Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini260
Kemarin686
Minggu Ini2927
Bulan Ini14269
Total Pengunjung729226

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 76 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

MENYUAPI PEMBERONTAK

Pdt. Timotius bakti Sarono,M.Th

 

 

Galatia  6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Orang tidak bisa berharap bahwa taburan kebaikan akan selalu berbuahkan keindahan. Terkadang kepahitan memang harus disematkan di dada dikala melihat orang-orang yang pernah disuapi saat melarat menjadi pongah dan arogan sekaligus memberontaknya. Padahal ia sudah dianggap bapaknya yang pernah mengusap air mata dikala duka nestapa serta membalut luka-luka menganga serta menyelipkan dana di dompetnya yang kosong.

Ironis memang, terkadang anjing lebih terhormat daripada manusia. Golongan anjing apapun dan dimanapun yang diberi tulang oleh majikannya tidak pernah menggigit sementara manusia yang pernah diberi daging empuk, minuman menyegarkan malah justru menggigit dan mencakar serta mencabik-cabik sang majikan. Sebenarnya Tuhan tidak pernah salah membentuk manusia sesuai karakterNya. Namun mengapa manusia bisa lebih rendah dari seekor anjing? Jawabnya singkat yakni waktu, jabatan dan uang yang bergulir menentukan karakter orang tersebut. Untuk itu jangan pernah cinta uang (1 Tim 6:10) serta bertuhankan mammon (Mat 6;24) serta melekat kepada dunia ini  (1 Yoh 2:16).

Kebiasaan orang  bejat, bila melarat  maka ia akan segera mencari suaka orang atau lembaga yang dianggapnya bisa memberi kontribusi. Namun lihat saja bila sedikit kaya maka ia akan merasa pongah lebih dari pendetanya bahkan bila mendapat kesempatan merampok, dan memiskinkan orang-orang sekitarnya maka ia akan keluar dengan tawa riang dengan tentengan harta jarahan dari mereka yang dengan tulus telah menolongnya. Orang itu tidak layak disebut manusia melainkan iblis yang paling jahat telah termanifes di dalam dirinya. Dan yang mengherankan masih juga merasa rohani dengan wajah tanpa dosa, menganggap dirinya orang yang paling suci.

Karakter bajingan biasanya memiliki nurani tumpul yang  menempel di dadanya sehingga dapat dipakai untuk  melawan mereka yang pernah menggendongnya dikala sekarat.  Ia bisa berkata kepada pendetanya bahwa ia akan membuat restoran dengan aneka makanan yang lezat sementara sang pendeta kelaparan dan tidak bisa membeli beras untuk dimakan. Ia juga tega  berdendang dan bernyanyi ria dengan seluruh alat music lengkap dan canggih sementara gereja sedang meratap untuk memiliki satu keybord saja selama 5 tahun belum terbeli. Ini beberapa contoh yang memiriskan hati, memang sakitnya disini sambil memegang dada ‘ demikian kata lagu yang lagi ngetrend

Saya menyaksikan orang yang selalu hadir saat pendeta selalu berkotbah. Dengan tetesan air mata, ia berkata : “uang tidak ada dan istri hamil , ia sedang diusir orang tua karena perbuatan menghamili anak orang, dia tidak siap untuk berumah tangga. Pendeta itu  support keuangan, sebagian amplop diberikannya. Sekalipun dia anaknya orang kaya namun sesudah dibuang oleh orang tuanya ia menjadi melarat dan tidak mampu memberikan susu untuk istri dan anaknya.

