Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (WAKIL GEMBALA)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th 
Pdp. TIRZA RATNA SUSILAWATI (STAFF GEMBALA)
087877009262
SUHENDRI (STAFF GEMBALA)
082220463780

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini713
Kemarin745
Minggu Ini3375
Bulan Ini11481
Total Pengunjung682612

IP Kamu 54.224.100.134 Friday, 20 April 2018

Guests : 7 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 10.00 WIB
(MULAI JANUARI 2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MENGINTIP PERKAWINAN

JANDA MUDA DI GEREJA

Pdt Timotius Bakti Sarono,M.Th
 
 
 
 
 

Jangan pernah melarang janda yang akan menikah, sebab Alkitab sendiri tidak melarang pernikahan mereka malah justru dianjurkan, siapa kita berani melawan Firman Tuhan? Hamba Tuhan yang berani melarang janda yang ingin menikah lagi harus berurusan dengan Firman Tuhan sebab ia sedang melecehkan apa yang Alkitab katakan. Kemungkinan hamba Tuhan yang menolak pernikahan janda hanya dua kemungkinan, pertama ia goblok dalam memandang kebenaran yang ke dua ia sombong, hanya mau menikahkan seorang perawan dan perjaka? Bagaimana duda dan janda? Kasihan deh lu…..

Pernikahan janda banyak yang tertolak di gereja Tuhan mau “kumpul kebo” takut… tapi kalau minta di berkati … wualah sulitnya setengah mati… di gereja sana dipandang sebelah mata dengan kalimat maaf kami tidak bisa menikahkan anda… sama sekali tidak bisa membantu… no way …. Gereja yang lain di menghakimi dulu….. dengan dikotbahi soal perceraian … tidak boleh .. harus kembali ke suami … sementara suami sudah punya istri… suruh cerai lagi? Jemaat jadi pusing 7 keliling… yang lain berkata ya nanti kita rapatkan lagi … tunggu 12 bulan ya bu… sebab ibu janda sih… apalagi ini janda miskin … kemungkinan direstui … mujizat.. beda kalau janda ini konklomerat dengan membawa harta gono-gini trilyunan rupiah …gereja baru melek merem … nggak perlu ditunda cepat saja tidak masalah … yang begini harus bertobat!

Tentu artikel ini tidak untuk memberi angin supaya para istri segera menjadi janda dan cari yang lebih sesuai, sebab mengingat suami yang tidak tahu diri, egois, dan suka menyiksa yang lain kelainan sex, masih ada penyiksaan mental dengan melecehkan keluarga wanita! Ingat perkawinan bukan gift (pemberian) tetapi sebuah pilihan! Kalau salah pilih nasi sudah jadi bubur makanlah bubur itu ya tambahi cakwe atau telor asin dan ayam supaya enak jangan diratapi jadi basi tuh bubur… artikel ini dikhususnya mereka yang dalam keadaan sangat terpaksa dan sudah terlanjur cerai maka mari kita simak apa yang Alkitab katakan persoalan pernikahan janda di gereja!

