Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1224
Kemarin875
Minggu Ini1224
Bulan Ini11402
Total Pengunjung858841

IP Kamu 54.198.205.192 Monday, 12 November 2018

Guests : 23 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MENYINGKAP MATA KE TIGA

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

Selain panca indera (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecap) yang kasad mata manusia memiliki indera lain yang tersembunyi di dalam,  orang menyebutnya sebagai indra rohani yakni indra esoteric[1] indra ini sebagi lawan dari eksotorik.[2] Indra esoteric tidak biasa diajarkan banyak orang hanya orang-orang tertentu saja sementara eksorik hal-hal yang tidak menjadi rahasia umum. Kemampuan seseorang melakukan segala sesuatu melalui indra yang tidak terjangkau oleh panca indera orang menyebutnya indra ke enam yang disebut disebut sebagai ESP (Extra Sensory Perception) atau orang menyebutnya sebagai indra intuisi atau sixth sense. Jika memverifikasi panca indra seseorang akan sangat mudah namun untuk indra ke enam ini akan sangatlah sulit karena tidak dimiliki semua orang. Sebagian orang masih alergi terhadap indra ini, namun sebenarnya hal ini bukan mitos melainkan sebuah realitas yang ada diantara kita. Untuk beberapa orang didapati memperoleh karunia khusus sehingga dapat melakukan segala sesuatu di luar jangkauan panca indra. Sebagian lagi dapat melakukannya karena mempelajarinya sehingga mendapat porsi yang sama seperti orang yang memiliki karunia tersebut.

Ada yang menyebutkan indra yang tidak kelihatan ini sebagai mata ke tiga. Dalam uraiannya bramanto menerangkan mata ketiga adalah merupakan mata spiritual yang terletak diantara 2 alis, bentuknya seperti mata fisik yang terbalik, memanjang dari atas ke bawah. Mata ketiga memiliki inti yang letaknya di kelenjar pineal. Sebutan istilah “kelenjar pineal” menciptakan aura yang gaib. Ahli filsafat, fisiologi, fisika, ilmu pengetahuan alam dan matematika Perancis yang terkenal, Rene Descartes (1596 – 1650) menyebutnya “pusat dari jiwa.” Yang lain mempercayai inilah Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan menyampaikan berbagai pesan ke tubuh. Penelitian akademik baru-baru ini telah menemukan bahwa kelenjar pineal berisi sel-sel peka cahaya yang berfungsi seperti sel-sel retina mata, yang membuktikan kebenaran bahwa kelenjar pineal dapat “melihat.” Kemudian, dikenal juga sebagai “mata ketiga.” Penelitian modern pada produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah membongkar sedikit misteri kelenjar pineal.[3]

Indera rohani secara keseluruhan orang menyebutnya sebagai cakra. Dalam Hinduisme dan dalam sebagian budaya Asia, cakra dipahami sebagai pusat energi metafisik dan/atau biofisis dalam tubuh manusia. Gerakan Zaman Baru dan, sampai tingkat tertentu, gerakan Pemikiran Baru yang sangat berbeda, juga telah mengadopsi dan mengembangkan teori ini. Kata "cakra" berasal dari bahasa Sanskerta चक्र yang berarti "roda" atau "lingkaran" (juga kata-kata yang terkait dengan kedua kata tersebut), dan kadang-kadang juga merujuk kepada "roda kehidupan". Beberapa sumber tradisional menyebutkan ada lima atau tujuh cakra, yang lainnya menyebutkan delapan.[4] Cakra di dalam diri seseorang sebenarnya sejumlah 365 titik cakra.[5] Bisa dibayangkan betapa hebat Allah menciptakan manusia dengan meletakkan kemampuan spiritual atau indera rohani yang luar biasa. Jika saat ini terkenal dengan tujuh cakra yang dikembangkan.

