Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini831
Kemarin994
Minggu Ini2833
Bulan Ini27041
Total Pengunjung1069422

IP Kamu 34.228.185.211 Wednesday, 26 June 2019

Guests : 19 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

BIJI MATA TUHAN

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Merupakan realitas sejarah bahwa Tuhan sendiri mendeklarasikan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan yang diidentikkan dengan biji mataNya[1]. Durasi pemilihan ini berlaku sepanjang zaman dan lintas generasi. Israel sekarang dengan Perdana Menteri Netanyahu tidak berbeda dengan Israel di zaman Musa pada waktu keluar dari Mesir, hanya beda generasi saja. Ini ketetapan Allah yang kekal dan tidak pernah tergantikan dengan bangsa yang lain. Dengan kata lain di mata  Allah bangsa-bangsa lain selain Israel adalah bangsa yang goyim alias kafir[2]. Mau dikata apa hak prerogative Tuhan jatuh kepada bangsa Israel. Sementara bangsa-bangsa lain yang mau menjadi warga negara Israel maupun beragama Yahudi  disebut kaum proselit[3]

Eksistensi Allah Pencipta langit dan bumi dapat dilihat cara kerja, tutur bahasa, kasih dan murkaNya melalui bangsa Israel. Pemilihan yang mengacu kepada sejarah masa lalu, membuktikan bahwa Allah ingin membuktikan pemeliharaan dan penjagaanNya terhadap kaum Israel di masa lalu akan tetap berdampak di masa yang akan datang. Manifestasi kasih Allah sepenuhnya dinyatakan di dalam bangsa Israel sejak pemilihan perdana sampai dalam kekekalan. Bahkan Tuhan mengancam dengan serius bangsa manapun yang menyentuh Israel atau mengadakan permusuhan dengan negara ini maka identik dengan mengusik biji mataNya[4]. Menyentuh biji mata Tuhan atau membuat mata Tuhan “kelilipan”[5] beresiko mendatangkan murka Allah turun atas setiap bangsa manapun juga. 

Kasih Allah yang mendalam untuk bangsa ini, diungkapkan Raja Daud pada masa kejayaanNya Ia berdoa dengan ungkapan : “Peliharalah  aku seperti biji mataMu, sembunyikanlah  aku dalam naungan sayap-Mu [6].Harus dipahami ungkapan biji mata Tuhan tidak hanya diperlakukan untuk bangsa Israel, predikat ini juga disematkan di dalam diri orang pilihan seperti raja dan hamba Tuhan. Saul sebagai seorang raja yang diurapi Tuhan disebut sebagai biji mata Tuhan oleh Daud yang memiliki kesempatan membunuhnya tapi tidak melakukannya karena Raja menyandang identitas tersebut[7]. Semakin orang menyadari bahwa ia merupakan biji mata Tuhan maka ia semakin tahu rendah hati. Daud menyadari bahwa dirinya diurapi Tuhan memiliki kemampuan jauh lebih dari pada Saul. Sekalipun demikian gelar dan urapan serta kemampuan Daud tidak membuatnya sombong dan jahat untuk mencelakai pemimpinnya. Sekalipun pemimpin yang selama ini mengabdi sudah berubah pikiran dan jahat. Banyak orang memiliki gelar dan jabatan serta kesempatan melayani tidak menyadari bahwa dia harus menghormati pemimpinnya yang diurapi Tuhan. Bukan bermaksud memberi sanjungan lebih dan plus+plus namun jangan berbuat khianat dan jahat. Gelar yang tinggi yang membuat seseorang merendahkan hamba Tuhan yang lain bukanlah biji mata Tuhan melainkan biji salak yang tidak  ada artinya dan patut dibuang.

Hamba Tuhan sehebat apapun dan sebesar apapun jemaat Tuhan yang dipercayakan kepadanya tidak boleh menuntut dirinya sebagai biji mata Tuhan yang anti terhadap kritik dan saran. Sekalipun ia bergelar professor doctor dan segudang jabatan lain maka ia harus menyadari butuh sumbang saran dari pekerja dan Jemaat. Fenomena di akhir zaman pendeta yang menganggap biji mata Tuhan dirasuki tiga hal, merasa diri paling benar, paling suci dan paling dipakai Tuhan. Tragedi hamba Tuhan sekarang memilukan hati Tuhan sendiri karena sudah menggantikan kemuliaan Tuhan menjadi kemuliaan dirinya sendiri. Hamba Tuhan seperti ini memiliki hak veto untuk dihormati dengan istilah one man one authorityyang berarti kekuasaan penuh ditangannya bukan di tangan Tuhan. Orang harus bermuara di dalam dirinya bukan bermuara di dalam Tuhan. 

