Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini632
Kemarin954
Minggu Ini1586
Bulan Ini18138
Total Pengunjung779983

IP Kamu 54.225.57.230 Tuesday, 21 August 2018

Guests : 62 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

TONGKAT ESTAFET DARI YESUS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kisah rasul 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka

Kita tidak tahu berapa lama para murid menatap ke langit pada waktu kenaikan Yesus tetapi Tuhan harus memerintahkan dua malaikatNya untuk menyadarkan mereka dari konsentrasi mereka menatap ke langit. Kata menatap yang diterjemahkan ini diambil dari bahasa Yunani Atenizo yang memiliki arti meregang, menatap dengan penuh perhatian, melihat dengan baik, SET EYE : mengatur mata. Pandangan para murid ini sangat berbeda dengan pandangan kepada pribadi Yesus setiap harinya. Selama ini para murid memandang Yesus dengan terkagum-kagum sesaat dan kemudian sadar kembali, terkagum kembali dan sadar kembali. Namun pandangan kali ini sudah mengarah ke tatapan yang lama tidak sadar harus ada dua malaikat yang mengingatkannya.

Orang harus sadar bahwa tatapan para murid hampir menghilangkan eksistensi dirinya karena hanya menatap ke langit. KenaikanNya bukan kedatanganNya karena waktu kedatanganNya seluruh mata akan mengarahkan matanya ke langit dan memandang anak manusia datang dengan segala tentaraNya.[1] Bukan tidak boleh menantikan kedatanganNya dengan menatap ke langit namun fasenya belum yakni Ia sedang terangkat dan tidak sedang datang. Para murid harus sadar dari tidur pulasnya bahwa saatnya tidak sedang kehilangan eksistensinya dan hanya memandang ke atas. Mereka harus mengarahkan ke bumi karena ladang sudah menguning.[2]

Banyak gereja hanya mengarahkan orang ke sorga tanpa mempersiapkanNya di bumi. Soal sorga sudah pasti namun kehidupan disana perlu dipraktekkan selama hidup di bumi. Selama para murid menatap ke langit mereka kehilangan kesadaran dirinya untuk itu dua malaikat datang dan memberi peringatan. Setiap orang harus sadar dari tidur lelapnya. Paulus mengatakan bahwa : Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."[3] Orang yang tidur tidak akan pernah bisa bekerja, tidak akan bisa menikmati keadaan sekitarnya.

Tidur disini adalah kehilangan saat-saat indah dimana Tuhan berkarya. Orang harus sadar bahwa para murid Yesus baru saja diperintahkan untuk menunggu di Yerusalem dan akan menerima kuasa serta menjadi saksi. Kuasa yang diterima adalah dunamos yang memiliki dinamit atau granat yang bisa memporak-porandakan segala sesuatu. Orang yang tertidur secara rohani tidak akan pernah punya kepekaan akan janji-janji indah yang Tuhan beri. Semua perkataan Tuhan akan hilang tidak berbekas, Paulus mengidentikkan orang tidur itu mati dan harus bangkit sebab Kristus akan bercahaya bila kita berada dalam kesadaran yang penuh. Orang yang tertidur terus menunjukkan sebuah kemalasan, Salomo dalam masa mudanya dan sedang giat-giatnya bekerja berkata : “Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.[4] Salah satu kemarahan Tuhan ditunjukkan kepada orang-orang yang malas dalam merespond akan anugerah talenta yang Tuhan beri.[5] Untuk itulah Amsal mengatakan harus belajar dari semut[6]  Tidak akan pernah ada hasil apapun tanpa usaha, dan ketika orang terlena, terlelap hanya menatap maka tidak akan pernah ada hasil apapun. Orang ini tidak mengalami proses bekerja

Masa-masa para murid menatap ke langit adalah masa dimana tidak ada pekerjaan yang dibuatnya, aktifitasnya adalah mengarahkan mata ke satu titip langit dan itu tidak bermanfaat bagi orang lain maka Tuhan khusus mendatangkan dua malaikat dari langit untuk mengingatkan bahwa mereka harus berguna bagi banyak orang bukan hanya untuk diri sendiri.  Setiap orang percaya harus sadar tidak hidup untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain juga. Yesus hadir untuk untuk melayani bukan dilayani[7] bahkan setiap orang harus menempatkan orang lain lebih utama dari kepentingan dirinya sendiri[8] Orang yang selalu memikirkan dirinya sendiri memiliki ego yang kuat. Ego dalam bahasa Inggrinya memiliki arti EDGING GOD OUT artinya menyingkirkan Tuhan.

