Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini913
Kemarin1683
Minggu Ini3968
Bulan Ini40421
Total Pengunjung1477554

IP Kamu 34.204.193.85 Wednesday, 27 May 2020

Guests : 13 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

KUASA SUPRANATURAL ORANG PERCAYA

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

Kehadiran Yesus di bumi ini memberi orang percaya otoritas supranatural, Ia berkata : Kepadamu akan Kuberikan kunci   Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga (Matius 16:19) Martin Harun OMF dalam tafsirannya juga mengatakan yang diberikan kepada Petrus bukanlah kunci pintu masuk ke surga (kunci “pintu gerbang Hades). Kerajaan surga adalah idiom Yahudi untuk kerajaan Allah yang diprakarsai Yesus di dunia ini. Dalam menegakkan pemerintahan Allah di bumi ini Yesus kelak bangkit dan mendelegasikan pelaksanaan kuasaNya kepada Petrus[1]. Kunci yang dimaksud ini memiliki kemiripan dengan Elyakim yang diserahi kuasa kuasa eksekutif rumah Daud ke atas bahunya, Aku akan menaruh kunci rumah Daud  ke atas bahunya:  apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka (Yes 22:22). 

Kunci yang dimaksud memiliki persamaan dengan wahyu 3:7 yang mengatakan : “ Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia :  Inilah firman dari Yang Kudus,  Yang Benar,  yang memegang kunci Daud;  apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Kunci kerajaan Sorga yang Yesus berikan memberikan kuasa untuk mengikat dan melepaskan. 

Petrus diberi mandat oleh Kristus Yesus untuk membuka pintu agar setiap orang bisa masuk dan menikmati kerajaan Allah yakni kerajaan yang tidak kasad mata. Hal ini berbeda orang Farisi dan Ahli Taurat yang mereka yakini memiliki kemampuan membawa umat ke sorga karena berbagai macam peraturan yang ada namun realitasnya justru mereka menutup kerajaan Sorga. 

Yesus berkata :  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha  untuk masuk (Matius 23:13)

Pada prinsipnya kekristenan adalah kehidupan yang mengikuti pola Kristus yang hidup dalam kerajaan Allah dengan segala kuasa yang diberikanNya. Paulus menegaskan bahwa Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,  tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Paulus mengingatkan bahwa kerajaan Allah bukanlah kepuasan lahiriah yang digambarkan dengan makanan dan minuman melainkan kepuasan spiritual yakni kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Yesus memberikan kunci bukan kerajaan dunia melainkan kerajaan Allah yakni suatu kerajaan yang tidak berada dalam dunia ini. Posisi kerajaan itu ada dibalik kehidupan yang kasad mata.  Yesus Kristus memberikan kepercayaan kepada setiap orang percaya seperti memberikan kuasa kepada Adam dan Hawa untuk memasuki Taman Eden dan berkuasa untuk melakukan segala sesuatu yang dimandatkannya. 

Ucapan Yesus merupakan reaksi dari pengakuan Petrus yang memberikan jawaban yang tepat tentang identitas Yesus sebagai pribadi yang Illahi yakni Mesias Anak Allah yang hidup. Mesias adalah gelar resmi dari tokoh utama yang dinanti-nantikan oleh orang Yahudi, yang memiliki konsep orang yang diurapi (Yes 51:1), orang yang dipilih Allah (Yes 41:25).

 Ditetapkan untuk menggenapi suatu tujuan penyelamatan bagi umat Allah (Yes 45:11-13), Menggenapi hukuman terhadap musuh-musuhNya (Yes 47), diberi kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa (Yes 45:1-3) Namun sesungguhnya yang bertindak adalah Yahweh sendiri (Yes 45:1-7)[2].  Hanya Yesuslah yang memiliki kuasa dunia yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, katanya : “"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:18).

 

Tinggal sebagai warga kerajaan yang supranatural

Formasi spiritual dalam Kristus adalah proses yang tertata[3] . Harus dipahami Allah juga bisa berkuasa atas segala ketidakteraturan namun demikian Ia datang mengadakan transformasi spiritual sejati di dalam diri orang percaya. Ia menghindarkan diri dari ritual-ritual yang sulit untuk orang datang kepadaNya. 