Namun seorang hamba Tuhan yang sudah dibina dan dibesarkan oleh gembala sidang juga tidak boleh merendahkan gembalanya dan merasa bisa mandiri dengan mengambil sebagian jemaatnya untuk mendirikan gereja, dengan disertai rasa antipati bahkan menjelek-jelekkan pemimpinnya. Modal yang dipakai adalah modal jemaat orang bukan perintisan, jika demikian hamba Tuhan ini bukan biji mata Tuhan melainkan biji mata setan.  Jangan timbulkan akar pahit kepada para pemimpin yang tulus yang tidak berbuat jahat. Urusannya akan panjang, kecuali gembalanya jahat, egois dan tidak memberi kesempatan, boleh-boleh saja kabur tanpa alasan. Itupun harus tanya kepada Roh Kudus, Sekalipun demikian Daud tidak memperlakukannya kepada Saul yang sudah berubah setia kepada Tuhan. 

Tragedi di dalam gereja Tuhan di zaman digital ini adalah para pendeta-pendeta muda dibawah asuhan gembala, banyak sudah terdegradasi mentalitasnya sebagai hamba dan merasa bisa menjadi majikan. Karena menganggap dirinya memiliki gelar dan pengaruh. Dihinggapi roh licik dimana mencari jemaat-jemaat yang potensial untuk mendukungnya membangun gereja atau mendukung gereja lain dengan imbalan jabatan atau keuangan lebih baik. Jika membangun perusahaan masih berada di luar wilayah urapan. Namun jika membangun diwilayah hadirat Tuhan berangkat dari kejahatan dan khianat, maka kengerian akan menantinya. 

Apakah dia tidak sadar bahwa kelak semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkannya? Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,  sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan  masing-masing orang akan diuji oleh api itu.  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api,[8]

Mereka akan berdalih bahwa Paulus dan Barnabas juga pisah membangun jemaat sendiri karena Roh Kudus?[9]Jika dibaca lebih jauh kisah tersebut bukan perpisahan melaikan mereka sedang dikhususkan oleh Roh Kudus. Mereka adalah orang-orang yang kuat kuat berdoa dan rajin berpuasa, sehingga bisa mendengar suara Roh Kudus secara audibel. Sementara orang membangun gereja sekarang mendengar suaranya sendiri, ambisi dan sanggup karena koneksi dan menyakiti hati gembalanya. Biji mata Tuhan memang bukan untuk sanjungan dan penghormatan yang melebihi Tuhan melainkan sebuah identitas penghargaan dari Tuhan. Namun juga bukan alasan untuk berbuat khianat dan jahat terhadap gembalanya. 

Jika dirasa tidak cocok dan merasa diri tidak mengembang karena tidak ada jabatan, kesempatan dan pengakuan bertanyalah kepad Roh Kudus untuk membangun jemaat baru. Namun sebagai orang yang dipimpin Roh Kudus jangan berbuat khianat dan jahat dengan mencari dan mengambil orang-orang yang berpotensi untuk membangun jemaat. Setidaknya sebagai orang yang berpendidikan berpamitanlah sepatah kata untuk keluar. Setidaknya WA, SMS, email dan masih banyak segudang informasi yang bisa disampaikan untuk pamitan. Jangan pernah menipu diri sendiri sudah bilang pamit dengan gembalanya baik-baik padahal sepatah katapun tidak. Padahal ia adalah orang yang paling disayang gembala, diberi jabatan, kesempatan dan pengakuan. Hamba Tuhan tidak boleh sombong dan jahat, ingat Tuhan selalu mengamat-amati kehidupan kita. Jika datang baik-baik keluarlah baik-baik dari gereja itu dan pamit sebagai orang yang punya sopan santun. Jangan sampai pendidikan tinggi kelakuan seperti taman kanak-kanak yang maunya menang sendiri. 

