Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1244
Kemarin875
Minggu Ini1244
Bulan Ini11422
Total Pengunjung858861

IP Kamu 54.198.205.192 Monday, 12 November 2018

Guests : 22 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MEMILIH DAN MEMILAH PEMIMPIN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

.. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya.. (1 Samuel 13:14)

Antisipasi naluri liar seorang calon pemimpin harus dibendung dengan penolakan yang signifikan dari mayoritas kalau tidak maka sang Pemimpin akan memiliki hasrat yang semakin menggila. Kesalahan fatal bangsa yang terbelakang yang dihuni oleh masyarakat yang bodoh sering kali dengan sengaja menutup mata terhadap kebobrokan moral dan nafsu keji dimasa silam. Jangan sampai jeritan nabi Habakuk itu terjadi : Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia? (Hab 1:13)

Saatnya mata harus terbuka lebar mengapa kejahatan begitu luar biasa terjadi di negeri yang dulu terkenal dan sopan santunnya. Orang begitu mudahnya menyaksikan pembunuhan, pemerkosaan,sodomi, kekejian dan kenajisan bagaikan tsunami yang menghantam negeri ini.  Setiap detik berita-berita mas media mempertontonkan yang mengoncangkan nurani ini. Mungkin kumpulan awan ketidakpuasan dan ketidak adilan oleh para pemimpin sudah mengkristal dan menjadi awan yang berat yang terus menerus menurunkan hujan malapetaka dan kekacauan.

Jika orang Indonesia berhasil menempatkan pemimpin yang salah menjadi nakhoda negeri ini maka ia  hanya akan memperlebar kubangan malapetaka, ketidakadilan, korupsi, pembantain dan  neraka yang sudah ada sehingga  satu persatu rakyat negeri  ini menjadi tumbal untuk dikorbankan. Jangan heran bila dikemudian hari tetesan-tetesan darah membanjiri negeri yang penuh susu dan madu.  Kerusuhan di depan mata dan kehancuran mengintip di depan pintu. Walaupun apa hutang darah akan dibayar oleh darah!

Bila para pemimpin negeri ini mau meminimalis kejahatan dan tegas dengan hukum maka kejahatan tidak akan menjadi liar sebab Pemimpin tanpa visi akan membuat rakyat menjadi  liar (Amsal 29:18) Di bumi nusantara ini bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa yang putih bisa menjadi hitam dan yang hitam bisa menjadi putih. Ambil saja contoh sederhana, orang menabrak mati orang bisa berlenggang kakung dan tertawa lebar dan hidup nikmat tanpa tersentuh hukum yang menjeratnya. Siapa yang akan membayar nyawa orang yang mati ditabrak? Tuhan tetap menuntutnya. Kesalahan fatal negeri ini bila dipimpin oleh orang yang yang membutakan matanya terhadap darah-darah yang tercurah dengan sia-sia. Untuk itu betapa pentingnya memilih pemimpin yang tegas tanpa pandang bulu namun dirinya juga harus bersih dan tidak terlibat penumpahan darah sebab jika kita menyapu dengan sapu yang kotor maka  akan tetaplah kotor, mengapa?  karena sapunya kotor, orang harus sadar Indonesia ini  bukan karena ada yang salah melainkan ada suatu yang busuk, not only something rong but something is rotten. Bisa kah negeri ini bangkit? Bisa temui orang yang tegas dan bersih!

Orang Percaya bukan hanya  harus sanggup memilih dengan jitu   dan bisa menempatkan seorang pemimpin pada tempat yang tepat (The Right Man In The Right Place)melainkan juga harus punya Passion pemimpin yang dikehendaki oleh Allah sehingga siapapun yang naik sudah dapat dipastikan akan memiliki tujuan  (Purpose)  yang jelas dengan tidak hanya sekedar mengumbar janji yang mencla-mencle  akhirnya orang yang naik jadi pemimpin benar-benar punya nilai (value) di mata masyarakat dan dunia terlebih dihadapan Allah.  Kita tidak boleh menutup mata bahwa DNA seseorang mempengaruhi kinerja seseorang kapanpun dan dimanapun. Orang yang terbiasa dalam kehidupan yang keras dan kejam akan melahirkan kekejian dan kehancuran. Sebaliknya jika orang hidup dalam kehidupan sederhana dan santun akan menghasilkan perkara-perkara yang luar biasa.

