Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini846
Kemarin811
Minggu Ini846
Bulan Ini17398
Total Pengunjung779243

IP Kamu 54.81.110.186 Monday, 20 August 2018

Guests : 65 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

SEMBILU DI DADA PENDETA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Naluri Pendeta seharusnya tetap tegar dikala badai gelombang menerjang masa-masa pelayanan.  Namun sekuat apapun seorang hamba Tuhan berdiri dengan dua kakinya, maka harus diakui dia bisa tepar[1] juga. Hal ini bukan menunjukkan bahwa dia tidak berdaya, namun Allah membiarkan terjadi supaya kuasa Tuhan semakin sempurna atasnya.[2] Namun demikian ada jaminan dari Tuhan bahwa sekalipun ia jatuh maka tidak akan tergeletak sebab tangan Tuhan sendiri akan menopangnya.[3] Orang harus sadar bahwa hamba Tuhan juga manusia yang memiliki daya kekuatan yang terbatas. Setiap  orang memiliki kekuatan yang berbeda-beda tergantung dari pengalaman dan jam terbang masing-masing. Namun demikian kekuatan hamba Tuhan tidak tergantung dari seberapa kekayaannya, atau kepandaian berteologia dan fasih lidahnya melainkan dari kedekatannya kepada Tuhan. Jangan pernah memfitnah dan berurusan buruk dengan orang yang diurapi oleh Tuhan[4]

Ada diantara mereka yang hatinya harus luluhlantak oleh berbagai pengkhianatan jemaat yang membuat luka di hati. Bahkan ada hati hamba Tuhan sudah imun yakni sudah mati rasa karena terlalu sering disakiti oleh jemaatnya namun tetap setia melayani. Ditampar pipi kanan diberikan pipi kiri, ditampar lagi sampai kehabisan pipi. Hamba Tuhan sering kali tidak mau membalas sekalipun difitnah karena memang pembalasan adalah miliknya Tuhan.[5] Mereka ini  seolah-olah kalah, tidak berdaya dan rela dirinya diperlakukan tidak adil. Hal ini terjadi karena memang jika berani hidup serupa Kristus maka harus rela diperlakukan tidak adil. Perkataan yang betul saja bisa disalahkan apalagi perkataan salah, maka siap-siap untuk dicerca habis-habisan.

Orang model begini akan  selalu melihat cacat cela orang lain,  yang kecil selalu  dibesar-besarkan,sementara  yang besar dibuatnya meledak! Kalau tidak bisa dilihat kelemahan Gembalanya maka yang dicari adalah kelemahan istrinya, jika tidak dapat maka kelemahan anak-anaknya supaya punya kesempatan menjelek-jelekkan pemimpinnya.  Jangan pernah membuat pendeta meneteskan air mata dukacita, ketika Tuhannya marah urusannya panjang. Dalam jangka pendek tidak akan terasa namun dalam jangka panjang akan menjadi sembilu sampai dalam kematian. Mengapa karena sejarah hidupnya pernah mengkhianati orang yang telah mengangkatnya dan menyelamatkan dari kenajisannya untuk menjadi benar.

Hamba Tuhan sering kali hanya menjadi keranjang sampah jemaat, segala beban jemaat, dikala susah, menangis dan berteriak maka pendeta menjadi tumpuan dan sandaran dari penatnya kehidupan. Giliran masalahnya sudah beres maka ia meninggalkan gereja dengan mudahnya dan melupakan masa-masa dia diberkati dan memperoleh keindahan kekudusan bersama Pendetanya. Ketika lagi membutuhkannya, maka ia rela berkorban dan melakukan segalanya, rajin bukan kepalang, tidak pernah terlambat dalam beribadah, berjanji setia dan rela melayani Tuhan. Bahkan ada diantaranya berjanji dengan nazarnya kepada Tuhan. Namun apa mau dikata saat kemauannya sudah tercapai, dengan cepatnya memiliki seribu satu cara untuk meninggalkan gereja dengan alasan yang sangat tidak beralasan. Bahkan fitnah yang sengaja di rekayasa seolah-olah dirinya dipihak paling benar sendiri. sudah dilayani didatangi pribadipun tidak digubris karena merasa paling suci, banyak doa dan mengerti suara Tuhan.

