Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1061
Kemarin1174
Minggu Ini5784
Bulan Ini21394
Total Pengunjung1206926

IP Kamu 34.204.191.31 Friday, 18 October 2019

Guests : 9 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KENAIKAN KRISTUS  ANTARA MITIS DAN MISTIS

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Kis Ras 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Kenaikan Yesus Kristus bukanlah kisah mitos[1] atau sekedar cerita legenda dimasa silam. KenaikanNya ke sorga merupakan fakta sejarah yang tercatat secara akurat dan terus berdampak di dunia modern. Yesus Kristus mengakhiri kisah hidup dan pelayananNya di bumi dengan peristiwa yang spektakuler .Hal ini tidak ada tandingannya karena tidak seorangpun yang pernah hidup di muka bumi ini dapat melakukannya. Ia tidak mengakhiri hidupnya di lubang kubur Yusuf Arimatea. Karena kuburan merupakan persinggahan sementara untuk tidur sebenatar bagaikan cex in di hotel tiga hari tiga malam di hotel. Orang harus ingat bahwa hampir semua manusia di bumi ini mengkhiri hidupnya di alam maut. Sementara alam maut tidak mampu menahan Yesus terlalu lama.

Yesus Kristus tidak berakhir di kuburan Ia bangkit dan naik ke sorga. Banyak orang mengaku telah naik ke sorga, melalui mimpi, penglihatan, pengalaman transpersonal[2] namun berbeda dengan pribadi Yesus Kristus Ia naik ke Sorga dalam kesadaran penuh dan disaksikan oleh para muridNya. Ini di buktikan dengan reaksi para murid-murid yang tercengang penuh dengan tatapan ke langit. Alkitab jelas mengatakan bahwa Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[3]


KenaikanNya di teguhkan oleh malaikat yang datang seperti pada waktu kelahiranNya dan kebangkitanNya di informasikan oleh malaikat demikian juga kenaikanNya di teguhkan oleh malaikat yang sekaligus memberikan janji bahwa Ia akan datang dengan cara yang sama.

Ia tidak diangkat pada waktu di Taman Getsemane saat mau ditangkap oleh tentara Roma dan orang-orang farisi atas pengkhianatan Yudas Iskariot. Ia tetap menyelesaikan tugasnya sampai selesai dan berakhir dengan kemenangan kebangkitan dan disempurnakan dengan kenaikanNya. Memang ada tafsiran bahwa Yesus yang disebut Isa Almasih tidak ditangkap oleh orang kafir karena Allah sangat mengasihiNya sehingga diselamatkan dan para prajurit menangkap orang yang salah yakni salah satu muridnya. Ungkapan Salah satu ahli tafsir yang sangat terkenal ialah Imam Fakha ed ar Razi menerangkan persoalan  penangkapan kemiripan Kristus kepada seorang lain dengan beraneka cara:

1. Jika diperbolehkan membuat keserupaan seseorang pada orang lain, maka pintu terbuka untuk fitnah. Dan pada waktu itu kita akan dapat membenarkan alasan-alasan yang lemah untuk membatalkan nubuat.

2. Allah mendukungNya (Isa) dengan Roh KudusNya. Apakah Allah tidak mampu mengangkatNya ke Surga? dan Dia (Isa) yang dapat menghidupkan orang mati, apakah Dia tidak sanggup melindungi diriNya?

3. Jika Allah telah menyelamatkan Dia dengan mengangkat Dia ke Surga, maka apa gunanya orang lain harus mendapat keserupaan dengan Dia?     

4. Dengan melakukan seperti itu (yaitu menyebabkan orang lain menyerupai Dia) mereka percaya bahwa yang lain itu adalah Isa padahal bukan. Ini adalah penipuan yang tidak sesuai dengan integritas Allah.

5. Orang-orang Kristen dari timur ke barat, dengan rasa kasih yang mendalam dan mempunyai semangat yang luar biasa untuk Kristus, datang menyaksikan sendiri peristiwa penyalibanNya. Jika kita menyangkal peristiwa ini, maka kita menodai sejarah dan nubuat Muhammad,  Isa serta semua nabi-nabi lainnya.