Sang Pendeta dengan sabar menemani dikala kesusahannya, kemudian menjadikan sopir, memberi pekerjaan di kantor dan diangkat jadi direktur perusahaan milik sang Pendeta. Salah satu kelemahan Pendeta itu selalu lurus dan tidak pernah berprangka buruk sedikitpun. Menganggap semua orang baik seperti dirinya. Sang Pendeta berpikir orang itu harus berdamai dengan orang tuanya. Setelah negosiasi maka sang anak dipertemukan dengan orang tuanya. Disinilah titik awal roh pemberontakan. Saat sudah sama orang tuanya maka ia mulai punya nyali untuk melawan bahkan seluruh modal sang pendeta usaha dirampoknya dan pergi membuat perusahan sendiri. Memang dia orang pintar, dan di dukung orang tuanya ia berhasil membuat perusaan dan sangat kaya.  Sekali waktu sang pendeta datang  namun Ia Seolah-olah tidak kenal, sang pendeta membutuhkan dana sedikit,dan meminta kepadanya hitung-hitung minta 0000,1 persen mungkin tidak ada hanya 5 juta dari ratusan juta omset yang dihasilkannya, ia sendiri naik BMW seri terbaru namun apa mau dikata  ia meminta jaminan surat rumah … memang setan sekarang harus belajar dari orang Kristen yang mentalnya sudah sangat bobrok yang tidak tahu berterima kasih dengan membalas budi.

Terkadang diantara benih yang baik akan muncul ilalang dan semak belukar (Matius 13:10) namun jangan lelah dalam menaburkan benih-benih keindahan dalam hidup. Sebab dengan berbuat baik dan memberi tumpangan seseorang telah menjamu malaikat (Ibrani 12:2). Orang harus ingat bahwa kekayaan bukanlah seberapa banyak yang kita miliki tetapi seberapa banyak yang kita berikan. Kelak ketika kita datang kepada Tuhan maka ia tidak bertanya seberapa banyak deposito kita atau deretan mobil serta rumah mewah yang kita tinggalkan melainkan Ia akan berkata tentang deretan kebajikan dan perbuatan baik yang telah kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita.

Yesus sendiri mengatakan  dalam Matius 25:34-40 : Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku

Ketika kita berbuat baik kepada orang lain maka kita sedang memiutangi Tuhan (Amsal 19:7) dan harus diakui jika Tuhan Yesus tidak datang ke bumi dan Allah tidak menyatakan diri kepada manusia, tidak ada agama di bumi ini maka orang-orang yang masuk sorga adalah orang-orang yang berbuat baik dan menjadikan orang lain yang miskin menjadi kaya dan orang lemah menjadi kuat. Mengapa Lazarus dan orang kaya diceritakan Yesus dengan perbandingan mencolok mata, lazarus yang miskin masuk sorga dan yang kaya masuk neraka? (Lukas 16:20-31). Mengapa orang kaya masuk neraka? Jawabnya singkat orang kaya itu hidup dengan kekayaannya sendiri dan tidak membagi untuk orang miskin seperti Lazarus. Sampai mati kedudukan tidak berubah yang miskin tetap miskin dan yang kaya tetap kaya, seharusnya yang kaya akan sangat kaya dan yang miskin menjadi kaya.

Orang harus sadar kekayaan bukanlah sebuah keadaan melainkan sikap hati. Orang kaya ini tidak memilki hati untuk memberi dan menjadikan kaya lazarus. Lihatlah sekarang orang-orang kaya para pemimpin perusahan memeras tenaga dan waktu para karyawannya dengan gaji kecil, bertahun-tahun kerja sang karyawan tetap miskin sementara sang bos semakin kaya raya. Seandainya bos ini mati dapat dipastikan masuk neraka persis seperti kasus lazarus yang tetap miskin. Orang yang memberi kepada orang lain akan bertambah kaya (1 Timotius 6:18)

 Ada istilah orang jawa nulung menthung yang berarti bahwa orang yang kita tolong dan besarkan akan memukul kita sendiri bahkan berkhianat. Orang-orang model seperti ini tidak pernah melihat kebaikan orang yang ada hanya melihat kelemahan orang lain. Kebaikan yang menggunung bisa roboh karena kerikil yang melukai perasaan. Bertahun-tahun menerima kebaikan namun sekali perasaan terluka maka ia akan kabur meninggalkan orang-orang yang pernah berjasa. Namun demikian Alkitab berkata jangan pernah jemu-jemu berbuat baik. Mungkin seseorang tidak pernah merampok, mencuri dan berzinah namun ketika dia tahu berbuat baik namun tidak melakukannya kebenaran Firman Tuhan tegas itu di kategorikan sebagai dosa (Yakobus 4:17), Perbuatan baik adalah sesuatu yang sangat berkenan di hati Allah (Ibrani 13:16) Petrus mengatakan dengan jelas bahwa  : “Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh ( 1 Petrus 2:15)