Jika Alkitab tidak melarang, hamba Tuhan tidak boleh melarang apapun juga alasannya!  1 Timotius  5:14 menegaskan, Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi   alasan kepada lawan untuk memburukkan nama kita. Mengapa harus janda muda? Koq tidak janda tua yang umur 70 tahun?  janda yang muda masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dimasa muda, hidup masih panjang! disamping kebutuhan biologis yang tidak bisa dihindari! Jadi Alkitab berkata supaya janda muda kawin lagi! Ini suatu perintah bukan suatu larangan dan orang harus tahu, Ayat ini belum di tip ex dari Alkitab banyak gereja memandang sebelah mata soal janda entah itu cerai hidup atau cerai mati! Bahkan ada pendeta yang mengatakan bahwa pernikahan dengan wanita yang dicerai adalah  sebuah perzinahan! Kurang ajar memang tidak sopan... tuh  pendeta! "demikian umpatan dan sumpah serapah, mereka yang mau hidup baik-baik diberkati di gereja malah ditolak pendetanya!
Pada dasarnya orang yang mengatakan bahwa pernikahan janda yang dicerai suaminya adalah sebuah perzinahan berangkat dari apa yang Yesus katakan,  Matius  5:32 mengatakan : Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan   isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya  berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang  diceraikan, ia berbuat zinah. Kata berzinah disana kat itu berasal dari kata Yunani :  moichao,  dibaca  moy-khah'-o  to commit adultery: - commit adultery.  melakukan perzinahan! Orang tidak boleh mengambil ayat sepotong dan menganggap seluruh perkawinan berdasarkan ayat tersebut. Setiap ayat dalam Firman Tuhan ada latar belakangnya yang perlu diteliti dengan benar.
Ambil satu contoh ayat sekalipun tidak ada hubungannya dengan perkawinan tetapi  bisa menjadi bahan renungan! Dalam kitab Yermia Tuhan melarang kita berdoa untuk bangsa ini, Yermia 11:14 mengatakan,  Adapun engkau, janganlah engkau berdoa untuk bangsa ini dan janganlah naikkan permohonan dan doa untuk mereka, sebab Aku tidak akan mendengarkan pada waktu mereka berseru kepadaKu karena malapeta mereka. Jika hanya satu ayat itu di bawa dalam tatanan kehidupan bernegara maka semua orang Kristen tidak boleh berdoa, memang kenyataanya tidak boleh berdoa atau menaikkan permohonan untuk bangsa! Lha wong ayatnya bunyi demikian koq! Tapi tunggu dulu ... ayat ini dikatakan pada waktu apa? mengapa tidak boleh berdoa? harus diselidiki dengan seksama tidak boleh main comot dan memvonis tidak boleh berdoa, malah justru sebaliknya yang tersirat sebelum terlambat harus berdoa untuk bangsa ini!
Hamba Tuhan yang hanya sepenggal mengambil ayat itu dan kemudian menerapkannya akan repot bila diperhadapkan ayat yang lain, seperti dalam Yermia 29:7 yang mengatakan, Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraanya adalah kesejahteraanmu. Kenapa ayatnya berbeda? apakah bertentangan? jelas tidak hanya orang goblok saja yang mengatakan Alkitab bertentangan sebab Firman Tuhan Ya dan Amin! Tidak mungkin terjadi kesalahan dan bertentangan, kalau tidak tahu sopanlah sedikit, pelajari dan jangan berpatokan hanya satu ayat saja, pelajari yang lain dan rendah hatilah minta pimpinan Roh Kudus!
Demikian persoalan perkawinan, orang tidak boleh salah mengartikan dan memvonis seolah-olah ayat dalam matius  itu berdiri sendiri. Ketika Yesus berkata bahwa mereka yang kawin dengan perempuan yang diceraikan berbuat zinah memiliki latar belakang yang rumit. Di jaman Yesus berada di jamanNya,  audiens  pada waktu itu dipengarui  3 kebudayaan yang sangat membahayakan keutuhan rumah tangga yakni kebudayaan Roma dan kebudayaan romawi dan Yunani. Semua kebudayaan ini mengancam lembaga perkawinan yang indah di mata Tuhan. Jika mengikuti irama kebudayaan setempat maka dapat dipastikan perkawinan merupakan barang murah, bisa di obral, diskon 100 % bahkan bonus siapapun yang mau kawin boleh tanpa lembaga apapun yang mengikatnya!
Kebudayaan Yahudi mengatakan bahwa wanita itu merupakan barang saja, ia menjadi milik mutlak suami atau ayahnya! Disamping ia tidak memiliki hukum apapun dan dalam keadaan bagaimanapun istri tidak boleh dan tidak bisa menceraikan suaminya. Sampai kapanpun tidak ada alasan yang membenarkan  perceraian semacam itu! Sebaliknya setiap laki-laki bisa menceraikan istrinya kapan saja ia mau dengan alasan apa saja! William Barclay dalam tafsiran Matius mengatakan hukum Yahudi mengatakan : setiap istri dapat diceraikan dengan atau tanpa sekehendaknya; tetapi seorang suami hanya bisa diceraikan dengan sekehendak suami itu.
