bumi ini yang nubuatkan secara akurat oleh para nabi ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya adalah pribadi Yesus Kristus dari Nazaret. Cikal bakalnya diberitahukan kepada Adam dan Hawa di depan Si ular dalam skandal Taman Eden (Kej 3:15), tempat lahirnya (Mikh 5:1), Namanya (Yes 9:5), benihnya lahir dari Roh Kudus (Mat 1:18), kelahiranNya di informasikan sendiri oleh Malaikat Gabriel (Luk 1:19), Pasukan besar Malaikat menyambutNya (Luk 2:13). Kisah kematianNya dan kebangkitan serta Ia naik ke Sorga sudah tidak bisa diragukan lagi. Fakta sejarah bahwa Yesus Kristus tidak pernah menjadi debu dalam sejarah. Kapasitasnya sebagai Tuhan layak disandangnya sebab Ia memang tidak pernah bercela dalam dosa perzinahan, pembunuhan, penipuan. Yesus sendiri mengatakan :  “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Yohanes  8:46

Klaim Yesus Kristus adalah Tuhan bukan dari Kaisar atau rekayasa bapak-bapak gereja. Jika Presiden datang dirinya tidak perlu berteriak-teriak dan berulang-ulang menyatakan bahwa saya Presiden Indonesia! Secara otomatis masyarakat akan tahu kapasitasnya. Jika saya berkata kita akan perang sama negara tetangga maka tidak berpengaruh sama sekali. Namun bila yang berbicara adalah Presiden maka seluruh pasukan, tentara, senjata semua dipersiapkan dan akan benar-benar terjadi peperangan.

Yesus memiliki kapasitas dirinya adalah Tuhan sebab Ia sendiri mengalahkan godaan iblis, dan tidak pernah satu kalipun jatuh terjerembab! Bahkan saat dirinya sendiri menjadi objek godaan Ia mengatakan kepada si penggoda yakni iblis itu : "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! (Mat 4:10). Dengan tidak langsung Yesus mengatakan Akulah Tuhan Allahmu yang layak engkau sembah bukan untuk digoda! Hal ini diperkuat oleh Tomas dengan ucapan “"Ya Tuhanku dan Allahku! Dan hal ini tidak diprotes oleh Yesus. Ia sendiri mengatakan bahwa Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan (Yoh 13:13). Masih banyak kesaksian bagaimana Ia pribadi spektakuler yang tidak sewajarnya jika hanya gelar nabi disandangkan dalam dirinya. Karena nabi, rasul dan Raja  masih bisa membunuh dan berzinah bahkan tukang kawin seperti Nabi Musa, Abraham, Daud, Salomo dan sederetan lagi! Kalau saja Yesus satu kali saja berzinah dan membunuh maka Ia tidak layak disebut sebagai Tuhan!

 

Tuhan yang Esa

Paulus menuliskan kebenaran penting kepada Timotius katanya : Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (1 Timotius 2:5). Bila diterjemahkan secara sederhana ayat ini mengatakan orang harus mendekati Allah Sang Pencipta melalui Yesus Kristus sebagai perantara. Yesus Kristus pribadi yang penuh kemuliaan yang merupakan wujud manifestasinya Allah (2 kor 4:4).  Agama boleh mengajarkan etika terbaik apapun juga namun bila menyangkut pribadi yang satu ini maka vonis sorga dan neraka di depan mata! Penolak terhadap dirinya diidentikkan sebagai Antikris/Dajjal.  I Yohanes  4:3 mengatakan : “dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”.

Siapa Yang Esa selain Tuhan yang disebut Kristus? Tidak ada sama sekali? Adakah manusia layak disebut Tuhan tidak ada dimanapun dan kapanpun selain Dia yang Esa ! Perkataan Rasul Yudas siapa Allah yang Esa itu ? Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin (Yudas 1:25). Paulus mengatakan : “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup (1 Korintus 8:6). Orang harus sadar memang tidak ada Tuhan selain Yesus Kristus bagi mereka yang tidak bertuhankan Yesus Kristuslah kita harus fair bahwa mereka tidak ada Tuhan selain Allah mereka.

