Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1089
Kemarin1102
Minggu Ini5166
Bulan Ini3166
Total Pengunjung1524790

IP Kamu 3.233.229.90 Friday, 03 July 2020

Guests : 14 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Thema Natal 

Layakkah Menjadi Sahabat Tuhan?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,M.Pd.K

 

 

 

Yohanes 15:14-15  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan  kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Banyak orang membutuhkan  sahabat bukan sekedar mencari  teman. Aristoles mengatakan bahwa “Berharap menjadi teman itu cepat, tetapi persahabatan adalah buah yang matangnya lama. Ini menandai bahwa orang bisa dalam hitungan jam mencari seorang teman tetapi butuh proses yang panjang untuk menjadi sahabat. Lagu sindentosca yang viral pada waktu itu mengatakan : “persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu, persahabatan bagai kepompong hal yang tak mudah berubah jadi indah persahabatan bagai kepompong maklumi teman hadapi perbedaan[1] . Persahabatan adalah proses yang indah. 

Kekristenan awal dan dangkal atau mereka yang ceroboh dalam membangun imannya tidak mungkin bisa menjadi sahabat Tuhan. Karena seorang teman hanya mencari keuntungan diri sendiri. Kalau dia sok akrab maka ia akan bilang dompetmu dompetku dan dompetku adalah dompetku. Egois bukan?  Orang yang tidak menjadikan sahabatnya lebih baik maka ia bukan sahabat melainkan hanya sekedar teman. Sahabat yang baik diukur seberapa banyak memberi, menghibur dan menolong. Orang bisa berhasil dengan 3 H (Hopeng, Hoky, Holy Spirit) Hopeng adalah sahabat, sahabat yang menguntungkan bukan secara materi, bisa diajak bersahabat berbicara, mendengar dan menolong itulah sahabat yang mendatangkan hoky tetapi lebih hebat lagi orang percaya bila bersahabat dengan Roh Kudus maka tidak akan pernah salah bertindak dan selalu berhasil dalam segala hal. 

Kekristenan bukan saja mengajarkan hubungan antara Allah dan manusia sebagai umat yang hanya menyembah bahkan diantara agama lain hanya menerima takdir saja melainkan berbicara sahabatnya Tuhan. Yakobus 2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut sahabat Allah. Kata Yunani φιλος - PHILOS, artinya: sahabat yang dikasihi, nomina maskulin, berhubungan dengan Verba Ibrani φιλέω - PHILEÔ artinya:  "mengasihi", "menyayangi"[2]

Untuk menjadi sahabatnya Tuhan membutuhkan proses percaya yang sungguh-sungguh serius. Percaya yang bisa dipercaya karena tidak semua orang dipercaya.Yohanes 2:24 mengatakan : tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,.. Untuk proses menjadi dipercaya oleh Tuhan membutuhkan waktu. Apakah orang percaya bisa dipercaya oleh Tuhan untuk waktu yang diberikan? Baik secara Kairos maupun kronosnya? Apakah bisa dipercaya soal ekonominya? Seberapa banyak  uang kita yang kita pakai untuk pekerjaan Tuhan? seberapa banyak tenaga yang dipakai untuk Tuhan itu menjadi tolok ukur? Jika masih minim jangan berbicara sebagai sahabat. Orang model seperti ini hanya sebagai teman. 

Banyak orang Kristen hanya menjadi teman yang tahunya menuntut seperti anak-anak yang minta disayang bukan anak kesayangan. Yermia 31:20 Mengatakan : Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak  kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN. Lihatlah Natal diwarnai dengan saling memberi, orang majus gembala datang mengunjungi Yesus di kandang domba dengan memberi segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Yesus, Mas, Mur dan kemenyan sementara gembala memberi waktu untuk membesuknya.  Natal adalah proses panjang dimana Allah mempersiapkan segala sesuatu dan genap datang untuk menjadi sahabat. 

Dia datang tidak untuk menghukum dosa dan menghakimi segala pelanggaran. Melalui Natal anugerah Allah dicurahkan, orang Kristen tidak lagi hidup dalam kutuk Taurat yang hanya urusan halal dan haram tetapi semua sudah dihapus dan diganti dengan kasih karunai, kemenangan, pengampunan, imamat terpilih dan masih segudang jabatan dan jawatan yang diberikan oleh Allah. Seorang sahabat tahu membahagaikan sahabatnya tidak malah menuntut. 

Yesus layak menjadi sahabat oleh sebab itu seorang bernama Joseph Medlicott Scriven tahun 1855 mengaran lagu what a friend we have in Jesus yang diterjemahkan lagu rohani kawan yang sejati dalam Kidung jemaat 453. Kisah tersebut dimulai oleh Joseph Scriven, seorang pujangga Irlandia dalam permulaan abad ke-19 ketika berada di Kanada. Ibunya di Irlandia sedang sakit keras dan Scriven tidak mempunyai harta apapun untuk memberi tiket pulang untuk menjenguk. Di tengah dukanya, Scriven menggubah puisi berjudul Pray Without Ceasing yang dikirimkan ke surat kabar.

