Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini759
Kemarin622
Minggu Ini760
Bulan Ini12995
Total Pengunjung587543

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 69 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MEMBURU BAHASA ROH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

timotius bakti s.jpg
        Kekristenan adalah agama supranatural yakni agama yang mengajak para pengikutnya untuk gandrung atau tergila-gila akan pribadi yang tidak kelihatan yakni Allah yang benar yang hadir didalam Yesus Kristus. Namun mayoritas yang ada dilingkungan aliran gereja bebas Indonesia, yang terjadi sebaliknya mereka malah kurang interes akan pribadiNya malah justru karuniaNya. Salah satu karunia yang tersebut adalah bahasa roh “glosolalia” . Karunia ini dianggap zimat mujarab yang akan memberi nilai plus bagi anak-anak Tuhan. Lebih lanjut karunia yang satu ini dianggap tanda satu-satunya bagi mereka yang sudah menerima baptisan Roh Kudus!

      Tidak peduli karakternya amburadul “bad charakter” asal ia bisa nrojos bahasa asing yang tidak dimengerti orang lain termasuk pendetanya, ia terhisab orang yang bisa dipakai menjadi pelayan Tuhan! Dikalangan gereja yang menekankan karunia yang dianggap “the best of the best” ini terkadang ada jemaat menganggap rendah hamba Tuhan yang tidak berbahasa roh. Bahkan tidak jarang ada jemaat yang ngacir keluar dalam ibadahnya dan tidak mau mendengar kotbah pendeta gara-gara dalam doa penghantar Firman sang pendeta tidak terdengar bahasa asing dari mulutnya.

Jika Seorang takut dikatakan tidak rohani atau kuatir dianggap belum dipenuhi Roh Kudus maka mulailah anak-anak Tuhan berusaha sekuta tenaga untuk memperoleh karunia glossolalia ini! Alkisah seorang anak Tuhan yang memiliki sebuah kerinduan yang membara, cita-citanya hanya satu hal, supaya ia dapat berbahasa roh. Kerinduan ini baginya segala-galanya, ia berpikir bahwa karunia bahasa roh itu “super eklusive” dibandingkan karunia yang lainnya. Untuk membayar harganya ia rela berdoa, puasa, tirakat, semedi dan mencoba-coba menggerakkan bibirnya seperti yang sudah didengar dan dilihatnya dari orang lain. Tekad ini semakin kuat sehingga ia tidak mau berbahasa roh seperti yang lainnya ia akan minta bahasa roh yang terbaik melebihi saudara-saudaranya seiman. Sesudah petualangannya selesai maka ia mulai berbahasa roh dengan kalimat (contoh)

"Ei Huios ei tou Theou, eipe hina hoi lithoihoutoi artoi genontai!"

Anak Tuhan tersebut berhasil berkata-kata dalam bahasa asing yakni bahasa yang tidak dapat dimengerti dan didengarnya! Bagi pembaca awampun bahasa diatas adalah bahasa asing, tetapi sayang itu bukan bahasa roh tetapi bahasa Yunani dari Matius 4:3 yakni perkataan Iblis dimana ia menantang Yesus kalau Kau anak Allah jadikan batu ini menjadi roti. Nah... kena tipu bukan? nggak jelas dan nggak bisa di mengerti, oleh sebab itu Alkitab memberikan ultimatumnya, kalau orang berbahasa roh hendaklah ada yang menafsirkannya, asal jangan njeplak kayak sok lebih rohani atau lebih hebat dari yang lain saja!

Banyak anak-anak Tuhan dilingkungan kharismatik begitu getol untuk karunia yang satu ini, bahkan ada pendeta-pendeta Pentakosta memberikan vonis mati “karunia bahasa roh” harus dan mutlak karena sebagai tanda orang yang dipenuhi Roh Kudus sehingga banyak Jemaat dan hamba-hamba Tuhan memburu karunia bahasa roh ini bagaikan memburu harta karun raja Salomo. Bagi mereka yang melamar menjadi pekerja salah satu form yang harus diisi tentang kapan ia dapat berbahasa roh!