Jika seseorang tidak bisa membayar nazarnya, lebih baik setia saja, karena Tuhan sendiri akan memberikan kemampuan untuk membayar nazar bukannya keluar menghindarinya dengan menciptkan berbagai fitnah yang sama dengan roh percideraan.  jika orang tidak bisa membayar janjinya soal dana maka ia bisa membayarnya dengan doa atau tenaga dalam kesetiaan bersama-sama dalam kesatuan hati. Orang kalau bicaranya selangit maka tunggu waktu dia akan bicara sampai ke dasar dunia orang mati, yang dibicarakan hanya hal-hal yang busuk, menciptakan hal yang najis, kotor dan berbau keluar dari mulutnya.  Memang lidah tak bertulang, janji tinggal janji, semuanya hanya mimpi disiang bolong.  Celakanya mereka yang sudah lama bertumbuh bersama pendetanya, ikut-ikutan merasa diri kosong dan tidak mendapat apa-apa dari sang gembala. Padahal kehidupan diri sendiri tidak jelas!

Bila seorang jemaat merasa tidak mendapat apa-apa di gereja Tuhan, ini pertanda kekeringan rohani. Ini bisa terjadi secara korporet atau personal. Namun essesinya perkataan tersebut adalah unjuk perasaan, kekecewaan. Namun perlu menjadi renungan selama ini diajar, dimuridkan, dibimbing dalam konseling, di doakan dan berbagi kasih selama bertahun-tahun, terhapus merasa diri kosong tidak mendapat apa-apa? Jika demikian perlu melihat kehidupan pribadi apakah dia berdoa dengan tekun, merenungkan kebenaran dengan saat teduhnya. Karena hatinya bukan tanah yang subur melainkan batu cadas yang keras! Yang tidak bisa meresap kebenaran dan nasehat yang terjadi sebaliknya yakni pemberontakan.

Orang harus sadar janji yang diucapkan kepada Tuhan di hadapan hamba Allah harus dibayar jika tidak maka Tuhan mengatakan sebagai orang bodoh[6] Salah satu cirikhas orang bodoh ini tidak mengerti kebenaran, mencari kehendak Tuhan dengan menutup mata dan menunjuk ayat alkitab sebagai pedomannya dibumbuhi dengan doa. Jika ayat itu dirasa cocok maka akan berkata ini kehendak Tuhan! Tapi bagaimana jika ayat yang ditunjuk : “ maka bunuh dirilah Yudas iskariot, apakah dia mau bunuh diri? Memang orang yang bodoh spiritualnya, diberi tahu tidak akan pernah mendengar! Ini sama dengan kebebalan yang sudah karatan! Walau bicaranya sok rohani tapi hatinya busuk, menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji  kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.[7]

Lebih menyakitkan lagi bila  berhadapan mereka yang merasa diri kaya, padahal miskin, melarat dan telanjang[8] dan dianggapnya gereja bergantung kepada dananya, sombongnya sudah sampai ke langit.[9] Ketika mendengar pendetanya mengingatkan kebenaran Firman Tuhan marahnya berubah murka menyala-nyala dan memandang pendetanya begitu rendahnya. Nasehatnya dianggapnya sampah dibuang dengan berbalik bahwa dirinya lebih rohani, lebih bisa mendengar suara Tuhan. Ketika hamba Tuhan memberi nasehat supaya sama-sama merendahkan diri dihadapan Tuhan dalam melayani seperti Daud yang tidak bisa membangun bait Allah karena tangannya sudah menumpahkan banyak darah[10]. Kata-kata ini menjadi teror seolah-olah dirinya dituduh seperti Daud, tidak layak memberi, dan membalikkan fakta bahwa gereja ini tidak layak dibantu karna Tuhan bicara jangan pernah membuang mutiara di depan babi “demikian ungkap sinisnya. Ini suara Tuhan bahkan sudah saya cross cex pendeta bahwa gereja ini bukan pekerjaan Tuhan. “demikian ungkapan gobloknya.  Sang gembala hanya mengurut dada.. padahal kemarin ia mengakui ini pekerjaan Tuhan tidak mungkin kalau bukan Tuhan, maka ada berkat besar untuk bisa bernafas! Model seperti ini seperti orang-orang yahudi hari kamis bilang hosana-hosana sehari kemudian berkata : ‘ salibkan Dia … Salibkan Dia..

