Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini744
Kemarin919
Minggu Ini6171
Bulan Ini19204
Total Pengunjung1131092

IP Kamu 100.24.209.47 Saturday, 17 August 2019

Guests : 28 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

……. SEBAB ANAK DOMBA PASKAH KITA JUGA TELAH DISEMBELIH, YAITU KRISTUS (1 KORINTUS 5:7)

 

Harus diakui bahwa penyembelihan binatang sebagai korban sudah ada sejak awal manusia diciptakan. Dimulai bagaimana Adam gagal menutupi dosanya dengan Daun Ara (kej 3:7), maka Allah menggantinya dengan kulit binatang yang berarti ada korban binatang yang disembelih (Kej 3:7). Kebenaran ini terus bergulir sampai menjadi pola hidup bagi bangsa Israel. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah harus ada korban darah dari binatang. Hadirnya Taurat memberikan aturan yang jelas, Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani  9:22).  Sejak Awal Israel berdiri maka ketetapan korban penyembelihan domba dan lembu sapi  itu berlaku sepanjang jaman (Kel 12:12-13), yang harus dirayakan turun temurun (Im 23:5-8), hingga menjadi upacara keagamaan dimana Imam masuk ke Bait Allah dengan korban bakaran sebagai penghapus dosa setahun sekali. Keluaran 30:10 mengatakan : “Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."

Read more: ESSENSI KORBAN SEMBELIHAN

MERDEKA ITU IDENTIK DENGAN DARAH 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Galatia  5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

                                                   

Kemerdekaan itu identik dengan darah yang tercurah! Tidak sedikit nyawa yang dikorbankan demi sebuah kemerdekaan. Ini realitas yang berlaku disepanjang sejarah kehidupan manusia di belahan bumi manapun. Setiap bangsa atau manusia  yang menginginkan sebuah kemerdekaan maka harus rela berdarah-darah. Memang ada kemerdekaan yang dihasilkan dari pemberian atau hadiah dari negara dan kelompok tertentu namun tidak seindah dengan negara dan bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan tetesan darah. Para Pahlawan pejuang kemerdekaan tahu pasti apa artinya berdarah-darah demi menggapai sebuah tekad mulia yakni kemerdekaan dengan slogan merdeka atau mati! Perlu diingat bahwa persoalan kemerdekaan bukan persoalan yang mudah dan ringan karena menyangkut nyawa, kehidupan dan kematian. Kemerdekaan harus dimulai dari penjajahan atau perbudakan dan Pahlawan yang merintis dan  menciptakan kemerdekaan. Kemerdekaan yang tidak berasal dari penjajahan sudah dapat dipastikan berasal dari Allah sejati.

Read more: MERDEKA ITU IDENTIK DENGAN DARAH

TAHTA DI ATAS KOTORAN

Rev. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Segala kearogansian si ambisius tampak jelas ketika ia berhasrat  menggapai kekuasaan dengan cara kelicikan dan kebusukannya. Baginya  tidak lagi membutuhkan kemewahan, harta dan uang, karena memang sudah berlimpah ruah bagaikan sampah tercecer disetiap sudut negeri, bertaburan di sanak, keluarga dan handai tolan. Semua hasil korupsi yang berdurasi panjang, tanpa kesadaran mengeruk uang rakyat jelata mengendusnya, menjilat, mengunyah dan menelannya dengan serakah dan membabi buta hingga terhisapnya uang lendir trilyunan rupiah. Baginya ketenaran tidak dibutuhkan lagi karena memang semua TV, wartawan dalam dan luar negeri sering kali menampilkannya di setiap media  baik, analog, elektronik dan digital. Tranding topik sering kali diraihnya karena ulah perkataan dan sepak terjangnya di percaturan kancah politik di negeri yang sedang caruk marut multi dimensi.

Kekuasaan baginya bagaikan harta Salomo yang harus diraih, dikejar dan digapai  apapun caranya. Tidak peduli halal dan haram yang pasti harus bisa bersinggasana di tampuk pimpinan tertinggi. Banyak orang tutup mata akan ulahnya yang sangat busuk bernuasa septitank, anyir dan memuakkan telinga dan menyebalkan mata. Namun sebagian kecil pengamat dan mereka yang peduli terhadap negeri ini membuka mata  lebar-lebar dan frontal akan tingkah lakunya yang bersalutkan domba dibalik serigala buas yang siap memangsa.

Read more: Tahta di atas Kotoran

KEADILAN YANG TIDAK ADIL

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ratapan  3:36

…. orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya,

masakan Tuhan tidak melihatnya?

