Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini695
Kemarin1143
Minggu Ini6312
Bulan Ini20387
Total Pengunjung809398

IP Kamu 54.162.159.33 Saturday, 22 September 2018

Guests : 25 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KENAIKANNYA SENJATA PAMUNGKAS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Usai sudah karya Yesus Kristus dalam menyelesaikan keselamatanNya di atas bukit golgota, tuntas dalam kematian dan kebangkitan dan sempurna dalam kenaikanNya ke Sorga. Semua karyaNya dari awal sampai akhir bukan merupakan mitos yang diragukan akan keautentikannya melainkan fakta sejarah yang dapat ditelusuri kembali secara arkheologis, geografis dan theologis. KaryaNya berdampak bukan saja dikalangan orang-orang hidup melainkan menembus alam kekekalan yakni keselamatan manusia berdosa yang mau percaya kepadaNya. Ia bukan sekedar manusia biasa layaknya nabi dan rasul pada umumnya, berbeda dan sangat berbeda dari cara berpikir, berkata-kata dan keteladan yang diberikan selama Ia berkarya di bumi. Sekalipun demikian masih ada orang ragu akan keIllahianNya, untuk itu mari kita lihat perbedaan-perbedaan tersebut.

KelahiranNya yang kontroversial bukanlah sebuah rahasia bahwa Ia bukan makluk sejenis dewa atau makluk halus yang tidak jelas dari keturunannya.  Lebih dari 42 generasi sebelum Yesus tercatat dengan rapi dan dilaporkan oleh para penulis Alkitab terutama Matius hingga kelahiranNya[1]. Sekalipun benih yang dikandung dari perawan Maria berasal dari Roh Allah maka kelahiranNya sesuai waktu yang ditentukan dan memiliki pertumbuhan yang sangat normal sebagai manusia biasa. Namun yang menjadi perbedaan yang nyata bahwa Ia dikandung dari Roh Kudus dan hal ini tidak terjadi dalam diri manusia siapapun yang ada di bumi ini. KelahiranNya tidak akan pernah ada manusia yang menyamaiNya.

KehidupanNya tidak perlu diragukan lagi dalam tutur kata, loyalitas, integritas dan tindakannya.  Alkitab mencatat bahwa Ia adalah manusia biasa sama seperti kita hanya saja tidak berbuat dosa[2]. Tidak pernah ditemukan Ia berbuat zinah satukalipun atau membunuh dan berkata salah. Jika ia berlaku curang dan najis satu kali saja maka Ia tidak layak diikuti oleh para pengikutnya. Hanya satu-satunya pribadi yang berani berkata : “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?. Untuk itu Yesus berani menantang bahwa siapakah yang bisa menunjukkan diriNya berdosa? [3] Jika perkataan ini disampaikan oleh nabi yang lain? Maka dosa dan kelemahannya berjilid-jilid dan tidak selesai dalam lembaran-lembaran kertas. Ia selalu berjalan sambil berbuat baik,  yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.[4] Tidak akan pernah ada orang yang hidupnya sebaik dan sesempurna Kristus Yesus.

Pengorbanan dan kematianNhya di atas salib menunjukkan perlakuan bejad oleh tokoh-tokoh agama yang tidak tahu mengerti essensi kebenaran sejati. Namun dibalik segala kebobrokan moral ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, sejarah membuktikan bahwa Yesus memiliki kemampuan yang tidak ada tara. Rela diperlakukan tidak adil, dianiya, diludahi dan dicambuk, namun demikian Ia masih meminta pengampunan untuk orang yang menganiayaNya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.[5] Karakter seperti ini belum pernah muncul di dalam diri nabi manapun, jika seorang nabi terancam maka ia akan membunuh lawannya. Jika satu kali saja Yesus membunuh orang maka Ia tidak layak diikuti sekalipun Ia mati di bunuh oleh kelompok orang yang haus darah yakni tokoh-tokoh agama.

KebangkitanNya  merupakan senjata ampuh bagi Iblis yang merasa menang pada jumat petang. Ia bisa membunuh anak Allah, namun keok pada minggu pagi dimana Yesus Kristus yang berkuasa atas alam maut telah bangkit.  Jika karya Yesus hanya sampai disini sebenarnya iman orang percaya sudah cukup karena jika Yesus Kristus hanya mati dan merupakan debu dalam sejarah maka Ia tidak layak diikuti. Mengapa kita harus mengikuti orang yang hanya berhenti di kuburan? Tidak layak bukan?  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.[6] KebangkitanNya menunjukkan hal yang spektakuler dan itu sudah sangat cukup untuk diikuti oleh semua orang.

Namun tidak berhenti dalam kebangkitanNya, Ia rela empat puluh hari menunjukkan kepada para rasul dan para pengikutnya bahkan menampakkan diri lebih dari lima ratus orang[7] Saatnya tiba Ia menyelesaikan tugasNya dengan sempurna dengan naik ke Sorga yang disaksikan oleh semua murid-muridNya secara spektakuler[8] Inilah akhir dari kisah karya yang ajaib yang Yesus lakukan dan tidak bisa siapapun juga menirunya. KenaikanNya ke sorga menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas sorga dan bumi sehingga perlu menjadi renungan kita.

