Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini258
Kemarin686
Minggu Ini2925
Bulan Ini14267
Total Pengunjung729224

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 63 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

 

PENYALIBAN ISA ALMASIH DALAM PANDANGAN ISLAM

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

1. Konsep Isa Almasih dalam Al Qur’an

Islam mengenal Yesus Kristus dengan nama Isa bin Maryam. Ia dikenal sebagai seorang pribadi yang memiliki keistimewaan melebihi nabi siapapun yang pernah diberitakan dalam Al Qur’an. Untuk itulah Ia disebut lebih banyak dari pada Muhammad   “25 kali dibanding 5 kali.”1 Di seluruh Al qur’an  Isa disebutkan “99 kali dalam 93 Ayat.”2 Islam mengklaim dirinya sebagai umat yang paling menghormati Isa Almasih dibandingkan agama manapun, sebab tidak ada kaum muslim “yang menyebutnya tanpa mengikuti namanya dengan sebutan ‘alaihisalam, bahkan setiap orang Islam yang berani menyebutnya tanpa mengikuti sebutan ‘alaihisalam, dianggap tidak beradab.”3

Identitas dan citra Isa Almasih yang melekat dikalangan kaum muslim pada dasarnya berakar atau berasal dari pandangan yang terkandung dalam Al Qur’an sendiri. Kandungan isi Al Qur’an yang menyiratkan pengakuan respek akan pribadi Isa Almasih, sebagai salah seorang nabi yang memiliki keistimewaan disamping nabi-nabi ataupun rasul yang diakui oleh Al Qur’an seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dll.

Secara etimologis Mesias atau Almasih berarti yang “terberkati,” “yang bersih dari segala dosa,” “yang diurapi,” sesuai dengan akar katanya MSH yang berarti mengoles. Jika demikian maknanya yakni mengacu pada kesucian, keterpilihan dan keistimewaan, dan orang yang diberi gelar itu semestinya adalah pribadi luar biasa yang harus dihormati, dihargai dan dicintai.”4 Beberapa ahli Islam berpendapat bahwa Almasih berasal dari kata “SAHA yang berarti menjelajah.”5 Mungkin bertalian dengan pelaksanaan tugas kenabianNya sebagai pewarta yang tidak pernah diam hanya satu tempat, tetapi senantiasa menjelajah sambil berbuat amal dan menyelamatkan (Bdk Al Imram 45,  An Nissa 172 ). Islam tidak pernah menyebut Isa Almasih sebagai Yesus Kristus, hal ini berawal  dari perkataan Muhammad yang menggunakan kata “ Isa “ dengan etikad baik, “ketika ia  menghadapi orang-orang Yahudi di Medinah yang tidak percaya kepada Yesus. Dengan kebencian mereka memanggil Yesus dengan sebutan Esau yaitu saudara Yakub yang ditolak dan kehilangan berkat. Mereka mengatakan jiwa Esau menjelma menjadi Yesus. Muhammad mengambil nama ini dan menggunakannya untuk Yesus tanpa menyadari penghinaan yang diajukan oleh orang Yahudi.”6

Sejak nabi Adam sampai  Isa Almasih semua adalah orang-orang muslim termasuk  para sahabatnya (Surat Al Baqarah 128, 131; An Naml 91; Az Zukhruf 69) Isa AS yang mendirikan Sholat dan melakukan  Zakat (Maryam 30-32) serta mempertahankan kejayaan Islam di dunia bersama Muhammad, salah satu hadits menyatakan bahwa : Bagaimana akan binasa satu umat dimana saya ada pada permulaannya dan Isa pada akhirnya ( Kanzul Ummal dan Hujajul Karamah). 

 

1.1. Kelahiran Isa Almasih

Kelahiran Isa Almasih dimulai dari pertemuan antara Maryam dengan malaikat Jibril yang dikisahkan dalam Ali Imran 45-47

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembira kan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari padaNya, namaNya Almasih ‘Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang diantara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang diantara orang-orang yang saleh.”Maryam berkata: “ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril) Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah” lalu jadilah dia.

 

Al Anbiyat 91 menjelaskan bahwa kelahiranNya bukan dari Bapa insani, yakni bukan hasil dari hubungan biologis antara Maryam dengan laki-laki  tetapi dilahirkan oleh   Roh Allah.

Dan (Ingatlah kisah) Maryam yang telah  memelihara kehormatannya, lalu kami tiupkan kedalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta.

Kedudukan Isa juga dijelaskan oleh Surat An Nissa 4:171 yang menyatakan:

...Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan (dengantiupan) Roh dari padaNya. (banding  Al Maida 110)

 

Keajaiban bayi adalah dapat berbicara untuk membela ibuNya. Ketika Maryam mendapat tuduhan berbuat mungkar (durhaka) tidak sesuai dengan perintah Tuhan yakni berzinah dan harus menghadapi hukuman rajam (Maryam 27-29). Tindakan Maryam dalam menghadapi keadaan ini adalah menunjuk kepada bayi yang berada dalam buaian itu agar orang-orang yang menuduhnya, bertanya langsung tentang keadaan dirinya yang masih suci. Masyarakat Yahudi merasa terhina untuk berbicara dengan seorang bayi, disinilah terjadi keajaiban, Isa membela ibunya,  sehingga dengan pembelaan bayi yang kecil tersebut Maryam terlepas dari hukuman rajam. Kisahnya terdapat dalam surat Maryam ayat 30-32, yang berbunyi :

Berkatalah Isa : ”sesungguhnya Aku ini hamba Allah. Dia memberiKu Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan Aku seorang Nabi” dan Dia menjadikan Aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama Aku hidup dan berbakti pada ibuKu, dan Dia tidak menjadikan Aku seorang yang sombong lagi celaka.

 

Keistimewaan yang lain melalui ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa Isa memiliki otoritas mengucapkan perintah Allah dan tidak perlu menerima wahyu sedangkan nabi-nabi lainnya menerima wahyu dari Allah ketika mereka sudah dewasa ( bandingkan Al Maida 110 ). Sekalipun kelahiranNya istimewa tetapi kedudu kan Isa Almasih sama dengan penciptaan Adam, Ali Imran 59-60 menjelaskan:

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa disisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian  Allah berfirman kepada Nya:“Jadilah” (seorang manusia)  maka jadilah Dia. (Apa yang telah kami cerita kan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang  ragu-ragu.