6. Secara logis “orang lain” itu harus mempertahankan dirinya dengan mengatakan bahwa dia bukan Isa. Itulah yang harus dilakukan.Tetapi tidak melakukannya, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa kejadian tersebut tidak benar. Kalaupun uraian-uraian Al Qur’an mau mengakui penyaliban Kristus, tetapi jelas bahwa Al Qur’an tidak menyangkal kematianNya sebelum Dia diangkat  ke    surga..[4]

 

Alkitab secara rinci memperlihatkan detik-detik pengangkatannya. Ia tidak menghilang, atau naik ke sorga di jemput dengan kereta berapi atau UFO atau yang lain. Itu menunjukkan bahwa untuk naik ke Sorga masih membutuhkan bantuan atau intervensi dari alam sana. Namun Kristus naik ke Sorga terangkat sendiri Karena Ia memiliki kemampuan pulang ke rumahNya sendiri bertemu Bapa di Sorga.  Inilah misteri yang sudah berabad-abad direncanakan oleh Allah untuk membawa kembali umat ciptaanNya masuk dalam habitat Sorga. Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi yang dibutuhkan oleh manusia baik di alam ini maupun alam yang akan datang. Kekristenan tidak menaruh imannya kepada seorang yang hanya berakhir di kuburan melainkan pribadi yang terangkat ke Sorga. Jika kekristenan menggantungkan imannya kepada orang yang mati maka mereka tergolong orang yang paling celaka dan agama yang dianutnya adalah kepercayaan yang paling konyol di dunia.  

Realitas manusia sesungguhnya adalah makluk mitis, sebuah istilah di zaman primitif dimana manusia hidupnya sangat bergantung pada  alam yang mencari solusi secara supranatural sehingga dunia mitis dipenuhi dengan dipenuhi oleh kekuatan-kekuatan gaib yang tidak dapat dijangkau[5]. Padahal masyarakat mitis tersebut telah belajar, mengerti, menghormati, berperang, membunuh, menciptakan teknik, dan lain sebagainya. Solusi dari semua yang dikerjakan tersebut terciptalah kebudayaan. Kebudayaan-kebudayaan berbagai macam daerah di seluruh dunia identik dengan pencarian perkenanan Sang Supranatural yang tidak terditeksi oleh mereka seperti di zaman Paulus ketika ada di Aeropagus[6]. Dapat disimpulkan bahwa inti sikap mitis adalah kehidupan ini ada, ajaib dan berkuasa, penuh daya kekuatan.

Orang dapat dikatakan tidak menjadi pribadi seperti yang diharapkan jika tidak menyatu dengan kebudayaan tersebut. Salah satu contoh kebudayaan jawa maka orang-orang asli jawa maka tidaklah asing dengan wayang, gending gamelan, keroncong dan masih banyak lagi. Kita tidak sedang mempelajari latar belakang dari kisah-kisah kebudayaan tersebut namun penyatuan pribadi orang-orang jawa yang menunjukkan kebudayaannya merupakan identitas sejati. Kekristenan harus menjadikan kehidupan Yesus Kristus dari kelahiran sampai kematianNya merupakan kebudayaan yang melekat dalam kehidupan setiap hari. Kehidupan mitis adalah membudayakan seluruh karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Yohanes mengatakan Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup[7]. Kenaikan Kristus membuktikan bahwa Ia seorang yang sempurna dalam tutur kata, tindakan dan pikiran. Seluruh perbuatanNya diabdikan bukan untuk kepuasan hawa nafsu dan ambisi pribadi melainkan hanya untuk keselamatan umat manusia.

Iman yang benar adalah mampu membudayakan seluruh karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Bila diumpakan sebuah sinetron atau film layar lebar orang percaya Kristus yang sejati adalah mereka yang menjadi peran utama yang memerankan Yesus Kristus semakin mirip maka semakin banyak penggemarnya di Kerajaan Allah. Orang kristen tidak di panggil hanya untuk percaya saja melainkan untuk setia setiap detik mempresentasikan pribadi Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan Kristus yang mitis adalah kehidupan pribadi Yesus yang membudaya setiap hari.

