Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini630
Kemarin954
Minggu Ini1584
Bulan Ini18136
Total Pengunjung779981

IP Kamu 54.225.57.230 Tuesday, 21 August 2018

Guests : 11 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

HIDUP DALAM EKOSISTEM ALAM ROH

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

 

Realitas kekristenan yang sebenarnya adalah hidup dalam sebuah ekosistem alam  Roh Kudus. Jika demikian maka orang yang menamakan Kristen harus duduk, berdiri dan berjalan serta melakukan aktifitas apapun di dunia ini tidak boleh keluar dari area ekosistem yang sudah ditentukan oleh Allah sendiri.  Tidak semua orang Kristus bisa tinggal di area ini sebab mereka yang tinggal sudah harus menerima kuasa dari Roh Kudus sebagai KTP untuk tinggal di ekosistem yang baru. Kekristenan yang asal-asalan, masa bodoh dan bertindak ceroboh, najis dan penipu  dalam berkata dan bertindak tanpa rambu-rambu kebenaran maka akan terpental di akhir kehidupan jauh dari area ekosistem alam kemuliaan Sorga.

Sebenarnya hidup dalam persepsi dari alam materi sama jelas seperti persepsi dari alam rohani. Sejuta kata makanan tidak pernah mengenyangkan jika itu terjadi di alam materi maka di alam rohani demikian juga sejuta teori dokma Roh Kudus bila menjadi sekedar wacana saja maka itu tidak akan pernah menjadi realita dan  akhirnya kebenaran itu  hanya menjadi konsumsi debat yang  mendarat di otak saja sehingga terciptalah banyak ahli Taurat dan orang-orang farisi yang menempati bangku-bangku gereja.  Yesus dengan jelas mengatakan : Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4). Kata Firman tersebut dalam bahasa aslinya adalah rhema bukan logos yang berarti bukan saja yang tersurat tetapi benar-benar tersirat.  Orang percaya harus tahu saatnya berkata  dengan logos dan  bertindak dengan Rhema. Mengapa para murid Kristus melakukan aktifitas hidupnya selalu berada dalam mujizat dan kuasa Roh Allah? Sebab mereka sudah merendamkan diri dalam logos hingga merasuk dalam tulang sumsum dan jiwa mereka. Paulus mengatakan “kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami” ( 1 Kor 4:10). Mereka sudah lama hidup dalam inkubasi kebenaran sehingga tidak heran bahwa Firman yang ada dalam pikiran mereka sudah menjadi rhema dalam mulut mereka sehingga ketika berkata : Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah (Kis Ras 3:6). Seketika itu juga ekosistem alam roh itu menyentuh yang tidak beres di alam materi sehingga terjadi perubahan dalam  wujud kesembuhan dan mujizat.

Kekristenan harus mempraktekkan cara hidup yang harus berbeda dengan pola ekosistem alam materi sehingga tampak jelas perbedaannya antara lalang dan gandum atau kambing dan domba, dan tampak jelas mana yang duduk sebelah kanan dan sebelah kiri. Harus dimengerti bahwa orang yang hidup dalam ekosistem alam roh dapat dipastikan bahwa ia harus menjadi orang yang berkuasa dengan menerima kuasa dari Roh Kudus. Orang yang menerima kuasa ini sering kali disebut kepenuhan oleh Roh Kudus. Arti kepenuhan yang sebenarnya bukanlah sekedar pengalaman supranatural yang mengagumkan seperti terjadi di sebagian gereja yang beraliran ngeroh dengan berjingkrak-jingkrak, bergetar, lompat sana lompat sini dan masih banyak lagi keanehan ditengah-tengah ibadah pencurahan ROh Kudus. Walau tidak merendahkan manifestasi orang kepenuhan namun sebenarnya kepenuhan Roh Kudus adalah sebuah sumber atau generator yang diperoleh orang percaya untuk hidup dengan pemberi sumber tersebut. Jika sumbernya dari Roh Kudus maka orang akan hidup dalam cahaya dari Roh itu sendiri. Kepenuhan  dalam bahasa yunaninya plerousthe  dalam efesus  5:18 dipakai dalam bentuk  present imperative (= kata perintah bentuk present) berbeda dengan aorist imperative (= kata perintah bentuk lampau) yang hanya perlu ditaati sekali saja, maka present imperative ini harus ditaati terus-menerus.