Ia menaruh iman di dalam diri seseorang untuk percaya kepadaNya supaya diselamatkan. Iman dimulai dari percaya Kristus dan Allah (Yoh 14:1   "Janganlah gelisah  hatimu; percayalah  kepada Allah,   percayalah juga kepada-Ku), dan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,  satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus). Dampak dari janji keselamatan ini kehadiranNya memberikan dunia baru bari orang percaya yakni Kerajaan Allah.

Kerajaan dalam bahasa Yunaninya   basilea yang artinya kerajaan dalam pemerintahan “dunia”, atau “kedaulatan”  kuasa kerajaan. Ini berasal dari kata basileus yang berkaitan dengan gagasan tentang “dasar kuasa” (strong G935)[4].  Kerajaan Allah yang tidak kasad mata, kekal dan permanen membawa dampak pada dunia yang kasad mata, fisik dan natural dengan memakai para pria dan wanita yang dilahirkan oleh Roh ke dalam kerajaanNya[5]. Yesus Kristus sendiri telah memproklamirkan bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Katanya : “ ’Bertobatlah, kamu sekalian, sebab kerajaan surga sudah dekat.’ ”.  Ia terus memerintahkan untuk mengutamakan tentang kerajaan tersebut dengan perkataan : “ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33). Pola hidup yang harus selalu dalam kerajaan harus terus diminta agar setiap orang percaya hidup dalam kerajaan Allah. Dalam doa Bapa kami Yesus sendiri mengajarkan : “datanglah Kerajaan-Mu,  jadilah kehendak-Mu  di bumi seperti di sorga. 

Pokok utama kehidupan yang Yesus ajarkan bagaimana setiap orang percaya tinggal dalam wilayah kerajaan Allah sebab kerajaan Allah ada diantaramu (Lukas 17:21). Secara resmi Yesus memberikan kerajaan itu kepada orang percaya untuk tinggal di dalamnya. Janganlah takut,  hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu (Lukas 12:32). Prinsip-prinsip hidup kerajaan harus mendominasi orang percaya sehingga Yesus sendiri berdoa dan menyatakan bahwa hanya orang-orang pilihan yang menerima anugerah dari Bapa. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa,  Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil (Matius 11:25). Kekristenan menerima sesuatu yang tersembunyi yang berasal dari Allah yaitu hal-hal yang tersembunyi (occult). 

 

Hidup dalam pimpinan Roh Kudus 

Di dalam iman kepadaNya akan didapati  temuan-temuan transformatif yang akan mengalir deras dari dunia rohani dimana peran Roh Kudus sangat dominan. Yesus Kristus mengatakan : barangsiapa percaya  kepada-Ku, seperti yang dikatakan  oleh Kitab Suci : Dari dalam hatinya  akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yoh 7:38). Sukacita kekristenan bersumber pada Pimpinan Roh Kudus yang merupakan standar orang percaya. Kata dalam hatinya diambil dari bahasa Yunani koilia  dibaca koy-lee'-ah yang memiliki arti rahim[6].  Matthew Henry memberikan pengertian bahwa dari dalam jiwanya  yang merupakan sasaran pekerjaan roh dan tahta pemerintahanNya. Disanalah dasar atau bahan yang penuh kemurahan dan mujlia itu ditanam, dan dari hati yang di dalamnya Roh tinggal terpancar kehidupan (ams 4:23). Disana penghiburan penghiburan Ilahi menetap dan ada kesenangan yang tidak dapat dirasakan orang lain. 

Roh Kudus yang memampukan setiap orang percaya kembali dalam persatuan dengan yang Illahi. Benih Roh Kudus yang menghadirkan Yesus, Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus  akan turun atasmu  dan kuasa Allah Yang Mahatinggi  akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah (luk 1:35). Matius ingin mengatakan bahwa yang Kudus anak Allah itu menyatu dalam diri orang percaya.   “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel[7] " --yang berarti: Allah menyertai kita (Mat 1:23 Bdk Yes 7:14). 