 

 Berpedoman dengan ayat ini maka umat Islam dengan tegas menolak  ke Tuhanan Yesus sebab menurut Al Qur’an Yesus murni manusia dan memuja seorang manusia dan menyamakannya berarti memper”sekutu”kan Tuhan, merupakan dosa yang besar dan tidak terampuni. An Nissa 116 menyatakan:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni  dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (bdk. Al Maaida 76)

 

Perbuatan menyekutukan Allah termasuk di dalamnya memuja benda-benda yang dikeramatkan, berhala dan patung serta berbagai bentuk yang diserupakan dengan Allah. Doktrin menyekutukan Tuhan ini sangat ditekankan karena termasuk tindakan yang membuat cacat terhadap tauhid asma dan sifat Allah. Hal ini diungkap kan agar menghindarkan diri dari penyembahan terhadap Isa Almasih, karena Dia adalah murni manusia dan tidak boleh disembah tetapi ajaranNya patut dituruti, Az Zukhuf 61

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.(Banding Az Zukhruf 63, Yohanes 14:6)

 

1.2. Kehidupan Isa Almasih

Karya Isa Almasih dimulai sejak usia 30 tahun “ketika berjumpa dengan Ruhul- Amien (malaikat Jibril) sebagai utusan Allah untuk mengangkatnya menjadi nabi dan rasul.”7 Ia  adalah seorang yang melakukan banyak mujizat dengan kuasa Roh Kudus. Al Baqarah 253 mengatakan ...... Dan kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta kami perkuat Dia dengan Roh Kudus

Beberapa jenis penyakit yang disembuhkan oleh Isa Almasih, Ali Imran 49:

 

“Dan Aku menyembuhkan orang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah. (bandingkan  Surat Al Baqarah ayat 87)

 

Mahtuh Ahnan dan Labibi M.z meringkaskan mujizat yang dilakukan oleh Isa AS dalam bukunya “Menyingkap 25 Nabi/Rasul lewat Al Quran sbb :

1.  Isa membuat mainan burung dari tanah liat. Kemudian burung itu ditiup hingga menjadi burung yang sesungguhnya dengan ijin Allah.

2. Isa dapat menyembuhkan orang buta sejak lahirnya, hingga dapat melihat dengan seijin Allah.

3.  Isa dapat menyebuhkan orang sopak (dengan seijin Allah).

4. Dapat menghidupkan orang mati dengan cara memanggil dan mengusapnya (dengan seijin Allah).

5. Bisa menceritakan kepada orang-orang yang mereka makan dan simpan dirumah mereka.

6. Isa dapat menurunkan makanan dari langit untuk memenuhi permintaan Hawariyyun (sahabat-sahabat dan muridNya yang paling dekat) agar mereka menikmatinya, dan meyakini kebenaran kerasulanNya ...8

 

Muhammad sendiri bersaksi tentang pribadi  Yesus ini sbb :

 

     -  Yesus itu Roh Allah dan firman Allah (hadits Anas bin Malik hal 72)       

                - Yesus anak Maryam itu terkemuka  di dunia dan di akhirat dan salah seorang  yang didekatkan Allah. (Ali  Imran 45)

               - Nyawaku ditangan Dia anak Maryam(Hadits mutiara jilid III no 425)

 

1.3. Kedatangan  Isa Almasih ke bumi

 

KaryaNya tidak hanya selesai pada masa yang lampau tetapi Ia masih akan tetap datang dan berkarya. KedatanganNya kembali diungkapkan banyak dalam hadits-hadits nabi yang dinyatakan Mutawatir (hadits yang cukup kuat). Pengetahuan tentang akhir jaman diungkapkan oleh Muhammad kepada sahabatnya sebagai kabar ghaib yang menjadi pedoman umat Islam sampai saat ini.

Khusus turunnya Isa terdapat didalam kitab-kitab yang terkemuka seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim serta kitab-kitab hadits lainnya yang disebut “Shihah Sittah, enam kitab hadits yang paling shaih.”9

Hadits Shohih muslim jilid 1 hal 76 mengatakan:

Yesus itu Imam Mahdi dan Hakim yang Adil

Hadits Shahih Bukhari no. 1090 berbunyi :

Dari Abu Hurairah RA, katanya Rasullah SAW bersabda, Demi Allah yang diriku dalam genggamanNya, sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil.

 

Kedatangan Isa Almasih akan membunuh Dajjal (berasal dari terjemahan resmi  Alkitab bahasa Syria dari abad II  yang lebih dikenal dengan Peshitta berasal dari kata Yunani Pseudo Chirston dalam Matius 24:24 diterjemahkan “Meshihe Daggale)”10 sebagai salah satu tanda dari 10 tanda-tanda kiamat yakni akhir jaman.

Ibnu Maryam akan turun, bila dilihat oleh Dajjal dia akan meleleh seperti halnya sepotong lemak . ‘Isa akan membunuh Dajjal (Bukhari dan Muslim).

 

Mengingat Alkitab merupakan induk dari Al Qur’an maka banyak kisah-kisah kehidupan Isa Almasih yang diberitakan dengan positif tetapi pemberitaan negatif tentang diriNya juga bertebaran dalam ayat-ayat Al qur’an, jika dipandang dari sudut kebenaran Alkitab seperti, ajaran Tritunggal adalah ajaran kafir (Al Maida 73), Isa bukan Tuhan (Al maidah 72), Isa tidak di salib (An Niss 157-158), Isa hanya untuk Israel (Ali Imran 49).

 

2. Konsep Penolakan Penyaliban Isa Almaih

Islam percaya telah terjadi peristiwa penyaliban tetapi informasi tentang siapa orang yang diatas salib itulah yang kabur. Sehingga  umat Islam pada umumnya sama sekali tidak pernah percaya bahwa Isa bin Maryam disalibkan, mati, dan bangkit pada hari ketiga. Sedangkan ahmadiyah percaya bahwa Isa benar-benar telah disalibkan akan tetapi kematianNya hanya semu saja. “Ia tidak mati melainkan pingsan kemudian pergi ke Punyab, dan disitu terdapat kuburNya.”11 “Perspektif Islam tentang Isa Almasih  hanya ditempatkan dalam kerangka cerita-cerita tentang sejumlah nabi dan rasulnya.”12 Pada umumnya para nabi dan rasul memiliki bentuk cerita yang sama yakni sang nabi yang diutus Tuhan kepada umatNya tidak diterima oleh suatu umat itu, kecuali beberapa orang saja yang percaya, kemauan umat akan membunuh nabi itu digagalkan oleh Tuhan dengan membuat mujizat. Tidak mungkin Tuhan membiarkan utusanNya dikalahkan oleh musuhNya. Itulah juga yang terjadi dalam diri Yesus. Disamping kerangka Al Qur’an yang menjadi standart penolakan Isa Almasih, “tidak dapat disangkal pengaruh bidat-bidat Kristen pada waktu itu ikut ambil peranan didalamnya, seperti pengaruh dari aliran-aliran heretik seperti dosetisme dan gnostik.”13

Dalam lingkungan dimana Muhammad hidup beredar suatu cerita (terutama orang-orang Kristen Yahudi) yang mengatakan bahwa “Yesus dapat mengubah diriNya dari suatu bentuk kebentuk lainnya. Maka mereka mengemukakan gagasan bahwa ketika musuh-musuhNya datang untuk menangkapNya, Dia “melempar” kan  kemiripan-Nya kepada orang lain, sehingga orang lain itulah yang disalib, ganti Yesus.”14 Untuk menjelaskan apa yang terjadi atas Yesus Kristus, mereka mengatakan Dia diangkat keatas kepada Allah. Inilah sebabnya mengapa ada pengaruh bidat Kristen dan Yahudi dalam  Al qur’an.