Beberapa tahun kemudian, seorang jaksa di Amerika Serikat bernama Charles Crozat Converse mengarang sebuah lagu untuk gereja. Liriknya digunakanlah puisi yang ditulis oleh Scriven tadi. Lagu tersebut berjudul What A Friend We Have in Jesus. Konon lagu ini mulai populer di Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Pada waktu tersebut, beberapa misionaris di Tanah Batak memperkenalkan lagu itu kepada masyarakat Indonesia di tengah Perang Dunia II yang berkecamuk[3]. Lagu ini kemudian digubah menjadi lagu nasional entah siapa yang menyadur lagu ini menjadi lagu kuliihat ibu pertiwi, mungkin disinyalir yang mengubah Cornel Simanjuntak[4]

Nina bobo lagu yang sangat akrab dikalangan ibu-ibu yang meninabobokkan anaknya. Siapa gerangan nina tersebut? Kisah Lagu legendaris yang disenandungkan para ibu kepada anak-anak mereka. Mulai dari bayi sampai tumbuh jadi anak-anak kecil. Namun ada salah satu kisah yang menjelaskan asal-usul lagu Nina Bobo yang begitu syahdu ini. Ceritanya begini, pada masa penjajahan Belanda, ada pasangan suami istri Belanda-Jawa yang bernama Van pada masa penjajahan Belanda, ada pasangan suami istri Belanda-Jawa yang bernama   Rodjnik dan Mustika. Mereka mempunyai seorang putri kecil, bernama Helenina. Biasa dipanggil Nina. Sedari kecil, Nina mengalami kesulitan tidur. Ibunya, Mustika, pun membuatkan senandung untuk Nina agar bisa tidur. Mustika pun bersenandung setiap malam agar Nina tertidur. Dan ternyata gadis kecil ini ketergantungan dengan senandung ini… Nina Bobo disenandungkan setiap hari. Hingga suatu hari Helenina sakit parah, dan ia meninggal di usia 6 tahun…[5] Nama yang akrab ditelingan anak-anak itu rupanya membawa kematian bagi yang mendengarnya. Yesus hadir menjadi sahabat yang memberi hidup dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10).

Hukum yang ada di dunia ini orang kaya biasa bersahabat dengan orang kaya, orang miskin dengan orang miskin atau artis dan actor bisa bersahabat. Masing-masing memiliki pola hidup yang sesuai dengan seleranya. Sahabat tidak mungkin bisa akrab bila memiliki selera yang berbeda. Seorang penyanyi dangdut biasanya bergaul dengan music yang seirama tidak mungkin akrab dengan music rock, jass dan keroncong. Nalurinya pasti akan menolak. C.J Langenhoven[6] mengatakan : Sahabat itu seharusnya seperti buku, sedikit, tapi benar-benar terpilih.”

Ucapan C.J Langenhoven ini mengingatkan agar setiap orang berhati-hati memilih sahabat. Sebab sahabat akan menemani suka dan duka sementara teman-teman hanya pada waktu senang saja. Sahabat adalah orang yang memiliki selera selevel sehingga bisa kemana-mana bisa menikmati bersama. Yesus Kristus memiliki selera yang luar biasa bisa mengajak kita menjadi rekan sekerja Allah (1kor 3:9). Untuk bekerja saja tidaklah mudah memilih orang lain sebagai kawan bisnis. Yesus yang selevel Sorga mengajak setiap orang percaya untuk menjadi rekan sekerja. 

Yesus adalah seorang pekerja hebat, Ia mengatakan : “Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja  sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga. Menjadikan rekan kerja Tuhan harus tahu pasti pekerjaanNya. Yesus memerintahkan bahwa Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan  sampai kepada hidup yang kekal,  yang akan diberikan Anak Manusia  kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya (Yohanes 6:27).

Apakah pekerjaan yang mendatangkan hidup kekal? Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya   kepada Dia yang telah diutus  Allah." (Yoh 6:29). Pekerjaan orang percaya adalah percaya. Percaya itu sangat aktif bukan pasip bahkan progresif yang memiliki perkembangan. Percaya dapat membentuk anatomi tubuh rohani kita sampai terbentuk menjadi tubuh seperti Kristus melalui pikiran, perkataan dan perbuatan seperti Kristus. Apa yang Yesus lakukan, orang percaya lakukan, apa yang Yesus katakan orang percaya harus katakan. 

