Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1185
Kemarin1126
Minggu Ini1185
Bulan Ini21104
Total Pengunjung868543

IP Kamu 54.90.185.120 Monday, 19 November 2018

Guests : 18 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

RAKYAT SEHAT HARUS

MEMILIH PEMIMPIN YANG WARAS

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

Keluaran 18:21 1 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap;…..

Negeri yang dihuni oleh rakyat yang melarat dalam pola pikir sering kali bertindak ceroboh dalam memilih pemimpin. Kebobrokan moralitas yang menaun membuahkan pemimpin yang defisit spirit dan deposit dalam arogansi. Orang tahu bahwa negeri ini hukum menjadi tumpul ke atas dan tajam ke bawah. orang yang lemah hanya menjadi objek penderita sementara mereka yang memegang tampuk kepimpinan bersama kroni-kroninya berlenggang-lenggok menari-nari di atas mayat orang lain tanpa tersentuh hukum bila mereka melakukan pelanggaran HAM berat.  

Pencuri ayam yang  berangkat dari kelaparannya dalam bertindak bisa diganjar dengan hukuman yang setimpal dibanding para koruptor yang mencuri jutaan dollar bahkan lebih ringan dari mereka yang ngebut melindas orang-orang yang sedang berkendara di jalur yang benar. Orang perlu sadar  bahwa  Tuhan tidak buta  dan tidak juga tertidur pulas, Ia mengamati tingkah polah mereka yang bertindak menyengsarakan banyak orang dengan pembantaian  bersimbah darah. Antrian orang-orang berpredikat janda dan duda serta anak-anak menjadi yatim piatu berderet-deret menanti keadilan namun para pelaku  masih tancap gas dengan wajah tanpa dosa dan tidak pernah menjadi pesakitan di meja hijau. Kacau memang, negeri tercinta ini tidak pernah mau bertobat memberikan keadilan buat mereka yang diperlakukan tidak adil sehingga Sang Pencipta sendiri harus turun memberikan keadilan dengan caraNya sendiri.

Sang Pencipta yang tidak bisu suaranya semakin nyaring pada hari-hari akhir ini. Saatnya orang-orang jahat tidak dipermuliakan justru malah harus dipermalukan. Indonesia ini banyak dihuni oleh orang-orang yang jahat yang nalurinya mencari korban menjelekkan orang baik dan memuji-muji orang jelek. Biasa orang jahat akan memilih orang jahat untuk memimpinnya, logikanya kumpulan preman tidak mungkin dipimpin oleh ahli agama. Jadi orang sehat akan berada dalam kumpulan orang sehat sementara di rumah sakit berkumpullah orang-orang sakit. Kelompok orang yang di ruang ICU adalah mereka yang terkapar yang sebentar lagi kalah menghadapi kehidupan ini. Demikian juga keadaan politik di negeri ini masih saja ada  orang mengagungkan kelakuan comberan yang di hidangkan di keramik yang mahal untuk duduk di kursi terhormat. Hal ini bagaikan pengki (tempat sampah) naik ke atas meja ruang tamu.

Musa dalam kebodohannya mengendalikan seluruh bangsa dengan kemampuannya. Ia duduk dari pagi sampai malam untuk memberi nasehat, menghakimi dan melakukan seluruh kepemimpinannya. Namun Yitro menyarankan agar Musa memilih para pemimpin yang handal. Keluaran 18:21  Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

Tidak akan pernah ada orang suci dimanapun juga sebab pada dasarnya manusia sudah bobrok dalam dosa ( Roma 3:23,6:23) namun demikian orang harus tetap santun dengan ambisi yang benar demi cita-cita. Tidak salah orang memiliki ambisi untuk kemakmuran orang banyak. Namun demikian Ia harus seorang yang takut Tuhan, itu berarti tampil dengan tutur kata santun, kasih dan menghormati orang lain. Bukan seolah-olah dirinya Hero  padahal dia itu zero.  Orang yang tidak takut Tuhan tidak boleh dipermuliakan namun harus dipermalukan.  Ayub  40:6 menyatakan: “Luapkanlah marahmu yang bergelora; amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia! Ayat ini mengajarkan supaya kita merendahkan orang-orang yang congkak sebab kesombongan merupakan manifestasi orang yang tidak takut akan Tuhan. Pemimpin yang disarankan oleh Tuhan adalah pemimpin yang takut akan Tuhan. Orang yang sehat rohaninya adalah orang yang memilih pemimpin yang rendah hati dalam arti menganggap orang lain tidak dengan sebelah mata. Salah satu orang yang rendah hati adalah Daud. Dia adalah orang kampung yang datang ke kota dengan tidak bermaksud menjadi raja sebab ia mengakui dirinya belum berpengalaman dalam kapasitas nasional. Namun hatinya bergetar ketika melihat nama Tuhan dilecehkan oleh Goliad. Hatinya membara dengan kemarahan kudus sebab Nama Tuhan yang layaknya ditinggikan maka Ia direndahkan, Daud maju dan mengalahkan Goliad (1 Samuel 17)