       Pengalaman penulis pernah mendapatkan telpon dari seorang hamba Tuhan dari sebuah gereja “X” yang menekankan karunia roh ini sehingga setiap kebaktian sebelum memulai kotbah Pendeta harus berbahasa roh dulu tanpa itu jangan harap jemaat mau mendengar kotbahnya. Tidak jarang jemaat yang tidak mendengar bahasa roh dalam doa pendetanya, langsung pulang tanpa permisi dan tanpa komando. Sehingga pendeta ini harus meniru-niru dan menciptakan bahasa yang tidak dapat di mengerti dalam irama yang sedikit bisa meng “kitik-kitik” sehingga Jemaat sampai geli dan merasa puas, dan mau duduk manis mendengar Firman.

          Lain lagi gereja yang seluruh jemaatnya mendapat karunia bahasa roh, setiap mereka berkumpul dalam doanya mereka tidak lagi menggunakan bahasa yang dapat dimengerti (bahasa Indonesia, red) tetapi semua berbahasa roh sehingga suasana kebaktian bagaikan pasar malam, dengan suitan… suitan tidak karuan, lainnya cit…cicit cuit …cit..cit …. cuit … Yang lain menggema dengan suara lantang ingin menonjolkan bahasa yang diucapkan lebih baik dari pada bahasa lain.

         Bayangkan kalau orang awam masuk dalam ibadah ini, maka ia menganggap mereka yang kebaktian semuanya “sakit ingatan”, sebab sudah tidak mengerti bahasanya, apa yang ia saksikan tangisan, jeritan, raungan, klojotan, menggonggong, mengesot sementara yang lain tertawa terkekeh-kekeh 2 jam tidak berhenti, langsung “nggeblak” jatuh tidak bangun-bangun, sampai orang tuanya mencari-cari! Ada apakah gerangan di gereja?

Mengingat jemaat dan hamba Tuhan harus berbahasa roh maka ada gereja-gereja tertentu berniat membuka kursus bahasa roh, sehingga mereka dapat belajar 3 bulan untuk mendapatkan nya. Adapun alasan gereja yang mengadakan kursus bahasa roh ini didasarkan pada ayat 1 Korintus 12:1 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Mengingat karunia ini didapat dengan berusaha maka diadakanlah kursus kilat dengan berbagai teknik untuk memperoleh karunia ini. Bahkan Para Pendeta yang mengajarkan karunia ini kepada Jemaatnya mulai memberikan beberapa teori.

Pdt. Budi Asali.M. Div dalam laporan internetnya http://members. tripod. com/ gkriexodsus/p, yang termasuk menentang penggunakan bahasa ini sebagai keharusan maka ia memberikan contoh teori-teori pendeta yang menuntut dalam memberikan bahasa Roh. Teori tersebut sebagai berikut:

a. Berhentilah berbicara dalam bahasa saudara sendiri, bahkan jangan mengucapkan sepatah katapun yang saudara kenal.

b. Jangan takut menerima bahasa palsu

c. Berbicaralah dengan penuh keyakinan, dengan iman bahwa Tuhan akan membentuk kata-kata itu menjadi bahasa roh.

d. Jangan pikirkan apa yang kau katakan

e. Kata-kata pertama akan terasa aneh tetapi kalau diteruskan maka bibir/lidah akan bergerak dengan bebas dan Roh Kudus akan mulaimembentuk bahasa roh yang indah.

Teori kedua :

Teori kedua ini lebih sederhana dari teori pertama. Caranya hanyalah dengan mengucapkan kata-kata yang sama secara cepat dan terus menerus dalam waktu yang cukup lama (15-30 menit), contoh kata-kata yang bisa digunakan :

la...la..la........

glory-glory-glory-glory.....

haleluya-haleluya-haleluya......

Praise Him-prise Him.....

Kalau dilihat antara teori pertama dan kedua maka akan nampak jelas bertentangan yang satu mengatakan jangan katakan sepatah katapun bahasa yang dikenal sementara yang lain hanya mengucapkan secara berulang-ulang apa yang sudah didengarnya dan dimengertinya.