Hal yang perlu diperhatikan bahwa manusia adalah manusia mistis yang merupakan faham  dari mistik[8]. Kerinduan seseorang akan Sang Khalik tepat ditujukan hanya satu pribadi Yesus Kristus. Ia pribadi yang melintasi segala sesuatu yang natural seperti kehidupan fana di dunia ini, kematian yang harus terjadi di dalam diri seseorang. Ia telah bebas dari berbagai beban kehidupan dan dosa manusia.  KenaikanNya ke Sorga bukan karena Ia menghindarkan diri dari dunia yang membenciNya melainkan sudah tuntas dalam karya keselamatan yang diembannya. Ia hadir tidak hanya untuk dua belas muriNya melainkan untuk menyatu dengan seluruh umat manusia. KenaikanNya ke sorga memungkinkan Ia menyatu melalui Roh Kudus agar dapat melebur di dalam diri manusia. Ketika Ia berkata Aku menyertai kamu sampai kesudahan zaman bukan hanya diperuntukkan untuk orang-orang sezamannya melainkan untuk setiap orang percaya. Roh Kudus yang memampukan manusia untuk memahami jati diriNya sepanjang abad.  

Kekristenan adalah kehidupan mistik yakni melebur dalam kesatuan bersama Kristus. Hal ini berarti menjauhkan diri dari segala sesuatu yang menghalangi kemelakatan dengan Kristus. Aroma mistik dalam kekristenan bernuansa sorgawi, irama, perkataan dan tindakan yang sinkron dengan atmosfer sorga. Kita bukanlah manusia yang memiliki pengalaman spiritual melainkan kita adalah makluk spiritual yang memiliki pengalaman manusia demikian ungkapan Teilhard De Chardin[9]. Jika demikian yang mendominasi manusia sejati adalah mereka yang sungguh-sungguh hidup dalam perkenanan Allah sehingga layak terangkat dalam kemuliaan. Kristus rela tubuhnya terpecah-pecah oleh berbagai cambukan dan aniaya agar umat manusia menyatu dengan Allah. Penyatuan inilah identik Aku dan Bapa adalah adalah satu[10] Paulus menyebut dirinya bahwa hidupku bukannya aku lagi melainkan Kristus yang tinggal dalam aku[11] lebih tegas Paulus memberikan parameter hubungan antara Allah dan manusia sebagai hubungan suami istri,  tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus,  kepala dari perempuan ialah laki-laki  dan Kepala dari Kristus ialah Allah[12]. Lebih jelas lagi Paulus mengingatkan bahwa :Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh  dengan Dia[13].

Untuk dapat naik dalam kemuliaan tidak boleh ada beban dosa apapun. Orang harus rela membunuh kedagingannya, membuang kemelekatan dengan dunia ini[14] menjauhkan diri dari berbagai deretan dosa yang menjijikkan[15]. Yesus dengan tegas mengingatkan bahwa Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi  dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba  jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat[16].

Orang-orang yang tidak mungkin naik ke Sorga adalah mereka yang terus tenggelam dalam kekelaman dan ratap gigi dan jenis-jenisnya seperti yang diktakan oleh Paulus Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah ? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,  pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu  tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah[17]. Orang yang mistis adalah orang yang menyatu bukan dengan segala kemelekatan dosa dan keduniawian melainkan menyatu dengan Kekudusan dan cinta akan Tuhan tanpa batas. Gelora jiwanya membara akan kasih kepada Allah dan sesama, inilah inti dari segala kebenaran. Cinta membara seperti apa yang sulamit katakan Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan[18]. Kereta para bangsawan adalah terjemahan dari kata kereta Ammi-nadib, yang terkenal karena keindahan dan kecepatannya.

Jika setiap orang percaya memiliki kerinduan yang membara sampai pada tingkatan addictif[19]  sebuah kerinduan yang tidak bisa berhenti jika stop rasanya ingin mati. Kerinduan semacam inilah yang memungkinkan seseorang menjadi sangat mistis akan Tuhan. Seperti Yusuf ketika ingin berjumpa dengan saudara-saudaranya, ia harus membuang semua rasa kebencian, sakit, luka atas pengkhianatan yang telah dilakukan untuk dirinya. Ia berani terbuka dan menerima saudara-saudaranya karena ia telah terbebas dari rasa sakit sehingga Ia berkata : Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya  untuk kebaikan,  dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup  suatu bangsa yang besar[20].

