Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini255
Kemarin645
Minggu Ini4235
Bulan Ini15344
Total Pengunjung777189

IP Kamu 54.156.85.167 Saturday, 18 August 2018

Guests : 85 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

TAHTA DI ATAS KOTORAN

Rev. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Segala kearogansian si ambisius tampak jelas ketika ia berhasrat  menggapai kekuasaan dengan cara kelicikan dan kebusukannya. Baginya  tidak lagi membutuhkan kemewahan, harta dan uang, karena memang sudah berlimpah ruah bagaikan sampah tercecer disetiap sudut negeri, bertaburan di sanak, keluarga dan handai tolan. Semua hasil korupsi yang berdurasi panjang, tanpa kesadaran mengeruk uang rakyat jelata mengendusnya, menjilat, mengunyah dan menelannya dengan serakah dan membabi buta hingga terhisapnya uang lendir trilyunan rupiah. Baginya ketenaran tidak dibutuhkan lagi karena memang semua TV, wartawan dalam dan luar negeri sering kali menampilkannya di setiap media  baik, analog, elektronik dan digital. Tranding topik sering kali diraihnya karena ulah perkataan dan sepak terjangnya di percaturan kancah politik di negeri yang sedang caruk marut multi dimensi.

Kekuasaan baginya bagaikan harta Salomo yang harus diraih, dikejar dan digapai  apapun caranya. Tidak peduli halal dan haram yang pasti harus bisa bersinggasana di tampuk pimpinan tertinggi. Banyak orang tutup mata akan ulahnya yang sangat busuk bernuasa septitank, anyir dan memuakkan telinga dan menyebalkan mata. Namun sebagian kecil pengamat dan mereka yang peduli terhadap negeri ini membuka mata  lebar-lebar dan frontal akan tingkah lakunya yang bersalutkan domba dibalik serigala buas yang siap memangsa.

Read more: Tahta di atas Kotoran

KEADILAN YANG TIDAK ADIL

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Ratapan  3:36

…. orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya,

masakan Tuhan tidak melihatnya?

 

Entah apa yang membuat Ibu Kota berderai air mata sejak Hakim memvonis 2 Tahun bagi yang dianggap Penista agama. Para wanita dari majikan sampai pembantu rumah tangga menjerit histeris, pria-pria tegar meneteskan air  dan para pendukung sang terdakwa dan terpidana tidak mau beranjak dari lapas hingga malam demi cintanya kepada dia yang dianggap sangat diperlakukan tidak adil. Bahkan ada yang mati mendadak kaget ketika mendengar Hakim dengan keputusan yang tidak sesuai tuntutan Jaksa, hakim mengambil inisiatif sendiri dengan dakwaan yang berbeda terus memvonis sang terpidana. Benar-benar nyleneh. Tidak heran dari PBB, UNI EROPA minta Pemerintah menangguhkan keputusan Hakim yang entahlah….Baru kali ini keputusan sidang untuk seseorang menggegerkan dunia. Tidak mungkin Eropa dan PBB dan HAM dunia ikut campur tangan jika keputusan itu adil!

 

Read more: KEADILAN YANG TIDAK ADIL

AHOK LEBIH BAIK JADI NABI BUKAN  NAPI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Seorang nabi adalah penyambung lidah Allah. Nuansa perkataannya sering kali keras, kasar bahkan membabi buta bila melihat ketidak adilan, korupsi dan kebejatan moral diseluruh kolong langit ini. Tidak pernah ada nabi dalam Alkitab berkarakter sopan santun, lemah lembut dan pencitraan bila melihat budaya dosa yang sudah mengkarat dari generasi ke genarasi. Bukan menjadi rahasia umum bahwa semua nabi bermulut cablak, kadang melantur seenaknya sendiri tanpa menjaga etika, ketika menyaksikan kebrobrokan karakter yang susah diubahkan. Sebaliknya berbeda dengan napi diam tanpa kata-kata tapi menilep uang rakyat, korupsi secara personal maupun berlembaga yang akhirnya di buka di atas sotoh rumah dan dikumandangkan dan penjara menantinya

Read more: AHOK LEBIH BAIK JADI NABI BUKAN NAPI

PELECEHAN NAMA YAHWE

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 tim3.jpg
      Bertutur soal nama Allah bukanlah persoalan arogansi theologia dan kecakapan hermenetika yaitu ilmu tafsir yang merupakan sesuatu yang spektakuler dan menang-menangan, rasanya lebih rohani dan yang lainnya terkutuk. Penemuan namaNya yang benar bukan juga didapat dari obrolan dari secangkir teh dengan santainya melainkan hasil dari pergumulan hidup yang panjang hingga bersentuhan dengan sang pencipta secara pribadi.    
           Musa orang yang menemukan nama Yahwe telah lulus dari universitas penderitaan padang gurun dan telah gagal dalam fakultas kesombongan Mesir! Dialah pria sejati yang hanya memiliki kerinduan mendalam mengumpulkan umatNya dalam kesatuan menuju tanah Kanaan dan bukan menceraiberaikannya. Nama Yahwe yang didapat dari keraguan tentang panggilannya telah mencabik-cabik ketakutan akan sosok Firaun yang garang dan sadisme. Nama itu membuatnya Cool Calm and Confidence dalam berkarya membebaskan Israel. Sebaliknya kelompok Jemaat Yahwe telah menggendong pengetahuan otaknya lebih besar dari hatinya. Mereka terobsesi nama besarNya yang nampak dalam tekadnya yang membaja tanpa kejernihan sebening kaca. 

Read more: Pelecehan Nama Yahwe

MEMBURU BAHASA ROH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

timotius bakti s.jpg
        Kekristenan adalah agama supranatural yakni agama yang mengajak para pengikutnya untuk gandrung atau tergila-gila akan pribadi yang tidak kelihatan yakni Allah yang benar yang hadir didalam Yesus Kristus. Namun mayoritas yang ada dilingkungan aliran gereja bebas Indonesia, yang terjadi sebaliknya mereka malah kurang interes akan pribadiNya malah justru karuniaNya. Salah satu karunia yang tersebut adalah bahasa roh “glosolalia” . Karunia ini dianggap zimat mujarab yang akan memberi nilai plus bagi anak-anak Tuhan. Lebih lanjut karunia yang satu ini dianggap tanda satu-satunya bagi mereka yang sudah menerima baptisan Roh Kudus!

Read more: Memburu Bahasa Roh

KEBENARAN TERKUTUK

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

timotius bakti s.jpgGetolnya seseorang beribadah bukanlah jaminan dirinya mapan dalam kerohanian dan dewasa dalam kebenaran. Ada banyak kenyataan orang yang rajin beribadah dengan bangga selalu mendengar kotbah yang bagus, keras dan mantap tapi tidak bisa mengekang lidahnya. Mulutnya bagaikan bisa mematikan, suka bila menelanjangi kesalahan orang, dan bangga bisa menjatuhkan pihak lawan dengan akal liciknya!    Nafsu liarnya menggebu-gebu ingin menelan orang-orang yang tidak seselera dengannya. Dengan bangganya menikmati kata-kata kosong, menjijikkan dan mengkonsumsi kotoran dalam mulutnya! lidahnya tidak sedang mengeluarkan air kejernihan yang sedap direguk melainkan menyebarkan aroma comberan yang menjijikkan bagaikan borok, amit-amit deh!  

Read more: Kebenaran Terkutuk

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.