Orang percaya harus secara kontinyu hidup dalam kepenuhan Roh Kudus setiap waktu. Ini bukan menjadikan orang percaya menjadi makluk aneh tetapi justru membuat orang percaya menjadi makluk ekselen sebab dalam pola pikir yang sudah berubah (rom 12:1-2) senantiasa penuh akan kuasa Allah sendiri yang mampu memberikan hikmat untuk berkata, bertindak dan berkarya. Contoh yang nyata dalam kehidupan orang percaya Henok hidup bergaul dengan Allah (Kej 5:24) kata bergaul dalam bahasa aslinya adalah HALAK yang berarti berjalan bersama Allah. Henok memperoleh kemampuan untuk bertindak dengan ekosistem alam yang berbeda dengan orang-orang sejamannya. Ketika sekelilingnya menyanyikan nyanyian pembantaian maka Henok menyanyikan nyanyian kasih dan pengampunan.

Namun orang sering kali salah kaprah dengan baptisan Roh Kudus. Arti baptisan sendiri adalah ditenggelamkan bukan sebuah pesta jor-joran karunia entah bahasa Roh dan mengusir setan. Harus dimengerti  baptisan Roh Kudus terjadi hanya satu kali ketika ia percaya kepada Kristus ia dimeteraikan oleh Roh Kudus. Kenyataan baptisan Roh Kudus adalah sebuah kemampuan untuk tinggal dalam satu iman, satu Tuhan dan satu baptisan (efesus 4:5). Dapat dipastikan bahwa orang yang sudah dibaptis dengan Roh Kudus dan memperoleh meterainya maka tidak mungkin hidup mendukakan, memadamkan dan menghujat Roh Kudus (Efesus 4:30, 1 Tesalonika 5:19, Matius 12:31) namun sebaliknya ia akan berada dalam bayang-bayang Roh Kudus dan hidup dalam pantulanNya. Perlu diingat ketika baptisan Roh Kudus pelaku utama yang membaptis adalah Yesus Kristus sendiri bukan yang lain. Sangatlah fatal bila ada hamba Tuhan mencoba-coba “mengitik-kitik”iman jemaat supaya menirukan apa yang ia katakana supaya Roh Kudus turun. Itu merupakan dagelan yang tidak lucu! Sebenarnya dibaptis Roh Kudus tepatnya dengan istilah dibaptis dalam Roh Kudus bukan dengan. Seperti dibaptis dalam air bukan dengan air yang berarti medianya adalah air. Ketika kita dibaptis air bukankah kita tidak membawa diri kita basah terus karena baptisan bukan? Demikian juga ketika kita dibaptis dengan Roh Kudus apakah kita membawa karunia setiap hari dengan 9 karuniaNya? Tidak bukan! Namun dengan Iman kita ttap berada dalam meterai Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita selamanya.

Model orang yang dibaptis denga Roh Kudus adalah mereka yang terus menerus hidup dalam karakter Kristus baik dalam pengenalan akan Allah, dan hidup dalam demontrasi kuasaNya. Namun untuk apa orang dibaptis dengan Roh Kudus dan dipenuhi setiap hari? Targetnya satu yakni bersaksi tentang Kristus adalah juru selamat. Jangan pernah berkata penuh Roh Kudus atau dibaptis oleh Roh Kudus tapi tidak memiliki nyali sedikitpun berbicara akan Kristus sebagai satu-satunya juru selamat. Target utamanya supaya engkau menjadi saksiKu di Jerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi! Pengarajan yang bersemangat ini disebut kerigma. Setiap orang percaya harus terbakar untuk kerigma supaya kharismanya akan datang sendirinya. Tanpa kerigma maka jangan berharap kharismanya akan menyentuh kehidupan kita! Salah satu syarat utama hidup dalam ekosistem alam roh adalah hidup dalam pimpinan Roh Kudus yang merupakan Allah sendiri yang akan membawa kita dalam dimensi yang jauh berbeda daripada alam materi ini.  Syalom hambaNya,   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.