Prof. Dr. Ahmad Syalabi (Mesir) dalam bukunya Perbandingan Agama  Bahagian Agama Nasrani mengemukakan ajaran penyaliban sudah ada jauh sebelum hadirnya Yesus Kristus dimuka bumi ini,

... Hakekat penyaliban sebenarnya bukan berasal dari iman Kristen melainkan dari agama Hindu beribu-ribu tahun sebelum Kristus lahir, mereka percaya bahwa Krisna dilahirkan sulung sebagai dewa Wisnu yang tidak berpangkal permulaan dan tidak berujung kesudahan, telah rindu untuk membebaskan bumi dari beban yang dipikulnya. Dia datang dan mengemukakan sebagai korban penyembelihan penebus manusia. Mereka menggambarkannya di salib dengan dilobangi kedua tangan dan kakinya. Mereka menyifatkan Krisna sebagai pahlawan yang tenang, yang penuh perasaan keTuhanan karena ia mengemukakan dirinya sebaga korban penyembelihan. Di negeri Nepal  dan Tibet mereka percaya bahwa dewa Indra mengalirkan darahnya dengan penyaliban dan tembusan paku untuk membebaskan manusia dari dosa mereka ...15

2.1. Sumber dari Alkitab

Para pakar dialog Islam Kristen dalam membuktikan penolakan penyaliban Isa AS bukan saja menyodorkan ayat Al Qur’an dalam surat An Nissa 4:157-158, tetapi pendekatan yang dilakukan mengambil langkah  yang dianggap lebih tepat dan dapat diterima oleh orang Kristen yakni Alkitab. Penafsiran ayat-ayat yang mendukung tentang penolakan penyaliban Isa Almasih ditafsirkan sesuai dengan rasio, yang bila dilepaskan dari konteksnya seakan-akan membenarkan penolakan tersebut. Penolakan penyaliban Isa AS  bermula dari keraguan tentang keautentikan Alkitab yang ditulis para penulis Alkitab, sehingga terdapat kata “menurut Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, bahwa 50 % dari mereka tidak termasuk kedua belas murid Yesus”16 dan dalam menceritakan akan kesaksian tentang penyaliban Yesus tidak ada satupun yang sama, simpang siur dan itu menunjukkan bentuk keraguan yang lainnya.”17

2.1.1.  Markus 14:50  Tidak adanya saksi mata

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri

Para murid-muridNya tidak pernah sekalipun menyaksikan peristiwa penyaliban Yesus Kristus, sebab pada waktu Yesus disalib semua murid-muridNya tercerai berai sehingga sulit bagi mereka untuk menetapkan apa yang benar-benar telah terjadi dan siapa yang sebenarnya telah disalib”18 dan dalam suatu sidang pengadilan tanpa adanya saksi mata maka satu perkara dinyatakan tidak sah, dan segera dibuang dari meja pengadilan dalam waktu 2 menit.”19

Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan diriNya akan disalibkan. Matius 26:24 mengatakan Anak manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia .... “Dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Allah memiliki rencana untuk kematianNya, Yesus akan pergi sesuai dengan apa yang ditentukan Allah atasNya,”20 tindakan Allah terhadap kematianNya terjadi dengan beraneka cara yang manusia tidak tahu.

 

 2.1.2.  Matius 26:39  Doa Yesus di taman Getsemane

 

Maka Ia  maju sedikit, lalu sujud berdoa, kataNya : “ Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

 

     Hampir semua pakar dialog Islam Kristen mendasarkan ayat ini sebagai argumentasi yang dianggap paling akurat dan rasionil. Pertimbangan yang diberikan bahwa Allah tidak akan melewatkan doa Yesus Kristus di taman Getsemane. Ditambah lagi Isa tidak pernah berbuat dosa dan selalu melakukan kehendak Allah. Saleh A.Nahdi dalam bukunya  “Bibel Dalam Timbangan” menambahkan ayat Ulangan 21:23 yang mengatakan bahwa menurut agama Yahudi, mati disalib adalah laknat, dan Isa As bukanlah seorang yang layak mendapatkan laknat tersebut, pernyataannya diperkuat dengan menambahkan ayat  dalam Yohanes 19:31”21  sbb:

Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang orang berdosa, melainkan orang-orang saleh dan melakukan kehendakNya

 

Menurut anggapan para tokoh muslim Isa mengalami ketakutan sebab para tentara hendak berbuat tidak baik kepadaNya, “bukankah merupakan hal yang bisa diterima dan masuk akal bahwa Allah akan mengabulkan doa rasulNya serta menyelamatkan dari (ancaman) musuh-musuhNya?”22 Dalam buku percakapan dengan Pdt. Taylor oleh Saleh A. Nahdi menyatakan :

... Perlu diketahui bahwa sebelum Yesus ditangkap, Beliau banyak mendoa kepada Allah SWT bahkan semalam suntuk beliau berdoa di taman Getsemani supaya maksud membunuh beliau dipalang salib digagalkan olehNya. Menurut hemat kami Yesus sekali-kali tidak takut mati dalam mempertahankan misi dan kebenaran yang dibawa. Yesus tidak ragu dan tidak pula kehilangan kesanggupan menghadapi bahaya apapun juga, yang ditakuti Yesus adalah justru kematian di palang salib itu, yaitu kematian yang merupakan hukuman bagi nabi-nabi palsu. Untuk menghindarkan maut di palang salib secara hina dina inilah Yesus sepanjang malam berdoa dan meminta pula bantuan dari sahabat-sahabatnya ... 23

 

Doa Tuhan Yesus di taman Getsemane dapat dibuktikan didengar oleh Allah demikian tulisan Ahmeed Deedat dalam bukunya  ”Nabi Isa tidak mati disalib” ayat yang dianggap mendukungnya terdapat dalam Ibrani 5:7  yang mengatakan:

...“ Yang pada hari-hari jasadnya, ketika dengan teriakan dan air mata untuk mengajukan permohonan dan mengiba-iba kepada Tuhan yang berkuasa, agar menyelamatkannya dari kematian dan mendengarkanNya demi ketakwaan”...24