Semangatnya membangun gereja perlu diacungi jempol walau  tanpa pengertian yang benar [11] dengan mengadakan survey tentang kekurangan gereja dengan whatt up-nya, chatt disana-sini setiap hari, setiap jam dan detik ngga ada habisnya, hanya mendengar kumpulan ketidakpuasan dan unjuk perasaan jemaat. Hasil survey itulah terkumpul data ketidakpuasannya terhadap cara pelayanan Pendeta, kelakuan istri dan anak-anaknya dan aneka macam bumbu-bumbu yang dirasa sedap, karena gosip singkatan dari digosok-gosok semakin sip. Sehingga menjadikan dia bisa mengadu domba dan mengklaim dirinya bisa mengumpulkan orang, dan dengan rinci bisa menelanjangi siapapun karena kartu AS nya ada di tangannya. Yudas menyebutkan orang model seperti ini  : “ Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.[12] Orang harus melayani Tuhan dengan cara Tuhan bukan dengan cara manusia, jangan pernah menjadi pahlawan kesiangan akhirnya merusak pekerjaan Tuhan, itulah manifestasi setan.  

Sejurus kemudian ia meninggalkan gereja dengan menjadikan dirinya roh pemecah belah supaya semua orang bisa keluar dari gereja tersebut, maka dikumpulkan orang-orang yang mereka pikir barisan sakit hati dengan jamuan makan yang bisa menarik hasrat bergosip dan penuh percideraan, siap-siap menelanjangi pendetanya dan merusak gereja. Celakanya jemaat yang tidak bertumbuh, yang sudah bertahun-tahun kenal pendetanya, bisa saja dipengaruhi ikut duduk dalam kumpulan pencemooh. Hanya melihat orang dengan kekayaannya, dengan jamuan makannya yang enak, terjerumus menjadi roh pemecah belah.  Paulus menasehati “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!.”[13]

Bukan sebuah masalah jika seseorang meninggalkan gereja dan berpindah ke gereja lain karena ketidakpuasannya. Itu sudah umum, silahkan tinggalkan gereja dengan baik-baik datang dengan baik maka keluar harus dengan baik juga. Namun tidak perlu mengadakan mufakat mengajak orang kumpul makan dan menjadi roh pemecah belah karena sampai kapanpun ia harus mmenanggung konsekwensi hukumannya adalah tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah[14]. Bahkan membujuk dan membawa orang pindah ke gereja lainya. Jika orang ditetapkan Tuhan digereja tersebut dan dibujuk keluar sehingga tidak bertumbuh rohaninya karena tidak ada yang merawat, disana hanya sebagai tamu sementara di gereja sendiri dirawat di doakan. Kelak ketika ia mati mati maka darahnya akan tertanggung atasnya. Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.[15]