 

Entah apa yang membuat Ibu Kota berderai air mata sejak Hakim memvonis 2 Tahun bagi yang dianggap Penista agama. Para wanita dari majikan sampai pembantu rumah tangga menjerit histeris, pria-pria tegar meneteskan air  dan para pendukung sang terdakwa dan terpidana tidak mau beranjak dari lapas hingga malam demi cintanya kepada dia yang dianggap sangat diperlakukan tidak adil. Bahkan ada yang mati mendadak kaget ketika mendengar Hakim dengan keputusan yang tidak sesuai tuntutan Jaksa, hakim mengambil inisiatif sendiri dengan dakwaan yang berbeda terus memvonis sang terpidana. Benar-benar nyleneh. Tidak heran dari PBB, UNI EROPA minta Pemerintah menangguhkan keputusan Hakim yang entahlah….Baru kali ini keputusan sidang untuk seseorang menggegerkan dunia. Tidak mungkin Eropa dan PBB dan HAM dunia ikut campur tangan jika keputusan itu adil!

 

Read more: KEADILAN YANG TIDAK ADIL

AHOK LEBIH BAIK JADI NABI BUKAN  NAPI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Seorang nabi adalah penyambung lidah Allah. Nuansa perkataannya sering kali keras, kasar bahkan membabi buta bila melihat ketidak adilan, korupsi dan kebejatan moral diseluruh kolong langit ini. Tidak pernah ada nabi dalam Alkitab berkarakter sopan santun, lemah lembut dan pencitraan bila melihat budaya dosa yang sudah mengkarat dari generasi ke genarasi. Bukan menjadi rahasia umum bahwa semua nabi bermulut cablak, kadang melantur seenaknya sendiri tanpa menjaga etika, ketika menyaksikan kebrobrokan karakter yang susah diubahkan. Sebaliknya berbeda dengan napi diam tanpa kata-kata tapi menilep uang rakyat, korupsi secara personal maupun berlembaga yang akhirnya di buka di atas sotoh rumah dan dikumandangkan dan penjara menantinya

Read more: AHOK LEBIH BAIK JADI NABI BUKAN NAPI

Unpublished

PILKADA BERAROMA BANGKAI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Amsal  16:27 Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.

Naluri kebencian benar-benar masif dalam pemilihan PILKADA DKI Jakarta. Pemilihan puncuk pemerintahan daerah yang paling busuk disepanjang sejarah negeri ini baru terjadi di era kehadiran raja Salman di bumi pertiwi ini. Bagaimana tidak busuk? Terror ancaman tidak memandikan mayat sengaja ditembakkan bagai peluru nyasar kemana-mana tidak jelas, dan celakanya banyak tempat ibadah merespon dengan memasang spanduk bertuliskan disini tidak memandikan mayat pendukung salah satu paslon. Ini ide gila, kotor busuk dan nuansa bangkai dibawa-bawa. Jijik rasanya melihat realitas sekeji ini, masih saja ada otak orang Indonesia memproduksi hal yang menjijikkan menjadi product knowledge dalam kampanyenya. Sumpah serapah, hujat menghujat bertaburan di ranah Pilkada yang merobek-robek simpony kehidupan. Namun otak yang penuh belatung dan cacing-cacing menjijikkan berpuas diri akan irama minor yang dinyanyikannya dengan suara sumbang. Baru kali ini ada ancaman untuk mayat, apakah ini original  produk dari otak  manusia Indonesia yang beraklak dan berbudi luhur? atau mengimport dari ekosistem kerajaan setan?

Read more: PILKADA BERAROMA BANGKAI

Unpublished

DAMPAK SIDANG PENISTAAN AGAMA YANG DIPAKSAKAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Para tokoh agama yang otaknya penuh ayat-ayat suci namun bejat dalam perilakunya telah berhasil menghinotis massa dan pejabat negeri Romawi dengan vonis bahwa Yesus Kristus terbukti secara sah dansengaja melakukan penistaan agama versi tokoh agama Yahudi. Yesus bukan saja menista agama Yahudi dengan melanggar hukum sabat, ia juga dianggap melecehkan para ahli-ahli kitab karena setiap trik licik yang sudah setting oleh ahli-ahli kitab  untuk menjebak Yesus Kristus selalu kandas dan memalukan diri sendiri . Yesus dianggap melanggar sabat, ketika ia bersama-sama para murid sambil berjalan memetik dan memakan bulir gandum (Mat 12:1) padahal menutu Taurat Musa tidak boleh (kel 34:21). Yesus mmematahkan tradisi orang Yahudi dimana saat hari sabat berbuat baik dengan menyembuhkan orang (mark 3:1-6), Yesus dianggap menyamakan diriNya dengan Allah (Yoh 5:18). Orang Yahudi terutama tokoh-tokoh agama yang selalu defisit spirit hatinya penuh kemunafikan dan haus darah orang lain.

