Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini27
Kemarin1177
Minggu Ini2277
Bulan Ini21542
Total Pengunjung839936

IP Kamu 54.224.118.247 Wednesday, 24 October 2018

Guests : 15 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PEMIMPIN BERMASA LALU KELAM

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Negeri yang sudah morat marit oleh degradasi multi dimensi ini membutuhkan pemimpin yang tidak defisit spiritual dan bobrok moralitasnya karena track record yang menjijikkan bila disingkapkan oleh Allah. Namun masalahnya setiap orang memiliki masa lalu yang kelam yang tidak perlu diingat-ingat karena Tuhan sendiri telah melupakan segala dosa kita. Namun demikian kita harus sadar bahwa masa lalu bukanlah pijakan keberhasilan atau kegagalan melainkan masa lalu harus menjadikan pijakan kerendahan hati “humble” bukan sambel pedas yang kata-katanya selalu menyakitkan orang lain.

Kekristenan terpanggil memilih orang yang ditakdirkan Allah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Ini merupakan panggilan untuk semua orang percaya untuk menempatkan orang yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri (Roma 13:1) Kata ditetapkan ini berasal dari bahasa Yunani tassōdibaca tas'-soyang memiliki arti ditakdirkan, dipatok atau diputuskan. Jadi Tuhan sudah mematok siapa yang layak menjadi orang pilihannya.

Jika seorang Hamba Tuhan tertarik kepada calon Presiden karena tendensi pribadi karena suku, kerabat dan “iming-iming” dana ataupun jabatan jika memenangkan pertarungan dan kemudian memberitakan kepada Jemaat bahwa dialah yang ditetapkan Tuhan maka itu akan menjadi batu sandungan. Dia bukan hamba Tuhan melainkan hamba manusia lebih baik dia jangan jadi juru bicaranya Tuhan melainkan juru bicara pemenangan presiden. Sangatlah naïf bila berkampanye di atas mimbar dengan bumbu hasil dari pengliatan atau nubuatan bahwa Allah telah menetapkan Presiden A atau B dan memperkosa Jemaat untuk memilihnya. Hamba Tuhan model begini perlu diragukan kredibilitasnya kecuali memang ia memiliki keintiman yang akurat dengan Tuhan dan memastikan berjumpa dengan Tuhan layaknya nabi-nabi yang identik dengan Tuhan sendiri sebab kalau tidak sangatlah membahayakannya (Ulangan 18:20).

Harus diakui orang yang peka akan Tuhan selalu mendapat informasi terlebih dahulu siapa yang akan memenangkan pertarungan. Alkitab jelas mengatakan bahwa  Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Amos 3:7). Pemilihan Presiden untuk kepentingan orang  banyak adalah hak prerogatif Tuhan Sang Khalik sehingga orang percaya harus mengikuti iramanya Tuhan sehingga tidak salah dalam memilih apa yang ditetapkan Tuhan. Kekurangpekaan anak-anak Tuhan mengakibatkan orang jahat dapat memimpin negeri ini sebagai akibatnya bumi tidak penuh kemuliaanNya melainkan penuh kejahatannya.

Orang harus sadar bahwa jumlah orang yang percaya sekarang signifikan dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Negeri ini memang mayoritas  diluar garis iman Kristen namun orang percaya tidak boleh kecil hati, belajar dari Elia bahwa one man with God is always Majority sedikit namun berkualitas setingkat Allah dan Allah sendiri yang bisa menyatakan kehendakNya untuk orang yang dipilihNya. Orang harus sadar negeri ini dipimpin orang baik-baik, pintar yang berlatar belakang sangat berkualitas saja masih bisa gagal, seperti  HAM tidak tersentuh, gereja dibakar, kerusuhan etnis, LSM yang liar dengan arogansinya merusak tempat hiburan, geng motor yang mempertontonkan kesadisan, pelecehan sex yang merajalela, kejahatan yang meningkat drastis dan masih segudang lainnya yang membuat miris dan kegetiran dalam hati.

Persoalan utama adalah bagaimana caranya kita mengetahui pemimpin yang ditetapkan Allah?

Orang yang dipilih Allah malah justru mereka yang memiliki masa lalu kelam. Lihat saja Paulus, ia adalah seorang pembunuh orang Kristen dan merasa bangga bisa memiliki kuasa tanpa batas untuk membantai orang-orang percaya. Pembunuh ini dipilih Tuhan menjadi alat yang paling efektif dalam perjanjian baru. Namun track record masa lalunya tidak pernah disembunyikan, melainkan disingkapkan secara terbuka dan orang tahu pasti sejarah hidupnya.  Paulus berterus terang bahwa dia sebagai pembunuh dimasa silam (Galatia 1:13) bahkan ia menyatakan dirinya orang yang paling hina diantara para rasul (Efe 3:8). Paulus menyatakan bahwa dirinya orang yang sangat berdosa sehingga tidak ada alasan untuk berorasi dengan arogansi diri bahwa dirinya hebat melainkan ia merendahkan diri serendah-rendahnya dengan penyerahan total kepada Tuhan.

Paulus rela kehilangan jati dirinya, bahkan ia mampu menghilangkan seluruh eksistensi dirinya serta menyulap dirinya menjadi pribadi Kristus karena ia berkata, hidupku bukan aku lagi melainkan Kristus yang tinggal di dalam Aku (gal 2:20). Jika Paulus dicalonkan menjadi pemimpin negeri ini maka ia akan berterung terang tentang dirinya dan mengatakan bahwa ia tidak ingin memiliki ambisi apapun selain mau bekerja untuk menghasilkan buah-buah kehidupan yang dapat dinikmati orang banyak.