 

Pokok dasar Yesus tidak disalib adalah; doanya dapat dipastikan dijawab oleh Allah seperti Allah pernah mendengar doa dari Abraham, Zakaria demikian juga Allah akan mendengar doa dari nabi Isa. Keberatan-keberatan selanjutnya bahwa Yesus tidak menjawab pertanyaan Imam besar (Mat 26:64) bahwa Ia adalah Messias anak Allah sebaliknya berkata “engkau telah mengatakannya... “dengan kata lain perkataan itu sama dengan  “itu kan hanya katamu.”25  Sudah menjadi kebiasaan bahwa orang yang akan disalib membawa salibnya sendiri, dalam peristiwa Yesus para pengawal melakukan yang sebaliknya yakni menyuruh seorang yang bernama Simon dari Kirene untuk membebaskan Yesus dari beban. “Memang pengawal-pengawal itu mengakui kebenaran Yesus dan kebesaran Allah (Luk 23:47).”26

Penyaliban dimaksudkan untuk membunuh dan menyiksa para penjahat secara perlahan-lahan sampai berhari-hari. Menurut Alkitab Yesus hanya disalibkan dalam waktu 3 jam, “Sebab orang-orang Yahudi bukan saja tergesa-gesa menyalibkan Yesus tetapi juga terburu-buru menurunkan mayatNya.“27 Dalam waktu 3 jam seseorang tidak akan pernah mati disalib. Sebagai buktinya bahwa  tulang kakiNya tidak dipatahkan, sebagai penggenapan Mazmur 34:21yang mengatakan bahwaIa memelihara semua tulangnya, tidak ada satupun yang patah. Seandainya tulang-tulang pengorbanan dipelihara dari gangguan, maka tulang-tulang itu hanya berguna jika Dia masih hidup. “Bagi seorang yang sudah mati tentulah keselamatan tulang-tulangnya tidak berguna lagi baginya. Akan tetapi, bagi mereka yang masih hidup diatas salib, tulang-tulang  kakinya tidak perlu dipatahkan sebab masih diperlukan. Pemotongan kedua kaki berarti perbedaan antara hidup dan mati.”28 Kesaksian prajurit yang melihat kematianNya sangat diragukan, kata “melihat” didalam Yohanes 19:33

Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakiNya...

 

Perkataan prajurit ini dianggap sebagai realisasi dari perkataan Yesus dalam Mat.13:14 “yang mengatakan mereka melek tetapi tidak melihat dengan demikian bahwa para prajurit hanya menduga-duga kematianNya.”29

 

2.3.3. Matius 12:40 Pelajaran Nabi Yunus

 

Sebab seperti Yunus tinggal didalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal dirahim bumi tiga hari tiga malam

 

Dalam pengajaranNya Yesus pernah memberikan perumpamaan bahwa Ia akan seperti nabi Yunus di perut ikan selama 3 hari 3 malam. “Yunus tidak pernah mati baik pada waktu ia dalam perut ikan maupun ketika dimuntahkan. Demikian juga keadaan itu terjadi dalam diri Yesus pada waktu di kubur.”30 Tuduhan terakhir yang dikemukakan oleh Ahmeed Deedat adalah ketika Maria bertemu Yesus dan ingin memegang kakiNya,  maka Yesus melarang! tafsiran yang diberikan melalui peristiwa ini adalah bekas lukanya belum sembuh sehingga kalau dipegang akan terasa sakit, dan kemudian terbukalah kenyataan yang sebenarnya bahwa Yesus masih hidup.

a.  Maria Magdalena bersaksi, bahwa Yesus masih hidup

b. Kedua pengikut menemui Yesus di jalan menuju Emaus bersaksi, bahwa Dia masih hidup

c. Para Malaikat berkata, bahwa Yesus masih hidup (Lukas 24:23)

d. Dua orang yang berdiri (di dekat para wanita yang Maria Magdalena) berkata kepada mereka : “ Mengapa kamu mencari yang hidup diantara yang mati?  itu berarti, Bahwa Yesus masih hidup, (Lukas 24:4-5) ...31

 

Terlalu banyak daftar informasi “dari dalam” yang dikorek untuk membuktikan bahwa Yesus tidak disalib, namun pernyataan diatas diambil sebagai sumber yang mendekati  “masuk akal” bagi yang tidak mengetahui kebenaran Alkitab dan penulis anggap keberatan-keberatan yang diberikan bukan merupakan tuduhan yang sepintas lalu tetapi argumentasinya cukup akurat yang didasarkan oleh penyelidikan Alkitab dengan teliti yang tidak mungkin dilakukan kaum awam.

 

2.2.  Sumber-Sumber Al Qur’an

 

Misteri kematian Isa Almasih mengundang berbagai interpretasi dikalangan cendikiawan muslim. Problem dasar kematian Yesus Kristus diungkapkan oleh        Al qur’an secara berlainan antara An Nissa 4:157,158, dengan Maryam 19:33, Surat Al Baqarah 2:87  dan Surat Ali Imran 3:55 dan masih ada ayat-ayat yang lain. Sekalipun hanya dua ayat yang menyatakan penolakan tentang penyaliban Isa Almasih, namun ayat dalam Surat An Nissa 4:157-158 menjadi dokma dikalangan kaum muslim secara turun temurun.

Penolakan penyaliban juga dapat dipahami dalam kerangka penebusan dosa yang ditolak secara tegas oleh Al qur’an. Menurut pengajaran Al qur’an pertobatan seseorang dapat langsung menghapus dosa secara resmi, sempurna dan final (At Taubah 118, menjelaskan tentang Allah menerima pertobatan secara langsung). Doktrin pengampunan dosa tidak perlu melalui jalur salib, sedangkan Alkitab menyatakan hal yang sebaliknya peranan salib memungkinkan seseorang menerima anugerah pengampunan dosa.

 

2.2.1. Surat An Nissa’ 4:157-158

 

... Dan karena ucapan-ucapan mereka kami telah membunuh Al Masih. ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibkannya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Secara sederhana ayat ini dapat dipahami adanya informasi tentang peristiwa penyaliban. Namun demikian terjadi ke”kabur”an tentang siapa yang disalib? nenek moyang Israel di Madinah yang meng”klaim” bahwa mereka telah membunuh Isa, pada kenyataannya mereka tidak membunuh dan menyalibkannya (ayat 157). Isa Almasih telah diangkat oleh Tuhan dan seluruh tradisi Islam menerima adanya orang lain yang menggantikannya.