Indra special ini di era baru orang menyebutnya sebagai anak indigo. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa dan bahkan supranatural. Banyak orang yang menganggap bahwa orang Indigo selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis atau paranormal. Padahal, kemampuan mereka itu asalnya dari daya otak yang mampu bekerja lebih dibandingkan manusia pada umumnya. Hingga akhirnya mereka pun bisa memiliki kemampuan seperti telepati, mendapatkan vision atau pandangan, menguasai sembilan bahasa tanpa pernah belajar dan kemampuan meneliti sesuatu secara luas dan cepat. Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan oleh cenayang Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an.Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna) yang didalamnya menjelaskan bahwa semenjak pertengahan tahun 1960-an, ia mulai menyadari bahwa ada banyak anak yang lahir dengan aura “indigo”[6]

Orang harus sadar bahwa interaksi panca indera yang baik dapat mencerdaskan Intelligence Quotient (IQ)  atau nilai kecerdasan seseorang. Melalui penglihatan dan pendengaran seseorang dapat membaca atau mendengar belajar pengetahuan sehingga otak mendapat input yang akurat sehingga menjadikan seseorang cerdas dalam pola pikir. Kecerdasan dan tingginya pendidikan seseorang pada umumnya mereka dapat mengontrol EQ (Emotional Quotient) yakni emosi dan perasaannya. Namun SQ (Spiritual Quotient) yakni kecerdasan spiritual tidak semudah mempelajari sesuatu hanya untuk dimengerti dalam ranah pengetahuan melainkan sebuah perjalanan dan pergumulan yang didasarkan atas pemahaman akan sesuatu yang tidak kelihatan yakni Tuhan sendiri. Kecerdasan spiritual ini berbeda dengan agama yang melembaga. Kecerdasan spiritual berlaku secara personal bukan korporat.[7]

Allah menciptakan dua alam yang berbeda yang satu kasat mata dan yang lainnya tersembunyi dan tidak bisa dilihat orang pada umumnya. Paulus mengatakan :

 

karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.[8]

 

Sejarah penciptaan alam semesta tercatat secara lengkap dalam Kitab kejadian. Informasi yang diberikan bahwa penciptaan yang kasad mata tersebut merupakan hasil kerja Allah tunggal. Termasuk didalamnya bagaimana manusia tercipta sebagai makluk yang paling mulia bukan dari monyet seperti apa yang Darwin katakan dalam teori evolusinya. Jonathan black dalam bukunya sejarah dunia yang disembunyikan mengatakan : “gagasan masuk akal untuk mengatkan bahwa yang kali pertama tejai lebih merupakan kejadian mental daripada kejadian fisik? Gagasan tentang kejadian mental yang menghasilkan efek fisika mungkin pada awalnya tampak kontra intuitif, tetapi kenyataannya itu adalah sesuatu yang kit alami sepanjang waktu. Misalnya, apa yang terjadi ketika gagasan muncul dalam benak saya-seperti “Akuhanya harus mengulurkan tanganku dan membelai pipinya” merupakan sebuah denyutan yang melontarkan sebuah sinaps dalam otak saya, sesuatu sperti aliran listrik yang menggerakkan saraf dan tanga saya yang bergerak.[9]

Jonathan Black ingin mengatakan bahwa penciptaan pertama kali terjadi bukan secara fisik melainkan berada dalam ranah pola pikir suatu pribadi yang tidak kelihatan yakni Allah. Sebelum Allah menciptakan segala sesuatu Ia menunjukkan Identitasnya terlebih dahulu yang orang tidak bisa memahaminya, Alkitab jelas mengatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.[10] Pribadi Allah yang pertama kali diperkenalkan sebagai Pencipta. Lebih lanjut sebelum Allah menciptakan manusia Allah sendiri memperkenalkan keinginan, hasrat hati dan cita-citanya menciptakan manusia. Settingan manusia sebelum tercipta sudah ada dalam diri Allah.