Bambang Noorsena dalam bukunya menyongsong ratu adil menjulikan tentang Tritunggal yang diartikan dalam bahasa jawa manunggaling kawulo gusti yang menyajikan 3 varian salah satunya  pendapat Zoermulder mengistilahkan penghayatan “manunggaling kawulo Gusti” lebur tanpa dualitas adalah “radicate monism” atau ungkapan aslinya dalam hinduisme ; advaita (bukan dua, nondualisme). Kawulo gusti lebur hingga tak terbedakan lagi; Tat Twan Asi (Aku adalah kamu, kamu adalah Aku[8]

Pribadi yang paling mistis di dunia adalah Yesus Kristus sendiri. KehadiranNya yang berasal dari Keilahian menjadi manusia untuk menyatukan manusia dengan Sang Ilahi itu sendiri. Ini merupakan hal yang tersembunyi (occult) berabad-abad dan dipresentasikan dalam Kristus dimana banyak bangsa akan mendengar dan melihat tapi tidak mampu.

Perjanjian baru mengungkapkan kebenaran, maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya” (Mat 13:10-17). Kebenaran ini menyatakan bahwa kekristenan harus melihat apa yang orang lain tidak lihat dan mendengar apa yang mereka tidak dengar.

Dalam tulisanya kepada Jemaat di Korintus Paulus mengatakan :“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (2 Korintus 4:18 ). Hidup orang percaya tidak lagi berdasarkan hal-hal yang kelihatan. Selanjutnya Paulus mengatakan : “tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dfan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia ( 1 Korintus 2:9). 

Untuk menangkap maksud dan rencana Allah yang tidak bisa dijangkau dengan indera jasmani maka Allah memberikan Roh KudusNya.  Yesus berkata : “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,  Dialah yang akanmengajarkan segala sesuatu  kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yoh 14:26). Peran roh Kudus itulah yang memampukan setiap orang percaya untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Paulus mengatakan : “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah (Rom 8:14). 

Kesimpulan Kekristenan agama supranatural memiliki pijakan dalam kebenaran Alkitab melampaui semua mistik dan filsafat manapun juga. Dilihat dari substansi dari agama sendiri yang mempercayai makluk yang supranatural. Kekristenan memberikan identitas yang jelas tentang makluk yang supranatural tersebut adalah Allah Tritunggal yang hadir dalam Kristus Yesus. 

Ia bukan saja menjadi penyelamat yang pernah ada dalam sejarah namun Ia hidup masih menyertai orang percaya. Pribadinya yang adikodrati memiliki kuasa di langit dan di bumi (Mat 28:18). Ia berperan aktif menjadi menusia dan hadir di bumi bukan di langit ke tujuh melainkan hadir ditengah-tengah kehidupan manusia (Yoh 1:14). 



[1] Martin Harun OMF., Matius Injil segala bangsa (Yogyakarta, PT. Kanisius, 2017), 228

[2] JD Dauglos, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini,  (Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, cet 1, 1995),57

[3] Dallas Willard. Renovation Of the Hearth, (Malang, Literatur saat, cet 1, 20015), 15

[4]  Guillermo Maldonado., kerajaan kuasa bagaimana mendemontrasikan kuaa tersebut sekarang dan saat ini juga, (Jakarta, light publishing, cet 1, 2012), 16

[5]  Ibid, 17

[6] software sabda http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=2836

[7] Imanuel atau Immanuel adalah sebuah nama yang berasal dari עִמָּנוּאֵל " beserta kita". Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya "beserta kita", "bersama kita" atau "dengan kita). Dalam nama ini juga dipakai sebagai salah satu nama . Nama ini disebutkan dalam  dan serta tersirat dalam  pada  di  lalu juga muncul dalam , yakni dalam  yang mengutip dari . Sumber (https://id.wikipedia.org/wiki/Imanuel)

[8] Bambang Noorsena., menyongsong ratu adil, (Yogya karta, Andi Offset, 2003),193

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.