Karakter Daud sudah terbukti takut akan Tuhan dengan tidak mengandalkan kemampuan dan kekayaannya. Ia berkata :  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. ( 1 Samuel 17:45-47)

Semula Daud sangat dianggap rendah oleh lawan politiknya, bahkan dianggap lebih rendah dari anjing sebab filistin menganggap dirinya anjing (1 Sam 17:43). Daud seorang yang dari kampUng dan tidak memiliki pengalaman yang makro hanya mikro. Ia membawa pengalaman yang mikro itu dengan kalimat : “Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." ( 1 Samuel 17:34-36) Daud bukan seorang pemimpi melainkan praktisi, ia telah bekerja dengan costumer yang unlimetted bukan mereka yang limetted sebab yang menikmati pekerjaan Daud adalah domba dan kambing tetapi ia setia dan takut akan Tuhan. Ia menceritakan betapa Tuhan telah melepaskan hal-hal yang kecil dengan membunuh beruang maka ia percaya bahwa Tuhan yang sama akan menolong dalam mengalahkan persoalan yang besar yakni Goliad. Untuk menjadi pemimpin besar harus berhasil menjadi pemimpin kecil, sebab orang yang takut akan Tuhan selalu setia dalam perkara yang kecil maka Tuhan akan memberi perkara-perkara yang besar. Lukas  16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Allah memanggil kita untuk setia bukan untuk berhasil. Kesetiaan itulah yang membawa kita dalam keberhasilan. Memang pemimpin Negara bukanlah pemimpin agama. Ia harus tegas dalam hal kebenaran bukan tegas oleh ambisinya. Memang tidak ada yang sempurna dengan masa lalunya. Pada dasarnya semua manusia adalah keturuan pemberontak dan pembunuh, yakni keturunan Adam yang memberontak kepada Allah dan Kain yang membunuh adiknya.

Hal kedua orang sehat tidak boleh memilih pemimpin cacat. Pemimpin yang sehat adalah pemimpin dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya adalah orang yang memiliki track record hidup dalam kebenaran. Namun mampukah seseorang hidup benar? Tidak akan namun orang akan dibenarkan oleh darah Kristus. Bagi orang dunia kebenaran muncul karena track record amal dan kebajikan. Jika masyarakat luas menikmati hasil karya seseorang sebagai pemimpin yang membuahkan banyak karya terbaik untuk masyarakat maka harus diakui sekalipun dia memiliki banyak kelemahan namun masyarakat memilihnya. Orang yang dipercaya adalah orang yang memiliki hasil karya nyata bukan pemimpi yang muluk-muluk akan janji-janji. Sudah menjadi kebiasaan di negeri ini orang yang yang berjanji bila sudah berhasil menggapai apa yang diraih maka ia orang pertama yang mengingkarinya. Orang yang dipercaya adalah orang yang memiliki perkataan yang tidak selangit dan tidak pernah membumi. Orang harus sadar negeri ini dihuni banyak orang sakit yang memilih orang yang sakit. Lihatlah para pemimpin partai yang cacat akan berkumpul di kelompok partai yang cacat yang haus kekuasaan dan jabatan menteri. Seolah-olah di kelopak mata mereka adalah kekuasaan dan naluri keserakahan jabatan. Namun mungkinkah tidak ada partai yang tidak cacat? Tidak ada, namanya politik itu kotor? itu katanya menghalalkan segala cara namun seberapa kental kekotoran itulah yang perlu ditolerir.

Pemimpin yang layak dipilih adalah pemimpin yang tidak cacat alias tidak terlibat dengan korupsi. JIka orang tidak korupsi maka ia tidak akan bergaul dengan orang yang korupsi. Itu adalah prinsip umum dalam dunia ini sebab jika mau melihat karakter seseorang lihatlah buku apa yang ada ditangannya atau lihatlah siapa sahabat-sahabatnya. Penyamun akan suka kumpul dengan penyamun tidak mungkin mau kumpul di kalangan para rohaniawan sebab Alkitab jelas mengatakan : “Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar” (Maz 1:5). Jika orang mengatakan bersih maka ia akan sadar bahwa disekelilingnya adalah bersih. Jika ia mengatakan dirinya sehat maka sahabat-sahabatnya adalah sehat. Namun di Indonesia ini memang negeri yang paling aneh, orang yang baik dikatakan cacat sementara orang cacat dikatakan normal. Ini baru negeri yang paling aneh di dunia. Pemilu tahun depan merupakan tolok ukur, seberapa banyak orang sehat yang akan memilih pemimpin normal? Atau memang negeri ini sudah begitu banyak orang cacat yang akan memilih pemimpin cacat? Biarlah kehendak Tuhan yang jadi. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.