Musa adalah pribadi yang dipilih Tuhan dengan latar belakang yang luar biasa. Pendidikan kelas elite dilingkungan kerajaan Mesir dan hidup dalam multi talenta yang ia miliki. Namun Musa juga seorang pembunuh sadis yang membantai orang dengan tangannya sendiri. Namun demikian Allah memilih orang yang memiliki track recod pembunuh menjadi orang nomor satu di Israel. Ketika Allah memanggilnya Musa tidak merasa mampu dan sanggup. Ia merendahkan diri bahwa ia tidak pandai berbicara bahkan lebih baik orang lain saja. Masa lalu yang buruk menyadarkan Musa ia tidak sanggup  jika Tuhan sendiri tidak menyanggupkan. Namun ketetapan Tuhan tidak pernah salah. Musa orang yang hatinya paling lembut (bilangan 13:1) ini dipilih Tuhan untuk menjadi orang nomor satu dinegerinya. Bila Musa dicalonkan menjadi Presiden maka Ia akan menolaknya sebab ia tidak pandai bicara dan tidak memiliki ambisi apapun walaupun ia sangat capable oleh karena track record pendidikan dan jam terbangnya dalam kehidupannya.  

Tidak pernah ada dalam sejarah Alkitab orang yang akan menjadi pemimpin negeri membara oleh ambisi dan terbakar oleh emosi yang meledak-ledak.  Pemimpin yang benar harus mencintai Indonesia bukan menginginkan Indonesia. Pemimpin yang mencintai akan berjuang membenahi Indonesia dengan usaha, keringan, pengorbanan dan tetesan air mata, serta kerja yang signifikan. Namun bagi Pemimpin yang menginginkan Indonesia bila sudah menang maka akan menjadikan komoditas Indonesia menjadi keuntungan pribadi, dendam ambisinya serta merusak seluruh tatanan masyarakat yang Ada.

Tidak ada manusia yang sempurna untuk memimpin negeri ini namun yang terbaik dapat dipilih dari antara orang yang tidak sempurna. Namun belajar dari pemilihan Pemimpin dari Alkitab maka kita dapat menetapkan langkah yang tepat. Ketika Allah memilih Raja pertama di Israel maka Saul terpilih atas inisiatif Allah langsung melalui Samuel. Pemilihan ini berdasarkan selera rakyat yang menganggap bahwa rajanya memiliki kelebihan secara fisik. Saul seorang yang diatas rata-rata orang pada umumnya. 1 Samuel 9:2  … Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

Ketetapan Allah memilih Saul seharusnya tidak salah karena idenya berasal dari Tuhan sendiri namun Saul membuat rencana Allah gagal dalam tindak tanduknya yang tidak sinkron dengan kebenaran Allah. Saul tidak mencintai Israel namun menginginkan Israel demi ambisinya mempertahankan kerajaanNya. Saul termasuk raja yang mencla-mencle  sebab ketika ia harus membunuh Agag maka ia membiarkannya hidup. Namun setelah dikonfrontir oleh Samuel ia tidak mau jujur dan mengakui kesalahannya. Saul bersilat kata karena demi kebaikan dan korban bakaran sehingga Samuel yang bertindak sendiri membunuh Agag (1 Samuel 15).

Saul raja yang hilang kendali dalam ambisi yang tidak terpuaskan setelah ditolak Tuhan karena kepemimpinan yang gagal. Ia menghalalkan segala cara demi mempertahankan jabatannya dengan mengambil alih tugas Samuel yang harus mempersembahkan korban  bakaran ( 1 samuel 13) bahkan untuk mempertahankan ambisinya ia memiliki nafsu membunuh yang membabi buta, para Imam di Nob dibantai oleh doeg atas perintah Raja Saul ( 1 Samuel 22:18) dan mencobai menghabisi saingannya Daud yang telah menyelamatkannya dari musuh dengan menghalalkan segala cara.

Berkaca dari Raja Daud adalah raja yang sama sekali tidak memiliki ambisi sejak awal sama seperti Saul. Daud sangat berpengalaman dalam bidang politik dan militer, ia anak kampong tukang pengembala domba. Namun Daud memiliki nyali membunuh beruang dan singa yang mengancam domba peliharaannya dengan tangan kosong dan senjata seadanya. Ia manusia biasa yang sangat lugu, tidak banyak track record busuk bahkan dibilang kampungan dan tidak layak menjadi raja. Ketika Ia dipilih menjadi pemimpinpun, ia harus melarikan diri dari ancaman pembunuhan dari majikannya. Sekalipun tiket menjadi raja sudah ditangannya namun ambisi tidak pernah muncul atau dipertontonkan dalam ucapan dan tindakannya. Daud tetap rendah hati dengan tidak membunuh orang yang diurapi Tuhan. Padahal itu adalah saingan yang membuat ia naik menjadi raja. Hebat, takut akan Tuhannya menghantarkannya menjadi orang nomor satu di negeri Israel. Walau segudang track record pembunuhan dimasa silam Daud berhasil menjadi raja. Namun keberhasilannya bukan karena ia banyak membunuh orang dimasa silam namun hatinya yang melekat sama Tuhan. Ambisinya ambisi kudus untuk hajat orang banyak bukan untuk memenuhi keinginan pribai dan kroni-kroninya. Silahkan pilih Presiden terbaik yang pasti adalah pilihlah salah satu yang sesuai dengan karakter Allah. Jauh dari arogansi diri, tetap rendah hati dan mencintai negeri ini bukan mengingini negeri ini untuk memuaskan ambisinya. Bukan juga yang buas karena track record masa lalunya atau arogan karena kredibilitasnya dan bukan juga yang mencla-mencle….nah loh… tetap berdoa dan selamat memilih .

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.