 

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."[11]

 

Sebelum manusia tercipta Tuhan menyetting manusia sesuai dengan pola pikirNya. Disain di dalam diri manusia sebenarnya jauh lebih kompleks dibanding luarnya. Sebuah casing Handphone atau komputer jauh lebih sederhana dibanding kerumitan mesin di dalamnya demikian juga manusia. Eksistensi manusia yang sebenarnya bukan tampak dari luar melainkan dari dalam. Sebuah kado dimanapun juga isinya jauh lebih bernilai dari bungkusnya. Nilai yang lebih mahal dan istimewa terletak di dalamnya bukan diluarnya. Demikian juga manusia, panca indra merupakan casing yang di dalamnya terdapat indra-indra yang jauh lebih banyak. Alam yang kelihatan ini jauh lebih kecil di banding alam yang tidak kelihatan sehingga Allah memberikan indra rohani jauh lebih banyak dibanding indra jasmani.

Ketika Allah menghembuskan nafas di dalam diri manusia,[12] Allah sedang memberikan seluruh energy-Nya ke dalam diri manusia sebagai makluk yang termulia, kalau diterjemahkan bebas ayat itu mengatakan bahwa Allah menghembuskan neshama didalam manusia sehingga manusia memiliki nefes (nafas). Neshama adalah percikan Illahi yang membedakan manusia dengan binatang yang sama-sama memiliki nafas hidup. Kemampuan melihat hal-hal yang akan datang, mengerti sebelum melihat dan mengucapkan hal-hal yang belum terjadi tidak terletak pada otak manusia dan ungkapan lidah bibirnya namun berada dalam neshama yakni indra Illahi yang ada didalamnya.

Sejak awal manusia tidak pernah mempersoalkan bentuk fisik bahkan mereka telanjangpu tidak mereka sadari. Mengapa karena manusia lebih dominan indra rohaninya, bagaimana manusia bergaul dengan Allah yang roh[13] manusia menggunakan indra rohaninya yang penuh kemuliaan. Setelah pertemuannya dengan lucifer maka si iblis inilah yang menutup semua indra rohani yang berasal dari neshamanya Tuhan. Manusia sadar bahwa  mereka telanjang[14]  sejak semula manusia telanjang dan tidak pernah mempersoalkan rasa malu atau berpikir jorok karena seluruh tubuh manusia diselimuti dengan kemuliaan Allah. Neshamanya yakni energy yang termasuk indra Illahi di dalam manusia yang sangat dominan namun setelah itu diangkat maka yang terdepan di dalam diri manusia adalah panca inderanya sehingga perasaan malu karena ketelanjangan.

Paulus mengingatkan bahwa mengantisipasi pekerjaan setan itulah maka orang percaya harus sadar bahwa peperangannya bukan melawan darah dan daging melainkan penguasa di udara.[15] Namun sebelum memasuki peperangan alam rohani, orang harus bertumbuh terlebih dahulu. Indra rohani yang benar bukan dimaksudkan dapat melihat setan, iblis dan deretan-deretan makluk halus lainnya melainkan dalam hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi. Untuk dapat memasuki dan menjadi warga negara sorga pertama-tama orang harus mengembangkan iman yang benar yakni iman diadopsi menjadi anak Allah[16] dan pengakuan pribadi akan sang juru selamat.[17]

Proses itu melalui kelahiran baru dengan perubahan DNA dari sorga. Ini penting dan mutlak sebab Yesus mengatakan bahwa barang siapa tidak lahir baru tidak akan melihat kerajaan Allah. Melihat saja tidak apalagi masuk. Jadi hampir tidak ada artinya agama apapun termasuk agama Kristen jika tidak mengalami lahir baru maka vonis pengadilan Sorga mereka tidak dapat melihat sorga.[18] Kelahiran baru ini menjadikan seorang yang percaya kepada Kristus mengalami kelahiran bayi rohani. Petrus mengatakan dengan jelas,

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,[19]

Proses pertumbuhan panca indra jelas demikian juga indra rohani. Ada banyak indra rohani namun yang terutama menjadi pembahasan ada mata rohani. Orang yang memiliki mata rohani dapat melihat segala sesuatu dibalik dunia yang kasad mata.  Ini berlaku bukan saja pada waktu zaman nabi-nabi dalam Perjanjian Lama melainkan juga Perjanjian baru dan terus berlangsung diantara banyak orang-orang yang diberi karunia penglihatan.