Para malaikat memecahkan lamunan mereka untuk mereka kembali ke dunia nyata. Kekristenan bukan persoalan sorga melainkan persoalan bagaimana hidup di bumi seperti di sorga seperti Yesus ucapkan dalam doa Bapa kami .[9] Untuk menciptakan sorga di bumi maka orang harus bekerja sesuai dengan kehendak Bapa di sorga yakni percaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa[10] Iman itu aktif tidak pasip yakni akan berkobar-kobar bagi kerajaan Allah. Anak Tuhan tidak ada wilayah untuk bermalas-malasan. Yesus Kristus selama hidupnya banyak menghabiskan waktu dalam pekerjaan. Walau hanya tiga setengah tahun namun karyaNya luar biasa menjangkau seluruh dunia.

Paulus mengingatkan kita adalah kawan sekerja Allah[11] ketika orang bekerja maka mengembalikan dirinya dalam gambar dan citra Allah. Etos kerja diberikan Allah ketika manusia belum jatuh dalam dosa. Bekerja bukan sebuah kutuk melainkan sebuah tanggung jawa, bahkan bila orang tidak mau  bekerja tidak boleh makan[12]. Allah Alkitab pertama-tama memperkenalkan diriNya dalam karyaNya menciptakan langit dan bumi. Yesus berkata : Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku   bekerja   sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."[13]

Tuhan tidak pernah memakai seseorang yang malas-malasan dan menganggur. Ia menjumpai para muridNya saat bekerja. Matius saat sibuk menjadi pemungut cukai, Simon dan rekan-rekannya sedang sibuk menjala. Dalam Perjanjian lama Allah menjumpai Musa saat sedang menggembalakan domba demikian juga memilih Daud ketika ia sedang sibuk menggembalakan domba-dombanya.

Pekerjaan yang dihendaki Bapa adalah memberitakan Injil Kristus dengan berbagai cara apapun yang berkenan di hadapan Tuhan. Orang percaya sedang menggarami dunia ini dengan Injil Kristus. Karena dimana Injil berada maka Injil itu akan mengubahkan dan memulihkan. Tidak akan pernah dunia menjadi rusak bila dipenuhi dengan berita sukacita. Injil adalah kabar sukacita yang mengubahkan kehidupan banyak orang. Tidak pernah satu kalipun dalam Alkitab orang yang sungguh-sungguh mempraktekkan kebenaran tidak hidup bahagia. Setiap orang yang berjumpa dengan Yesus Kristus maka mereka akan diubahkan. Orang berdosa diampuni, yang sakit disembuhkan yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya dan mati masuk sorga. Kekristenan harus melanjutkan tongkat Estafet yang Yesus Kristus berikan dengan bekerja melakukan apa yang Yesus Kristus lakukan 

Tidak ada artinya kekristenan bila hanya melihat sorga dan hidup di neraka selama ada di bumi ini. Bumi harus dipenuhi dengan kebenaran Allah youtube, facebook, blog, vlog, dan website dipenuhi dengan berita-berita kebenaran yang jumlahnya tidak terhitung. Semua itu menandai bahwa bumi penuh akan pengajaran firman Tuhan dan saatNya Tuhan datang. Orang harus sadar bahwa orang yang bekerja akan memperoleh upah bukan sebagai hadiah melainkan sebagai hak-nya[14] orang bisa mengklaim haknya kepada Tuhan bila ia sudah bekerja namun jika tidak maka ia tidak berhak mengklaim dan ini berlaku di dunia manapaun juga baik dunia rohani maupun sekuler. Jika orang hidupnya sepenuh untuk Tuhan maka akan mendapat berkat sepenuh dari Allah. Lagu kerja buat Tuhan selalu manise walau tanpa gaji selalu manise harus diralat sebab kerja upahnya bukan hadiah melainkan hak. Gaji bukan hanya persoalan uang melainkan pahala di sorga ataupun berkat-berkat tersembunyi bagi yang sungguh-sungguh melalukan pekerjaan bagi kerajaanNya. Pelayanan adalah sebuah pekerjaan melanjutkan apa yang Yesus telah lakukan dengan sempurna sehingga pelayanan adalah sebuah kehormatan bagi orang percaya. Bisa saja Ia berteriak dari Sorga dan menyatakan keselamatan bagi dunia ini namun Ia tidak mau lakukan karena Tuhan memiliki orang percaya  untuk memenuhi dunia ini dengan pengajaran akan kebenaran Allah. 

 


[1] Matius 24:30,31 “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

[2][2] Yohanes 4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

[3] Efesus 5:14

[4] Amsal 20:13

 

[5] Matius  25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

[6] Amsal 6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

[7] Markus 10:45

[8]  Fili[I 2:2-4  karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga

[9] Matius  6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

[10] Yohanes 6:29

[11] 1 korintus 3:9

[12] 2 Tesalonika 3:10

[13] Yohanes 5:17

[14] Roma 4:4

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.