Penolakan terhadap rasul Allah ini dapat dibenarkan sebab orang Yahudi tidak dapat membunuh Almasih sebab Allah sanggup memberi pertolongan. Elderr, Parrinder memahami surat An Nissa ini sbb:

“ Orang Yahudi tidak membunuh dan tidak menyalibkan Yesus. Secara historis hal itu benar karena orang-orang (Penguasa) Roma yang melakukannya. Segelintir orang Yahudi tidak bertanggung jawab karena hanya menjalankan intruksi orang Roma ...32

 

  Kata yang dipakai untuk diserupakan, dijadikan mirip, seolah-olah, adalah kata “syubiha”  Hamka menyebutkannya dengan “disamarkan yaitu diadakannya orang lain, lalu ditimbulkannya sangka dalam hati orang yang hendak membunuh itu bahwa orang lain itulah Isa.”33 Selanjutnya Hamka menyebutkan bahwa dalam ayat ini memakai kata syak yang menurut ilmu manthiq (logika) syak berarti ragu-ragu atau bimbang dalam menghadapi diantara dua soal antara ada dan tidaknya; tidak dapat memastikan kemana beratnya, kepada ada atau tidak ada. Tidak ada pengetahuan yang pasti, atau suatu fakta yang dapat ditunjukkan.”34

Menurut penafsiran Ahmad Mushthafa Al-Maraghi menafsirkan sebagai berikut:

...Kata syak itu berlawanan dengan al-Yagin. Jadi syak yang dimaksudkan ialah keraguan mengenai hal itu, apakah yang disalib itu benar-benar Isa atau bukan. Maksud ayat, sesungguhnya ahli kitab yang berselisih paham mengenai pembunuhan Nabi Isa, sebenarnya tetap dalam keraguan mengenai kebenarannya. Karena, mereka tidak punya pengetahuan yang pasti. Mereka hanya menganut dugaan dan beberapa keterangan yang mendukung sebagian pendapat atas sebagian yang lain. Selanjutnya penafsir ini meyakinkan tafsirannya dengan dukungan Alkitab bahwa Yesus mengatakan bahwa kamu (murid-murid) tidak menaruh syak terhadap Aku malam ini ( Matius 26:31 )...35

 

Banyak Versi tentang orang yang diserupakan sebagai pengganti AlMasih, pertama-tama yang paling banyak beredar di kalangan muslim pengganti Isa adalah Yudas Iskariot, seorang yang telah mengkhianati Isa. Yudas ingin menunjukkan pertobatannya maka ia menggantikan kedudukan Isa untuk disalibkan. Tafsiran selanjutnya adalah datang “dari golongan Basilidian (salah satu aliran Gnostik Mesir) yang menyatakan bahwa Yusuf dari Kirene yang menggantikannya dan kemudian Isa kembali kepada Bapa dalam bentuk apapun.” 36

Kata “kembali” disini juga berarti diangkat, para penafsir Islam percaya inilah jawaban Allah terhadap keraguan mereka tentang penyaliban, Allah telah mengangkat Yesus dalam kemuliaanNya, tempat yang layak bagi rasulnya! Para penafsir Islam yang mempercayai Yesus diangkat Allah hanya untuk melaraskan dan sesuai dengan ayat  selanjutnya maka Allah itu Maha gagah lagi bijaksana (ayat 158c ), sepandai-pandainya orang Yahudi yang akan membunuh Isa maka Allah lebih bijaksana untuk menyelamatkan rasulNya. Melalui surat An nissa 4:157-158 Al Qur’an dengan jelas menolak kematian Yesus Kristus dikayu salib.

Dr. J. Verkuyl dalam bukunya “ Fragmenta Apologetika, menafsirkan surat An Nissa 4:157-158 sbb:

Mengenai penjelasan dalam nats Al Qur’an ini, pendapat dalam dunia Islam terbagi-bagi. Perbedaan dalam tafsiran ini terletak pada kata - kata dalam bahasa Arab “ Shubbihu lahum” yang diatas diterjemahkan dengan  “itu sangka mereka” apa sangka mereka? apakah itu sangkaan ini berkenaan kematianNya pada kayu salib atau berkenaan dengan  Dia, Isa? bahwa Yesus benar-benar disalibkan dan seakan-akan Ia telah benar-benar mati? kemudian ternyata Ia masih hidup. Dalam hal yang kedua maka kalimat itu berarti, semuanya itu seolah-olah  Tuhan Yesus yang tergantung pada kayu salib, melainkan suatu bayangan semu dari padaNya atau seorang pengganti, seorang yang lain ...37

 

Abujamin Roham mengakui adanya tafsiran terbagi-bagi dalam Islam tentang kematian Isa AS, dalam bukunya “Pembicaraan Disekitar BIBLE Dan QUR-AN Dalam Segi Isi dan Riwayat penulisannya” menguraikan 2 penafsiran tsb  :

1.   Menganggap bahwa Isa tak disalib, tetapi Ia dilepaskan sampai wafat sendiri, sebagai layaknya salah seorang nabi Allah; kemudian RohNya diangkat kepada Allah sebagai Roh-Roh nabi Allah

2.  Ada yang menafsirkannya, bahwa Allah mengangkat seluruhnya Isa kelangit dengan tak dapat disentuh oleh musuhNya. Pendapat ini dikuatkan dalam Ali Imran 55 ...38

 

Berita penolakan penyaliban Yesus Kristus mendapat dukungan sepenuhnya oleh Injil Barnabas yang memberitakan adanya orang lain yang menggantikan Yesus dikayu Salib yaitu Yudas Iskariot (pasal 215-217). Sebaliknya tidak ada satu ayatpun dalam Al Qur’an yang mendukung peristiwa penyaliban Isa Almasih dengan menyebutkan nama salah seorang muridNya (Yudas Iskariot)

 

2.2.2.  Surat Maryam 19:33

Dan kesejateraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari akudibangkitkan.

Inilah satu-satunya ayat yang paling jelas dalam Al Qur’an mengenai kehidupan kematian, dan kebangkitanNya. Secara sederhana ayat tersebut dapat dimengerti sebagai informasi tentang peristiwa yang akan menimpa diri Yesus, bagaimana nanti Ia akan mati (seperti nabi-nabi yang lainnya) tetapi Ia tidak berhenti pada kematian, Ia menyebutkan tentang kebangkitanNya. Tafsir Al Qur’an terbitan Universitas Indonesia memberikan 5 Kesimpulan untuk seluruh konteks ayat-ayat ini, kesimpulan terakhir mereka mengakui tentang waktu dimana Isa menikmati “kesejahteraan dilimpahkan kepadaNya dalam tiga peristiwa yaitu ketika lahir, wafat dan dibangkitkan dari kubur. Surat Al Maida 5:117 menjelaskan bagaimana Allah membiarkan Isa wafat “setelah Engkau mewafatkan Aku”

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu : “sembahlah  Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku. Engkaulah yang mengawasi  mereka. Dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu.