Kisah tentang Raja Aram, Benhadad, menyerang Israel, tetapi Elisa selalu memberitahukan strategi raja Aram itu kepada raja Israel, sehingga serangan-serangan dapat digagalkan. Setelah Benhadad diberitahu mengenai kemampuan nabi Elisa untuk mengetahui rencana rahasia raja itu atas kuasa Tuhan, Benhadad mengirim pasukan besar ke Dotan untuk menangkap Elisa. Namun Tuhan membutakan mata orang-orang itu dan Elisa menuntun mereka ke raja Israel. Elisa menyuruh raja Israel untuk menjamu mereka dan membiarkan mereka pulang ke Aram. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel. [20]

Mata rohani Elisa dapat melihat harga makanan yang sangat mahal menjadi sangat murah, prediksi ini terjadi,

Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."[21]

 

Tetapi raja Benhadad sendiri maju mengepung Samaria, sehingga kota itu kekurangan makanan. Raja Israel malah mengirim orang membunuh Elisa, tetapi Elisa sudah tahu rencana itu, sehingga raja tidak jadi membunuhnya. Bujang Elisa tidak mengerti bahwa disekelilingnya banyak malaikat yang menyertainya sehingga ia sangat ketakutan melihat tentara-tentara yang hendak menyerangnya. Namun Elisa berdoa agar mata bujang tersebut dibukakan.

 

Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.[22]

 

Penglihatan mata rohani tidak hanya melihat perkara-perkara yang supranatural melainkan dapat melihat tembus pandang dari jarak manapun juga. Yesus Kristus sering melakukan penglihatan yang spektakuler, ia menyuruh mempersiapkan Paskah kepada para muridNya,

 

Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"[23]

 

                Yesus juga melihat ikan yang menelan 2 dirham untuk membayar pajak, supaya tidak menjadi batu sandungan terhadap orang-orang yang membayar pajak.

 

Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."[24]

 

Yesus sendiri bukan saja melihat segala sesuatu yang belum terjadi tetapi ia dapat mengatakan secara rinci tentang dirinya, kapan ia akan mati, bagaimana caranya dan siapa yang mengkhianatinya. Ia juga membuka mata para muridNya ketika bersama Elia dan Musa ketika Yesus dipermuliakan di atas gunung, sehingga Yohanes, Petrus dan Yakobus melihat sebuah penglihatan yang spektakuler[25]

 

Para nabi-nabi dalam Perjanjian lama pada pada umumnya hidup dalam mata spiritual yang dapat diceritakan, Yesaya mengkisahkan bagaimana melihat sorga dengan segala kemuliaanNya,

 

Dalam tahun matinya  raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang,  dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki n  mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya! " Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. [26]

 

 

Musa sebelum pergi membebaskan bangsa Israel mengalami penglihatan yang spektakuler tentang kehadiran Allah disemak belukar. Bukan saja penglihatan melainkan percakapan yang membuat Musa harus pergi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.

Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus. Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.[27]

 

Penglihatan seperti ini sering terjadi di dalam kehidupan para nabi-nabi dalam Perjanjian lama maupun rasul-rasul dalam Perjanjian Baru. Yehezkiel menerima penglihatan seperti yang dilihat oleh Yesaya yakni tentang keberadaan sorga[28] penglihatan ini juga terjadi pada nabi-nabi  seperi Daniel Hosea, Zakharia serta dalam perjanjian baru seperti Yohanes yang melihat tentang akhir dunia ini. Mereka dapat mengungkapkan secara rinci skenario perang dunia ketiga dengan berbagai macam gambaran-gambaran di zamannya.

