Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini647
Kemarin791
Minggu Ini3818
Bulan Ini16053
Total Pengunjung590601

IP Kamu 54.81.139.56 Friday, 24 November 2017

Guests : 88 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Yoh 1:47 ..... tidak ada kepalsuan didalamnya ...... sebelum dipermalukan didepan orang maka pertobatan dini dimulai dari sikap hati yang selalu hati-hati dalam menyibak rahasia diri.
 
        Biasanya sang kehidupan mengharapkan citra dan fakta selalu berjalan seiring sejalan bagaikan anak kembar bagai pinang dibelah dua! Namun realitasnya sejauh timur dari barat sebab apa yang ada didalam hati menunjukkan perbedaan yang signifikan  dibanding senyuman diluarnya! Fluktuasinya terlalu tajam, sebab sikap tanda-tanda keliarannya bisa saja nampak lembut dan santun di mata banyak orang! Bagaikan lautan yang teduh di permukaannya tetapi di dalamnya bergejolak dengan pusaran yang mematikan demikianlah keadaan jiwa seseorang yang tidak bisa dideteksi oleh siapapun!   Eksistensi diri bisa saja berubah tanpa tanda-tanda dan peringatan bagaikan tsunami. Tiba-tiba saja orang yang rajin gereja, sudah dibaptis dan berkarunia roh, mendadak menjadi garang membunuh sesamanya dengan perkataan keji, dan sumpah serapah yang menghujam langsung ke jantung dan memporak-porandakan susunan syaraf keteduhan sehingga membuat lawan bicara terkapar bersimbah darah

        Orang sekarang membunuh sesamanya bukan lagi dengan kemarahan yang meledak-ledak atau parang terpampang di depan mata. Namun dengan senyuman manis tanpa tanda-tanda emosi yang membara di dada dan sekali kedip mata sang ajudan bereaksi segera pembantaian dilaksanakan! Mungkin juga masih berada dalam canda tawa bersama karena lelucon yang tidak lucu itu. Namun baru saja pamit ke toilet, angkat Handphone segeralah sahabat mati seketika!
Ini realitas bukan fata morgana dalam gelanggang kehidupan rohani, masih saja ada orang gereja yang pura-pura baik tetapi tukang tipu sesamanya, siapa lagi yang ditipu kalau bukan sesama anak Tuhan! Banyak pendeta menipu jemaat dan juga jemaat menipu pendetanya! Entah siapa yang bodoh tetapi bagi yang tertipu oleh sikap manisnya dialah orang yang sedang kena sial!
        Banyak orang bagaikan seorang aktor yang bisa acting dalam setiap keadaan agar citranya yang buruk tidak bisa terbaca di mata lawan mainnya. Bibirnya sudah dilipstik dan wajah sudah dipoles tampak cantik dari segala sudut namun di dalamnya najis sekali.  Amsal 31:30 Mengatakan : “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,... Salomo telah belajar banyak menghadapi wanita-wanita cantik “miss universe” di jamannya. Kesimpulannya akurat bahwa mata ini sering kali menipu. Cantik luarnya belum tentu indah didalamnya.
Samuel seorang nabi Allah masih bisa tertipu dengan penampilan lahiriahnya, 1 Samuel 16:7 mengatakan : " .... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
 
       Jangan sekali-kali percaya orang yang beragama kristen karena itu akan menyakitkan sebab orang yang rajin ke gereja atau jabatan pendetapun bukan jaminan! Percayalah hanya kepada Tuhan dan orang yang benar-benar takut akan Tuhan dalam sikapnya yang rendah hati dan penuh kasih dengan assesoris buah roh lainnya.
          Gantungkan hidup kepada Tuhan dan masuklah dalam wilayah orang kudusNya untuk mengembangkan roh bukan sekedar finansial! Banyak orang berebut rejeki dan popularitas dilingkungan tubuh Kristus, jangan terlibat didalamnya! Norak dan super kacau, mereka yang hanya tergila-gila karunia dan tidak berbuah, layak ditendang dari peredaran gereja Tuhan!  Tuhan memahami bahwa manusia sejak kecil sudah memiliki bakat untuk acting dalam keadaan apapun juga sehingga tidak mudah dideteksi oleh orang lain. Namun Tuhan tahu segalanya, mataNya menerobos lubuk hati yang paling dalam! Sekalipun nurani tidak berjarak dan tanpa ukuran namun lika-likunya secara terperinci dapat dibaca Tuhan dan dibanting kalau terus menerus tidak sinkron dengan kehendakNya!. Perbuatan yang tersembunyi sekalipun bagiNya terlalu mampu membeberkannya di koran-koran dan media digital dan elektronik! Markus mengatakan : “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap (Mark 4:22).
Kalau demikian halnya alangkah indahnya, sebelum dipermalukan didepan orang maka pertobatan dini dimulai dari sikap hati yang selalu hati-hati dalam menyibak rahasia diri. Tidak asal konyol mengambil keputusan dengan vonis buruk terhadap sesamanya padahal dirinya sendiri bukan saja buruk tetapi busuk sekali!
 
