Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini81
Kemarin792
Minggu Ini5364
Bulan Ini18525
Total Pengunjung836919

IP Kamu 54.161.100.24 Sunday, 21 October 2018

Guests : 23 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

HOAX VERSUS KEBENARAN SEJATI

ANTARA PENYALIBAN SAMPAI  KEBANGKITAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

1.       Pendahuluan

 

 Penyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota merupakan fakta sejarah yang sudah final. Para ahli sejarah telah membuktikan kisahnya bukanlah sebuah legenda fiktif atau hikayat antahberantah. Semua peristiwa penyaliban Yesus Kristus dapat dibuktikan secara arkheologis, geografis secara akurat. Tuduhan- tuduhan palsu yang bernuansa fitnah dari berbagai aliran kepercayaan bukanlah membuat kebenaran tentang Penyaliban Kristus menjadi pudar dan hilang ditelan masa. Namun sebaliknya Firman Tuhan itu bagaikan emas tua [1] yang teruji dalam peleburan api dengan suhu yang tinggi maka kebenaran Alkitab tentang penyaliban akan tetap bertahan di sepanjang zaman. Berbagai macam hoak yang identik berita bohong sengaja diciptakan oleh iblis dan terus dikumandangkan orang-orang yang memiliki fanatisme berlebihan

Serangan-serangan terhadap penyaliban bukan saja berasal dari mereka yang memiliki pengertian sempit melainkan justru sebaliknya yakni berasal dari orang-orang yang menganggap kelompok agamanya menjunjung tinggi pribadi Yesus Kristus sebagai utusan Allah yang tidak perlu mengalami hal-hal yang mengenaskan dengan penyalibanNya. Ia adalah utusan Allah yang tidak terkalahkan, Ia terlalu agung  untuk disentuh oleh orang-orang kafir dan Allah menyelamatkan dari mereka. Sebagai akibatnya kebenaran yang disampaikan sangat bertolak belakang dengan kebenaran Injil sejati yang muncul sudah ribuan tahun sebelumnya. Kebenaran yang sudah memiliki standar Illahi dianggapnya sudah dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Semua rekayasan minor akan kepalsuan kebenaran sebenarnya disponsori oleh iblis sibiang kerok penipuan kelas sejagad.  Sejak kedatanganNya di bumi ini, ia selalu membalikkan perkataan Allah secara terselubung sehingga Adam dan Hawa dibuatnya buta tanpa pengertian akan perintah Allah yang sejati. Jelas-jelas Allah berkata semua pohon di Taman ini boleh kamu makan buahnya kecuali pohon pengetahuan baik dan jahat[2] namun iblis mengatakan :"Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"[3] iblis sengaja menirukan apa yang Allah katakan semua pohon boleh kamu makan buahnya namun meniadakan satu kalimat kecuali pohon pengetahuan baik dan jahat. Realitasnya iblis menang dengan pemutarbalikkan fakta tersebut demikian. Konsep inilah yang dipakai oleh iblis untuk meniadakan kebenaran sejati. Iblis tidak berkeberatan jika seseorang memeluk agama, melakukan puasa dan menimbun segudang amal kebajikan dan aktif dalam praise and worship atau penyembahan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Namun Ia melarang keras siapapun bersentuhan dengan pengakuan karya keselamatan di atas golgota karena itu adalah serangan mematikan ke jantung iblis dan meluluhlantakkannya.