Dilain pihak ada juga sebuah selebaran yang perlu dikaji ulang. Kalau selebaran ini benar betapa parahnya gereja Tuhan sekarang namun penulis ragu selebaran gelap ini memiliki data komplit. Selebaran yang berjudul dengan karunia bahasa roh palsu (20 lembar) disebutkan 100 kata bahasa yang merupakan ungkapan santet voodo seperti sikiraba yang artinya Yesus tidak benar! dari data seratus kata ini (sengaja tidak ditulis oleh penulis) terdapat 3 nama setan seperti Hila Yamo, Kiraba Yamo, Hikara Yase, Horaba sake.

Dalam selebaran yang tidak mencantumkan nama tersebut entah takut dikucilkan gereja atau mungkin ia tidak berani memberikan data akurat disebutkan bahwa bahasa yang tertulis (seratus kata) adalah mantra yang diucapkan oleh para dukun voodo. Mantra adalah kalimat rahasia yang digunakan sebagai komunikasi untuk mengundang roh jahat. Jika mantra diucapkan secara tepat oleh hamba iblis maka iblis akan menggerakkan kuasanya untuk tercapainya maksud dalam mantra itu. didalam mantra itu banyak terdapat nama roh jahat salah satunya roh jahat yang bernama Yamo. Beberapa ciri mantra itu ialah.

1. Pengucapannya pada akhir suku kata yang diuang-ulang secara berturut-turu

 

Misalnya: sakarata ta ta ta ta ta ta ta ta ta

sikarata ta ta ta ta ta ta ta ta ta ta

syana na na na na na na na na na

si di di di di di di di di di di did di di

sikarapa pa pa pa pa pa pa pa pa pa

DLL

2. Pengucapan pada akhir kata yang idulang-ulang secara berturut-turut

Misalnya :

sikiraba raba raba raba

sadaralaba laba laba laba

sadaralama lama lama lama

Horalaba laba laba laba laba

dll

3. Pengucapan seluruh kata yang diulang-ulang atau bertele-tele,

Misalnya :

Sikiarawalase sikiarawase sikiarawase

Yase the lord Yase the lord Yase the lord

Sikayanamo sikayanamo sikayanamo

Kirayamase kirayamase kiralamase

Dalam selebaran dengan keterangan akurat ayat-ayat Firman yang jelas menunjukkan identitas penulis bukan orang awam yang ingin mengacaukan gereja karismatik yang berbahasa roh atau merendahkan karunia Roh Kudus. Penulis tanpa nama dalam selebaran yang berisi 20 halaman tersebut dapat dipastikan seorang yang tahu Alkitab karena menyebutkan ayat-ayat secara akurat.

Penulis tidak bermaksud merendahkan atau menghujat Roh Kudus tetapi mengambil sample dari selebaran tersebut sebagai warning anak-anak Tuhan untuk berhati-hati dalam berbahasa roh bukan untuk kesombongan tetapi untuk kerendahan hati! Mungkin saja iblis meniru dan mencatat bahasa-bahasa yang Tuhan berikan kepada anak-anak Tuhan sebagai mantranya sehingga mantra tersebut mirip dengan bahasa roh yang diucapkan oleh anak-anak Tuhan.Kemungkinan kedua memang itu bahasa dari dukun voodo yang dipakai iblis untuk mengacaukan gerejanya. Survey membuktikan gereja yang paling banyak pecah berkeping-keping bukan mereka dari lingkungan Roma katolik tetapi gereja karismatik dan pentakosta! Jumlah perpecahannya berlipat-lipat dibanding gereja yang adem ayem tanpa bahasa roh.

Dalam Encarta 2002 diungkapkan bahwa voodo sebenarnya, agama dari Haiti, juga yang dipraktekkan di Cuba, Trinidad, Brazil, dan Amerika Serikat selatan, terutama Louisiana. Vodou berkombinasi unsur-unsur dari paham Katolik Roma dan agama suku dari Afrika yang barat, terutama sekali Benin. Unsur-unsur lain dari paham Katolik Roma di (dalam) Vodou meliputi penggunaan dari lilin, bel, salib, dan doa dan praktek dari baptis dan membuat tanda dari salib. Pemujaan dalam agama ini dipimpin seorang imam dengan kebudayaan afrika menari,menyanyi dan berpesta memenuhi unsur untuk memanggil arwah.

