Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (WAKIL GEMBALA)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th 
Pdp. TIRZA RATNA SUSILAWATI (STAFF GEMBALA)
087877009262
SUHENDRI (STAFF GEMBALA)
082220463780

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini75
Kemarin776
Minggu Ini5026
Bulan Ini21408
Total Pengunjung710201

IP Kamu 54.167.216.239 Saturday, 26 May 2018

Guests : 41 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
 
Kenaikan Yesus Kristus ke sorga
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono
 
 
Kisah Rasul 1:6-11
 

Kenaikan Yesus Kristus ke sorga merupakan paket keselamatan yang telah lengkap dikerjakan oleh Sang Mesias. Dari kelahiran sampai kematian, kebangkitan serta kenaikanNya merupakan kisah sejarah hidup Kristus yang happy ending dalam karyaNya, tuntas dan sempurna dan tidak akan terulang kedua kali. Orang boleh menafsirkan apa saja namun realitasnya semua sudah diselesaikan secara runtun, babak demi babak, akurat tajam dan terpercaya dan tidak boleh diganggu gugat. 
 
Memang harus diakui kita dapat menemukan kisah Kenaikan Yesus Kristus tidak terjadi sesudah kebangkitanNya melainkan saat Yesus bersama para muridNya ada di Taman Getsemane. Alasan utama  Yesus terangkat ke sorga pada waktu di Taman Getsemane karena Allah sangat mengasihi PutraNya sehingga tidak membiarkan disentuh ataupun ditangkap oleh orang-orang yang jahat “ demikian kata injil yang lain. Kita tidak perlu mendengar membaca Injil yang lain sebab dapat dipastikan itu sangat menyesatkan dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang terkutuk (Galatia 1:9). Informasi itu sangat menyesatkan dan orang percaya harus mendengar berita dari Injil yang sejati yakni Alkitab itu 
 
Bisa dibayangkan bila Yesus benar-benar diangkat ke sorga pada waktu di Taman itu maka tidak akan pernah ada cerita kematianNya maupun kebangkitanNya dan itu berarti karya keselamatan tidak lengkap. Jika  Kristus hanya lahir dan mati saja, Paulus mengatakan bahwa orang-orang kristen adalah orang-orang yang paling celaka karena mempercayakan imannya kepada pribadi yang berhenti sampai kuburan saja (1 Kor 15:17). Orang yang berada dalam kubur tidak layak diikuti seperti kata pepatah jangan mengikuti pendeta yang lagi parkir sebab engkau tidak sampai tujuan. Di dalam kubur siapapun juga tidak dapat memberi pertolongan, bersyukurpun tidak mampu menerima kasih dan kesetiaan apapun (Maz 88:11). Orang mati tidak bisa intervensi  ke wilayah orang hidup demikian juga orang hidup tidak dapat intervensi di dunia orang mati. Jika kita berTuhankan orang mati kita hanya sampai ke liang kubur dan selesai tidak lebih dari itu.
 
Orang perlu paham bahwa pribadi Yesus Kristus bukanlah pendiri agama, tokoh spiritual, guru etika atau sekedar nabi, rasul dan ahli filsafat  karena semua gelar dan jabatan tersebut hanya berhenti sampai di kuburan saja. Orang yang berhenti sampai di kuburan saja tidak layak diikuti atau diimani apalagi disanjung dianggungkan bak Tuhan sendiri. Di alam kubur para nabi dan rasul tidak bisa dimintai pertolongan atau bertindak sebagai hakim, menghukum atau memberi upah untuk para pengikutnya. Perlu dicamkan iman yang dialamatkan kepada nabi dan rasul yang mati adalah kesia-siaan belaka. 
 
Namun demikian ketika Kristus berada dalam alam maut Ia memproklamirkan diri, dan memberitakan Injil. 1 Petrus 3:18-20 mengataka : “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu”.
 
Seandainya Yesus hanya sekedar bangkit dan melakuan aktifitas penampakan kepada para muridNya saja maka Yesus menjadi pribadi yang sekedar “gentayangan” saja. Hampir tidak  pernah ada orang yang sudah mati bangkit lagi dan memberi informasi apapun kecuali Yesus Kristus sesudah mati dan bangkit. Ia tidak memberikan informasi soal alam disana namun Ia kembali mengingatkan betapa pentingnya Injil diberitakan dengan damai sejahtera! Hanya Elia dan Musa yang sudah terpisah dari orang-orang hidup tampil kembali sesudah ribuan tahun untuk memberi kekuatan dan menguatkan Kristus dalam misiNya (Matius 17:3).
 
Ketika Kristus naik ke sorga menunjukkan Ke IllahianNya, Ia yang berhak sorga maka Ia kembali ke sorga (Kisah Rasul 1 :6-11). Kenaikan Kristus ke sorga memberi arti  kepada orang percaya :
Pertama, Ia adalah pribadi yang hidup yang mengerti keberadaan dan kebutuhan umat manusia karena Ia telah merasakan seperti keberadaan kita (Ibrani 4:15). Kita layak menyandarkan harapan dan iman kita kepadaNya sebab apa yang Ia ucapkan selama hidup semuanya merupakan kenyataan. Ketika Yesus menyatakan Bapa dan Aku satu (Yoh 10:30) dan sebelum Abraham Aku ada (Yoh 8:58), Yesus menepati perkataanNya dan realitasnya Ia yang Empunya Sorga. 
Kedua Dia Pergi untuk mempersiapkan sorga bagi setiap orang yang percaya kepadaNya (Yoh 14:6).  KematianNya tidak cukup untuk membawa kita ke sorga, lebih tepatnya, kematianNya membuktikan kasihNya kepada kita dengan membayar hutang akan dosa-dosa dan memakukannya di atas salib (Kolose 2:14). Salib melambangkan kutukan untuk orang berdosa yang sudah digantikan oleh Kristus (Galati 3:10) namun sejalan dengan hal itu salib juga melambangkan kasih yang tanpa batas dari Yesus sendiri. KebangkitanNya membuktikan sebuah kemenangan yang luar biasa namun itu belum cukup membuktikan Yesus yang empuNya sorga. Ia harus naik dan mempersiapkan sorga bagi orang percaya (Yoh 14:1-3). Kepastian soal sorga merupakan kebanggaan tersendiri yang tidak dimiliki kepercayaan manapun juga
 
Ketiga KenaikanNya membuktikan Ia akan datang kembali dengan cara yang sama (Kisarh rasul 1:1-11). Mengingat Ia akan datang kembali maka dapat dipastikan Ia menjemput orang percaya yang seirama dengan Dia. Jangan pernah membuat Ia kecewa menyediakan sorga bagi mereka yang tidak layak menerimanya. Mari kita hidup berkenan dan serupa Dia agar kedapatan layak bagi kerajaanNya. Kita belajar hidup serupa Kristus oleh Pimpinan  Roh Kudus 
 
 
 
 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.