Sebagai biji mata Tuhan berlakulah sebagai orang yang diperkenan oleh Allah dengan cara tahu menghormati pemimpinnya. Alkitab jelas berkata : “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.[10]  Buat para gembala jangan haus sanjungan dan penghormatan karena merasa diri “biji mata” Tuhan dan jangan berbuat sewenang-wenang terhadap pekerja yang terlibat dalam pelayanan. Mereka adalah kawan sekerja Allah. Jika mereka keluar karena diperlakukan tidak adil dan mengalami tekanan mental maka sang gembala harus bertanggung jawab dihadapan Tuhan. Namun sebaliknya jika mereka keluar karena ambisi dan kejahatan serta khianat terhadap biji mata Tuhan maka mereka sendiri akan berurusan dengan Tuhan. Apalagi mereka yang sudah bertahun-tahun mendapat penghormatan, kesempatan dan jabatan sehingga tidak tahu diri melakukan kejahatan dan khianat terhadap orang yang sungguh-sungguh mengasihinya. Jadilah biji mata Tuhan tahu menempel dengan Tuhan sehingga kelak jika siapapun membuat “kelilipan” maka yang punya mata akan bertindak sendiri. Tetaplah dibawah pimpinan Roh Kudus sekalipun banyak orang berbuat jahat dan khianat. Mereka yang sering membuat mata “kelilipan” maka Yang punya mata akan bertindak membuang apapun yang membuat mata pedih. Gereja sedang berada dalam masa penampian dan penghakiman. Petrus mengatakan : “karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi . Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? [11]    

Mengapa banyak hamba Tuhan sekarang tidak sadar dia adalah biji mata Tuhan? karena matanya tidak menempel di Kepala Gereja melainkan nempel di ambisi dan arogansinya sehingga dengan mudah menyakiti orang lain dan merasa diri bisa dipakai Tuhan karena berangkat dari gelar dan pengalamannya. Rasa takut akan Tuhan sudah hilang tertutupi naluri keduniawian yakni haus jabatan ingin menjadi gembala dan pemimpin sehingga rela menghalalkan segala cara. Sadarlah penghakiman dari rumah Allah, apapun teorinya biji mata Tuhan tetap harus mencari perkenanan Tuhan, rendah hati dan tidak jahat!



[1]  Ulangan 32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya”. 

[2]   Bilangan 23:9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir (GOYIM)

[3]   Makna Proselit secara sederhana adalah suatu golongan orang-orang non-Yahudi yang memeluk Agama Yahudi. Orang-orang/ Kaum Proselit adalah orang yang berganti agama, yaitu menjadi penganut agama Yahudi (Yudaisme), dan menyunatkan diri jika ia laki-laki (Matius 23:15).  Kata Yunani: προσήλυτος - PROSÊLUTOS, kata darimana kita mengenal istilah "proselyte" dalam bahasa Inggris, digunakan dalam Septuaginta dan juga dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen. Kata προσήλυτος - PROSÊLUTOS dalam Alkitab 4x dipakai dalam Alkitab (Matius 23:15 dan Kisah 2:10, 6:5, 13:43).  Istilah Ibrani "menjadi proselit/ to become a proselyte" ini adalah לְהִתְגַּיֵּיר - LEHITGAYER, Verb Hit'pael Infinitive Construct atau מִתְגַּיֵּיר - MIT'GAYER, Verb Hit'pael Participle. berasal dari Verba Ibrani גּוּר - GUR, menjadi orang asing (dalam konteks orang asing yang tinggal bersama dengan orang Israel). http://www.sarapanpagi.org/kaum-proselit-vt479.html

[4]  Zakaria 2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya 

[5]  kelilip :benda yang kecil sekali (seperti abu, agas) yang masuk ke dalam mata sehingga mata menjadi sakit;

 

[6]  Mazmur 17:8 

[7]  1 Samuel 26:10-11 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi r  TUHAN 1 , dan bebas dari hukuman? " Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan membunuh  dia: entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana.  Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi TUHAN. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi."

[8]1 kor 3:12-15

[9]Kis 12:24-13:5

[10]  1 Tim 5:17 

[11]1 Petrus 4:17

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.