Dalam hukum Yahudi perceraian sangat sederhana,  Ulangan 24:1-4 mengatakan : "Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi   suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan  itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia  menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari  sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi   kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke  tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi  isterinya itu mati, maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di  hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri  yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu. 
Sederhana itulah sebuah perceraian menurut hukum Yahudi, sehingga sangat bahaya kalau itu diterapkan secara umum! Sekalipun Allah membenci perceraian maka perceraian tetap ada (Mal 2:16) seperti Allah melarang jangan membunuh maka pembunuhan dimanapun ada! Jangan berzinah kenyataannya ribuan orang setiap hari berzinah itulah realitas! Allah melarang perceraian tapi toh perceraian ada? Apa gereja mau tutup mata? Hanya orang yang sok suci saja menganggap perceraian itu tidak ada! Orang perlu tahu DNA orang yang kawin cerai akan melahirkan gen yang kawin cerai juga, bahkan ada orang tua yang menikah dengan janda yang diceraikan akan membuahkan anaknya akan menikah dengan janda yang diceraikan juga, itu tidak dapat disangkal! Hadapi kenyataan! Saatnya gereja melek mata dan membuka diri kalau ada orang  “kumpul kebo” karena ditolak gereja untuk diberkati baik-baik maka dosa keluarga itu harus ditanggung oleh hamba Tuhan, atau gembala sidang!
Kebudayaan kedua yang menguasai di jaman Yesus adalah kebudayaan Yunani yang cukup dominan! Orang-orang Yunani tidak pusing  kalau dua pasang kumpul tanpa ikatan perkawinan, itu sesuatu yang wajar dan umum. Orang bisa dikatakan keterlaluan dan berlaku kurang ajar bila melarang orang melakukan hubungan intim diluar pernikahan. Bagi orang Yunani wanita memiliki derajad yang sangat rendah demikian kata A.W. Verrall seorang sarjana kuno!  Selanjutnya dalam bukunya tafsiran Matius Barclai mengatakan bahwa seorang Yunani bernama Demosthenes melukiskan kehidupan sehari-hari semacam itu demikian: “ Kita memiliki pelacur-pelacur demi kenikmatan, kita mempunyai selir dan gundik-gundik demi hidup bersama tanpa nikah (semen leven) dan kita mempunyai istri-istri untuk memperoleh anak dan keturunan secara sah dan kita memiliki ibu rumah tangga untuk mengurus soal-soal rumah tangga.
Keadaan inilah yang mengakibatkan Yunani memiliki dewi Aprodite denan 1000 imam-imam wanita yang sekaligus bertindak sebagai pelacur bakti. Setiap petang mereka berjalan-jalan di kota Korintus memenuhi setiap sudut kota. Di Yunani ada gundik-gundik piaraan  berkelas tinggi yang dinamakan hetairai. Hukum perceraianpun sangat mudah sekali bila seorang laki-laki ingin bercerai ia cukup mengusirnya di depan dua saksi.
Pengaruh kebudayaan Roma yang sebenarnya dibangun atas dasar Patria Potestas atau kuasa bapak. Bapaklah yang memegang kendali keluarga baik hidup atau mati! Perkawinan di Roma agak modern wanita boleh berperan dalam rumah tangga, Modestinus seorang ahli hukum Romawi mengatakan : ‘ pernikahan adalah persekutuan seumur hidup dari semua hak illahi dan insani! Memang di Romawi ada pelacur namun mereka selalu dikutuk dan orang yang berhubungan dengan mereka dianggap tindakan yang sangat tidak terhormat (berzinah) . Ketika kebudayaan Yunani masuk roma maka malapetaka pernikahan terjadi perceraian sesering perkawinan, Seneca mengatakan bahwa wanita-wanita dinikahi untuk diceraikan, dan diceraikan untuk dinikahi!
Masih banyak kebudayaan mereka yang tidak perlu dikupas disini tetapi menjadi renungan orang yang membaca Alkitab Yesus mengatakan sesuatu pasti memiliki latar belakang yang tidak terdapat di jaman manapun juga! Orang tidak bisa mengambil satu ayat tersebut dan mengartikan secara hurufiah yang pasti essensi dari ayat itu akan menjadi acuan dalam melangkah dan mengambil keputusan dimanapun dan kapanpun  namun juga harus diingat kebudayaan yang berbeda harus diperhitungkan!
