Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini847
Kemarin1013
Minggu Ini2938
Bulan Ini21324
Total Pengunjung1673728

IP Kamu 18.232.146.10 Wednesday, 25 November 2020

Guests : 11 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di Zoom Id : 309 283 9234  Pass : holyspirit  atau youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KRIMINALISASI­­­­­­ BERKAT TUHAN

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

Ayub 2:9

Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?  Kutukilah Allahmu dan matilah 

            Pada pandangan umum ucapan istri Ayub ini merupakan perkataan jahat perkataan yang keji ketika suaminya sedang di timpa malapetaka. Istri Ayub tidak lagi ingat akan janji pernikahan mencintai dikala suka dan duka dikala sehat maupun sakit atau dikala miskin atau kaya.  Namun sebenarnya ucapan istri Ayub ini mengingatkan dan menguji suaminya dikala dukacita dan ratapan apakah ia masih memiliki integritas bahkan apakah masih mampu memberikan pujian dan berkat kepada Allah sampai mati. Kata kutukilah berasal dari kata בָּרֵ֥ךְ (ba·rech) yang memiliki arti blessing. Namun ada beberapa kondisi kata ini juga dipakai mengutuki seperti dalam ayub 1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.

            Pertama penafsiran yang mengatakan istri ayub menjadi setan untuk menguji Ayub. Hal ini mengingatkan bahwa ujian seseorang tidak terletak di lingkungan jauh melainkan orang yang paling dekat. Orang yang paling dekat itu sering kali membuat jengkel, marah dan tidak mengerti.Daud dalam mazmurnya mengatakan : " bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku (Mazmur 41:10) Dalam hal ini ujian berasal dari dalam sehingga harus melatih kesabaran dan ketekunan. Yesus Kristus dikhianati oleh Yudas iskariot yang merupakan bendaharanya. Ini berarti Yesus sudah memberikan kesempatan bekerja, memberikan jabatan dan kedudukan. Kalau seseorang tidak diberi kedudukan dan kesempatan maka ia memberontak. Walau itu tidak wajar tapi orang bisa mengatakan wajar. Berapa banyak gereja yang rusak dikhianati orang-orang yang semula dekat dengan gembalanya. Karena ketidakpuasan sedikit maka ia menjadi Yudas bagi gembalanya.  Secara lahiriah kedudukan istri dan suami bisa walau tidak boleh, saling mengkhianati dalam ketidakpengertian. Pimpinan dikhianati karyawannya sudah menjadi umum bahkan pendeta dikhianati oleh para pembantunya. 

            Alkitab mencatat orang-orang yang menjadi pengkhianat bagi para pemimpinnya. Musa dikhianati oleh Korah, Datan, dan Abiram, mengenai tiga orang Lewi ambisius yang mendesak untuk memperoleh lebih banyak kuasa dan kedudukan yang lebih tinggi bagi diri mereka selaku imam (ayat Bil 16:10). Mereka menantang kekuasaan Musa dan perintah bahwa Harun sajalah harus menjadi imam besar (ayat Bil 16:3-11). Dengan tindakan ini mereka menolak Allah dan penyataan firman-Nya mengenai siapa yang akan memimpin umat Allah. Korah dan orang-orangnya menyangka bahwa mereka dapat memilih sendiri siapa akan memimpin bangsa itu. Tetapi Allah menunjukkan dengan jelas siapa yang bertanggung jawab. Di bawah perjanjian barupun Allah masih menentukan orang macam apakah yang akan melayani sebagai penilik jemaat-Nya. Ia telah menetapkan beberapa standar suci bagi mereka yang ingin melayani (1Tim 3:1-12; 4:12-16; Tit 1:5-9)[1]. Dampak pengkhianatan ini tidak main-main sehingga penghukuman itu turun atas keluarga dan generasi mereka. Maka pergilah mereka dari sekeliling tempat kediaman Korah, Datan dan Abiram. Keluarlah Datan dan Abiram, lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan isterinya, para anaknya dan anak-anak yang kecil.(Bilangan 16:27). 