Realitas yang ada sekarang banyak orang kerasukan agama  namun  terlepas dari Tuhannya. Akibatnya bukan saja fanatisme yang berlebihan tapi radikal terhadap ayat-ayat yang berusaha membantai kepercayaan lainnya. Otaknya dipenuhi pembelaan terhadap ayat-ayat suci yang dimilikinya seolah-olah terbaik dan paling tersuci yang dipakai untuk menyerang kebenaran yang lainnya tanpa bijak dalam mengukur pengetahuannya sendiri. Nuraninya tumpul  dalam kepekaan sehingga tidak peduli perkataannya menyakiti orang lain. Orang model seperti ini dikuasai kebodohan tingkat tinggi karena di dalam otaknya hanya ada ayat-ayat tertulis yang mematikan bukan roh yang menghidupkan[4]. Untuk orang percaya yang sering kali mendapat serangan yang membabi buta lebih bijak berdiam diri. Sekalipun kita harus siap memberi pertanggunganjawaban terhadap kebenaran yang kita miliki[5] namun kita tidak perlu membuang mutiara di depan babi [6]. Paulus dengan pimpinan Roh Kudus mengatakan : “Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."[7]

Memang harus diakui tidak pernah ada seorang yang lahir di bumi ini menjadi kontroversi dilingkungan disegala abad. Baik kelahiran dan kematian serta kebangkitanNya yang menimbulkan polemik pro dan kontra sepanjang manusia hidup selain satu pribadi Yesus Kristus.  KelahiranNya yang bukan dari benih manusia dan kematianNya yang diragukan banyak pihak serta kebangkitanNya yang disembunyikan tokoh agama di jamanNya terus menjadi bahan perseteruan antar agama samawi. Namun kebenaran akan tetap menjadi kebenaran walaupun mendapat serangan apapun juga. Kebenaran akan nyata pada akhirnya dan tidak terbantahkan bahwa Ia membuktikan dirinya sendiri dengan kedatanganNya. Firman yang hidup itu yakni pribadi Yesus Kristus akan menyatakan dirinya bukan saja sebagai Imam Mahdi atau hakim yang adil melainkan untuk menunjukkan dirinya sendiri bahwa Ia pernah disalibkan.  Yohanes mengatakan: “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin[8].

2.       Jenis-jenis hoak tentang penyaliban dan kematian

Hakekat penyaliban sebenarnya bukan berasal dari iman Kristen melainkan dari agama Hindu beribu-ribu tahun sebelum Kristus lahir, mereka percaya bahwa Krisna dilahirkan sulung sebagai dewa Wisnu yang tidak berpangkal permulaan dan tidak berujung kesudahan, telah rindu untuk membebaskan bumi dari beban yang dipikulnya. Dia datang dan mengemukakan sebagai korban penyembelihan penebus manusia. Mereka menggambarkannya di salib dengan dilobangi kedua tangan dan kakinya. Mereka menyifatkan Krisna sebagai pahlawan yang tenang, yang penuh perasaan keTuhanan karena ia mengemukakan dirinya sebaga korban penyembelihan. Di negeri Nepal  dan Tibet mereka percaya bahwa dewa Indra mengalirkan darahnya dengan penyaliban dan tembusan paku untuk membebaskan manusia dari dosa mereka ...[9] Inilah kisah legenda yang tidak bisa disamakan dengan realita penyaliban Yesus Kristus yang bisa diukur waktu dan tempat serta pelaku utamanya yang nyata dalam sejarah kehidupan manusia.

Muslim Ahmadiah mempercayai Yesus Kristus yang di salib di atas golgota namun hanya pingsan dan kemudian turun dari salib dan meninggalkan Yerusalem untuk pergi ke India sampai akhir hayatnya dan ditemukan kuburanNya di Srinagar, Kasmir. Info yang lain Yesus Kristus di beri obat pada waktu di atas salib semacam cairan dari bunga karang seperti obat bius [10]. Yesus tidak mati di atas salib sekedar pingsan ketika di kubur sehingga 3 hari di dalam kubur merupakan proses kebangkitanNya merupakan sebuah kebetulan belaka.