Ketika Yesus mengatakan seperti itu tidaklah mudah, Ia ingin membentuk sebuah kehidupan yang baru khususnya dalam perkawinan. Ketika Yesus berada ditengah-tengah kebudayaan yang merusak lembaga perkawinan, orang  modern harus menyadari bahwa setiap wanita di jaman Yesus bukanlah wanita karir yang bekerja sebab wanita memiliki derajad yang sangat rendah. Tidak ada yang menjadi wanita karir, hidupnya tergantung suaminya! Bila ia diceraikan maka suaminya sama juga menjadikan istrinya pelacur artinya hidup dalam perzinahan!  Mengapa?  wanita-wanita itu tidak memiliki ketrampilan hidup. Cara wanita itu menyambung kehidupan hanya menjual dirinya. Dan orang yang mengambil wanita itu (dalam profesinya sebagai pelacur) pernikahan yang begitu mudahnya (kebudayaan Yunani) mengambil untuk mencerikannya itu berarti hidup dalam perzinahan!
Paulus yang berada di Korintus yang mengerti adat di jamannya, mengatakan 1KOR 7:10     Kepada orang-orang yang telah kawin aku -- tidak, bukan aku,  tetapi Tuhan -- perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh  menceraikan suaminya.   Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau  berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh    menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan  perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah  saudara itu menceraikan dia ( 1 Kor 7:10-11).
Sekali lagi sedapat mungkin hamba Tuhan harus menyatukan seorang suami istri yang pisah ranjang atau diambang kehancuran, apalagi telah memiliki anak-anak! Jangan heran orang yang menikah 40 tahun saja bisa bercerai karena ulah suami yang entah puber ke 4 atau kelima yang menyakiti sang istri! Sekalipun demikian larangan jangan bercerai harus dominan dan yang diutamakan! Namun sejarah hidup seseorang sangat berbeda-beda bahkan sisi gelap seseorang harus diakui itu ada mungkin sisi gelap seseorang di bidang ekonominya, hasil korupsi atau pernah membunuh orang (padahal ada larangan jangan membunuh) bagaimana sisi gelap seseorang terjadi dalam pernikahannya? Apakah gereja menolak?
Namun jika hal itu tidak bisa lagi disatukan dan keadaan sangat memburuk bila penyatuan itu terjadi, sang suami liar dengan nafsu membunuhnya. Apakah gereja membiarkan wanita tidak aman di rumahnya sendiri? Terancam dan teraniaya? Gereja bisa berdoa dan menyembah dengan tenang sementara wanita anggota gereja ini selalu kena tampar, tendan dan aniaya yang lain oleh suami yang tidak bertobat? Bagaimana reaksi gereja? Sementara sang suami sudah menceraikannya karena sifat duniawinya tidak mau tahu apa yang gereja katakana? Adakah gereja berani menyuruh sang istri tetap sabar? Sementara sang suami membawa wanita yang lain di rumah?
Banyak gereja berteori dan hanya sok alkitabiah tetapi tidak melihat realitas yang ada! Firman Tuhan hanya bahan wacana dan theologia atau hanya sekedar suaranya yang benar! Tidak menyentuh kehidupan yang riil! Kalau hamba Tuhan sudah sangat maksimal menyatukannya dengan tingkatan yang aneka ragam maka gereja tidak memaksakan kehendak!  Saya sendiri telah memiliki pengalaman yang kuat dalam hal ini, menyatukan suami istri yang berantem dan ingin cerai puluhan kali dengan tingkah bahaya yang sangat riskan! Istri yang disundut rokok. Disiram kopi dan masih banyak yang lain! Jangan cerai…. Namun istri berkata kalau begitu bapak pendeta saja yang kawin dengan suami saya? Apakah bapak kuat menghadapi seperti ini? sudah 5 tahun saya bertahan? Sementara suami sudah menceraikan saya? Apakah saya harus mengemis cintanya?
Ia keluar dari rumah dengan menyandang seorang janda…. Ia tidak pernah berpikir kawin untuk dicerai itu perlu diingat! Namun realitasnya ia telah menjadi janda dan merasakan pedih pengalaman pernikahan yang sadis dan memuakkan! Pernikahannya bagaikan mimpi buruk! Gereja memang tidak boleh mengijinkan cerai atau memberi peluang untuk bercerai sedapat mungkin menyatukannya? Apakah setiap suami istri yang dalam masalah bisa dipersatukan? Tidak! Sebagian nekat oleh karena kekerasan hatinya yang diiringi nafsunya kepingin yang lebih muda! Namun Gereja harus melindungi eksistensi siapapun dan tidak boleh memandang sebelah mata wanita yang diceraikan suaminya yang duniawi!
Gereja telah salah sebab selalu memandang miring wanita yang diceraikan suaminya! Inilah ketidak adilan dalam gereja! GEreja sekarang model orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang membawa wanita yang kedapatan berzinah dalam yoh 8. Orang Farisi mewakili gereja sangat tidak adil hanya wanitanya saja yang ditangkap kemana laki-lakinya? Mengapa tidak diadili? Tentu ada sejarahnya tetapi tetap tidak adil sebab perzinahan itu pasti ada laki-lakinya? Bagaiman wanita seorang diri dapat berzinah? Ini ngawur kalau orang farisi harus bertobat maka gereja Tuhan yang dipimpin oleh hamba Tuhan model seperti ini juga harus bertobat!