Semua kepercayaan bahwa ilmu perdukunan berhubungan dengan roh, mereka menggunakan mantera-mantera baik untuk tujuan buruk ataupun tujuan yang baik. Tujuan yang buruk adalah untuk menyantet dan membalaskan dendamnya atau tujuan baiknya untuk menyembuhkan seseorang. Banyak anak-anak Tuhan berdoa kesembuhan terlebih dahulu harus berbahasa roh agar nampak lebih mantap. Kalau demikian halnya maka penggunakan bahasa roh sudah salah kaprah dilingkungan anak Tuhan. Tujuan utama dalam berbahasa roh sebenarnya untuk menguatkan iman pribadi.

Memang banyak ajaran yang kontroversial dilingkungan ahli-ahli theologia tentang karunia roh, bahkan ada yang mengganggap karunia berbahasa roh, adalah karunia masa lalu sehingga gereja yang masih berbahasa roh dianggap bidat dan sesat! Sementara mereka yang merasa diri memiliki karunia ini menganggap gereja yang tidak berkarunia roh adalah gereja tanpa Roh Kudus! Pertentangan terus bergulir, bagaikan reformasi yang tidak kunjung selesai. Sementara yang lain menganggap dirinya pintar mengadakan seminar Roh Kudus, pembicara yang anti bahasa roh dapat mengkritik seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya “seenak udel”nya sendiri, dia pikir doktrinnya paling benar dibanding yang lain. Haruskah orang-orang percaya sibuk dengan perbedaan dokma dan doktrin yang ada? Tuhan sudah akan datang bung! bukan perbedaan tetapi kesatuan iman dalam Yesus yang dibutuhkan menjelang kedatangan Tuhan!

Lebih celaka lagi seorang Song Leader, dan singer ada diantaranya yang naik mimbar pertama-tama tanpa permisi atau shalom atau memberi votum tetapi langsung “nrocos” berbicara tanpa komandodan santun dengan bahasa rohnya sehingga Jemaat yang memang belum siap memasuki ibadah, dipaksa untuk tutup mata, sebagian memperhatikan dengan wajah yang aneh. Mereka yang baru hadir memang mendengar bahasa yang asing dan yang tidak dapat dimengertinya sehingga jemaat yang tidak memiliki roh kharismatik langsung memberikan nilai “miring” kepada song leader dan crew singernya.

Fenomena ibadah orang-orang kafir di zaman purba yang beribadah kepada roh-roh keramat, beribadah kepada setan-setan adalah memiliki kegairahan seketika, luapan emosi,berteriak dengan suara nyaring, mengangkat tangan atau menghentak-hentakkan kaki, kehilangan kesadaran, mengeluarkan busa dari mulut, mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, kehilangan kontrol pikiran dan suasana kacau balau. Sehingga ibadah seperti ini akan sangat menyeramkan, mendatangkan penderitaan jasmani,menghabiskan tenaga fisik bahkan sampai ibadah selesai, hati penyembah yang hadir dalam ibadah ini hampa dan kuatir serta diliputi oleh kebimbangan. Haruskah ibadah anak-anak Tuhan menyontek ibadah kafir zaman Purba? Tidak demikian bukan?

Ada banyak pengajaran dan tafsiran yang beraneka ragam tentang karunia ini namun alangkah baiknya kalau kita sedikit berbincang-bincang imaginatif dengan guru agung kita “Yesus Kristus” dapat dipastikan apa yang telah diucapkan dalam firmanNya akan memuaskan hati setiap orang yang mau terbuka terhadap Firmannya! Inilah percakapan Om Tim (Ot) dengan Yesus Kristus, sebagai Guru Agung (Yesu) kiranya dapat menjadi berkat!

Ot : Guru, apakah selama guru hidup di dunia ini memakai bahasa Roh?