Tokoh agama belum bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri, mana yang benar dan salah, matanya nanar selalu melihat iblis dalam diri orang lain sementara dirinya bak malaikat Gabriel sebagai utusan Allah. Muak memang melihat mereka, kalau waktu itu sudah ada TV atau Youtube, bukan saja diunlike tetapi najis untuk dilihat. Mereka menutup mata untuk segudang track record kebaikan dan mujizat yang dilakukan oleh Yesus, bagi mereka dokma agama lebih penting dibanding kebaikan tingkat dewa sekalipun.  Yohanes  10:33 mengatakan : “Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Read more: DAMPAK SIDANG PENISTAAN AGAMA YANG DIPAKSAKAN

Unpublished
EKSEKUTI MATI
SEBUAH KETEGASAN ATAU AROGAN?
 
 

Gaung eksekusi mati untuk para gembong Narkoba tidak hanya bergema di seluruh antero negeri Indonesia, duniapun merasakan getarannya terutama negara-negara yang warganya mati di regu tembak di Pulau Nusa kambangan yang disebut oleh orang luar “Alcatraz” nya Indonesia yakni penjara paling ketat untuk USA bagi para terpidana yang paling onar di negeri yang dikomandoi Obama ini. Di Pulau ini banyak orang sudah mengetahui ajal tiba di regu tembak seperti mereka yang disinyalir sebagai gembong Narkoba.
 
Jokowi dinilai tegas bagi mereka yang sanak keluarganya terkena korban Narkoba. Dengan slogan Darurat Narkoba maka Presiden negeri ini sekarang sedang menunjukkan taringnya untuk merealisasi hukuman mati. Padahal keputusan hukuman mati tersebut jatuh sebelum Presiden sebelumnya. Yang menjadi pertanyaan kenapa Presiden sebelumnya via Pengadilan dan Para Jaksa tidak segera mengeksekusi? Eksekusi diberikan kepada para teroris seperti BOM Bali, TIBO Cs dll. Orang harus menilik dengan nurani, Belum lebih satu tahun Jokowi Naik menjadi Presiden maka deretan orang-orang yang di vonis jauh sebelum Sang Presiden berdaulat harus meregang nyawa dan sebagian antri dibelakangnya. 
 
Jika Presiden sebelumnya mengeksekusi mati, dua atau tiga orang dan dalam kurun waktu yang lama. Maka Pemerintah negeri ini sekarang dalam hitungan bulan saja dari Januari ke April sudah hitungan puluhan kalau tidak di somasi negara lain. 18 Januari 2015  saja ada 6 terpidana mati, Lima dari enam terpada mati itu adalah warga negara asing, yaitu 
1. Marco Archer Cardoso Mareira (53 tahun, warga negara Brazil), 
2. Daniel Enemua (38 tahun, warga negara Nigeria), 
3. Ang Kim Soe (62 tahun, warga negara Belanda), 
4. Namaona Dennis (48 tahun, warga negara Malawi) 
5. Rani Andriani atau Melisa Aprilia, warga negara Indonesia. 
6. Tran Thi Hanh, warga negara Vietnam berusia 37 tahun, dieksekusi di Boyolali.
   Sumber : www.sp.beritasatu.com

PELECEHAN NAMA YAHWE

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 tim3.jpg
      Bertutur soal nama Allah bukanlah persoalan arogansi theologia dan kecakapan hermenetika yaitu ilmu tafsir yang merupakan sesuatu yang spektakuler dan menang-menangan, rasanya lebih rohani dan yang lainnya terkutuk. Penemuan namaNya yang benar bukan juga didapat dari obrolan dari secangkir teh dengan santainya melainkan hasil dari pergumulan hidup yang panjang hingga bersentuhan dengan sang pencipta secara pribadi.    
           Musa orang yang menemukan nama Yahwe telah lulus dari universitas penderitaan padang gurun dan telah gagal dalam fakultas kesombongan Mesir! Dialah pria sejati yang hanya memiliki kerinduan mendalam mengumpulkan umatNya dalam kesatuan menuju tanah Kanaan dan bukan menceraiberaikannya. Nama Yahwe yang didapat dari keraguan tentang panggilannya telah mencabik-cabik ketakutan akan sosok Firaun yang garang dan sadisme. Nama itu membuatnya Cool Calm and Confidence dalam berkarya membebaskan Israel. Sebaliknya kelompok Jemaat Yahwe telah menggendong pengetahuan otaknya lebih besar dari hatinya. Mereka terobsesi nama besarNya yang nampak dalam tekadnya yang membaja tanpa kejernihan sebening kaca. 

Read more: Pelecehan Nama Yahwe

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.