Pemazmur mengatakan : “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri ! (Mazmur  33:12).  Mengapa Pemazmur tidak mengungkapkan berbahagialah bangsa yang Tuhannya adalah Allah? Tetapi sebaliknya?  Secara sederhana ayat ini mengatakan berbahagialah bangsa yang memiliki sesembahan tertinggi adalah Tuhan bukan Allah!

Sesembahan tertinggi kita yakni Tuhan dan tidak ada yang lain. Yesaya 44:6 mengatakan : “Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."Lebih tegas lagi Yesaya mengungkapkan kebenaran :  ….Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! (Yes 45:21). Ayat ini menyatakan dengan jelas tidak ada Allah selain AKU TUHAN

Secara tersirat sebenarnya Allah yang tidak menyatakan diri kepada manusia dengan sekedar pernyataanNya saja masih terlalu umum. Klaim tentang Pewahyuannya berasal dari Malaikat, kebenaran tersebut juga masih dapat diragukan karena Iblis bisa menyamar sebagai Malaikat terang (2 Kor 11:14)! Ini terbukti beberapa sempalan-sempalan bidat dalam agama Kristen yang mengaku pewahyuan malaikat namun mencetak umatNya menjadi jahat bahkan bunuh diri secara Massal, salah satunya adalah Jim Jone, David Cores dll

KeTuhanan yang Maha Esa adalah sebuah kebenaran Absolute dalam Iman Kristen sebab Allah yang Maha itu telah menyatakan diri kepada makluk ciptaanNya sehingga Allah yang sesungguhnya begitu jelas dan gamblang! Orang tidak menyembahNya secara buta hanya dengan pernyataanNya  (firmanNya) saja melainkan PenyataanNya (kehadiranNya) sendiri! Untuk Itulah Yesus adalah Firman yang Hidup! Kita tidak dapat meyakini perkataan ribuan tahun yang silam dengan dunia purba dan pelakunya semua sudah menjadi debu dalam sejarah! Alkitab ditulis bukan oleh kehendak manusia yang bisa mati melainkan ditulis pimpinan Roh Kudus (2 Petr 2:20-21) dan si Empunya Firman itu sendiri datang ke bumi menjelma menjadi manusia dari Nazaret yang disebut orang sebagai Yesus Kristus yang diimani sebagai Tuhan yang Maha Esa! Iman Kristenlah yang memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat sehingga KeTuhanan Yang Maha Esa memang sangat tepat jika tidak dianggap jangan salahkan jika orang mengucapkan kata : KeYesusan Yang Maha Esa.. tapi kan kita telah menjadi sepakat Ketuhanan Yang Maha Esa!

Kontroversi tentang kata Esa

Dalam kamus bahasa Indonesia kata Esa memiliki arti tunggal, satu! Namun dalam bahasa sansekerta kata satu adalah eka bukan Esa! Lihat saja bineka tunggal Eka. Kata satu dalam bahasa sansekerta adalah EKA , bukan ESA. Lihat saja di semboyan Bhinneka Tunggal EKA. Bukan Bhinneka Tunggal ESA. Esa itu tidak sama dengan Eka. Esa itu adalah kata ambilan dari bahasa Sanskrit yang bentuk kata bendanya adalah Etad artinya, as this, as it is or THE.[1] Jadi sila pertama bukan ketuhanan yang Maha Eka! Biasanya orang mengaitkan Esa dengan Satu yang absolut alias bermakna jumlah Satu numeric, padahal itu seharusnya bukan Esa namun WAHID (Arab) atau YAKHID (Ibrani). Kata Wahid / Yakhid benar bermakna satu pula namun Absolut dan berbentuk bilangan alias numeric, berkaitan pada jumlah BUKAN sifat. bermakna Tunggal dan TIDAK PERNAH bermakna Jamak seperti Esa / Ahad / Ekhad..

