Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini831
Kemarin994
Minggu Ini2833
Bulan Ini27041
Total Pengunjung1069422

IP Kamu 34.228.185.211 Wednesday, 26 June 2019

Guests : 9 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

BERKACA PADA TSUNAMI MENGHADANG BADAI 

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 
 
 

Runtunan gempa dan tsunami yang terjadi di beberapa pulau dan belahan dunia ini  tidak menyurutkan petaka yang akan terus menghampiri penduduk bumi ini. Mata kita tidak boleh terpecam dan dipaksa meneropong detil-detil peristiwanya, baik korban dan kerugian harta bendanya. Semua ini pertanda bahwa kiamat sudah dekat dan unsur-unsur bumi akan segera dijungkirbalikkan oleh Sang Empunya langit bumi. Boleh percaya atau tidak bahkan mau cuex bebek,  terserah namun bencana yang lebih besar akan menghampiri bumi ini. Ini bukan ancaman atau prediksi ngawur di tahun baru melainkan antisipasi dalam perspective theologis bahwa kehancuran bumi ini sudah dinubuatkan oleh Alkitab. 
Orang harus sadar berbagai musibah terjadi bukan untuk mereka yang terkena bencana melainkan untuk kita yang masih hidup. Bukan berarti kita lebih baik dari mereka, hanya saja bagian yang ditentukan untuk kita belum sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta waktu. Realitas yang perlu diketahui bahwa setiap orang tidak kebal terhadap musibah dan bencana, Salomo mengatakan bahwa ada hari-hari gelap yang banyak jumlahnya  disamping itu kitab wahyu memberitakan deretan malapetaka yang terus menerus menghujani bumi sebelum kedatanganNya. 
Kebenaran ini bukan karena prediksi  BNPB  atau BMKG  ditahun 2019 masih ada bencana melainkan ribuan tahun yang lalu para penulis Alkitab telah menubuatkan peristiwanya babak demi babak seperti Sinetron dimana gempa, tsunami dan malapetaka babak demi babak akan tayang dalam durasi yang ditentukan sampai akhir cerita bahwa bumi berakhir dengan gempa yang maha dasyat. Alkitab berkata : “Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh,  dan terjadilah gempa bumi  yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi.  Begitu hebatnya gempa bumi itu. Lalu terbelahlah kota besar  itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah  Allah akan Babel yang besar  itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan  lagi gunung-gunung . 
Ngeri dan sangat menakutkan bila Allah Abraham Ishak dan Yakub, Allahnya bangsa Israel dan Allahnya Alkitab,  menunjukkan murkaNya kepada umat manusia. Memang harus disadari bahwa bumi ini tidak lagi dihancurkan seperti air bah seperti janji Tuhan kepada Nuh  melainkan dengan cara yang lebih mengerikan karena dosa manusia sudah berlipat kali ganda dibanding di zaman Nuh dan Sodom gomora.  Ini merupakan peringatan serius untuk kita harus semakin bertobat dan mencari perkenananNya. Perlu diketahui bahwa orang semakin bengis dan liar, homo homini lupus   menjadi santapan setiap harinya. Orang bukan saja sudah berbakat menjadi serigala melainkan sudah berkelakuan setengah setan dan tiga perempat iblis. Yang tidak bisa dilakukan oleh iblis sudah dilakukan oleh manusia, sehingga eksistensi manusia sudah berubah dari essensi originalnya. Manusia bukan lagi segambar Allah melainkan segambar dengan Lucifer. 
Sejak skandal Taman Eden manusia  ingin menjadi seperti Allah sesuai bujukan si ular dengan memakan pohon pengetahuan baik dan jahat. Usaha manusia ingin menjadi seperti Allah berakibat fatal malah sebaliknya menjadi seperti Lucifer  semakin jahat dan memberontak kepada Sang Pencipta. Lihat sekarang sebagian orang tidak lagi mencari duit, mengapa karena hasil korupsi sudah melimpah,… soal wanita mereka memiliki stock berapapun bisa disantap setiap waktu, ….namun mereka haus akan kekuasaan. Mereka ingin menggapai pucuk pimpinan tertinggi di negeri ini baik di daerah maupun di pusat dengan menghalalkan segala cara. Kisah kelam Pilkada DKI sudah menoreh catatan busuk dengan ancaman tidak memandikan mayat dan Sara yang menusuk ke jantung masyarakat. Apakah Tuhan tidur ? menyaksikan segala kebusukan di negeri ini? Tidak berbagai malapetaka merupakan sinyal perdana untuk bertobat dan mencari perkenananNya. 