Memang di akhir zaman ini tidak begitu sulit menemukan gereja dan pendeta namun seseorang harus menjadi anggota tetap gereja yakni gereja lokal dimana dia dapat bertumbuh dewasa seperti Kristus. Walau di jaman sekarang jumlah pendeta semakin banyak namun  seseorang harus memiliki Pendeta tetap yang dipercayakan Tuhan dalam membesarkannya yang disebut gembala atau bapa rohani. Paulus mengatakan : “Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu   oleh Injil   yang kuberitakan kepadamu.[16] Jemaat yang berani dengan gembalanya adalah jemaat yang sombong, karena  yang kelihatan di depan mata saja berani dia lawan apalagi yang tidak kelihatan! Itulah ciri jemaat dengan status bukan domba melainkan kambing bandot, karena memang karakternya liar tidak mau dididik. Seolah-olah rohani, banyak doa, memuji Tuhan mulutnya tapi hatinya jahat, gila hormat terselubung. Dengan gengsi dan status diri yang terlalu tinggi tidak mau merendah kemanapun dia selalu pasang bandrol dikepalanya dan kalkulator ditangannya. Siapapun yang tidak sesuai dengan seleranya disikatnya sekalipun bapak rohaninya sendiri.  Dia lupa dari tangan gembalanya keluar doa pemberkatan  dan baptisan. Jangan biarkan dia terluka dengan air mata maka berkat yang keluar dari tangannya akan berubah menjadi kutuk. Siap-siap saja kehilangan yang terbaik.

Hamba Tuhan adalah jongosnya Tuhan namun demikian orang harus menaruh hormat dan respek karena gembala adalah pemelihara jiwa[17] namun di jaman ini banyak domba tidak memiliki gembala, mereka bukan lagi domba tetapi manusia yang hanya kuliner mencari makan dibeberapa restauran rohani alias gereja yang enak yakni datang cari kotbah yang enak yang banyak jemaatnya. Padahal Tuhan sudah tetapkan dia menjadi domba di salah satu gembala yang Tuhan sudah tunjuk. Jemaat model seperti ini, tidak akan bertumbuh, jika gereja satu,  hamba Tuhannya menyakitinya maka secepat kilat akan mencari gereja lainnya yang dirasa sempurna.  Dengan pongahnya akan berkata dimana-mana saya bisa melayani, emange gereja hanya disini saja” demikian ungkapan angkuhnya. Jika dia mati memang ada banyak pendeta yang menguburkannya tapi dia sudah kehilangan pemelihara jiwa yang Tuhan sudah  tetapkan. Jika nanti Tuhan bertanya dimana engkau Aku tempatkan, mengapa engkau meninggalkannya? Apakah jawabnya?

Karena setiap orang harus bertumbuh di gereja lokal sehingga bisa didewasakan dan dimuridkan, seperti Kain harus merawat adiknya tapi membunuhnya.[18] orang harus bisa menggembalakan orang lain dalam ruang lingkup yang sempit sebagai tanda mengasihi Tuhan.[19] Tuhan selalu memberi kesempatan setiap orang untuk menjadi gembala bagi yang lainnya. Orang lain harus dikasihi, diperhatikan dan dihiburkan bukan sebagai kumpulan pencemooah. Paulus mengatakan :  "Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging."[20] Ciri orang model begini adalah meleter dan mencampuri soal orang lain[21] dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas dan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia, dan tidak tahu malu[22].

Tidak mudah menjadi gembala sebab dia memangku jabatan pemelihara jiwa, jika seseorang terhilang maka yang dicari oleh Tuhan adalah gembalanya. Namun jemaat sekarang mencoba menghilangkan diri dengan merasa bisa kuliner mencari makanan rohani  yang lebih enak dibanyak gereja. Ingat secara fisik saja tiap hari jajan makan enak maka berbagai penyakit akan menjangkitinya dan kematian sesegera mungkin menantinya apalagi untuk makanan rohaninya. Untuk itu hamba Tuhan layak mendapat penghormatan dua kali lipat dari pimpinan duniawi terutama mereka yang menyampaikan firman Tuhan[23] jangan pernah membuat hati pendeta terluka dan pahit dalam dada, dia miliknya Tuhan kalau hamba Tuhan tidak benar saja urusannya dengan Tuhan apalagi dia benar maka urusannya akan panjang. Jadi kapan pendeta disayat sembilu hingga meneteskan air mata?