Orang harus sadar bahwa Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya,  ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya (Yohanes 13:16). Ketika orang percaya dipanggil menjadi sahabat berarti memiliki kedudukan selevel dengan Allah sendiri. Rencana Allah menjadi rencanaNya, lihat saja ketika Abraham berjumpa dengan Allah maka Allah berkata : Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyi kan kepada Abraham  apa yang hendak Kulakukan  ini? (Kejadian 18:7) 

Orang percaya sebagai sahabat Tuhan harus mampu menerima sesuatu yang rahasia, “occult”[7]yakni rencana Allah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Setiap peristiwa dimana Allah akan bekerja Ia selalu mencari sahabat, Ia menemukan Nuh ketika akan meluluhlantakan dunia dengan air bah (Kej 6). Ia menemukan Abraham ketika Ia membumihanguskan Sodom Gomora melalui api dan belerang (Kej 19). Ia menemukan Yunus ketika mau membakar kota Niniwe (Yunus 1). Namun ia menemukan orang-orang percaya untuk menyelamatkan dunia ini sebelum diluluhlantakkan. Itulah peran seorang sahabat jika kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan salah satunya menyelamatkan dunia ini dengan Injil. 

Orang-orang percaya adalah sahabat-sahabat Allah bukan saja sebagai manifestasi kehadiranNy melainkan sebagai agen kerajaanNya sehingga dapat menjadi panitia di hari kiamat[8]. Namun untuk menjadi sahabat Allah dibutuhkan perjuangan yang luar biasa tidak sekedar membalikkan telapak tangan. Orang yang menjadi sahabat Allah harus memahami rahasia Allah. Ini berarti mendengar apa yang tidak bisa didengar oleh telinga orang biasa dan melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Elisa salah satu sahabat Allah yang mengerti segala sesuatu yang merupakan rahasia orang pada umumnya. Ketika bujangnya melihat tentara musuh yang begitu besar maka ia mengalami ketakutan yang luar biasa. Namun lihat reaksi dari Elia begitu tenang karena kebersamaan dengan Allah akan membuahkan damai sejahtera. Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membukamata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta  berapi sekeliling Elisa. 2 Raja –raja 6:17). 

Seorang sahabat yang baik akan mengerti rencana dari sahabatNya. Allah memiliki rahasia yang luar biasa yang sudah disimpan bertahun-tahun yang harus disingkapkan. Paulus berkata : Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba  Kristus, yang kepadanya dipercayakan  rahasia Allah (1 Kor 4:1). Rahasia tersebut adalah kebenaran Illahi yang tersimpan dalam kerajaan Allah, Yesus berkata : “Lalu Ia menjawab: "Kepadamu  diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti (Luk 8:10).

Jika orang percaya menganggap dirinya sebagai sahabat Allah maka mau tidak mau ia harus terus menerus belajar kebenaran, Paulus mengingatkan : “yaitu rahasia  yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya (Kol 1:26). Seberapa banyak orang percaya mengerti rahasia Allah disitulah sejauh mana ia akrab menjadi sahabatnya Tuhan. Amin



[2] http://www.sarapanpagi.org/philos-sahabat-yang-dikasihi-studi-kata-bahasa-yunani-vt176.html

[3] https://id.quora.com/Mengapa-lagu-Ibu-Pertiwi-mirip-dengan-lagu-What-A-Friend-We-Have-In-Jesus-Bagaimanakah-sejarah-kedua-lagu-tersebut

[4] ibid 

[5] https://www.hipwee.com/travel/misteri-lagu-nina-bobo-yang-mengerikan-kamu-akan-berpikir-dua-kali-kalau-mau-nyanyi-lagu-ini/

[6] Father of Afrikaans', Penulis naskah drama, penyair, jurnalis dan politisi 
Salah satu penulis paling fleksibel dalam bahasa Afrika   . https://translate.google.co.id/translate?hl=en&sl=af&tl=id&u=http%3A%2F%2Fwww.stellenboschwriters.com%2Flangenhoven.html

[7] Okultisme adalah kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. Kata "okultisme" merupakan terjemahan dari bahasa Inggrisoccultism. Kata dasarnya, occult, berasal dari bahasa Latin occultus ('rahasia') dan occulere ('tersembunyi'), yang merujuk kepada 'pengetahuan yang rahasia dan tersembunyi' atau sering disalah-artikan oleh masyarakat umum sebagai 'pengetahuan supranatural'. Okultisme yang sebenarnya adalah bukanlah hanya sihir dan lebih tepatnya bukanlah supranatural, karena pada dasarnya okultisme adalah ilmu yang alami. Okultisme adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semesta, pada diri dan lingkungan kita. Tujuan akhirnya bagi praktisi okultisme adalah pemahaman dan pengertian yang sebenarnya tentang diri sendiri yang lebih tinggi yang kemudian akan menghasilkan pencerahan dan kebijaksanaan yang akhirnya akan mendekatkan diri pada sang pencipta. Sumber  https://id.wikipedia.org/wiki/Okultisme

[8] http://www.holyspiritministry.info/index.php/skenario-kiamat/382-panitia-hari-kiamat

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.