 

Dari ayat ini dapat ditarik dua kesimpulan penting, pertama, sebenarnya tidak ada satu manusiapun yang sanggup menjamah Isa Almasih apalagi membunuhnya! Kalau Isa mati maka itu karena kehendak Allah. Dan ayat ini memberikan arti penting yang kedua dimana Allah terlibat kematian Isa “ketika Engkau mewafatkan Aku” Engkau yang dimaksud bukanlah masyarakat Yahudi dan ahli Taurat bukan juga tentara Roma tetapi Isa sedang berbicara kepada Allah. Jika kematianNya telah terlaksana maka Allah sendiri yang mampu menjaga dan melindungi para pengikutNya.

Kata “wafatkan Aku,” memakai kata “tawaffa” yang memiliki 2 arti, pertama sering kali dipakai kata pelembut untuk “meninggal,” sehingga kalimat yang dikutip dapat diartikan “ketika Engkau biarkan saya meninggal atau pada waktu Engkau memanggil saya.”40

Jika secara jelas ayat ini menunjukkan kepada kematian Isa maka pertanyaan yang perlu diajukan kapan Ia mati dan bagaimana caranya Isa mati? untuk pertanyaan pertama Al Qur’an tidak memberikan berita yang memuat kapan Isa mati, tetapi       Al Qur’an secara insplisit memberikan caranya Isa mati yakni Ia akan dibunuh oleh ahli-ahli kitab.

Surat A Baqarah 2:87 memberitahukan bahwa:

Dan sesungguhnya kami telah mendatangkan Alkitab (Taurat) kepada Musa dan kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah kami berikan bukti-bukti kebenaran (mujizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Rohul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

 

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa para ahli kitab (Taurat) memiliki ambisi untuk membunuh sang nabi tetapi Al Qur’an tidak memberikan informasi siapa orang yang akan dibunuh. Pembunuhan dan penganiayaan sebagai konsekwensinya dalam memberitakan Injil yang tidak sesuai dengan keinginan ahli kitab. Bila melihat kilas balik sejarah, siapakah yang melakukan pemberitaan Injil di kalangan para Ahli kitab? Apakah Abraham, Nuh, atau Musa? siapapun tidak, sebab masa-masa itu adalah masa dimana cikal bakal kitab Injil belum tampak. Apakah mungkin Zakaria? justru Zakaria mendapat dukungan dari masyarakat dalam melaksanakan disiplin Taurat. Apakah Muhammad? tidak, satu-satunya musuh Muhammad yang paling kuat adalah suku Quraisy melawan bukan karena mereka ahli kitab tetapi merasa terusik oleh berhala-berhala yang disinggung oleh Muhammad. Satu-satunya pribadi yang hidup dalam ahli-ahli kitab tersebut adalah Isa Almasih yang terus terang menegor dengan keras dan tegas tanpa ambil kompromi terhadap dosa, kemunafikan dan kebobrokan ahli Taurat. Ayat dalam Al Qur’an ini sangat tepat sebab ambisi untuk membunuh telah terlaksana dengan saksi dusta yang telah dipersiapkan untuk menuduh Yesus dalam sidang pengadilan dan akhirnya vonis hukuman mati!

 

2.2.3.  Surat Ali Imran 3:55

 

(ingatlah) ketika Allah berfirman:“Hai Isa, sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

 

Seorang penulis, G. Parinder berusaha menunjukkan bahwa menurut Qur’an ‘Isa itu sungguh-sungguh wafat.

“ Isa putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul...(Al Maida 75)

 

Parrinder menafsirkan ungkapan mutaffika sebagai “istilah yang mengacu pada hal/keadaan mati karena pengertian yang sama juga terdapat dalam Al Baqarah 40; Almaida 117; Al Anam 61.” 41 Adanya perbedaan versi cerita mengenai akhir hidup Yesus, membuka adanya pendapat-pendapat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Salah satu ahli tafsir yang sangat terkenal ialah Imam Fakha ed ar Razi menerangkan persoalan kemiripan Kristus kepada seorang lain dengan beraneka cara:

1. Jika diperbolehkan membuat keserupaan seseorang pada orang lain, maka pintu terbuka untuk fitnah. Dan pada waktu itu kita akan dapat membenarkan alasan-alasan yang lemah untuk membatalkan nubuat.

2. Allah mendukungNya (Isa) dengan Roh KudusNya. Apakah Allah tidak mampu mengangkatNya ke Surga? dan Dia (Isa) yang dapat menghidupkan orang mati, apakah Dia tidak sanggup melindungi diriNya?

3. Jika Allah telah menyelamatkan Dia dengan mengangkat Dia ke Surga, maka apa gunanya orang lain harus mendapat keserupaan dengan Dia?     

4. Dengan melakukan seperti itu (yaitu menyebabkan orang lain menyerupai Dia) mereka percaya bahwa yang lain itu adalah Isa padahal bukan. Ini adalah penipuan yang tidak sesuai dengan integritas Allah.

5. Orang-orang Kristen dari timur ke barat, dengan rasa kasih yang mendalam dan mempunyai semangat yang luar biasa untuk Kristus, datang menyaksikan sendiri peristiwa penyalibanNya. Jika kita menyangkal peristiwa ini, maka kita menodai sejarah dan nubuat Muhammad,  Isa serta semua nabi-nabi lainnya.

6. Secara logis “orang lain” itu harus mempertahankan dirinya dengan mengatakan bahwa dia bukan Isa. Itulah yang harus dilakukan.Tetapi tidak melakukannya, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa kejadian tersebut tidak benar. Kalaupun uraian-uraian Al Qur’an mau mengakui penyaliban Kristus, tetapi jelas bahwa Al Qur’an tidak menyangkal kematianNya sebelum Dia diangkat  ke    surga ...42

 

3. Injil Barnabas.

Islam sangat menyukai tulisan Barnabas ini karena dianggap sebagai “Injil” yang asli. “Sebab tidaklah mungkin bagi seorang penulis pendusta menyerang tekad kepercayaan agama Masehi dengan menyelundupkannya ke perpustakaan mereka (Paus).”43 Abujamin Roham menulis tentang keberadaan Barnabas sbb :

 Barnabas adalah murid salah seorang murid Isa yang setia. Jadi patutlah segala ceritanya itu dipandang benar, sesuai dengan dokma dalam kristen, bahwa murid-murid Isa itu semua mendapat wahyu dan harus dipercayai. Tetapi didalam Kristen sendiri ada terjadi hal yang kurang adil, tidak adil sama sekali. Paulus bukan murid, sama dianggaap suci, sedangkan Barnabas murid yang langsung dari Isa ditolak keterangannya. Sedangkan Isa tidak pernah menolak atau berpesan bahwa Barnabas kelak adalah orang yang harus ditolak ...44