Pertama Pendeta meneteskan air mata dukacita, sembilu di dada  bukan saat kekurangan dan himpitan, melainkan dikarenakan jemaat yang tidak bertumbuh.  Karena Paulus sendiri berkata : “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan,  baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.[24] Hamba Tuhan menjerit bila jemaat bebal, tidak mau mendengar nasehat pendetanya. Karena jika orang sudah tidak bisa mendengar nasehat dengan baik maka Tuhan akan berbicara dengan caranya, dan itu sangat menyakitkan. Tunggu tanggal mainnya pasti Tuhan akan turun, ketika seseorang mendapat hajaran Tuhan melalui penyakit, kehilangan, dan berbagai macam kesusahan hidup, dia pasti akan kembali kepada Tuhan. Mengapa Tuhan Kau biarkan ini terjadi? Tuhan dengan santainya akan berkata; Jika hambaKu sudah tidak lagi kamu dengar maka inilah caraku mendewasakanmu. Menyakitkan memang tapi itu harga yang harus dibayar. Untuk itu jangan pernah membuat pendeta terluka dan memfitnah dia dengan kata-kata yang tidak pantas! Memang semua adalah biji mata Tuhan tidak ada yang menjadi biji salak, namun hirarki gereja harus dihormati. Dimana Pendeta harus dihormati dan jemaat harus dihargai dan saling mengasihi satu dengan yang lain bukan sebaliknya. Jemaat yang tidak bertumbuh memiliki karakter yang bebal, sudah lama salah asuh di gereja yang mondar-mandir hanya mencicipi makanan rohani tanpa tahu bagaimana essensi dari kebenaran itu sendiri. Jemaat tidak hanya tahu essensi dari kebenaran melaikan ekpresi dari kelakuan jauh lebih penting.

Hal kedua yang membuat pendeta terluka dan pahit di dada adalah jemaat tidak pernah memiliki beban untuk mencari jiwa dan melaksanakan amanat agung[25]. Sudah merasa nyaman, mendengar dengan manis, memberi kolekte dan pulang. Tidak pernah akan merasa bahwa penuaian jiwa berlaksa-laksa menjadi miliknya. Jangankan berlaksa-laksa, secara pribadi saja tidak ada beban, bila bertemu dengan orang lain hanya bungkam seribu bahasa. Gereja menjadi mandul jika tidak bisa melahirkan jiwa-jiwa, gembala tidak akan melahirkan domba karena domba melahirkan domba sementar gembala melahirkan para pemimpin. Gereja yang berkembang adalah gereja yang mesioner, gereja yang bervisi menjangkau global dari jemaat lokal. Setiap jemaat harus memiliki hati menghasilkan pertumbuhan jemaat bukan sekedar datang  untuk memenuhi bangku kosong. Setiap umat Allah harus mengatakan ya, ini aku  utuslah aku Tuhan. [26] Perkembangan gereja tidak hanya bergantung dari gembala dan staffnya melainkan seluruh jemaat Tuhan. Mereka yang hanya sibuk urusan lokal maka tidak akan menjangkau global. Untuk itulah sering kali Tuhan menampi supaya jemaat semakin murni dan berkenan kepada Allah.

Hal yang ketiga hal yang perlu direnungkan  jika jemaat hanya mementingkan diri sendiri, merasa diri terhormat, kaya, paling rohani, sehingga menganggap orang lain lebih rendah daripadanya. Jika dirinya terasa disakiti maka kemurahan menjadi kemurkaan. Disinilah letak perpecahan gereja, roh percideraan, iri hati dan amarah menguasai atmotfer gereja. Kalau sudah demikian maka sampai kapanpun gereja tidak akan pernah maju karena ditempati orang-orang yang punya masalah dan yang menjadi beban bagi gereja Tuhan. Tidak ada gereja yang sempurna, jika ada gereja yang sempurna kalau anda masuk maka gereja itu tidak lagi menjadi sempurna. Model begini menjadikan gereja komodita keuntungan, bukan secara materi tetapi kehormatan dan penyanjungan diri sendiri.