Yesus yang naik ke Sorga mampu mengirimkan kereta berapi seperti ketika menjemput Elia. Namun Elia siap naik kereta tersebut karena memang hidupnya telah didedikasikan sepenuhnya bagi Tuhan. Setiap orang percaya harus memiliki kerinduan dan kekaguman akan Tuhan dan gerejaNya bukan kepada pendeta dan denominasinya. Celakanya bahwa kerinduan akan Tuhan sudah terkontaminasi dengan berbagai doktrin dan figure-figur pemimpin rohani sehingga menciptakan produk-produk manusia fanatik[21] yang salah dan munafik[22]. Fanatisme yang berlebihan terhadap agama akan membuat kerusakan dimana-mana namun fanatisme terhadap Tuhan adalah gairah cinta yang membara yang akan mengangkat siapapun ke dalam kehidupan yang lebih baik.

KenaikanNya ke Sorga membuktikan bahwa cinta dan kasihNya tidak pernah terbatas kepada siapapun dan agama apapun. Jika kita mau hidup dalam cinta yang membara dalam kontemplasi dan meditasi maka kita akan terangkat bukan saja kereta para bangsawan namun kereta berapi seperti nabii Elia. Siapkan diri untuk menyambut kedatanganNya dengan hidup mencinta dalam gairah yang membara bagi Tuhan.

 

 

 

.



[1] Istilah "mitologi" dapat berarti kajian tentang mitos (misalnya mitologi perbandingan), maupun sebuah himpunan atau koleksi mitos-mitos (misalnya mitologi Inka).[1] Dalam folkloristika, suatu mitos adalah kisah suciyang biasanya menjelaskan bagaimana dunia maupun manusia dapat terbentuk seperti sekarang ini,[2] meskipun, dalam pengertian yang sangat luas, istilah tersebut dapat mengacu kepada cerita tradisional.[3] Mitologi terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat. Mitologi dapat mencakup kisah penciptaan dunia sampai asal mula suatu bangsa. Tidak seperti mitologi, pada cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dianggap sebagai kisah suci yang dipercaya kebenarannya. Sedangkan pada legenda, pelaku-pelakunya adalah manusia dan meskipun kejadiannya dianggap benar-benar terjadi, dapat mengandung kisah makhluk supranatural (dewasetan, dsb.) dan kejadian luar biasa (kutukan, keajaiban, dsb.) seperti pada mitologi. Biasanya latar pada legenda adalah masa-masa pada saat manusia sudah ada dan dikaitkan dengan sejarah dan asal mula suatu tempat sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Mitologi

[2] Transpersonal didefinisikan sebagai "pengalaman dimana kesadaran diri atau identitas diri melampaui (trans) individu atau pribadi untuk mencapai aspek-aspek yang lebih luas dari umat manusia, kehidupan, jiwa, atau kosmik".1] Transpersonal juga telah didefinisikan sebagai "perkembangan yang melampaui batas-batas individual"https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_transpersonal

[3] Kisah Rasul 1:10:11

[4] Anis A. Shorrosh,  Kebenaran Diungkapkan, (Jakarta,Kelompok kerja Philia, cet 1), 1118-119

[5] https://www.scribd.com/doc/21980128/Ringkasan-Kebudayaan-Dan-Mitis

[6] Kisah rasul 17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.

[7] 1 Yoh 2:6

[8] Mistik dapat dipahami sebagai eksistensi tertinggi kesadaran manusia, di mana ragam perbedaan (“kulit”) akan lenyap, eksistensi melebur ke dalam kesatuan mutlak hal ikhwal, nilai universalitas, alam kesejatian hidup, atau ketiadaan. Kesadaran tertinggi ini terletak di dalam batin atau rohaniah, mempengaruhi perilaku batiniah (bawa) seseorang, dan selanjutnya mewarnai pola pikir nya. Atau sebaliknya, pola pikir telah dijiwai oleh nilai mistisisme yakni eksistensi kesadaran batin.

 

[9] Tony Buzan., Kekuatan ESQ 10 langkah meningkatkan kecerdasan emosional spiritual, (PT. Pustaka Delaprasa Publising, cet 2003),1

[10]   Yohaness 10:30

[11]  Galatia 2:20

[12]  1 Korintus 11:3

[13]  1 Korintus 6:17

[14] Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa  dengan dunia  ini, tetapi berubahlah  oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak  Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

[15] Galatia 5:19-21Perbuatan daging  telah nyata, yaitu: percabulan,  kecemaran, hawa nafsu,  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,  kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah

[16] Lukas 21:34

[17] 1 Korintus 6:9-10

[18] Kidung Agung 6:12

[19] Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus.

[20] Kejadian 50:20

[21] fanatik :teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dan sebagainya)

[22] Munafik : berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.