            Yosua dikhianati oleh Akhan, Dosa Akhan, dampaknya bagi Israel, dan hukuman keras atas Akhan dan keluarganya menyatakan berbagai prinsip hukuman ketika umat Allah berbuat dosa dengan terang-terangan.

1)  Apabila terjadi dosa yang hebat, atau sikap membiarkan dosa yang hebat di kalangan umat Allah, maka berkat-Nya dapat berkurang, terhalang, atau hilang sama sekali. Allah tidak akan memberkati umat yang menolak untuk menyingkirkan dosa dari tengah-tengah mereka (ayat Yos 7:1,11-13,20-21,25; bd. 1Kor 5:1-13).

2)  Dosa yang terang-terangan di tengah-tengah jemaat memperhadapkan anggota-anggotanya kepada pengaruh merusak dari musuh di luar (mis. Iblis dan dunia, ayat Yos 7:4-13).

3) Apabila dosa semacam itu dibiarkan dan tidak ditegur, maka pada akhirnya itu akan mendatangkan hukuman (ayat Yos 7:13). Akan tetapi, jika dosa itu disingkapkan, diakui, dan disingkirkan, maka berkat, kehadiran, dan kasih karunia Allah akan kembali (ayat Yos 7:22-26; Yos 8:1,18-19; bd. Kis 4:31-5:11).

4) Oleh karena itu, dosa di antara umat Allah harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Kemurnian harus dijaga dan ketaatan harus dituntut; jikalau tidak, perkembangan rohani jemaat akan terhambat atau terhenti sama sekali (bd. Wahy 3:1-3,14-18)[2].

  

            Pengkhianatan itu baru segelintir dari banyaknya pengkhianatan dalam Alkitab. Generasi Adam yang dilahirkan dari daging manusia memiliki naluri untuk berkhianat. Karena Adam dan Hawa mengkhianati Tuhan dalam makan pohon pengetahuan baik dan jahat. Adam dan Hawa tidak sedang kekurangan baik secara finansial maupun spiritual. Adam dan Hawa memiliki kekuasaan penuh atas alam semesta. Namun berkat Tuhan dikriminalisasi untuk menjadi provokator yang merusak seluruh generasi umat manusia. Tidak heran banyak orang yang sudah diberi kebaikan kasih dan anugerah yang besar dia berkhianat kepada pimpinannya. Paulus mengatakan hal penting kepada Timotius anak rohaninya, Penatua-penatua yang baik pimpinannya  patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (1 Timotius 5:17). Berkat Tuhan baik kesempatan maupun jabatan harus disyukuri dengan melakukan yang terbaik dengan tidak memprovokasi diri dengan ambisi yang berlebihan. 

            Sebenarnya Lusifer itu penjaga Taman Eden dengan kata lain Allah memberikan kesempatan kepada malaikat itu untuk menjadi p[enguasa Taman Eden. Yehezkiel 28:13-14 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.  Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Yeheskiel menyebut sebagai pribadi yang tidak ada bandingnya di Taman Eden, Maka dengan siapakah engkau dapat disamakan di antara pohon-pohon di taman Eden dalam hal kemuliaan dan kebesaran?.. (Yeh 31:18). Keindahan dan berkat Tuhan yang besar yang dimiliki malaikat yang disebut sebagai karya terindah sebelum manusia dijadikan. 

            Jadi sebenarnya yang menggoda hawa bukan setan, karena yang menggoda Hawa adalah ular, הַנָּחָשׁ֙ (nachas) dalam mitologi kuno nachas ini adalah ular terbang atau dalam kisah film-film kuno adalah naga. Paulus menyebut dengan perkataan yang tepat, " Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya (2 Kor 11:3) Inilah yang menggoda hawa, bukan iblis namun setelah berhasil memprovokasi Hawa sehingga terjadi skandal pengkhinatan dan pemberontakan maka dikenal orang sebagai si ular tua yang identik dengan iblis. Wahyu 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun   lamanya. 