Pertama KenaikanNya menyadarkan mereka terus memandang ke langit.  Para murid yang kehilangan jati diri hanya memandang ke langit melihat Yesus Kristus naik ke sorga. Alkitab tidak menceritakan berapa lama para murid menatap ke langit. Allah harus mengirimkan malaikatNya untuk menyadarkan mereka dengan menyebut Hai kamu orang Galilea. Para murid hampir kehilangan kesadaran dengan memandang ke langit terus dengan termangu-mangu. Untuk memanang Yesus kita tidak perlu hanya melihat sorga melainkan sadar kita masih ada di bumi. Malaikat mengingatkan bahwa kenaikanNya bukanlah kedatanganNya! Jangan memandang ke langit saja melainkan harus bekerja di bumi. Keanikan Kristus identik melanjutkan pekerjaan yang Yesus lakukan. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."[9]

Orang rela membanting tulang, merelakan segalanya hanya untuk perkara-perkara duniawi yang bisa dinikmati tidak lebih dari 100 tahun. Merelakan diri bertemu dengan pejabat orang-orang penting demi prospek masa depan namun lupa bertemu dengan Tuhan secara rutin mendatangkan prospek yang luar biasa. Orang lupa bahwa ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.[10] Orang sudah menjadikan uang adalah dewa dari segalanya sehingga menjadikan seseorang cinta akan uang. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.[11] KenaikanNya ke sorga mengingatkan kita untuk kita kembali mengerjakan apa yang Yesus telah kerjakan yakni menyelamatkan jiwa-jiwa.  Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."[12] Iman di dalam Kristus adalah iman yang aktif tidak bisa berdiam diri, harus bergerak dan menghasilkan sebab pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebangnya dan dilemparkannya ke dalam api.

Hal ke dua kenaikan Kristus  menunjukkan bahwa Ia berjanji akan datang kembali. Kehadiran Yesus identik dengan  Perjanjian baru. Janji dari Allah sangat berbeda dengan janji yang manusia ucapkan. Manusia bisa dan sering kali gagal dalam berjanji namun Allah tidak akan pernah gagal dalam menepati janjiNya. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?[13] Namun bagi orang percaya yang menerima janjiNya tidak boleh pasif hanya menerima begitu saja namun setiap orang percaya harus menghidupi janjii itu dengan iman yang benar dihadapan Tuhan. Orang budha rela menghabiskan waktu berjam-jam dalam bermeditasi hingga tercerahkan kehidupanNya orang percaya harus menghabiskan segalanya untuk tenggelam dalam kebenaran. Paulus menyatakan : “ namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.[14] Paulus telah menghabiskan waktu, tenaga dan segalanya demi mendapat bagian dari kebenaran Allah yakni menyatu dengan Yesus sendiri sehingga jati dirinya tidak ditemukan lagi.

Hal ke tiga bahwa kenaikanNya ke sorga menunjukkan kuasa supranatural. Kuasa yang Yesus miliki tidak pernah dapat ditiru oleh siapapun yang naik ke sorga. Memang Elia pernah naik ke sorga pada hari matinya dengan di jemput kereta berapi dan kuda berapi.[15] Namun Kristus Yesus tidak membutuhkan penjemputan, Ia naik ke dalam kemuliaan Sorga. Kuasa yang Yesus miliki diberikan kepada setiap orang percaya. Kuasa yang diberikan bukan sama dengan apa yang dunia berikan, dengan kata lain bahwa kuasa kenaikan Yesus melebihi emas, permata dan harta dunia ini. Namun kuasa Allah akan menjadi mitos dimasa lalu jika tidak dipraktekkan di dunia modern ini. Kuasa nama Yesus yang tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selamanya.[16] Kuasa manakah yang mampu menghancurkan iblis tidak ada lain selain nama Yesus kristus dan untuk itulah Ia datang ke bumi ini dengan tujuan yang jelas supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.[17]

Iblis akan menyeret setiap orang dalam kemegahan dunia ini seperti yang pernah ditawarkan kepada Yesus[18] Yesus berhasil menghalau iblis sebab Yesus kristus bukanlah raja atas bumi ini melainkan alam semesta. Namun sekarang iblis berhasil menggoda manusia untuk menyembah harta dunia sehingga rela memberikan segalanya untuk kekayaan dunia ini. Banyak orang lupa bahwa : “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.[19] Melalui kenaikanNya ke sorga orang diingatkan bahwa kuasa dan kemuliaan Yesus melebihi segala kemewahan dunia ini sehingga setiap orang harus mencari kemuliaan Bapa di Sorga amin. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.



[1] Silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.

[2] Ibrani 4:15

[3] Yohanes 8:46

[4] Kisah rasul 10:38

[5] Lukas 23:34

[6] 1 korintus 15:14

[7] 1 Korintus 15:6

[8] Kisah rasul 1:1-11

[9] Yohanes 6:27

[10] 1 timotius 6:6

[11] 1 timotius 6:10

[12] Yohanes 6:28-29

[13] Bilangan 23:19

[14] Galatia 2:20

[15] 2 raja 2:11

[16] Ibrani 13:8

[17] 1 yohanes 3:8

[18] Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Matius 4:8)

[19] Amsal 10:22

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.