Sebagai ringkasan dari sembilu di dada Pendeta adalah jangan pernah menjadi jemaat liar, merasa bisa menemukan gereja dengan mudah dan disambut disana lebih baik. Dimana Tuhan tempatkan setia dan bertumbuhlah di gereja lokal. Bersukacita dan menangis bersama gembala untuk keselamatan jiwa-jiwa bukan menjadi pemecah belah apalagi membawa jemaat keluar untuk tidak hadir dengan memfitnah gembala yang dengan ketulusan penuh melayani. Dimanapun dan kapanpun jangan pernah berurusan buruk dengan orang yang diurapi Tuhan maka Tuhan akan murka dengan caranya. Masuklah baik-baik dalam sebuah gereja bertumbuh dewasa, sampai Tuhan berbicara untuk melayani dimanapun juga.  Orang harus sadar bahwa jika seseorang sudah berani mengambil keputusan untuk dibaptis dan diberkati di salah satu gereja, maka ia terhisap sebagai jemaat tetap bukan jemaat tamu maupun pengunjung. Jemaat tetap memiliki tanggung jawab moral dan spritiual untuk apapun yang terjadi di gereja tersebut. Harus memilikihati untuk membangun bukan merusak, jika jemaat sampai hancur karena ulah orang-orang fasik dalam gereja maka gereja adalah milik Tuhan maka dia akan berurusan dengan Tuhan sendiri[27]

Demikian juga mereka yang sudah memiliki komitmen pelayanan bersama gembalanya, mereka bukan lagi jemaat tetap melainkan kelompok orang Lewi yang melayani Tuhan. Kelompok ini harus benar-benar mengerti kehendak Tuhan dan satu visi dengan gembala, jika tidak maka tidak ada ubahnya sebagai jemaat biasa yang mudah terombang-ambing dengan berbagai gossip yang tidak jelas. Jemaat liar adalah jemaat yang tidak mau ditegor gembalanya, bahkan merasa diri lebih benar. Anggap saja gembalanya salah karena gembala bisa salah, apakah satu kesalahan menghapus semua kebaikan, kasih dan pengorbanan yang selama ini diberikan? Apakah di dalam dunia rohani berlaku panas setahun bisa dihapus hujan sehari? Jika masih demikian model orang ini jauh lebih buruk daripada orang kafir dan jangan pernah berada di tengah-tengah umat Tuhan karena orang fasik tidak akan tahan   dalam penghakiman,  begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan  orang benar[28]

 



[1] Arti 'tepar'. tepar. terkapar lemas karena kelelahan habis kerja berat, bisa juga lemas karena sakit

[2] II Korintus  12 :9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

[3] Mazmur  37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

[4] I Samuel  24:7 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

[5]  Roma  12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

[6]  Pengkhotbah  5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

[7]  2 Timotius 3:8 -9

[8] Wahyu  3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

[9]  Obaja 1:4 Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sana pun Aku akan menurunkan engkau, -- demikianlah firman TUHAN.

[10]  I Tawarikh  28:3 Tetapi Allah telah berfirman kepadaku: Engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab engkau ini seorang prajurit dan telah menumpahkan darah.

[11]  Roma  10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

[12]  Yudas 1:19

[13] Roma 16:17

[14] Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah

[15]  Galatia 6:7

[16]  1 Korintus 4:15

[17]  I Petrus  2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

[18]   Kejadian 4:9 irman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

[19]    Yohanes 21:15-17

[20]   Galatia 3:3

[21]  1 Timotius 5:13

[22]  Amsal 9:13

[23]  I Timotius  5:17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

[24]  Filipi 4:12

[25] Matius 28:19-20

[26]  Yesaya 6:8

[27]  1 korintus 3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia 1 . Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

[28]  Mazmur 1:5 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.