            Namun kita tidak sedang membahas nachas alias si ular yang membawa naas buat seluruh generasi manusia. Namun Hawa memiliki ambisi yang berlebihan ingin menyamai Allah seperti bujukan iblis. Ular yang memancing percakapan tentang suara Tuhan yang diputarbalik, menunggu respon dari hawa. Benar apa yang Pemazmur katakan : " berbahagialah orang a  yang tidak berjalan b  menurut nasihat orang fasik,yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Maz1:1). לֵ֝צִ֗ים  lesim yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dari kata scornfull, atau mock atau utusan guru sebagai penengah yang memprovokator atau jadi biang kerok.  Hawa telah mengkriminalisasi berkat Tuhan yang besar untuk memberontak ingin menyamai Allah. 

            Demikian anugerah yang besar yang Yesus telah berikan jangan digunakan untuk kebebasan yang mendatangkan dosa. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (Gal 5:13). Paulus dengan tepat mengatakan bahwa : " jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Rom 6:1-2).

            Hawa yang membuat skandal sehingga semua keturunan anak manusia berdosa. Hal iman terbukti juga bahwa Sarah istri Abraham tidak sabar menantikan anak perjanjian dan memberikan Hagar untuk melahirkan anak baginya. Akibatnya generasi anak manusia terpecah sampai akhir zaman dalam kepercayaan. Harus dipahami perbedaannya tidak akan pernah bertemu karena bedanya antara pasir di laut dan bintang dilangit. Kejadian 22:17 mengatakan : " maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Dua orang yang lahir dari benih Abraham karakternya seperti bintang di langit dan pasir di laut. Ini memiliki arti yang mendalam yang tidak dibahas dalam artikel ini. Dalam artikel ini Sarah telah mengkriminalisasi jabatan permaisuri yang dia pikir bisa membantu Allah untuk melahirkan anak perjanjian tetapi ia gagal. Allah tidak perlu bantuan siapapun Ia sanggup melakukannya sekalipun Sarah sudah menopouse sebagai anak pertama dari istri pertama. 

            Wanita yang menjadi biang kerok ke dua yang sangat jahat adalah Izebel, yang memfitnah nabot dan merampas ladang anggurnya dan kemudian diserahkan kepada suaminya. Izebel juga membawa orang-orang untuk melawan Tuhan dengan penyembahan Baal (1 Raja 21:1-29). Kemarahan Tuhan memuncak dan mengatakan bahwa mayat Izebel akan dimakan anjing dan sebagai pupuk (1 raja 21: 23; 2 Raja 9:37). Seperti yang terlihat dari ayat berikutnya, bahwa istri Ayub sekarang di bawah pengaruh Setan, dan merupakan alat yang digunakan olehnya untuk menggoda suaminya, dan untuk meneruskan rancangannya, yang tentu saja akan menang dengan Ayub untuk mengutuk atau mencela Allah. Ucapan ini seolah-olah memiliki arti demikian. 

            Hal ke dua istri Ayub menghendaki Ayub memberkati Tuhan dalam segala kemalangannya. Jika kamu masih memiliki integritas berkati dan pujilah Allah dalam kemalanganmu sampai engkau mati. Kalimat itu dapat diterjemahkan engkau memberkati Dia yang memberkati engkau, itu wajar sekarang engkau memberkati atau memuji Dia yang mengambil anak-anakmu. Engkau dapat memuji Dia yang telah merampas seluruh hartamu dan rumahmu. Engkau memuji Dia yang memberikan penyakitmu. sebenarnya reaksi Ayub tidak seheboh terjemahan bahasa Indonesia, Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? " Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (Ayub 2:10) Kata gila dalam bahasa Ibraninya  הַנְּבָלוֹת֙ han·nə·ḇā·lō·wṯ dapat diartikan bodoh, bebal dan tidak dapat menggunakan akal dengan benar. 