Tahun 1929 D.H. Lawrence mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak mati di atas salib melainkan melarikan diri ke Mesir dan jatuh cinta dengan pendeta wanita Isis. Teori Yesus mati ini juga diinformasikan oleh Hugh schondfield tahun 1965 dengan bukunya Passover Plot (plot Paskah) mengatakan bahwa Prajurit Roma yang menusuk lambung Yesus Kristus menggagalkan rencana Yesus turun dari salib dalam keadaan hidup namun demikian bahwa kisah Alkitab tidaklah bisa di klaim apa yang terjadi sebenarnya.  Hoax senada dikumandangkan Donovan Joyce  tahun 1972 dengan bukunya The Jesus Scroll (Naskahl Yesus), memiliki lebih banyak teori yang tidak dmjungkin bila dibandingkan dengan karya Schonfield,” kata pakar kebangkitan gary Habermas. Tahun 1982 buku oly Blood, Holy Grail  ( darah suci, cawan suci ) menambahkan satu teori lagi bahwa Pontius Pilatus telah di suap supaya memberi izin Yesus diturunkan dari salib sebelum Dia benar-benar meninggal. Namun demikian penulisnya mengaku “ kami tidak bisa -dan masih tidak bisa -membuktikan keakuratan kesimpulan kami [11]

Penolakan akan penyaliban Yesus Kristus tidak didasarkan akan kebenaran yang ada melainkan data-data yang tidak akurat. Karena salib diambil dari rasi-rasi bintang yang dipakai penyembahan di dunia purba maka salib dianggapnya penyembahan kafir. Salib memang ada diseluruh penjuru dunia sebelum Kristus melaksanakan Misio Dei-nya yakni misi Tuhan. Para dewa yang tangannya memegang salib yang disembah oleh orang- orang kafir di Mesir, Babelonia dan India serta negara-negara yang lain memunculkan antipati terhadap Penyaliban Sang Juru selamat. Mempercayainya berarti menyekutukan Tuhan dan ini dosa yang tidak terampunkan bagi kaum muslim pada umumnya.

Pada awal abad pertama beredar kabar bahwa Yesus Kristus adalah pribadi yang bisa berubah-rubah rupa sehingga Dia bisa mengubah wajahNya atau wajah orang lainnya. Memang Alkitab sendiri mengatakan bahwa wajah Yesus berubah ketika berada di gunung dimana sudah enam hari Yesus berdoa di atas sementara Simon Petrus, Andreas dan Yakobus berada di bawah. Ketika mereka menjumpai Yesus maka wajah Yesus berubah, Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang[12] . Orang yang tanpa pengertian mengartikan bahwa wajah Yesus berubah dengan wajah yang lain tetapi realitasnya  berbeda sebab wajah Yesus Kristus sesungguhnya tidak berubah, tetapi wajahNya sendiri sehingga para murid tetap mengenalinya sehingga dapat berbincang-bincang denganNya.

Ketika kebangkitanNya para wanita yang datang ke kuburan tidak menemukannya karena Yesus Kristus telah bangkit. Wanita ini menjadi terkejut ketika menyaksikan malaikan datang memberikan informasi bahwa Yesus tidak ada dalam kubur. Perubahan wajah yang terjadi dalam kisah Paskah tidak hanya dalam pribadi Yesus melainkan dalam wajah malaikat yang wajahnya berkilau-kilauan. Informasi ini disampaikan oleh Matius yang mengatakan  : “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring  Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." [13]

Yohanes mencatat bahwa Maria menangis ketika tidak dapat menemukan mayat Yesus. Ketika Maria bertemu dengan Yesus sendiri maka tidak mengenalii wajahNya sebab Yesus setelah bangkit telah menggunakan tubuh kemuliaanNya. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."[14]

Lukas sendiri mencatat wajah Yesus tidak dikenali oleh kleopas dalam perjalanannya ke Emaus, di tengah jalan Yesus menjumpai mereka dan berbincang-bincang dan ketika hari telah malam kleopas mengajak Yesus Kristus untuk menginap. Pada malam itu Yesus mengajak menikmati perjamuan dan tersingkaplah wajah Yesus yang sesungguhnya maka Yesus menghilang dari tengah-tengah mereka. Lukas memberitahukan bahwa  Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka [15]

