Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1090
Kemarin1102
Minggu Ini5167
Bulan Ini3167
Total Pengunjung1524791

IP Kamu 3.233.229.90 Friday, 03 July 2020

Guests : 10 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

SELAMAT TAHUN BARU 2020

JANUARI, ROSH HASANAH, IMLEK

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

 

         

 Tahun baru yang selalu dimulai bulan januari adalah tahun baru mengikuti Kalender solar, kalender syamsiah, kalender surya atau kalender matahari adalah sistem penanggalan yang didasarkan atas revolusi bumi mengelilingi matahari. Secara fisika satu tahun surya adalah unit relatif waktu sebuah planet mengitari matahari. Satu tahun biasa dibagi menjadi bulan dan hari. Planet bumi mengitari Matahari dalam waktu satu tahun[1]Awalnya, kalender Romawi hanya memiliki 10 bulan dan 304 hari. Setiap tahun baru dimulai pada vernal equinox. Tradisi ini diciptakan oleh Romulus, pendiri Roma pada abad ke-8 sebelum masehi.  Namun seorang raja sesudahnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius ke dalam penanggalan tersebut. Hanya saja, selama berabad-abad, perhitungan kalender ini ternyata tak selaras dengan matahari. Hal inilah yang membuat Kaisar Julius Caesar akhirnya memutuskan untuk mengubahnya. Dia mencoba untuk berkonsultasi dan para astronom dan matematikawan terkemuka di masa itu. Setelah diperbaiki, Julies Caesar pun memperkenalkan kalender Julian -kalender yang selaras dengan matahari. Kalender ini mirip dengan kalender Gregorian yang lebih modern dan sudah dipakai di sebagian besar negara di dunia sekarang ini[2]

              Penetapan 1 Januari sebagai hari pertama tahun baru ini dilakukan sebagai bagian dari reformasinya Caesar. Di tanggal ini juga ditandai sebagai hari di mana pejabat politik tertinggi terpilih di Roma mulai menjabat dan bekerja selama setahun.  Caesar membuat tanggal 1 Januari sebagai hari pertama awal tahun sebagai upaya untuk menghormati nama dewa yang sama dengan bulan tersebut, Janus. Janus sendiri adalah dewa yang memiliki dua muka sekaligus dewa permulaan di Romawi.  Kedua wajahnya ini melambangkan kemampuannya untuk melihat ke masa lalu dan dam masa depan. Di masa itu, orang-orang Romawi merayakan tahun baru dan hari raya dewa Janus dengan bertukar hadiah satu sama lain. Tak cuma itu, mereka juga menghias rumah mereka dengan cabang pohon laurel dan menghadiri pesta[3]

Read more: Selamat Tahun Baru Yahudi, China, Internasional

KAFIRNYA SELAMAT NATAL

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Pd.K

 

Kontroversi haramnya ucapan selamat natal menjadi viral dalam ranah kehidupan beragama di Indonesia. Padahal ucapan ini tidak mendatangkan penyakit atau membuat kaya bagi siapapun baik yang mengucapkan atau yang menerimanya. Orang yang mengucapkannya tidak sedang berkata kotor, najis atau mengeluarkan kata-kata kutuk sumpah serapah sehingga mendatangkan dosa. Justru ucapan yang membahagiakan orang lain itu mendatangkan berkat atau ridho Allah katanya. Namun herannya itu hanya terjadi di Indonesia bukan di negara lain termasuk di Arab Palestina sebagai pusatnya agama islam. 

Ini kisah nyata saat saya ada di Palestina yang mayoritas muslim penduduknya. Pada bulan Desember tanggal duapuluh lima saya menari dan bergandengan tangan dengan wanita-wanita muslim untuk  merayakan natal beberapa tahun lalu. Mereka tidak hanya mengucapkan merry Christmas tetapi merayakannya dengan sukacita seolah-olah Natal adalah miliknya. Saya heran, sebagai orang Indonesia jiwa kearifan lokal muncul, sehingga  saya bertanya kepada mereka? Apakah kalian orang Kristen? Perlu diketahui beberapa aliran agama Kristen disana sebagian ada yang berjilbab.  

Read more: Kafirnya Selamat Natal

MENGGUGAT TANGGAL   KELAHIRAN YESUS

Dr. Timotius Bakti sarono,M.Pd.K

 

 

 

Kontroversi ketepatan kelahiran Yesus Kristus tidak usang untuk diperbincangkan bahkan para teolog dan orang awam masih saja mencari kebenarannya. Issu yang bergulir sepanjang sejarah bahwa Natal yang diambil dari serapan dari bahasa Inggris Christmas Xmas adalah sebuah singkatan umum dari kata Christmas (Natal)[1] . Kata natal ini juga diambil dari bahasa Portugis yang  berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula ditulis Χ'mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf X dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani Chi-Rho. Dalam Alkitab bahasa Indonesia sendiri tidak dijumpai kata "Natal", yang ada hanya kelahiran Yesus[2].