            Kekristenan menyembah Allah karena berkat melimpah adalah penyembahan yang memiliki alasan yang tepat. Namun menyembah Allah dalam keadaan malapetaka dan segala yang buruk adalah penyembahan tanpa alasan yang mendatangkan perkenanan Tuhan. Jangan pernah memiliki teman datang kalau dikala senang saja. Yesus mengatakan bahwa sahabat yang baik rela memberikan nyawanya (Yohanes 15:13). Orang yang jatuh dalam dosa bukan pada posisi hidup dalam kekurangan dan penderitaan melainkan hidup dalam segala kemewahan. Hidup yang serba enak tanpa tantangan membuat orang jatuh dalam berbagai pencobaan. Hebatnya Ayub tetap berada dalam tataran iman yang kuat dengan memandang Tuhanlah yang mengendalikan segala sesuatu. Orang tidak pernah berpikir bahwa Allah itu berhak memberi dan mengambil. Jika ada yang buruk iblis disalahkan. Di tanganya ada berkat dan ada kutuk. Ulangan 11:26 mengatakan : " lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk. Ayub menggunakan bahasa puisi : Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula (Ayub 5:18) . Hosea dengan bahasa seolah-olah bombabtis, dengan perkataan : " "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam m  dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita (Hos 6:1)

            Jangan pernah berpikir tidak memiliki masalah sebab kalau tidak memiliki masalah kita sudah berada di peti mati. Masalahnya kita sedang membuat masalah bagi yang hidup untuk menguburkan kita dengan berbagai prosesi yang mahal di kota besar. Allah menyediakan solusi dulu baru masalah tiba. sebaliknya kita mencari solusi kalau masalahnya. Dari kemahakuasaan Allah Dia tahu kita punya masalah maka Ia menyediakan jalan keluarnya. Sebagaimana seorang mechanik yang sedang merancang sebuah mesih maka akan menyediakan solusinya jika terjadi masalah. Setiap masalah sudah diditeksi terlebih dahulu sebelum terjadi sehingga pemecahannya sudah disiapkan. Demikian juga Allah akan menunjukkan jalan keluar bila kita menghadapi masalah. 1 Korintus 10:13 mengatakan : " Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

            Jangan menyalahkan Tuhan jika menghadapi berbagai macam malapetaka. Covid-19 ketika melanda di Indonesia berbagai ragam reaksi terjadi oleh para tokoh-tokoh spiritual. Pemimpin yang kwalitasnya tidak jelas akan mengatakan bahwa wabah ini adalah tentara Tuhan yang menghukum orang-orang kafir. Padahal orang seagamanya juga termasuk PDP alias pasien dalam pengawasan , mereka banyak yang terpapar. Adakah mereka berani berkata bahwa sahabat-sahabat seiman mereka kafir? sementara para pemimpin yang arogan mengatkan bahwa wabah itu diperuntukkan mereka yang dihukum Tuhan. Namun bila ia mendapati keluarga dan orang-orang yang dikasihi terpapar wabah ini, apakah ia berani berkata sedang dihukum oleh Tuhan.? Sebagian berkata : "wabah ini harus segera dihardik dalam nama Yesus" Puji Tuhan ada hamba Tuhan yang memiliki iman menghardik corona. Semua orang percaya harus mendukung supaya ia bekerja dalam otoritasnya sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Indonesia tidak butuh hamba Tuhan yang pandai berdebat dan bersilat kata dan mengumpulkan follower dan subcribe. Indonesia butuh hamba Tuhan yang memiliki iman sebesar biji sesawi yang tidak untuk mimindahkan gunung. Biarkan gunung semeru dan merapi berada di tempatnya. Hamba Tuhan yang berotoritas untuk memindahkan wabah tanpa rapid tes[3] maupun  swab[4]. Namun realitasnya malah hamba Tuhan lain saling mencela sehingga tidak terdengar sedikitpun karya Allah ditengah-tengah wabah corona.