Berangkat dari dusta
 
       Yesaya mengatakan : “orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: “Bukankah dusta yang menjadi peganganku?” (Yes 44:20). Ayat ini mengingatkan bahwa orang baik-baik sering kali bertindak selalu berangkat dari hatinya yang menipu!
Yesaya mengajak setiap orang percaya merenung bahwa penyembahan berhala dan dewa-dewa diluar Kristus menutup diri akan kejujuran nurani! Seolah-olah kepercayaannya mampu membawa dalam etika kehidupan yang transparan tetapi vonis Allah mereka itu memegang dusta! Sebaik apapun perbuatan di mata orang lain namun bila berangkat dari dusta dan hal yang sia-sia yakni abu maka sekali waktu akan tersingkap bahwa semua yang diterimanya adalah hasil penipuan! Rupanya banyak orang yang menipu secara jujur karena nuraninya selalu minta upah setiap kali melakukan kebajikan! Upah itu bervariasi entah disini atau disana kelak, namun kedua-duanya merupakan penipuan, kalau mau berbuat baik biarlah Allah sendiri memberi upah tanpa harus menjadi landasan dalam bertindak kebajikan!
       Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah! Sang penjahat pura-pura merendah serendah-rendahnya sayang ia sedang jongkok diatas gunung. Dengan kata lain dibalik kerendahan hatinya terdapat kesombongan yang menembus langit. Sementara yang lain ngomong “blak-blak”an tanpa topeng menghias wajah, tapi justru ia jujur apa adanya ibarat bahasa Alkitab tidak ada kepalsuan didalamnya justru diusir dari peredaran. Kalau tidak senang terus terang tidak senang, kalau salut ya memuji salut ia tidak sedang memakai topeng. Tetapi para bos sekarang paling senang kalau punya anak buah yang bisanya menjilat tanpa harga diri.
     Banyak big bos seluruh tubuhnya dari jidat atau ubun-ubun di kepala sampai jempol kakinya selalu basah dijilati oleh para karyawannya. Inilah kesukaan bos yang belum bertobat selalu ingin disanjung, hasil karyanya ingin diacungi jempol dengan melipat kelingking, kalau perlu jempolnya melebihi jari tengah yang paling tinggi. Bagi big bos yang kurang bertobat ini, nuraninya berkata : I am the best, this is reality.
      Kalau bosnya sedang ada didepan mata langsung saja orang-orang murahan itu menjulurkan lidahnya dan menjilat asal babe senang alias yes men! Tidak ada nada membenahi ataupun hal-hal yang mengkritik kebijaksanaan yang memang ngawur tanpa belas kasihan! Tapi kalau mau merenung biasanya yang bisa menjilat itu hanya anjing buduk, nilainya tidak laku dijual kecuali dijadikan “RW” santapan orang-orang yang doyan anjing! Pemimpin dan big bos yang smart dalam mengantisipasi situasi akan dapat melihat siapa saja yang kerjaannya menjilat atau memang mereka yang punya prinsip dan menunjukkan haluan yang sesungguhnya!
        Padahal seusai bos bicara, yang lain menggerutu, yang tuaan bilang sialan, belum lagi yang lebih muda, bilang nyonyor lu alias monyet atau mulut nggak pendidikan bisa juga unjuk perasaan ganti sumpah serapah, semuanya ditujukan kepada bosnya. Inilah reaksi yang reaktif tetapi sayang destruktif.
Anak-anak Tuhan dalam pekerjaan sekuler sekalipun yang nota bene banyak karyawan yang non Kristen malah justru dituntut untuk menunjukkan pribadi aslinya yakni wajah Kristus bukan menggunakan topeng menurut seleranya, entah itu topeng garang, menakutkan atau menggelikan orang!
       Para petinggi negeri entah berantah sering mengatakan berkorban demi rakyat dengan segudang perubahan dan konpensasi BBM untuk rakyat miskin sementara ia duduk di kursi emas dengan deretan mobil mewah di gudang belum nilai dolar dan depositonya tidak habis tujuh turunan. merupakan pelecehan dari hati nurani yang ada. Perkataannya hanya topeng hiasan bibir yang perlu dibuka kedoknya. Namanya anggota tim anti korupsi padahal dirinya sendiri tukang korupsi. Tindakan yang mencoreng muka sendiri membuat seluruh gelar dan jabatannya kosong dan tidak ada artinya sama sekali.
Paulus menyebutnya sebagai : “ jadi bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? engkau yang mengajar: "jangan mencuri", mengapa engkau sendiri mencuri? engkau yang berkata: "jangan berzinah", mengapa engkau sendiriberzinah? engkau jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?( Rom 2:21-22)  Yesus Kristus mengkritik tajam dalam ajaranya akan tingkah laku orang farisi yang selalu menggunakan topeng kemanapun mereka pergi sehingga deretan Matius pasal 23 bukan menunjukkan kritikan saja melainkan murkanya yang tidak tanggung-tanggung!
       Namun juga ada topeng yang melekat yang sering kali dipakai dalam gereja Tuhan, dimana para pekerja kalau dihadapan jemaat manis-manis seperti anak gembul baru disapih emaknya. Lari-larian mencari mainannya, seolah-olah sibuk sebagai pelayan Tuhan namun kenyataannya dibalik jubah pekerjanya, kerjaannya ribut, kalau bertemu orang yang tidak disukainya langsung saja pasang topeng muka perang. Kelemah-lembutan sirna dan bahasa kasih telah pudar seiring wajah garang yang menempel di wajah cantiknya! Sekarang cobalah merenung dan belajar hidup apa adanya saja yang didalam sama dengan yang ada diluar itulah tipe Kristus yang patut diteladani

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.