Yesu : Tidakkah engkau membaca dalam Alkitab bahwa Aku selalu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahasa yang Aku sampaikan harus dimengerti dari ahli-ahli Taurat sampai para nelayan dan petani!

Ot : Jadi Engkau tidak pernah berbicara dengan bahasa yang asing bagi mereka?

Yesu : Apa gunanya bila Aku berkata-kata dengan bahasa yang tidak dimengerti?

Ot : Bahasa yang bisa dimengerti saja mereka nggak bisa mengerti ya guru.....

Yesu : Adakah engkau tahu apakah reaksi mereka ketika mendengar perkataanKu?

Ot : Mereka menganggap Engkau seperti penghulu setan (Mat 12:24)

Yesu : Tepat katamu, bagaimana kalau berbicara dalam bahasa yang mereka tidak mengerti?

Ot : Guru, maksudku bukan pada waktu Engkau mengajar atau berbincang-bincang dengan orang lain tetapi pada waktu Engkau berdoa?

Yesu : Pernahkah Aku mengajarkan doa dengan bahasa roh yang asing bagi telinga muridKu?

Ot : Belum pernah guru?

Yesu : Lalu apa yang Aku ajarkan?

Ot : ya doa bapa kami atau doa Bapa?

Yesu : Jelas tidak?

Ot : Sangat jelas guru...

Yesu : adakah bahasa rahasia disana?

Ot : tidak ada guru, bahkan dalam Yohanes menulikan doa yang Engkau panjatkan begitu jelas dan tidak ada yang tersembunyi (Yoh 17)

Yesu : nah..... sudah jelas bukan?

Ot : Mengerti sih, maaf Guru yang aku maksudkan bahasa yang Engkau janjikan sebelum Engkau terangkat ke Sorga?

Yesu : maksudmu?

Ot : Bahasa roh atau bahasa yang baru?

Yesu : mengapa engkau hanya melihat satu hal dari beberapa janji yang Aku berikan sebagai tanda penuh dengan Roh Kudus? coba rincilah janjiKu itu!

Ot : Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:

1. Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu,

2. Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

3. Mereka akan memegang ular,

4. Dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;

5. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

 

Seemeia de tois pisteusasin tauta parakoloutheesei. En too onomati mou daimonia ekbalousin. Gloossais laleesousin kainais. Kai en tais chersin ofeis. Arousin kan thanasimon ti pioosin ou mee autous blapsee. Epi arroostous cheiras epitheesousin kai kaloos hexousin. ( bhs Yunani dari Mark 16:17-18. red).

 

Yesu : apakah engkau memperhatikan tanda-tanda apakah yang dimaksud?

Ot : Tanda baptisan Roh Kudus...

Yesu : Teliti kembali apa yang sudah tertulis oleh hambaKu Markus tersebut...

Ot : Tanda yang menyertai orang percaya....

Yesu : Nah tepat katamu tanda-tanda yang menyertai orang percaya!

Ot : Ya benar guru... apakah itu bukan tanda baptisan Roh Kudus?

Yesu : Ketika Aku memerintahkan amanat agungKu, tahukah engkau?

Ot : Tahu Guru, ...."Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:15-16)

Yesu : menurut pendapatmu baptisan apa?

Ot : ayat tersebut sih tidak menjelaskan, tetapi gereja pada umumnya mengetahu bahwa baptisan itu adalah baptisan air!

Yesu : Tidak salah, tepat katamu

Ot : lalu ......tanda-tanda ini akan menyertai orang percaya

Yesu : nah mengertikah engkau sekarang?

Ot : Belum guru

Yesu : apa lagi? Kamu akan memaksakan bahwa bahasa yang baru itu adalah tanda baptisan Roh Kudus? Bukankah engkau sudah mengatakan ayat sebelumnya itu baptisan air?

Ot : ya benar guru....

Yesu : Sesudah mereka mendengar InjilKu dan dibaptis dengan air baru ada ungkapan tanda-tanda ini akan menyertai bukan? Dan itu bukan hanya satu, ingatlah itu!

Ot : Tapi kan tidak salah kalau tanda itu merupakan tanda dari kepenuhan Roh Kudus?

