Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini445
Kemarin752
Minggu Ini3780
Bulan Ini14889
Total Pengunjung776734

IP Kamu 54.92.182.0 Friday, 17 August 2018

Guests : 75 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Renungan (Seri 1)

CERMIN DI HARI AKHIR

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

2 KORINTUS 3:18

 

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan TUHAN dengan muka yang tidak berselubung.  dan karena kemuliaan itu datangnya dari TUHAN yang adalah ROH, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.…

Seharusnya Kekristenan sejati merupakan pantulan dari Allah Sang Pencipta langit dan bumi. Karena pribadi Allah telah dinyatakan sangat jelas dan gamblang dengan penampilan Yesus Kristus di bumi ini (Kol 1:15). Tanpa kehadiran Mesias di bumi ini, keberadaan Yang Empunya Hidup hanyalah fata morgana yang tidak jelas! Jika ada orang dengan gelar nabi, rasul santo dan santa dimanapun yang pernah mengaku mengerti DIRINYA maka berita itu hanya hoak yang sok kepo. Bagaimana ia bisa tahu tentang Allah yang adalah Roh di Tahta KemuliaanNya, sementara dirinya tinggal dalam bulatan bumi yang hanya satu titik debu besarnya dibanding dengan gugusan planet-planet di alam semesta ini.

Sudah pasti tidak akan pernah salah bahwa Sang Pencipta telah menunjukkan wujud aslinya di dalam diri Yesus Kristus atau Isa Almasih yang juga disebut Yosua Hamasia. Karakter, emosi dan pola pikir yang Mesias miliki tidak pernah seincipun didapati salah sekalipun Ia sedang berada dalam Inkarnasi manusia biasa yang penuh kelemahan. Seharusnya manusia yang terdiri dari daging, bisa saja berbuat najis, tukang kawin, penipu, membunuh dan serentetan dosa yang bisa dilakukannya. Namun realitas yang ada tidak secuilpun Yesus Kristus lakukan. Ia murni dan tidak bercela di hadapan Allah Bapa maupun manusia disegala abad selama bumi berputar. Nuraninya bersih bagaikan kristal yang dipenuhi dengan belas kasihan menolong manusia dan mengambil alih semua ketidakberdayaan yang ada seperti kelemahan, dosa, penyakit, kekurangan dan neraka serta kebinasaan yang manusia genggam, diubahnya dengan kekuatan, semangat dan kekekalan sorga. Rugi kalau ngga percaya!

Protipe Yesus Kristus yang merupakan model kehadiran Allah di bumi ini seharusnya nampak jelas karakternya di dalam diri orang-orang tebusan. Namun demikian realitas saat ini banyak orang Kristen yang masa bodoh terhadap tindakan dan tutur katanya bahkan terkadang kelakuannya minus tidak sinkron terhadap kebenaran dan jangan heran banyak yang menjadi batu sandungan terhadap orang yang tidak percaya! Seharusnya kekristenan disetting dari awalnya merupakan mesin foto copy karakternya Tuhan namun banyak mesin copy yang sudah rusak parah tidak bisa berfungsi apa-apa hanya merupakan barang rongsokan saja. Ibarat bahasa Alkitab seperti garam yang sudah tawar. Yesus sendiri mengatakan :  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Mat 5:1:3)

 

Untuk dapat mencerminkan gambaran Allah yang nyata maka yang pertama di butuhkan pengalaman keintiman pribadi dengan Tuhan sendiri. Paulus seorang yang punya hobi membantai pengikut Yesus Kristus, memiliki pengalaman spektakuler dalam pertobatannya berjumpa dengan Tuhan sendiri (Kis Ras 9) sejak ia bertobat hubungan dengan pribadi yang memanggilnya tidak pernah luntur bahkan ia rela memberikan segalanya termasuk nyawanya sendiri bagi kekasih hatinya. Hal yang sama dilakukan oleh Musa seorang hamba Tuhan yang militan di jamannya. Allah sendiri memberi kesaksian bahwa : “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu (Kel 33:11)

Allah Sang Pencipta telah membuka dirinya sendiri dan mengobral secara gratis diskon 100% plus bonus anugerah, berkat, kelimpahan dan kekekalan sorga bagi siapapun yang mau datang. Yesaya mengungkapkan secara jelas : “ Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.. (Yes 65:1-2)

Bukan itu saja setiap orang yang datang kepadanya diberi status baru dan mengingat sampai dalam kekekalan beriktu berkat di dalamnya. Petrus megnatakan secara jelas : “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1 Petrus 2:9-10). Status inilah yang membuat setiap orang percaya menjadi harta kesayangan Tuhan sendiri (Kel 19:5) bahkan menjadi biji mata Tuhan yang tidak boleh disentuh oleh siapapun (Ula 32:10).

Untuk mencerminkan Allah yang tidak kelihatan perjumpaan dengan diriNya merupakan pilihan yang terbaik sebab Maria telah duduk mengambil bagian yang tidak pernah bisa diambil oleh siapapun demikian pernyataan Yesus ketika Maria duduk diam di bawah kakiNya (Luk 10:42). Setiap orang percaya harus belajar mencari Tuhan secara personal bukan saja komunal karena pertemuan pribadi merupakan kebutuhan yang vital jika tidak akan fatal! Pertemuan ini merupakan sebuah kehormatan sebab tidak seorangpun bisa datang kepada pribadi Yesus Kristus kalau tidak di tarik oleh Bapa (Yoh 6:44) untuk itu dibutuhkan sebuah kesetiaan tanpa batas (Ibr 3:5) dan konsistensi yang tinggi tidak hanya sekedar panas-panas tahi ayam, model soda yang sekali dibuka mbludak dan habis begitu saja! (bersambung)

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.