Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini34
Kemarin792
Minggu Ini5317
Bulan Ini18478
Total Pengunjung836872

IP Kamu 54.161.100.24 Sunday, 21 October 2018

Guests : 39 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   
 
 
 
 
Provider Kebinasaan 
Pdt. Timotius Bakti sarono,M.Th
 
 
 
 
1 Korintus 6:20 
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
 
 
Skandal Taman Eden merupakan keberhasilan si ular tua dalam  menorehkan “track record” monumen pemberontakan kepada Allah. Disaat yang sama  seluruh generasi anak  manusia secara efektif sudah berhak bertindak dan berpikir dalam remote control iblis dengan panah apinya. Kejatuhan manusia  merupakan moment yang terus move on selama bumi berputar pada porosnya, bahwa gambar dan rupa Allah yang sudah tertanam di dalam diri manusia yang bagaikan Provider internet itu telah berubah kepemilikan yakni menjadi chips-nya iblis. 
 
Manusia divonis jatuh ke dalam dosa (Kej 3) bukan pada saat manusia berbuat dosa dengan berzinah, membunuh dan merampok. Semua deretan perbuatan konyol tersebut belum ada sama sekali sebab seluruh perbuatan itu masih berada dalam Providernya iblis yang akan segera diakses oleh manusia sebagai konsekwensi kejatuhannya. Kehendak bebas manusia telah membuat manusia terbuang dihadapan Allah bahkan di mata Allah manusia telah mati (Kej 2:17). Seluruh kebenaran yang Allah miliki tidak akan pernah bisa dilakukan oleh orang yang mati. Perintah Allah yang hidup hanya bisa dilakukan oleh orang yang hidup, “ Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang (Maz 36:9). Tanpa terang Kristus semua orang “generasi Adam” masih berada di liang lahat sebab mereka masih menjadi mayat dihadapan Allah. 
 
Agama yang mengajarkan dosa adalah perbuatan buruk manusia merupakan pengajaran yang  terselubung, menyesatkan dan sekaligus bualan mematikan. Merupakan sebuah kemasan racun berlebel madu  yang dikonsumsi semua agama di dunia. Bagaikan  Iblis yang  telah menaruh mayones dengan narkoba sehingga ketika dioleskan pada roti  untuk disantap maka menjadikan anak cucu Adam “fly” , “sakaw” dan akhirnya “suddent dead” . Hal ini disengaja iblis supaya manusia tidak butuh Kristus sebab manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan mengubah dosa itu dengan perbuatan amal dan kebaikannya. Jika ditemukan perbuatan baik lebih banyak dari perbuatan buruknya maka ia berhak sorga. Seperti Singa yang lahir sudah tertancap “chips” buas maka demikian juga manusia yang lahir di bumi ini sudah bertabiat dengan dosa yang tidak bisa di hapus dengan apapun selain mencabut essensi dosa tersebut. 
 
Pada mulanya Allah menciptakan manusia tidak pernah memberikan conten hal yang kotor di dalam makluk ciptaan.. Perbuatan menyimpang tersebut hanya berada dalam wilayahnya iblis sebagai provider yang hanya bisa diakses oleh costumernya. Ketika Alkitab mengatakan kita telah dibeli maka hal yang perlu direnungkan adalah : Pertama Selama manusia belum pernah dibeli dan harganya lunas dibayar oleh Allah maka manusia masih menjadi milik iblis sampai kapanpun. Agama, kepercayaan, dan sederetan ritual rohani tidak akan bisa mengambil alih kepemilikan iblis. Manusia sepenuhnya sudah tergadai sehingga perlu penebusan. 
Mereka yang tergadai butuh satu pribadi untuk mengambil alih kepemilikan. Pengambilalihan ini disebut penebusan bukan sebuah perbuatan melainkan dibutuhkan satu pribadi yang mumpuni, sanggup dan memiliki kemampuan untuk menarik seluruh asset manusia yang sudah tergadai menjadi milikNya. Alkitab jelas berkata : Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat ( 1 PETRUS 1:18-19)
 
Manusia tidak boleh tinggal lagi dalam wilayahnya iblis yakni mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10a) manusia harus tinggal di dalam kehidupan Kristus yakni hidup yang berkelimpahan (Yoh 10:10b). Orang yang mati dihadapan Allah harus dibangkitkan terlebih dahulu. Satu pribadi yang sanggup membangkitkan kehidupan hanya Yesus Kristus. Ia berkata dengan jelas : "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yoh 11:25-26)
Hal kedua ketika manusia sudah dibeli oleh Kristus dengan Penebusan darah dan dibangkitkan dari kematian maka setiap orang harus memuliakan Allah dalam kehidupan hari-harinya untuk itu tidak boleh menjadi hamba manusia (1 Kor 7:23). Paulus merupakan contoh orang yang sungguh-sungguh merasakan penebusan tersebut maka Ia berkata : Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus (Gal 1:10). 
 
Mengapa Paulus menolak menjadi hamba Manusia karena ajaran agamanya berasal dari manusia, selalu dihafal dan di kendalikan dengan kebenaran sementara orang dengan kemerdekaan penuh melakukan hukum. Sementara semua agama mengikat manusia dengan hukum. semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.(Kolose 1:22-23). Ketika seseorang telah ditebus oleh Kristus tidak ada hukum yang mengikat melainkan sebuah kebebasan untuk menyenangkan Allah dengan perbuatan-perbuatan terbaik. (hambaNya senior Pastor, This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )
 
 
 
 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.