Mata rohani dapat juga menafsirkan mimpi yang tidak pernah dapat diartikan oleh orang lain. Penafsiran mimpi ini di dapat dari karunia atau kedekatan secara pribadi dengan Tuhan sehingga dapat mempermuliakan Tuhan dalam menafsirkan mimpi. Yusuf seorang yang melihat masa depan melalui mimpinya sejak muda. Ia sudah memberitahukan kepada saudar-saudaranya bahwa keluarnya akan menyembahnya melalui mimpi bulan dan bintang. Realitasnya saudara-saudaranya bersujud dihadapannya ketika membeli gandum disaat terjadi kelaparan hebat di seluruh negeri. Yusuf dapat menafsirkan mimpi raja tentang bulir gandum dan sapi yang kurus memakan yang gemuk namun tetap kurus yang berarti akan terjadi masa kelimpahan dan masa kelaparan[29]

                Hal senada terjadi di zaman Babelonia dimana Daniel selalu dapat menafsirkan mimpi raja sekalipun raja lupa mimpinya sendiri maka Daniel mampu memberitahukan mimpinya sekaligus penafsirannya.[30] Ada banyak kisah-kisah spektakuler dalam Alkitab yang menceritakan pentingnya mata rohani untuk dapat hidup dalam ekosistem Kerajaan Allah. Namun yang pertama harus disadari bahwa segala sesuatu yang Allah inginkan sudah diformat dalam sebuah kebenaran dimana kerinduan kita akan firman akan membuka mata rohani kita Pemazmur berdoa agar matanya dapat disingkapkan[31] Sementara Paulus berdoa untuk penyingkapan mata rohani :

 

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati  dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan   dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.[32]

 

Bagaimanakah kita dapat memperoleh mata rohani tersebut? Belajar dari para nabi dan rasul yang mendapat karunia tersebut, pertama-tama harus dipahami mereka adalah orang-orang yang taat kepada panggilan. Mereka orang-orang yang tidak mengeraskan hati ketika menerima panggilan dan mencintai prosesnya. Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman"[33], memang tidak mudah mengetahui panggilan secara khusus, seperti Samuel ketika menerima panggilan dari Tuhan tidak mengetahuinya. Tuhan harus berulang kali memanggilnya namun akhirnya samuel taat[34] ketaatan inilah yang merupakan kunci bagaimana Yesaya memberikan tanggapan akan panggilan Tuhan, siapakah yang akan Aku utus? Yesus menjawab utuslah aku Tuhan.[35] Ketaatan akan perintah Allah merupakan kunci memasuki dunia supra natural. Undang-undang Kerajaan Allah tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selamanya yakni FirmanNya ya dan Amin. Untuk itu dibutuhkan sebuah hati yang rindu akan kebenaran Firman Tuhan. Pemazmur memiliki kesukaan akan Taurat Tuhan dan merenungkan Taurat itu siang dan malam.[36] Kemampuan untuk memiliki kerinduan akan Firman Tuhan haus dan lapar akan kebenaran harus diminta kepada Tuhan. Karena mata jasmani kita lebih menyukai hiburan dan perkara-perkara dunia ini. Dosa pertama yang membutakan seluruh indera rohani adalah berawal dari penglihatan yang menyesatkan karena tidak mau taat akan perintah.

 

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.[37]

 

Penglihatan mata jasmani yang menyesatkan akan membuat perkenanan Allah hilang, dan dapat dipastikan hal tersebut menutup segala nuansa spiritual  di dalam diri orang percaya,

 

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.[38]

 

Hal yang kedua yang perlu diperhatikan mereka yang memiliki indera ke enam adalah mereka yang menjaga kekudusan dan tidak jatuh dalam dosa percabulan dan perzinahan, Yusuf hidup dalam kepercayaan penuh Potifar, ketika istrinya menggoda untuk tidur bersamanya, reaksi Yusuf sangat berbeda dibanding dengan pria-pria dimanapaun ia berkata :