Alkitab tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa Yesus berubah rupa dengan wajah orang lain atau sebaliknya orang lain wajahnya dibuat mirip dirinya sendiri. Inilah yang menjadi dasar bagaimana Yesus di Taman Getsemane tidak di tangkap melainkan Yudas Iskariot yang mereka tangkap karena Yesus sudah terlanjut di angkat ke Sorga dan wajah Yudah berubah rupa menjadi wajah Yesus sendiri. Padahal Yudas Iskariot memimpin rombongan untuk menangkap Yesus dengan pasukan dan para tokoh agama. Kisah penangkapan ini sudah direncanakan secara matang dan sekaligus masif sehingga sangat mustahil beberapa kali pertemuan tidak mengenal Yudas Iskariot.

Jika Yudas sungguh-sungguh ditangkap dan disalibkan pasti ia akan mempertahankan dirinya dan memberitahu bahwa saya bukan Yesus Kristus. Anggap saja Yudas Iskariot menebus kesalahannya dengan menggantikan gurunya maka tidak akan pernah ada  kata-kata agung yang keluar dari bibirnya. Dapat dipastikan yang keluar adalah manifestasi kemarahan dan sumpah serapah. Sangat berbeda bila Yesus Kristus yang di salib, integritasnya tetap tidak berubah dalam penderitaan oleh orang-orang yang menganiayanya Ia bisa berkata :  Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya [16]. Yudas tidak akan mampu bertahan mengalami cambukan dan aniaya tentara Roma, sudah dapat dipastikan Yudas akan mati di tempat. Yudas juga tidak akan bertahan menghadapi Pilatus dengan segudang pertanyaannya yang ada akan gagu tidak pernah bisa menjawab deretan pengadilan yang diadakan oleh tokoh agama dan pemerintahan marathon selama 6 kali dari pagi buta sampai siang hari. Sangatlah mustahil Yudas menggantikan Yesus Kristus untuk di salib.

Jika Yudas disalib tidak akan ada mujizat dimana telinga Malkhus seorang hamba Imam besar yang ditebas dengan pedang oleh Petrus ditempelkan kembali oleh Yesus dengan mujizat di depan mata para prajurit.[17] Mana mungkin Yudas memiliki hati yang menyelamatkan musuhnya yakni rombongan orang yang akan menganiayanya? Yang pasti Yudas tidak mungkin mati di atas Salib karena Yudas bunuh diri dengan uang haramnya. Karena Alkitab mencatat bahwa Yudas bunuh diri dengan uang haramnya. Lukas mencatat : “Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --[18]

Allah sendiri sanggup menolong Yesus Kristus maka untuk apa gunanya mengubah wajah orang lain menjadi wajah Yesus supaya disalib ? Jika Yesus Krisus benar-benar diselamatkan oleh Allah maka untuk apa Allah menipu orang lain dan membuat sulapan wajah Yudas berubah menjadi wajah Yesus? Jika demikian itu bukanlah integritas Allah yang sejati tidak mungkin melakukan kebohongan publik sepanjang sejarah dan itu sangat bertentangan dengan karakter Allah Sang Pencipta! Jika Allah menyelamatkan Yesus dan mengangkat  ke sorga sebelum waktunya maka seluruh nubuat-nubuat yang disampaikan para nabi dengan sendirinya gugur tanpa digenapi namun Perkataan Allah pasti ya dan amin, Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."[19]

Konsepsi Nabi tidak terkalahkan dan selalu berada dalam lindunganNya merupakan konsep yang umum pada waktu itu bahwa utusan Allah tidak akan pernah disentuh oleh orang-orang kafir. Pengangkatan Yesus Kristus pada waktu di Taman Getsemane dengan istilah diangkat oleh Allah ke sorga juga merupakan berita Alkitab namun peristiwanya berbeda. Kristus sendiri terangkat ke sorga usah melakukan seluruh karya keselamatan dari kematian dan kebangkitanNya dan sesi terakhir merupakan happy endingny adalah Kristus naik ke sorga[20] bukan pada waktu ditangkap oleh para prajurit. Kisah pengangkatan Yesus Kristus di Taman Getsemane merupakan episode paling awal dalam kisah penyaliban sementara Yesus naik ke sorga merupakan episode terakhir menurut berita Alkitab.