 

Minat ini begitu besar karena didalamnya berisi suatu informasi yang menarik dan sangat mendukung kebenaran Islam, salah satunya yang menjadi pokok pembahasan dalam tulisan ini yakni tentang penyaliban Isa Almasih. Sebenarnya tulisan Barnabas ini, yang kemudian disebut “Injil” (lebih tepat dengan surat/cerita) sama sekali bukan Injil kabar kesukaan Perjanjian baru yang ditulis dalam bahasa Yunani melainkan  ditulis dalam bahasa Itali (Bahasa yang muncul 13 abad setelah Yesus hidup). “Sehingga dapat diperkirakan tulisan ini berada dalam tahun 1300 sampai akhir abad 16 yakni pada masa Paus sixtus V.”45

Bambang Noorsena dalam bukunya telaah kritis Ijil Barnabas mengkisahkan latar belakang Injil ini :

 ... Injil Barnabas ini ditulis oleh seorang yang bernama Mustafa de Aranda yang sebelumnya menjadi uskup dengan nama Fra marino. Prof. KH Anwar Musaddad menuturkan latar belakangnya sbb :

Ada seorang uskup bernama Fra Marino yang hidup abad 16. Ia sangat rindu untuk membaca Inil Barnabas, karena Barnabas itu adalah murid Yesus sendiri dan pernah bersama-sama dengan Paulus mengadakan misi-misi perjalanan tapi kemudian berpisah dengan Paulus karena ada segi-segi pertentangan paham yang sangat prinsipil antara keduanya. Pada suatu ketika uskup itu berkunjung ke istana Paus sixtus V ( 1521-1590 ) dan mungkin terlalu lelah, maka Paus tertidur dimuka tamunya. Guna memanfaatkan waktu Fra Marino masuk ke perpustakaan Paus untuk menghabiskan waktunya dengan membaca. Secara kebetulan tangannya terpegang Injil Barnabas yang dirindukannya. Dengan penuh perhatian ia membaca beberapa halaman sedang dalam hatinya berharap membaca sampai tamat. Karena ia berkeyakinan bahwa kitab yang sangat berharga itu tidak mungkin boleh dipinjamnya, maka timbullah pikiran untuk mencurinya. Dengan rapih sekali kitab itu disembunyikan dalam mantelnya. Begitu Paus bangun, ia pamitan pulang. Kemudian dirumah dibacanya Injil itu dan akhirnya ia spontan memeluk Islam...46

 

Yang menjadi menarik dalam Injil ini, terdapat banyak kesalahan dalam mengutip kisah-kisah Alkitab dan salah satunya adalah  kisah akhir Yesus yang mendukung Al Quran khususnya surat An Nisa 157,158 yang terdapat dalam fasal 215 yang isinya antara lain :

...Ketika anggota-anggota militer itu beserta Yudas mendekat ketempat dimana Yesus berada, maka Yesus telah mendengar, mendekatnya orang-orang banyak tersebut, oleh sebab itu dengan ketakutan Dia telah menarik diri kedalam rumah itu, sementara itu sebelas orang lainnya (murid-murid) sedang tidur. Kemudian Allah mengingat bahaya terhadap hambaNya itu, Ia telah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikhail, Rafail dan Uriel pembantu-pembantunya, untuk membawa Yesus pergi dari dunia ini.Para Malaikat suci itu telah datang dan membawa Yesus pergi melalui jendela yang menghadap kearah selatan. Mereka menyediakan kepada Dia dan telah menempatkan Dia pada langit ketiga dalam rombongan malaikat - malaikat yang memuja Allah selama-lamanya...47

 

Kontradiksi yang paling menonjol antara Injil Barnabas dengan keempat Injil adalah kisah penyaliban Yesus Kristus. Dalam kisah ini bukan Yesus yang ditangkap melainkan Yudas Iskariot dengan wajah yang dirubah secara ghaib oleh Allah “diserupakan” dan “pengubahan wajah ini tidak diketahui oleh para murid, dan ibu Yesus tidak mengenalNya.”48  Sedangkan lakon hidup Yudas Iskariot dengan peristiwa “penyulapan wajah” yang membawa sebagai tumbal salib itu, antara lain dikisahkan dalam pasal 216 demikian :

...Kemudian Yudas telah masuk dengan kekerasan mendahului semuanya kedalam kamar, dimana Yesus telah diangkat. Waktu itu para murid sedang tidur. Dalam pada itu, Allah yang Maha gaib telah berbuat keajaiban, akhirnya bahwa Yudas telah demikian diubah dengan bicara dan roman wajahnya seperti Yesus, hingga kami mempercayai dia seperti Yesus..

 

Selanjutnya pasal 217 menerangkan :

 

Demikian akhirnya Yudas digiring ke gunung Kalvari, disana para penjahat biasanya digantungkan dan disitu pula ia disalib telanjang demi menggenapkan penghinaan baginya. Sedangkan Yudas tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berteriak : “Ya Allah, mengapa si penjahat itu (Yesus) telah lolos, sedangkan aku teraniaya sampai mati”. Sungguh saya katakan bahwa suara Yudas, wajah dan bentuknya begitu mirip dengan Yesus, sehingga para murid beserta semua orang percaya kepadanya meyakininya bahwa Ia adalah Yesus.

 

Diterangkan pula bahwa Yesus minta kepada Allah supaya Ia diturunkan ke bumi setelah kenaikanNya untuk melihat ibu dan murid-muridNya. “Maka turunlah ia selama 3 hari, dan pada hari ketiga para murid itu menyaksikan kenaikan Yesus bersama serombongan malaikat seusai shalat berjemaah di gunung Zaitun.”49

 

4.Kesimpulan :

 

Pribadi Yesus Kristus diungkapkan oleh Al Qur’an sebagai suatu pribadi yang tidak ada bandingnya, baik dalam kelahiran, kehidupan yang penuh mujizat serta kedatanganNya yang kedua kali sebagai Imam Mahdi. Al Qur’an memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus (Maryam 33; Al maida 117; Al Baqarah 87; Ali Imran 55). Namun menolak penyalibanNya (An Nissa 4:157 dan 158).

Keberatan-keberatan tentang penyaliban Yesus tidak hanya didasarkan pada        Al qur’an saja melainkan dari dalam Alkitab yang disalah tafsirkan menurut logika, dan jika dilihat arti yang sesungguhnya memiliki arti yang bertolak belakang (Mark 14:50; Mat  26:39; 12:40; Luk 23:47; Yoh 19:33) 

Dukungan bahwa Yesus tidak disalibkan hanya berasal dari injil Barnabas. Injil ini jelas ditolak oleh gereja melalui 3 dekrit yang berturut-turut yakni

           1. Dekrit dari Gereja Barat Th 382

            2. Dekrit dari Paus Innocent I  Th 465

 

            3. Dekrit dari Gelasius Th 496...50

 

Jika  umat Islam konsisten dengan Al Qur’an maka tidak ada satu ayatpun dalam Al qur’an yang mengakui tulisan Barnabas ini. Sehingga tidak ada dasarnya bahwa Injil Barnabas ini dipakai sebagai “kekuatan tambahan” dalam menolak p\\enyaliban Yesus.