Kata Esa dalam bahasa Ibrani berbentuk kata sifat אֶחָד - 'EKHAD, "esa", "pertama", "satu", maupun Adjektiva/ Substantive Ibrani: יָחִיד - YAKHID, "tunggal", "satu-satunya", "tunggal", "saja", "hanya", "sendiri", berasal dari akar kata induk " ח - KHET" dan " ד -DALET". Aksara KHET dalam tulisan proto-sinaistik -- Ibrani Kuno -- merupakan gambar "tembok" atau "dinding"; sedangkan aksara DALET, Ibrani Kuno: DAL, merupakan gambar "pintu".Gabungan kedua aksara yang merupakan simbol itu bermakna "kesatuan". Tembok atau dinding memisahkan bagian dalam dari bagian luar kemah atau rumah. Hanya melalui pintu, seseorang dapat masuk atau keluar,  bagian luar dan bagian dalam dipersatukan oleh pintu.

Kata אֶחָד - 'EKHAD (Arab: 'AHAD), "esa", adalah kata חַד - KHAD yang dibubuhi aksara 'ALEF di mukanya. Aksara " א - 'ALEF" dalam bahasa Ibrani Kuno merupakan gambar kepala kerbau yang melambangkan kekuatan, kekuasaan, kepemimpinan. - 'EKHAD adalah kesatuan dari yang jamak, seorang manusia adalah kesatuan dari tubuh, nafas, jiwa, pikiran, perasaan. Suatu keluarga adalah kesatuan dari ayah, ibu, anak. Suatu pohon adalah kesatuan dari akar, batang, cabang, dahan, ranting, daun. Inilah makna kata "EKHAD" yang diterjemahkan menjadi "esa", "pertama", "satu", yaitu kesatuan yang kompleks, bukan kesatuan yang absolut [2]

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana Tuhan itu seperti bilangan dua dikurang satu hanya satu! Esa yang disandangkan untuk Tuhan bukan hitungan matematis! Itu numeric atau angka mutlak tidak bisa diganggu gugat ya cuma yang satu itu! Tapi jika Tunggal merupakan sebuah kesatuan. Orang Kristen percaya akan Tritunggal yakni Allah yang Esa (tunggal) sebuah kesatuan. Satu bangsa Indonesia berarti di dalamnya ada jawa, sumatra, Kalimantan dll. Kesatuan Indonesia terdiri berbagai pulau bukan? bagaimana kalau kita membayangkan Indonesia itu Cuma satu numeric? Satu saja tidak ada yang lain?  Allah yang Esa itu bisa memanifestasikan dirinya dengan ribuan cara hanya saja dalam Kekristenan diwujudkan dalam pribadi Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus namun semua tetap satu atau Esa! Seperti tubuh, jiwa dan Roh adalah manusia! Jika manusia yang terdiri dari 3 unsur tersebut disebut hanya satu tubuh saja tanpa jiwa dan roh maka itu bukan manusia melainkan mayat! Jika disebut dengan roh saja maka itu bukan manusia melainkan makluk gentayangan!

Mayoritas dunia ini adalah pemeluk agama Katolik maupun Protestan kecuali prosetan yang menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan yang Esa. Memang harus dipahami orang yang tidak akan bisa mengerti akan Allah yang serba Maha sementara manusia serba terbatas! Jangan memasukkan Tuhan yang Maha Esa dalam pola pikir sempit hanya satu numeric saja! Klaim demikian tidaklah valid karena seperti hitungan dua dikurang satu adalah satu selesai! Tuhan yang Maha Esa itu terlalu dasyat. Jika kita kita mau mengerti tentang Dia sangat mustahil itu seperti memasukkan seluruh air laut ke gelas yang ada di tangan kita! Mungkin dapat diibaratkan seperti kecoak ingin main internet berselancar di dunia maya! Mustahil, masih  ngga ngerti Ketuhanan yang Maha Esa?



[1] http://satya-kumara.blogspot.co.id/2013/06/ESA-dalam-silapertama-bukan-berarti-satu.html

[2] http://www.Sarapan pagi.org

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.