Jangan pernah mengharapkan balas jasa untuk orang-orang dimana kita harus berkorban. Kristus sendiri sendiri berkorban memberikan nyawanya namun Ia dikhianati dan disalibkan oleh tangan-tangan yang pernah mendapat kesembuhan dan mujizat. Namun demikian jangan pernah belajar daripada orang-orang yang tidak pernah tahu balas budi dengan menutup mata atas kesusahan orang-orang yang pernah menolong. Alkitab jelas mengatakan : Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah ( 3 Yohanes 1:11)

Biasanya orang yang masih miskin bersedia datang kepada Tuhan sampai malam berdoa dan menyembah mencari wajah Tuhan sebagai solusi untuk hidupnya. Namun saat-saat mulai ada uang, jangankan mau datang, menengok saja tidak pernah, bila ada doa ditempat yang lain kemungkinan datang bisa dihitung dengan jari. Selalu saja ada alasan, sakit, capek dan seribu satu dalih untuk menghindar berkumpul dan berdoa bersama. Padahal dahulu orang-orang ini kalau berdoa sampai tengah malam di rumah pendetanya.

Seorang Pendeta yang selalu merawat jemaatnya dari miskin disiapin diakonia, tidak lelah-lelahnya ibu gembala menyediakan beras, indo mie dan minyak sayur demi anak-anaknya makan masih juga tidak diingat kebaikannya secuilpun. Ketika suaminya pertama kali kerja uang sesenpun tidak ada maka Sang Pendeta membekali dengan dana yang cukup untuk istri dan anaknya selama di tinggal. Namun ketika mereka sudah kaya, sang Pendeta minta kepada keluarga ini untuk membelikan Kordeng untuk gereja yang  kepanasan,  itupun uangnya di kembalikan sampai 2 tahun tidak mau membelikan, padahal setiap hari ia kerja di Mall yang sekitarnya ada deretan kordeng yang ia bisa beli. Bukan tidak mampu,tapi tidak mau dan memang ia tidak punya beban untuk gerejanya, yang dipikirkan bagaimana membangun kerajaannya sendiri. Namun sang Pendeta tidak meminta lagi sampai gereja pindahpun ia tetap tidak mau membelikan

Memang nurani tumpul sering kali tersemat dilingkungan orang-orang yang merasa diri hamba Tuhan berdiri di mimbar berkotbah tentang memberi namun tidak sedikitpun berkorban untuk  gereja yang berjasa membesarkannya. Ketika gereja tidak ada satu musikpun, sang Pendeta meminjam satu keybord dari sang jemaat selama lebih 3 tahun, masih ada juga hamba Tuhan disamping pendetanya yang cukup punya uang untuk membelikan keybord gereja namun menutup mata. Ia membeli seluruh perlengkapan alat music gereja untuk dirinya sendiri dan mengumpulkan dirumahnya. Pikirnya kelak saya punya gereja sudah lengkap alat musiknya, sementara gereja tidak ada satu alat musikpun. Membeli apapun untuk diri sendiri sah-sah saja namun lihat kebutuhan gereja untuk kebutuhan orang banyak masih bisa menutup mata. Namun Puji Tuhan orang dari luar yang tidak pernah mendapat support dari gereja, tidak pernah mendapat diakonia dari gereja membelikan keybord terbaik. Menjadi pelajaran penting bahwa  jangan pernah menutup mata untuk kebutuhan gereja dan orang-orang disekitar kita sebab itu akan mendatangkan murka Tuhan.

Orang harus sadar terkadang kita diijinkan Tuhan untuk memelihara kucing padahal sebenarnya ia adalah harimau yang sangat membahayakan. Namun Tuhan sendiri akan mengirimkan berkat besar bagaikan burung gagak yang menyediakan seluruh perbekalan untuk kita hidup.

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.