Yesu : Siapakah yang mengatakan salah? Adakah engkau bisa memberi tahu kepada umatKu ayat mengatakan tanda-tanda orang yang dibaptis Roh Kudus adalah dengan bahasa Roh?

Ot : Banyak guru, ....pengalaman dalam kisah Rasul yang menceritakan tentang orang-orang yang penuh Roh Kudus mulai berbahasa Roh!

Yesu : Coba sebutkanlah salah satu saja...

Ot : Kisah Rasul 2: 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya

Kai epleestheesan pantes Pneumatos Hagiou kai eerxanto lalein heterais gloossais kathoos to Pneuma edidou apofthengesthai autois. (bahasa Yunani)

Yesu : Terus.....

Ot : Jadi waktu pengalaman Pentakosta itu murid-murid dapat berkata-kata bahasa baru atau bahasa lain, yang orang lain mengerti?

Yesu : Bacalah Alkitabmu mereka berkata-kata bahasa lain yang bisa dimengerti orang lain sehingga mereka yang hadir dapat mengerti berita Injil yang murid-muridKu sampaikan.

Ot : Ya Guru,

Mereka semua tercengang - cengang dan heran lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirine, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” (Kisah rasul 2:7-11).

Yesu : Ya!

Ot : Mereka menyampaikan perbuatan Allah yang besar! Mereka tidak pernah kursus bahasa asing tetapi Roh Kudus memampukan mereka berkotbah dalam berbagai macam bahasa negara-negara yang ada!

Yesu : Menurut pendapatmu apakah para pendengarnya mengerti apa yang diucapkan oleh para rasul tersebut?

Ot : jelas mereka sangat mengerti

Yesu : Mengapa hal itu tidak jelas bagimu?

Ot : Begini guru, bahasa roh yang benar itu bagaimana?

Yesu : Yang benar katamu? Adakah bahasa yang tidak benar, cobalah berapa bahasa yang HambaKu Paulus sebutkan?

Ot : Ada dua ....

1. Bahasa manusia (semua bahasa manusia)

2. Bahasa Malaikat ( 1 Kor 13:1)

Yesu : Nah sekarang pelajarilah peristiwa orang-orang yang kepenuhan Roh Kudus!

Ot : Dari seluruh kitab suci bahasa Roh hanya terdapat dan terjadi pada :

1. Kisah Rasul 2:1-13

2. Kisah Rasul 10:44-46

3. Kisah Rasul 19:1-6

4. Markus 16:17

5. 1 Korintus 12-14

Yesu : Kalau demikian mengapa diributkan?

Ot : Guru, Jadi bahasa roh itu berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang turun pada hari Pentakosta tersebut?

Yesu : Apakah yang diucapkan Paulus dalam suratnya?

Ot : Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia ( 1Kor 14:2)

Yesu : Tidakkah engkau mengerti bahwa orang yang sedang berbahasa roh itu sedang berbicara dengan Allah secara rahasia?

Ot : Guru, sekarang orang menggunakan bahasa ini tidak untuk berbicara kepada Allah tetapi sebagian diantara mereka pamer, ditengah-tengah ibadah?

Yesu : Siapakah yang mengangkat engkau menjadi hakim atas sesamamu?

Ot : maaf guru...realitasnya banyak orang tidak mengertinya, bahkan ada yang merasa dirinya lebih rohani dari yang lain melalui bahasa itu?

Yesu : Bukankah sudah tertulis dalam firmanKu?

Ot : Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman ( 1 Kor 14:22)

Yesu : sudah jelas bukan?

Ot : apakah maksudnya bahasa roh itu tanda orang yang tidak beriman?

Yesu : cobalah renungkan ayat sebelumnya berbicara apa?

Ot : Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan." ( 1 Kor 14:21)

Yesu : Jangan pernah artikan kebenaran lepas dari kebenaran sebelumnya...