            Mereka yang memiliki karunia kesembuhan tidak ada satupun yang berani menunjukkan batang hidungnya. Ada wabah dan tidak harus tetap menyembah Allah. Reaksi yang tepa ketika wabah dan bencana datang orang harus belajar seperti Ayub. Ayub 1:20-22 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Ayub tidak mencoba menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri. Ia tidak mau berurusan dengan hal-hal yang lahiriah saja tetapi ia pertama-tama merendahkan dirinya kepada Tuhan dan tidak mau mengubah kerohaniannya. Saat memiliki kekayaan melimpah ia menyembah demikian juga saat tidak memiliki apapun ia juga menyembah.

            Sadrakh Mesak Abednego memberikan pelajaran bahwa ada solusi dan tidak ada solusi imannya tidak tergoyahkan sekalipun taruhan nyawanya, Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan n  kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."(Daniel 3:16-18). Iman yang mampu mendatangkan Allah ikut intervensi bersama dalam peleburan api yang menyala-nyala yang membuat orang berdetak kagum dan menarik mereka dari dapur peleburan berapi (Dan 3:19-30)

            Hal ketiga bagaimana kita bisa menghadapi berbagai wabah dan malapetaka yang terjadi dengan tetap melihat Tuhan baik dengan tidak menyalahkannya. Roma 8:28 menjelaskan bahwa Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Lebih jauh pemazmur telah mengetahui suatu rahasia bahwa TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (Maz 37:23-24). Harus dipahami sebagaimana seluruh dunia ini ada energy Tuhan yang mampu menyelesaikan semua persoalan yang ada. Demikian di dalam diri manusia terdapat solusi  bila mengalami atau menghadapi sesuatu. Disamping Allah memberi jalan keluar, Allah tidak akan memberikan pencobaan yang melebihi kekuatan kita. Semua sudah berada dlam skenario Ilahi sehingga segala sesuatunya patut disyukuri dan tidak menyalahkan Tuhan. Jangan kriminalisasi berkat dan kasih Tuhan dalam kehidupan sehingga kita dapat merendahkan diri apapun yang terjadi baik pengkhianatan orang terdekat maupun wabah dan penyakit yang menimpa. Allah tetap baik dan akan merepresentasikan dirinya dalam setiap apapun yang terjadi dalam diri kita. Allah buka objek fantasi orang percaya melainkan realita yang beriteraksi dalam segala hal. Ia ingin menunjukka supranaturalnya dalam diri manusia yang sangat natural dengan bukti solusi ataupun jalan keluar dalam ketidakberdayaan manusia. Disinilah Tuhan bukan memberikan bukan saja pernyataannya melainakn penyataannya yakni manifestasi dirinya

 


[1] https://alkitab.sabda.org/bible.php?book=Bil&chapter=16

[2] https://alkitab.sabda.org/bible.php?book=Yos&chapter=7#v2

[3] Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Melalui sampel darah tersebut, dokter akan memeriksa dan mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG untuk virus Corona. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh saat terpapar virus Corona. Dengan kata lain, rapid test dilakukan bukan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona, melainkan hanya untuk mengetahui apakah tubuh Anda telah membentuk antibodi untuk melawan virus tersebut atau belum. sumber : " https://www.alodokter.com/hasil-rapid-test-covid-19-negatif-apa-artinya

[4] Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2. Namun sayangnya, pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih rumit. Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Sehingga, kapasitas pemeriksaan tidak terlalu besar. Oleh karena itu, butuh waktu beberapa hari hingga hasil tes bisa keluar. sumber ", https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/27/140107120/rapid-test-corona-tak-sama-dengan-pemeriksaan-swab-ini-penjelasannya?page=all.

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.