 

selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"[39]

               

Hal senada dilakukan oleh Daniel sadrach, Mesak dan Abednego dengan tidak menajiskan makanan raja yakni makanan haram yang merupakan kekejian bagi orang Yahudi pada umumnya.[40] Kekudusan inilah yang akan membuat seseorang berkenan kepada Allah sehingga jauh dari perbuatan jahat. Karena kejahatan bukan saja menutup mata rohani melainkan membuat murka Allah. Kejahatan Kain dalam membunuh adiknya membuat Allah mengejar Kain dan menghukumnya.[41] Kejahatan Sodom gomora membuat Allah turun menghukum mereka,

 

Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."[42]

 

 Kejahatan bangsa Mesir dalam menindas umat pilihan membuat Allah mendengar jeritan mereka dan Ia berperkara untuk turun menolong.

 

Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.[43]

 

Biasanya orang yang menyengsarakan orang lain dan membuat kejahatan memiliki mata jasmani yang tega dan tertutup terhadap penderitaan orang lain terlebih orang miskin, kitab Ayub mengatakan

 

sehingga mereka menyebabkan jeritan orang miskin naik ke hadapan-Nya, dan Ia mendengar jeritan orang sengsara.[44]

 

Sebagai kesimpulan bahwa indra rohani sangat dibutuhkan di dunia yang semakin menutup mata untuk kebenaran. Setiap orang percaya yang ingin mempertajam indera rohani harus memaksakan diri untuk haus dan lapar akan kebenaran dan sesudah mendapatkannya harus taat kepada panggilan yang Tuhan berikan. Terus hidup dalam kekudusan dan tidak berlaku jahat terhadap sesamanya. Kiranya Tuhan memberkati. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 



[1] Esoteric artinya dari dalam (http:// http://webstersdictionary1828.com/Dictionary/esoteric)

[2] Exsotorik artinya luar (http://webstersdictionary1828.com/Dictionary/exoteric

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Cakra

[5] http://www.tejasurya.com/meditasi-yoga/tentang-cakra/29-pembagian-cakra.html

[6] http://www.portal-gallery.com/pengertian-indigo-serta-jenis-kemampuannya/

[7] korporat/kor·po·rat/ a bersifat atau berkaitan dengan korporasi; berbadan hukum: identitas -- dapat berupa nonfisik seperti nilai-nilai dan filosofi yang dianut perusahaan

[8] Kolose 1:16

[9] Jonathan black, sejarah dunia yang disembunyikan, PT Pustaka Avabet, 2016, hal 17-18

[10]  Kejadian 1:1

[11] Kejadian 1:26-28

[12] Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk   manusia itu dari debu  tanah  dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup .

[13] Yohanes 4:24 llah itu Roh y  dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran

[14] Kejadian 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut,     karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

[15]  Efesun 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,  melawan penguasa-penguasa,   melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

[16] Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

[17]  Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati kamu akan diselamatkan

[18]  Yohanes 3:3,5,7

[19]  1 Petrus 2:2

[20]  2 RAJA 6:8-23

[21]  2 raja 7:1-2

[22]  2 raja 6:17

[23]  Markus 14:13-15

[24]  Matius 17:27

[25]  Matius 17:1-8

[26]   Yesaya 6:1-4

[27]  Keluaran 3:1-7

[28]  Yehezkiel 1

[29]  Kejadian 41.

[30]  Daniel 2

[31]  Mazmur 119:18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

[32]  Efesus 5:18-21

[33]  Ibrani 3:15

[34]  1 samuel 3

[35]  Yesaya 6:8

[36]  Mazmur 1:2-3

[37]  Kejadian 3:6

[38]  1 Yohanes 2:16

[39]  Kejadian 39:7-9

[40] Daniel 1:8

[41] Kejadian 4

[42]  Kejadian 18:21

[43]  Keluaran 3:7-9

[44]  Ayub 34:28

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.