Ot : Jadi guru bahasa itu tanda bukan untuk orang beriman yakni orang-orang kafir yang mendengar bahasa asing bertobat seperti dalam kisah rasul 2

Yesu : Orang-orang kafir yang tidak mengenal Aku, bertobat ketika mendengar bahasa asing yang keluar dari lidah murid-muridKu! (Kis 2)

Ot : Jadi Israel yang tidak beriman kepadaMu harus diberi tanda dengan bahasa asing yakni bahasa penderitaan dalam pembuangan Babel yang mereka tidak mengerti bahasanya sama sekali supaya bertobat. Benar hebat sekali kebenaran ini!

Yesu : Itulah kebenaran

Ot : jadi bagaimana sekarang ibadah yang benar?

Yesu : Bacalah ayat-ayat seterusnya....

Ot : Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? ( 1 Kor 14:23)

Yesu : Terus sebaliknya bagaimana ....

Ot : Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu." ( 1 Kor 14:24-25)

Yesu : Lebih baik bernubuat bukan?

Ot : Jadi guru bagaimana kalau ada orang berbahasa roh dalam gereja Tuhan?

Yesu : hambaKu Paulus tegas mengatakan lebih baik harus ada yang menafsirkannya! tahu kah engkau kebenaran itu?

Ot : 1 Korintus 14:28 dengan tegas mengatakan: “Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Yesu : Sekali lagi tegaskanlah lebih baik berdiam diri!

Ot : jadi guru berapa orang yang layak berbahasa roh dalam gereja Tuhan?

Yesu : Bukankah sudah jelas apa yang dituliskan oleh hambaKu Paulus

Ot : Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang lain untuk menafsirkannya. ( 1 Kor 14:27)

Yesu : Sudah jelas berapa orang yang baik berbahasa roh dalam ibadah?

Ot : jelas guru hanya dua atau tiga orang!

Yesu : lalu untuk apakah semua karunia tersebut

Ot : Paulus menjelaskan semuanya untuk membangun jemaat! Jadi bagaimanakah sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. ( 1 Kor 14:26)

Yesu : Semua yang Roh Kudus berikan untuk membangun jemaat Tuhan!

Ot : Tapi guru kenyataannya berbeda...

Yesu : Maksudmu apa?

Ot : Mereka tidak membangun jemaat malah ingin menunjukkan dirinya sudah bisa berbahasa Roh ditengah jemaat.. saling berlomba sehingga kacau...

Yesu : Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur ( 1 Kor 14:40)

Ot : Jadi bagaimana guru bagi mereka yang melarang orang berbahasa roh dalam gereja Tuhan?

Yesu : Karena itu, saudar-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. ( 1 Kor 14:39)

Ot : Jadi guru, setiap orang percaya akan mendapat karunia?

Yesu : Tidakkah engkau karunia yang ditetapkan oleh Allah?

Ot : Allah sudah menetapkan 9 Karunia yang spektakuler dalam 1 Kor 12:8-10

 

1. Karunia hikmat.

2. Karunia Pengetahuan

3. Karunia iman,

4. Karunia menyembuhkan

5. Karunia mujizat

6. Karunia bernubuat

7. Karunia membedakan roh

8. Karunia bahasa roh

9. Karnia menafsirkan bahasa roh

 

Yesus : Ya tidaklah salah yang engkau ungkapkan..

Ot : apakah semua orang akan mendapat karunia yang sama? Contoh karunia bahasa roh tersebut?

Yesu : apakah yang diucapkan hambaKu Paulus ketika menuliskan tentang pembagian tugas dalam jemaatKu

Ot : Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? (1 Korintus 12:29-30)

Yesu : Jadi kesimpulannya bagaimana?

Ot : Paulus menjelaskan tidak semua mendapat karunia yang sama!

Yesu : BapaKu telah mengaturnya dengan baik bukan, sebutkanlah kebenaran yang lain

Ot : . Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.( 1 Kor 12:28)

Yesu : sudah mengertikah engkau?

Ot : mengerti, sekarang guru apakah yang engkau ingin sampaikan?

Yesu : Aku lebih menghendaki umatKu berbuah dan menunjukkan pertobatannya walau karunia itu memang diperlukan tetapi buah-buah roh jauh lebih dapat dinikmati oleh siapapun juga!

Ot : Trima kasih guru

(HambaNya, Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th)

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.