3. Meragukan kebangkitanNya 

Kebangkitan Kristus dari kubur seharusnya tidak perlu diperdebatkan namun realitasnya masih diperguncingkan sampai saat ini[21]. Pada hari kebangkitanNya tokoh-tokoh agama menutupi kisah yang sebenarnya karena mereka tahu sebelumnya bahwa Yesus mengatakan tiga hari akan bangkit dan realitasnya Yesus menggenapi. Karena mereka ketakutan kurang pamor maka tokoh-tokoh agama di zamannya menutupi kebangkitanNya dengan menyuap sejumlah uang kepada para prajurit yang menjaganya[22] Tokoh-tokoh agama lupa jika para prajurit itu melaporkan bahwa para murid Yesus mencuri mayatnya maka itu berarti kecerobohan atau kelalaian yang sama saja menyerahkan nyawanya untuk dihukum mati. Dilaih pihak bukankah orang Yahudi najis bersentuhan dengan mayat? Memang orang yang dipenuhi kebenaran yang bukan berasal dari Roh Kudus menjadikan hatinya jahat dan menghalalkan segala cara.

Ada pula yang mengatakan Yesus hanya dibius saja. Yesus bukan hanya sungguh-sungguh mati tetapi juga Ia bangkit dengan tubuh fisik yang sama ketika Ia mati[23] Kebangkitan Yesus Kristus memiliki rincian cerita panjang setiap detilnya dalam Alkitab yang dilaporkan oleh wartawan-wartawan yang berdedikasi dalam urapan Allah seperti Matius Markus Lukas dan Yohanes. Ceritanya lengkap dilihat dari berbagai macam sudut yang tidak perlu diragukan. Ketika sebuah peristiwa disaksikan dua orang sudah sah tetapi kebangkitan Kristus disangsikan lebih dari lima ratus orang yang melihatnya secara kasad mata[24]. Jika hal ini masih diragukan maka benarlah ucapan orang yang sakit kanker stadium akhir yang menganggap dirinya sehat hanya kematianlah yang membuktikannya.

 


[1]  Mazmur 119:127

[2] Kejadian 2:16-17

[3]  Kejadian 3:1

[4]  2 korintus 3:6

[5]  1 Petrus 3:15

[6]  Matius 7:16

[7]  1 Korintus 1:19

[8] Wahyu 1:7

[9]   Ahmad  Syalabi (mesir ),  Perbandingan agama bahagian agama nasrani, Cet. 1, Kalam Mulia, 1993, hal. 79-80.

[10]  Matius 15:26

[11] Lee strobbel, the case for christ Penyelidikan tentang Kristus, cet 1, Omid Publising house, 2017 hal 235

[12] Matius 17:2

[13] Matius 28:1-7

[14]  Yohanes 20:11-17

[15] Lukas 24:30-31

[16] Matius 23:34

[17] Yohanes 18:10-11

[18] Kisah rasul 1:18-19

[19] Roma 9:28

[20] Kisah Rasul 1:1-11

[21] Adji A. Sutama.. Yesus tidak bangkit. Jakarta. BPK Gunung Mulia. 2008Hlm. 196-197.

[22] Matius 28:11-15

[23] Norman Geisler. Ketika Alkitab Dipertanyakan. Yogyakarta. ANDI2006.. Hlm.142.

[24] 1 korintus 15:6

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.