Apa yang bisa menghadang bencana yang akan datang? Tidak ada satupun kemampuan yang bisa menyamai Allah jika Ia sudah bertindak. Dalam beberapa kasus tindakan murka Allah bisa dicegah bila ada orang sekelas Musa. Ketika Allah akan menghapus bangsa Israel maka Musa menghadap Tuhan dan berkata :  Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu – dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.’ Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: ‘Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku’”  . Namun sekarang kita jarang menemukan pemimpin sekelas Musa bahkan dilingkungan para hamba Tuhan sekalipun. Harus dipahami Pemimpin yang benar adalah seorang yang berani dihadapan Tuhan dan membela umatNya. Bukan pemimpin yang mau menang sendiri, mengumpulkan kekayaan dan meraih kekuasaan dengan cara-cara yang menjijikkan. Jika caranya meraih tidak benar bukan saja pekerjaannya akan banyak salah dan ngawur melainkan ia senang menempatkan diri untuk menerima murka Tuhan ujung-ujungnya seluruh masyarakat terkena dampaknya. Jika sudah demikian adakah dia bisa berdiri sekelas Musa menahan kemurkaan Tuhan ? tidak mungkun terjadi!
Niniwe kota yang besar yang sebentar lagi akan dijungkirbalikkan oleh Tuhan karena tidak tahu membedakan tangan kiri dan tangan kanan alias kejahatan sudah diambang batas. Perlu seseorang seperti Yunus untuk pergi memberitakan Injil. Peran para hamba Tuhan khususnya para penginjil untuk menyampaikan kebenaran sangatlah penting. Bukan persoalan sulitnya menyampaikan kebenaran melainkan tekad dan keberanian untuk menyampaikan kabar baik demi menyelamatkan dari malapetaka. Masalah utama Injil akan membentengi bangsa dan negara yang terancam kehancuran dari murka Allah. Lihatlah Niniwe yang memberikan respond yang baik akan kebenaran Allah.
Setelah mendengar kebenaran yang disampaikan oleh Yunus Raja Niniwe memberikan reaksi, Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.  Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik  dari tingkah lakunya  yang jahat dan dari kekerasan  yang dilakukannya.  Siapa tahu,  mungkin Allah akan berbalik dan menyesal  serta berpaling  dari murka-Nya  yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." 
Allah mengubah kemurkaanNya menjadi kemurahanNya setelah melihat sikap dan pertobatan dari Raja dan rakyat Niniwe. Harus dipahami keputusan Allah sudah final untuk kebobrokan moral dan kejahatan maka jalur malapetaka akan diliwati oleh mereka yang melakukannya. Sementara kemurahan dan kebaikan adalah area dimana orang-orang yang penuh pertobatan dan perbuatan baik bagi siapapun juga yang melakukannya. Lihat reaksi Tuhan setelah melihat pertobatan Niniwe, ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah   Allah karena malapetaka  yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya  .
Hal terakhir yang perlu menjadi renungan berkaca tsunami menghadang badai adalah kehancuran Sodom Gomora. Orang sekelas Abraham yang bisa berbicara dengan Tuhan berhadapan muka dan memohon untuk Tuhan tidak menghancurkan Sodom dan Gomora namun gagal juga. Sekalipun mungkin ada orang sekelas, Abraham di dunia modern ini yang merayu Tuhan untuk tidak menghancurkan bumi dan penduduknya maka akan sia-sia karena mereka terus berkubang dalam dosa. Apapun yang dilakukan oleh manusia tercatat jelas di mata Allah sehingga harus dipahami bahwa kejahatan dan menyengsarakan orang lain akan berakibat fatal. Ini terbukti bahwa Abraham tidak bisa membujuk Tuhan karena persoalan utamanya tidak terletak di dalam diri Abraham melainkan masyarakat Sodom Gomora yang hidup bergelimpangan dosa dan tanpa pertobatan. 
Tidak banyak waktu untuk kita menghindarkan diri dari apa yang Allah kerjakan. Namun yang pasti bumi ini akan segera digulung oleh Tuhan dan diganti bumi dan langit yang baru sehingga orang-orang yang ditetapkan untuk binasa karena ketidakpertobatannya kan merasakan pedihnya penderitaan. Memang tidak mudah menjadii orang benar di tengah-tengah kefasikan dunia ini. Namun mau tidak mau harus terus hidup dalam perkenanan Tuhan. Yohanes dalam tulisan terakhirnya berkata : barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat ; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan  dirinya!"  amin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 
 
 
 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.