Berbagai keberatan akan tanggal dua puluh lima tersebut disinyalir bila tanggal dan hari kelahiran Yesus diketahui secara pasti maka akan menjadi objek penyembahan. Manusia kuno sampai era digital selalu mengadakan penyembahan “sesajen” kelahiran atau kematian seseorang yang dianggap sakti. Lihat saja hari lahir atau kematiannya Soekarno Sang Proklamator Indonesia merdeka, kuburannya selalu dipadati orang yang berziarah hanya sekedar mencari pesugihan[3]

Read more: Menggugat tanggal kelahiran Yesus

Thema Natal 

Layakkah Menjadi Sahabat Tuhan?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,M.Pd.K

 

 

 

Yohanes 15:14-15  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan  kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Banyak orang membutuhkan  sahabat bukan sekedar mencari  teman. Aristoles mengatakan bahwa “Berharap menjadi teman itu cepat, tetapi persahabatan adalah buah yang matangnya lama. Ini menandai bahwa orang bisa dalam hitungan jam mencari seorang teman tetapi butuh proses yang panjang untuk menjadi sahabat. Lagu sindentosca yang viral pada waktu itu mengatakan : “persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu, persahabatan bagai kepompong hal yang tak mudah berubah jadi indah persahabatan bagai kepompong maklumi teman hadapi perbedaan[1] . Persahabatan adalah proses yang indah. 

Read more: Layakkah Menjadi sahabat Tuhan?

The Power of Christmas

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

Natal adalah fakta sejarah yang dapat dibuktikan baik secara historis, arkheologis , geografis, empiris dan theologis. Peristiwa natal merupakan alur cerita masa lalu yang berdampak sampai dalam kekekalan. Pribadi yang dihadirkan mampu menghinoptis alam semesta untuk menyambutnya bahkan seluruh penduduk alam roh seperti malaikat-malaikat ikut terlibat di dalamnya. Sementara iblis juga membabi buta untuk membinasakan bayi yang disinyalir adalah calon raja menyaingi raja Herodes di zamannya. 

Untuk mempersiapkan Natal Allah tidak semudah membalikkan telapak tangan atau berucap seperti menciptakan alam semesta sekali berfirman jadilah petang dan jadilah pagi atau sederetan laut darat dan tumbuhan terjadilah. Natal tidak juga hanya melibatkan pribdi Allah yang memiliki kemampuan menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada “cretio ex nihilo”  Namun Allah menciptakan peristiwa natal dengan mengorbankan dirinya untuk turun “inkarnasi” [1]mengubah dirinya yang adalah Roh menjadi makluk hidup secara ragawi. 

Read more: The Power of Christmas

NATAL FESTIVAL KASIH SEJATI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Natal merupakan fakta sejarah yang seharusnya dikumandangkan bukan dibuang oleh para pendeta yang menganggapnya peristiwa usangtidak perlu dikenang. Tanpa Betlehem tidak mungkin ada Golgota, kubur kosong dan bukit Zaitun dimana Ia naik ke Sorga (Kis ras 1). Hampir semua karya keselamatan tidak akan pernah ada tanpa peristiwa kandang domba dan deretan peristiwanya. Orang yang menganggap rendah peristiwa kehadiran Bintang Timur yang menuntun orang majus maka ibarat kacang lupa kulit, ia lupa bahwa seluruh sejarah Anak Manusia berangkat dari Palungan dimana Maria dan Yusuf dikelilingi oleh para gembala Efrata silaturahmi akan bayi mungil.

Walau bukan menganakemaskan peristiwa Natal namun mengingatkan kembali bahwa peristiwa besar yang Allah persiapkan di hari Maria melahirkan Yesus merupakan festival kasih sejati dari Allah yang telah dikerjakan secara sempurna.Melaluinya kasih Allah yang diluar nalar dimanifastikan secara nyata untuk manusia. Tidak mudah mengubah diri dari yang penuh kemuliaan menjadi kehinaan atau dari kekekalan menjadi kekinian dan sangat membumi. Allah yang adalah Roh (Yoh 4:23) mengubah dirinya dalam bentuk padat bayi mungil di Kandang domba dalam palungan di kota Betlehem (Mika 5:1)

Dapat dipastikan bahwa bahwa manusia yang pernah lahir di bumi ini tidak akan pernah bisa mengangkat dirinya dalam kemuliaan Sorga. Keselamatan tidak akan pernah bisa diraih dengan sekedar melakukan ritual agama sementara hatinya masih busuk penuh kemunafikan dan bejat! Allah tidak tertarik soal agama yang mengatur etika supaya manusia lebih baik dalam bertutur kata dan dan berperilaku santun. Ia lebih tertarik Iman yang mendatangkan keselamatan yang dikerjakan oleh Allah sendiri (efe 2:8).

Read more: NATAL FESTIVAL KASIH SEJATI

Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.