Perlakuan gereja kepada para janda harus adil. Paulus mengatakan bahwa janda dapat dikatakan janda yang benar jika ia sudah berusia 60 tahun (1 Tim 5:9) dengan kata lain dibawah itu diragukan statusnya, bahkan ia mengatakan lebih baik menikah lagi! Paulus tidak mengatakan janda yang lebih baik menikah itu punya kreteria khusus mereka yang ditinggal mati saja tetapi tidak dijelaskan!  Seorang istri yang dicerai suaminya gara-gara cuma menjadi sparing partner, di tonjok, dilecehkan dan dianiaya setiap hari sudah mati selagi hidup! bahkan mungkin istri-istri model seperti ini selalu berdoa kapan suaminya bertobat atau cepet mati!
Hamba Tuhan sekarang sudah merasa dirinya lebih dari Paulus  sementara hamba Tuhan tetap berkata tidak untuk apa yang Alkitab katakan  ya khususnya dalam pernikahan janda-janda ini! Kalau ada janda yang minta di berkati memang harus harus via konseling, pelepasan dan harus dimaksimalkan penyatuan kembali tapi kalau tidak bisa? Mau dikata apa? Apakah kita harus menyuruh orang yang sudah menikah itu menceraikan istrinya dan kembali ke istri pertamanya? Menyuruh cerai saja sudah salah! Untuk itu perlu merenung dengan jelas? Akan kita kemanakah para janda muda dalam gereja? Lebih baik diteguhkan dari pada ia lari mencari pemberkatan agama lain dan akhirnya meninggalkan imannya gara-gara gereja tidak menerimanya kalau sudah demikian hamba Tuhan itu harus bertanggung jawab!
Belajar dari Alkitab Allah sendiri tidak alergi menyuruh Hosea mengawini seorang pelacur yakni Gomer (Hosea 1) dan melahirkan anak-anaknya! Tuhan memakai Pernikahan Hosea sebagai perlambang bagi Israel! Mengapa seorang wanita menjadi pelacur dalam Perjanjian Lama? sebab mayoritas mereka ditinggal suaminya karena mudahnya perceraian! kalau Tuhan memberkati Hosea dengan wanita yang dicerai suaminya dan tinggal dalam pelacuran, mengapa gereja menolak? mana ada gereja yang mau memberkati Perkawinan mantan Pelacur? hampir tidak ada bukan? Tetapi Tuhan memberkatinya!
Yesus banyak berurusan dengan janda
Yesus sebagai pribadi yang ekselen tetapi tidak menganggap dirinya berkelas, Ia sangat sederhana ia tidak seperti Pendeta bermerk di jaman di gital ini, ulahnya ampun-ampun menganggap dirinya paling suci sendiri, mungkin dia lebih suci dari Yesus kali! Tapi biarlah kita lihat saja nanti kalau sudah ketemu Tuhan sendiri! Yesus seringkali bergaul dengan para janda, karena janda ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya, lihat saja hatinya penuh belas kasihan ketika menyaksikan janda dalam kesusahannya!Lukas  7:13 mengatakan : "  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Janganlah menangis!"
Yesus sering kali melawat para janda bahkan bukan saja status mereka yang sering dilecehkan melainkan ia melayani pelacur yang punya hati mau bertobat! SEbab itu jauh lebih baik daripada hamba Tuhan yang hatinya seperti pelacur! Ketika Yesus di rumah Simon Ia diurapi oleh seorang yang tidak jelas identitasnya bahkan disinyalir mungkin ia si jablai (bahasa lagu Indonesia artinya jarang di belai-pelacur) , sekalipun banyak orang menolak dan mencibirkan serta memandang sebelah mata tetapi Yesus menghargai perbuatannya sebagai persiapan kematianNya (Mark 14:3,9). Yesus memperhatikan orang beribadah dan focus utama yang menjadi pelajaran adalah janda! Markus 12:44 mengatakan: ,  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini  memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu  seluruh nafkahnya." dilain pengajaran Ia mengajarkan doa dengan perumpaman seorang janda (matius 18:3...)
Mengapa kebenaran ini perlu diingat lagi? sederhana jawabnya Yesus tidak menolak janda baik yang tua maupun yang muda, tetapi Yesus merangkul mereka sebagai orang yang dikasihi! Yakobus mengerti kebenaran dengan tepat ia mengatakan bahwa : Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak   dicemarkan oleh dunia (Yak 1:27). Akhirnya apa yang Alkitab larang jangan dilakukan sebaliknya apa yang Alkitab perintahkan jangan dilarang juga! jangan punya alkitab terbalik atau sengaja memutar balikkan alkitab? pusing nanti! Renungkanlah .... God Bless You..

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.