Kita juga tidak bisa memilih orang yang mencle-mencle, esok dele sore tempe, artinya orang yang tidak konsisten terhadap ngomongannya pagi kedelai sore tempe itu istilah orang jawa. Kalau  orang tidak bisa dipegang bicaranya bagaimana bisa memimpin negeri ini? Orang model begini bisa bocor mulut dengan menghina orang lain, Amsal berkata jangan bersahabat dengan orang yang bocor mulut (Amsal 20:19).  Perhatikan kata Pengkotbah : Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri (10:12)

Memang tidak akan pernah ada orang yang sempurna di dunia ini namun kita bisa meminimais kegagalan dimasa depan dengan melihat track record pekerjaan yang sudah dilakukan atau prestasi yang disandangnya. Prestasi itu harus berangkat dari keluarga, aturan main menjadi seorang yang akan melayani orang lain harus bisa melayani keluarganya, 1 Timotius 3:12 mengatakan : “ Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Orang berkata bahwa bila ada pria yang sukses dapat dipastikan ada wanita hebat dibelakangnya. Standarisasi Alkitab ini berlaku untuk semua orang dan semua area pekerjaan dan jabatan yang amanah.

Orang yang memimpin orang lain harus bisa memimpin dirinya sendiri, karir dan pekerjaannya. Dengan berhasil mengatur dirinya dan pekerjaan serta karir maka track rekordnya bisa dirasakan banyak orang. Ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun sebab kekayaan itu bukan seberapa banyak yang kita miliki tetapi seberapa banyak yang kita berikan untuk banyak orang dan pelayanan! Kekayaan kita di sorga bukan seberapa banyak jumlah deposito atau kekayaan yang milyard dan trilyunan di bank-bank di dunia ini atau surat berharga, tanah beribu-ribu hektar baik benda bergerak maupun tidak bergerak. Semua itu akan kita tinggalkan masuk kubur dimana kita bisa chek in dan tidak pernah bisa chek out. Kita akan menjumpai harta dan kekayaan kita ketika perbuatan baik kita dinikmati banyak orang yang menjadi pakaian tenunan kita di sorga (Wahyu 19:8)

Indonesia tidak butuh wacana melainkan realita hidup apalagi hanya eforia dan propaganda. Jika orang berkoar-koar dengan segudang program pembenahan dimasa depan sementara dimasa lalunya tidak pernah membuktikan karya nyata maka itu dapat dikatakan sebuah kebohongan public, semua itu  itu bagaikan angin sepoi-sepoi alias sekedar angin sorga yang akan mendarat dalam kekelaman neraka.  Jika seorang gagal dalam memimpin dalam area yang kecil bagaimana bisa memimpin di area yang besar? Mustahil. Penulis heran mengapa orang yang gagal di sekolah dasar masih bisa ingin masuk perguruan tinggi? Bingungkan? Jika ikan dalam akuarium dilepaskan di lautan luas maka sudah dapat dipastikan akan menjadi mangsa ikan-ikan buas tidak mungkin selamat kecuali ikan tersebut menjadi ikan sakti atau ikan yang terbuat dari besi!

Daud memiliki ambisi untuk membangun Bait Allah. Orang harus tahu bahwa ia naik kepermukaan berasal dari track record yang baik dan hampir-hampir tidak tercela, prestasinya menawan dan menyukakan banyak orang namun Allah tidak mengijinkan Daud membangun Bait Allah karena tangannya sudah berlumuran darah ( 1 Tawarik 22:8). Orang yang berlumuran darah akan menghasilkan pekerjaan yang menghasilkan tertumpahnya darah orang banyak. Lihat saja Kain menghasilkan keturunan yang hanya membunuh dan membantai. Untuk itu mari kita dengan bijak memilih yang terbaik diantara yang ketidaksempurnaan manusia. Sekalipun orang yang naik sesempurna Daud yang menggantikan Saul yang berambisi liar untuk tetap menjadi orang nomor satu, Tuhanpun masih melarang Daud untuk membangun Bait Allah karena Daud tangannya sudah berlumuran darah.

Berlumuran darah disini bukan saja membantai banyak orang dalam peperangan merebut tanah Perjanjian dari negeri kafir melainkan kepahitan, amarah dan dendam yang ditimbulkan oleh para pemimpin yang tidak tahu menghargai kehidupan. Untuk itu mari kita temukan calon-calon pemimpin yang tidak memproduksi akar pahit dan dendam kesumat melainkan orang yang bisa menghasilkan buah kehidupan dan keindahan terjadi diantara semua,  kita, kau dan aku adalah saudara sebangsa dan setanah air tanpa ada perbedaan golongan baik ras, suku dan agama.  

Komentar : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.