Masalah utama penolakan penyaliban Isa Almasih karena adanya alur cerita yang sudah menjadi tradisi dilingkungan kaum muslim bahwa rasul Allah tidak akan dikalahkan oleh para musuhnya sebab Allah sendiri akan membelanya. Tetapi benarkah Yesus tidak disalib, dimana dan bagaimana kematian serta  kebangkitan Nya? Al Qur’an “bungkam” untuk pertanyaan ini!?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 


               1  Ahmed Deedat, Almasih dalam Al Qur’an, Cet. 1, Gema Insani Press, Jakarta, 1995      hal 10 

               2 Anis A. Shorrosh,  Kebenaran Diungkapkan, Cet. 1,Kelompok kerja Philia, Jakarta, 1988,  hal. 107.

               3 Ahmed Deedat, Lock. Cit.,

               4 Yanuar Lobo SVD, Vincent Jolasa SVD Yesus Kristus Harapan kita, Cet. 1, Nusa Indah, Flores- NTT, 1992, hal. 195. 

               5  Yanuar loboSVD, Vincent Jolasa SVD, Lock. Cit.,

               6  Anis A. Shorrosh,  Op. Cit,.  hal. 87. 

               7  Bey Arifin Maria, Yesus, dan Muhammad, PT. Bina Ilmu, Surabaya,1974, hal. 28. 

               8  Mahtuh Ahnan, Labib M.Z,  Menyingkap Kisah 25 Nabi/Rasul lewat Al Qur’an , Cet. 1, CV. Anugerah, Surabaya, 1991, hal. 263,2264.

               9  Ibnu Sulaiman,  Nabi Isa segera turun, cet. 2, Pt. Arista Brahmatyasa, Jakarta, 1994,     hal. 4.

                10Yusuf  Roni, diktat Teologi “In Loco” yang Indonesiawi dalam perspektif misilogis, Seminar sehari ITKI Jakarta, 5 Oktober 1995, hal.  9.

                11J Verkuil, Aku percaya Cet. 9, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1984, hal. 166.

                12Olaf schuman, Pemikiran keagamaan dalam tantangan, Cet. 1, Grasindo, Jakarta, 1993, hal. 106.

                13Alfonso S. Suhardi, OFM, Beberapa contoh dialog agama, Cet. 4, Obor, Jakarta, 1989, hal. 40.

                14  Anis. A. Shoroh,  Op. Cit., hal. 114.

                15  Ahmad  Syalabi (mesir ),  Perbandingan agama bahagian agama nasrani, Cet. 1, Kalam Mulia, 1993, hal. 79-80.

                16  Ahmeed Deedat, Nabi Isa tidak mati disalib, Pustaka Insani Press, Surabaya, 1991, hal. 16.

                17  Muhammad Ali  Al-Kuli, Konflik tentang Isa Almasih , Cet. 5,  CV. Pustaka mantik, Solo, 1990, hal. 67.

                18Ibid., hal. 66.

                19Ahmeed Deedat , Isa Almasih tidak mati disalib,  Lock. Cit., 

                20  Muhamad Ali Al-Khuli, Op. Cit., hal. 65.

                21Saleh A. Nahdi, Bible dalam timbangan, Cet. 1, Jakarta, 1994, hal. 53.

                22  Muhammad Ali Al-Khuli, Lock. Cit.,

                23  Saleh  A.  Nahdi Percakapan dengan Pendeta Taylor, Cet 4 Team Arista, Jakarta, Desember 1993, hal. 52.

                24Ahmeed Deedat , Nabi Isa tidak mati disalib,  Op. Cit., hal. 58.

                25  Muhammad Ali Al khuli,  Op. Cit., hal. 68.

                26  Saleh A. NahdiBibel dalam timbangan,  Op.  Cit.,  hal 52.

                27Ahmeed Deedat, Nabi Isa tidakmati disalib,  Op. Cit.,  hal. 55.

                28  Ibid. , hal. 60.

                29  Ahmeed Deedat, Nabi Isa tidak mati di salib,  Lock.  cit.,

                30  Ibid. , hal. 108.

                31  Ibid. , hal. 84.

                32Yanuar lobo svd, Vincent Jolasa SVD,  Op.  Cit.,  hal. 200.

                33  Hamka, Tafsir Al Azhar Juzu VI,  Cet. Mei 1992, PT. Pustaka Panji Mas Jakarta, 1984, hal. 21.

                34  Hamka, Tafsir Al Azhar Juzu VI, Lock.  Cit.,

                35Ahmad Musthafa Al -Maraghi, Terjemahan tafsir Al-Maraghi, Cet 2, CV. Toha Putra Semarang, 1993,  hal. 25.

                36  Olaf schumann,   Op.  Cit, hal. 141.

                37  J. Verkuyl Fragmenta apologetika, Cet 2, Badan Penerbit Kristen , Jakarta, 1966, hal  151.

                38Abujamin Roham  Pembicaraan disekitar Bible dan Quran dalam segi isi dan riwayat penulisan, Cet 2, Bulan Bintang, Jakarta, 1984, Hal. 331-332.

                40  Olaf Scumann,   Op.  Cit., hal. 142.

                41Yanuar lobo SVD, Vincent Jolasa SVD,   Op. Cit., hal. 199.

                42Anis A. Shorrosh,   Op.  Cit., hal. 118-119.

                43Ahmad Shalabi, Op. Cit., hal. 116.

                44Abujamin Roham, Op.  Cit., hal. 332.

                45B.F. Drewes & J. Slomp,  Seluk beluk buku yang disebut Injil Barnabas,   cet. 4, Kanius, BPK. Gunung Mulia, Jakarta, 1989, hal. 19.

                46Bambang Noorsena,  Telaah kritis terhadap Injil Barnabas, Cet. 1, Yayasan Andi offset,  Yogyakarat , 1989, hal. 1.

                47Ibid. hal. 30-31.

                48P. Supardi Eka Atmaja, Trinitas dalam Qur’an serta Injil Barnabas, Jakarta, 1984, hal. 58.

                49  Bambang Noorsena,  Lock. Cit.,

                50  -------------  Yang disebut Injil barnabas , Majalah Bahana, 7 September, 1994, hal. 8.

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.